JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT

Journal Information
ISSN / EISSN : 25799126 / 25498347
Total articles ≅ 15
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Aman Suyadi, Bambang Nugroho
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1633

Abstract:IbM program aimed at improving capability and skill of cadres and PKK members of RW 12 and 13 Karangklesem village in optimalizing narrow-land area in their neighbourhood through improving capability and skill on verticulture technology mastery on organic vegetables from the making of organic fertilizer, biological pesticide, seed seedling, planting media, planting, plant treatment, harvesting and post harvesting, and capability of vegetables (agribusiness) entrepreneurship. The next aim was to handle the household waste, to create beautiful, green, and aesthetic environment, and to earn additional income for the cadres and PKK members of RW 12 and 13 from their organic vegetable sales.The method used in this IbM program was training and direct practice, assisting, fostering, and partnership with the cadres and PKK members of RW 12 and 13 at Karangklesem village.Utilization of narrow-land area has been conducted around RW 12 and 13 at Karangklesem village by conducting the following activities: (1) Bioactivator making and liquid organic fertilizer and compost training. The results were 20 liters bioactivator, 200 liters liquid organic fertilizer, and 750 kilograms compost, (2) the technique of making biological pesticide training; the result was 200 liters of biological pesticide, (3) organic vegetable virticultur technique training; the result was 47 sets of organic vegetables in verticulture system, (4) post-harvesting technique of organic vegetables, and (5) entrepreneurship training covering the training of book keeping, business analysis of verticulture organic vegetable and marketing management.The conclusion of this IbM program was that there was an improvement on capability and skill of the cadres and PKK members of RW 12 and 13 Karangklesem village in mastering the verticulture technology of organic vegetables from the making of bioactivator, liquid organic fertilizer, compost, biological pesticide, seed seedling, planting media, planting and plant treatment, harvesting and post-harvesting treatment, and organic vegetable entrepreneurship
Eko Apriliyanto
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1423

Abstract:Kegiatan pemberdayaan santri pondok pesantren Al-As’adiyah berlokasi di Desa Sered, Kecamatan Madukara, Kabupaten Banjarnegara. Potensi desa Sered berdasarkan kondisi geografis dan sumber daya manusianya, sangat sesuai untuk pengembangan pertanian melalui pemanfaatan lahan pekarangan sekitar pondok pesantren Al-As’adiyah. Rencana pengembangan pesantren Al-As’adiyah yaitu adanya kemandirian santri dalam pemenuhan pangan melalui budidaya tanaman secara organik berbasis pestisida nabati. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi dan demonstrasi. Pemberian materi tentang berbagai tumbuhan sumber pestisida nabati, kandungan racun dari tumbuhan sumber pestisida, dan organisme pengganggu tanaman sasarannya. Demonstrasi dilakukan dengan melakukan praktik pembuatan pestisida nabati berbahan daun gamal (Gliricidia sepium) dan cara aplikasinya. Transfer teknologi pembuatan pestisida daun gamal memberikan manfaat berupa peningkatan pengetahuan santri tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan racun organisme pengganggu tanaman. Santri juga antusias dalam mengikuti kegiatan pelatihan.Hal ini dapat diukur dengan giat dan terampilnya para santri dalam melakukan praktik pembuatan pestisida nabati dan adanya beberapa pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada narasumber.
Arum Asriyanti Suhastyo
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1425

Abstract:Kegiatan pemberdayaan masyarakat berupa transfer teknologi tentang pembuatan kompos adalah sebagai upaya memanfaatkan potensi lingkungan sekitar berupa sisa sampah organik. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelurahan Rejasa Kecamatan Madukara Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pemberian materi dan demonstrasi. Pemberian materi tentang berbagai bahan sisa sampah organik disekitar lingkungan Kelurahah Rejasa yang dapat digunakan sebagai sumber bahan baku pembuatan pupuk kompos. Demonstrasi dilakukan dengan melakukan praktik pembuatan pupuk kompos dengan menggunakan bahan baku hijauan/dedaunan, bonggol pisang, dan kotoran sapi yang banyak terdapat disekitar Kelurahan Rejasa, kemudian ditambahkan dengan super decomposer, sekam padi, gula pasir, dan air. Transfer teknologi pembuatan pupuk kompos memberikan manfaat yang besar yaitu adanya peningkatan pengetahuan warga tentang manfaat bahan sisa sampah organik sebagi bahan baku pembuatan pupuk kompos. Kata kunci: pemberdayaan, pupuk, organik, kompos
Atmam Atmam, Zulfahri Zulfahri, Usaha Situmeang
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1454

Abstract:ABSTRAK Sekolah Menengah Atas (SMA) Budhi Luhur Pekanbaru merupakan salah satu sekolah menengah atas swasta yang beralamat di jalan Paus Ujung kelurahan Limbungan Baru kecamatan Rumbai Pesisir Kota Pekanbaru Provinsi Riau. Visi dari SMA Budhi Luhur Pekanbaru adalah berbudi pekerti luhur, beriman dan bertaqwa serta berbudaya melayu dengan salah satu indikator visi berprestasi dibidang akademik dan non akademik. Sarana dan prasarana yang dimiliki SMA Budhi Luhur untuk mendukung proses pembelajaran adalah laboratorium terpadu dan komputer. Permasalahan yang terjadi adalah tingkat pengetahuan dan keterampilan dari siswa SMA Budhi Luhur Pekanbaru terhadap penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) sangat minim sekali, disebabkan oleh kurangnya kegiatan yang berhubungan dengan IPTEK. Melihat kondisi tersebut, maka haruslah ada upaya untuk membekali siswa SMA Budhi Luhur Pekanbaru dengan IPTEK. Salah satu pengetahuan dan keterampilan untuk mengembangkan potensi yang ada pada siswa SMA Budhi Luhur Pekanbaru adalah melalui pemberian pelatihan membuat rangkaian elektronika sederhana. Pengetahuan dan keterampilan ini berupa pembuatan lampu emergency menggunakan Light Emiting Diode (LED) untuk pencahayaan ruangan pada saat listrik padam dimalam hari. Dari hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, pengetahuan peserta (siswa) tentang defenisi elektronika, 100% peserta sudah mengetahuinya dimana sebelumnya hanya 4% mengetahuinya dan terjadi peningkatan sebesar 96% serta pengetahuan pembagian dan fungsi komponen elektronika dari peserta setelah mengikuti penyuluhan dan pelatihan terjadi peningkatan sebesar 92%. Peningkatan pengetahuan peserta tentang rangkaian lampu emergency menggunakan LED sebesar 96% dimana sebelum dilakukan pelatihan, peserta yang mengetahuinya sebesar 4% dan untuk pengetahuan teknik penyolderan komponen elektronika, setelah diberikan pelatihan 100% peserta sudah mengetahuinya. Kata kunci : Elektronika, Light Emiting Diode (LED)
Suwarsito Suwarsito, Hindayati Mustafidah
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1432

Abstract:Program IbM ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kelompok pembudidaya ikan di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas dalam membudidayakan ikan lele dumbo secara intensif, mulai dari pembenihan, pembesaran, pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal, sampai manajemen usaha. Kelompok sasaran program IbM adalah kelompok pembudidaya ikan (Karang Taruna dan Majelis Ta’lim Ranting Muhammadiyah Desa Gandatapa). Metode yang digunakan dalam realisasi program IbM adalah pelatihan, penerapan hasil penelitian, dan praktek langsung. Pelatihan yang dilakukan meliputi pemijahan induk ikan lele dumbo menggunakan teknologi kawin suntik (induce breeding), pelatihan pemeliharaan benih ikan menggunakan sistem inkubator, pelatihan penyusunan formula pakan ikan menggunakan software Fuzzy Expert System (FES), pelatihan pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal, dan pelatihan kewirausahan. Sedangkan metode pendekatan pelaksanaan IbM melalui tatap muka, sosialisasi program, pembimbingan, pendampingan, pembinaan, dan kemitraan dengan kelompok pembudidaya ikan. Hasil kegiatan IbM adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan kelompok pembudidaya ikan dalam melakukan pemijahan induk ikan lele dumbo menggunakan teknologi kawin suntik (induce breeding), pemeliharaan larva ikan menggunakan sistem inkubator, penyusunan formula pakan ikan menggunakan software Fuzzy Expert System (FES), pembuatan pakan ikan berbahan baku lokal, dan manajemen usaha. Luaran progrma IbM yang dihasilkan adalah ikan lele ukuran konsumsi (150 -200 gram per ekor), benih ikan lele ukuran 3 - 4 cm, dan pakan ikan berbahan baku lokal dengan kandungan protein 25%. Kata-kata kunci: bahan baku lokal, formula pakan ikan, Fuzzy Expert System, pakan ikan, induce breeding
Dwi Sudaryati, Sucahyo Heriningsih, Rusherlistyani Rusherlistyani
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1695

Abstract:Catfish is the type of fish that is mostly eaten and traded in traditional markets on the island of Java, not least in Central Java and Yogyakarta and surrounding areas. Catfish made into one type of side dish that comes from the most popular fish because in addition to the relatively affordable price of the general public is also easy to obtain. The purpose of this devotion program is to improve the productivity of catfish farming with biofloc techniques to increase yield and gain optimal benefits. To overcome the problem, the activities carried out are: (1) Counseling and mentoring of biofloc technique, (2) Counseling and guidance of catfish farming management and (3) Training and Guidance of bookkeeping of catfish farming business. The result of this dedication activity is shown by the increasing of partner motivation to run the catfish farming as an effort to improve the welfare of farmer group member. The training has succeeded in increasing the knowledge of farmer group members to increase production or harvest with biofloc technique, both disease prevention and maintenance and feeding and bookkeeping skills improvement.Keywords: Productivity, Cultivation of Catfish, Biofloc
Riski Nur Istiqomah Dinnullah, Shafiq Nurdin Nurdin
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1635

Abstract:Selain memiliki manfaat yang lengkap sebagai minuman kesehatan, yoghurt memiliki harga yang terjangkau dan telah banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Banyak industri rumahan yang mulai tertarik untuk menjadikan yoghurt sebagai salah satu usaha alternatif. Beberapa UKM produksi yoghurt ini adalah UKM Yoghurt Yovita dan UKM Yoghurt Yosh yang menjadi mitra pada program ini. Pada kedua UKM tersebut masalah yang muncul adalah terbatasnya penggunaan mixer standar dalam proses pengadukan yoghurt sehingga menyebabkan kurang maksimalnya kuantitas produk yoghurt yang dihasilkan. Selanjutnya, tujuan dari program ini adalah menyelesaikan masalah produksi tersebut dengan dibuatkannya mesin pengaduk yoghurt otomatis dengan kapasitas yang lebih besar. Tahapan kegiatan pada program ini meliputi proses desain mesin, persiapan bahan dan alat, pelaksanaan workshop dan pendampingan pengoperasian dan perawatan mesin pengaduk yoghurt. Dari hasil kegiatan yang telah dilaksanakan terlihat bahwa mitra sangat antusias dalam mengikuti program tersebut. Hal ini dapat diketahui dari banyaknya peserta yang mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir dilaksanakannya program. Mitra juga lebih terampil dalam mengoperasikan mesin dengan didampingi oleh Tim Pelaksana Program. Melalui kegiatan ini, diharapkan kedepannya akan mampu membantu meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan bagi para pemilik UKM tersebut.
Ditha Prasanti, Ikhsan Fuady
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1705

Abstract:The ability of the community to access information needs is still uneven among urban people and rural communities. The ability to access information is an open door that must be open to be able to process and understand information, especially in this case is health information. Sanitation is one component of environmental health, a deliberate behavior to civilize a clean life to prevent humans directly touched with dirt and other hazardous waste materials, in the hope of maintaining and improving human health. Therefore, the authors perform Community Service activities entitled "Health Information Literacy Program Counseling in Improving the Quality of Sanitation for the Community at the foot of Mount Burangrang Kab. Bandung Barat."Community Service Activities has a purpose to produce outcomes, namely: 1) Provide concrete knowledge and insight about health information literacy in improving the quality of sanitation for people in West Bandung regency; 2) Providing comprehensive knowledge and insight about health information literacy in improving the quality of sanitation for people in West Bandung Regency.Method of PKM implementation conducted in this extension activity is ice breaking method; Workshop methods, lectures, and action studies. Keywords:Counseling, Literacy, Information, Health, Sanitation, West Bandung
Gendro Wiyono, Prayekti Nugroho, Mujino Mm
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1562

Abstract:Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah Peningkatan Mutu Layanan Pesantren Pemberdayaan Lansia Mukti Mulia yang berlokasi di Padukuhan Bakungan, Desa Wedomartani Kecamatan Ngemplak Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Jumlah penduduk Bakungan 1.151 jiwa, sebanyak 24 % merupakan penduduk usia pra-lansia dan lansia. Seiring pertambahan usia, lansia mengalami kemunduran fisik dan mental yang menimbulkan banyak konsekuensi (Risdianto:2009; Indra: 2010), pendengaran menurun, penglihatan kabur, dan kekuatan fisikpun mulai melemah. Kehidupan yang harus dilalui manusia merupakan keadaan komplek tidak hanya faktor bilogis, tetapi juga faktor psikologis dan sosial (Kusumowardani, Aniek:2014). Melihat kenyataan ini, maka RT-01 sampai dengan RT-05 di Padukuhan Bakungan membentuk Pesantren Pemberdayaan lansia diberi nama “Mukti Mulia” dengan tujuan: (1).Mendukung tercapainya umur harapan hidup secara nasional 70-80 tahun; (2).Membantu meningkatkan kualitas hidup lansia. Adapun kegiatan yang dilakukan meliputi:(1).Senam dan jalan sehat; (2).Syi’iran dan asmaulhusna; (3).Pengajian; (4).Pemeriksaan kesehatan; (5).Iqra; (6).Tabinruta; (7).Tabungan infak rumah; (8).Pemberian makanan tambahan; (9).Manasik haji; (10).Pelatihan perawatan jenazah. Kegiatan seperti ini dilakukan secara rutin setiap hari ahad minggu pertama dan minggu kedua setiap bulan. Guna mengatasi permasalahan mitra tersebut maka ditawarkan solusi untuk menata ulang lingkungannya serta melengkapinya dengan tenda serta sound system yang memadai sehingga kegiatan dapat berjalan dengan lancar dan menyenangkan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup lansia (Yenny Marlina:2013). Solusi yang diberikan ini merupakan kegiatan peningkatan mutu layanan yang mendapatkan respon positip dari para lansia peserta pesantren serta memberikan dorongan untuk melaksanakan kegiatan ini secara rutin dan bermakna, sehingga tujuan dapat tercapai.
Tri Widiastuti, Siti Latifah
JPPM: JURNAL PENGABDIAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT, Volume 1; doi:10.30595/jppm.v1i2.1750

Abstract:Masyarakat di kawasan gambut umumnya mengandalkan air hujan untuk kebutuhan air bersih sehari-hari, akan tetapi ketersediaan air hujan menjadi terbatas pada musim kemarau, itu berarti tidak ada pilihan lain selain memanfaatkan air gambut yang mengalir di parit dilingkungan tempat tinggal mereka. Program KKN PPM bertujuan untuk memberdayakan petani melakukan penjernihan air gambut melalui program alih teknologi dan pendampingan petani. Penjernihan air gambut menggunakan bahan - bahan alami yang mudah didapatkan dilingkungan sekitar mereka, yaitu menggunakan kapur sirih, PAC dan Tawas sebagai koagulan penjernihan air dan juga menggunakan batu kerikil, pasir, arang dan ijuk sebagai filter pada proses penyaringan air. Sasaran utama adalah kelompok tani pengguna air gambut anggota Gapoktan Sumber Bersama yang berada di kampung Kembang Wonosari, dusun Karya 1, desa Kuala Dua. Kegiatan KKN PPM diselenggarakan selama 1bulan diikuti oleh 30 mahasiswa, Metode yang diterapkan adalah membuat plot percontohan, penyuluhan, bersama Poktan membuat sumur resapan, instalasi dan demo penjernihan air gambut. Pada 6 lokasi yang berbeda telah berhasil didirikan 6 buah instalasi pengolahan air gambut dan 6 sumur resapan, Melalui kegiatan KKN-PPM ini para petani telah dapat melakukan penjernihan air secara mandiri dan dapat mengatasi kesulitan air bersih pada musim kemarau. Kata kunci : air gambut, penjernihan, sumur