JURNAL DIVERSITA

Journal Information
ISSN / EISSN : 2461-1263 / 2580-6793
Published by: Universitas Medan Area (10.31289)
Total articles ≅ 81
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Vina Amelia Yulianti, Arum Etikariena
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 30-35; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4474

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara sikap pengembangan diri kompetitif yang merupakan sikap kompetitif yang memandang kompetisi sebagai salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan diri (Ryckman, 1996) dan perilaku kerja inovatif yang didefinisikan sebagai kesatuan proses inovasi kompleks yang terdiri dari berbagai tahapan (Janssen, 2000). Untuk dapat menjadi perusahaan yang kompetitif dan inovatif, keterlibatan individu merupakan faktor yang tidak dapat dipisahkan. Sampel diambil dari 75 karyawan dari berbagai unit kerja dan jabatan di perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman. Skala Sikap Pengembangan Diri Kompetitif ( = 0.89) yang dikembangkan oleh Ersilia (2018) digunakan untuk mengukur sikap pengembangan diri kompetitif, sedangkan Skala Perilaku Inovatif = 0.80) dari Janssen (2000) digunakan untuk mengukur perilaku kerja inovatif. Hasil analisa korelasi menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara sikap pengembangan diri kompetitif dan perilaku kerja inovatif (r=0,60; p>0,05). Implikasi teoritis dan praktis dari hasil studi ini akan menjadi bahan diskusi selanjutnya.
Widi Astuti, Zurratul Muna, Rini Julistia
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 72-78; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4526

Abstract:
Hubungan interpersonal saat ini membuat kekhawatiran tersendiri bagi masyarakat, karena remaja sering terjerumus dalam perbuatan yang dapat melanggar batas-batas nilai yang mengarah kepada perilaku seksual pranikah. Terjadi peningkatan perilaku seksual pranikah pada remaja Aceh. Banyak remaja yang berpacaran di bawah usia 15 tahun atau disebut dengan early starter, sehingga rentan terjadi perilaku seksual pranikah. Remaja yang masa berpacaran terlalu muda dapat mudah melakukan perilaku seksual pranikah. Salah satu cara menghindari perilaku seksual pranikah adalah dengan kontrol diri. Kontrol diri terdiri dari tiga aspek yaitu kontrol kognitif, kontrol perilaku dan mengontrol keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran kontrol diri dalam mencegah perilaku seksual pranikah. Metode penelitian yang digunakan ialah metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Data diperoleh melalui kuisioner “kontrol Diri Terhadap Perilaku Seksual pranikah”. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 290 orang siswa yang diperoleh berdasarkan metode cluster random sampling yang sesuai dengan karakeristik dan dianggap mewakili siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Lhokseumawe. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagaian besar siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Lhokseumawe memiliki kontrol diri yang rendah (62%), artinya sebagian besar siswa Sekolah Menengah Pertama di Kota Lhokseumawe belum mampu mengatur dirinya untuk tidak melakukan perilakunya dalam mencegah perilaku seksual pranikah.
Ida Ayu Nursanti, Jatie Kusmiati Kusna Pudjibudojo
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 121-132; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4613

Abstract:
Fenomena perang suku yang dilakukan Masyarakat Tradisional di Papua sudah lama terjadi. Perang suku merupakan jalan terakhir yang diambil ketika penyelesaian suatu masalah secara musyawarah tidak dapat diselesaikan atau pihak yang berkonflik memang “musuh” secara permanen. Tindakan yang dilakukan dalam perang suku tersebut merupakan perilaku agresi. Perilaku agresi ialah perilaku yang bertujuan guna melukai orang lain baik secara fisik maupun verbal. Berdasarkan hasil studi literatur ditemukan bahwa penyebab perilaku agresi pada budaya perang suku adalah karena faktor internal, eksternal, stressor lingkungan dan situasiasional. Pada faktor internal, perilaku agresi muncul akibat masalah yang mengancam harga diri, kemudian masalah ini disosialisasikan dengan muatan emosi sehingga memicu perang suku. Pada faktor eksternal telihat bahwa sejak anak-anak, masyarakat tradisional sudah belajar berperang dari lingkungan sosialnya dan mendapatkan penguatan positif ataupun negative yang turut meningkatkan perilaku agresi. Pada kondisi stressor lingkungan, perilaku agresi muncul akibat kompetisi populasi terhadap sumber daya yang terbatas. Pada faktor situasional dijelaskan bahwa perilaku agresi disebabkan oleh miras, provokasi konflik politik dan lain-lain. Keseluruhan faktor di atas tidak akan terwujud dalam perilaku agresi apabila tidak ada faktor pemicu yang dianggap oleh masyarakat tradisional telah merugikan aspek social-ekonomi atau melanggar norma adat yang berlaku.
Rizky Hasmiansyah, Aris Fauzan, Muhammad Samsudin
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 63-71; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4666

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui konsep kepribadian manusia, teori filsafat manusia, serta metode dan pendekatan Hasan Langgulung dalam membangun psikologi Islam. Metode penelitian adalah studi kepustakaan (Library Research), dengan metode analisis adalah analisis isi (Content Analysis). Hasil Penelitian Pertama, bahwa manusia terdiri dari jasmani dan rohani, memiliki faculty-faculty meliputi fitrah yang baik, ruh, kebebasan kemauan dan akal. Kedudukan manusia di alam semesta sangat istimewa sebab mempunyai faculty-faculty tersebut. Maka diperlukanlah pendidikan yang berfokus pada pengembangan pribadi yang seimbang dan mampu menyesuaikan diri dengan lingkungannya dengan berorientasi pada iman dan amal shalih. Hasan Langgulung memperkenalkan paradigma ummatik dalam psikologi Islam. Hakikat psikologi Islam adalah penerapan-penerapan dan berbagai aspek kosmologi Islam tradisional. Tujuan utama utama psikologi Islam sebagai pembinaan manusia harus memenuhi tiga bidang binaan meliputi jasmani, akal dan rohani. Sedangkan dasar pembinaan manusia untuk menjadi pribadi yang sehat, wajar dan seimbang. Kedua, Kepribadian al-nafs al-muthmainnah bentuk tertinggi yang dicapai dengan proses tazkiyatun al-nafs. Ketiga, Metode psikologi Islam Hasan Langgulung adalah metode idealistik. Keempat, Pendekatan psikologi Islam Hasan Langgulung adalah skriptualistik dan tasawwuf.
Hasanuddin Hasanuddin
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 97-105; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.5140

Abstract:
Penelitian ini meneliti tentang dominansi dari masing-masing tipe kecerdasan majemukr dan gaya belajar, dan keterkaitan antara masing masing tipe yang ada di gaya berpikir dan gaya belajar dan kecenderungannya dalam bentuk kategori tinggi-rendah dan sedang. Penelitian ini memakai sebanyak 526 partisipan mahasiswa yang terdiri dari 246 laki-laki dan 278 perempuan. Penelitian ni menggunakan dua inventory kecerdasan majemuk dan gaya belajar masing masing dari Gardner dan Grasha. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis Uji kai kuadrat untuk melihat interaksi antara dimensi kecerdasan majemuk yang dominan dengan gaya belajar yang dominan. Masing masing dimensi yang sudah dikategrorisasikan dalam bentuk dominan dan tidak dominan kemudian dicari relasi antara masing masing dimensi kecerdasan majemuk dan gaya belajar. Hasil yang diperoleh ada dua tipe gaya belajar yang dominan yakni kolaboratif dan kompetitif, secara kategori, kolaboratif lebih besar dengan kategori tinggi dibanding dengan kompetitif. Untuk dimensi kecerdasan majemuk dari 9 tipe yang ada hanya 3 tipe yang tidak dominan yakni, kecerdasan ruang visual, gerak badani dan musikal, Untuk tipe kecerdasan majemuk dimensi spiritual yang memiliki kategori tinggi terbesar dan terkecil adalah naturalis. Hasil analisis dengan menggunakan kai kuadrat menunjukkankan semua dimensi kecerdasan majemuk dominan memiliki pengaruh terhadap dimensi dominan yang ada pada gaya belajar.
Yara Andita Anastasya, Nur Afni Safarina, Safuwan Safuwan
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 36-42; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4530

Abstract:
Masa pandemi COVID-19 memunculkan banyak tantangan, salah satunya dialami oleh ibu bekerja. Ibu bekerja mengalami tantangan dalam hal membagi waktu, antara pekerjaan kantor dan pekerjaan domestik, di mana kedua hal tersebut harus selesai dilaksanakan dalam waktu yang bersamaan. Satu sisi, ibu harus mengecek serta standby melihat notifikasi dari handphone terkait pekerjaan kantor, sedangkan di saat bersamaan ibu juga harus mampu menyelesaikan pekerjaan domestik seperti mengurus keperluan rumah hingga mengasuh serta merawat anak. Tentunya hal ini akan mengerucut pada satu variabel psikologis yaitu pentingnya manajemen waktu bagi ibu bekerja sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan kantor dan pekerjaan domestik dengan maksimal serta tepat waktu. Indikator seseorang mampu memaksimalkan manajemen waktu ialah ketika mampu mengatur waktu serta memprioritaskan hal penting dan menjalankannya dengan baik sehingga tidak mengalami kendala atau hambatan. Hasil penelitian berdasar hasil uji korelasi Pearson Correlation memperlihatkan nilai signifikansi (sig.) 0.206 yaitu > 0,05 maka tidak terdapat hubungan signifikan antara manajemen waktu dengan kecenderungan FoMO selama pandemi COVID-19 pada ibu bekerja.
Risydah Fadilah
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 85-96; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4892

Abstract:
Gangguan kepribadian adalah pola perilaku individu atau bagaimana cara berhubungan dengan orang lain yang benar-benar kaku. Kekakuan ini akan menghalangi individu menyesuaikan diri terhadap tuntutan eksternal. Individu dengan gangguan kepribadian ini merasa tidak perlu berubah perilakunya. Jenis gangguan kepribadian menurut Cluster B dimana individu dengan gangguan kepribadian ini menunjukkan perilaku yang terlalu dramatis, emosional berlebih atau tidak menentu yaitu kepribadian Antisosial, Borderline, Histrionik dan Narsistik. Diagnosa didasarkan bentuk perilaku, mood, sosial interaksi, dan perilaku impulsif yang terlihat. Wargabinaan Lapas X dengan riwayat kasus S masuk penjara dikarenakan kasus perampokan disertai pembunuhan di sebuah toko mas pada tahun 2007. Alasan S melakukan perampokan karena S ingin hidup mewah dan bisa membantu keluarga besarnya. Hasil rampokannya dipergunakan untuk membiayai anaknya dan memberi modal usaha mantan istrinya. Pada klien ini didiagnosis, Aksis 1: tidak ada diagnostik, Aksis II : F60.8 Gangguan kepribadian khas lainnya yaitu Gangguan Kepribadian Antisosial, predisposisi kepribadian Antisosial dengan campuran narcistic (Preputation Depending Antisocial), Aksis III : tidak ada, Aksis IV : Masalah dengan lingkungan sosial, dan masalah berkaitan dengan hukum dan Aksis V : GAF 50-41= Gejala berat (serious), disabilitas berat. Perubahan perilaku yang dapat dilakukan untuk membantu klien ini adalah dengan menggunakan pendekatan Cognitif Behavior Therapy (CBT).
Laili Alfita, Desti Nuriyah Sianipar
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 106-113; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.5141

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti perbedaan body image ditinjau dari masa perawatan pada wanita. Body Image adalah evaluasi yang dimiliki seseorang tentang penampilan fisiknya terutama bagian tubuh mulai dari ujung rambut hinga kaki berdasarkan persepsi dan perasaan. Penelitian ini dilakukan di Oryza MS Glow Medan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif komparatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 82 wanita yang ditentukan dengan teknik purpossive sampling. Pengumpulan data menggunakan model skala likert melalui skala body image. Analisis data menggunakan teknik analisis one way anova. Reliabilitas menggunakan teknik koefisien alpa cronbachsebesar 0,955 dapat dinyatakan reliabel. Uji homogenitas penelitian sebesar 0,226 dapat dikatakan homogen. Mean hipotetik variabel body image sebesar 80. Mean empirik body image dalam masa perawatan 3 bulan sebesar 64,607. Mean empirik body image dalam masa perawatan 6 bulan sebesar 86,423. Mean empirik body image dalam masa perawatan 12 bulan sebesar 105,571. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, maka diperoleh nilai koefisien perbedaan Anova dengan koefisien F= 1453, 060 dengan P= 0,000 lebih kecil dari 0,05. Hal ini berarti hipotesis yang diajukan yaitu ada perbedaan body image ditinjau dari masa perawatan pada wanita dengan asumsi semakin lama masa perawatan maka semakin positif body image wanita. Oleh karena itu dalam penelitian ini hipotesis diterima.
Intan Rahmawati, Tia Subekti, Irza Khuruni
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 1-11; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4228

Abstract:
Posyandu hadir sebagai Unit Kesehatan Berbasis Masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan oleh, untuk, dan bersama masyarakat. Provinsi Jawa Timur menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang aktif dalam melakukan inovasi pelayanan kesehatan masyarakat melalui Posyandu. Partisipasi masyarakat melalui Posyandu sebagai bentuk dari pembangunan kesehatan yang inklusif dengan melibatkan peran aktif masyarakat serta tidak meninggalkan nilai-nilai lokal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model partisipasi masyarakat pada pelayanan Posyandu di Posyandu Delima Kota Malang dan Posyandu Tanjung Kota Madiun. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatifdengan teknik purposive sampling, serta menggunakan interview mendalam, observasi, dan dokumentasi pada 2 informan. Data yang telah diperoleh dianalisis dengan menggunakan modifikasi metode Stevick-Colaizzi-Keen dari Moustakas untuk menemukan dinamika partisipasi. Hasil penelitian ini menunjukkanadanya keterlibatan proses mental individu dalam kelompok yang melibatkan proses tanggung jawab bersama untuk mencapai tujuan kelompok yang diharapkan. Proses mental ini dipengaruhi oleh lingkungan, budaya, pengalaman, dan karakteristik organisasi, sehingga dapat menumbuhkan dan mengembangkan partisipasi individu dalam berinovasi yang dilatar belakangi oleh motivasi, ide, dorongan, gagasan, tekanan, dan kebutuhan.
Ika Amalia, Ella Suzanna, Liza Adyani
Published: 1 June 2021
JURNAL DIVERSITA, Volume 7, pp 79-84; https://doi.org/10.31289/diversita.v7i1.4535

Abstract:
Salah satu Provinsi dengan kasus Covid 19 terendah di Indonesia adalah Provinsi Aceh, dimana Provinsi Aceh berada pada tingkat ketiga sebagai Provinsi dengan kasus Covid 19 terendah yaitu 168 kasus. Salah satu cara Aceh mengurangi jumlah kasus Covid 19 adalah karena masyarakat Aceh lebih tenang dan masyarakat lebih mengandalkan Allah. Aceh sebagai provinsi yang terkenal dengan kekentalan religius selalu menerapkan nilai-nilai religius dalam kehidupan. Bahkan nilai-nilai agama tersebut juga diterapkan dalam Pemerintahan. Kepatuhan masyarakat Aceh dalam menjalankan syariat Islam memberikan gambaran bahwa Aceh memiliki religiusitas yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran religiusitas masyarakat Aceh dalam menghadapi COVID 19. Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan metode yang digunakan yaitu metode deskriptif. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Aceh Utara, tokoh masyarakat dan agama serta tenaga medis. Berdasarkan hasil wawancara menunjukkan bahwa semua informan dalam penelitian ini mengakui bahwa religiusitas memegang peranan penting selama pandemi ini, hal ini dikarenakan dengan meyakini bahwa pandemi Covid-19 adalah ketetapan Allah, informan lebih dapat menerima kondisi tersebut dengan ikhlas dan tabah.
Back to Top Top