PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran

Journal Information
ISSN / EISSN : 2621-2390 / 2442-9163
Published by: Universitas Nusantara PGRI Kediri (10.29407)
Total articles ≅ 46
Filter:

Latest articles in this journal

Dedy Ari Nugroho, Irawan Hadi Wiranata
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 7, pp 43-52; https://doi.org/10.29407/pn.v7i1.16392

Abstract:
Pendidikan dan kemajuan teknologi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Keduanya saling menopang dan bersinergi menuntaskan persoalan. Salah satu bagian penting dari kemajuan adalah guru dan sistem pendidikan yang terbuka pada perubahan. Guru dan sistem pendidikan dilarang tenggelam pada perubahan. Perkembangan teknologi adalah memontum untuk bergerak bersinergi dalam kemasan pendidikan baru yang adaptif terhadap kegiatan digital. Best practice pempelajaran adaptif teknologi telah ditunjukkan oleh guru, dalam rangka mengembangkan kebaruan kemasan pendidikan menyongsong era society5.0. Guru PPKn sebagai guru mata pelajar aplikatif dan progresif memegang peran penting di era digital. Generasi bangsa perlu dibekali pengethuan, keterampilan, dan nilai hidup yang luhur. Guru PPKn di era society5.0 perlu memfasilitasi pembelajar, tidak hanya untuk berkarya tetapi juga menjadi pengaruh bagi generasi sesamanya melalui jejak digital yang inspiratif dan kaya akan nilai kebangsaan. Pembelajar masa kini tidak hanya terhubung dengan kelasnya, tetapi mereka terhubung dengan dunia
Mohamad Sakban, Padlurrahman Padlurrahman, Baiq Rismarini Nursaly
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 7, pp 53-58; https://doi.org/10.29407/pn.v7i1.15865

Abstract:
Learning activities in schools since the spread of the Covid-19 pandemic that hit the world, as a result of which learning is carried out online. However, in the era of globalization, such as at this time android-based mobile phones can be used as online learning media. So the purpose of this study is to see the role of Android-based mobile phones in online learning in elementary schools. The research method used in this study is a survey method in which the researcher took 2 samples of schools in Aikmel sub-district with a total of 105 students as respondents. The data collection technique used a questionnaire or a questionnaire consisting of 5 statement items and one conclusion statement item. The power analysis used in this research is descriptive analysis. The results showed that the role of cellphones in the learning process was less effective, but on the other hand, cellphones were very helpful in implementing online learning
Hasan Ashari, Bambang Sancoko
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 7, pp 11-30; https://doi.org/10.29407/pn.v7i1.15970

Abstract:
Digital transformation is the government's main concern which represented by technology and social media-based services. This concept also adapted to civil servant development and training programs which becomes the main task for Widyaiswara. This study aims to describe the widyaiswara's competencies, appropriate digital and social media, and the collaborative patterns of training institutions in the digital era. The research is descriptive, and analyze using the literature review method. The result shows us five major competencies which are important, namely: information and data literacy, communication and collaboration, digital content creation, digital security, and technical problem-solving. The user also needs to choose the right digital and social media platform since the usage of those by training institution tend to increase efficiency and, moreover, government income sources. There are several recommendations for widyaiswara from this research, such as: the need to increase digital competency, the need of ethical code in a digital era, and the need for regulation that possible government to get revenue from social media.
Kusnul Khotimah, Elis Irmayanti, Bayu Surindra
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 7, pp 71-80; https://doi.org/10.29407/pn.v7i1.16374

Abstract:
Dalam penelitian memiliki tujuan untuk mengahasilkan e-Modul ekonomi untuk siswa kelas X AKL 1 SMKN 2 Kediri. Metode yang dipakai dalam pengembangan pada penelitian ini adalah dengan pengembangan model ADDIE melalui lima tahapan, namun pada penelitian saat ini dibatasi sampai empat tahap. Uji validasi kepada tiga validator ahli, yaitu validator ahli materi, validator ahli media, dan validator ahli bahasa. Uji validasi dalam penelitian ini dilaksanakan melalui dua tahap. Hasil uji validasi ahli materi pada tahap pertama mendapatkan nilai sebesar 80,83% dengan kriteria baik, mengalami peningkatan hasil pada tahap kedua dengan nilai 90,83% dengan kriteria sangat baik. Pada uji validasi ahli media media tahap pertama mendapatkan nilai 75% dengan kriteria cukup, dan tahap kedua meningkat dengan nilai 93,75% dengan kriteria sangat baik. Selanjutnya untuk uji validasi ahli bahasa mendapatkan nilai dengan kriteria cukup yaitu sebesar 65,63% dan meningkat pada tahap kedua sebesar 87,5% dengan kriteria baik. e-Modul yang saat ini dikembangkan dirasa cukup efektif dalam menunjang pembelajaran di kelas. Siswa bisa mengakses pada gadget masing-masing, tidak terlalu banyak menghabiskan kuota internet, disusun secara sistematis, serta disusun berdasarkan pedoman pegembangan e-Modul oleh Direktorat Pembinaan SMA.
Zulkarnain Zulkarnain, Basri Basri, Matang Matang, Irawan Hadi Wiranata
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 7, pp 31-42; https://doi.org/10.29407/pn.v7i1.16140

Abstract:
This paper wants to explain the efforts that lecturers should make in universities tofight and prevent the development of radicalism in universities by synchronizing thecurriculum in general compulsory subjects such as Pancasila, Citizenship, andReligious education. This research uses a descriptive qualitative method with a casestudy approach. This research was conducted at the internal quality assurance centerof the Politeknik Negeri Balikpapan in curriculum development for general coursesin fighting radicalism and the civic education lecturer team outside the PoliteknikNegeri Balikpapan. The results of the study would like to recommend curriculumsynchronization, among others: first, synchronizing the design of semester learningmaterials about radicalism in Pancasila, Citizenship, and Religious Education,secondly implementing a hidden curriculum in countering the development ofradicalist ideology, third conducting joint evaluations and research on thedevelopment of radicalism in higher education. Sustainable.
Rose Fitria Lutfiana
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 7, pp 1-10; https://doi.org/10.29407/pn.v7i1.15739

Abstract:
The purpose of this research is to analyze learning media that utilize information technology in order to improve professional competence at SMP Muhammadiyah 8 Batu. The approach used is qualitative and the type of research is descriptive. The research location was at SMP Muhammadiyah 8 Batu for three months, namely August - November 2020. The informants included the principal and all teachers at SMP Muhammadiyah 8 Batu. The data collection process used includes documentation study, interview and observation. For the data analysis process chosen was the Milles Huberman analysis technique which consisted of four stages, namely data collection, data reduction, data presentation and conclusions. The results obtained are: (a) teachers are able to manage information technology-based learning such as edmodo, office 365, google classroom, and WAG; and (b) the teacher is able to design various information technology-based learning media used in learning such as making instructional videos, making quizzes with the quizzes and PPT applications.
Suroto Suroto, Dedy Ari Nugroho, Rika Amelia Rafiah
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 7, pp 59-70; https://doi.org/10.29407/pn.v7i1.16393

Abstract:
Artikel penelitian ini memuat kajian hasil penelitian yang menitikberatkan pada upaya pemerintah dan partisipasi masyarakat dalam mengupayakan ketahanan lingkungan bagi setiap generasi, melalui keterlibatannya dalam program kampung iklim di Kota Banjarmasin. Kota Banjarmasin memiliki karaketristik alam yang didominasi kawasan sungai. Partisipasi masyarakat dan program pemerintah dalam aspek lingkungan hidup perlu dilakukan untuk menjamin keberadaan sungai agar selalu mendatangkan manfaat bagi masyarakat. Artikel hasil penelitian ini disusun menggunakan pendekatan penelitian kualitatif fenomenologi. Peneliti menjelaskan data temuan penelitian dalam rangkaian kata yang dapat menggambarkan data berdasarkan fakta. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif fenomenologis. Hasil yang diperoleh dari penelitian yang dilakukan adalah: (1) Strategi Pemerintah Kota Banjarmasin dalam upaya penguatan Kewarganegaraan Ekologis pada Program Kampung Iklim, (2) Bentuk partisipasi yang ditunjukkan masyarakat dalam upaya penguatan Kewarganegaraan Ekologis pada Program Kampung Iklim, (3) hambatan Pemerintah Kota Banjarmasin dan masyarakat Kota Banjarmasin dalam upaya penguatan Kewarganegaraan Ekologis dalam Program kampung iklim. Hasil yang akan diperoleh dalam penelitian ini diharapkan mampu melahirkan pengetahuan bersama mengenai pentingnya partisipasi masyarakat dalam upaya membangun komitmen kontribusi pada lahan basah. Penguatan partisipasi masyarakat merupakan hal yang sangat penting untuk diupayakan Bersama, karena dengan masyarakat yang partisipatif maka aka nada banyak hal yang bisa dioptimalkan untuk kepentingan Bersama, termasuk bagaimana mengelola lahan basah. Partisipasi masyarakat harus ditingkatkan dengan sinergitas semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat.
Patmisari, Sri Setyawati, Achmad Muthali’In, Wibowo Heru Prasetiyo
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 29-43; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.14949

Abstract:
Satu persoalan yang menantang para educator ialah meningkatkan keterlibatan siswa sebagai warga muda ke dalam aktivitas pembelajaran. Dalam konteks pembelajaran kewarganegaraan, keterlibatan siswa di kelas dapat menjadi indikasi pertama dan penting yang menggambarkan kemungkinan mereka di masa depan untuk menjadi warga negara yang aktif dan bertanggung jawab dalam mengelola isu-isu bersama. Lebih dari pada itu, keterlibatan dalam pembelajaran menjadi pretensi terhadap tingkat partisipasi belajar sekaligus optimalisasi student-centered approach. Studi ini dilakukan secara kualitatif pada satu sekolah dengan setting pada pembelajaran civic education. Informan yang dilibatkan terdiri atas guru dan siswa dengan menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumen. Fokus studi diarahkan kepada pengungkapan bentuk-bentuk keterlibatan siswa dalam pembelajaran civic, kendala guru dalam meningkatkan keterlibatan siswa, dan upaya-upaya untuk mengatasi beberapa kendala yang ada. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk keterlibatan siswa ditunjukkan dengan aktif mengerjakan soal yang diberikan guru, tampil di depan kelas, mengungkapkan pendapat, menanggapi pendapat siswa lain. Kendala yang ditemukan adalah tidak semua kemampuan siswa itu sama dalam berpartisipasi. Solusi yang diberikan dalam penelitian ini adalah pengelolaan kelas dengan baik. Kata Kunci: warga muda, keterlibatan siswa, civic education.
Mariyani Mariyani, Andarusni Alfansyur
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 1-15; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.15024

Abstract:
Abstrak Tantangan besar bagi dunia pendidikan Indonesia semenjak wabah Covid-19 yang melanda saat ini. Terutama dengan adanya surat edaran belajar dari rumah oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan dalam kondisi darurat pandemic Covid-19. Untuk mengatasi kondisi saat ini pembelajaran tatap muka menjadi pembelajaran dari rumah dengan memanfaatkan jaringan internet. Menjadi permasalahan utama ketika pembelajaran dari rumah berbasis internet tidak mampu menjangkau berbagai lokasi di Indonesia sehingga proses pembelajaran tidak berjalan dengan optimal. Oleh karena itu peran guru untuk menentukan strategi dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh sangat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru PPKn dalam pelaksanaan pembelajaran jarak jauh selama masa Pandemi Covid-19 di PALI, Sumatera Selatan. Metode penelitian yang digunakan ialah kualitatif deskriptif dengan narasumber 4 orang guru PPKn yang dipilih sesuai dengan tujuan penelitian (purposive sampling). Adapun hasil diperoleh bahwa 1) strategi rencana yang dilakukan guru PPKn ialah merancang pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa di daerah tersebut, lalu melakukan sosialisasi mengenai pembelajaran daring melalui web sekolah, menghubungi orang tua bahkan sosialisasi kepada siswa mengenai pembelajaran daring; 2) strategi taktik yang digunakan guru PPKn ialah mempermudah siswa untuk melaksanakan pembelajaran dengan berbagai media pembelajaran yang bisa diakses oleh semua siswa seperti whatsapp atau google classroom; 3) strategi pola yang dilakukan oleh guru PPKn ialah mengolah pembelajaran dengan memanfaatkan media pembelajaran dan pendekatan yang efektif walaupun banyak kendala yang dihadapi oleh siswa dan guru. Simpulan penelitian bahwa dari ketiga strategi yang dilakukan guru PPKn di berbagai kondisi bahwa untuk strategi rencana dan taktik guru telah memaksimalkan kemampuan mengolah pembelajaran jarak jauh berbasis daring. Akan tetapi pada strategi pola agar mampu melaksanakan pembelajaran jarak jauh berbasis daring ini terdapat kendala dan tantangan mengingat berbagai kondisi ekonomi, geografis, sosial bahkan keterjangkauan teknologi dalam menunjang pembelajaran jarah jauh berbasis daring di Sumatera Selatan.
Wiyanti Maratus Sholihah
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 6, pp 50-61; https://doi.org/10.29407/pn.v6i2.13840

Abstract:
Educational programs for students with mental retardation emphasize the preparation of students to live independently after finishing school. One educational strategy for children and adolescents with mental retardation is to teach daily life skills. The purpose of this study is to conduct a literature review on strategies to teach daily life skills to children and adolescents with mental retardation. Literature searches were carried out on seven databases, namely ERIC, SpringerLink, ScienceDirect, SAGE, JSTOR, Emerald Insight and Google Schoolar. The keywords used in this search are "teaching daily living skills" and "mental retardation"; "Teaching daily living skills" and "intellectual disability". A total of 5 articles (N = 614) will be reviewed through a screening process based on inclusive and exclusive criteria. The results show that there are strategies to teach daily life skills to children and adolescents with mental retardation by using video prompting, video modeling, constant-time delay and most-to-least prompt. Keyword: daily living skills; mental retardation; video prompting; video modeling; constant-time delay; most-to-least prompt procedures; literature review
Back to Top Top