JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)

Journal Information
ISSN / EISSN : 25799126 / 25498347
Total articles ≅ 94
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Rahmawati Rahmawati, Djoko Suharjanto, Muthmainah Muthmainah, Sarah Rum Handayani, Djamaluddin Subekti, Setyaningtyas H, Fitri Susilowati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.5544

Abstract:
Program Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Pijenan, Wijirejo, Pandak, Bantul Yogyakarta. Mitra dalam kegiatan pengabdian ini adalah UKM Batik Wongso dan Batik Brenda yang memiliki permasalahan sama dengan permasalahan yang dihadapi oleh UKM pada umumnya, yaitu terkait dengan masalah manajemen usaha, administrasi pencatatan/pembukuan, manajemen pemasaran, penyusunan laporan keuangan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kinerja usaha serta kehidupan social ekonomi masyarakat pengrajin sehingga dapat menanggulangi kemiskinan. Metode yang digunakan adalah : (1) Observasi dan Wawancara, (2) Focus Group Discussion (FGD), (3) Analysis kebutuhan pelatihan (4) Pelatihan dan Pendampingan. Observasi dan wawancara dilakukan untuk mendapatkan gambaran umum tentang mitra. FGD dilakukan untuk mengidentifikasi dan membahas secara lebih mendalam terkait dengan permasalahan yang dihadapi oleh mitra. Analisis kebutuhan pelatihan dilakukan untuk menentukan materi yang dibutuhkan oleh mitra. Hasil kegiatann ini adalah : 1) Mitra membutuhkan pelatihan tentang kewirauahaan, manajemen usaha, manajemen pemasaran, manajemen operasi dan manajemen keuangan. 2) Pelatihan dan pendampingan dapat meningkatkan kinerja usaha serta kehidupan social ekonomi masyarakat pengrajin.
Ratih Herningtyas, Surwandono Surwandono
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.5718

Abstract:
Dusun Kadirojo Palpabang Bantul merupakan wilayah yang mengalami kerusakan masif dan jumlah kematian yang besar pada saat terjadi gempa bumi 27 Mei 2006. Wilayah ini memiliki posisi geologis yang terlewati oleh sesar gempa bumi dan hanya empat km dari pusat gempa di Sungai Opak. Mempertimbangkan potensi akan terjadinya bencana dimasa akan datang, diperlukandaya tahan masyarakat di daerah rawan bencana. Mitra kegiatan ini adalah organisasi Muhammadiyah di tingkat desa atau ranting, yaitu organisasi yang memiliki kontribusi besar dalam gerak kehidupan sosial, ekonomi dan keagamaan, dan memiliki potensi besar sebagai agen sosial dan perubahan dalam masyarakat. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran diri pengurus Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Kadirojo Palpabang Bantul sebagai agen sosial dalam membangun desa tangguh bencana melalui desiminasi seperangkat gagasan dan pendampingan dalam membangun desa tangguh bencana. Metode pengabdian masyarakat ini menggunakan pendekatan konstruktivis dari Peter L Berger, melalui 2 aktivitas utama, yaitu obyektifikasi dalam bentuk penyusunan buku panduan bergambar tentang tata kelola pembangunan desa tangguh bencana dan eksternalisasi dalam bentuk focus group discussion. Hasil kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kesadaran diri pengurus PRM Kadirojo Palbapang Bantul yang ditunjukkan melalui pengukuran skala pengetahuan, nilai dan tindakan dalam membangun desa tangguh bencana dan hal ini berguna untuk mengelola isu bencana secara produktif.
Azmi Fitriati, Subuh Anggoro, Sri Harmianto
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.5496

Abstract:
Pendidikan karakter merupakan solusi atas permasalahan sosial di Indonesia, seperti peningkatan kriminalitas, pergaulan bebas, penggunaan obat terlarang hingga sikap yang bertentangan dengan nilai dalam masyarakat.Penguatan pendidikan karakter diharapkan dapat menangkal hal-hal tersebut sekaligus meningkatkan hasil belajar baik dalam aspek afektif dan kognitif. Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah di Kabupaten Banyumas belum memiliki perangkat yang dapat memonitor perkembangan karakter siswanya. Tujuan kegiatan ini adalah (1) mensosialisasikan pentingnya Islamic Character dalam penguatan pendidikan karakter; dan (2) melatih guru dan orangtua siswa melakukan pemantauannya menggunakan buku saku karakter digital. Metode pengabdian yang digunakan yaitu sosialisasi dan pelatihan. Islamic Character dapat dikembangkan oleh MI Muhammadiyah di Kabupaten Banyumas sebagai program penguatan pendidikan karakter. Melalui integrasi karakter dalam kurikulum, kegiatan ekstrakurikuler, maupun penguatan karakter secara khusus dalam nilai-nilai religius, nasionalis, mandiri, gotong royong dan integritas dapat dilakukan secara intensif dan berkelanjutan. Sedangkan aplikasi buku saku karakter digital dapat dijadikan sebagai alternatif pemantauan perkembangan karakter siswa.
Riandhita Eri Werdani, Nurul Imani Kurniawati, Johan Bhimo Sukoco, Anafil Windriya, Dian Iskandar
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v4i1.4655

Abstract:
Produk UMKM yang dihasilkan masyarakat di Kelurahan Tembalang mayoritas merupakan produk makanan yang merupakan buatan sendiri (homemade) yang berskala rumahan dan dikerjakan oleh ibu-ibu rumah tangga. Pertumbuhan dan pengembangan UMKM yang ada pada kelurahan Tembalang khususnya yang diproduksi oleh ibu-ibu rumah tangga banyak mengalami berbagai macam kendala sehingga kurang optimal. Strategi pemasaran berbasis teknologi dapat menjadi kekuatan utama mendongkrak penjualan produk-produk tersebut. Tujuan kegiatan ini adalah dapat meningkatkan pangsa pasar sehingga meningkatkan omset dan laba penjualan produk melalui media social sebagai alat pemasaran produk UMKM di Keluruahan Tembalang. Jumlah peserta sebanyak 23 orang, terdiri dari berbagai jenis UMKM di Kelurahan Tembalang yang sebagian besar adalah ibu rumah tangga. Metode yang digunakan yaitu pemberian pelatihan dan pendampingan kepada peserta. Pelatihan dibagi menjadi 4 sesi dan di akhir pelatihan dilakukan evaluasi. Hasil dari pelatihan ini adalah meningkatnya pengetahuan dan kemampuan peserta dalam pemanfaatan sosial media sebagai alat pemasaran terbukti dengan perubahan angka rerata pretest 71,03 dan posttest 120,30. Pemahaman akhir peserta terhadap media sosial facebook sebesar 70% lebih besar daripada pemahaman akhir peserta terhadap Instagram sebesar 55%.
Desi Susilawati, Putri Rachmawati
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.4633

Abstract:
Dusun Karangnongko, Desa Ngloro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunung Kidul memiliki hasil panen jagung dan singkong yang berlimpah. Namun hasil panen ini belum diolah oleh masyarakat secara optimal. Dusun Karanongko memiliki potensi kewirausahaan, karena ada beberapa kelompok wanita tani yang sudah memiliki usaha kecil seperti olahan Kripik Tempe, namun belum ada kelompok usaha yang mengolah jagung. Pelaksanaan KKN PPM ini menggunakan metode ESD (Education for Sustainable Development). ESD adalah metode pembelajaran untuk mendukung pembangunan berkelanjutan, yaitu jenis pembelajaran yang memberikan kesadaran jiwa wirausaha yang inovatif dan kreatif. Program yang dilakukan meliputi: 1) Ceramah tentang pentingnya kegiatan pasca panen, 2) penyuluhan untuk meningkatkan jiwa wirausaha, 3)Pelatihan dan praktik mengolah jagung menjadi eggroll, 4) Pelatihan Packaging /labelling sehingga kemasan menjadi lebih menarik dan memasarkan produk. Hasil kegiatan pengabdian ini adalah tumbuhnya keasadaran keluarga berjiwa wirausaha yang mandiri, meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kelompok wanita tani dalam mengolah makanan berbahan dasar jagung,terjalin kerjasama dengan UKM Putri 21 menjadi pemasok jagung dan singkong.
Ani Yunita, Heri Purwanto
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.4603

Abstract:
Program pengabdian ini dilatarbelakangi oleh minimnya akses pasar dan informasi pemasaran di Dusun Sanggrahan I, Desa Muntuk, Dlingo, DIY. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan enterpreneurship, memperluas akses pasar dan akses informasi pemasaran baik secara pemasaran manual maupun online produk kerajinan bambu bagi Kelompok PKK di Dusun Sanggarahan I tersebut. Metode pelaksanaan yang dilakukan dalam program kegiatan pengabdian masyarakat ini ialah memberikan penyuluhan dan pelatihan dengan metode ceramah dan tanya jawab serta pendampingan pemasaran oleh Tim Pelaksana Program Pengabdian dengan metode pendampingan praktek. Pelaksanaan pengabdian ini memiliki sasaran yaitu Kelompok Ibu PKK Dusun Sanggrahan 1. Hasil dan pembahasan dalam pengabdian ini ialah kelompok PKK Dusun Sanggrahan 1 yang semulapengetahuan anggota kelompok PKK hanya mendapatkan pengetahuan berwirausaha 50 persen menjadi meningkat 75 persen dapat mengetahui dan memahami mengenai pentingnya berwirausaha dan cara pembuatan kerajinan bambu. Semula ketrampilan dan kreatifitas anggota kelompok PKK masih sangat terbatas berkisar 60 persen dalam membuat produk berupa tampah, tambir, irik, kalo dan ceting menjadi 90 persen lebih trampil, kreatif dan inovatif dalam membuat variasi produk kerajinan bambu berupa tempat pensil, tempat tisu, tempat permen dan tempat boneka.Ketrampilam anggota PKK dalam memasarkan hasil kerajinan bambu sebelumnya hanya 40 persen atau masih sangat tergantung dengan tengkulak maka setelah adanya pengabdian ini ketrampilan kelompok PKK melakukan pemasaran kerajinan bambu baik secara manual dengan menawarkan ke toko/swalayan maupun online melalui akun whatsapp, instagram dan facebook menjadi meningkat 70 persen lebih trampil.
Ahmad Bahrudin, Widdiyanti Widdiyanti, Wahyono Wahyono
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.3146

Abstract:
Kegiatan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan di Nagari Kubang karena sebagian besar masyarakatnya, terutama para wanita, memiliki keterampilan menganyam batang mansiang untuk dijadikan produk yaitu kombuik yang berfungsi sebagai tempat beras yang digunakan ketika akan berkunjung ketempat kematian. Tetapi eterampilan ini didapatkan secara turun temurun sehingga produk yang dihasilkan masih meniru produk yang sudah ada. Pengrajin ini membutuhkan tambahan keterampilan lain, seperti cara mendesain aneka ragam bentuk produk olahan anyaman dan implementasi desain menjadi produk jadi. Metode kegiatan yang dilakukan adalah pendidikan masyarakat melalui kegiatan penyuluhan tentang pengembangan industri kreatif, pengembangan desain produk dan strategi produksi produk kerajinan mansiang. Metode pelatihan dilakukan melalui demonstrasi langsung diversifikasi produk kerajinan anyaman mansiang berdasar selera pasar. Adapun hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah : 1) meningkatnya kemampuan pengajin dalam membuat desain, 2) produk-produk tas wanita dengan berbagai bentuk dengan bahan baku anyaman mansiang, 3) meningkatnya kemampuan dalam mengaplikasikan teknik hias decoupage dan sulam pita.
Syamsul Bahri, Helga C. A. Silubun, Minuk Riyana
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.4104

Abstract:
SMP Negeri 11 Merauke terletak di Distrik Sota yang peserta didiknya cukup beragam, bahkan ada dari negara tetangga, yaitu PNG. Hasil ujian nasional peserta didik, khususnya mata pelajaran IPA pada tiga tahun terakhir terus mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar peserta didik tergolong rendah. Salah satu hal yang menyebabkan rendahnya hasil belajar peserta didik adalah pembelajaran yang belum dilengkapi dengan media pembelajaran yang kontekstual.Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan guru IPA agar mampu mebuat media pembelajaran yang kontekstual dengan menggunakan PowerPoint. Media pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik, khususnya pada ujian nasional. Adapun subjek dalam kegiatan ini adalah guru-guru SMP Negeri 11 Merauke yang terletak di Distrik Sota yang merupakan daerah perbatasan antara RI dengan Papua New Guinea yang berjumlah 15 orang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian adalah dengan melakukan pelatihan, pendampingan serta pembuatan media pembelajaran IPA yang kontekstual dengan mengintegrasikan ke dalam PowerPoint. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan kemampuan menggunakan PowerPoint untuk media pembelajaran sebesar 24,5%, yaitu dari 27,3% menjadi 45,7%. Secara umum, pengetahuan dan kemampuan guru menggunakan PowerPoint sebagai media pembelajaran masih tergolong rendah cukup rendah. Oleh karena itu, diharapkan kepada seluruh stakeholder untuk memperhatikan kemampuan guru di dalam menggunakan TIK, khususnya yang berhubungan langsung dengan pembelajaran. Hal ini tentunya akan mendukung karakteristik pembelajaran abad 21 serta pembelajaran di era revolusi industri 4.0 (I4.0).
Nurul Istiqomah, Izza Mafruhah, Nunung Sri Mulyani, Dewi Ismoyowati, Kresno Sarosa Pribadi
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.3973

Abstract:
Batik merupakan salah satu warisan budaya bangsa Indonesia yang telah ditetapkan oleh UNESCO. Maka tiap daerah dipacu untuk mengembangkan batik sesuai dengan kearifan lokal dan keunikan budayanya. Ngawi belum mempunyai batik dengan ciri khas, sehingga agak sulit untuk membedakan batik produksi Ngawi atau daerah di sekitarnya seperti batik dari Sragen atau Magetan. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan batik dengan ciri khas Ngawi berdasarkan kekayaanlokal serta warisan budaya sehingga akan menarik dan mendorong peningkatan permintaan pasar serta pendapatan masyarakat khususnya UMKM yang bergerak di bidang Batik. Pengabdian ini dilaksanakan di Ngawi dan bertujuan :1) Menggali motif khas batik Ngawi dengan memperhatikan kekayaan alam dan budaya 2). Mengenalkan model baru produkdi batik yang mengkolaborasikan antara batik tulis dan print dengan metode malam dingin3) meningkatkan pemasaran dengan pembuatan web dan instragram batik Ngawi. Metode yang digunakan pada pengabdian ini adalah : 1). Focus Group Discussion dengan beberapa stakeholder mengenai kekayaan budaya, sejarah dan alam di Ngawi yang melibatkan pelaku UMKM batik sehingga bisa memberikan konsep mengenai motif batik yang lebih bisa diterima oleh masyarakat luas, dan 2). Pelatihan, mendemonstrasikan membatik dengan teknik malam dingin kepada mitra UKM batik supaya pengetahuannya semakin bertambah dan mempersingkat proses membatik. Hasil dari pengabdian ini adalah diperolehnya desain motif batik khas Ngawi dengan berdasarkan ada kekayaan alam dan budaya yang ada di Ngawi yaitu motif Benteng Van Den Bosch/ Benteng Pendem yang dikolaborasikan dengan motif pohon bambu, daun jati serta motif Trinil yang merupakan salah satu aset terbesar di Ngawi, serta motif Waduk Pondok yang merupakan slah satu kekayaan ekologi yang dimiliki Ngawi. UKM mitra pengabdian juga mendapatkan pengetahuan dan ketrampilan terbaru dalam proses membatik dengan menggunakan metode malam dingin, yang proses pembatikkannya menjadi lebih cepat karena membutuhkan waktu ± 2 motif untuk proses pembuatan motif sehingga menghemat ongkos produksi. Screen batik yang digunakan dalam proses membatik dengan malam dingin bisa digunakan sampai dengan 1.000 lembar batik. Meningkatnya pemasaran batik ngawi dengan media online.
Winda Amilia, Rokhani Rokhani, Rendra C. Prasetya, Bertung Suryadharma
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat), Volume 4; doi:10.30595/jppm.v0i0.4268

Abstract:
Pariwisata adalah kebutuhan manusia. Pariwisata membuka peluang bagi pemerintah daerah dan masyarakat untuk memanfaatkan sumberdaya alam dan kekayaan budaya sebagai sajian wisata. Desa Gadingan di Kabupaten Situbondo memiliki potensi sumberdaya alam dan budaya yang dapat dikembangkan sebagai desa wisata. Potensi tersebut didukung oleh aksesibilitas dan obyek wisata lain yang ada di sekitas desa Gadingan. Masalah yang teridentifikasi yaitu rendahnya kapabilitas masyarakat dalam identifikasi potensi, perencanaan, dan pengelolaan desa wisata. Tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah mengembangkan kemampuan manajerial sumberdaya manusia desa Gadingan dalam pengidentifikasian dan perencanaan potensi serta pengelolaan desa wisata. Metode pelaksanaan kegiatan dengan Focus Group Discussion (FGD) penyuluhan, pelatihan, dan pendampingan bagi masyarakat penggerak desa wisata. Hasil analisa potensi wisata dengan metode FGD yaitu pantai Gadingan sebagai wisata utama, pemilihan pasar ikan Jangkar, embung Gadingan, dan pelabuhan syahbandar sebagai wisata pelengkap, serta Sholawat Nariyah sebagai wisata penunjang.
Back to Top Top