Journal Information
ISSN / EISSN : 0853-2877 / 2598-327X
Total articles ≅ 86
Filter:

Latest articles in this journal

Mochammad Mirza Yusuf Harahap,
MODUL, Volume 21, pp 37-42; doi:10.14710/mdl.21.1.2021.37-42

Abstract:
This paper highlights a strategy for design studio learning due to the restriction during the COVID-19 pandemic that requires an immediate change from physical, face-to-face learning to virtual, online learning. The study examines how creative design and knowledge construction could be monitored throughout the learning process in the virtual studio. The study reflects upon the autonomy and authority of students and tutors, respectively, as they utilise a particular platform for virtual learning. The virtual communication platform becomes the media to accommodate reflection, peer learning, benchmarking and constructive feedback as essential parts of design learning. The study argues that it is essential to establish a strategy to balance the tutor’s space in maintaining their authority and the students’ space in building their autonomy as a design learner in the virtual studio environment.
Aulia Widya Chandra,
MODUL, Volume 21, pp 1-9; doi:10.14710/mdl.21.1.2021.1-9

Abstract:
Keberagaman suku bangsa yang dimiliki oleh setiap negara khususnya negara Indonesia merupakan suatu aset berharga yang harus dijaga dan dilestarikan oleh bangsa Indonesia. Setiap suku bangsa memiliki tradisi kebudayaan yang berbeda sesuai dengan daerahnya masing-masing. Namun, seiring berkembangnya zaman, nilai lokal yang terkandung dalam kebudayaan tradisional tersebut perlahan mulai luntur. Agar ciri khas kebudayaan tradisional di suatu daerah tidak hilang, maka hadirnya konsep Arsitektur Etnik ini dapat dijadikan sebagai alat untuk melestarikan kebudayaan suatu bangsa. Salah satu bangunan yang menerapkan konsep Arsitektur Etnik yaitu Pasar Badung yang ada di Bali. Pembangunan pasar ini mencerminkan kebudayaan Etnik Bali yang sangat ekspresif dan mengedepankan aspek religi (agama hindu). Pengekspresian tersebut dapat dilihat melalui interaksi masyarakat Bali dengan lingkungannya yang terkandung dalam konsep Tri Hita Karana. Penataan ruang pada Pasar Badung memiliki nilai filosofi yang tinggi. Begitu pun dengan bentuk bangunan serta penerapan ornamen bangunannya. Penggunaan unsur tradisional seperti kori pada Pasar Badung membuat bangunan ini semakin menunjukan karakternya sebagai bangunan asli Etnik Bali. Penggunaan ornamen dengan unsur hindu yang kental dan permainan warna yang kontras serta penggunaan tekstur material lokal seperti batu bata juga dapat menonjolkan karakter dari Arsitektur Etnik Bali yang kuat. Dengan menerapkan unsur tradisional yang terkandung dalam kebudayaan Bali, bangunan pasar ini telah menunjukan identitasnya sebagai Etnik Bali yang diwujudkan dalam desain bangunan Pasar Badung. Penelitian ini bermaksud untuk mendeskripsikan serta mengetahui penerapan konsep Arsitektur Etnik pada bangunan Pasar Badung. Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif kualitatif pada studi kasus.
Fadhilah Siti Anisah Haryono, Yulianto Purwono Prihatmaji
MODUL, Volume 21, pp 10-20; doi:10.14710/mdl.21.1.2021.10-20

Abstract:
Batu bata adalah salah satu material yang telah banyak digunakan dalam pembangunan sekarang ini. Meski begitu, hal ini tentunya juga bergantung pada kualitas batu bata tersebut, yang ditentukan berdasarkan komposisi dan bahan pembakarnya. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian ini akan memetakan kualitas batu bata berdasarkan komposisi dan bahan pembakar di Bantul yang tanah dari Bantul dan Klaten, guna mempedalam pengetahuan material batu bata di Bantul serta pengujiannya, agar mempermudah dalam memilih batu bata yang berkualitas. Metode penelitian dilakukan dengan observasi langsung di lima kecamatan Bantul guna mengambil data dan sampel. Kemudian sampel dikelompokkan menjadi beberapa tipe dan dilakukan pengujian terhadap sampel berdasarkan standar. Pengelompokkan tersebut menghasilkan tujuh tipe batu bata berdasarkan komposisi dan bahan pembakar, dan didapatkan bahwa, batu bata terbaik adalah tipe 7 yang memiliki komposisi tanah, lempung, abu dan dibakar menggunakan sekam, kayu. Sedangkan pemetaan menunjukkan bahwa, batu bata yang baik kebanyakan berada di sisi timur peta
Defry Agatha Ardianta,
MODUL, Volume 21, pp 29-36; doi:10.14710/mdl.21.1.2021.29-36

Abstract:
Tulisan ini menginvestigasi terciptanya ruang bermain tak kasat mata dan bagaimana elemen pada ruang tak kasat mata tersebut terkonstruksi. Secara khusus tulisan ini membahas hubungan ruang-pergerakan-kejadian berlandaskan teori yang dikemukakan oleh Bernard Tschumi. Melalui observasi dan analisis terhadap aktivitas anak-anak di kampung Keputran Pasar Surabaya, studi difokuskan terhadap area ruang sirkulasi kampung kota yang selama ini multi fungsi: selain sebagai jalur penghubung namun juga sebagai ruang sosial masyarakat. Analisis dilakukan terhadap pembentukan ruang bermain yang kemudian mengungkapkan kehadiran ruang tak kasat mata. Tulisan ini kemudian menempatkan elemen-elemen konstruksi ruang tak kasat mata tersebut dalam hubungan ruang-pergerakan-kejadian.
Larastika Nur Hamdani,
MODUL, Volume 21, pp 21-28; doi:10.14710/mdl.21.2.2021.21-28

Abstract:
Perkembangan bidang industri di Indonesia berperan penting dalam perekonomian nasional. Perkembangan industri pariwisata juga terlihat pada pembangunan hotel. Hotel yang sering dijumpai merupakan hotel dengan nuansa mewah sehingga dalam perawatannya memakan biaya yang mahal. Untuk itu, konsep Arsitektur Industrial merupakan suatu konsep yang mengedepankan aspek fungsional dan efisien dengan menggunakan material yang tidak difinishing namun tetap mempertimbangkan estetika design sehingga dapat menekan biaya yang dikeluarkan. Arsitektur Industrial merupakan langgam yang muncul dan berkembang di era modern yang berhubungan dengan penyesuaian dan pemanfaatan kembali suatu barang bekas bangunan pabrik menjadi furniture interior. Karakteristik Arsitektur Industrial adalah penggunaan bentuk geometris dan garis tegas, penggunaan warna alami dan warna monokrom dari material aslinya, kejujuran dalam penggunaan material dan ekspos sistem utilitas. Penelitian ini dilakukan untuk melihat penerapan karakteristik Arsitektur Industrial pada Bangunan Hotel dengan cara melakukan studi literatur dan mengkaitkannya dengan studi kasus. Studi kasus yang dipilih merupakan bangunan Chara Hotel, dari studi kasus tersebut akan dianalisis dengan mengkaitkan data studi kasus dengan karakteristik Arsitektur Industrial. Dari analisis tersebut didapatkan hasil berupa penerapan karakteristik konsep Arsitektur Industrial pada Chara Hotel dari segi eksterior maupun interior.
Gustav Anandhita
MODUL, Volume 20, pp 145-150; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.145-150

Abstract:
Biomimikri merupakan metode penyelesaian masalah dengan menduplikasi desain, proses dan perilaku mahluk hidup di alam. Pada penelitian ini proses biomimikri mengambil inspirasi dari tumbuhan genus Mimosa dari keluarga Fabaceae, yang memiliki karakteristik daun yang dapat mengatup atau yang disebut sebagai gerak niktinasti. Penelitian ini bertujuan memperoleh desain arsitektural fasad bangunan dan mengetahui kemampuannya dalam mereduksi tingkat radiasi pada kulit bangunan. . Untuk mencapai tujuan tersebut, metode penelitian menggunakan mix-methods dari biomimicry thinking. Pertama, penelitian terhadap karakteristik bentuk, respon tumbuhan terhadap suhu serta cahaya, dan mekanisme gerak buka tutup daun tumbuhan genus Mimosa. Kedua, melakukan reinterpretasi desain tumbuhan Mimosa sebagai fasad kinetik menggunakan metode generative model menggunakan GH+Rhino. Ketiga, membuat simulasi untuk analisis radiasi matahari menggunakan Ladybug untuk mengetahui efek dari mekanisme buka tutup fasad kinetik tersebut terhadap nilai radiasi total yang diterima bangunan . Dari hasil analisis diketahui bahwa kinerja fasad kinetik tersebut mampu mengurangi radiasi matahari pada bangunan sampai dengan 26.3%.
, Azizi Bahauddin
MODUL, Volume 20, pp 126-133; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.126-133

Abstract:
The gate is an important component of Peranakan houses in Lasem. They are included in the cultural heritage of Indonesia, and most of them are more than a hundred years old, but still stand firm and lined up neatly adorning the Pecinan area. The purpose of this paper is to provide a different perspective on the existence of the Peranakan houses’ gates that interpreted through the author’s experiences during the fieldwork. The gate embodiment gives a different atmosphere and experience which is not found elsewhere because they are unique and irreplaceable. Unfortunately, preserving these gates become a serious challenge in the modern era. The finding comes from the phenomenon which found after the field research and analyzed using the phenomenology approach of Merleau Ponty, Juhani Pallasmaa, and Steven Holl. Phenomenology allows people to express their existence through architecture and let its value appear to people as they experience it. The result showed that experiences would give the people have an attachment to the place unconsciously.
, Pradhana Jati Budhi Laksana
MODUL, Volume 20, pp 151-156; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.151-156

Abstract:
Considering the magnitude of energy loss in building, development of energy saving methods appears to be essential. Daylight plays a significant role in designing energy efficient buildings and improving visual comfort for the occupants. Many daylight analysis methods have been developed in this area. Most of these methods focus on opening maximization. These methods unfortunately might reduce comfort since it causes direct solar glare. There is a need for a reliable lighting simulation model to control the lighting strategy in early stage design. This study proposes a strategy for visualizing daylight analysis of buildings by using Integrated Dynamic Model (IDM). IDM is a combination of design tools used during the conceptual phase for holistic classroom that considers the building’s energy usage, daylight distribution, and thermal indoor environment. The optimization focus is related maximize the performance of the building envelope design. The purpose of this paper are; firstly, providing a new strategy for visualizing the predicting daylight while respecting architectural integrity. The second purpose is to facilitate the designer for choosing window and envelope design alternatives during early stages. The third is to maximize the positive impacts of daylight. Lastly, hopefully IDM could present a simplified simulation and analyze method with the timely, accurate and efficient process.
MODUL, Volume 20, pp 157-166; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.157-166

Abstract:
This paper reflects the shifting understanding of context in a data-based architectural studio. With the school closure in the beginning of the COVID pandemic, the overall learning process is largely conducted online. Big Data becomes an important discourse that provides some benefits and opportunities which transform the design and learning process in an architectural studio, particularly on how students may explore and understand their context. Exploring the works of third-year architectural students in Department of Architecture, Faculty of Engineering Universitas Indonesia, this paper highlights the ways students capture and organise urban information and construct their intervention contexts. The study points out that time, flow and narrative are key in transforming understanding of context. Based on such three aspects, the data reveals the unseen urban patterns, emerging in the imbalance relationship between user and the environment, the disconnection of urban services, and the hidden variety of urban experience. The study reflects how these urban patterns informs the ways students define and situate themselves in the context, shifting existing ideas of context and its corresponding methodologies in the architectural education.
Janne Nadya, Ikaputra Ikaputra
MODUL, Volume 20, pp 134-144; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.134-144

Abstract:
Karakter arsitektur menjadi salah satu perwujudan kebudayaan yang membentuk sebuah identitas. Stasiun jalur Cibatu-Cikajang merupakan salah satu wujud arsitektur yang dibangun kolonial Belanda yang menggambarkan identitas dari kota Garut. Tujuan dari penelitian ini menemukan karakter wujud arsitektur bangunan stasiun lama pada jalur Cibatu-Cikajang. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang menemukan dan mendeskripsikan karakteristik wujud arsitektur berdasarkan perusahaan N.I.S x S.S. dan perusahaan S.S. Penelitian ini memerlukan data dalam mengungkap fakta dengan studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi sejarah stasiun pada media pendukung. Hasil dari penelitian menemukan adanya karakter dari masing-masing stasiun yang dinaungi oleh perusahaan NISxSS dan perusahaan SS.
Back to Top Top