Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah

Journal Information
ISSN / EISSN : 2527-9610 / 2549-8770
Current Publisher: UIR Law Review (10.25299)
Total articles ≅ 27
Filter:

Latest articles in this journal

Muhammad Khoiruzzadi, Muhammad Luqmanul Hakim
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 5, pp 1-12; doi:10.25299/al-thariqah.2020.vol5(2).4607

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kegiatan yang ada dalam sistem boarding school, dan bentuk kemandirian siswa di boarding school di MAN 1 Kota Pekalongan. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data didapat dari hasil wawancara dengan kepala asrama, pengasuh asrama putra dan 3 siswa boarding school, dan hasil observasi terkait pembelajaran guru dan kemandirian siswa. Analisis data yang digunakakan menurut Miles dan Huberman, yaitu: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini bahwa boarding school bertujuan membentuk siswa yang mandiri, baik secara emosional, ekonomi, intelektual, dan sosial. Bentuk kemandirian siswa di boarding school seperti mencuci pakaian, mencuci peralatan masak, membersihkan tempat tidur sekaligus kamarnya. Kemandirian siswa dibentuk karena pembiasaan dari seluruh kegiatan yang ada di boarding school dan pengulangan-pengulangan sebagai penguat dari sikap mandiri yang sudah dimiliki siswa. Sehingga diharapkan, ada penelitian khusus kesadaran diri siswa selama di boarding school MAN 1 Kota Pekalongan.
Abdul Rahim Karim
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 5, pp 38-49; doi:10.25299/al-thariqah.2020.vol5(1).5082

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menyingkap bagaimana pendidikan agama Islam dalam sistem boarding school di sekolah yang bercirikan umum yaitu di SMA Negeri 5 Parepare dan SMA Negeri Taruna Nala Jawa Timur. Metode yang digunakan untuk mejawab permasalahan penelitian ini adalah kualitatif, dengan rancangan studi multi situs. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi partisipan, wawancara semi-terstruktur, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan teknik induksi analitis termodifikasi dan teknik analisis data model interaktif Miles dan Huberman. Pengecekan keabsahan data melalui kredibilitas, dependabilitas, konfirmabilitas, dan transferabilitas. Hasil penelitian ini dapat memberikan pemahaman bahwa program penguatan yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui kegiatan boarding school terdiri dari program harian, program mingguan, dan program tahunan. Selain itu, upaya penguatan yang dilakukan dalam menguatkan pembelajaran Pendidikan Agama Islam melalui kegiatan boarding school terdapat di dalam kelas serta di lingkungan sekolah dan asrama.
Ida Windi Wahyuni, Ary Antony Putra
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 5, pp 30-37; doi:10.25299/al-thariqah.2020.vol5(1).4854

Abstract:
PAUD Sekato merupakan lembaga PAUD dengan kurikulum umum, namun lingkungan daerah tersebut penduduknya mayoritas beragama Islam, materi pendidikan agama Islam hanya diberikan dalam materi umum untuk menunjang pemahaman siswa secara sederhana. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui kontribusi peran orang tua dan guru dalam pembentukan karakter Islami serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskripstif kualitatif. Subyek penelitian yaitu orang tua, guru dan kepala sekolah PAUD Sekato Desa Mandiangin, Kecamatan Minas Kabupaten Siak. Penelitian ini memaparkan hasil wawancara, observasi dan dokumentasi yang mendalam untuk dibuat kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kontribusi peran orang tua dan guru dalam pembentukan karakter Islami siswa PAUD Sekato dengan mengajarkan menerapkan nilai-nilai karakter yang berlandaskan Islam, dan memantau perkembangan siswa, (2) Faktor yang mempengaruhinya adalah dukungan orang tua, kedisiplinan, profesionalisme guru, keteladanan, dan media sosial. Sedangkan faktor penghambatnya, adalah media massa, belum terselenggaranya program parenting, ada sebagian siswa yang lingkungannya tidak menceriminkan karakter Islami.
Firdaus Firdaus
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 5, pp 19-29; doi:10.25299/al-thariqah.2020.vol5(1).4882

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui esensi sebuah reward dan punishment dalam khazanah pendidikan Islam. Kesalahan dalam memberikan reward dan punishment terkadang membuat rusaknya interaksi pedagogis antara guru dan juga siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitain kualitatif dengan pendekatan library research. Karena penelitian ini dalam bentuk penelitian pustaka, maka data diambil dari sumber-sumber buku ataupun jurnal yang berkaitan dengan penelitian ini. Hasil temuan dalam penelitian ini adalah bahwa dalam menggunakan metode reward dan punishman haruslah mengikuti rambu-rambu dan juga aturan-aturan yang ada. Pemberian reward dan punishment yang tidak mengikuti aturan akan menimbulkan suatu konflik antara siswa dan siswa bahkan antara siswa dengan guru itu sendiri. Dalam pemberian reward haruslah murni sebagai motivasi bagi peserta didik. Motivasi yang mengantarkan jauh lebih baik dalam menjalani proses belajar mengajar. Demikian pula dalam pemberian punishment kepada peserta didik haruslah dilakukan dalam upaya pencegahan dari berbuat salah dan kelalaian.
Nur'aini Nur'aini
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 5, pp 10-18; doi:10.25299/al-thariqah.2020.vol5(1).4682

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan metakognisi mahasiswa melalui strategi pembelajaran PAI berbasis DDCT. Dengan demikian masalah utama yang akan dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan kemampuan metakognisi mahasiswa melalui strategi pembelajaran PAI berbasis DDCT pada mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Ibnu Sina-Batam. Melalui pendekatan kuantitatif, pretes dan postes desain diperoleh kesimpulan bahwa peningkatan kemampuan metakognisi mahasiswa secara umum berada pada kategori “tinggi”, yaitu sebanyak 18 orang atau sekitar 47,37%, adapaun mahasiswa dengan kategori “sedang” sebanyak 11 orang atau sekitar 28,94%. Sedangkan kelompok mahasiswa dengan kategori ‘rendah” sebanyak 9 orang atau sekitar 26,68%. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa peningkatan kemampuan metakognisi mahasiswa sudah sangat baik. Data tersebut membuktikan bahwa model pembelajaran DDCT secara efektif mampu meningkatkan kemampuan metakognisi mahasiswa. Terkait dengan hasil penelitian ini, maka diakhir penelitian perlu disarankan antara lain perlu dilakukan peningkatan kemampuan metakognisi melalui mata kuliah yang lain guna memastikan bahwa setiap sarjana memiliki kemampuan metakognisi sebagai bagian dari karakter seorang sarjana.
Ahmad Nizar Rangkuti, Fawziyah Tansyah Siregar
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 5, pp 1-9; doi:10.25299/al-thariqah.2020.vol5(1).3736

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan penanaman sikap amanah dalam proses pembelajaran, evaluasi, dan pelaksanaan salat berjamaah oleh Peserta Didik di MTs. Swasta Syahbuddin Mustafa Nauli. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi dan pengujian keabsahan data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penanaman sikap amanah terhadap peserta didik yang dilakukan di MTs. Swasta Syahbuddin Mustafa Nauli dilakukan oleh kepala sekolah, guru pendidikan agama Islam dan pegawai. Sikap amanah yang ditanamkan pada peserta didik berkaitan dengan amanah kepada Allah SWT, amanah kepada orang lain dan amanah terhadap diri sendiri dengan memberikan keteladanan dan nasehat kepada peserta didik.
Yenni Yunita, Ismail Akzam, Rojja Pebrian
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 4, pp 54-62; doi:10.25299/al-thariqah.2019.vol4(2).4288

Abstract:
Pendidikan karakter murid di SDIT Bunayya Pekanbaru intinya bagaimana pendidik mengajarkan dan menanamkan nilai-nilai islami kepada peserta didik kemudian membiasakannya dalam kehidupan sehari-hari baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan rumah dengan mengacu kepada 10 muwassafat. Kemudian membiasakannya dalam kehidupan keseharian anak baik di rumah maupun sekolah dengan berpedoman pada 10 muwasafat, yaitu: “Sali>mul Aqi>dah (Aqidah yang bersih), Shahi>hul Ibadah (Ibadah yang benar), Mati>nul Khuluq (Akhlak yang kokoh), Qowiyyul Jismi (kuat jasmani), Mus|aqqoful Fikri (Intelek dalam berpikir), Muja>hadatul Linafsihi (Berjuang Melawan hawa nafsu), Haris}un ‘Ala Waqtihi (Pandai menjaga waktu), Munazzamun fi Syu>nihi (teratur dalam urusan), Qodirun ‘Alal Kasbi (mampu berusaha sendiri atau mandiri), Nafi’un Ligoirihi (bermanfa’at bagi orang lain)”. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan (field research) yang bersifat kuantitatif, yaitu penelitian yang menggunakan angka dalam menyajikan data dan analisis yang menggunakan uji statistika. Data yang digunakan adalah data kuantitatif yaitu data yang berupa angka-angka dan analisis menggunakan statistik yang diambil dari hasil pengamatan mengenai sepuluh muwashafat pada murid sekolah Islam terpadu Al-Bunayya atas penilaian guru. Faktor yang mempengaruhi karakter murid di SDIT Bunayya Pekanbaru diantaranya orang tua, keluarga, teman, dan lingkungan serta media elektronik seperti internet, handphone, gadget, dan tayangan TV. Adapun faktor yang paling penting adalah sepuluh muwashafat yang dimiliki oleh murid sekolah dasar Islam terpadu Bunayya Pekanbaru. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Sepuluh Muwashafat, Murid SDIT Bunayya
Bahril Hidayat , Dian Tri Utami
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 4, pp 41-53; doi:10.25299/al-thariqah.2019.vol4(2).4248

Abstract:
Kualitas guru Taman Kanak-Kanak (TK) atau Raudhatul Athfal (RA) yang profesional akan menentukan perkembangan anak usia dini. Guru juga harus memiliki kreativitas dan seni yang mendidik sebagai bentuk keahlian dalam mengajar. Belajar yang diharapkan sesuai dengan karakteristik anak usia dini, yaitu belajar melalui bermain atau bermain sambil belajar. Bercerita merupakan salah satu yang termasuk ke dalam kegiatan bermain. Artikel ini berisikan hasil penelitian jenis penelitian kualitatif deskriptif dengan 5 orang responden yang mengungkapkan bahwa teknik berkisah meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar. Peningkatan kompetensi khusus lainnya yang diperoleh guru setelah mengikuti pelatihan teknik berkisah adalah peningkatan kompetensi moral dan semakin peka untuk memahami tahap perkembangan anak, khususnya perkembangan bahasa anak. Selain itu, hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan Kompetensi Keislaman pada guru dan anak didik dengan cara guru mengangkat atau memilih kisah-kisah nyata nabi dan rasul dalam memberikan teknik berkisah kepada siswa atau peserta didik anak usia dini. Kata Kunci: Teknik Berkisah, Kompetensi Guru, Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Hanif Cahyo Adi Kistoro , Aminah Nur Latifa Sibarani
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 4, pp 24-40; doi:10.25299/al-thariqah.2019.vol4(2).4125

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan relevansi konsep petatah petitih/nasehat sunan gunung jati dengan nilai–nilai pendidikan islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research). Sumber data utama dari penelitian ini adalah prasasti, buku, jurnal dan karya lainnya. Sumber sekunder didapatkan dari informan melalui wawancara. Teknik Analisis data menggunakan teknik analisis konten (content analysis) dengan melakukan kritik sumber, interpretasi dan histroriografi. Dari hasil penelitian, ditarik kesimpulan bahwa metode Sunan Gunung Jati dalam pendidikan agama melalui konsep petatah-petitih. Relevansi petatah petitih dengan pendidikan islam adalah adanya keseimbangan nilai Tauhid dan kemanusiaan (tajug dan fakir miskin), shalat adalah tiang agama (yen sembahyang kungsi pucuke panah, puasa mendidik untuk sabar, jujur dan mengendalikan hawa nafsu (yen puasa den kungsi tetaling gundewa), konsisten dalam ibadah (Ibadah kang tetap), takut larangan Allah (Wedi ing Allah), mensyukuri nikmat yang diberikan (Manah den syukur lan Allah), dan selalu meminta ampunan (Kudu ngakehaken pertobat). Kata Kunci: Relevansi, Konsep Petatah-Petitih Sunan Gunung jati, Pendidikan Islam
Mukhammad Luqman Hakim , Di’Ama Farida Muharina
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah, Volume 4, pp 10-23; doi:10.25299/al-thariqah.2019.vol4(2).4259

Abstract:
Keberhasilan pembelajaran tidak hanya dilihat dari hasil akhir saja, tetapi proses dalam pembelajaran juga menjadi penentu keberhasilan pembelajaran. Proses pembelajaran bisa dilakukan dengan menciptakan pembelajaran menyenangkan sehingga siswa merasa senang dan bahagia ketika belajar. Berdasarkan hasil observasi di MTsN 1 Kota Blitar dapat diketahui bahwa ada penurunan minat belajar siswa pada mata pelajaran Fikih. Penurunan minat belajar berdampak pada hasil belajar siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengatasi permasalahan yang terjadi dilapangan dengan menerapkan metode pembelajaran aktif. Metode dalam penelitian ini menggunakan penelitian tindakan dengan subjek penelitian siswa kelas VIII D MTsN 1 Kota Blitar. Hasil dari penelitian ini, minat dan hasil belajar siswa megalami peningkatan yang signifikan setelah diterapkan metode pembelajaran aktif. Hal ini terlihat dari data minat belajar Fikih meningkat dari pra siklus minat belajar sebesar 7,4%, siklus I minat belajar sebesar 23,5 %, siklus II minat belajar sebesar 33,1%, sedangkan untuk rata-rata hasil belajar Fikih meningkat dari pra siklus sebesar 54,70, siklus I hasil belajar sebesar 80, siklus II hasil belajar sebesar 84,61. Saran untuk peneliti lain agar bisa melakukan inovasi baru menemukan solusi permasalahan yang terjadi terkait pembelajaran. Kata Kunci: Pembelajaran Aktif, Minat dan Hasil Belajar, Pembelajaran Fikih
Back to Top Top