Riau Journal of Empowerment

Journal Information
ISSN / EISSN : 26544520 / 26231549
Total articles ≅ 28
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Anna Marietta Da Silva
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 1-15; doi:10.31258/raje.3.1.1-15

Abstract:
This community service is a free English tutorial for a group of primary schools’ students aged ten years old residing in Duren Sawit, East Jakarta and its surroundings. The program is part of a bigger tutorial program called Bimbingan Belajar Mita (Bimbel Mita) conducted by a non-profit organization that was initiated by the Maria Clarist congregation sisters around eight years ago. The participants of the six-month program were ten students. The method of the community service was teaching the basic English vocabulary through pictorial short English texts and vocabulary games. The former technique was used for the first half of the semester and the latter for the second half of the period. During the tutorial, the students have acquired a number of the targeted English nouns related to objects in the house, garden, animals, colors, professions, fruits, vegetables; verbs related to daily activities at home and adjectives related to descriptions of objects and human beings and some adverbs. In learning the English vocabulary, they show more enthusiasm for games rather than the pictorial reading texts.
Ngatini Ngatini, Maulin Masyito Putri, Muhammad Faisal Ibrahim, Taufiqotul Bariyah, Yunita Siti Mardhiyyah
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 17-25; doi:10.31258/raje.3.1.17-25

Abstract:
Manukan adalah salah satu desa di Kabupaten Bojonegoro yang terletak di Kecamatan Gayam, Bojonegoro, Jawa Timur. Minimnya penghasilan keluarga dari profesi petani menuntut masyarakat untuk lebih kreatif dalam meningkatkan pendapatan keluarga. Bojonegoro memiliki potensi batik Jonegoroan yang menarik dan banyak diminati. Namun, tidak banyak masyarakat Bojonegoro yang memiliki pengetahuan dan ketrampilan membatik. Sehingga, perlu dilakukan pemberdayaan Ibu-ibu dalam mengembangkan industri kreatif Batik Jonegoroan. Pemberdayaan ini dilakukan melalui empat tahapan, yaitu sosialisasi Batik Jonegoroan, pelatihan cara membatik, pelatihan pengembangan industri kreatif batik dan pemasaran hasil batik. Dalam pelatihan ini, peserta dilatih untuk memahami dan mempraktikkan proses membatik dengan empat teknis pewarnaan dan perbedaan antara batik cap dan batik tulis. Teknis pewarnaan yang dipelajari meliputi teknik coletan, semok, kelengan dan laseman. Hasil pelatihan berupa kain batik Jonegoroan dipamerkan dan dijual secara online di marketplace dan media sosial, sedangkan secara offline di bazar dan pameran batik. Pengetahuan dan ketrampilan ini dapat dijadikan bekal untuk membuka peluang usaha pengrajin batik oleh ibu-ibu desa Manukan sebagai salah satu upaya meningkatkan pendapatan keluarga.
Bahri Bahri, Widodo Prasetyo
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 27-37; doi:10.31258/raje.3.1.27-37

Abstract:
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan nilai jual produk daerah dan pemberdayaan wirausaha anggota kelompok UPPKS Kalipakem Baru. Kegiatan ini menitikberatkan kepada peningkatan life skill, produktivitas, kemampuan pemasaran, dan penjualan melalui online. Pelaksanaan pengabdian dilakukan dengan metode ceramah menjelaskan pentingnya membuat produk yang inovatif, meningkatkan kecakapan hidup, pentingnya pemasaran, dan penjualan secara online. Kegiatan ini memberikan pelatihan cara membuat toko online dan membuka diskusi secara terbuka dengan peserta. Diharapkan setelah dilakukannya pengabdian ini, adanya peningkatan kemampuan dan keahlian peserta dalam pemasaran dan penjualan produk secara online. Kegiatan ini membuat produk lebih dikenal masyarakat serta meningkatkan jumlah pesanan sehingga pendapatan anggota kelompok mengalami peningkatan.
Anita Desiani, Sugandi Yahdin, Irmeilyana Irmeilyana, Desty Rodiah
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 49-59; doi:10.31258/raje.3.1.49-59

Abstract:
Desa Bangsal merupakan wilayah Sumatera Selatan yang berada dalam kabupaten Ogan Komering Ilir Kecamatan Pampangan. Desa Bangsal Memiliki Potensi yang sangat baik diantarannya susu kerbau, gula puannya, sagon, penjem (semacam yoghurt), dadih (semacam mentega untuk minyak goreng), ikan asap, krupuk ikan dan padi rawa yang termasuk beras yang kaya zat besi (Fe). Selain itu hampir mayoritas masyarakat desa Bangsal adalah peternak kerbau. Potensi yang dimiliki oleh Desa Bangsal bila dikembangkan, maka diharapkan dapat menjadikan Desa bangsal sebagai salah satu desa yang memiliki kedaulatan pangan, kemandirian ekonomi dan kearifan lokal sebagai kepribadian dalam budaya. Salah satu media yang dapat membantu mengembangkan potensi desa adalah memafaatkan Teknologi Komputer dan Informasi. Salah satu pemanfaatan yang dapat digunakan adalah mengembangkan website desa. Website desa Bangsal dapat menjadi media promosi potensi dan produk yang dimiliki oleh Desa Bangsal. Dengan website semua orang dapat dengan mudah mencari informasi dan mengenal desa Bangsal tanpa harus langsung ke desa. Pengembangan website desa Bangsal memerlukan peranan aktif dari perangkat dan masyarakat desa Bangsal sendiri. Pelatihan pengembangan dan pengelolaan website yang diberikan ke masyarakat desa menunjukan hasil yang baik, terlihat dari tugas yang diberikan 70% dari dapat diselesaikan dengan baik
Revis Asra, Ade Octavia, Lisna Lisna
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 39-47; doi:10.31258/raje.3.1.39-47

Abstract:
Rotan jernang termasuk salah satu produk unggulan Provinsi Jambi, disamping sawit dan karet, tidak seperti kebanyakan rotan dimana yang dimanfaatkan dari bagian batang, tetapi yang dimanfaatkan dari jernang adalah resin merah yang ditemukan pada buah. Jernang berpotensi untuk diintegrasi di kebun karet, sehingga merupakan solusi yang tepat untuk meningkatkan perekonomian petani karet di Desa Liam Lestari Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, karena petani dapat memperoleh keuntungan ganda yaitu dari getah karet dan getah resin merahnya. Sulitnya mendapatkan biji tua sebagai sumber bibit merupakan kendala utama dalam budidaya jernang. Di Desa Liam Lestari ditemukan satu orang petani karet yang telah melakukan integrasi jernang namun buah jernangnya sering dicuri orang, sehingga tidak diperoleh biji tua untuk bibit. Kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat dengan skim Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD) merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesulitan bibit di Mandiangin. Metode pengabdian yang digunakan yaitu Participatory Rural Apraisal (PRA). Kegiatan PPPUD melibatkan kelompok tani Jernang Lestari. Berdasarkan hasil pengabdian dengan melakukan perlindungan pohon induk melalui pemagaran dengan kayu bulian, dapat mengatasi masalah pencurian terhadap buah jernang.
Nelson Nelson, Helga Dwi Fahyuan, Frastica Deswardani, Nurhidayah Nurhidayah, M Ficky Afrianto
Riau Journal of Empowerment, Volume 3, pp 61-68; doi:10.31258/raje.3.1.61-68

Abstract:
Sungai Duren adalah salah satu desa yang menjadi perhatian pemerintah setempat untuk pengadaan air bersih karena sulitnya akses air bersih di desa tersebut. Penduduk belum memiliki akses air bersih, dan masih sangat bergantung ke air sungai Batanghari untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Sedangkan tingkat kekeruhan dan kualitas air sungai Batanghari tidak memenuhi syarat air bersih. Berdasarkan kenyataan di atas maka perlu dilakukan pendampingan melalui penyuluhan dan demonstrasi tentang teknologi sederhana untuk mengolah dan menjernihkan air sungai Batanghari menjadi air minum yang alat dan bahannya mudah diperoleh serta mudah dibuat. Salah satu yang dapat dikembangkan adalah teknologi penyaringan air menggunakan biochar sebagai adsorben. Biochar tidak mengalami pelapukan lanjut sehingga apabila diaplikasikan sebagai penyaringan air akan bertahan lama. Sumber biochar yang digunakan berasal dari tandan kosong kelapa sawit yang sudah tidak termanfaatkan. Beberapa langkah yang perlu dilakukan agar solusi ini dapat terealisasi ialah pertama dengan memberikan penyuluhan berupa sosialisasi pentingnya ketersediaan air bersih bagi masyarakat dan penggunaan biochar sebagai adsorben penyaringan air.
Rachmini Saparita, Elok Wahju Hidajat, Eki Karsani Apriliyadi
Riau Journal of Empowerment, Volume 2, pp 81-91; doi:10.31258/raje.2.2.81-91

Abstract:
The research aimed to develop coffee-producing villages economic in Belu District through the use of science and technology in community. Various parties (R & D institutions, central and regional governments and villages) participated synergycally in increasing institutional capacity of farmer groups and BUMDes, introducting science and technology utilization, guiding as well as providing production and marketing facilities, equipment for processing coffee commodities (upstream and downstream), providing facilities and infrastructure to access and support agricultural production. Those interventions are expected could transforme coffee-producing village condition from lag behind to become developing villages.
Saberina Hasibuan, Syafriadiman Syafriadiman, Atria Martina, H Syawal, Rinaldi Rinaldi
Riau Journal of Empowerment, Volume 2, pp 71-80; doi:10.31258/raje.2.2.71-80

Abstract:
Potensi perikanan di Koto Mesjid Kecamatan XIII Koto Kampar telah memberikan dampak yang luar biasa bagi pendapatan masyarakat. Total luas kolam Patin di Koto Mesjid telah mencapai 62 hektar. Hasil produksi mencapai enam ton perhari. Pelatihan pendugaan laju sedimentasi pada kolam tanah budidaya ikan patin intensif di desa Koto Mesjid telah menghasilkan cara pemantauan kualitas air kolam melalui pengukuran padatan tersuspensi menggunakan alat perangkap padatan. Rata-rata padatan tersuspensi pada semua umur kolam adalah 19,5 ml/L perhari dan 129,25 ml/L per minggu. Berdasarkan data ini maka pengelolaan dasar kolam harus dilakukan setiap panen terutama saat pengeringan kolam perlu pengurasan lumpur. Petani ikan Patin memiliki antusias sangat tinggi untuk mempraktekkan alat pada kolam masing-masing. Adanya penyuluhan ini sangat bermanfaat dalam memberikan bekal ilmu pengetahuan sehingga masyarakat yang berprofesi sebagai petani ikan Patin dapat mengatur waktu penggantian air kolam dengan mudah.
Giyantolin Giyantolin, Soenarwan Hery Poerwanto, Azinuddin Ikram Hakim, Muflihah Abustani, Robi Wibowo
Riau Journal of Empowerment, Volume 2, pp 61-69; doi:10.31258/raje.2.2.61-69

Abstract:
On 2018, the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) occurred in Sukoharjo District, which reached 42 villages with the highest in Sukoharjo District, one of which was in Kelurahan Kenep. More understanding is needed about the education of the dangers of mosquitoes, the characteristics of breeding and the formation of movements, namely through active, creative, innovative and solutive community empowerment. The establishment of the program carried out was the empowerment of mosquito-free healthy communities through the Ecohealth Village concept based on Education for Sustainable Development, which is tied to social, environmental and economic. This program is also carried out with the prevention of various perspectives, such as the use of used materials as mosquito traps, the spread of anti-mosquito plants, and movement of posters to encourage people to live mosquito-free healthy lives and the establishment of one Jumantik Monitoring Household. The results of this program influence the understanding of creative, innovative education and solutions to mosquitoes. During and post-implementation, there have been no cases of dengue. The program provides a significant influence in realising a mosquito-free healthy village.
Ardi Novra, Adriani Adriani, Suparjo Suparjo, Nelson Nelson, Sri Novianti
Riau Journal of Empowerment, Volume 2, pp 43-54; doi:10.31258/raje.2.2.43-54

Abstract:
This strengthening waste-based palm oil-cattle integration groups business program is a continuation of the development program in the 2013. It is intended to accelerate and increase production capacity through process technology improvements. The results of the activity show that the group's integrated waste processing business has developed well according to the installed capacity of Biourine A Plus and In-site Trychocompose (ITC) production. The implementation of activities is broadly in line with the target. The achievement of ITC production has been 56% of installed capacity but seen from the production trend has shown the direction towards actual capacity use. The income of group business has a significant increase that almost double. The constraints faced are mainly caused by fluctuations in the supply of the main raw materials (liquid waste and solid cages) as the cattle population changes. Follow-up efforts are to encourage changes in business orientation into a dual purpose: to maintain the balance of composition between male and female livestock, and expansion of partnerships of raw material input with the aim of non-group cattle farmers.
Back to Top Top