PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran

Journal Information
ISSN / EISSN : 2621-2390 / 2442-9163
Current Publisher: Universitas Nusantara PGRI Kediri (10.29407)
Total articles ≅ 25
Filter:

Latest articles in this journal

Agus Riyanto
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 5, pp 11-16; doi:10.29407/pn.v5i2.14283

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat efektivitas dari Aplikasi Dokter sebagai Media Tutorial pada Materi Rekam Medis yang telah dikembangkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan mengadopsi prosedur Analysis, Design, Development. Implementation, dan Evaluation (ADDIE). Penelitian dilakukan dalam tiga tahap yaitu: terdiri tahap analisis (analysis), tahap perancangan (design), dan tahap pengembangan (development). Pada tahap pengembangan dilakukan uji efektivitas. Uji efektivitas Animasi Dokter dilakukan pada mahasiswa Program Studi Keperawatan Semester I berjumlah 26 mahasiswa. Instrumen penelitian ini adalah lembar efektivitas animasi dokter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas animasi dokter model tutorial pada pokok bahasan rekam medis di semester I (satu) termasuk dalam kategori sangat dari aspek aktivitas mahasiswa dan dosen, respon mahasiswa dan tes hasil belajar mahasiswa dengan skor 4,24. an skor 4,24.
Rista Dwi Permata
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 5, pp 1-10; doi:10.29407/pn.v5i2.14230

Abstract:
Pemecahan masalah merupakan salah satu aspek yang terdapat dalam ranah kognitif. Mengingat anak usia dini masih dalam tahap belajar mengenal kondisi lingkungan di sekitarnya, termasuk segala permasalahan yang ada, maka sangat dianjurkan kegiatan pembelajaran yang diberikan mengacu pada latihan pemecahan masalah. Anak belajar melalui bermain, dengan memanfaatkan media puzzle dapat melatih kemampuan berpikir anak dalam pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan media permainan puzzle terhadap kemampuan pemecahan masalah anak. Rancangan pada penelitian ini menggunakan one group pretest-posttest design. Penentuan kelas eksperimen dilakukan secara acak. Penelitian ini diterapkan di TK PKK Harapan Rahayu Kecamatan Soko Kabupaten Tuban dengan sampel sebanyak 34 anak, kemudian dibagi menjadi 2 kelompok (eksperimen dan kontrol). Teknik pengumpulan data dalam riset ini memakai observasi dan dokumentasi. Riset ini memanfaatkan teknik analisis data yang bersifat deskriptif kuantitatif yang artinya mendeskripsikan data yang sudah terkumpul melalui kegiatan anak dan guru selama proses pembelajaran. Pelaksanaan analisis data dengan menggunakan uji Independent Samples Test yang menunjukkan hasil sig (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa media permainan puzzle berpengaruh dalam peningkatan kemampuan pemecahan masalah pada PAUD
Suharsono, Sumarno
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 5, pp 30-38; doi:10.29407/pn.v5i2.14419

Abstract:
Aktivitas pembelajaran PPKN di sekolah menengah atas harus ditekankan pada nilai-nilaiyang dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis, tetapi di lapanganmasih banyak pembelajaran yang di dominasi dengan metode ceramah sehinggakemampuan berpikir siswa belum maksimal, terutama kemampuan berpikir kritis.Klarifikasi nilai merupakan salah satu alternatif model pembelajaran yang dapatmeningkatkan kemampuan berpikir kritis. Tujuan penelitian ini untuk menganalisiskemampuan berpikir kritis siswa melalui model pembelajaran klarifikasi nilai pada matapelajaran PPKn. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan kemampuan berpikir kritis pada aspek yang tergolongtinggi pada aspek mengidentifikasi sebanyak 23 siswa (79,32%) dan aspek menganalisissebanyak 24 siswa (82,75%). Simpulan pembelajaran klarifikasi nilai dapatmeningkatkan kemampuan berpikir kritis.
Sumarno Sastro Slamet
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 5; doi:10.29407/pn.v5i2.14539

Abstract:
Gagne (1985) and Marzano (2004), state that one of the important activities in effective learning is giving feedback on the results of evaluations or assignments that students work on. This study aims to examine the effect of providing feedback on learning outcomes (understanding and application of concepts) to students who have different achievement motivations in learning Pancasila and Citizenship Education in SMK. This study uses a quasi-experimental research design (Quasi Experiment). The subjects of this study were 126 students of SMK Negeri 5 Malang. The research instrument used to collect data was an achievement motivation questionnaire and a test of understanding and applying concepts. The research data were analyzed using the MANOVA (Multivariate Analysis of Variance) method with 2x2 factorial. The research findings are: (1) there are differences in learning outcomes (understanding and application of concepts) between groups of students who are given direct (immediate) and indirect (delayed) feedback treatment; (2) there are differences in learning outcomes (understanding and application of concepts) between groups of students who are low and high achievers and (3) the interaction of feedback with achievement motivation does not have a simultaneous effect on the learning outcomes of understanding and application of concepts in teaching PPKn in SMK.
Gianto Gianto
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 145-151; doi:10.29407/pn.v4i2.12728

Abstract:
Proses pembelajaran Bahasa Indonesia di Kelas VIII-F SMPN 3 Kediri mengalami beberapa kendala. Kendalanya adalah rendahnya minat dan keaktifan dalam mengikuti proses pembelajaran. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar siswa yang kurang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa VIII-F SMPN 3 Kediri dengan menggunakan model pembelajaran Artikulasi. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes tulis, dan dokumentasi. Penerapan model pembelajaran artikulasi dimulai dari guru memberikan materi dilanjutkan pembentukan kelompok. Setelah itu guru memberikan teks berita kepada setiap kelompok. Satu siswa dari setiap kelompok bertugas untuk membacakan teks tersebut dan siswa lainnya mencatat hal-hal yang penting. Setelah selesai membacakan teks, teks diambil kembali oleh guru. Kemudian guru memberikan daftar pertanyaan terkait dengan teks berita tersebut. Setiap kelompok harus berdiskusi untuk menjawab pertanyaan tersebut. Indikator keberhasilan dari penelitian ini adalah terdapat lebih dari 75% siswa yang tuntas KKM. Berdasarkan data penelitian dapat dilihat bahwa pada prasiklus terdapat 47% (16) siswa tuntas KKM. Kemudian, pada siklus I terdapat 62% (21) siswa tuntas KKM.Kemudian, pada siklus II terdapat 82% (28) siswa tuntas KKM.
Mochammad Chudlori
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 166-172; doi:10.29407/pn.v4i2.12686

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tempat penelitian ini adalah di kelas IX C MTsN Ngawi. Waktu penelitian adalah semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 dimulai bulan Juli sampai September 2018. Subjek penelitian ini siswa kelas IX C MTsN 9 Ngawi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengamatan atau observasi dan tes untuk mengetahui prestasi belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan prestasi belajar IPA Terpadu Materi Pewarisan Sifat siswa pada materi pokok menghitung pokok barisan dan deret aritmatika. Hal ini dapat dilihat pada nilai prestasi belajar rata-rata siswa mengalami peningkatan pada siklus I, II dan siklus III. Sebelum diadakan tindakan adalah nilai rata-rata siswa adalah sebesar 65,53. Setelah diadakan tindakan siklus I menjadi 66,00 dan setelah diadakan perbaikan tindakan pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 71,00. Hasil tersebut terus meningkat pada siklus III menjadi 79,25. Sedangkan berdasarkan prsentase ketuntasan belajar siswa, hasil persentase ketuntasan belajar para siswa dari kondisi awal sebesar 50% (10 orang) meningkat menjadi 65% (13 orang) dan meningkat lagi pada siklus II menjadi 73% (15 orang). Setelah diadakan perbaikan akhirnya terjadi peningkatan lagi pada siklus III menjadi 88% (18 orang). Penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Peningkatan ini terlihat dari tiap siklus yang dimulai dari hasil keaktifan siswa pada kondisi awal sebesar 50% (10 orang) menjadi 65% (13 orang) pada siklus I selanjutnya terjadi peningkatan lagi pada siklus II menjadi 73% (15 orang), dan setelah diadakan perbaikan atas kekurangan-kekurangan pada siklus I dan II maka hasil keaktifan belajar siswa pada siklus III meningkat menjadi 88% (18 orang).
Rahadi Rahadi
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 159-165; doi:10.29407/pn.v4i2.12729

Abstract:
Karya inovatif ini merupakan hasil modifikasi media pembelajaran tolak peluru menggunakan peluru yang terbuat dari lilin. Dari hasil pelaksanaan pemnbelajaran dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran peluru lilin aman bagi peserta didik, menyenangkan dan mudah di duplikatkan. Dari hasil inovasi tersebut disarankan bagi guru mata pelajaran penjasorkes yang belum melaksanakan kegiatan pembelajaran tolak peluru karena kondisi lapangan yang tidak memungkinkan, maka dapat menggunakan peluru lilin sebagai media pengganti, dan ini telah dibuktikan pada siswakelas VII-C SMP Negeri 3 Kediri semester I tahun pelajaran 2015/2016 dalam pembelajaran tolak peluru menggunakan peluru lilin dapat berjalan dengan aman, lancar dan tidak merusak lingkungan.
, Indana Mardatilla
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 152-158; doi:10.29407/pn.v4i2.12626

Abstract:
Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa setelah menggunakan model pembelajaran SVRK dalam pembelajaran bahasa Inggris bagi mahasiswa pertanian. Peneliti ingin mengetahui apakah model pembelajaran SVRK dapat meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediri. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 19 mahasiswa yang berasar dari Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diketahui t-value lebih tinggi dari t-critical = (7,935> 1,734). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan berbahasa Inggris mahasiswa setelah diajar menggunakan model pembelajaran SVRK. Untuk itu, peneliti memberikan rekomendasi untuk dapat menggunakan model SVRK pada pembelajaran kelas bahasa Inggris di fakultas pertanian khususnya dan mahasiswa pada program studi yang lain pada umumnya.
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 173-181; doi:10.29407/pn.v4i2.12751

Abstract:
Proses pembelajaran Bahasa Jawa di kelas VII A SMPN 3 Kediri mengalami masalah terutama dengan penggunaan metode pembelajaran. Selama ini guru hanya menggunakan metode ceramah dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Metode ceramah ini menempatkan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, sehingga membuat peserta didik tidak bisa menggunakan kemampuan mereka dengan optimal. Hal ini menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik yang hanya sebanyak 38% saja peserta didik yang memiliki nilai tuntas KKM.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar peserta didik kelas VII A SMPN 3 Kediri di Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019 pada pelajaran Bahasa Jawa materi Profil Tokoh melalui Metode PembelajaranCooperative Integrated Reading and Composition.Untuk mencapai tujuan ini digunakan metode penelitian tindakan kelas.Hasil penelitian menunjukkan dimulai prasiklus terdapat 9 peserta didik tuntas dengan nilai rata-rata 69,6 dan persentase indikator keberhasilan sebesar 38% peserta didik tuntas KKM. Siklus 1 terdapat 13 peserta didik tuntas dengan nilai rata-rata 75,4 dan persentase indikator keberhasilan sebesar 54% peserta didik tuntas KKM. Siklus 2 menunjukkan 19 peserta didik tuntas dengan nilai rata-rata 82,5 dan indikator keberhasilan sebesar 79% peserta didik tuntas KKM. Dengan demikian metode pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas VIIA SMPN 3 Kediri di semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 pada pelajaran Bahasa Jawa materi Profil Tokoh.
, , Latifah Latifah
PINUS: Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran, Volume 4, pp 138-144; doi:10.29407/pn.v4i2.12614

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) agar dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas XI IPA 2 Madarasah Aliyah Negeri Kota Batu semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) dengan menggunakan model John Elliot yang masing-masing siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa/siswi kelas XI IPA 2 pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 32. Variabel yang diselidiki dalam penelitian ini yaitu variabel input (siswa kelas XI IPA 2), variabel proses (model Two Stay Two Stray) dan variabel output (peningkatan prestasi belajar). Teknik pengumpulan data yang digunakan berupa observasi, wawancara, studi dokumentasi dan tes. Instrumen yang digunakan adalah rubrik penilaian observasi, pedoman wawancara, pedoman studi dokumentasi dan soal tes. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan berupa teknik analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah penerapan model Two Stay Two STray dapat meningkatkan prestasi belajar siswa XI IPA 2 materi Hak Asasi Manusia pada semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 dengan nilai ketuntasan klasikal meningkat dari prasiklus sebesar 43,1% (ketuntasan klasikal 3,12%) pada siklus I meningkat menjadi 63,7% (ketuntasan klasikal 34,37%) dan siklus II meningkat menjadi 84,6% (ketuntasan klasikal 87,5 %).
Back to Top Top