Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam

Journal Information
ISSN / EISSN : 2303-1891 / 2549-2926
Published by: Martabat : Jurnal Perempuan dan Anak (10.21274)
Total articles ≅ 251
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Muhammad Iqbal Firdaus, Junanah Junanah Junanah, Muhammad Dwi Toriyono
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 181-201; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.181-201

Abstract:
This study aims to describe the findings related to the affective aspects of the novel “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan” by Tasaro GK. This is motivated by the facts which show that learning of Islamic History and Culture is still mostly done based on cognitive aspects alone. This is certainly not in line with the characteristics of these learning which not only include the development of the cognitive aspects of students, but also demands empowerment in the affective and psychomotor aspects. So that one alternative problem solving that can be offered is to use novels as a source of affective learning. The discussion in this study was carried out with a content analysis consisting of four steps; data procurement, data reduction, data analysis, and inference. The results of data analysis show that there are various forms of simulations on the level of affective aspects in the novel “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan”.
Azam Syukur Rahmatullah, Halim Purnomo
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 222-245; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.222-245

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam kenakalan-kenakalan apa saja yang terjadi di pesantren, dan hasil penemuan penelitian dapat mengklasifikasikan jenis-jenis kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Jenis penelitian ini adalah penelitian kenakalan remaja terjadi di manapun dan dalam situasi apapun, termasuk di ranah pesantren. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perilaku-perilaku santri terkadang nganeh-nganehi dan bisa dikatakan menyimpang dari aturan kepesantrenan. Hal yang demikian adalah fakta dan nyata. Oleh karena itu, dalam hal ini peneliti berupaya untuk menelaah lebih dalam lagi perihal kenakalan-kenakalan remaja santri yang terjadi di pesantren. Tujuan dari literatur dan sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan eksploratif yang mengkaji secara mendalam untuk menemukan hal-hal baru, yang kaitannya dengan kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Sedangkan analisisnya menggunakan studi content analysis yakni penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu infomasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kenakalan-kenakalan remaja santri antara lain dilihat dari individu santri, lingkungan pesantren dan lingkungan relationship antar santri. Adapun tingkatan kenakalan remaja santri terbagi menjadi tiga yakni kenakalan tingkat bawah, sedang dan tinggi. Sedangkan penanganan yang dilakukan pesantren untuk mengatasi kenakalan remaja santri menggunakan pendekatan antara lain pendekatan hati ke hati (touching heart), pendekatan spiritual-religius, sampai pada pendekatan yang berbasis kedisiplinan yang sifatnya tegas sesuai aturan yang berlaku.
Rajab Rajab, Zulmuqim Zulmuqim, Rully Hidayatullah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 246-266; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.246-266

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pembelajaran berbasis teknoligi informasi di pesantren, medorong pendidik/guru di pesantren menggunakan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan dipadukan dengan kajian perpustakaan, sehingga akan mendapatkan konsep dan kajian yang mampu membawa pesantren ke era revolusi industeri 4.0. Permasalahan yang terjadi di pesantren antara lain proses pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru, sumber pengetahuan utama masih berasal dari guru dan literasi yang berkembang masih calistung (membaca, menulis dan berhitung). Hasil penelitian antara lain; pimpinan pesantren dapat melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi mengunakan Learning Management System (LMS), seperti; Google Classroom, Zoom Clouds Meeting, Schoology dan LMS lainnya. Sehingga proses pembelajaran tidak hanya terpusat pada guru tetapi terpusat pada peserta didik/santri dan literasi yang digunakan adalah literasi data, literasi manusia dan literasi teknologi. Kata Kunci: Revolusi Industri 4.0, pembelajaran, teknologi informasi.
Bahrul Ulum
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 22-41; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.22-41

Abstract:
This paper aims to study the storytelling method for early childhood education in the Hadith of the Prophet Muhammad r, where many stories are told by the Prophet which contain educational values. Prophet Muhammad as a great educator realizes that the storytelling method is very effective in instilling faith and character building in children's souls, because in the storytelling method there is an attraction that can touch the souls of listeners/students as if he lives in the story and become one of the actors. The story method in Islamic education has functions and tasks that are not found in other educational methods, it is very effective for attracting the children’s attention and stimulating their brains well, and the story in the Hadith Al-Shareef has features that impact on children's psychology and education which are very strong, clear, and long-term. Therefore, The Prophet Muhammad is the most powerfull model for us in educating our children.
Azam Syukur Rahmatullah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 42-65; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.42-65

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam kenakalan-kenakalan apa saja yang terjadi di pesantren, dan hasil penemuan penelitian dapat mengklasifikasikan jenis-jenis kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Jenis penelitian ini adalah penelitian kenakalan remaja terjadi di manapun dan dalam situasi apapun, termasuk di ranah pesantren. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perilaku-perilaku santri terkadang nganeh-nganehi dan bisa dikatakan menyimpang dari aturan kepesantrenan. Hal yang demikian adalah fakta dan nyata. Oleh karena itu, dalam hal ini peneliti berupaya untuk menelaah lebih dalam lagi perihal kenakalan-kenakalan remaja santri yang terjadi di pesantren. Tujuan dari literatur dan sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan eksploratif yang mengkaji secara mendalam untuk menemukan hal-hal baru, yang kaitannya dengan kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Sedangkan analisisnya menggunakan studi content analysis yakni penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu infomasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kenakalan-kenakalan remaja santri antara lain dilihat dari individu santri, lingkungan pesantren dan lingkungan relationship antar santri. Adapun tingkatan kenakalan remaja santri terbagi menjadi tiga yakni kenakalan tingkat bawah, sedang dan tinggi. Sedangkan penanganan yang dilakukan pesantren untuk mengatasi kenakalan remaja santri menggunakan pendekatan antara lain pendekatan hati ke hati (touching heart), pendekatan spiritual-religius, sampai pada pendekatan yang berbasis kedisiplinan yang sifatnya tegas sesuai aturan yang berlaku.
Rajab Rajab, Zulmuqim Zulmuqim, Rully Hidayatullah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 66-86; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.66-86

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pembelajaran berbasis teknoligi informasi di pesantren, medorong pendidik/guru di pesantren menggunakan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan dipadukan dengan kajian perpustakaan, sehingga akan mendapatkan konsep dan kajian yang mampu membawa pesantren ke era revolusi industeri 4.0. Permasalahan yang terjadi di pesantren antara lain proses pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru, sumber pengetahuan utama masih berasal dari guru dan literasi yang berkembang masih calistung (membaca, menulis dan berhitung). Hasil penelitian antara lain; pimpinan pesantren dapat melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi mengunakan Learning Management System (LMS), seperti; Google Classroom, Zoom Clouds Meeting, Schoology dan LMS lainnya. Sehingga proses pembelajaran tidak hanya terpusat pada guru tetapi terpusat pada peserta didik/santri dan literasi yang digunakan adalah literasi data, literasi manusia dan literasi teknologi. Kata Kunci: Revolusi Industri 4.0, pembelajaran, teknologi informasi.
Muhammad Iqbal Firdaus, Junanah Junanah Junanah, Muhammad Dwi Toriyono
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 1-21; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.1-21

Abstract:
This study aims to describe the findings related to the affective aspects of the novel “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan” by Tasaro GK. This is motivated by the facts which show that learning of Islamic History and Culture is still mostly done based on cognitive aspects alone. This is certainly not in line with the characteristics of these learning which not only include the development of the cognitive aspects of students, but also demands empowerment in the affective and psychomotor aspects. So that one alternative problem solving that can be offered is to use novels as a source of affective learning. The discussion in this study was carried out with a content analysis consisting of four steps; data procurement, data reduction, data analysis, and inference. The results of data analysis show that there are various forms of simulations on the level of affective aspects in the novel “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan”.
Imroatul Ajizah, Muhammad Nurul Huda
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 333-352; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.333-352

Abstract:
Peserta didik abad 21 merupakan generasi yang paling akrab dengan teknologi dibanding dengan generasi sebelumnya. Dengan mengetahui hal tersebut, penting untuk guru mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran guna mengimbangi kebutuhan dan kondisi peserta didik di era saat ini. Namun, pengintegrasian teknologi tidak akan efektif jika tidak dibarengi dengan kemampuan pedagogi dan pengetahuan materi pembelajaran yang memadai, karena ketiga hal tersebut merupakan kerangka yang saling berkaitan satu sama lain. Pandangan transformatif ini menampilkan sifat dinamis dari interkoneksi konten, pedagogi, dan teknologi dalam konteks pendidikan menuju pengembangan pengetahuan yang disebut sebagai TPACK. Penelitian ini menggunakan metode literatur review dengan cara menelusuri berbagai referensi yang berkaitan dengan judul. Hasil temuan menunjukkan bahwa TPACK memiliki peran yang sangat penting sebagai bekal guru dalam pembelajaran PAI. Dengan menguasai TPACK, guru PAI dapat menyajikan pembelajaran yang inovatif dan kreatif, serta efektif di dalam kelas sehingga peserta didik dengan mudah memahami pembelajaran yang sedang berlangsung. Hal ini berdampak pada meningkatnya kualitas pembelajaran PAI.
Zaenani Nani Qodriyatun, Muqowim Muqowim, Radjasa Radjasa
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 267-285; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.267-285

Abstract:
: This library research study attempts to answer two questions. First, how had KH. Wahid Hasyim thought about character education? Second, how the character implementation likes reading according to KH. Wahid Hasyim on the current condition of reading power in Indonesia, especially madrasa students? Through inductive analysis, two findings are produced. First, there are eight character values that educated by KH. Wahid Hasyim. The eight values are religious, tolerance, self-attendance, democratic, nationalism, love for the motherland, friendly or communicative, and fond of reading. The second finding in this study, that the fondness of reading KH. Wahid Hasyim is in line with what is contained in the Law on the National Education System (National Education System) No. 20 of 2003 article 4 paragraph 5 which explains that education is carried out by developing a culture of reading, writing and arithmetic for all citizens. Also in line with the command of Allah in the teachings of Islam contained in the first revelation that is "Read in the name of your Lord who created," (Surah Al-'Alaq 96: Verse 1)
Ica Putri Cahayaningsih
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 353-376; https://doi.org/10.21274/taalum.2020.8.2.353-376

Abstract:
Analysis of the items is adjusted to the material provided in the textbook, whether the questions available in the book or not, because in some cases it not in accordance with the questions. in addition the authors, also analyzed the items contained in the book with HOTS qualification categories based on Bloom’s Taxonomy. this study aims to describe wether the questions presented in thr studebt book (BSE) History of Islamic culture class IV curriculum 2013 published by Ministry of Religion in 2014 aew in accordance with the level HOTS category in Bloom’s Taxonomy. The data analyzed in this study are the study questions presented in the student’s book. The analysis technique used in the research is descriptive statistical analysis and with resulting data in the form of percentages. The result of the analysis in this study indicate that the questions contained in the SKI student book are presented with the proportion (1) 78% of questions in LOTS category, (2) 21% of questions in the MOTS category, and (3)1% of questions in the HOTS category. Thus, it can be concluded that the questions prsentes in the SKI student book are not ideal as matter of practice.
Back to Top Top