PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia)

Journal Information
ISSN / EISSN : 1693-3591 / 2579-910X
Total articles ≅ 65
Filter:

Latest articles in this journal

Suci Fitriani Sammulia, Netty Suhatri, Hesti Chaterine Raja Guk-Guk
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.5744

Abstract:
Makanan Pedagang Kaki Lima (PKL) belum tersentuh pengawasan yang ketat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga secara kualitas tidak terpantau dengan baik sehingga perlu diwaspadai akan keamanan pangan seperti pada cilok, terutama pada jajanan Sekolah Dasar. Selain itu, cilok dijual dalam keadaan terbuka, sehingga memungkinkan terjadinya cemaran oleh mikroba. Tujuan penelitian ini sebagai sumber informasi ilmiah tentang deteksi rhodamin B dan boraks serta cemaran bakteri Salmonella sp. pada cilok di Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 5 sampel, 3 sampel (C, D, E) positif tercemar oleh Salmonella sp, untuk uji boraks dan rhodamin B menunjukkan bahwa kelima sampel negatif mengandung boraks dan rhodamin B, sehingga dapat disimpulkan dari kelima sampel yang paling aman untuk di komsumsi adalah cilok sampel A dan B.
Trie Yuni Elfasyari, Lita Riastienanda Putri, Sawitri Wulandari
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.5639

Abstract:
Daun bidara memiliki kandungan fenolat dan flavonoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan ekstrak etanol daun bidara dalam bentuk sediaan gel serta uji aktivitas antioksidannya. Basis gel dibuat dengan variasi konsentrasi HPMC 3, 5, dan 7% dengan konsentrasi ekstrak 2,5% untuk setiap formula. Selanjutnya dilakukan evaluasi kestabilan gel selama 3 minggu. Aktivitas antioksidan diuji dengan metode DPPH. Hasil menunjukkan ekstrak etanol daun bidara dapat diformulasikan menjadi sediaan gel antioksidan dengan variasi basis HPMC 3 dan 5%, dimana sediaannya memiliki sifat fisik dan stabilitas yang baik, terbukti dengan tidak adanya perubahan organoleptis, pH, viskositas, dan daya sebar selama evaluasi. Gel ekstrak etanol daun bidara memiliki aktivitas antioksidan yang berbeda-beda berdasarkan variasi konsentrasi HPMC. Peningkatan konsentrasi HPMC menyebabkan perbedaan kemampuan pelepasan zat aktif yang ditunjukkan dengan persen inhibisi yang berbeda untuk F1, F2, and F3 yaitu masing-masing sebesar 52,55; 48,66; dan 32,88%.
Fina Aryani, Welny Noverianti, Septi Muharni
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.4827

Abstract:
Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit metabolik kronik dimana pasien DM tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang cukup atau tidak mampu menggunakan insulin secara efektif sehingga terjadi kelebihan glukosa darah. DM merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengobatan jangka panjang sehingga dituntut ketaatan pasien dalam menggunakan obat. Salah satu upaya untuk meningkatkan ketaatan adalah dengan pemberian Medication Aids. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Medication Aids terhadap ketaatan pasien DM tipe 2 di beberapa Puskesmas Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu (quasi experiment), dengan rancangan Non Randomized Control Group Pretest and Posttest Design yang dilakukan terhadap 100 pasien yang dikelompokkan menjadi 50 pasien kelompok kontrol dan 50 pasien kelompok perlakuan. Metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Pengumpulan data ketaatan pasien menggunakan MMAS-8. Data dianalisis menggunakan uji statistik Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan nilai p=0,000 (p
Hesti Marliza, Suhaera Suhaera, Trinur Atika Saputri
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.5692

Abstract:
Ikan asin merupakan produksi bahan ikan segar yang ditambahkan garam sekitar 15-20%. Cara tradisional ini memiliki kekurangan seperti terkendala saat musim penghujan sehingga proses penjemuran ikan asin menjadi tidak sempurna yang mengakibatkan ikan asin cepat mengalami kerusakan, karena itu banyak pedagang ikan asin menggunakan bahan kimia berbahaya seperti formalin untuk mengawetkan ikan asin agar bertahan lama dan tidak membusuk. Penelitian ini bertujuan untuk mendeteksi adanya kandungan formalin pada ikan asin yang dijual di Pasar Jodoh, Kota Batam. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif. Hasil dari pengujian 18 sampel ikan asin yang diambil dari Pasar Jodoh, Kota Batam, negatif mengandung formalin.
Deny Puriyani Azhary, Rahma Zisca, Yanni Dhiani Mardhiani, Dhini Dwi Utami
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.5450

Abstract:
Amilum ganyong adalah biomaterial yang dapat digunakan dalam industri farmasi karena memiliki sifat fisikokimia yang menyerupai amilum singkong, yang telah umum digunakan untuk industri farmasi. Amilum ganyong alami memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang kurang baik, yang sangat penting pada proses pengempaan tablet khususnya dalam formulasi tablet kempa langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah modifikasi amilum ganyong alami sehingga dapat memperbaiki sifat alir dan kompresibilitasnya untuk eksipien tablet kempa langsung. Modifikasi dilakukan dengan cara pregelatinasi parsial pada suhu 50, 55, dan 60 °C, kemudian dilakukan evaluasi amilum ganyong sebelum dan sesudah modifikasi. Setelah itu dilakukan pembuatan tablet asetosal menggunakan eksipien amilum ganyong modifikasi serta evaluasi karakteristik tablet. Hasil evaluasi amilum menunjukkan bahwa amilum ganyong modifikasi memiliki sifat alir dan kompresibilitas yang lebih baik daripada amilum alami. Hasil uji Anova menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan pada hasil evaluasi amilum alami dan modifikasi (P
Iif Hanifa Nurrosyidah, Milu Asri, Alfian Fm
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.4505

Abstract:
Kulit memiliki peranan yang sangat vital bagi manusia. Kulit berfungsi sebagai barier utama melawan infeksi, paparan zat kimia dan sinar matahari, dan kontaminan fisik lainnya sehingga kotoran akan mudah menempel pada kulit. Oleh karena itu, sangat penting menjaga dan memelihara kebersihan kulit untuk kesehatan. Sabun padat mampu membersihkan kotoran pada kulit. Kelemahan sabun padat yang selama ini beredar di pasaran adalah relatif menyebabkan kulit kering. Ekstrak temugiring (Curcuma heyneana Valeton & Zijp) memiliki aktivitas sebagai antiradikal bebas dan mampu membantu menghaluskan kulit. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah formulasi sabun padat yang mampu membersihkan, menghaluskan kulit, dan tidak menyebabkan kulit kering. Tujuan penelitian ini adalah melakukan studi formulasi sabun padat opaque dengan perbedaan konsentrasi ekstrak rimpang temugiring. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh pH sabun padat ekstrak rimpang temu giring formula I,II, dan III sebesar 10. Nilai pH sediaan sabun memenuhi persyaratan sesuai literatur yaitu 9-11. Kadar air pada formula I, II, dan III sebesar berturut-turut 14; 14,55; dan 15%. Kadar air sediaan memenuhi persyaratan SNI yaitu tidak lebih dari 15%. Uji stabilitas busa sediaan sabun padat berkisar antara 73–95%. Uji organoleptis sabun padat untuk aroma, warna, dan tekstur serta efek melembabkan untuk formula I, II, dan III memiliki nilai tingkat kesukaan yang sama.
Sabtanti Harimurti, Winny Setyonugroho, Ardi Pramono, Rizky Hidayaturahmah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.5878

Abstract:
Synthesis of curcumin derivate is commonly conducted using conventional heating like heating mantel. The synthesis was usually done in the very long time. An experiment on finding an efficient synthesis method may be necessary to conduct, such as using microwave to replace the energy source. The synthesis of curcumin derivate 1,5-bis(4’-hydroxy-3’-metoxyphenyl)-1,4-pentadiene-3-one or gamavuton-0 assisted by microwave irradiation has been carried out. This synthesis was done on propose of cancer drug discovery to answer the search of new cancer drug on the increase of cancer incidence recently. The synthesis was done under microwave irradiation using vanillin and acetone as the starting material, and hydrochloric acid as the catalyst. Based on the experimental data, the microwave irradiation significantly reduces the reaction time. By using microwave irradiation, the synthesis can be done in a short time.
Yunti Fitriani, Liza Pristianty, Andi Hermansyah
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.5427

Abstract:
Ketidakpatuhan penggunaan insulin pada pasien Diabetes Melitus (DM) dapat mengakibatkan kegagalan terapi. Pada pasien DM tipe 2, tingkat kegagalan berpotensi meningkat karena dipengaruhi oleh perilaku pasien yang awam dalam menggunakan insulin. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kepatuhan pasien DM tipe 2 dalam menggunakan insulin yang benar dengan pendekatan teori Health Belief Model (HBM). Metode yang digunakan adalah survei kepada pasien DM Rawat Jalan di suatu Rumah Sakit (RS) di Surabaya dengan responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dianalisis dengan uji regresi linier berganda untuk mengukur pengaruh lima komponen HBM yaitu (1) perceived susceptibility, (2) perceived severity, (3) perceived benefit, (4) perceived self-efficacy, dan (5) perceived barrier terhadap kepatuhan pasien dalam menggunakan insulin yang benar. Hasil penelitian menunjukkan lima komponen memiliki pengaruh yang simultan terhadap kepatuhan penggunaan insulin. Empat komponen awal (1-4) memiliki pengaruh positif (semakin tinggi semakin patuh) sedangkan komponen 5 memiliki pengaruh negatif (semakin rendah semakin patuh). Perlu adanya upaya terstruktur dan berkelanjutan dari pihak RS untuk meningkatkan komponen 1-4 dan menurunkan komponen 5.
Dina Ratna Juwita, Nadya Faradani, Much Ilham Novalisa Aji Wibowo
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.5627

Abstract:
Persalinan dan pelahiran dapat menimbulkan nyeri. Penanganan nyeri harus dikontrol secara adekuat agar nyeri tersebut tidak berubah menjadi nyeri kronis, sehingga tidak berdampak negatif terhadap morbiditas dan mortalitas ibu hamil. Nyeri tersebut dapat ditangani dengan analgesik. Konsumsi obat tersebut dapat terdistribusi ke ASI yang mengganggu proses menyusui. Oleh karena itu penggunaannya perlu diperhatikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penggunaan analgesik pada ibu pasca melahirkan yang meliputi penggunaan obat analgesik, intensitas nyeri pada pasien pasca melahirkan, dan efektivitas obat analgesik pada pasien pasca melahirkan di RSU Bunda Purwokerto periode Januari-Maret 2019. Penelitian ini merupakan penelitian noneksperimental dengan desain penelitian deskriptif observasional. Pengambilan data secara prospektif dengan sumber data penelitian yang digunakan yaitu hasil rekam medik dan penilaian nyeri menggunakan Visual Analog Scale. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel yang digunakan yaitu 50. Analisis hasil dalam bentuk persentase yang disajikan dalam bentuk tabel dan gambar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan obat analgesik yang paling banyak digunakan pada ibu pasca melahirkan normal yaitu asam mefenamat tablet dan pasca sectio caesarea yaitu ketoprofen suppositoriaI. Intensitas nyeri pada pasien pasca melahirkan berada di kategori nyeri sedang dan obat analgesik yang digunakan efektif untuk mengatasi nyeri pasca melahirkan.
Ekadipta Ekadipta, Muhammad Sadikin, Muhammad Rizqi Yusuf
PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia (Pharmaceutical Journal of Indonesia), Volume 16; doi:10.30595/pharmacy.v16i2.4920

Abstract:
Pelayanan kefarmasian di puskesmas berperan penting dalam pelaksanaan upaya kesehatan bagi masyarakat, yaitu dengan pelaksanaan pemberian informasi obat untuk mendukung penggunaan obat. Pemberian informasi obat harus jelas agar pasien puas. Kualitas pelayanan kesehatan yang baik apabila dilakukan dengan standar dan menimbulkan kepuasan bagi pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pemberian informasi obat pada pelayanan resep berdasarkan kepuasan pasien BPJS rawat jalan di Unit Pelayanan Obat, Puskesmas Kecamatan Cilandak periode Agustus 2018. Desain penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif dengan menerapkan Permenkes nomor 74 tahun 2016 dan Permenpan nomor 14 tahun 2017. Dari hasil penelitian diperoleh data bahwa kualitas pemberian informasi obat secara keseluruhan mendapatkan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) sebesar 77,21 dengan mutu B dan kualitas baik. Berdasarkan karakteristik responden yang menyatakan kualitas baik yaitu jenis kelamin perempuan, usia 19-49 tahun dan 50-59 tahun, pendidikan terakhir SMP ke atas. Kualitas kurang baik dinyatakan oleh jenis kelamin laki-laki dan pendidikan terakhir SD ke bawah. Berdasarkan perunsur dengan kualitas sangat baik diperoleh pada sediaan, dosis, cara pakai, dan indikasi. Kualitas baik diperoleh pada nama obat. Kualitas kurang baik diperoleh pada cara penyimpanan dan efek samping. Kualitas tidak baik diperoleh pada kontraindikasi, stabilitas, dan interaksi obat.
Back to Top Top