Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam

Journal Information
ISSN / EISSN : 2303-1891 / 2549-2926
Current Publisher: IAIN Tulungagung (10.21274)
Total articles ≅ 251
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Bahrul Ulum
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 202-221; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.202-221

Abstract:
This paper aims to study the storytelling method for early childhood education in the Hadith of the Prophet Muhammad r, where many stories are told by the Prophet which contain educational values. Prophet Muhammad as a great educator realizes that the storytelling method is very effective in instilling faith and character building in children's souls, because in the storytelling method there is an attraction that can touch the souls of listeners/students as if he lives in the story and become one of the actors. The story method in Islamic education has functions and tasks that are not found in other educational methods, it is very effective for attracting the children’s attention and stimulating their brains well, and the story in the Hadith Al-Shareef has features that impact on children's psychology and education which are very strong, clear, and long-term. Therefore, The Prophet Muhammad is the most powerfull model for us in educating our children.
Rusnadi Muhammad, M. Zainal Arif, Rido Kurniato
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 286-308; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.286-308

Abstract:
The thesis is written with the purpose to understand the thinking of Ibn Sahnun about the ethics of teachers and its relevance to the teacher’s code of ethics act in Indonesia. The ethics of a teacher is a major element in educational activities, because education is not only a transfer of knowledge but also a transfer of value. Embedded ethics within the teacher, make it easier to implement their obligations in the process of education, thus to achieve the purpose of education. The study is also expected to provide useful information for the advancement of Islamic education. Furthermore, it also provides a fresh perspective and improve the quality of education in Indonesia. The research is using qualitative approach with literature research (library research) and the source of data the is the primary and secondary data. Data collection technique is done with the documentation. The data analysis technique used is the descriptive analysis and content analysis. While validity test used an adequate reference and discussion with colleagues (focus group discussion). The results showed that the ethics of teachers, according to Ibn Sahnun is an attitude reflected on the teachings of Islam according to the Qur’an and Hadith, then those behaviours applied in the teaching of the student. Behaviours of teachers are: 1. Fair and do not discriminate between students, 2. Be cautious to God, 3. Sincere and receive wages properly, 3. Being a role model and always give the guidance to the students. Thus, the relevancies between Ibn Sahnun’s thinking and code of ethics act of the teacher are 1. Teacher’s ethic a stable emotional and adults towards the students, 2. Teacher’s ethic Wise and dignified towards the students, 3. Teacher’s ethic a Role model and sincerity towards the students. Keywords: Ethics Teachers, Ibn Sahnun, Act Code of Conduct Teachers. Abstrak Tesis ini ditulis dengan tujuan untuk mengetahui pemikiran Ibnu Sahnun tentang etika guru serta relevansinya dengan undang-undang kode etik guru di Indonesia. Etika seorang guru merupakan unsur utama dalam kegiatan pendidikan, karena pendidikan tidak hanya transfer of knowledge tapi juga transfer of value. Dengan tertanamnya etika dalam diri seorang guru, mempermudahkan ia melaksanakan kewajiban-kewajibannya dalam proses pendidikan, sehingga dapat terwujudnya tujuan pendidikan. Penelitian ini juga diharapkan dapat memberi sebuah infomasi yang bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Islam. Selain itu juga dapat memberikan sebuah pandangan baru dan memperbaiki kualitas pendidikan di Indonesia khususnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Dan sumber data yang digunakan adalah sumber data primer dan sumber data sekunder. Dan teknik pengumpulan data dilakukan dengan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis isi (content analisis). Sementara teknik keabsahan data data dilakukan dengan kecukupan referensi data dan diskusi dengan teman sejawat (FGD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika guru menurut Ibnu Sahnu adalah sebuah prilaku guru dicerminkan dari ajaran-ajaran Islam (menurut al-Qur’an dan Hadist, kemudian prilaku tersebut diaplikasikan dalam berhubungan dengan peserta didik. Diantara prilaku guru tersebut adalah: 1. Berlaku adil dan tidak melakukan diskriminasi terhadap anak didik, 2. Bertakwa kepada Allah, 3. Menanamkan sikap ikhlas dan diperbolehkan menerima upah, dan ke 3. Menjadi uswah hasanah serta senantiasa memberikan perhatian kepada anak didik. Disamping itu, adanya relevansi antara pemikiran Ibnu Sahnun dan Undang-Undang Kode Etik Guru. Beberapa temuan yang memiliki relevansi adalah: 1. Etika guru dengan memiliki emosional yang stabil dan dewasa terhadap anak didik, 2. Etika guru yang arif, bijak, dan berwibawa terhadap anak didik, 3. Etika guru yang menjadi Suri tauladan dan menanamkan sikap ikhlas terhadap anak didik Kata Kunci: Etika Guru, Ibnu Sahnun, Undang-Undang Kode Etik Guru.
Agus Purwo Widodo, Saifudin Zuhri, Djani Djani
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 309-332; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.309-332

Abstract:
Budaya organisasi pada tataran sekolah memerlukan pemimpin yang berkemampuan memobilisasi perkembangan dan perubahan yaitu melakukan kegiatan kreatif, menemukan strategi, metode, cara-cara, atau konsep-konsep yang baru dalam pengajaran agar pembelajaran bermakna dan melahirkan pendidikan yang berkualitas. Berkenaan dengan hal tersebut maka diperlukan kepemimpinan transformatif sebagai upaya untuk menghasilkan pendidikan yang mampu berdaya saing dan menghasilkann peserta didik yang mempunyai integritas kepribadian, sikap disiplin, kreatif, inovatif, dan kompetitif. Profesionalitas kepemimpinan pendidikan sebagai pemimpin transformasional perlu memiliki kompetensi, transparansi, efisiensi, dan kualitas tinggi. Strategi Pelaksanaan Kepemimpinan Transformatif Kepala MI Perwanida Kota Blitar dan SD Islam Al Munawar Tulungagung dalam meningkatkan kebijakan daya saing pendidikan di lembaganya: (1) Di lembaga Madrasah/sekolah terjadi adanya kerjasama dengan wakil-wakilnya, guru-guru, dan staf dalam kerja tim (team work), sehingga memungkinkan terlaksananya peran kepemimpinan tim (team leadership); (2) Di lembaga Madrasah/sekolah terjadi adanya peningkatan motivasi dan membangkitkan gairah kerja guru yang diorientasikan pada terciptanya pertumbuhan personal dan profesional guru (personal and professional growth), sehingga memungkinkan terlaksananya peran kepemimpinan supervisi (supervisory leadership); (3) Di lembaga madrasah tercipta penataan organisasi madrasah, iklim hubungan yang bersifat loose coupling, dan mengubah struktur dan iklim birokrasi menjadi menyenangkan (comfortable bureaucracy) atau profesional (professional bureaucracy) sehingga memungkinkan terlaksanya peran kepemimpinan organisasional (organizational leadership).
Ahmad Fahrudin, Arbaul Fauziah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 377-400; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.377-400

Abstract:
The aim of this study was to evaluate the perceptions of IAIN Tulungagung students on the implementation of the internship program at MTSN 2 Blitar. This study was conducted on March to November 2020. This study used a qualitative approach and secondary data was analyzed descriptively and exploratively. The informants in this study were students of the Tarbiyah and Teacher Training Faculty (FTIK) IAIN Tulungagung who carried out the Internship program 1 and 2 at MTsN 2 Blitar, East Java. Data were collected using questionnaires, observation, documentation, and interviews. As much as 92% of students stated that there was preparation or provision of apprenticeship program at IAIN Tulungagung before the students went to the field. At the same percentage, students claimed to be happy in carrying out an internship program. This was indicated by the existence of special preparations every day before entering the class which was stated by 84% of students. All students (100%) had high enthusiasm for teamwork. According to 84% of students, this was triggered by the atmosphere in the partner institutions to support the implementation of internships. Thus, all students (100%) can conduct socialization in a flexible manner with the school. Even though the implementation of internship was well, there were 30% of students who stated that there were obstacles in its implementation. The condition caused the dissatisfaction was felt by 23% of students. As many as 76% of students stated that there were administrative tasks and as many as 69% of students stated that there were several other tasks given by the school during the internship. Keywords: enthusiasm, internship, student, perception
Bahrul Ulum
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 22-41; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.22-41

Abstract:
This paper aims to study the storytelling method for early childhood education in the Hadith of the Prophet Muhammad r, where many stories are told by the Prophet which contain educational values. Prophet Muhammad as a great educator realizes that the storytelling method is very effective in instilling faith and character building in children's souls, because in the storytelling method there is an attraction that can touch the souls of listeners/students as if he lives in the story and become one of the actors. The story method in Islamic education has functions and tasks that are not found in other educational methods, it is very effective for attracting the children’s attention and stimulating their brains well, and the story in the Hadith Al-Shareef has features that impact on children's psychology and education which are very strong, clear, and long-term. Therefore, The Prophet Muhammad is the most powerfull model for us in educating our children.
Azam Syukur Rahmatullah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 42-65; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.42-65

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam kenakalan-kenakalan apa saja yang terjadi di pesantren, dan hasil penemuan penelitian dapat mengklasifikasikan jenis-jenis kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Jenis penelitian ini adalah penelitian kenakalan remaja terjadi di manapun dan dalam situasi apapun, termasuk di ranah pesantren. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perilaku-perilaku santri terkadang nganeh-nganehi dan bisa dikatakan menyimpang dari aturan kepesantrenan. Hal yang demikian adalah fakta dan nyata. Oleh karena itu, dalam hal ini peneliti berupaya untuk menelaah lebih dalam lagi perihal kenakalan-kenakalan remaja santri yang terjadi di pesantren. Tujuan dari literatur dan sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan eksploratif yang mengkaji secara mendalam untuk menemukan hal-hal baru, yang kaitannya dengan kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Sedangkan analisisnya menggunakan studi content analysis yakni penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu infomasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kenakalan-kenakalan remaja santri antara lain dilihat dari individu santri, lingkungan pesantren dan lingkungan relationship antar santri. Adapun tingkatan kenakalan remaja santri terbagi menjadi tiga yakni kenakalan tingkat bawah, sedang dan tinggi. Sedangkan penanganan yang dilakukan pesantren untuk mengatasi kenakalan remaja santri menggunakan pendekatan antara lain pendekatan hati ke hati (touching heart), pendekatan spiritual-religius, sampai pada pendekatan yang berbasis kedisiplinan yang sifatnya tegas sesuai aturan yang berlaku.
Rajab Rajab, Zulmuqim Zulmuqim, Rully Hidayatullah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 66-86; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.66-86

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pembelajaran berbasis teknoligi informasi di pesantren, medorong pendidik/guru di pesantren menggunakan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan dipadukan dengan kajian perpustakaan, sehingga akan mendapatkan konsep dan kajian yang mampu membawa pesantren ke era revolusi industeri 4.0. Permasalahan yang terjadi di pesantren antara lain proses pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru, sumber pengetahuan utama masih berasal dari guru dan literasi yang berkembang masih calistung (membaca, menulis dan berhitung). Hasil penelitian antara lain; pimpinan pesantren dapat melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi mengunakan Learning Management System (LMS), seperti; Google Classroom, Zoom Clouds Meeting, Schoology dan LMS lainnya. Sehingga proses pembelajaran tidak hanya terpusat pada guru tetapi terpusat pada peserta didik/santri dan literasi yang digunakan adalah literasi data, literasi manusia dan literasi teknologi. Kata Kunci: Revolusi Industri 4.0, pembelajaran, teknologi informasi.
Muhammad Iqbal Firdaus, Junanah Junanah Junanah, Muhammad Dwi Toriyono
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 181-201; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.181-201

Abstract:
This study aims to describe the findings related to the affective aspects of the novel “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan” by Tasaro GK. This is motivated by the facts which show that learning of Islamic History and Culture is still mostly done based on cognitive aspects alone. This is certainly not in line with the characteristics of these learning which not only include the development of the cognitive aspects of students, but also demands empowerment in the affective and psychomotor aspects. So that one alternative problem solving that can be offered is to use novels as a source of affective learning. The discussion in this study was carried out with a content analysis consisting of four steps; data procurement, data reduction, data analysis, and inference. The results of data analysis show that there are various forms of simulations on the level of affective aspects in the novel “Muhammad: Lelaki Penggenggam Hujan”.
Azam Syukur Rahmatullah, Halim Purnomo
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 222-245; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.222-245

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui lebih dalam kenakalan-kenakalan apa saja yang terjadi di pesantren, dan hasil penemuan penelitian dapat mengklasifikasikan jenis-jenis kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Jenis penelitian ini adalah penelitian kenakalan remaja terjadi di manapun dan dalam situasi apapun, termasuk di ranah pesantren. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perilaku-perilaku santri terkadang nganeh-nganehi dan bisa dikatakan menyimpang dari aturan kepesantrenan. Hal yang demikian adalah fakta dan nyata. Oleh karena itu, dalam hal ini peneliti berupaya untuk menelaah lebih dalam lagi perihal kenakalan-kenakalan remaja santri yang terjadi di pesantren. Tujuan dari literatur dan sifat dari penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dan eksploratif yang mengkaji secara mendalam untuk menemukan hal-hal baru, yang kaitannya dengan kenakalan remaja kaum santri di pesantren. Sedangkan analisisnya menggunakan studi content analysis yakni penelitian yang bersifat pembahasan mendalam terhadap isi suatu infomasi tertulis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab kenakalan-kenakalan remaja santri antara lain dilihat dari individu santri, lingkungan pesantren dan lingkungan relationship antar santri. Adapun tingkatan kenakalan remaja santri terbagi menjadi tiga yakni kenakalan tingkat bawah, sedang dan tinggi. Sedangkan penanganan yang dilakukan pesantren untuk mengatasi kenakalan remaja santri menggunakan pendekatan antara lain pendekatan hati ke hati (touching heart), pendekatan spiritual-religius, sampai pada pendekatan yang berbasis kedisiplinan yang sifatnya tegas sesuai aturan yang berlaku.
Rajab Rajab, Zulmuqim Zulmuqim, Rully Hidayatullah
Ta'allum: Jurnal Pendidikan Islam, Volume 8, pp 246-266; doi:10.21274/taalum.2020.8.2.246-266

Abstract:
Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan proses pembelajaran berbasis teknoligi informasi di pesantren, medorong pendidik/guru di pesantren menggunakan teknologi informasi dalam proses pembelajaran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan dipadukan dengan kajian perpustakaan, sehingga akan mendapatkan konsep dan kajian yang mampu membawa pesantren ke era revolusi industeri 4.0. Permasalahan yang terjadi di pesantren antara lain proses pembelajaran di kelas masih terpusat pada guru, sumber pengetahuan utama masih berasal dari guru dan literasi yang berkembang masih calistung (membaca, menulis dan berhitung). Hasil penelitian antara lain; pimpinan pesantren dapat melaksanakan pembelajaran berbasis teknologi informasi mengunakan Learning Management System (LMS), seperti; Google Classroom, Zoom Clouds Meeting, Schoology dan LMS lainnya. Sehingga proses pembelajaran tidak hanya terpusat pada guru tetapi terpusat pada peserta didik/santri dan literasi yang digunakan adalah literasi data, literasi manusia dan literasi teknologi. Kata Kunci: Revolusi Industri 4.0, pembelajaran, teknologi informasi.
Back to Top Top