Publik (Jurnal Ilmu Administrasi)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2301573X / 25812084
Current Publisher: Universitas Muhammadiyah Gorotalo (10.31314)
Total articles ≅ 39
Filter:

Latest articles in this journal

Ismet Sulila
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 8, pp 67-74; doi:10.31314/pjia.8.1.67-74.2019

Abstract:This empirical study was intended to analyze, measure, and discuss the effect of human resource competency and the implementation of regional financial management information system on the quality of financial statement at BPKAD office of Gorontalo City.. Based on the initial study and research problem, hence the research used a quantitative approach and supported by ex post facto method. The technique of data analysis employed multiple regression. The findings of this study include: first, there has been a significant effect of human resource competency on the quality of financial statement at BPKAD office of Gorontalo City. Second, there has been an important effect of the Implementation of Regional Financial Management Information System on the quality of financial statement at BPKAD office of Gorontalo City. Third, there has been a contribution of the effect of human resource competency and Implementation of Regional Financial Management Information System simultaneously on the quality of financial statement at BPKAD office of Gorontalo City. Based on the previous conclusions, it is recommended: 1) To improve the human resource competency in regard of the use of regional financial management apps through training and advanced technical guidance activities, 2) To make an effective use of regional financial apps in various institutionsin Gorontalo City government, 3) that further research should examine the effect of other factors on the quality of financial statement.
Ni Wayan Widhiastini, Nyoman Sri Subawa, Nyoman Sedana, Ni Putu Intan Permatasari
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 8, pp 1-11; doi:10.31314/pjia.8.1.1-11.2019

Abstract:Community political participation is a political process in an effort to determine state decisions and policies to improve the welfare of the community. This research was conducted in the context of community participation, particularly Jembrana Regency which has a variety of different characteristics of the community. Those specific characteristics of Jembrana Regency community are; 1) Geographical aspect which showing a very wide area distribution, 2) Population aspect which indicating the difficulty of reaching rural areas that are relatively far from the city center and government, 3) Sociological aspect which representing political euphoria that often creates tension from the preparation stage to the final stage of the election. The problems formulated in this study are the factors that become obstacles to community participation in the regional elections of Bali Province. This study uses a quantitative approach with data analysis techniques, namely factor analysis, which aims to find factors that become a barrier for society to choose their governor. The respondents taken were 260 people with stratified proportional random ampling technique, from 5 sub-districts. Data collection techniques are carried out by doing observation, distributing questionnaires, and documentation. The results of the study concluded that the factors that inhibit volunteers in regional head elections are; 1) Not competent, 2) Geographical, 3) Not independent.Partisipasi politik masyarakat merupakan proses politik dalam upaya menentukan keputusan dan kebijakan negara untuk menyejahterahkan masyarakatnya. Penelitian ini dilakukan dalam konteks partisipasi masyarakat, khususnya Kabupaten Jembrana yang memiliki ragam karakteristik masyarakat yang berbeda. Karakteristik khusus yang dimiliki masyarakat Kabupaten Jembrana adalah; 1) Aspek geografis, menunjukkan sebaran wilayah yang sangat luas, 2) Aspek kependudukan, menunjukkan sulitnya menjangkau wilayah pedesaan yang jaraknya relatif jauh dari pusat kota dan pemerintahan, 3) Aspek sosiologis, yang menunjukkan euphoria politik yang sering menimbulkan ketegangan dari tahap persiapan sampai ke tahap akhir pemilihan. Persoalan yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah faktor yang menjadi penghambat partisipasi masyarakat pada pemilihan kepala daerah Provinsi Bali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencermati faktor penghambat partisipasi masyarakat pada pemilihan kepala daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan teknik analisis data yakni analisis faktor, yang bertujuan untuk mengkonfirmasi faktor penghambat masyarakat dalam memilih gubernur. Responden yang diambil sebanyak 260 responden dengan teknik stratified proportional random sampling, dan populasi sebanyak 225.725 dari 5 kecamatan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi, menyebarkan kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa faktor-faktor penghambat menjadi sukarelawan dalam pemilihan kepala...
Safitri Ridwan Rangkuti, Irfan Ridwan Maksum
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 8, pp 38-52; doi:10.31314/pjia.8.1.38-52.2019

Abstract:Child-friendly and child-based schools are an effort to fulfill children's rights and provide quality education for children. This study aims to explain the implementation of Child Friendly School Policies established by the Ministry of Female Empowerment and Child Protection and to analyze the supporting and inhibiting factors for the implementation of Child Friendly School Policies in SMP Negeri 6 Depok. This study used a qualitative method that shows the implementation of the Child Friendly School Policy in SMPN 6 Depok been going well, assessed in the context of the process, results (output), impact (outcomes) and causality (causal connection).The factors that support the implementation of the Child Friendly School Policy at SMP Negeri 6 Depok are good and smooth communication, attitudes and commitment of all school people, coordination between the Depok Government and the School and the positive support of all school members, parents, surrounding communities. However, there are still obstacles, namely the limited school budget and the number of teachers, and the density of teacher activities that have caused the implementation of policies to be not optimal. For facilitating the implementation of child-friendly school policies, collaboration between central government and local government, schools and communities is needed. Sekolah yang ramah anak dan berbasis hak anak merupakan upaya memenuhi hak-hak anak dan memberi pendidikan yang berkualitas bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak yang ditetapkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan menganalisis faktor pendukung dan penghambat implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak di Kota Depok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang menunjukan implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak di SMP Negeri 6 Depok sudah berjalan baik, dinilai dalam konteks proses, hasil (output), dampak (outcome) dan hubungan sebab akibat (causal connection). Faktor-faktor yang mendukung implementasi Kebijakan Sekolah Ramah Anak di Kota Depok adalah komunikasi yang baik dan lancar, sikap dan komitmen seluruh warga sekolah, koordinasi antar Pemda Depok dengan Sekolah serta adanya dukungan positif seluruh warga sekolah, orang tua, masyarakat sekitar. Namun masih terdapat faktor penghambat yaitu terbatasnya anggaran sekolah dan jumlah guru serta padatnya aktivitas guru menyebabkan pelaksanaan kebijakan belum optimal. Untuk memperlancar implementasi kebijakan sekolah ramah anak dibutuhkan kerjasama antara seluruh pihak baik pemerintah pusat dan daerah, sekolah dan masyarakat
Hazid Jalma, Roni Ekha Putera, Kusdarini Kusdarini
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 8, pp 24-37; doi:10.31314/pjia.8.1.24-37.2019

Abstract:As a form of e-Government development initiative, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang has an initiative in the form of using the OpenSID web application. But in its implementation, there are still shortcomings and problems in the OpenSID implementation process. This research was conducted using qualitative descriptive methods. Data were collected through interviews with respondents selected based on purposive sampling technique, documents on the use of OpenSID web and observing the use of OpenSID web on improving public services. The study show that the use of the OpenSID web in improving public services has gone well, can be seen from the dimensions of public sector web analysis. Utilization of the OpenSID web has various information and is managed well with the PPID. The impact of public services that can be felt from the use of the OpenSID web is to easily obtain nagari information, information on public service processes and public services that can be resolved quickly because of population data that already exists on the OpenSID server. However, the utilization of the OpenSID website is still not running optimally. This is because some of the information contained in the content is non-updated information and some information does not yet exist.Sebagai bentuk inisiatif pengembangan e-Government, Nagari Tanjung Haro Sikabu-kabu Padang Panjang memiliki inisiatif dalam bentuk menggunakan aplikasi web OpenSID. Namun dalam implementasinya, masih ada kekurangan dan masalah dalam proses implementasi OpenSID. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan responden yang dipilih berdasarkan teknik purposive sampling, dokumen tentang penggunaan web OpenSID dan mengamati penggunaan web OpenSID untuk meningkatkan layanan publik. Studi ini menunjukkan bahwa penggunaan web OpenSID dalam meningkatkan layanan publik telah berjalan dengan baik, dapat dilihat dari dimensi analisis web sektor publik. Pemanfaatan web OpenSID memiliki berbagai informasi dan dikelola dengan baik dengan PPID. Dampak dari layanan publik yang dapat dirasakan dari penggunaan web OpenSID adalah dengan mudah mendapatkan informasi nagari, informasi tentang proses layanan publik dan layanan publik yang dapat diselesaikan dengan cepat karena data populasi yang sudah ada di server OpenSID. Namun, pemanfaatan situs web OpenSID masih belum berjalan optimal. Ini karena beberapa informasi yang terkandung dalam konten adalah informasi yang tidak diperbarui dan beberapa informasi belum ada.
Dandi Darmadi, Rasyid Thaha
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 8, pp 75-88; doi:10.31314/pjia.v8i1.291

Abstract:This study aims to analyze the quality of the examination of State Financial Management conducted by the Financial Examination Agency (BPK) of the Republic of Indonesia representative of South Sulawesi. Analyze how the criteria in giving opinion on regional finance so that the Opinion is in line with the findings of irregularities, besides how the results of the BPK's examination or findings can be used as a basis for law enforcement against the examinee if found to be a violation which is great for some parties. The method used in this research is descriptive type with the aim to provide a factual description of the quality of audits conducted by the BPK on State Finance. Qualitatively analyzed based on reports and records in the field. With data collection techniques including primary data, namely observation and interviews and secondary data, namely library research and documentation. The results of the study show that the audit process carried out by the BPK, namely, Planning, Implementation and Reporting of Examination, has a process that gives the entity a great opportunity to achieve WTP, namely the value of materiality which is quite tolerant and the number of meeting opportunities provided by the examiner and entity so that opportunity to commit fraud by negotiating so that the auditor does not contain findings. The advantage gained by the entity from the results of BPK's examination is getting trust from the community, obtaining Regional Incentive Funds and as a high selling point in political contestation.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dari pemeriksaan Pengelolaan Keuangan Negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuang (BPK) Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan. Menganalisa bagaimana kriteria dalam memberikan opini terhadap keuangan daerah sehingga Opini selaras dengan temuan penyimpangan yang diungkap oleh BPK, selain itu juga bagaimana hasil pemeriksaan atau temuan BPK dapat dijadikan dasar penegakan hukum terhadap terperiksa jika ditemukan ada pelanggaran serta dengan diperolehnya opini terbaik dari BPK akan menjadi keuntungan yang besar bagi beberapa pihak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe deskriptif dengan tujuan untuk memberikan gambaran faktual mengenai Kualitas pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap Keuangan Negara. Dianalisa secara kualitatif berdasarkan laporan dan catatan yang ada di lapangan. Dengan teknik pengumpulan data meliputi data primer yaitu observasi dan wawancara serta data sekunder yaitu studi kepustakaan dan dokumentasi. Dari Hasil penelitian menujukkan bahwa rangkaian proses pemeriksaan yang dilakukan BPK yaitu, Perencaanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan Pemeriksaan terdapat proses yang memberi peluang besar entitas meraih WTP yaitu pada penetapan nilai materialitas yang cukup tinggi toleransinya serta banyaknya kesempatan pertemuan yang diberikan oleh prosedur antara pemeriksa dan entitas sehingga peluang untuk melakukan kecurangan dengan...
Dandi Darmadi, Rasyid Thaha
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 8, pp 75-88; doi:10.31314/pjia.8.1.75-88.2019

Abstract:This study aims to analyze the quality of the examination of State Financial Management conducted by the Financial Examination Agency (BPK) of the Republic of Indonesia representative of South Sulawesi. Analyze how the criteria in giving opinion on regional finance so that the Opinion is in line with the findings of irregularities, besides how the results of the BPK's examination or findings can be used as a basis for law enforcement against the examinee if found to be a violation which is great for some parties. The method used in this research is descriptive type with the aim to provide a factual description of the quality of audits conducted by the BPK on State Finance. Qualitatively analyzed based on reports and records in the field. With data collection techniques including primary data, namely observation and interviews and secondary data, namely library research and documentation. The results of the study show that the audit process carried out by the BPK, namely, Planning, Implementation and Reporting of Examination, has a process that gives the entity a great opportunity to achieve WTP, namely the value of materiality which is quite tolerant and the number of meeting opportunities provided by the examiner and entity so that opportunity to commit fraud by negotiating so that the auditor does not contain findings. The advantage gained by the entity from the results of BPK's examination is getting trust from the community, obtaining Regional Incentive Funds and as a high selling point in political contestation.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas dari pemeriksaan Pengelolaan Keuangan Negara yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuang (BPK) Republik Indonesia perwakilan Sulawesi Selatan. Menganalisa bagaimana kriteria dalam memberikan opini terhadap keuangan daerah sehingga Opini selaras dengan temuan penyimpangan yang diungkap oleh BPK, selain itu juga bagaimana hasil pemeriksaan atau temuan BPK dapat dijadikan dasar penegakan hukum terhadap terperiksa jika ditemukan ada pelanggaran serta dengan diperolehnya opini terbaik dari BPK akan menjadi keuntungan yang besar bagi beberapa pihak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe deskriptif dengan tujuan untuk memberikan gambaran faktual mengenai Kualitas pemeriksaan yang dilakukan BPK terhadap Keuangan Negara. Dianalisa secara kualitatif berdasarkan laporan dan catatan yang ada di lapangan. Dengan teknik pengumpulan data meliputi data primer yaitu observasi dan wawancara serta data sekunder yaitu studi kepustakaan dan dokumentasi. Dari Hasil penelitian menujukkan bahwa rangkaian proses pemeriksaan yang dilakukan BPK yaitu, Perencaanaan, Pelaksanaan dan Pelaporan Pemeriksaan terdapat proses yang memberi peluang besar entitas meraih WTP yaitu pada penetapan nilai materialitas yang cukup tinggi toleransinya serta banyaknya kesempatan pertemuan yang diberikan oleh prosedur antara pemeriksa dan entitas sehingga peluang untuk melakukan kecurangan dengan...
Putri Wijayanti, Lina Miftahul Jannah
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 8, pp 53-66; doi:10.31314/pjia.8.1.53-66.2019

Abstract:This writing discusses the implementation of the Old Age Insurance (JHT) benefit policy in Gorontalo Province. JHT membership in Gorontalo Province is still low. JHT is a social security needed by workers and can be enjoyed when entering retirement age. This writing uses descriptive qualitative methods with data collection techniques through the study of literature. The result of this paper is that the implementation of JHT benefits policy in Gorontalo is influenced by the content and context of the policy itself. One context is the existence of community needs which are seen as not having placed JHT as an important thing in social security for workers. This emphasizes the need for BPJS Employment to improve socialization, education and expand partnerships for better JHT sustainability. Penulisan ini membahas mengenai implementasi kebijakan manfaat Jaminan Hari Tua (JHT) di Provinsi Gorontalo. Kepesertaan JHT di Provinsi Gorontalo masih rendah. JHT merupakan jaminan sosial yang diperlukan oleh tenaga kerja dan dapat dinikmati ketika memasuki usia pensiun. Penulisan ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur. Hasil dari penulisan ini yakni implementasi kebijakan manfaat JHT di Gorontalo dipengaruhi konten dan konteks kebijakan itu sendiri. Salah satu konteksnya ialah adanya kebutuhan masyarakat yang dipandang belum menempatkan JHT sebagai hal penting dalam jaminan sosial bagi pekerja. Hal ini menekankan perlu BPJS Ketenagakerjaan untuk meningkatkan sosiallisasi, edukasi dan memerluas kemitraan untuk keberlangsungan JHT yang lebih baik
Sri Oniwati Susanti, Vishnu Juwono
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 8, pp 12-23; doi:10.31314/pjia.8.1.12-23.2019

Abstract:The digital divide in Indonesia is a wicked problem that requires a collaborative process to solve it. In this case, the government implements a National Strategic Project consisting of the construction Palapa Ring’s optical fiber backbone network infrastructure that uses the concept of PPP (Government and Business Entity Cooperation). This study aims to analyze how to manage the collaborative governance of the Palapa Ring’s Project. The research method used was qualitative descriptive with post positivist that used the collaborative governance theory of Emerson and Nabatchi (2015) as knife analysis. The results showed that based on the results of the research and discussion it could be concluded that the collaborative governance process in the Palapa Ring Optical Fiber Backbone Network Implementation Project in Indonesia had not run optimally because there are several dimension of collaboration that have not been well fulfilled. The recommendation for the next study is that collaborative research also looks at the outcomes of ongoing infrastructure development.Kesenjangan digital di Indonesia merupakan wicked problem yang membutuhkan proses kolaborasi dalam penyelesaiannya. Terkait dengan permasalahan tersebut, pemerintah menyelenggarakan Proyek Strategis Nasional berupa pembangunan infrastruktur jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring yang menggunakan konsep KPBU (Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana penerapan tata kelola kolaboratif proyek penyelenggaraan jaringan tulang punggung serat optik Palapa Ring yang telah berjalan selama tahun 2016 - 2019. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan post positivist yang menggunakan teori tata kelola kolaboratif Emerson dan Nabatchi (2015) sebagai pisau analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses collaborative governance dalam Proyek Penyelenggaraan Jaringan Tulang Punggung Serat Optik Palapa Ring di Indonesia belum berjalan secara maksimal karena terdapat beberapa dimensi kolaborasi yang belum terpenuhi dengan baik. Rekomendasi untuk penelitian berikutnya adalah selain melihat dari sisi collaboration dynamics, peneliti juga melihat dari sisi outcome pembangunan infrastruktur yang telah berjalan.
Efnika Septia, Pebriyenni Pebriyenni
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 7, pp 129-135; doi:10.31314/pjia.7.2.129-135.2018

Abstract:This article aims to find out how the level of public participation in the decision-making process in the Bendung Air Timur village development program. The method used is a descriptive method. 60 respondents were taken randomly as many as 238 households in the East Air Dam village. Data collection uses questionnaires / questionnaires and is assisted by interview techniques. The analysis technique used is descriptive analysis (frequency distribution analysis and percentage). The results of the study show: (1) In terms of the indicators used, most of the respondents had never participated in the decision-making process of development programs in the village/village; (2) In terms of the indicators used, most of the respondents had never participated in the implementation of development programs in the villages / villages. Based on the results of the research conclusions: (1) Public participation in the East Air Dam village in the decision making process for village/village development programs is generally low; (2) Public participation in the East Air Dam Village / Village in the process of implementing / implementing development programs, generally villages / villages are low Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat partisipasi publik dalam proses pengambilan keputusan dalam program pembangunan desa Bendung Air timur. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Responden sebanyak 60 kepala keluarga diambil secara acak (random) sebanyak 238 rumah tangga didesa Bendung Air Timur. Pengumpulan data menggunakan kuesioner / kuesioner dan dibantu dengan teknik wawancara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif (analisis distribusi frekuensi dan persentase). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Dari segi indikator yang digunakan ternyata sebagian besar responden belum pernah berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan program pembangunan di desa / desa; (2) Dari segi indikator yang digunakan ternyata sebagian besar responden belum pernah berpartisipasi dalam pelaksanaan program pembangunan di pedesaan / desa. Berdasarkan hasil kesimpulan penelitian: (1) Partisipasi publik desa Bendung Air Timur dalam proses pengambilan keputusan untuk program pembangunan desa / desa umumnya rendah; (2) Partisipasi publik Desa / Desa Bendung Air Timur dalam proses pelaksanaan / pelaksanaan program pembangunan, umumnya desa / desa rendah.
Heylen Amildha Yanuarita
Publik (Jurnal Ilmu Administrasi), Volume 7, pp 136-146; doi:10.31314/pjia.7.2.136-146.2018

Abstract:This article aims to determine the extent of the development of Selomangleng Cave in the City of Kediri in the perspective of sustainable tourism development. In this study the researcher used a qualitative descriptive method in which the researcher elaborated, described, explained, concerning matters related to the development of Selomangleng Cave tourism objects, as well as the development implications, challenges ahead in the perspective of sustainable development. The results of this study concluded that the development of the Selomangleng Cave of the City of Kediri was still very minimal, constrained by the issue of land ownership, however there was still an effort to develop Selomangleng Cave tourism in accordance with the principles of sustainable development. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengembangan Gua Selomangleng di Kota Kediri dalam perspektif pembangunan pariwisata berkelanjutan. Dalam penelitian ini Peneliti menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana peneliti menguraikan, menggambarkan, menjelaskan, mengenai hal-hal yang terkait dengan pengembangan obyek pariwisata Gua Selomangleng, serta implikasi pengembangan, tantangan kedepan dalam perspektif pembangunan berkelanjutan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pengembangan wisata Gua Selomangleng Kota Kediri masih sangat minim, terkendala dengan persoalan kepemilikan lahan, namun demikian tetap ada usaha pengembangan wisata Gua Selomangleng yang sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.