Jurnal Ilmu Perilaku

Journal Information
EISSN : 2581-0421
Published by: Universitas Andalas (10.25077)
Total articles ≅ 26
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Alfina Rizkia, Chandradewi Kusristanti
Published: 1 January 2021
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 4, pp 104-119; doi:10.25077/jip.4.2.104-119.2020

Abstract:
The number of violent incidents on women is increasing every year in Indonesia. Some women can survive through traumatic experiences, and it is related to their resilience. Locus of control (LoC) is known to contribute to resilience by enhancing individuals’ self- control and problem-solving behavior. This study aims to determine the role of LoC in trauma resilience among 134 young women (20 – 40 years old) who were exposed to violence (domestic, physical, and sexual) and a minimum of high school education. This study used a quantitative approach with the Locus of Control Scale (α = 0.732, 18 items) and the Trauma Resilience Scale (α = 0.961, 48 items). Two hypotheses are proved in this study: (1) external LoC significantly contributes to trauma resilience (p = .000, R2 = .139), (2) there is a significant difference between violence exposure (<.001), perpetrators (.005), and disclosure to others about their experience of violence (.009). We also found that no participants reported a dominant internal LoC, so future studies are advised to focus on women who were exposed to violence with a more dominant internal LoC.
Tiara Diah Sosialita, Hamidah Hamidah
Published: 1 January 2021
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 4, pp 154-169; doi:10.25077/jip.0.0.154-169.0

Abstract:
Abstrak. Penelitian ini merupakan tindak lanjut dari hasil penelitian terdahulu, yaitu pemberian intervensi pada penderita diabetes mellitus tipe 2. Pada penelitian ini intervensi dilakukan terhadap caregiver yang menjadi keluarga penderita penyakit kronis tersebut, sebagai solusi atas umpan balik dari keluarga dan tenaga kesehatan bahwa stres juga dialami oleh caregiver. Penelitian ini dilakukan sebagai salah satu solusi untuk mengatasi fenomena stres yang dialami oleh caregiver penyakit kronis yang kondisinya pun rentan mengalami stres, akan tetapi tetap dituntut untuk berperan optimal dalam merawat anggota keluarganya. Berdasarkan hal tersebut, tujuan penelitian ini adalah menguji efektivitas manajemen stres untuk menurunkan tingkat stres pada caregiver penyakit kronis dengan menggunakan desain eksperimen one group pretest-posttest design pada 20 orang caregiver. Instrumen pengambilan data menggunakan kuesioner skala Perceived Stress Scale (PSS) dari Cohen. Analisis data menggunakan paired sample t-test dengan software SPSS 20 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara tingkat stres sebelum dan sesudah pemberian intervensi manajemen stres. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa manajemen stres yang diberikan efektif untuk menurunkan stres pada caregiver penyakit kronis. Kata kunci: Caregiver; manajemen stres; penyakit kronis
Putri Rahmawati, Edilburga Wulan Saptandari
Published: 1 January 2021
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 4, pp 120-134; doi:10.25077/jip.4.2.120-134.2020

Abstract:
Regulasi emosi merupakan hal yang penting dalam interaksi sosial siswa. Sekolah inklusi yang memfasilitasi keberagaman dapat meningkatkan terjadinya konflik antar siswa. Konflik terjadi karena kurangnya keterampilan dalam mengatur emosi. Oleh karena itu guru memiliki tugas dalam mendukung perkembangan regulasi emosi siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji secara empirik peran persepsi siswa atas keterampilan sosial-emosional guru terhadap regulasi emosi siswa sekolah inklusi. Partisipan penelitian ini adalah 109 siswa dengan rentang usia 9-13 tahun dari tiga sekolah dasar inklusi di Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan yaitu survei dengan menyebarkan skala secara langsung. Persepsi siswa atas keterampilan sosial-emosional guru diukur dengan Teacher Social and Emotional Practice – Student Perspective, sedangkan regulasi emosi diukur dengan skala regulasi emosi. Analisis regresi linear sederhana digunakan untuk mengukur peran persepsi siswa atas keterampilan sosial-emosional guru terhadap regulasi emosi. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi siswa atas keterampilan sosial-emosional guru memiliki peran yang positif terhadap regulasi emosi siswa sekolah inklusi. Ketika siswa mempersepsikan guru memiliki keterampilan sosial-emosional yang tinggi maka regulasi emosi siswa juga cenderung akan tinggi.
, Kadek Dilan Ari Rahayu, Supriyadi -
Published: 27 July 2020
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 4, pp 1-19; doi:10.25077/jip.4.1.1-19.2020

Abstract:
Love is an indispensable part of human life, and this study specifically investigated the expression of feeling loved. This study aims to explore the association between couples’ feeling loved and different components of wellbeing. We constructed a continuous rating scale to measure couples’ feeling loved and its contribution toward life satisfaction and positive affect. There were 252 couples participated in this study. To examine the measurement’s consistency, this study compared the continuous rating scale of feeling loved with its Likert scale and rating scale counterpart. This study also investigated the role of feeling loved towards the scores of positive affect and life satisfaction as the components of wellbeing. Actor partner interdependence model and linear regression results showed that feeling loved was positively contributed to life satisfaction and positive affect; however, there was no significant interactive effect within partner. This study suggested feeling loved influenced wellbeing, although other predictors may play more prominent roles in determining wellbeing. Keywords: love, feeling loved, wellbeing
Agus Abdul Rahman
Published: 31 December 2019
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 3, pp 110-117; doi:10.25077/jip.3.2.110-117.2019

Abstract:
Salah satu faktor yang mendorong remaja terlibat dalam perilaku anti-sosial adalah kekurangmampuan mereka dalam mengontrol perilaku (low behavioral selfcontrol). Dalam rangka mengurangi keterlibatan remaja dalam perilaku anti-sosial tersebut, penting diidentifikasi faktor-faktor yang dapat meningkatkan behavioral selfcontrol remaja. Ada banyak faktor yang diduga berpengaruh terhadap behavioral self control, antara lain adalah mindfulness. Penelitian ini ditujukan untuk menguji sejauhmana pengaruh mindfulness terhadap behavioral self control. Jumlah subjek dalam penelitian ini sebanyak 243 orang siswa di salah satu sekolah yang ada di propinsi Jawa Barat. Data yang dikumpulkan dianalisis dengan menggunakan regresi sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif mindfulness terhadap behavioral self control. Aspek behavioral self control yang paling terpengaruh oleh mindfulness adalah aspek becoming aware.
Setiawati Intan Savitri
Published: 31 December 2019
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 3, pp 118-130; doi:10.25077/jip.3.2.118-130.2019

Titisa Ballerina, Aria Saloka Immanuel
Published: 16 August 2019
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 3; doi:10.25077/jip.3.1.18-31.2019

Yasinta Astin Sokang
Published: 16 August 2019
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 3; doi:10.25077/jip.3.1.48-58.2019

Abstract:
Abstrak. Gaya pengambilan keputusan konsumen memengaruhi pengambilan keputusan mereka. Dengan populasi yang didominasi oleh remaja, informasi tentang gaya pengambilan keputusan pelanggan berusia muda di Jakarta akan sangat membantu produsen dan distributor untuk merencanakan penjualan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan gaya pengambilan keputusan mahasiswa di Jakarta. Kami berhipotesis bahwa gaya pengambilan keputusan membeli mahasiswa di Jakarta didominasi oleh (karakter) hedonis. Data dikumpulkan dengan Consumer Style Inventory (CSI) untuk menentukan gaya pengambilan keputusan partisipan. 284 mahasiswa dari usia 18 hingga 24 tahun berpartisipasi dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hipotesis kami ditolak. Gaya pengambilan keputusan mahasiswa Jakarta menggambarkan karakteristik kesadaran merek (85%) dan perfeksionis (84%). Rincian lebih lanjut dibahas dalam diskusi. Kata Kunci: Gaya pengambilan keputusan konsumen; Consumer Style Inventory (CSI); Mahasiswa Jakarta.
Teguh Lesmana, Rudy Santoso
Published: 16 August 2019
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 3; doi:10.25077/jip.3.1.59-71.2019

Abstract:
Konsumsi kopi orang Indonesia cenderung mengalami peningkatan selama beberapa tahun terakhir. Aktivitas minum kopi saat ini cenderung menjadi gaya hidup dimana seseorang dapat menghabiskan waktunya untuk bersenang-senang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara karakteristik kepribadian dan harga diri dengan gaya hidup hedonisme pada mahasiswa konsumen Starbucks di Jakarta. Partisipan dalam penelitian ini terdiri atas 390 orang mahasiswa yang pernah mengunjungi Starbucks. Partisipan penelitian diminta untuk mengisi kuesioner Big Five Inventory-10 (BFI-10) dan Rosenberg self-esteem scale yang sudah diadaptasi ke bahasa Indonesia, serta skala gaya hidup hedonisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara harga diri dengan gaya hidup hedonisme, sedangkan pada karakteristik kepribadian ditemukan kepribadian conscientiousness memiliki hubungan positif yang signifikan dengan gaya hidup hedonisme. Hasil ini menjelaskan bahwa mahasiswa dapat lebih memiliki gaya hidup hedonisme ketika tidak memiliki penilaian positif terhadap dirinya. Hasil hubungan positif signifikan antara kepribadian conscientiousness dengan gaya hidup hedonisme sejalan dengan hasil penelitian sebelumnya yang menemukan adanya hubungan signifikan antara kepribadian conscientiousness dengan konsumsi kafein. Dengan demikian kecenderungan konsumsi kopi yang dilandasi oleh gaya hidup hedonisme kemungkinan dapat dipengaruhi oleh harga diri dan kepribadian yang dimiliki.
, I Rustika Made, Luh Kadek Pande Ary Susilawati
Published: 5 January 2019
Jurnal Ilmu Perilaku, Volume 2, pp 118-130; doi:10.25077/jip.2.2.118-130.2018

Abstract:
This research aimed to examine correlation between child-parent attachement and social skills in adolescent. Social skill is one of important parts in adolescent development, because adolescents are trying to build relationship beyond the family. One of the factors affecting social skills development among adolescent is the quality of attachment between child and parent. Hypothesis in this research stated that there is a correlation between child-parent attachment and adolescent’s social skills. Participants in this research were 164 high school students in Denpasar. Instruments used in this research were Social Skills Scale (α = 0,831) and Indonesian translated version of Inventory of Parent and Peer Attachment (α = 0,941). The Result of this study showed positive correlation between the quality of child-parent attachment and adolescent’s social skills (r=0,323, p
Back to Top Top