Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika

Journal Information
EISSN : 2355-620X
Current Publisher: Universitas Ahmad Dahlan (10.12928)
Total articles ≅ 106
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Ino Angga Putra, Suci Prihatiningtyas, Hendrik Siswono
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 42-49; doi:10.12928/jrkpf.v7i2.16960

Abstract:
Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran fisika. Keterampilan pengembangan media pembelajaran perlu dimiliki mahasiswa pada kegiatan belajar mengajar di kelas. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif melalui kegiatan observasi atau pengamatan oleh 3 (tiga) observer. Sampel penelitian ini adalah mahasiswa semester V yang mengikuti mata kuliah Pengembangan Media Pembelajaran. Teknik sampling menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan instrumen penilaian perancangan media pembelajaran meliputi aspek ACTION dan VISUALS dengan menggunakan skala Likert. Hasil penelitian diperoleh keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran pada kategori sangat baik dengan skor 3,2. Keterampilan mahasiswa perlu ditingkatkan lagi pada aspek Organization (organisasi), Novelty (kebaruan), Accurate (dapat dipertanggungjawabkan), Legitimate (masuk akal), dan Structure (terstruktur). Keterampilan mahasiswa dalam mengembangkan media pembelajaran sudah baik namun perlu disesuaikan dengan kondisi dilapangan mencakup sarana prasrana di sekolah dan perkembangan IPTEK.Kata kunci: Keterampilan, media pembelajaran, fisika. The purpose of this study was to determine student skills in developing physics learning media. Learning media development skills need to be had by students in teaching and learning activities in class. The research method used was descriptive qualitative research through observation or observation by 3 (three) observers. The sample of this research is the fifth-semester students who take the Learning Media Development course. The sampling technique uses purposive sampling. Collecting data using learning media design assessment instruments covering aspects of ACTION and VISUALS using a Likert scale. The results were obtained by students' skills in developing learning media in the excellent category with a score of 3.2. Students' skills need to be further improved in the aspects of Organization, Novelty (novelty), Accurate (can be accounted for), Legitimate (reasonable), and Structure (structured). Students' skills in developing instructional media are good but need to be adjusted to the field's conditions, including infrastructure in schools and the development of science and technology. Keywords: Skill, learning media, physics
Resty Dwi Asry, Andri Suherman, Asep Saefullah
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 66-77; doi:10.12928/jrkpf.v7i2.17249

Abstract:
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kelayakan dan respon uji coba terbatas penuntun praktikum kapasitor berbasis Keterampilan Proses Sains (KPS) sebagai perangkat pembelajaran fisika. Metode yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model 4-D. Penuntun praktikum ini sebagai perangkat pembelajaran fisika mampu memfasilitasi beberapa kegiatan praktikum yang mana setiap langkahnya berkaitan dengan KPS, diantaranya yaitu praktikum kapasitansi kapasitor keping sejajar, susunan kapasitor (seri-paralel-gabungan) dan pengisian pengosongan kapasitor. Hasil penelitian menunjukan bahwa penuntun praktikum layak digunakan, yaitu dengan nilai kelayakan 81,235% yang dikategorikan menjadi sangat layak serta mendapatkan respon peserta didik dengan kategori sangat baik sebesar 85,2%. Berdasarkan hasil yang didapat bahwa Penuntun Praktikum Kapasitor dapat memfasilitasi KPS siswa dan layak digunakan sebagai perangkat pembelajaran fisika.Kata kunci: Keterampilan Proses Sains (KPS), perangkat pembelajaran, penuntun praktikum kapasitor This study aims to determine the feasibility and response of a limited trial of capacitor practicum guides based on Science Process Skills (SPS) as a physics learning tool. The method used is research and development (R&D) with the 4-D model. This practicum guide as a physics learning tool can facilitate several practicum activities in which each step is related to SPS, including the practicum capacitance of parallel pieces of capacitors, an arrangement of capacitors (series-parallel-combined), and charging-discharging of capacitors. The results showed that the practicum guide was feasible, namely with a feasibility value of 81.235%, which was categorized as very feasible and obtained student responses in the very good category of 85.2%. Based on the results obtained, the Capacitor Practicum Guide can facilitate students’ SPS and is suitable for use as a tool for learning physics.Keywords: Science Process Skills (SPS), learning media, capacitor practicum guide,
Yuliana Ika, Hestiningtyas Yuli Pratiwi, Chandra Sundaygara
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 93-100; doi:10.12928/jrkpf.v7i2.17093

Abstract:
Abstrak. Berpikir kritis merupakan proses berpikir untuk menganalisis apa yang dimaksud dibalik informasi yang disampaikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui kemampuan berpikir kritis dan keterampilan argumentasi siswa melalui model pembelajaran Argument Based Science Inquiry (ABSI) dan pembelajaran berbasis inkuiri, serta mengetahui interaksi antara model pembelajaran ABSI dan keterampilan argumentasi siswa terhadap kemampuan berpikir kritis. Penelitian dilaksanakan di salah satu sekolah negeri di Kota Malang pada semester genap 2019/2020. Populasi penelitian adalah peserta didik kelas X MIPA dan jumlah sampel terdiri dari enam puluh empat peserta didik yang terbagi dalam dua kelompok kelas yakni kelas eksperimen dan kelas kontrol. Teknik pengambilan data menggunakan tes kemampuan berpikir kritis dan mengukur keterampilan argumentasi menggunakan angket. Analisis data menggunakan anova dua jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar melalui model pembelajaran ABSI lebih tinggi dari pada siswa yang belajar dengan pembelajaran berbasis inkuiri, (2) Kemampuan berpikir kritis siswa yang belajar melalui model pembelajaran ABSI lebih tinggi daripada siswa yang belajar dengan model pembelajaran berbasis inkuiri, (3) Tidak ada interaksi antara model pembelajaran ABSI dan keterampilan argumentasi siswa terhadap kemampuan berpikir kritis.Kata kunci: argument based science inquiry, berpikir kritis, keterampilan argumentasi Critical thinking is a thought process to analyze what is meant behind the information conveyed. This study aims to determine students 'critical thinking skills and argumentation skills through the Argument Based Science Inquiry (ABSI) learning model and inquiry-based learning and determine the interaction between the ABSI learning model and students' argumentation skills on critical thinking skills. The research was conducted at one of the public schools in Malang City in the even semester of 2019/2020. The study population was students of class X MIPA, and the sample size consisted of sixty-four students who were divided into two class groups, namely the experimental class and the control class. The data collection technique used critical thinking skills tests and measured argumentation skills using a questionnaire—data analysis using two-way ANOVA. The results showed that (1) The critical thinking ability of students who learn through the ABSI learning model is higher than students who learn with inquiry-based learning, (2) The critical thinking ability of students who learn through the ABSI learning model is higher than students who learn using the ABSI learning model. Inquiry-based learning, (3) There is no interaction between the ABSI learning model and students' argumentation skills on critical thinking skills.Keywords: argument based science inquiry, critical thinking, argumentation skills
Matsun Matsun, Ira Nofita Sari, Boisandi Boisandi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 59-65; doi:10.12928/jrkpf.v7i2.17822

Abstract:
Abstrak. Penelitian yang dilakukan didasari oleh belum adanya buku ajar fisika SMA kelas X pada materi pengukuran yang mengaitkan antara kearifan lokal Kalimantan Barat dengan konsep fisika . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat. Secara khusus penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan buku ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan (R&D) dengan menggunakan model 4-D (Four-D Models) yang terdiri dari empat tahap, yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop), dan tahap pendeseminasian (disseminate). Intrumen yang digunakan yaitu instrument non test berupa angket validasi menggunakan skala likert dengan rentang skor 1-4. Berdasarkan hasil analisis data diketahui bahwa buku ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat memiliki hasil validasi untuk ahli materi dengan skor rata-rata 82,5% dan validasi ahli media dengan skor rata-rata 82,25%. Buku ajar fisika pada materi pengukuran berbasis kearifan lokal Kalimantan Barat dengan kriteria sangat baik menurut ahli materi dan ahli media sehingga buku ajar yang dikembangkan dapat digunakan dalam pembelajaran fisika..Kata kunci: pengembangan, bahan ajar, pengukuran, kearifan lokal The research conducted was based on the absence of class X high school physics textbook on measurement material that linked West Kalimantan local wisdom with the concept of physics. Therefore, this study aims to develop physics textbooks on measurement materials based on the local wisdom of West Kalimantan. In particular, this study aims to determine the feasibility of physics textbooks on measurement materials based on the local wisdom of West Kalimantan. The research method used is the research and development (R&D) method using the 4-D model (Four-D Models), which consists of four stages, namely the defining stage, the design stage, the development stage, and the dissemination stage. The instrument used is a non-test instrument in the form of a validation questionnaire using a Likert scale with a score range of 1-4. Based on the results of data analysis, it is known that physics textbooks on measurement materials based on local wisdom of West Kalimantan have validation results for material experts with an average score of 82.5% and validation of media experts with an average score of 82.25%. Physics textbooks on measurement material based on local wisdom of West Kalimantan with very good criteria according to material experts and media experts so that the textbooks developed can be used in physics learning.Keywords: development, teaching materials, measurement, local wisdom
Sayahdin Alfat, Arsyad Hamid Saifudin, Hunaidah M
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 50-58; doi:10.12928/jrkpf.v7i2.17972

Abstract:
Abstrak. Penelitian ini merupakan studi yang bertujuan untuk: (1) membuat simulasi motor listrik tiga fasa dengan menggunakan Spreadsheet Excel; (2) mengetahui aplikasi Spreadsheet Excel pada media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan VBA Spreadsheet Excel 2013 yang terdapat pada laptop. Semua tahapan penelitian dilakukan sepenuhnya di Laboratorium Komputer Pendidikan Fisika. Data hasil, terdapat beberapa hal yang menjadi catatan penting: (1) simulasi yang telah dibuat menggunakan Visual Basic for Application Spreadsheet Excel dapat menyesuaikan dengan keadaan nyata yang terjadi pada simulasi motor listrik tiga fasa dengan mengubah data parameter dan fungsi yang diasumsikan sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, serta Macro VBA Excel sangat berguna untuk memberi tombol perintah pada cell yang datanya ingin kita ubah, sehingga dapat memberi kesan visual pada grafik yang telah dibuat; (2) berdasarkan hasil uji simulasi dapat dikatakan bahwa pembuatan simulasi motor listrik tiga fasa sebagai media pembelajaran dengan menggunakan fitur spreadsheets dan macro VBA dalam Ms. Excel dapat digunakan untuk mensimulasikan sebuah kasus yang berkaitan dengan motor listrik tiga fasa yang diberi arus akan timbul medan magnet yang dapat memutar rotor dan dapat menganalisis perubahan posisi setiap fasa pada motor listrik tiga fasa.Kata kunci: Media pembelajaran, VBA for spreadsheet excel, simulasi motor listik tiga fasa This research is a study that aims to: (1) simulate a three-phase electric motor using an Excel spreadsheet; (2) knowing the Excel Spreadsheet application on learning media. This study uses the VBA Excel 2013 Spreadsheet found on a laptop. All stages of research are carried out entirely in the Physics Education Computer Laboratory. The result data, several things are important notes: (1) simulations that have been made using the Visual Basic for Application Excel Spreadsheet can adjust to the real situation that occurs in the simulation of a three-phase electric motor by changing the parameter data and assumed functions according to the circumstances actually, as well as Excel VBA Macros are very useful for giving command buttons to cells whose data we want to change, so that it can give a visual impression to the graph that has been created; (2) based on the simulation test results it can be said that the manufacture of a three-phase electric motor simulation as a learning medium using the spreadsheets and macro VBA features in Ms. Excel can be used to simulate a case related to a three-phase electric motor that is given a current, a magnetic field will arise that can rotate the rotor and can analyze changes in the position of each phase in a three-phase electric motor.Keywords: learning media, VBA for excel spreadsheet, three phase electric motor simulation
Hani Nur Azizah, Ridwan Efendi, Saeful Karim
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 78-84; doi:10.12928/jrkpf.v7i2.17284

Abstract:
Abstrak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil studi pendahuluan yang menunjukkan bahwa masih banyaknya pendidik yang menerapkan penilaian hanya untuk mengetahui hasil belajar siswa di akhir pembelajaran. Oleh karena itu, diperlukan suatu penilaian yang dapat meningkatkan pemahaman siswa selama pembelajaran yang dikenal dengan asesmen formatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menunjukkan efektivitas asesmen formatif concept checks dalam meningkatkan kemampuan kognitif siswa SMA. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experimental design dengan desain penelitian Nonequivalent Control Group Design. Sampel pada penelitian ini terdiri dari 59 siswa kelas X di salah satu SMA Negeri di kota Bandung. Pengumpulan data dilakukan melalui tes kemampuan kognitif yang dianalisis menggunakan uji t dan effect size. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan peningkatan kemampuan kognitif siswa antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dan nilai effect size yang termasuk dalam kategori sedang. Secara keseluruhan Integrasi asesmen formatif concept checks pada pembelajaran fisika efektif terhadap peningkatan kemampuan kognitif siswa..Kata kunci: Asesmen Formatif, Concept Checks, Kemampuan Kognitif This research is motivated by the result of a preliminary study, which shows that there are many educators who apply assessment only to find out the student learning outcomes at the end of learning. Therefore, an assessment is needed that can improve students' understanding during learning, known as a formative assessment. The purpose of this study is to know the effectiveness of formative concept checks on students' cognitive abilities. The research method was used a quasi-experimental design with one group pretest-posttest design. The sample in this study was class X students senior high school in Bandung, an amount of 59 students. The data collection was conducted through a cognitive abilities test. The data were analyzed using the t-test and effect size. The results showed that there was a difference in the increased cognitive ability of students between the experimental class and the control class and the effect size value included in the medium category. This shows that the integration of formative assessment concept checks in physics learning was effective in improving the cognitive abilities of students.Keywords: Formative Assessment, Concept Checks, Cognitive Abilities
Yanti Sofi Makiyah, Nana Nana, Ifa Rifatul Mahmudah
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7, pp 85-92; doi:10.12928/jrkpf.v7i2.17798

Abstract:
Abstrak. Mahasiswa Pendidikan Fisika harus memiliki kompetensi digital dan kemampuan berpikir kreatif abad 21, sehingga kompetensi tersebut harus dilatihkan bagi Mahasiswa Pendidikan Fisika. Salah satu cara untuk melatih kompetensi dan keterampilan tersebut dengan menerapkan model pembelajaran berbasis proyek dalam pembelajaran fisika. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non eksperimental dalam penelitian korelasional, bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kompetensi digital dan keterampilan berpikir kreatif. Subjek penelitian terdiri dari 65 Mahasiswa Pendidikan Fisika yang mengambil mata kuliah Mekanika tahun ajaran 2019/2020 dengan menggunakan instrumen penelitian yaitu lembar observasi kompetensi digital, lembar observasi keterampilan berpikir kreatif, dan wawancara yang dilakukan oleh tiga orang observer. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi positif yang sangat tinggi antara kompetensi digital dan keterampilan berpikir kreatif dengan nilai koefisien korelasi 0,84 dan kontribusi kompetensi digital terhadap keterampilan berpikir kreatif sebesar 71%.Kata kunci: kompetenci digital, keterampilan berpikir kreatif, project based learning Physics education students must possess digital competence and creative thinking skills in the 21st century, so these competencies must be trained for Physics Education Students. One way to train these competencies and skills to apply a project-based learning model in physics learning. This research is non-experimental quantitative research in correlational research, aiming to determine the relationship between digital competence and creative thinking skills. The research subjects consisted of 65 Physics Education Students taking Mechanics courses for the 2019/2020 academic year using research instruments, namely digital competency observation sheets, creative thinking skills observation sheets, and interviews conducted by three observers. Based on the data analysis results, it is concluded that there is a very high positive correlation between digital competence and creative thinking skills with a correlation coefficient value of 0.84 and the contribution of digital competence to creative thinking skills by 71%.Keywords: digital comptence, creative thinking skills, project based learning
Khairil - Anwar, Sparisoma Viridi, Dadi Rusdiana, Ida Kaniawati
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7; doi:10.12928/jrkpf.v7i1.15814

Abu Yazid Raisal, Hariyadi Putraga, Muhammad Hidayat, Rizkiyan Hadi
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7; doi:10.12928/jrkpf.v7i1.15772

Violyta Ekka Caroline, Ino Angga Putra, Suci Prihatiningtyas
Jurnal Riset dan Kajian Pendidikan Fisika, Volume 7; doi:10.12928/jrkpf.v7i1.14789

Back to Top Top