Journal Information
ISSN / EISSN : 0853-2877 / 2598-327X
Published by: Diponegoro University (10.14710)
Total articles ≅ 104
Filter:

Latest articles in this journal

Gentina Pratama Putra, Rona Fika Jamila
Published: 30 May 2022
MODUL, Volume 22, pp 31-35; https://doi.org/10.14710/mdl.22.1.2022.31-35

Abstract:
The development of residential real estate in Indonesia continues to grow. Although it cannot be denied that the current global economic recession affect the property business, housing development must continue to grow in order to accommodate the population demand.The recent economic conditions make housing developers have to make various innovations for convincing the public to buy their housing units. One of the innovations carried out is to recruit famous architects to collaborate in designing their housing. There are those who collaborate to design housing units in their housing clusters, but there are also those who collaborate since the creation of masterpaln to housing units. Of course, with the hope of cooperating with famous architects will be able to make their housing more pretentious, preferred by consumers, and ultimately bought by consumers.While on the community side, what do they expect by buying a house in housing designed by a well-known architect? Is it because of prestige, is it because of other things? This phenomenon is what makes researchers interested in finding out what the influence of a famous architect on the image of a housing in the eyes of the public.The purpose of this study was to determine the effect of the design of starchitect.
Rona Fika Jamila, Retno Wijayaningsih
Published: 30 May 2022
MODUL, Volume 22, pp 36-41; https://doi.org/10.14710/mdl.22.1.2022.36-41

Abstract:
The development of transportation facilities is also important to accommodate the mobility of city residents both by private vehicles and by public transportation. One way to break up the transportation complications is to build an overpass or commonly known as a fly over, and this effort is usually quite successful. However, there is another side that often escapes the government's fly over planning, namely the creation of new spaces under the overpass that are not clearly utilized, so that spontaneously, the spaces that are formed are used "at will" by the community. The purpose of this study is to obtain a variety of shapes and dimensions, as well as where the location of residual space under the fly over, Obtaining community use of residual space under the fly over, Obtaining community behavior in utilizing the residual space under the fly overThis research is a basic research that has a Level of Technology 1 and has a target output in the form of national accredited national journals.
Hendrianto Sundaro
Published: 26 May 2022
MODUL, Volume 22, pp 21-30; https://doi.org/10.14710/mdl.22.1.2022.21-30

Abstract:
Sebagai paradigma ilmu pengetahuan, Positivisme dan Post positivisme telah memberikan pengaruh yang besar bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan peradaban manusia termasuk didalamnya adalah perkembangan kota yang menjadi pusat peradaban manusia. Dalam proses tersebut, filsafat dan metodologi penelitian memiliki peran penting bukan hanya dalam membentuk ilmu pengetahuan tetapi juga meninjau eksistensi ilmu pengetahuan. Meninjau eksistensi ilmu pengetahuan melalu kacamata filsafat dan bukan oleh ilmu itu sendiri adalah agar dapat menempatkan ilmu pengetahuan secara jujur dan obyektif. Artikel ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan sejarah perkembangan filsafat dan ilmu pengetahuan, 2) Mengetahu esensi dari filsafat ilmu dan kedudukannya dalam konstelasi ilmu pengetahuan (science), 3) Mengetahui keterkaitan filsafat ilmu dengan paradigma positivisme dan post-positivisme dalam metodologi penelitian serta 4) Mengetahui kontribusi positivisme dan post positivisme terhadap perkembangan kota. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini adalah studi literatur dengan pendekatan deskriptif-kualitatif. Data yang digunakan adalah data sekunder berupa hasil-hasil pemikiran yang dituangkan di dalam buku dan jurnal baik nasional maupun yang terakreditasi yang memuat topik tentang filsafat, positivisme dan post positivisme, metodologi penelitian dan perkembangan kota / perencanaan wilayah dan kota.  
Amelia Tri Widya, Muhammad Abdul Soleh, Widi Dwi Satria
Published: 26 May 2022
MODUL, Volume 22, pp 1-12; https://doi.org/10.14710/mdl.22.1.2022.1-12

Abstract:
Perkembangan kota di Indonesia sangat dipengaruhi oleh perkembangan sosial, ekonomi, dan politik, tak terkecuali Medan sebagai salah satu kota terbesar. Awal perkembangan Kota Medan dipengaruhi oleh keputusan politik Belanda. Ekspansi terhadap lahan perkebunan oleh Belanda berpengaruh besar pada bentuk struktur kota dan perkampungan warga, salah satunya yaitu Pulo Brayan. Penelitian empiris ini bertujuan untuk mengungkap transformasi fisik dan budaya pada kawasan bersejarah Pulo Brayan, Kota Medan. Penelitian yang dilakukan fokus pada transformasi major arteries (jalan utama), roads (jalan), dan buildings elements (elemen bangunan). Analisis dilakukan secara kualitatif berbasis pada kajian literatur, survei lapangan, dan penelusuran melalui citra satelit. Peneliti menemukan bahwa transformasi jaringan jalan yang terdiri atas “major arteries” (jalan utama) dan “roads” (jalan) dilakukan untuk mengakomodasi pertumbuhan kawasan yang dinamis seperti kemacetan lalu lintas dan kebutuhan perumahan. Sementara itu, transformasi bangunan bergantung pada status kepemilikkan (milik atau perusahaan). Minimnya regulasi yang mengatur tentang perlindungan bangunan juga diyakini sebagai faktor keterawatan bangunan tersebut. Hasil penelitian dapat digunakan sebagai acuan pengembangan kawasan Pulo Brayan sebagai kawasan cagar budaya Kota Medan dengan memahami sejarah dan perkembangan kawasan dari masa ke masa.
Fadhilah Siti Aniisah Haryono, Diananta Pramitasari
Published: 24 July 2021
MODUL, Volume 21, pp 91-101; https://doi.org/10.14710/mdl.21.2.2021.91-101

Abstract:
Work From Home (WFH) menjadi strategi untuk menekan penyebaran dan pencegahan Covid-19. WFH selama pandemi Covid-19 ini mengakibatkan orang menghabiskan waktu di rumah, termasuk untuk bekerja, sementara tidak semua rumah memiliki ruang khusus untuk bekerja/belajar. Hal ini dapat berpengaruh pada perubahan psikologis, misalnya orang bisa menjadi lebih sensitif saat bekerja. Salah satu cara untuk mendukung kegiatan WFH adalah dengan memilih dan memodifikasi ruang yang digunakan untuk bekerja. Penelitian ini meneliti modifikasi yang dilakukan selama WFH melalui kuesioner online. Tujuannya untuk mengetahui kondisi ruang yang sesuai untuk bekerja selama WFH dari modifikasi yang dilakukan. Dari modifikasi ini, bisa terlihat apa yang paling banyak diperlukan oleh penggunanya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan responden melakukan modifikasi pada aspek fungsi dan area, tapi sedikit pada kondisi lingkungan. Hal ini didasarkan pada kondisi sebelumnya, sehingga diketahui bahwa ruang yang sesuai adalah yang memiliki area bekerja/belajar dengan objek bekerja/belajar fungsional, serta tetap didukung kondisi lingungan.
Dian Pramita Eka Laksmiyanti, Nareswarananindya Nareswarananindya, Mochamad Junaidi Hidayat
Published: 24 July 2021
MODUL, Volume 21, pp 134-141; https://doi.org/10.14710/mdl.21.2.2021.134-141

Abstract:
Wabah COVID 19 telah membuat banyak perubahan di segala sektor. Demi tetap berjalannya perekonomian, beberapa tempat usaha dan ruang publik lainnya dibuka di akhir tahun 2020, walau dalam kenyataannya Indonesia masih dalam status darurat COVID 19. Pemerintah sudah menyatakan ”berkawanlah dengan covid”, namun hal ini bukan berarti masyarakat menjadi tidak hati-hati dan tidak peduli dengan isu kesehatan. Segala aktifitas di ruang publik tetap perlu dibatasi dan disesuaikan dengan standar protokol kesehatan yang baru. Salah satu ruang publik yang akan beroperasi akhir tahun ini adalah bioskop. Sebagian masyarakat sudah merasa aman, namun beberapa juga masih meragukan mengingat persyaratan ruang bioskop yang harus tertutup, tidak ada pencahayaan dan penghawaan alami demi kualitas visual dan akustik di dalamnya, serta kemungkinnan berkumpulnya banyak orang dalam satu ruangan tertutup dalam durasi dua hingga tiga jam. Kurangnya sirkulasi udara juga menjadi salah satu penyebab sick building syndrome, namun bukan berarti hal ini tidak dapat diatasi dengan desain arsitektural.Metode yang dilakukan pada penelitian ini secara umum deskriptif kuantitatif dengan menyebarkan quisioner pada 117 responden yang usianya berkisar antara 17-59 tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk merangkum persepsi masyarakat awam mengenai standar new normal, penerapan protocol kesehatan, serta desain interior bioskop yang memberikan kenyamanan dan rasa aman bagi pengguna
Shirley Wahadamaputera, Bambang Subekti, Dian Duhita Permata
Published: 24 July 2021
MODUL, Volume 21, pp 155-161; https://doi.org/10.14710/mdl.21.2.2021.155-161

Abstract:
Review on structure behaviour and visual appearance of a building is needed in generating creativity in the making of an architectural design. The use of any specific structure software will facilitate this in the process. This research aims to prove the effectiveness with which designers can compose alternative forms of architectural appearance through the use of the software. One of the tools in the creative process used in the exploration of 2-dimensional frame structures is DR FRAME. The observations were carried in the Structure and Construction IV Studio at Itenas Architecture Study Program Bandung through a digital simulation using DR. FRAME software demo version. Several students are invited to explore various forms of wide-span truss structures at the level of unified integration. The results through the program execution show various diagrams which can be implemented in the design of the form and the type of structural components. DR.FRAME software enriches ideas in the wide-span structure design which provides an understanding of the relationship between structural behaviour and the appearance of architectural design. The use of other supporting software is supposed to be applied as an alternative search for various structural design ideas for architecture students
Published: 24 July 2021
MODUL, Volume 21, pp 142-154; https://doi.org/10.14710/mdl.21.2.2021.142-154

Abstract:
This article investigated montage to understand and arrange cinematic architecture through operations of spatial reconstruction to present a sequence of spatial experiences. Montage is a part of discourses related to cinematic, film, and architecture. This article explored the montage approach as the primary basis in the architectural design process through spatial experience. The discussion is based on the idea that montage is emphasized in three things, i.e., sequence, multiple layers of meaning, and movement. These three aspects were further observed through the montage precedent comprising various cinematic precedents based on montage in architecture, i.e., Manhattan Transcripts and Parc de La Villette from Bernard Tschumi, Villa Savoye from Le Corbusier, and Maison Bordeaux from Rem Koolhaas. The finding of this study is a synthesis of some of these precedents that resulted in an understanding of space reconstruction operations, i.e., dismantlement, disappearance, and reassembly, all three of which exist as strategies that will be part of the production process to develop montage-based cinematic architectural design, creating new spatial sequence that provide alternative spatial experience. This article expands the knowledge regarding montages that cinematics and films can be a development in architectural design.
Anjas Ninda Hantari, Ardhya Nareswari
Published: 24 July 2021
MODUL, Volume 21, pp 81-90; https://doi.org/10.14710/mdl.21.2.2021.81-90

Abstract:
Sektor pariwisata kini sangat berkembang dan menjadi sektor unggulan dalam pengembangan suatu wilayah. Salah satu pengembangan wisata aternatif yaitu melalui Desa Wisata. Desa Adiluhur ditetapkan sebagai Desa Wisata karena mengembangkan sektor pariwisata pada permukimannya. Berkembangnya pariwisata maka mempengaruhi perkembangan akomodasi wisata yang diiringi oleh berlangsungnya perubahan pada fisik lingkungan permukiman. Perubahan fisik permukiman di Desa Adiluhur meliputi berkembangnya pembangunan dan terbentuknya ruang atau bangunan baru pada permukiman. Pengembangan wisata berdampak pada terbentuknya aktivitas dan pengelolaan wisata yang mempengaruhi perubahan fisik dan spasial permukiman. Adanya wisata di Desa Adiluhur yang berdampak pada perubahan spasial permukiman, maka pertanyaan penelitian adalah Bagaimana spasial permukiman Desa Adiluhur sebelum dan setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata dan bagaimana pengaruh wisata terhadap perubahan spasial permukiman Desa Wisata Adiluhur? Berdasarkan analisis terdapat momentum waktu perubahan spasial permukiman yaitu dari sebelum dan setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata Adiluhur. Pengaruh wisata terhadap perubahan spasial permukiman setelah ditetapkan sebagai Desa Wisata Adiluhur yaitu terjadi perubahan fisik area terbangun, terbentuknya elemen wisata pada permukiman, terbentuk aktivitas dan pengelolaan wisata serta terjadi perubahan elemen fisik permukiman
Back to Top Top