Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika

Journal Information
ISSN / EISSN : 2089-6026 / 2654-9735
Published by: Journal of Consumer Sciences (10.29244)
Total articles ≅ 80
Filter:

Latest articles in this journal

Farha Fitrahul Janah, Meita Arifany, Siti Aisyah, Freza Riana
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 135-144; https://doi.org/10.29244/jika.8.2.135-144

Abstract:
Manggis mempunyai prospek tinggi dalam skala agribisnis. Berdasarkan data ekspor komoditas pertanian sub sektor hortikultura (buah-buahan segar), manggis berada pada peringkat ke-1 pada tahun 2020. Kendala budidaya manggis adalah rendahnya kualitas buah yang tidak layak ekspor yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit. Umumnya, upaya para petani manggis saat menghadapi masalah tersebut adalah berkonsultasi dengan seorang pakar. Namun, ketersediaan dan kehadiran pakar dalam suatu daerah masih sangat terbatas. Sistem pakar menjadi solusi untuk mengidentifikasi hama dan penyakit pada tanaman manggis secara cepat. Sistem pakar dihadirkan sebagai salah satu cara untuk memecahkan permasalahan setelah seorang pakar. Metode Case-Based Reasoning, Dempster-Shafer, dan Teorema Bayes merupakan metode yang dapat digunakan pada sistem pakar. Penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pakar berbasis website dalam mengidentifikasi hama dan penyakit yang menyerang tanaman manggis berdasarkan gejala-gejala. Ketiga metode tersebut diterapkan performanya dengan melihat nilai akurasinya. Nilai akurasi didapatkan dari perbandingan hasil jawaban sistem per tiap metode dengan hasil pakar. Dari 30 uji data yang dilakukan secara acak, hasil penelitian ini menunjukkan nilai akurasi yang sama untuk Case-Based Reasoning dan Dempster-Shafer, yaitu sebesar 93%, dan Teorema Bayes sebesar 90%. Sistem Pakar yang telah dibangun dapat digunakan oleh petani untuk mengidentifikasi hama dan penyakit pada tanaman manggis.
Fadhil Yusuf Rahadika, Karina Amadea, Adhi Setiawan, Griselda Anjeli Sirait, Novanto Yudistira
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 95-104; https://doi.org/10.29244/jika.8.2.95-104

Abstract:
Deteksi Covid-19 umumnya menggunakan tes laboratorium dengan metode RT-PCR untuk mendapatkan hasil yang akurat. Sayangnya, tes ini membutuhkan waktu yang cukup lama yaitu sekitar 24 jam untuk mendapatkan hasil. Selain menggunakan RT-PCR, beberapa penelitian menunjukkan bahwa deteksi menggunakan citra sinar-X menunjukkan hasil yang cukup akurat dengan waktu prediksi yang lebih cepat. Citra sinar-X yang didominasi warna dalam jangkauan grayscale dapat dikatakan memiliki karakteristik yang berbeda jika dibandingkan dengan citra secara umum, sehingga dalam penelitian ini eksperimen dilakukan terhadap pelatihan untuk kasus klasifikasi citra sinar-X dengan melatih model dari awal (scratch). Namun seringkali model yang dilatih tanpa adanya pretraining menyebabkan model tidak dapat mencapai performa yang cukup baik. Salah satu bentuk metode pretraining yang dapat digunakan adalah penggunaan autoencoder sebagai model untuk rekonstruksi citra. Dalam penelitian ini pelatihan menggunakan pretraining autoencoder menghasilkan akurasi terbaik sebesar 81.78% dengan tambahan metode CutMix, color manipulation, dan rotation sebagai augmentasi. Kami juga menunjukkan bahwa penambahan pretraining autoencoder secara konsisten dapat meningkatkan akurasi hingga 2.58% pada model yang dilatih dari awal (scratch).
Aryajaya Alamsyah, Imam Marzuki Shofi, Hendra Bayu Suseno
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 81-89; https://doi.org/10.29244/jika.8.2.81-89

Abstract:
Evaluasi pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Depok seperti Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, Ulangan Akhir Semester, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional belum terkomputerisasi. Evaluasi pendidikan yang belum terkomputerisasi ini mengakibatkan perlunya biaya untuk penggandaan soal dan waktu untuk proses koreksi jawaban. Oleh karena itu, solusi untuk menjawab masalah tersebut adalah pembuatan sebuah sistem terkomputerisasi untuk melakukan evaluasi pendidikan atau sering disebut sebagai computer-based test (CBT). Penelitian ini bertujuan untuk membuat sistem CBT di SMKN 2 Depok, sesuai dengan rencana pihak sekolah yang ingin merapkan sistem CBT pada evaluasi pendidikan. Penelitian ini menggunakan metode Fisher-Yates shuffle (FYS) untuk melakukan pengacakan soal. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah Waterfall. Alat yang digunakan dalam pembuatan CBT yaitu PHP, JavaScript, Bootstrap dan MySQL. Percobaan pada sistem CBT dilakukan dengan mengacak soal ujian yang terdiri atas 30 soal. Pengacakan soal dilakukan sebanyak 40 kali. Pengacakan soal yang dilakukan berhasil dengan baik, karena tidak terdapat urutan soal yang sama. Pengujian sistem dilakukan menggunakan metode black box. Hasil pengujian sistem menunjukan bahwa fungsional sistem sudah 100% berjalan dengan baik.
Auriza Rahmad Akbar, Jodhi Lesmana Putra
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 126-134; https://doi.org/10.29244/jika.8.2.126-134

Abstract:
Instalasi perangkat lunak lab komputer secara manual akan menyulitkan pemeliharaan. Configuration management (CM) dapat memudahkan instalasi komputer dalam jumlah besar dan kompleks secara konsisten serta menjaga sistem tetap dalam keadaan mutakhir. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja, sintaks, dan kemudahan implementasi beberapa CM yang populer: Ansible, Chef, dan Puppet. Pengujian dilakukan pada sebuah komputer di jaringan lokal menggunakan Vagrant dengan Virtualbox sebagai provider. Berdasarkan hasil pengujian pada tiga mesin virtual (VM) klien untuk proses instalasi aplikasi lab, Chef memerlukan waktu paling cepat (30 menit), disusul tipis oleh Ansible (31 menit), dan terakhir adalah Puppet (35 menit). Sintaks Chef paling disukai, sedangkan Ansible lebih mudah diimplementasikan karena tidak memerlukan server. Dari hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa CM yang cocok digunakan untuk skala lab komputer adalah Ansible karena kemudahan implementasi dengan kinerja dan dukungan yang baik.
Arga Wiradarma, Hendra Surya Dinata
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 115-125; https://doi.org/10.29244/jika.8.2.115-125

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis permasalahan dan evaluasi terhadap sistem manajemen pengetahuan di PT Telkomsel Palembang. Penelitian ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi kepada PT Telkomsel dalam meningkatkan penggunaan dan pemanfaatan sistem manajemen pengetahuan yang sedang digunakan saat ini. Metode penelitian yang kami gunakan meliputi studi literatur, pengumpulan data, dan metode manajemen pengetahuan, yaitu metode Fit/Gap Analysis (FGA). Hasil yang dicapai berupa evaluasi dan rekomendasi sistem dari sistem manajemen pengetahuan sebagai solusi dalam menjawab permasalahan yang dihadapi oleh PT. Telkomsel Palembang. Setelah melakukan evaluasi, diketahui bahwa PT. Telkomsel Palembang perlu membuat fitur notifikasi posting sebagai pengingat kewajiban pengguna untuk melakukan posting knowledge, juga sebagai sarana interaksi antara admin kepada pengguna, menyederhanakan sistem approval idea/inovation untuk mempersingkat waktu, dan mengurangi beban kerja admin dalam mengizinkan berbagai macam aktivitas di dalam KMS.
Meidhianto Usman, Irman Hermadi, Yandra Arkeman
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 105-114; https://doi.org/10.29244/jika.8.2.105-114

Abstract:
Sistem manajemen rantai pasok di agroindustri sejak tahun 2000-an telah menjadi sistem manajemen rantai pasok yang terpusat. Sistem seperti itu memiliki kelemahan seperti masalah korupsi, keamanan, dan sistem informasi yang tidak tepat, membuat sistem rantai pasokan tidak berjalan sesuai rencana. Blockchain merupakan salah satu hasil teknologi di era 4.0 ini. Teknologi blockchain dapat diartikan sebagai buku besar terdistribusi yang melacak setiap aktivitas dalam rantai blok yang merupakan aktivitas yang telah dilakukan. Penerapan teknologi blockchain dapat memberikan keuntungan bagi semua pelaku rantai pasok, mulai dari produsen kecil, pengolah, distributor hingga konsumen. Teknologi blockchain membantu meningkatkan efisiensi rantai pasokan dengan menyediakan sistem pelacakan untuk semua peristiwa yang terjadi dalam rantai pasokan dan kualitas produk. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk merancang sistem ketertelusuran rantai pasok ayam pedaging. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode prototyping. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi Android berbasis blockchain untuk sistem ketertelusuran rantai pasok ayam pedaging.
Irman Hermadi, Aji Fajar Nugraha, Sri Wahjuni, Irzal Effendi, Auzi Asfarian
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 20-30; https://doi.org/10.29244/jika.8.1.20-30

Abstract:
Kelompok Sea Farming merupakan sebuah kelompok masyarakat yang menerapkan kegiatan marikultur. Kelompok Sea Farming sangat membutuhkan sistem yang dapat memantau lingkungan laut. Variabel lingkungan laut yang mereka butuhkan ialah suhu dan kelembaban udara, suhu air laut dan kadar oksigen terlarut. Pemantau lingkungan laut memiliki tugas untuk menentukan waktu pencucian ikan berdasarkan perubahan suhu, kelembaban udara, suhu air, dan kadar oksigen terlarut. Penelitian ini dilakukan untuk merancang dan membangun arsitektur internet of things (IoT) menggunakan protokol the message queuing telemetry transport (MQTT) untuk memantau lingkungan laut pada keramba dengan menggunakan sensor yang terhubung dengan internet dan ditampilkan pada aplikasi secara waktu nyata. Sistem yang dibuat diharapkan dapat membantu nelayan dalam memantau dan menyimpan data dari perubahan lingkungan laut serta mendukung pengembangan aplikasi Marikultur Cerdas Kepulauan Seribu (K1000). Hasil Penelitian ini telah berhasil dalam merancang dan membangun sistem pemantauan lingkungan laut dengan arsitektur IoT, mulai dari pengambilan data dari sensor hingga pengiriman data masuk ke basis data dan menampilkannya sebagai grafik. Selain itu, keseluruhan pengujian kunci dan kebijakan IoT menunjukkan komunikasi data IoT menggunakan layanan AWS terjamin keamanannya. Dengan delay 0.005 detik, paket loss 0%, dan overhead sebesar 36.8%. Kata Kunci: internet of things, marikultur, MQTT, pemantauan, pencucian ikan.
Wulandari, Neng Wina Sumiar
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 57-68; https://doi.org/10.29244/jika.8.1.57-68

Abstract:
Penerapan teknik aeroponik pada budidaya kentang dapat menjadi salah satu metode alternatif yang dapat digunakan untuk mengatasi keterbatasan lahan. Selain itu, teknik ini juga dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas tanaman tersebut. Akan tetapi, pemberian nutrisi dan proses penyiraman pada teknik ini masih dilakukan secara manual. Teknik yang digunakan saat ini yaitu pengontrolan nutrisi menggunakan alat ukur yang memerlukan sumber daya manusia. Salah satu tantangan dalam budidaya ini yaitu perlunya pemantauan dan pengaturan nutrisi yang optimal. Wadah aeroponik perlu dipantau secara berkala dan berkelanjutan. Oleh karena itu, dikembangkan sistem otomatisasi pengaturan larutan nutrisi pada budidaya kentang secara aeroponik. Sistem otomatisasi ini diharapkan dapat menciptakan kondisi ideal bagi tanaman, karena alat tersebut mampu mengatur kadar larutan nutrisi yang optimal. Berdasarkan hasil pengujian, sensor Total Dissolved Solids (TDS) mampu mengukur kadar larutan nutrisi campuran dengan akurasi 98.28%. Selain itu, sensor ultrasonik mampu membaca ketinggian air sesuai dengan jarak yang sesungguhnya pada semua pengujian yang dilakukan. Aktuator pergerakan sensor TDS bekerja sesuai dengan skenario yang dikembangkan. Pergerakan tersebut ditujukan untuk memperpanjang usia guna dari sensor yang digunakan. Aktuator bergerak turun ke arah larutan nutrisi ketika jam sistem benilai genap dan bergerak ke atas ketika jam sistem bernilai ganjil. Secara keseluruhan, sistem dapat bekerja dengan baik sesuai dengan rancangan yang dibuat. Kata Kunci: aeroponik, kentang, sistem otomatis, sensor, TDS, ultrasonik
Satrio Wahyubramanto, Sheila Tobing, Yohanes Adeatma Antonio
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 31-41; https://doi.org/10.29244/jika.8.1.31-41

Abstract:
Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) merupakan lomba tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset dan Teknologi Indonesia yang bertujuan untuk mewadahi kreativitas mahasiswa seluruh Indonesia dalam merancang, membangun, menguji dan menyelenggarakan kompetisi mobil hemat energi yang aman dan ramah lingkungan. Peserta dari kegiatan ini adalah seluruh mahasiswa teknik di Indonesia. Penelitian ini membahas mengenai rancang bangun sistem kelistrikan mobil hemat energi yang telah sesuai regulasi KMHE 2019. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui simulasi Simulink MATLAB dengan menggunakan sistem kontrol Proportional Integral Derivative (PID). Hasil simulasi dengan program Simulink MATLAB R2020b menunjukkan bahwa motor BLDC dengan kecepatan putar 100-900 rpm menghasilkan torsi motor sebesar 30 Nm dan memiliki daya sekitar 960 W. Hal ini menunjukkan bahwa motor BLDC telah melebihi kebutuhan perancangan mobil listrik. Kata Kunci: KMHE, motor BLDC, ramah lingkungan, sistem kelistrikan, torsi motor.
Shelvie Neyman, Selfi Qisthina
Jurnal Ilmu Komputer dan Agri-Informatika, Volume 8, pp 69-78; https://doi.org/10.29244/jika.8.1.69-78

Abstract:
Internet of Things (IoT) memungkinkan suatu objek menghasilkan data dan bertukar data. Pengaplikasian IoT menggunakan mikrokontroler seperti Arduino belum memiliki fitur untuk menjaga keamanan data di dalamnya. Selain itu, Arduino memiliki kapabilitas komputasi terbatas. Oleh karena itu, perlu diterapkan kriptografi dengan algoritme yang memiliki komputasi rendah pada Arduino untuk menjaga keamanan data. Penjagaan keamanan data terutama pada keaslian asal data, dilakukan dengan menggunakan tanda tangan digital. Penerapan tanda tangan digital dapat dilakukan salah satunya dengan algoritme Elgamal signature scheme. Penerapan tanda tangan digital menggunakan algoritme Elgamal signature scheme berhasil diterapkan pada perangkat Arduino Uno untuk melakukan tanda tangan digital dan verifikasi. Kinerja algoritme Elgamal signature scheme dilihat dari analisis waktu eksekusi dan analisis keamanan algoritme. Waktu eksekusi proses tanda tangan digital membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan dengan waktu eksekusi proses verifikasi. Algoritme Elgamal signature scheme membutuhkan waktu dua kali lebih lama karena banyaknya perhitungan sistematis pada perangkat Arduino Uno. Proses verifikasi terbukti gagal jika ada perubahan data dan pasangan tanda tangan digital. Kata Kunci: Arduino, Elgamal signature scheme, internet of things, kriptografi, tanda tangan digital.
Back to Top Top