Jurnal PROMKES

Journal Information
ISSN / EISSN : 20853475 / 25409972
Current Publisher: universitas airlangga (10.20473)
Total articles ≅ 82
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Minarni Wartiningsih
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 173-181; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.173-181

Abstract:Background: Hypertension data based on age groups in Surabaya showed an increase in hypertension trends in the young age group. It is known that hypertension risk factors are gender, behavior or lifestyle, age, sex, race/ethnicity, genetics, effective stress management, and obesity. Of all these risk factors, behavioral factors or specifically referred to as lifestyle are closely related to hypertension morbidity in the aged 18-35 years. Objective: The aims of this study is to determine the determinants that most influence the incidence of hypertension in order to reduce the prevalence of hypertension at 18-35 years old in the western and eastern parts of the city of Surabaya. Method: This studi employed cross-sectional observational analysis using Chi Square and logistic regression. Sample of this studi were 404 respondents taken by Cluster Random Sampling, with inclusion criteria as follows: 18-35 years old, currently not in hypertension medication, never having a stroke and suffering from a heart condition. The respondent's blood pressure check is carried out before and after completing the questionnaire. Results: The results of research shows unfavorable behavior towards healthy lifestyle, smoking behavior, exercise, fast food consumption, stress, and sleep time have significant results on the incidence of hypertension. Of all factors, smoking behavior was the highest (p = 0,000; OR 14,366). Conclusion: To prevent an increase in the prevalence of hypertension in 18-35 years, it is necessary to implement regulation of non-smoking area.
Ade Wulandari
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 124-132; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.124-132

Abstract:Background: The consumption of narcotics, psychotropic and addictive substances are increased among teenagers in Bima. Efforts to prevent and suppress drug trafficking and their abuse need to be implemented continuously through the process of education and information sharing among families who has teenagers. The use of local wisdom in health promotion can be done by using media with local language. Purpose: This study aims to determine the effect of delivering information about the characteristics of drug users using the local Bima Language booklet towards family knowledge. Methods: This study was conducted by using post-test only design that use control group with 30 respondents for each group. The data was obtained by observation and interview.The data analysis used a Nonparametric Test with the Mann-Whitney test. Results: The results showed that there was no difference in understanding between respondents who read booklets in local Bima language and respondents who read booklets in Indonesian language with p = 0.058. Conclusion: The use of the Booklet in local Bima language has the same effect as the use of booklets in Indonesian language
Yoshef Arieka Marchel
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 144-155; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.144-155

Abstract:Latar Belakang: Perilaku merokok sudah meluas pada seluruh kelompok masyarakat baik secara global maupun nasional, termasuk pada remaja. Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan sederajat merupakan pendidikan utama untuk remaja awal, sehingga perlu mewujudkan kawasan tanpa rokok di lingkungan sekolah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah menganalisis implementasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di sekolah. Metode: Penelitian menggunakan deskriptif analitik dan observasi dengan pendekatan cross-sectional. Data diperoleh dengan menggunakan kuesioner terstruktur yang telah diuji cobakan di sepuluh sekolah. Populasi penelitian ini sebanyak 86 sekolah di Kabupaten Madiun. Wawancara dilakukan pada penanggung jawab Kawasan Tanpa Rokok di SMP. Penanggung jawab tersebut bisa pada jabatan kepala sekolah, wakil, guru, atau humas. Data dianalisis secara univariat dan bivariat. Hasil: Analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan implementasi kawasan tanpa rokok dengan ketersediaan sumber dana dengan p-value 0,004 dan dukungan sarana prasarana dengan p-value 0,001. Sedangkan tidak ada hubungan antara implementasi Kawasan Tanpa Rokok dengan ketersediaan sumber daya manusia dan dukungan kebijakan. Kesimpulan: Implementasi Kawasan Tanpa Rokok di SMP dan sederajat masih belum maksimal, karena masih terdapat siswa, guru, dan karyawan yang berperilaku merokok di lingkungan sekolah
Carita Bidari Hendrastuti
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 215-222; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.215-222

Abstract:Latar Belakang: Setiap tahun 6 juta anak kehilangan nyawa yang disebabkan oleh kasus diare. Sebagian kematian tersebut terjadi di negara berkembang. Data dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya menyebutkan bahwa jumlah kasus diare sebanyak 65.447 yang telah di tangani pada tahun 2015. Sedangkan tahun 2017 di Puskesmas Sidotopo yang membawahi kelurahan Ampel terjadi kasus diare sebanyak 611 kasus. Tujuan: Penelitian ini untuk mengetahui hubungan perilaku ibu dengan kejadian diare pada balita. Metode: Populasi adalah seluruh ibu balita di RT 2-3 RW XIII dan RT 1 RW XIV Kelurahan Ampel Kecamatan Semampir Kota Surabaya. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan design cross sectional. Pengambilan sampel penelitian dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Slovin dengan teknik simple random sampling. Jumlah populasi sebanyak 55 ibu dengan besar sample 35 responden. Hasil: Dua variabel menunjukkan hasil yang signifikan. Ada hubungan yang signifikan antara penyimpanan air minum di tempat yang bersih dan tertutup dengan kejadian diare pada balita (p value = 0,021). Ada hubungan yang signifikan antara pemberian ASI Eksklusif dengan kejadian diare pada (p value= 0,048). Perilaku cuci tangan pakai tidak berhubungan dengan kasus diare pada balita di Kelurahan Ampel. Kesimpulan: Faktor yang berpengaruh terhadap kejadian diare di Kelurahan Ampel adalah penyimpanan air minum di tempat yang bersih dan tertutup serta pemberian ASI Eksklusif.
Sudarwati Nababan
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 233-239; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.233-239

Abstract:Background: Exclusive breastfeeding is a process of giving only breast milk to babies since they are born until they are six month old. Membramo Public Health Office reported that according to the health profile report from Kobakma Public Health Centre, the exclusive breastfeeding program has not achieved the national target, which is 80%, only 55,4% babies who got exclusive breastfeeding in 2015. The chairperson from Kobakma Public Health Centre states that one of the problem is the misunderstanding about breastmilk among mothers in the surroundin. They throw their breast milk away and feed their babies with formulated milk during the period of postpartum for three months. Purpose: This study is aimed to know the effect of counseling program using two sided flipchart on exclusive breastfeeding. Methods: This study uses quasi experiment method with non equivalent control group. The samples of this study are mothers who have 0-6 month old babies and live in working area of Kobakma Public Health. 60 mothers are selected using purposive sampling technique. The Instrument of this study uses questionnaire, data ccollection was done by face to face method. The data was then analyzed using chi square and wilcoxon signed rank test. Results: The result of this study shows significant difference in the improvement of knowledge, behaviour, and practice before and after the counseling program of the intervention group (p=0,000). Conclusion: The implementation of counseling program using two sided flipcharts is effective to improve mothers’ knowledge, behaviour and practice in exclusive breastfeeding.
Limsah Silalahi
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 223-232; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.223-232

Abstract:Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe 2 merupakan penyebab kematian nomor 6 di dunia. Diabetes Mellitus dengan komplikasi merupakan penyebab kematian tertinggi ketiga di Indonesia. Provinsi Jawa Timur menempati jumlah perkiraan terbesar penderita Diabetes Mellitus yaitu 605.974 penderita. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dan tindakan pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 di SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Desain yang digunakan yaitu cross sectional. Sampel penelitian ini sebanyak 70 responden. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Variabel independen yaitu pengetahuan tentang Diabetes Mellitus, sedangkan variabel dependen adalah tindakan pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2. Analisis data menggunakan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian ini menujukkan p value 0,0001<α=0,1 sehingga hasil p<α. Hal ini bermakna bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang Diabetes Mellitus tipe 2 dengan tindakan pencegahan Diabetes Mellitus tipe 2 pada siswa-siswi SMA Muhammadiyah 7 Surabaya. Kesimpulan: Pengetahuan Siswa-Siswi SMA Muhammadiyah 7 Surabaya berhubungan dengan upaya pencegahan penyakit Diabetes Mellitus tipe 2.
Fatati Larasati, Arief Hargono
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 163-172; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.163-172

Abstract:Latar Belakang: Salah satu penyakit infeksi yang menjadi penyebab utama tingginya Angka Kebatian Bayi di dunia adalah pneumonia. Banyak faktor yang dapat meningkatkan angka kejadian pneumonia pada anak dibawah 4 tahun, termasuk pengetahuan dan sikap ibu tentang pola asuh dan keberadaan anggota keluarga yang merokok, jumlah anggota keluarga yang merokok, serta tempat merokok anggota keluarga yang merokok (paparan asap rokok). Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbedaan risiko pneumonia berdasarkan pola asuh ibu dan paparan asap rokok pada anak dibawah 4 tahun. Metode: Penelitian ini menggunakan rancang bangun penelitian case control dengan 50 responden menggunakan perbandingan 1:4 (10 kasus dan 40 kontrol). Kriteria kasus adalah anak berumur dibawah 4 tahun yang didiagnosis pneumonia oleh dokter atau paramedis pada Bulan April-Mei 2018 dan kriteria kontrol adalah anak berumur dibawah 4 tahun yang tidak didiagnosis pneumonia atau penyakit lainnya oleh dokter atau paramedis. Penelitian ini dilakukan Puskesmas Bulak Banteng pada bulan April-Mei 2018 dengan wawancara menggunakan kuesioner. Analisis data dilakukan dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tempat merokok memiliki perbedaan besar risiko pneumonia pada anak dibawah 4 tahun terbesar (44,62%), sedangkan faktor lainnya diurutkan dari RD terbesar yaitu pengetahuan praktik kesehatan di rumah (32%), keberadaan anggota keluarga yang merokok (27,3%), jumlah anggota keluarga yang merokok (20%5), dan sikap praktik kesehatan di rumah (9,6%). Kesimpulan: Perbedaan risiko (RD) terbesar untuk kejadian pneumonia anak 0-4 tahun adalah variabel tempat merokok anggota keluarga yang merokok, kemudian diikuti variabel pengetahuan praktik kesehatan di rumah, keberadaan anggota keluarga yang merokok, jumlah anggota keluarga yang merokok, dan yang memiliki risiko terkecil adalah sikap ibu dalam praktik kesehatan di rumah.
Herlina Novita
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 204-214; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.204-214

Abstract:Latar Belakang: Infeksi terkait pelayanan kesehatan dapat mempengaruhi keselamatan pasien, petugas kesehatan dan pengunjung di pelayanan kesehatan termasuk rumah sakit. Rumah Sakit Islam Jemursari Surabaya melaksanakan program Duta Hand Hygiene salah satu tujuannya yaitu untuk meningkatkan kepatuhan hand hygiene petugas rumah sakit. Tujuan: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas dengan menguji pengaruh pelaksanaan program Duta Hand Hygiene terhadap kepatuhan five moment hand hygiene petugas dan menjelaskan strategi promosi kesehatan berdasarkan startegi multimodal WHO dalam peningkatan hand hygiene di rumah sakit. Metode: Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Islam Jemursari dengan metode pengumpulan data sekunder dari laporan bulanan Komite Pencegahan dan Pengendalian Infeksi terkait monitoring kepatuhan hand hygiene, wawancara dan observasi. Teknik analisa data yang digunakan yaitu kuantitatif yang diuji menggunakan uji-T berpasangan. Hasil: Kepatuhan five moment hand hygiene petugas meningkat setelah diberlakukannya program duta hand hygiene di rumah sakit. Berdasarkan hasil uji statisktik yaitu uji-T berpasangan didapat bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kepatuhan hand hygiene petugas pada momen dua sampai momen lima dan hasil uji statistik secara keseluruhan menunjukan hasil yang signifikan sebesar 0.000001. Hasil penelitian ini menunjukkan ada perbedaan kepatuhan sebelum dilaksanakan program Duta Hand Hygiene dan selama program Duta hand hygiene berlangsung. Kesimpulan: Program ini efektif dilakukan serta pelaksanaannya didukung oleh strategi multimodal WHO untuk peningkatan praktik hand hygiene antara lain perubahan sistem, pelatihan atau edukasi, evaluasi dan umpan balik, pengingat di tempat kerja dan iklim institusional yang aman.
Retno Lian Afidah
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 156-162; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.156-162

Abstract:Background: Every year an average of 9 million people suffer from Tuberculosis and about 2 million people die every year in the world. The Behavior Area is divided into attitudes and actions. Purpose: The purpose of this study was to analyze the relationship between attitude, smoking behavior, physical activity and the incidence of Diabetes Mellitus–pulmonary Tuberculosis. Method: This study was an observational analytic study using a case control matching design. The research sample is 30 case samples and 30 control samples. Results: From the results of the Chi Square analysis, it is known that there is a significant relationship that is the attitude towards pulmonary Tuberculosis disease and physical activity towards pulmonary Tuberculosis (p0.05) between smoking behavior towards Pulmonary of Diabetes Mellitus–pulmonary Tuberculosis. Odds Ratio of this study is the attitude towards pulmonary Tuberculosis disease of 3.455 and physical activity of 9.036. Conclusion: the attitude of patients with Diabetus Mellitus towards Pulmonary Tuberculosis and physical activity of patients with Diabetus Mellitus risked the incidence of Pulmonary Tuberculosis.
Wahyu Mila Febriani
Published: 20 December 2019
Jurnal PROMKES, Volume 7, pp 193-203; doi:10.20473/jpk.v7.i2.2019.193-203

Abstract:Latar belakang: Perilaku pencarian pengobatan merupakan segala tindakan atau upaya yang dilakukan oleh individu dengan tujuan menemukan pengobatan yang tepat saat merasa/menganggap dirinya sedang memiliki gangguan kesehatan. Mahasiswa sebagai individu yang sudah dianggap mampu bertanggung jawab atas diri sendiri memiliki kuasa atas dirinya untuk menentukan perilakunya, termasuk dalam upaya pencarian pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perilaku pencarian pengobatan pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga. Method: Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan studi korelasi chi-square dan rancang bangun cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 96 mahasiswa yang diambil dari total populasi sebesar 2462 mahasiswa FKM UNAIR dan dipilih secara acak menggunakan teknik sampel acak sederhana. Variabel pada penelitian ini terdiri dari perilaku pencarian pengobatan sebagai variabel terikat, sedangkan persepsi kerentanan, persepsi keseriusan, persepsi manfaat dan persepsi hambatan sebagai variabel bebas. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga yang melakukan tindakan pengobatan saat pertama kali merasakan gejala penyakit sebesar 37,5%. Berdasarkan hasil uji statistik dapat diketahui jika variabel perceived seriousness (P value = 0,176) dan perceived benefit (P value = 0,446). Sedangkan variabel perceived susceptibility (P value = 0,003) dan perceived barriers (P value = 0,005). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara persepsi kerentanan dan hambatan yang dirasakan dengan timbulnya perilaku pencarian pengobatan pada mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Surabaya.