Riau Journal of Empowerment

Journal Information
ISSN / EISSN : 2654-4520 / 2623-1549
Current Publisher: FKIP Universitas Riau (10.31258)
Total articles ≅ 34
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Muhammad Fauzi, Eni Sumiarsih, Adriman Adriman, Rusliadi Rusliadi, Ika Fitria Hasibuan
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 87-96; doi:10.31258/raje.3.2.87-96

Abstract:
Plastik adalah bahan sintesis dari hasil polimerisasi berbagai macam monomer. Hampir semua jenis plastik akan melayang ataupun mengapung dalam badan air. Hal ini akan menyebabkan plastik terkoyak-koyak dan terdegradasi oleh sinar matahari, oksidasi dan abrasi mekanik membentuk partikel-partikel plastik. Ecobrick adalah salah satu cara penanganan limbah plastik dengan mengemas plastik yang bersih dan kering ke dalam botol plastik. Pemberdayaan masyarakat untuk mengolah sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna dalam jangka waktu yang lama adalah salah satu kunci keberhasilan program daur ulang limbah plastik. Kegiatan pengabdian ini akan memberikan manfaat kepada berbagai pihak, diantaranya bagi peserta pengabdian bagi masyarakat, bagi anggota pelaksana penyuluhan, bagi Perguruan Tinggi dan bagi pemerintah. Khalayak sasaran dalam kegiatan pengabdian ini adalah masyarakat Kampung Bunga Raya Kabupaten Siak. Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang telah dilakukan dapat diketahui bahwa masyarakat sudah bisa membuat tempat duduk dari ecobrick. Dalam kegiatan pengabdian pembuatan ecobrick ini diharapkan masyarakat tidak hanya membuat dalam bentuk kursi-kursi tetapi juga dalam bentuk yang lain. Sehingga bisa dijadikan suatu peluang usaha yang baru bagi masyarakat sasaran.
Eni Maryani, Subekti Wirabhuana Priyadharma, Preciosa Alnashava Janitra, Detta Rahmawan
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 105-116; doi:10.31258/raje.3.2.105-116

Abstract:
Ide tentang media lokal tercantum dalam Undang-undang Penyiaran nomor 32 tahun 2002 untuk mendukung terwujudnya demokrasi, desentralisasi politik dan menghidupkan industri media yang berskala lokal. Selain itu media lokal juga diharapkan dapat menjadi media sumber informasi yang relevan bagi warga lokal sehingga tercipta pemberdayaan masyarakat lokal. Meskipun demikian, berbagai tantangan dan hambatan dari segi bisnis maupun dari segi kebijakan terus muncul sehingga keberlangsungan media lokal menjadi terhambat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan kepada jurnalis dan pengelola media lokal Jawa Barat ini dimaksudkan untuk menyebarkan hasil penelitian dari tim Fakultas Ilmu Komunikasi, Universitas Padjadjaran tentang kebijakan media dan keberlangsungan media lokal di Indonesia. Selain melakukan diseminasi hasil penelitian, tim Universitas Padjadjaran juga melakukan Focus Group Discussion (FGD) perihal berbagai permasalahan yang melingkupi industri media lokal, dan juga untuk mengelaborasi kemungkinan kegiatan kolaboratif antara pihak akademisi dan praktisi media lokal terkait dengan advokasi media lokal dan untuk menjaga keberlangsungan dari Industri media lokal di Jawa Barat. Ke depannya diharapkan dapat terjalin kolaborasi riset dan berbagai kegiatan kerjasama lain yang lebih konsisten dan bersifat jangka panjang.
Esy Maryanti, Enny Lestari
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 97-103; doi:10.31258/raje.3.2.97-103

Abstract:
Pedikulosis kapitis merupakan penyakit parasitik yang masih sering terjadi dan terabaikan. Gejala klinis dari penyakit ini berupa gatal di kepala yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Panti Asuhan merupakan tempat yang berisiko untuk terjadinya infestasi parasit tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui angka kejadian infestasi Pediculus humanus capitis, melakukan pendidikan kesehatan berupa penyuluhan dan pelatihan untuk mencegah penyakit tersebut serta melakukan penatalaksanaan pada anak yang terinfestasi dengan kutu kepala. Kegiatan ini dilakukan di Panti Asuhan Desa Pandau Jaya, Kecamatan Siak Hulu Kabupaten Kampar. Khalayak sasaran adalah semua anak-anak dan pengurus panti yang berjumlah 60 orang dan sasaran khusus yaitu anak-anak panti yang berjumlah 54 orang. Terdapat 22 (40,7%) anak yang terinfestasi Pediculus humanus capitis. Anak-anak yang terinfestasi ditatalaksana dengan permethrin 1% yang diberikan melalui kakak/ibu asuh. Selain itu juga diberikan sisir serit, satu anak satu sisir serit. Setelah dilakukan edukasi dan pelatihan, anak-anak serta pengurus panti diharapkan dapat menerapkan ilmu yang didapat untuk memberantas penyakit tersebut.
Rizki Hegia Sampurna
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 117-126; doi:10.31258/raje.3.2.117-126

Abstract:
Pemerintah Indonesia terus berupaya melaksanakan program Sekolah Sehat secara nasional. Namun disparitas dalam implementasinya masih tinggi. Sebagian besar sekolah di daerah terpencil belum mampu melaksanakannya. Seperti Sekolah Dasar Negeri 08 Berinang Mayun dan Sekolah Dasar Negeri 02 Sidan yang terletak di tengah-tengah perkebunan kelapa sawit di Landak, Kalimantan Barat. Siswa dan masyarakat sekitar kedua sekolah tersebut adalah masyarakat Dayak yang kualitas kesehatannya masih buruk. Atas dasar itu, kami mengadakan lokakarya Sekolah Sehat di kedua sekolah tersebut. Workshop dilakukan melalui ceramah, focus group discussion, dan simulasi. Pada akhirnya, peserta diharuskan membuat rencana sekolah yang mempromosikan kesehatan sebagai luaran. Sejumlah indikator seperti analisis KWL, tanggapan peserta, dan analisis pre-post test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tentang program sekolah bina kesehatan. Namun pencapaian yang paling nyata adalah peserta telah merancang rencana Sekolah Sehat yang akan mereka laksanakan di sekolah masing-masing.
Ulfa Khaira, Tri Suratno, Mauladi Mauladi, Reni Aryani, Edi Saputra
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 69-78; doi:10.31258/raje.3.2.69-78

Abstract:
Taman Hutan Kota HM Sabki mempunyai potensi yang besar sebagai destinasi tujuan wisata, tidak hanya sebagai tempat rekreasi tetapi juga sebagai pusat penelitian dan konservasi tanaman. Untuk itu, Taman Hutan Kota HM Sabki diharapkan mampu menyediakan informasi yang memadai mengenai tanamannya. Program pengabdian pada masyarakat (PPM) ini membuat sistem informasi inventarisasi tanaman dan QR code sebagai penanda tanaman yang dapat dipindai menggunakan smartphone. Dengan begitu pengunjung dapat mengakses informasi detail mengenai tanaman. QR code adalah kode gambar 2-dimensi tercetak yang dapat menyimpan sejumlah informasi. Teknologi ini dapat menampilkan informasi mengenai tanaman yang sebelumnya telah dimasukkan oleh pengelola ke sistem informasi inventarisasi tanaman. Melalui aplikasi ini pengelola dapat dengan mudah mengelola semua informasi tentang tanaman.
Fatmawaty Mallapiang, Yessy Kurniati, Sukfitrianty Syahrir, Abd. Majid Hr Lagu, Rimawati Aulia Insani Sadarang
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 79-86; doi:10.31258/raje.3.2.79-86

Abstract:
Sampah menjadi masalah yang krusial di daerah pesisir karena kebiasaan masyarakat yang membuang sampah langsung ke laut. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengelola sampah dengan memberdayakan aset yang dimiliki oleh masyarakat. Kegiatan ini dilakukan dalam 2 tahap, yaitu tahap persiapan dan pelaksanaan. Tahap persiapan dilakukan dengan menginventarisi aset yang dimiliki oleh masyarakat, melakukan sosialisasi, mempersiapkan materi dan bahan yang dibutuhkan untuk pelatihan pengolahan sampah. Aset yang teridentifikasi dimiliki oleh masyarakat terdiri dari aset fisik, aset manusia, aset sosial, aset finansial, dan aset alam, berupa lahan perkebunan dan pertanian yang menjadi sumber sampah organik sekaligus sebagai tempat mengaplikasikan pupuk kompos hasil pengolahan sampah organik tersebut. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta yang hadir tidak mencapai target karena kegiatan melaut yang dilakukan warga. Peserta yang mengikuti kegiatan pengolahan sampah cukup antusias mengikuti materi dan simulasi. Diharapkan peserta yang mengikuti pelatihan dapat mengolah sampahnya sendiri dan memotivasi warga lain untuk mengolah sampahnya masing-masing.
Anita Desiani, Sugandi Yahdin, Irmeilyana Irmeilyana, Desty Rodiah
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 49-59; doi:10.31258/raje.3.1.49-59

Abstract:
Desa Bangsal merupakan wilayah Sumatera Selatan yang berada dalam kabupaten Ogan Komering Ilir Kecamatan Pampangan. Desa Bangsal Memiliki Potensi yang sangat baik diantarannya susu kerbau, gula puannya, sagon, penjem (semacam yoghurt), dadih (semacam mentega untuk minyak goreng), ikan asap, krupuk ikan dan padi rawa yang termasuk beras yang kaya zat besi (Fe). Selain itu hampir mayoritas masyarakat desa Bangsal adalah peternak kerbau. Potensi yang dimiliki oleh Desa Bangsal bila dikembangkan, maka diharapkan dapat menjadikan Desa bangsal sebagai salah satu desa yang memiliki kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi dan kearifan lokal sebagai kepribadian dalam budaya. Salah satu media yang dapat membantu mengembangkan potensi desa adalah memafaatkan Teknologi Komputer dan Informasi. Salah satu pemanfaatan yang dapat digunakan adalah mengembangkan website desa. Website desa Bangsal dapat menjadi media promosi potensi dan produk yang dimiliki oleh Desa Bangsal. Dengan website semua orang dapat dengan mudah mencari informasi dan mengenal desa Bangsal tanpa harus langsung ke desa. Pengembangan website desa Bangsal memerlukan peranan aktif dari perangkat dan masyarakat desa Bangsal sendiri. Pelatihan pengembangan dan pengelolaan website yang diberikan ke masyarakat desa menunjukan hasil yang baik, terlihat dari tugas yang diberikan 70% dari dapat diselesaikan dengan baik
Revis Asra, Ade Octavia, Lisna Lisna
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 39-47; doi:10.31258/raje.3.1.39-47

Abstract:
Rotan jernang termasuk salah satu produk unggulan Provinsi Jambi, disamping sawit dan karet, tidak seperti kebanyakan rotan dimana yang dimanfaatkan dari bagian batang, tetapi yang dimanfaatkan dari jernang adalah resin merah yang ditemukan pada buah. Jernang berpotensi untuk diintegrasi di kebun karet, sehingga merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian petani karet di Desa Liam Lestari Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, karena petani dapat memperoleh keuntungan ganda yaitu dari getah karet dan getah resin merahnya. Sulitnya mendapatkan biji tua sebagai sumber bibit merupakan kendala utama dalam budidaya jernang. Di Desa Liam Lestari ditemukan satu orang petani karet yang telah melakukan integrasi jernang namun buah jernangnya sering dicuri orang, sehingga tidak diperoleh biji tua untuk bibit. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat dengan skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan bibit di Mandiangin. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA). Kegiatan PPPUD melibatkan kelompok tani Jernang Lestari. Berdasarkan hasil pengabdian dengan melakukan perlindungan pohon induk melalui pemagaran dengan kayu bulian, dapat mengatasi masalah pencurian terhadap buah jernang.
Nelson Nelson, Helga Dwi Fahyuan, Frastica Deswardani, Nurhidayah Nurhidayah, M Ficky Afrianto
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 61-68; doi:10.31258/raje.3.1.61-68

Abstract:
Sungai Duren adalah salah satu desa yang menjadi perhatian pemerintah setempat untuk pengadaan air bersih karena sulitnya akses air bersih di desa tersebut. Penduduk belum memiliki akses air bersih, dan masih sangat bergantung ke air sungai Batanghari untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sedangkan tingkat kekeruhan dan kualitas air sungai Batanghari tidak memenuhi syarat air bersih. Berdasarkan kenyataan di atas maka perlu dilakukan pendampingan melalui penyuluhan dan demonstrasi tentang teknologi sederhana untuk mengolah dan menjernihkan air sungai Batanghari menjadi air minum yang alat dan bahannya mudah diperoleh serta mudah dibuat. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah teknologi penyaringan air menggunakan biochar sebagai adsorben. Biochar tidak mengalami pelapukan lanjut sehingga apabila diaplikasikan sebagai penyaringan air akan bertahan lama. Sumber biochar yang digunakan berasal dari tandan kosong kelapa sawit yang sudah tidak termanfaatkan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan agar solusi ini dapat terealisasi ialah pertama dengan memberikan penyuluhan berupa sosialisasi pentingnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan penggunaan biochar sebagai adsorben penyaringan air.
Ngatini Ngatini, Maulin Masyito Putri, Muhammad Faisal Ibrahim, Taufiqotul Bariyah, Yunita Siti Mardhiyyah
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 17-25; doi:10.31258/raje.3.1.17-25

Abstract:
Manukan adalah salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang terletak di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur. Minimnya penghasilan keluarga dari profesi petani menuntut masyarakat untuk lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Bojonegoro memiliki potensi batik Jonegoroan yang menarik dan banyak diminati. Namun, tidak banyak masyarakat Bojonegoro yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan membatik. Sehingga, perlu dilakukan pemberdayaan Ibu-ibu dalam mengembangkan industri kreatif Batik Jonegoroan. Pemberdayaan ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu sosialisasi Batik Jonegoroan, pelatihan cara membatik, pelatihan pengembangan industri kreatif batik dan pemasaran hasil batik. Dalam pelatihan ini, peserta dilatih untuk memahami dan mempraktikkan proses membatik dengan empat teknis pewarnaan dan perbedaan antara batik cap dan batik tulis. Teknis pewarnaan yang dipelajari meliputi teknik coletan, semok, kelengan dan laseman. Hasil pelatihan berupa kain batik Jonegoroan dipamerkan dan dijual secara online di marketplace dan media sosial, sedangkan secara offline di bazar dan pameran batik. Pengetahuan dan ketrampilan ini dapat dijadikan bekal untuk membuka peluang usaha pengrajin batik oleh ibu-ibu desa Manukan sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan keluarga.
Back to Top Top