Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen

Journal Information
ISSN / EISSN : 1907-6037 / 2502-3594
Published by: JIKK (10.24156)
Total articles ≅ 308
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

R. Marliani, Z. Ramdani, P.N. Nurany, F.I. Irawan, R. Ekawati, G.Z. Nur
Published: 1 January 2022
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 15, pp 39-50; https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.1.39

Abstract:
Keluarga merupakan sekolahutama bagi anak untuk tumbuh berdasarkan fitrah masing-masingsehingga apapun yang terjadi dikeluarga tentunya memberikan pengaruh terhadap perkembangan anak usia dini. Studi ini bertujuan untuk menganalisispengaruh dan melihat perbedaan dari status ekonomi, tempat tinggal,danketerlibatan orang tua diprogram Bina Keluarga Balita (BKB) terhadap pengasuhan, pertumbuhan,dan perkembangan jiwa anak usia dini. Metode dalam penelitianini adalah kuantitatif dengan menggunakan sumber data sekunder. Sebanyak 3.894 orang Ibu menjadi responden padaSurvei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) 2019 Provinsi Jawa Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status ekonomi dan keterlibatan orang tua dalam program BKB berpengaruh signifikan terhadap pengasuhan, pertumbuhan,dan perkembanganjiwa anakusia dini. Selain itu, adaperbedaan signifikan antara status ekonomi orang tua yang tinggi, sedang,dan rendah.Hasil lainnya jugamenunjukkan bahwaada perbedaan signifikan antara mereka yang mengikuti program BKB dan tidak. Hasil penelitian secara umum memperkuat bahwa diperlukan fondasi yang kuat pada keluarga baik dari sisi ekonomi maupun dari segi partisipasi orang tua dalam kegiatan pembinaan dan kemasyarakatan.
R.C. Azzara, M. Simanjuntak, H. Puspitawati
Published: 1 January 2022
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 15, pp 27-38; https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.1.27

Abstract:
An increasednumber of coronaviruscasesinfection has resultedininstability of household, which has animpact on family quality of life(QoL), and the facts during Covid-19 pandemic are contrary to the structural-functional theory, which emphasizes system stability and balance. This study aims to analyze the effect of religiosity, economic pressure, stress levels, and family management on family QoLduring the Covid-19 pandemic and to analyze family typology based on stress levels, economic pressure, and family QoL. This study uses a quantitative approach and voluntary sampling method with 270 respondents selected based on criteria of working mothers or homemakers with working husbands. The higher frequency of religiosity and the smaller the economic pressure, the lower risk of high-stress levels.The high-stresslevelsand economic pressure decrease thefamilyQoL, but the QoL increase if the family can carry out good financial management. Increasing the frequency of religiosity would improve familyQoLby reducing stress levels. The typology is dominated by economic pressure and low QoL, while the typology of stress level and balanced QoLis dominated by the best type (low-stress levels, high QoL) and both low types. Reduced economic pressure, improved financial management, and stress management are important to preserve or improve QoL.
W. Panggabean, D. Hastuti, T. Herawati
Published: 1 January 2022
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 15, pp 63-75; https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.1.63

Abstract:
Peningkatan jumlah pengguna internet di Indonesia menjadi peluang terjadinya perilaku cyberbullying dikalangan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh gaya pengasuhan, identitas moral, dan pemisahan moral terhadap perilaku cyberbullyingpada remaja. Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectionalkarena data yang dikumpulkan dan diteliti berada dalam satu waktu sehingga tidak berkelanjutan. Penelitian ini melibatkan 120 siswa SMA (usia 13-18 tahun) di Kota Bogor yang dipilih secara voluntary sampling.Data dianalisis menggunakan SPSS dan Smart Partial Least Square(PLS). Hasil uji PLS menunjukkan bahwa perilaku cyberbullyingremaja dipengaruhi secara langsung positif oleh gaya pengasuhan penolakan ibu dan pemisahan moral remaja. Tingginya pengasuhan penolakan yang dilakukan oleh ibu dan pemisahan moral remaja yang juga tinggi akan mendorong remaja untuk melakukan perilaku cyberbullying kepada orang lain. Karakteristik keluarga yaitu lama pendidikan ibu dan status pekerjaan ibu berpengaruh secarasignifikan terhadap gaya pengasuhan penolakan ibu. Karakteristik remaja yaitu usia remaja berpengaruh secara signifikan terhadap identitas moral remaja. Gaya pengasuhan penolakan ibu secara langsung positif memengaruhi pemisahan moral remaja. Identitasmoral remaja secara negatif memengaruhi pemisahan moral.
G. Salsabila, A. Rofi
Published: 1 January 2022
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 15, pp 1-13; https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.1.1

Abstract:
Kajian terhadap terjadinya perceraian lebih banyak dilihat dari faktor individual dan rumah tangga dan kurang banyak dikaji dari aspek konteks wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konteks wilayah dengan menganalisis kecenderungan dan sebaran spasial tingkat perceraian di Jawa Timur tahun 2012-2020 dan menganalisis hubungan antara faktor sosial ekonomi wilayah dengan tingkat perceraian di Jawa Timur. Data yang digunakan dalam penelitian adalah data sekunder dari publikasi Badan Pusat Statistik. Analisis kecenderungan dan persebaran tingkat perceraian di Jawa Timur dilakukan secara deskriptif dan menggunakan indeks Hoover. Sementara itu, analisis hubungan antara tingkat perceraian dengan faktor sosial ekonomi wilayah menggunakan uji korelasi Pearson. Penelitian ini menemukan adanya peningkatan tingkat perceraian di Jawa Timur dari tahun 2012-2020 dengan persebaran tingkat perceraian yang tidak merata dan cenderung terkonsentrasi di wilayah tertentu. Hal tersebut tercermin dari semakin meningkatnya indeks Hoover. Faktor konteks wilayah di Jawa Timur yang berhubungan signifikan dengan tingkat perceraian adalah rata-rata lama sekolah dan persentase penduduk miskin. Perceraian memiliki korelasi positif dengan rata-rata lama sekolah dan sementara memiliki korelasi negatif dengan persentase penduduk miskin. Penelitian ini merekomendasikan cara mengurangi tingkat perceraian di Jawa Timur, yaitu tidak hanya dilakukan dengan memperbaiki tingkat pendidikan dan kemakmuran penduduk, tetapi juga memperbaiki kualitas pendidikan dan mendorong dekonsentrasi pendidikan dan kemakmuran.
R.P. Amalia, F.A. Abidin, F.Y. Lubis
Published: 1 January 2022
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 15, pp 51-62; https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.1.51

Abstract:
Ibu, sebagai pengasuh utama anak, dapat mengalami stres pengasuhan yang kemudian berdampak pada menurunnya pengasuhan yang suportif kepada anak. Penelitianini bertujuan untukmenganalisis pengaruh penilaian negatif ibu mengenai Covid-19 terhadap hubungan antara stres pengasuhan dengan pengasuhan suportif.Desain penelitian ini adalah crossectional, dengan pendekatan penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini merupakan ibu yang memiliki anak berusia 2-18 tahun. Dengan teknik convenience sampling, diperoleh responden ibu sebanyak 272 orang, yang berusia 21-54 tahun (M=38,49, SD=6,59). Pengambilan data dilakukan menggunakan platform kuesioner online. Analisisregresi linear menunjukkan bahwa stres pengasuhan berpengaruh negatif terhadap pengasuhan suportif. Uji moderasi dengan Hayes PROCESS menunjukkan bahwa penilaian ibu mengenai dampak Covid-19 dalam pemenuhan kebutuhan dapat memperkuat hubungan negatif antara stres pengasuhan dan pengasuhan suportifpada kadar yang rendah, sedang, maupun tinggi. Dengan demikian, stres pengasuhan yang dialami ibu berdampak pada rendahnya pengasuhan suportif pada anak, dan pengasuhan suportif ibu akan lebih rendah apabila ibu menilai dirinya kesulitan memenuhi kebutuhan keluarga akibat pandemi.Berdasarkanhasil penelitian ini, diperlukan tindakan preventif untuk mencegah peningkatan stres pengasuhan ibu serta untuk mempertahankan penilaian positif ibu terhadap Covid-19 sebagai upaya meningkatkan pengasuhan yang suportif.
H. Hanan, H. Wahyuningsih
Published: 1 January 2022
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 15, pp 76-89; https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.1.76

Abstract:
Perundunganberdampak pada kesehatan mental siswa yang menjadi korban. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan menunjukkan korelasi pola asuh dengan perundungan. Telaah lebih lanjut menunjukkan adanya perbedaan hasil antara penelitian-penelitian tersebut. Tujuan dari penelitian metaanalisis ini untuk menguji asosiasipola asuh(demokratis, permisif, dan ototriter)dengan perundungan berdasarkan hasil-hasil korelasional antara pola asuh danperundungan yang telah dilakukan oleh peneliti. Laporan penelitian yang digunakan adalah penelitian yang terbit antara 2010 sampai dengan 2019 dari data baseTaylor and Francis, ProQuest, ScienceDirect,dan Portal Garuda. Berdasarkan diagram PRISMA, dari 233 penelitian diperoleh 18 data sekunder dengan karakteristiksampel yaitu siswa dan mahasiswa. Pola asuh demokratis dengan perilaku perundungan ditemukan tidak berkorelasi (Zr= -0,0970 dengan CI: -0,204 –0,01; p>0,05) dan menunjukkan bias publikasi yang tinggi (fail-safeN= 16), sedangkan pola asuh otoriter dan perundungan berkorelasi positif(Zr= 0,280 dengan CI:0,195 –0,365; p < 0,01) dan menunjukkan bias publikasi yang rendah (fail-safeN= 1536). Pola asuh permisif dengan perundungan juga menunjukkan korelasi positif (Zr= 0,223 dengan CI: 0,060 –0,387; p < 0,01) dan menunjukkan bias publikasi yang rendah (fail-safeN= 171). Tingkat pendidikan sebagai variabel moderator bagi pola asuh demokratis dengan perundungan.
S.N. Azizah, M. Simanjuntak, I. Muflikhati
Published: 1 January 2022
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 15, pp 90-101; https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.1.90

Abstract:
Complaint behavior is a person's response to dissatisfaction with the goods or services used. Complaints are feedback from customers that tend to be negative towards the company. Self-confidence can be interpreted as one aspect of personality in the form of belief in one’s abilities so that others do not influence him, can act according to his will, are happy, optimistic, relatively tolerant, and responsible. This study generally aims to analyze the effect of knowledge and self-confidence on complaints in Indonesia. The study used a cross-sectional study design. The samples were married or employee consumers aged between 17 to 60 years determined by multi-stage random sampling. The number of samples inthis study was 2.100 respondents. This study used descriptive analysis, independent t-test, and SEM using Linear Structural Relationship (LISREL) 8.72. The findings of this study indicate that the knowledge and respondents' complaint behavior are relatively low, whereas self-confidence was in the moderate category. Knowledge had a significant effect on complaint behavior but insignificant on self-confidence. Other results also indicate that self-confidence had no significant effect on complaint behavior.
R. Yulfa, H. Puspitawati, I. Muflikhati
Published: 1 January 2022
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 15, pp 14-26; https://doi.org/10.24156/jikk.2022.15.1.14

Abstract:
Keluarga yang dikepalai perempuan rentan terhadap kemiskinan yang tak lain disebabkan oleh faktor pendapatan yang rendah dan lingkungan yang tidak mendukung. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dan diteliti secara kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisis pengaruh tekanan ekonomi, coping ekonomi, dan dukungan sosial terhadap kesejahteraan perempuan kepala keluarga. Penelitian ini melibatkan 100 perempuan yang bercerai dan memiliki anak di Jawa Barat dengan menggunakan non-probability voluntary sampling. Berdasarkan hasil penelitian, rata-rata usia responden adalah 39 tahun dan lama menjanda adalah 4 tahun. Sebagian besar responden memiliki pekerjaan tidak tetap dengan pendapatan di bawah garis upah minimum provinsi. Lebih dari setengah (66,0%) responden memiliki rasio aset lebih sedikit daripada utang dan semua (100,0%) responden memiliki utang. Variabel tekanan ekonomi, coping ekonomi, dukungan sosial, dan kesejahteraan berada pada kategori sedang. Karakteristik seperti pekerjaan dan lama menjanda berpengaruh positif dan negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Coping ekonomi berpengaruh negatif signifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Dukungan sosial juga berpengaruh positif siginifikan terhadap kesejahteraan subjektif. Pekerjaan dan rentang lama menjanda menjadi faktor yang dapat memengaruhi tingkat kesejahteraan keluarga. Kesejahteraan pun dapat diperoleh jika perempuan kepala keluarga tidak memiliki utang. Semakin sedikit coping ekonomi yang dilakukan oleh perempuan kepala keluarga, serta semakin banyak dukungan sosial yang didapatkan akan meningkatkan tingkat kesejahteraannya.
A. Hakim, M. Simanjuntak, N. Hasanah
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 296-309; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.296

Abstract:
Makin banyaknya pelaku bisnis online dan tidak sedikit yang melakukan penipuan mengharuskan konsumen lebih selektif dalam memilih online shop sebelum memutuskan melakukan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh brand image, perceived risk, e-service quality, dan Electronic Word of Mouth (eWOM) terhadap keputusan pembelian di Instagram melalui trust sebagai variabel mediator. Desain penelitian yang digunakan yaitu cross-sectional study dengan pendekatan kuantitatif. Responden adalah masyarakat Indonesia yang pernah berbelanja di Instagram minimal satu kali selama enam bulan terakhir, berusia di atas 17 tahun dan berdomisili di Jabodetabek dengan jumlah 300 orang yang ditentukan secara voluntary sampling. Data dikumpulkan dengan cara mengisi kuesioner secara daring. Riset membuktikan terdapat pengaruh signifikan dan positif brand image dan eWOM terhadap keputusan pembelian melalui trust. Sebaliknya, tidak ada pengaruh yang signifikan antara perceived risk dan e-service quality terhadap keputusan pembelian melalui trust. Konsumen harus selektif dalam memilih merek, mencari, dan mengumpulkan informasi barang yang akan dibeli. Dalam hal ini, peran Pemerintah pun sangat penting untuk meningkatkan keberdayaan konsumen.
R.A. Hasanah, M. Latifah
Published: 30 September 2021
by JIKK
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen, Volume 14, pp 270-281; https://doi.org/10.24156/jikk.2021.14.3.270

Abstract:
Penggunaan media sosial telah membawa sejumlah masalah bagi remaja seperti perundungan siber maupun pengalaman tidak nyaman lainnya sehingga remaja membutuhkan sebuah kemampuan untuk menghadapinya, yaitu online resilience. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh karakteristik remaja, karakteristik keluarga, kelekatan remaja-orang tua, regulasi emosi, dan hubungan persahabatan terhadap online resilience pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain eksplanatori dengan melibatkan 224 remaja pengguna media sosial usia 15–18 tahun yang tinggal bersama orang tua lengkap dan tinggal di Kota Bogor. Teknik penarikan contoh yang digunakan adalah purposive sampling. Data diperoleh dengan pelaporan diri melalui kuesioner daring dan dianalisis dengan uji regresi linear berganda. Hasil menunjukkan bahwa lebih dari separuh remaja memiliki kelekatan dengan ayah kategori rendah (53,1%) dan kelekatan dengan ibu kategori sedang (51,3%). Sementara itu, lebih dari separuh remaja (61,2%) memiliki regulasi emosi penilaian ulang kategori sedang dan lebih dari sepertiga remaja (38,8%) memiliki regulasi emosi penekanan emosi kategori rendah. Selanjutnya, lebih dari separuh remaja memiliki hubungan teman sebaya kategori tinggi (68,3%) dan online resilience kategori sedang (57,1%). Hasil uji regresi (R2=0,394) menunjukkan bahwa jenis kelamin remaja, pendapatan per kapita, regulasi emosi penilaian ulang, dan hubungan persahabatan berpengaruh terhadap online resilience remaja. Implikasi hasil penelitian terhadap cara peningkatan online resilience dibahas lebih lanjut dalam artikel ini.
Back to Top Top