JURNAL AGRICA

Journal Information
ISSN / EISSN : 1979-8164 / 2541-593X
Published by: Universitas Medan Area (10.31289)
Total articles ≅ 53
Filter:

Latest articles in this journal

Esra Frandika Barus
Published: 29 May 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i2.4458

Abstract:
The needs of cabbages tends to increase. Meanwhile, cabbage production is not optimal and just seasonal. However, demands of cabbages in export field are high so, it makes the cabbage farming is a strategic area to be developed. To increase production through increasing the use of inputs and using new technologies is relatively difficult because it requires high costs. Therefore, increasing production by improving farming efficiency is a relevant option. Farmers’ managerial skills and their combining various production inputs ability will affect the production. Efficient use of input amount (allocative efficiency) and a good technical efficiency are important for increasing the production. Production of cabbage farming efficiency was analyzed by using stochastic frontier analysis (SFA). The results of the analysis showed that the technical, allocative and economic efficiency of cabbage farming in Karo District had not achieved. The average of the technical, allocative and economic efficiency values of the respondent were 0.697, 0.374 and 0.215. These results indicate that low efficiency is a contributing factor to the low productivity of the cabbage farmer respondents' in Karo District. Several factors that have a significant effect on the efficiency are farming experience, labor ratio, land ownership status and cabbage lifespan.
Herdiana Anggrasari, Putri Perdana, Jangkung Handoyo Mulyo
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 9-19; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4396

Abstract:
Indonesia menjadi salah satu produsen rempah-rempah dan termasuk dalam 5 negara produsen rempah-rempah terbesar di dunia pada komoditas kayu manis, cengkeh, pala, lada, dan vanili, sehingga memiliki peluang dan berpotensi besar untuk dikembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya saing komparatif dan kompetitif komoditas rempah-rempah Indonesia di pasar internasional dibandingkan dengan negara pesaingnya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari UNComtrade dengan jangka waktu 18 tahun (2000-2017). Metode penelitian deskriptif digunakan dalam penelitian ini. Daya saing komparatif diketahui dengan menggunakan analisis Revealed Comparative Trade Advantage (RCTA) dan Indeks Spesialisasi Perdagangan (ISP) sedangkan daya saing kompetitif diketahui dengan menggunakan Export Product Dynamic (EPD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa daya saing komparatif komoditas rempah-rempah Indonesia sangat kuat, namun memiliki daya saing kompetitif yang belum baik karena posisi produk berada pada lost opportunity. Peningkatan kinerja dan daya saing rempah-rempah Indonesia dapat dilakukan dengan meningkatkan nilai ekspor rempah-rempah Indonesia dengan memberikan nilai tambah dan peningkatan mutu melalui inovasi teknologi. Selain itu, perlu mengembangkan intelijen pasar dan meningkatkan peran atase dalam diplomasi perdagangan rempah-rempah dengan negara-negara mitra dan negara-negara potensial
Reza Septian Pradana
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 20-32; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4594

Abstract:
Kabupaten Aceh Jaya merupakan salah satu daerah penghasil cabai merah di Provinsi Aceh. Secara umum komoditas pertanian tidak terkecuali cabai merah mempunyai masalah fluktuasi harga. Fluktuasi harga cabai merah menyebabkan risiko kerugian bagi produsen/ petani dan menurunnya daya beli konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab fluktuasi harga cabai merah baik pada tingkat produsen/ petani maupun konsumen di Kabupaten Aceh Jaya periode januari 2017 hingga desember 2019 dengan menggunakan analisis jalur. Hasil estimasi menunjukkan bahwa produksi cabai merah secara signifikan berpengaruh langsung terhadap harga cabai merah baik pada tingkat produsen/ petani maupun konsumen di Kabupaten Aceh Jaya. Hasil estimasi juga menunjukkan bahwa adanya pengaruh tidak langsung produksi cabai merah terhadap harga cabai merah pada tingkat konsumen di Kabupaten Aceh Jaya. Produksi cabai merah secara signifikan berpengaruh terhadap harga cabai merah pada tingkat konsumen melalui harga cabai merah pada tingkat produsen. Sebaliknya, harga pupuk urea tidak secara signifikan berpengaruh terhadap harga cabai merah baik secara langsung maupun tidak langsung. Dengan demikian, diperlukan upaya peningkatan produksi cabai merah serta penetapan harga cabai merah tertinggi dan terendah khususnya pada tingkat produsen/ petani di Kabupaten Aceh Jaya.
Ade Firmansyah Tanjung, Salsabila Salsabila, Aflahun Fadhly Siregar
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 71-79; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4042

Abstract:
Pertanian memberikan peran untuk ekonomi masyarakat desa dan pangan nasional. Usahatani padi merupakan penghasil pangan paling utama dikalangan masyarakat. Untuk Metode digunakan forecasting produksi dengan data produksi tahun 2010 – 2019 di Provinsi Sumatera Utara dan SWOT untuk menentukan strategi pemerintah daerah Kabupaten Langkat dengan jumlah responden berjumlah 5 orang ahli dalam bidang pangan. Hasil olah data penelitian, untuk forecasting, produksi padi mengalami trend positif per tahun sebesar 134.681 ton, untuk tahun 2020 sebesar 4.647.876 ton dan diprediksi ditahun 2030 sebesar 5.994.690 ton. Untuk SWOT, hasil olah data untuk skor selisih untuk strategi dititik kuadran II (Strategi Divesifikasi) berarti posisi ini memiliki kekuatan untuk meminimalkan ancaman dan tantangan untuk pemerintah daerah mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.
Zahari Zen, Retna Astuti Kuswardani, Yusniar Lubis
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 33-47; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4131

Abstract:
Perkembangan luas areal kelapa sawit sangat mengkhawatirkan karena sudah merangsek ke areal dengan kemiringan lebih dari 40%. Masalahnya bukan hanya karena nilai produktivitas sawit yang rendah, tetapi juga karena laju deforestasi semakin meningkat. Kajian bertujuan untuk mengidentifikasi nilai keberlanjutan kelapa sawit di Tapanuli Selatan, dalam rangka memberikan pilihan strategi penerapan Rencana Aksi Sawit Berkelanjutan (RAD-SB). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksploratif dan survei lapangan dengan Interview terstruktur dan tidak terstruktur dengan petani independen, agen TBS dan pengelola PKS. Hasil penelitian dikelompokkan dua strategi yaitu strategi pada tingkat kelembagaan di Kabupaten dan strategi pada tingkat lapangan di Desa. Pada tingkat kelembagaan di Kabupaten terlihat bahwa peranan lembaga pendukung yang tergabung dalam FOKSBI masih belum solid, meskipun sudah memiliki komitmen yang sama untuk menerapkan aksi pembangunan sawit berkelanjutan.Elaborasi aspek-aspek keberlanjutan yang diperlukan untuk menerapkan RAD-SB masih dimengerti dalam dimensi yang berbeda-beda. Strategi tingkat lapangan bertujuan untuk mencari cara-cara atau sistem budidaya sederhana untuk meningkatkan pendapatan petani, tanpa merusak sumberdaya hutan dan lahan. Terdapat potensi yang besar untuk meningkatkan produktivitas TBS tanpa merusak sumberdaya alam, meningkatkan kualitas buah dan melepas jerat monopoli pasar TBS yang terjadi. Praktik budidaya ekspansif dapat diubah menjadi budidaya hemat lahan dengan sistem perkebunan yang lebih intensif dan teknologi yang sederhana, murah, mudah dan memenuhi persyaratan konservasi. Penguatan lembaga penyuluhan dan pendanaan berkelanjutan merupakan keniscayaan penerapan RAD-SB agar meeningkatkan output dan outcome yang nyata, yaitu terwujudnya kesejahteraan petani secara luas dan terwujunya sustainable-landscape di Tapanuli Selatan.
Candra Nuraini, Yaya Sunarya, Nur Arifah Qurota A'Yunin
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 91-103; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4504

Abstract:
Usahatani gula aren di Kabupaten Salawu memiliki potensi ekspor yang tinggi. Namun perkembangan dan keberlanjutan usahatani menghadapi berbagai permasalahan yang kompleks. Strategi pengembangan dan keberlanjutan sebuah usahatani dapat diidentifikasi dari orientasi dan karakter kewirausahaan petani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis sikap dan orientasi kewirausahaan terhadap pengembangan dan strategi keberlanjutan usahatani gula aren di Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Metode yang digunakan adalah SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats). Penelitian dilakukan mulai Juli hingga Oktober 2020. Responden penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri dari petani dan pengrajin gula aren yang tergabung dalam UKM Sirin dan Asosiasi Waringin Sari. Proses pengambilan data menggunakan kuesioner dan diskusi aktif pada kegiatan FGD (Focus Group Discussion). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakter kewirausahaan petani dan pengrajin pada faktor internal yang menjadi kekuatan yaitu sikap kerja keras, ketekunan, dan sikap menghadapi resiko, sedangkan karakter kewirausahaan yang masih menjadi kelemahan pelaku usaha tani yaitu inovasi, inisiatif, manajemen perencanaan, dan pemasaran. Sikap kerja keras pelaku usahatani adalah kemauan dan kedisiplinan dalam menjalankan usahatani. Selain itu, petani dan pengrajin gula aren berani menghadapi risiko dari sistem budidaya organik yang diterapkan. Strategi yang dapat digunakan petani dan pengrajin gula aren setelah menggabungkan faktor internal dan eksternal untuk menjamin keberlanjutan usahatani di Kecamatan Kawalu adalah offensive strategy.
M. Taufiq, Rahmanta Rahmanta, Sri Fajar Ayu
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 104-115; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4759

Abstract:
Permintaan bawang merah akan terus meningkat seiring dengan kebutuhan masyarakat yang terus meningkat karena adanya pertambahan jumlah penduduk, berkembangnya industri produk olahan berbahan baku bawang merah. Kuantitas penawaran bawang merah tidak mampu memenuhi kuantitas permintaan yang dibutuhkan oleh konsumen sehingga dapat menyebabkan terjadinya kenaikan harga bawang merah. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh harga bawang merah, jumlah penduduk, pendapatan per kapita terhadap permintaan bawang merah, menganalisis pengaruh harga bawang merah, luas panen, harga pupuk subsidi terhadap penawaran bawang merah, dan menganalisis pendapatan per kapita dan harga pupuk terhadap harga bawang merah. Metode analisis yang digunakan dengan persamaan simultan menggunakan data tahun 1989-2018. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara parsial harga bawang merah, jumlah penduduk berpengaruh positif dan signifikan terhadap permintaan bawang merah. Harga pupuk subsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap penawaran bawang merah. Sedangkan harga pupuk bersubsidi berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga bawang merah di Provinsi Sumatera Utara.
Surya Sevi Wijayanna Tobing, Satia Negara Lubis, Rulianda P Wibowo
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 1-8; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4198

Abstract:
Usahatani udang windu merupakan usaha yang memiliki potensi yang besar karena harga jual yang cenderung stabil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usahatani udang windu, untuk mengetahui risiko produksi, harga dan pendapatan usahatani udang windu. Penelitian dilakukan di Kelurahan Belawan Sicanang Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Jumlah sampel sebanyak 30 petambak. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keuntungan yang diperoleh setiap musim tanam sebesar Rp. 3.038.955/ha/ musim tanam. Analisis risiko produksi menunjukkan bahwa koefisien variasi produksi sebesar 0,19 dengan batas bawah sebesar 49,99. Analisis risiko harga menunjukkan bahwa koefisien variasi harga sebesar 0,19 dengan batas bawah sebesar 58.051. Analisis risiko pendapatan menunjukkan bahwa koefisien variasi pendapatan sebesar 0,48 dengan batas bawah sebesar 124.489 dari hasil tersebut menunjukkan bahwa petambak udang windu tidak mengalami risiko terhadap produksi, harga dan pendapatan.
Fiddini Alham, Faoeza Hafiz Saragih
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 48-57; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4259

Abstract:
Pisang di Kota Langsa merupakan salah satu komoditi buah unggulan dimana pisang adalah buah dengan produksi terbesar. informasi preferensi konsumen terhadap buah-buahan unggulan di Kota Langsa akan membuat produsen memproduksi buah-buahan dengan kualitas yang sesuai dengan keinginan konsumen, sehingga produksi dapat terserap kepasar dan dapat meningkatkan pendapatan dan perekonomian daerah. Penelitian ini dilakukan di Pusat Pasar Kota Langsa dengan jumlah sampel sebanyak 60 responden yang diambil melalui metode accendental sampling. Metode analisis yang dilakukan adalah dengan metode analisis factor untuk melihat preferensi konsumen buah pisang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima aspek yang terbentuk, dimana aspek buah menjadi aspek dengan nilai keragaman terbesar dan variabel ketersediaan buah pisang lokal dipasar menjadi variabel pertimbangan konsumen terbesar dikarenakan tedapat pasar khusus yang menjual buah pisang di Kota Langsa.
Kiagus Muhammad Zain Basriwijaya, Lailly Fitriana
Published: 3 February 2021
JURNAL AGRICA, Volume 14, pp 58-70; https://doi.org/10.31289/agrica.v14i1.4278

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji peran komoditi perkebunan rakyat unggulan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat dan pelestarian lingkungan di kawasan Batang Lubuh Kabupaten Rokan Hulu. Metode penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif dan location quotient (LQ), dengan data sekunder time series 2015-2020. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan, komoditi perkebunan rakyat unggulan yang terdapat di kabupaten Rokan Hulu terdiri atas 3 (tiga) jenis komoditi yaitu; komoditi karet, kopi dan kemiri, untuk mengembangkan komoditi perkebunan rakyat unggulan sangat diperlukan peran Pemerintah dalam upaya peningkatan produktifitas secara spesifik melalui berbagai program, pengembangan komoditi perkebunan rakyat unggulan akan berdampak pada peningkatan pendapatan masyarawat dikawasan Sungai Batang Lubuh di Kabupaten Rokan Hulu, selain sebagai sumber pendapatan masyarakat komoditi perkebunan rakyat unggulan ini berperan penting dalam pelestarian alam di kawasan sungai batang lubuh kabupaten Rokan Hulu. Berdasarkan hasil penelitian disarankan; pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus melakukan peningkatan produktifitas yang lebih fokus pada komoditi perkebunan rakyat unggulan melalui berbagai program yang didukung dengan perbaikan teknologi usahatani dan teknologi budidaya, pengembangan infrastruktur, pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus melakukan berbagai pelatihan kepada petani yang mengelola perkebunan rakyat, pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus melakukan penyuluhan kepada masyarakat dalam rangka meningkatkan pendapatan masyarakat di wilayah ini, pemerintah Kabupaten Rokan Hulu, harus mendukung dan mengarahkan masyarakat dalam rangka pelestarian kawasan Sungai Batang Lubuh dengan berbasis kearifan lokal.
Back to Top Top