PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran

Journal Information
ISSN / EISSN : 2621-2390 / 2442-9163
Published by: Universitas Nusantara PGRI Kediri (10.29407)
Total articles ≅ 39
Filter:

Latest articles in this journal

Rosalia Dewi Nawantara
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 44-49; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.15654

Abstract:
Gifted and talented students have very distinctive characteristics, namely having high intelligence, task commitment, and creativity. Some of these points then raise questions about how their social skills are, especially regarding interpersonal conflict solving skills. Often the advantages in the intellectual field make the assumption that the social skills of gifted and talented students are lacking. This study aims to determine the profile of interpersonal conflict solving skills of gifted and talented students at SMAN Kota Malang. The research approach used a quantitative research approach with survey research techniques and total sampling techniques. The sample used was 162 students. The research instrument used a scale of interpersonal conflict solving skills that had been tested for validity and reliability. The results showed that the most gifted and talented students' interpersonal conflict solving skills at SMAN in Malang were in the high category, namely 76%. The very high category was 22%, the moderate category was 2%, and the low and very low category was 0%. The results of this study can be used by counseling teachers in planning counseling services for gifted and talented students. Keyword: interpersonal conflict resolution skills, gifted and talented students
Agus Riyanto
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 70-76; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.14313

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan aplikasi dokter sebagai media pelajaran materi rekam medis di STIKes Bhakti Husada Bengkulu. Jenis penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) dengan mengadopsi prosedur ADDIE. Pengembangan produk awal merupakan proses pembuatan media yang didasarkan pada analisis kebutuhan. Uji ahli atau validasi dilakukan oleh 2 orang ahli media dan 2 orang ahli materi untuk menilai produk awal serta merevisi produk awal sesuai saran para ahli. Uji lapangan skala kecil dilakukan oleh 8 mahasiswa dan uji lapangan skala besar dilakukan oleh 46 mahasiswa yang menempuh mata kuliah Sistem Informasi Kesehatan. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini dengan observasi, wawancara dan angket. Instrumen penelitiannya berupa panduan observasi, panduan wawancara, dan angket. Hasil penelitian pengembangan ini berupa produk media pembelajaran aplikasi dokter materi rekam medis yang telah diuji kelayakannya oleh ahli media, ahli materi dan mahasiswa sebagai pengguna media tersebut. Keseluruhan hasil uji coba menunjukkan hasil yaitu memperoleh kategori sangat layak dengan rincian: (1) uji ahli materi mendapatkan hasil 3,53 atau 88,25% sangat layak, (2) uji ahli media mendapatkan hasil 3,51 atau 87,75% sangat layak, (3) uji skala kecil oleh siswa memperoleh hasil 3,56 atau 89% sangat layak, (4) uji skala besar oleh siswa memperoleh hasil 3,59 atau 89,75% sangat layak. Berdasarkan hasil uji kelayakan media dapat disimpulkan aplikasi dokter sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran materi rekam medis di STIKes Bhakti Husada Bengkulu
Kiky Zuliana Sari, Tjetjep Yusuf Afandi, Bayu Surindra
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 62-69; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.14915

Abstract:
Basically students have a positive assumption on the way that the subject teacher uses the way in teaching and delivering materials. Based on the results of the initial research at SMK PGRI 3 Kediri, it is known that the value obtained by students is less than the maximum. Where the learning results obtained by students are still below the minimum completion criteria (KKM) of seventy-five (75). This research aims to know the influence between teacher methods in teaching and the level of independence in students' learning, as well as changes in student learning outcomes in accounting subjects at SMK PGRI 3 Kediri. The research method used in this study is quantitative method with double regression approach. Where the object is a grade X student of 25 students. The results of this study generally showed a positive influence or have a significant influence on the methods and ways used by teachers in teaching, as well as the influence between the independence carried out by students during learning on the results obtained by students in learning in school. Furthermore, students' perception of the methods used by teachers in teaching and showing self-reliance in learning, simultaneously has a positive and significant influence. Keywords: Teacher Teaching Method, Self-Reliance, Learning Outcomes
Patmisari, Sri Setyawati, Achmad Muthali’In, Wibowo Heru Prasetiyo
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 29-43; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.14949

Abstract:
Satu persoalan yang menantang para educator ialah meningkatkan keterlibatan siswa sebagai warga muda ke dalam aktivitas pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran kewarganegaraan, keterlibatan siswa di kelas dapat menjadi indikasi pertama dan penting yang menggambarkan kemungkinan mereka di masa depan untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab dalam mengelola isu-isu bersama. Lebih dari pada itu, keterlibatan dalam pembelajaran menjadi pretensi terhadap tingkat partisipasi belajar sekaligus optimalisasi student-centered approach. Studi ini dilakukan secara kualitatif pada satu sekolah dengan setting pada pembelajaran civic education. Informan yang dilibatkan terdiri atas guru dan siswa dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Fokus studi diarahkan kepada pengungkapan bentuk-bentuk keterlibatan siswa dalam pembelajaran civic, kendala guru dalam meningkatkan keterlibatan siswa, dan upaya-upaya untuk mengatasi beberapa kendala yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan siswa ditunjukkan dengan aktif mengerjakan soal yang diberikan guru, tampil di depan kelas, mengungkapkan pendapat, menanggapi pendapat siswa lain. Kendala yang ditemukan adalah tidak semua kemampuan siswa itu sama dalam berpartisipasi. Solusi yang diberikan dalam penelitian ini adalah pengelolaan kelas dengan baik. Kata Kunci: warga muda, keterlibatan siswa, civic education.
Mariyani Mariyani, Andarusni Alfansyur
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 1-15; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.15024

Abstract:
Abstrak Tantangan besar bagi dunia pendidikan Indonesia semenjak wabah Covid-19 yang melanda saat ini. Terutama dengan adanya surat edaran belajar dari rumah oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan dalam kondisi darurat pandemic Covid-19. Untuk mengatasi kondisi saat ini pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran dari rumah dengan memanfaatkan jaringan internet. Menjadi permasalahan utama ketika pembelajaran dari rumah berbasis internet tidak mampu menjangkau berbagai lokasi di Indonesia sehingga proses pembelajaran tidak berjalan dengan optimal. Oleh karena itu peran guru untuk menentukan strategi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru PPKn dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama masa Pandemi Covid-19 di PALI, Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan narasumber 4 orang guru PPKn yang dipilih sesuai dengan tujuan penelitian (purposive sampling). Adapun hasil diperoleh bahwa 1) strategi rencana yang dilakukan guru PPKn ialah merancang pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa di daerah tersebut, lalu melakukan sosialisasi mengenai pembelajaran daring melalui web sekolah, menghubungi orang tua bahkan sosialisasi kepada siswa mengenai pembelajaran daring; 2) strategi taktik yang digunakan guru PPKn ialah mempermudah siswa untuk melaksanakan pembelajaran dengan berbagai media pembelajaran yang bisa diakses oleh semua siswa seperti whatsapp atau google classroom; 3) strategi pola yang dilakukan oleh guru PPKn ialah mengolah pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran dan pendekatan yang efektif walaupun banyak kendala yang dihadapi oleh siswa dan guru. Simpulan penelitian bahwa dari ketiga strategi yang dilakukan guru PPKn di berbagai kondisi bahwa untuk strategi rencana dan taktik guru telah memaksimalkan kemampuan mengolah pembelajaran jarak jauh berbasis daring. Akan tetapi pada strategi pola agar mampu melaksanakan pembelajaran jarak jauh berbasis daring ini terdapat kendala dan tantangan mengingat berbagai kondisi ekonomi, geografis, sosial bahkan keterjangkauan teknologi dalam menunjang pembelajaran jarah jauh berbasis daring di Sumatera Selatan.
Wiyanti Maratus Sholihah
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 50-61; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.13840

Abstract:
Educational programs for students with mental retardation emphasize the preparation of students to live independently after finishing school. One educational strategy for children and adolescents with mental retardation is to teach daily life skills. The purpose of this study is to conduct a literature review on strategies to teach daily life skills to children and adolescents with mental retardation. Literature searches were carried out on seven databases, namely ERIC, SpringerLink, ScienceDirect, SAGE, JSTOR, Emerald Insight and Google Schoolar. The keywords used in this search are "teaching daily living skills" and "mental retardation"; "Teaching daily living skills" and "intellectual disability". A total of 5 articles (N = 614) will be reviewed through a screening process based on inclusive and exclusive criteria. The results show that there are strategies to teach daily life skills to children and adolescents with mental retardation by using video prompting, video modeling, constant-time delay and most-to-least prompt. Keyword: daily living skills; mental retardation; video prompting; video modeling; constant-time delay; most-to-least prompt procedures; literature review
Laelatul Arofah, Santy Andrianie, Restu Dwi Ariyanto
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 16-28; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.14992

Abstract:
A great nation is not determined by the natural wealth and technology possessed by a nation, but because of the strong character of the nation. Based on this statement, strengthening character education needs to be implemented to support the strengthening of the character of the nation's next generation. Based on a preliminary study conducted in vocational high schools, it is found that many students have low religious character. This is necessary to remember the importance of religious character as a balance to other characters. The final goal to be realized in this study is to develop an android application innovation to strengthen the religious character of Vocational High School students that can be accepted theoretically and practically so that it can be widely used in educational settings as one of the guidance media that aims to overcome the problem of religious character in student classes. The development model used in this study was adapted from the development research model of Borg & Gall (1983). Currently the research process is in stage 3, namely the initial development of the wrong product design, namely developing a scale instrument for religious character. The scale of religious character consists of 28 statement items whose development is based on the religious dimensions of Glock and Strak (1974), namely dimensional beliefs, dimensions of religious practice, dimensions of appreciation, and dimensions of loss and experience. In this article we will build on the validity and reliability of the statement items on the religious character scale. The validity results obtained were in the form of 24 statement items that were declared valid and the instruments were declared valid for use, as evidenced by the reliability value of 0.971 or in the very high category. Based on the results of the validity and reliability, the scale of religious character can be used to measure the religious character of vocational school students Keyword: religious character, validity, reliability
Ganes Tegar Derana
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 66-74; https://doi.org/10.29407/pn.v6i1.14824

Abstract:
Penelitian ini merupakan kajian tentang pendekatan saintifik (dengan metode 5M) yangmerupakan bagian dari implementasi kurikulum KKNI yang akan diterapkan dalampembelajaran menulis karya ilmiah. Sehubungan dengan itu, maka tujuan penelitianadalah untuk melihat peningkatan kemampuan peserta Didik dalam kegiatan menuliskarya ilmiah dengan menerapkan pendekatan saintifik (metode 5M). Metode yangdigunakan adalah metode quasi eksperimen, yakni eksperimen semu dengan desain onegroup pretest-postest. Desain tersebut hanya melihat hasil belajar peserta Didik sebelumdan sesudah perlakuan dengan pendekatan saintifik (metode 5M). Sampel yang akandikenai perlakuan berjumlah 30 orang dari seluruh populasi yang ada. Hal itu diperolehdari 30% dari 103 peserta Didik tahun 2019 yang memperoleh mata kuliah TeknikPenulisan Karya Ilmiah. Sedangkan tes yang akan digunakan untuk mengukurkemampuan peserta Didik adalah tes kemampuan menulis. Tes tersebut dibuat dalambentuk uraian. Hasil belajar diuji dengan menggunakan uji normalitas Liliefors, mengujihomogenitas data dengan uji homogenitas F, dan menguji hipotesis dengan uji-T Kata Kunci : Pendekatan Saintifik; Kemampuan Menulis
Firdausi Nuzula Apriliyana
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 109-118; https://doi.org/10.29407/pn.v6i1.14594

Abstract:
Children's language skills in listening and speaking activities are not optimal, children's vocabulary is still limited, so that children in conveying ideas, answering questions, repeating stories and telling stories about their experiences have not been achieved as expected. The purpose of this research is to analyze the effect of storytelling methods on the development of language skills in early childhood. This type of research is an experimental study with a nonequivalent control group design. The research was carried out in KB 'Aisyiyah Mentari Tuban with 32 children as subjects. The number of subjects was divided into 2 groups, namely the control and experimental groups as a comparison of the development of language skills. Collecting research data using observation and documentation techniques. The validity test with the Pearson correlation and the reliability test with Cronbach Alpha were carried out first then analyzed the data with the t test. The results of this study were proven by using the storytelling method to optimize early childhood language skills. Calculation using the t-test for all indicators> t critical 1.7530, it can be concluded that H0 is rejected, H1 is accepted. This means that there is an effect of storytelling methods for all indicators on children's language skills. Suggestions for educators and PAUD institutions to implement storytelling methods as a method that can stimulate children's language skills. Keywords: Storytelling Method, Language Ability
Dema Yulianto, Hanggara Budi Utomo, Epritha Kurniawati
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 119-126; https://doi.org/10.29407/pn.v6i1.14869

Abstract:
Mengelola emosi dapat dilakukan dengan pendekatan kognitif dan perilaku. Pendekatan kognitif menjelaskan bahwa emosi yang dirasakan individu merupakan hasil dari penilaian terhadap situasi yang dihadapinya. Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan mengeksplorasi pendekatan regulasi emosi secara kognitif guru dalam menghadapi perilaku anti sosial anak TK. Metode penelitian ini adalah studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Secara mendasar, studi pustaka terkait dengan kajian teoritis dan referensi lain yang berkaitan dengan nilai, budaya, dan norma yang berkembang pada situasi yang diteliti. Peran regulasi emosi secara kognitif yang dapat dilakukan guru, antara lain: (1) guru dapat mengajarkan regulasi emosi anak dengan cara menanggapi emosi dan mengajarkan tentang emosi; (2) guru dapat memberikan bimbingan dalam kompetensi emosional dengan cara memberikan contoh emosi yang positif dan negatif, cara menanggapi emosi anak, dan memanifestasikan emosi; (3) guru dapat berinteraksi dengan anak, sambil mengidentifikasi emosi yang sering muncul pada diri anak-anak.
Back to Top Top