Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis

Journal Information
ISSN / EISSN : 2087-9423 / 2085-6695
Current Publisher: Institut Pertanian Bogor (10.29244)
Former Publisher: Department of Marine Science and Technology (10.28930)
Total articles ≅ 880
Current Coverage
ESCI
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Ishmah Hanifah, Fauzia Izzati, Siti Irma Rahmawati, Joko Hermanianto, Puspo Edi Giriwono, Yatri Hapsari, Bustanussalam, Fauzy Rahman, Eris Septiana, Partomuan Simanjuntak
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 19-37; doi:10.29244/jitkt.v13i1.32654

Abstract:
Penelitian dirancang untuk mengetahui kondisi optimum proses enzyme assisted extraction lemak rumput laut hijau segar Caulerpa lentillifera dengan menggunakan enzim selulase. Proses optimasi dilakukan menggunakan Response Surface Methodology (RSM) model Central Composite Design dengan 15 perlakuan. Perlakuan yang didapatkan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas diantaranya konsentrasi enzim, suhu hidrolisis, dan waktu hidrolisis terhadap respon yaitu jumlah ekstrak lemak dan aktivitas antioksidan. Dari hasil penelitian didapatkan model 2FI dan Linier berturut-turut untuk respon jumlah lemak dan aktivitas antioksidan. Kondisi optimum yang diperoleh yaitu konsentrasi enzim sebesar 2%, suhu hidrolisis sebesar 30 °C, dan waktu hidrolisis selama 1 jam. Kondisi optimum tersebut kemudian dapat diverifikasi dengan melakukan perlakuan terpilih sebanyak 2 kali ulangan atau lebih hingga mendekati hasil prediksi. Asam lemak yang diperoleh setelah metilasi dan identifikasi dengan GC-MS yaitu asam palmitat dan asam laurat.
Anisa Aulia Sabilah, Vincentius Paulus Siregar, Muhammad Anshar Amran
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 97-112; doi:10.29244/jitkt.v13i1.34765

Abstract:
Seagrass beds play an ecological role in the shallow marine environment, such as a habitat for biota, primary producers, and sediment traps. They also act as nutrient recyclers. Since they have such an important role, this natural resource needs to be preserved. Therefore, continuous monitoring and mapping of seagrass beds, especially by remote sensing methods, is paramount. The current rapid development of satellite sensor technology, especially its spatial and spectral resolutions, has improved the quality of the seagrass distribution map. The use of proper classification methods and schemes in the classification of seagrass distribution based on satellite imagery can affect the accuracy of the map, which is why various alternative algorithm studies are required. In this study, the support vector machine and fuzzy logic algorithms were used to classify the WorldView-2 and Sentinel-2 satellite imagery on Kodingareng Lompo Island with four classes of seagrass cover, sparse (0–25%), moderate (26–50%), dense (51–75%), and very dense (76–100%). The result showed that the fuzzy logic algorithm applied to WorldView-2 imagery has the best overall accuracy of 78.60% seagrass cover classification.
Siti Novrianti Winjaniatun, Henry Munandar Manik, Tumpal Bernhard Nainggolan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 173-183; doi:10.29244/jitkt.v13i1.32784

Abstract:
Data seismik yang dihasilkan saat akuisisi mengandung wavelet yang kompleks dan noise seperti multiple yang mengakibatkan menurunnya resolusi temporal penampang seismik. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan penerapan metode Surface Consistent Deconvolution dan dekonvolusi prediktif dalam meningkatkan resolusi temporal penampang seismik pada data seismik laut dangkal 2D lintasan C12, C21 dan L18 di Perairan Waipoga, Papua. Penampang seismik yang dihasilkan pada penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode dekonvolusi prediktif maupun Surface Consistent Deconvolution dapat menghilangkan short-period multiple yang terdapat pada penampang seismik. Metode Surface Consistent Deconvolution memberikan hasil yang lebih baik dalam meningkatkan resolusi temporal penampang seismik dibandingkan metode dekonvolusi prediktif. Hasil tersebut diperoleh oleh karena metode Surface Consistent Deconvolution memberikan hasil yang lebih baik dalam memampatkan wavelet, meningkatkan kontinuitas lapisan dan mempertajam reflektor.
Novit Rikardi, Ario Damar, I Wayan Nurjaya
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 1-17; doi:10.29244/jitkt.v13i1.31792

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan metode indeks kepekaan lingkungan ekosistem mangrove terhadap tumpahan minyak dengan studi kasus di daerah pesisir Subang Jawa Barat. Data yang digunakan adalah data primer (data jenis mangrove, tipe substrat dan data sosial ekonomi) dan data sekunder (karakterisitik pantai dan hidrooseanografi). Data tersebut kemudian digunakan sebagai parameter dalam Indeks Kepekaan Lingkungan (IKL). Indeks kepekaan lingkungan terdiri dari tiga indeks yaitu indeks kerentanan (IK), indeks ekologi (IE), dan indeks sosial ekonomi (IS). Parameter IK terdiri dari kemiringan pantai, rentang pasang surut, tinggi gelombang, tipe substrat dan jarak ekosistem mangrove dari pantai. Parameter IE terdiri dari zonasi mangrove, kepadatan mangrove, keragaman mangrove, keberadaan hewan dilindungi dan status perlindungan ekosistem mangrove. Parameter IS terdiri dari dua kompoen yaitu komponen sosial dan komponen ekonomi dari ekosistem mangrove. Formula IKL yang digunakan adalah IKL = IK(0,3) + IE(0,3) + IS(0,4) dan terbagi kedalam 5 tingkatan kepekaan. Kajian IKL di daerah penelitian menunjukkan sebagian besar daerah memiliki tingkat kepekaan yang “sedang” terhadap tumpahan minyak kecuali Tegal Tike, Anggaranu dan Tanjung yang memiliki tingkat kepekaan “peka”.
Dietriech Geoffrey Bengen
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13; doi:10.29244/jitkt.v13i1.35522

Nindita Eka Setyahandani, Fredinan Yulianda, Gatot Yulianto
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 71-80; doi:10.29244/jitkt.v13i1.34699

Abstract:
Pulau Tunda memiliki sumberdaya alam pulau dan laut yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan wisata bahari. Sesuai rencana zonasi 2017, kajian mengenai potensi sumberdaya Pulau Tunda diperlukan untuk mengetahui kesesuaian dan daya dukung untuk kegiatan wisata pulau yang berbasis konservasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian dan daya dukung Pulau Tunda sebagai kawasan wisata pantai, mangrove, diving dan snorekling. Metode yang digunakan yaitu analisis spasial. Hasil analisis kesesuaian dan daya dukung menunjukan bahwa Pulau Tunda memiliki kategori sesuai (S2) peruntukan untuk wisata pantai, mangrove, diving dan snorkeling dengan nilai untuk wisata pantai sebesar 2.14, wisata mangrove 2, wisata diving 2.25 dan wisata snorkeling 2.43. Nilai total daya dukung untuk kawasan sebesar 1669 orang/hari.
Hanita Nur Fitria, Henry Manik
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 127-139; doi:10.29244/jitkt.v13i1.32890

Abstract:
Metode seismik refleksi digunakan dalam eksplorasi minyak dan gas di laut dengan memanfaatkan gelombang suara yang menjalar ke dalam batuan dasar bumi. Penelitian ini menggunakan data seismik 2D laut berupa data lapangan hasil akuisisi di Perairan Seram, Papua Barat. Data lapangan hasil akuisisi masih bercampur dengan multiple yang disebabkan oleh perbedaan impedansi akustik dari lapisan-lapisan bawah permukaan bumi. Keberadaan multiple dapat menyebabkan kerumitan pada saat interpretasi karena menimbulkan efek reflektor semu. Oleh karena itu perlu diterapkan metode atenuasi multiple yang tepat, untuk mengurangi derau multiple. Penelitian ini menerapkan kombinasi antara Surface Related Multiple Elimination (SRME) dan Transformasi Radon untuk menghasilkan penampang seismik yang bebas dari multiple. Hasil dari pengolahan data menunjukkan bahwa kombinasi metode Surface Related Multiple Elimination dan Transformasi Radon efektif untuk menghilangkan multiple periode panjang pada zona near offset, middle offset dan far offset. Penerapan kombinasi metode ini juga menghapus beberapa bagian yang tidak signifikan pada reflektor utama oleh karena bercampurnya sinyal dan multiple dalam domain moveout yang sama.
Ruzkiah Asaf, Akhmad Mustafa, Kamariah, I Nyoman Radiart
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 185-200; doi:10.29244/jitkt.v13i1.35290

Abstract:
ABSTRAK Eksplorasi mineral logam tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan adanya limbah tambang berupa logam berat yang mencemari air dan sedimen di kawasan pesisir Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi dan status mutu logam berat dalam air dan sedimen sehubungan dengan potensi pencemaran yang mungkin terjadi dalam hubungannya dengan pengembangan marikultur. Penelitian dilaksanakan di kawasan pesisir Teluk Talengan, Manalu, dan Dagho dan sekitarnya dengan mengambil sampel air dan sedimen dan selanjutnya dianalisis di laboratorium untuk logam berat Cu, Fe, Hg, Pb, dan Zn. Statistik deskriptif digunakan untuk menganalisis data yang ada dan selanjutnya metode Storet (Storage and Retrieval) digunakan untuk menentukan status mutu air dan sedimen dari logam berat untuk biota laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari lima logam berat dalam air didapatkan konsentrasi Cu, Fe, Hg, Pb, dan Zn berturut-turut < 0,0001 – 0,05; 0,142 – 1,138; < 0,0001; 0,400 – 0,842, dan < 0,0001 – 0,22 ppm, sedangkan dalam sedimen berturut-turut 77,09 – 161,39; 452,0 – 3.643,0; < 0,0001; 12,99 – 91,50; dan 2,81 – 60,89 mg/L di kawasan pesisir Pulau Sangihe, Kabupaten Kepulauan Sangihe, Provinsi Sulawesi Utara. Hasil penentuan status mutu air dan sedimen menunjukkan bahwa air kawasan pesisir Pulau Sangihe tergolong tercemar berat berdasarkan konsentrasi logam berat Cu dan Pb, sedangkan sedimennya tergolong memenuhi baku mutu berdasarkan konsentrasi logam berat untuk biota laut.
Doni Nurdiansah, I Wayan Eka Dharmawan
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 81-96; doi:10.29244/jitkt.v13i1.34484

Abstract:
Ekosistem mangrove memiliki peranan penting bagi eksistensi dan penyediaan jasa ekosistem kepada masyarakat di pulau kecil. Fungsionalitas mangrove sangat tergantung dari ukuran, struktur komunitas dan kualitas ekosistem. Penelitian tentang penilaian kualitas struktur komunitas mangrove pulau kecil telah dilakukan di Pulau Middleburg-Miossu sebagai rangkaian dari Ekspedisi Nusa Manggala 2018. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur komunitas dan indeks kesehatan mangrove (MHI) mangrove di pulau tersebut yang dihubungkan dengan indeks-indeks vegetasi berbasis penginderaan jauh. Lokasi penelitian dibagi menjadi empat zona, dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa zona terdepan didominasi oleh jenis Sonneratia alba (INP 263,32%) dengan persentase tutupan kanopi < 50%, ukuran diameter > 20 cm dan ketinggian tegakan yang lebih rendah. Sementara itu, tiga zona lainnya ke arah darat, didominasi oleh jenis Ceriops tagal dengan persentase tutupan kanopi >80%, serta kerapatan pancang yang cukup tinggi. Secara keseluruhan, kondisi kesehatan mangrove di lokasi penelitian termasuk dalam kategori sedang/cukup baik dengan rentang nilai MHI 38,7-60,7%. Kombinasi indeks vegetasi NBR, GCI, SIPI dan ARVI menunjukkan nilai koefisien regresi yang paling tinggi untuk memprediksi nilai MHI, yaitu 0,831, berdasarkan analisis AIC. Interpolasi nilai MHI berdasarkan model regresi linier terbaik menunjukkan bahwa 6,56 ha mangrove di lokasi penelitian atau 40.74% termasuk dalam kategori sehat.
Riris Aryawati, T. Zia Ulqodry, Isnaini, Heron Surbakti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis, Volume 13, pp 163-171; doi:10.29244/jitkt.v13i1.25498

Abstract:
The Musi River is the largest and longest river in South Sumatra. The development of population activities in the Musi River Basin can affect river water quality and can cause pollution. The high level of industrial activity and households along the Musi River causes a decrease in environmental quality in the Musi River Basin. Based on this, further research is needed to determine the extent of pollution in the Musi River Basin. The purpose of this study is to assess saprobitas along the Musi River Basin based on SI (Saprobic Index) and TSI (Tropical Saprobic Index) values, and knowing the level of water pollution using saprobitas water assessment. This study uses plankton as the main material, namely water samples and plankton samples. This study uses an exploratory design with survey methods, and the determination of sampling stations by purposive sampling method. The results showed abundance of phytoplankton in the waters of the Musi River in the range of 123 - 2581 cells / liter or an average of 1397 cells / liter, the waters of the Musi River can be categorized as Oligotrophic waters with several station points that can be categorized as Mesotrophic waters. The Saprobic index in the waters of the Musi River ranges from 0.63 - 1, classified in the phases of the microbial, namely β-Mesosaprobic, so that the waters of the Musi River are classified as mild or low.
Back to Top Top