Journal of Mathematics Education and Science

Journal Information
ISSN / EISSN : 2621-1203 / 2621-1211
Total articles ≅ 49
Filter:

Latest articles in this journal

Moch Nur Faizin, Alif Yuanita Kartini
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 4, pp 41-50; https://doi.org/10.32665/james.v4i1.178

Abstract:
Population growth is closely related to the addition and or reduction of the population in a specific area. Many factors influence population growth in an area, including births, deaths, and population movements. The development of the population of Bojonegoro Regency until 2020 has increased every year. The population development in Bojonegoro Regency has increased by 0.96 percent, which is thought to be caused by births, migration, and economic growth. In this study, to measure population growth in Bojonegoro Regency, this study conducted confirmation or testing to determine how well the measured variables represented the factors formed using the confirmatory factor analysis (CFA) method. The results showed that the characteristics of population growth in the Bojonegoro Regency were influenced by three latent variables, including fertility, mortality, and migration. In contrast, the most dominant variables in influencing population growth were total births, live birth rates, female child ratio, and life expectancy: infant mortality rates, under-five mortality rates, out-migration, and gross migration. Abstrak Pertumbuhan penduduk erat kaitanya dengan penambahan dan atau pengurangan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu. Banyak factor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk di suatu wilayah diantaranya kelahiran, kematian dan perpindahan penduduk. Perkembangan jumlah penduduk Kabupaten Bojonegoro hingga tahun 2020 mengalami kenaikan setiap tahun. Perkembangan penduduk di Kabupaten Bojonegoro mengalami pertambahan sebesar 0,96 persen yang diduga disebabkan oleh kelahiran, migrasi dan pertumbuhan ekonomi. Untuk mengukur pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bojonegoro, pada penelitian ini dilakukan konfirmasi atau pengujian untuk mengetahui seberapa baik variabel yang telah diukur dapat mewakili faktor yang terbentuk menggunakan metode confirmatory factor analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada karakteristik pertumbuhan penduduk di Kabupaten Bojonegoro dipengaruhi oleh tiga variabel laten diantaranya yaitu fertilitas, mortalitas, dan migrasi, sementara variabel yang paling dominan dalam mempengaruhi pertumbuhan penduduk adalah jumlah kelahiran total, angka lahir hidup, rasio anak wanita, angka harapan hidup, angka kematian bayi, angka angka kematian balita, migrasi keluar, dan migrasi bruto.
Shafira Fiscarina Widyasari, Rubhan Masykur, Iip Sugiharta
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 4, pp 15-22; https://doi.org/10.32665/james.v4i1.171

Abstract:
This study aims to improve students' mathematical critical thinking skills and learning motivation through the Flipped Classroom learning model. This research is a kind of Quasi-Experimental Design research. The population in this study were students of class VIII MTs Al Khairiyah Agom, sampling using the Cluster Random Sampling technique obtained two classes from several VIII classes at MTs Al-Khairiyah Agom. As a sample, the experimental class uses flipped classroom, while the control class is learning using the expository learning model. Analysis of the data used in this study used the MANOVA test with the R program. Based on the research analysis results, there was an effect of flipped classroom learning on improving mathematical critical thinking skills and learning motivation of students. The essential mathematical skills of thinking and learning motivation of students who use flipped classroom learning are better than the mathematical critical thinking skills of students who use expository knowledge. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berfikir kritis matematis dan motivasi belajar peserta didik melalui model pembelajaran Flipped Classroom. Penelitian ini merupakan penelitian jenis Quisi Experimental Design. Populasi pada penelitian ini yaitu peserta didik kelas VIII MTs Al Khairiyah Agom, pengambilan sampel menggunakan teknik Cluster Random Sampling didapat dua kelas dari beberapa kelas VIII di MTs Al-Khairiyah Agom. Sebagai sampel kelas eksperimen yaitu pembelajaran menggunakan flipped classroom, sedangkan kelas kontrol yaitu pembelajaran menggunakan model pembelajaran ekspositori. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan uji MANOVA dengan program R. Berdasarkan hasil analisis penelitian terdapat pengaruh pembelajaran flipped classroom terhadap peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dan motivasi belajar peserta didik. Kemampuan berpikir kritis matematis dan motivasi belajar peserta didik yang menggunakan pembelajaran flipped classroom lebih baik dibandingkan kemampuan berpikir kritis matematis peserta didik yang menggunakan pembelajaran ekspositori.
Indah Resti Ayuni Suri, Ruhban Masykur, Ramayudha Dwi Aji G.
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 4, pp 7-14; https://doi.org/10.32665/james.v4i1.168

Abstract:
This research has objectives, including analyzing the influence of the Lasswell Communication Model based on problem-solving and Keirsey's personality on the ability of mathematical connections. And to investigate the interaction between the Lasswell Communication Model based on problem-solving and Keirsey personality to the mathematical connection ability. Researchers will apply some action or treatment in this study using Quasi-experiments. The sampling technique is a technique used in selecting a sample "random" in research—the collection techniques in this study, namely: documentation techniques, interviews, essay tests. The data analysis technique used the normality test and homogeneity test using the Bartlett test. One of the parametric statistical tests is the Anava test. The study results concluded that: There is an influence between students who get the Lasswell Communication Model based on problem-solving learning on the ability of mathematical connections. There is no influence of the Keirsey personality type (guardian, artisan, rational, and idealist) on the mathematical connection abilities of students. There is no interaction between Lasswell's Communication Model learning based on problem-solving and Keirsey's personality type on students' mathematical connection abilities. Abstrak Penelitian ini memiliki tujuan, diantaranya : menganalisa pengaruh Lasswell Communication Model berbasis pemecahan masalah dan kepribadian keirsey terhadap kemampuan koneksi matematis. Serta Untuk menganalisa interaksi antara model pembelajaran Lasswell Communication Model berbasis pemecahan masalah dan kepribadian keirsey terhadap kemampuan koneksi matematis. Peneliti menggunakan Karena akan menerapkan sesuatu tindakan atau perlakuan maka dalam penelitian ini menggunakan Quasi eksperimen Teknik sampling merupakan teknik yang digunakan dalam memilih suatu sampel secara “acak kelas” dalam penelitian. Teknik pengumpulan pada penelitian ini, yaitu: Teknik dokumentasi, Wawancara, tes uraian (essay). Teknik Analisis Data dengan Uji normalitas dan Uji homogenitas menggunakan uji Bartlett, Salah satu uji statistic parametik adalah uji Anava. hasil penelitian ditarik kesimpulan bahwa: Terdapat pengaruh antara peserta didik yang memperoleh pembelajaran Lasswell Communication Model berbasis pemecahan masalah terhadap kemampuan koneksi matematis. Tidak terdapat pengaruh tipe kepribadian keirsey (guardian, artisan, rational, dan idealist) terhadap kemampuan koneksi matematis peserta didik. Tidak terdapat interaksi antara pembelajaran Lasswell Communication Model berbasis pemecahan masalah dan tipe kepribadian keirsey terhadap kemampuan koneksi matematis peseta didik.
Agus Pamuji, Rizki Wahyu Yunian Putra, Agus Pahrudin
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 4, pp 1-6; https://doi.org/10.32665/james.v4i1.143

Abstract:
This study aimed to determine the increase in understanding of mathematical concepts using the Peer Tutoring method and digital pocketbooks. The research conducted was experimental research. This study used random sampling with cluster random sampling technique. The data collection technique is using a test (essay). The data analysis technique in this study is the normality gain (N-gain). The data analysis technique applied to test the hypothesis in this study was the ANOVA of the same cell path. The results of data analysis and hypothesis testing that have been carried out can be concluded that there is an effect of Peer Tutoring Method learning using learning media assisted by digital pocketbooks on the ability to understand mathematical concepts. Abstrak Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep matematis dengan Peer Tutoring Method dan buku saku digital. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian eksperimen. Penelitian ini menggunakan random sampling dengan teknik cluster random sampling. Teknik pengumpulan data adalah menggunakan Tes (essay). Teknik analisis data pada penelitian ini adalah dengan normalitas gain (N-gain). Teknik analisis data-yang diterapkan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah dengan ANOVA satu jalan sel sama. Hasil analisis data dan pengujian hipotesis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh penggunaan pembelajaran Peer Tutoring Method menggunakan media pembelajaran berbantu buku saku digital terhadap kemampuan pemahaman konsep matematis.
Ulil Nurul Imanah
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 4, pp 37-40; https://doi.org/10.32665/james.v4i1.177

Abstract:
This study aims to determine the ability of pre-service mathematics teachers to solve mathematics olympiad questions on algebra and geometry. This research is quantitative descriptive. The research subjects were mathematics education students at the Faculty of Teacher Training and Education at Majapahit Islamic University in semester V of the 2020-2021 academic year who had completed Mathematical Problem-Solving courses. The subjects that study mathematical problem-solving strategies and deepen elementary and secondary mathematics olympiad problems. The research subjects were 14 people. The instrument used was four questions at the high school level mathematics olympiad, consisting of 2 questions about algebra and two questions about geometry. Based on the results of the study, it was concluded that the ability of pre-service mathematics teachers in the Mathematics Education Study Program of the Faculty of Teacher Training and Education, Majapahit Islamic University in solving math Olympiad questions on algebra and geometry was in the sufficient category with an average score of 57.68 Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan mahasiswa calon guru matematika dalam menyelesaikan soal olimpiade matematika pada materi aljabar dan geometri. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Subyek penelitian adalah mahasiswa pendidikan matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Islam Majapahit semester V tahun akademik 2020-2021 yang telah menyelesaikan perkuliahan Pemecahan Masalah Matematika, yaitu mata kuliah yang mempelajari tentang strategi pemecahan masalah matematika dan mendalami soal-soal olimpiade matematika tingkat dasar dan menengah. Subyek penelitian berjumlah 14 orang. Instrumen yang digunakan adalah 4 soal olimpiade matematika tingkat sekolah menengah, yang terdiri dari 2 soal materi aljabar dan 2 soal materi geometri. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh simpulan bahwa kemampuan mahasiswa calon guru matematika di Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas Islam Majapahit dalam menyelesaikan soal olimpiade matematika pada materi aljabar dan geometri berada pada kategori cukup dengan nilai rata-rata 57,68.
Naning Kurniawati, Awawin Mustana Rohmah, Suwito
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 4, pp 31-36; https://doi.org/10.32665/james.v4i1.176

Abstract:
This research is motivated by the many mistakes of students in solving math problems, especially math problems in the form of stories. The student's ability to understand the story problem is determined by the student's verbal ability. Verbal ability is the ability to understand word relationships, vocabulary and quickly accept certain words, including remembering words and patterns to form them. Other causes that cause errors in solving math problems are lack of understanding of the questions, less attention to writing symbols and operations, and the absence of writing conclusions. This fact is obtained from the results of interviews with mathematics teachers and classroom observations. This study aims to identify mistakes made by students in solving problems, especially questions in the form of stories with Polya's theory. This research was conducted at one of the MTs in Dander District, Bojonegoro Regency. The research was carried out on three students who had gone through the selection. Students who are selected to be research subjects are students with low, medium, and high categories. This type of research is a qualitative descriptive study with a case study approach. The subjects of this study were several students at seventh-grade level who had passed selection according to the research objectives in 2020. The data collection method was carried out through essay tests and interview tests. The results showed that the students made six mistakes: not understanding the question, choosing the wrong strategy, not paying attention to the amount or unit, not being right in the calculation, not making the correct conclusion, and not making any conclusions. Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal matematika khususnya soal matematika dalam bentuk cerita. Kemampuan siswa dalam memahami soal cerita di tentukan oleh kemampuan verbal siswa. Kemampuan verbal merupakan kemampuan untuk memahami hubungan kata, kosakata serta menerima dengan cepat kata-kata tertentu termasuk kemampuan mengingat kata-kata dan pola membentuknya. Penyebab lain yang menyebabkan kesalahan dalam menyelesaikan soal matematika yaitu kurang memahami pertanyaan pada soal, kurang memperhatikan penulisan simbol dan operasi serta tidak adanya penulisan kesimpulan. Fakta ini diperoleh dari hasil wawancara dengan guru matematika dan pengamatan dikelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesalahan yang dilakukan siswa dalam menyelesaikan soal khususnya soal berbentuk cerita dengan teori Polya. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu MTs di Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro. Penelitian dilaksanakan kepada 3 siswa yang telah melalui seleksi. Siswa yang terpilih untuk dijadikan subjek penelitian adalah siswa dengan kategori rendah, sedang dan tinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini adalah beberapa siswa di jenjang kelas VII yang telah melewati seleksi sesuai tujuan peneliti pada tahun 2020. Metode pengumpulan data dilaksanakan melalui tes essay dan tes wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada enam kesalahan yang dilakukan siswa yaitu tidak memahami pertanyaan, pemilihan strategi yang tidak tepat, tidak memperhatikan besaran atau satuan, tidak tepat dalam perhitungan, tidak tepat dalam menarik kesimpulan dan tidak adanya kesimpulan yang diberikan.
Renny Saputri Yuliyanti, Ruhban Masykur, Indah Resti Ayuni Suri
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 4, pp 23-29; https://doi.org/10.32665/james.v4i1.172

Abstract:
The low ability of mathematical communication at SMP Negeri 1 Way Bungur, East Lampung is due to various factors, including the assumption that mathematics is complicated, a lack of curiosity about mathematics, and a lack of variation in learning models, so that students still tend to be passive. The purpose of this study was to determine the mathematical communication skills of students who use the Islamic-nuanced Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach better than ordinary learning. The research method used is a quantitative method using the Quasi-Experimental Design method. The data collection techniques used in the study were: documentation, tests in the form of essay questions to determine the effect of the Islamic-nuanced Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach to improve mathematical communication skills. This study indicates an increase in the mathematical communication skills of students who are given an Islamic approach to Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) with ordinary learning. Increasing students' mathematical communication skills with the Islamic-nuanced Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach is better than regular learning. So it can be concluded that the Islamic-nuanced Indonesian Realistic Mathematics Education (PMRI) approach can improve mathematical communication skills compared to ordinary learning. Abstrak Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas, maka peneliti memiliki tujuan yaitu untuk mengetahui Pengaruh Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) bernuansa Islami dalam meningkatkan kemampuan komunikasi matematis yang terdapat pada peserta didik di SMP Negeri 1 Way Bungur. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif menggunakan metode Quasi Eksperimen Design. Teknik pengumpulan data yang digunakan pada penelitian, yaitu: Dokumentasi, Tes berbentuk soal uraian (essay) untuk mengetahui pengaruh pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) bernuansa Islami untuk meningkatkan kemampuan komunikasi matematis. Hasil penelitian ini bahwa adanya pengaruh peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik yang diberi pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) bernuansa Islami dengan pembelajaran biasa. Peningkatan kemampuan komunikasi matematis peserta didik dengan pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) bernuansa Islami lebih baik daripada pembelajaran biasa. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) bernuansa Islami dapat meningkatkan kemampuan komunikasi matematis dibandingkan dengan pembelajaran biasa.
Roby Firdian Ruswanda, Achi Rinaldi, Siska Andriani, Gusti Ayu Farah Nabilla
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 3, pp 55-60; https://doi.org/10.32665/james.v3i2.138

Abstract:
This research's background is the students' mathematical creative thinking abilities that are rarely of concern so that they are generally classified as low. This study aims to determine the Zone of Proximal Development Experiential Learning model's effect based on improving mathematical creative thinking skills. The design of this study uses the Quasi-Experimental Design form. This study's population were students of class VII SMP Negeri 19 Bandar Lampung with a sample of two experimental classes and one control class. Data analysis used the One Way Anova test, and the significance level was 5%. Based on the average increase, the Experiential Learning Model, based on the Zone of Proximal Development, is as good as the Experiential Learning Model. The Experimental Learning Model is based on Zone Of Proximal Development is better with conventional learning, Experiential Learning Model is better with conventional learning. Latar belakang penelitian ini adalah kemampuan berpikir kreatif matematis peserta didik yang jarang menjadi perhatian sehingga secara umum masih tergolong rendah. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh model pembelajaran Experiential Learning berbasis Zone Of Proximal Development untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematis. Desain penelitian ini menggunakan bentuk Quasi Experimental Disign. Populasi pada penelitian ini yaitu siswa kelas VII SMP Negeri 19 Bandar Lampung dengan sampel dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Analisis data menggunakan uji One Way Anova dan taraf signifikan 5%. Berdasarkan rata – rata peningkatan disimpulkan bahwa Model pembelajaran Experiential Learning berbasis Zone Of Proximal Development sama baiknya dengan Model pembelajaran Experiential Learning, Model pembelajaran Experiential Learning berbasis Zone Of Proximal Development lebih baik dengan pembelajaran konvensional, Model pembelajaran Experiential Learning lebih baik dengan pembelajaran konvensional.
Ahmad Abdul Azis, Yuberti Yuberti, Indah Resti Ayuni Suri
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 3, pp 69-77; https://doi.org/10.32665/james.v3i2.142

Abstract:
The purpose of this research is to analyze student facilitators and explaining models on critical thinking mathematically. Analyzing the level of self-reliance learning on critical math learners' ability, analyzing student facilitators' interaction, and explaining critical thinking critical math and self-reliance learners. Research conducted in class X SMK Muhamadiyah 2 Bandar Lampung. This type of research is Quasi-Experimental Design. Sampling techniques are done in a simple Random Sampling; data collection techniques are conducted through tests and nontest. The type of test to think critically about mathematical mathematics is an objective test that is a matter of description (essay), testing this hypothesis using variance analysis (ANAVA) Two paths with unequal cells. The results of learning data analysis of Student Facilitator and Explaining the ability of critical thinking mathematically better than conventional learning models. The high learning of students, the better the ability to think critically of students mathematically. There is no interaction between Student Facilitator and Explaining learning models and the self-reliance learning level towards learners' mathematical thinking skills. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis model Student Facilitator and Explaining terhadap berpikir kritis matematis, menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis kemandirian belajarerhadap peserta didik, menganalisis interaksi Student Facilitator and Explaining terhadap berpikir kritis matematis dan kemandirian peserta didik.Penelitian dilakukan di kelas X SMK Muhamadiyah 2 Bandar Lampung.Jenis penelitian Quasi Experimental Design.Pengambilan sampel dilakukan secara Simpel Random Sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan non tes. Jenis tes untuk Berpikir Kritis Matematis matematika adalah tes obyektif yaitu berupa soal (essay). Pengujian hipotesis ini dengan analisis variansi (ANAVA) dua jalan dengan sel tak sama. Adapun hasil analisis data pembelajaran Student Facilitator and Explaining terhadap kemampuan berpikir kritis lebih baik dari model pembelajaran konvensional. tingginya kemandrian belajar peserta didik maka semakin baik kemampuan berpikir kritis peserta didik. Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran Student Facilitator and Explaining dan tingkat kemandirian belajar terhadap kemampuan berpikir kritis peserta didik.
Siti Nafiah, Junarti Junarti, Ifa Khoiria Ningrum
Journal of Mathematics Education and Science, Volume 3, pp 79-86; https://doi.org/10.32665/james.v3i2.150

Abstract:
This article aims to determine the extent to which the ability to structure sense in the form of material binding a^2-b^2=(a-b)(a+b). This type of research is qualitative research. The subjects of this study were students of class VII-B MTs ASSALAM Bangilan, amounting to 25 students. However, only six subjects were analyzed based on the ability indicators of structure sense in terms of the same answer patterns. The research instrument consisted of test questions and interview guidelines. Data analysis techniques used in the model of Miles and Huberman include data reduction, data presentation, and concluding. The study results showed that in question number 1, 40% of students could sense structure, and 60% are less familiar with the sense of structure due to each deployment's completion, not using the form a^2-b^2=(a-b)(a+b). In question number 2, 32% of students can structure sense, and 68% are less familiar with the sense of structure due to a^2-b^2=(a-b)(a+b) sensitivity is still low, and the answer pattern describes each appointment. Whereas in question number 3, only 28% can structure sense, and 72% lack familiarity with structure sense because they cannot manipulate structures properly. In conclusion, the ability to structure sense to form a^2-b^2=(a-b)(a+b) students is still low. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejauhmana kemampuan structure sense pada materi pemangakatan bentuk a^2-b^2=(a-b)(a+b). Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas VII-B MTs ASSALAM Bangilan yang berjumlah 25 siswa, akan tetapi hanya diambil 6 subyek yang dianalisis berdasarkan indikator kemampuan structure sense ditinjau dari pola jawaban yang sama. Instrumen penelitian terdiri dari soal tes dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada soal no. 1, 40% siswa memiliki kemampuan structure sense dan 60% kurang mengenal structure sense disebabkan dalam penyelsaiannya menjebarkan masing-masing pemangkatan, tidak menggunakan bentuk a^2-b^2=(a-b)(a+b). Pada soal no. 2, 32% siswa memiliki kemampuan structure sense dan 68% kurang mengenal structure sense disebabkan kepekaan struktur pemangkatan a^2-b^2=(a-b)(a+b) masih rendah, dan pola jawabannya menjabarkan masing-masing pemangkatan. Sedangkan pada soal no. 3 hanya 28% yang memiliki kemampuan structure sense dan 72% kurang mengenal structure sensedisebabkan tidak dapat memanipulasi struktur dengan tepat. Kesimpulannya kemampuan structure sense pemangakata bentuk a^2-b^2=(a-b)(a+b) siswa masih rendah.
Back to Top Top