Journal Information
ISSN / EISSN : 0853-2877 / 2598-327X
Current Publisher: Diponegoro University (10.14710)
Total articles ≅ 78
Filter:

Latest articles in this journal

Janne Nadya, Ikaputra Ikaputra
Published: 9 November 2020
MODUL, Volume 20, pp 134-144; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.134-144

Abstract:
Karakter arsitektur menjadi salah satu perwujudan kebudayaan yang membentuk sebuah identitas. Stasiun jalur Cibatu-Cikajang merupakan salah satu wujud arsitektur yang dibangun kolonial Belanda yang menggambarkan identitas dari kota Garut. Tujuan dari penelitian ini menemukan karakter wujud arsitektur bangunan stasiun lama pada jalur Cibatu-Cikajang. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif kualitatif yang menemukan dan mendeskripsikan karakteristik wujud arsitektur berdasarkan perusahaan N.I.S x S.S. dan perusahaan S.S. Penelitian ini memerlukan data dalam mengungkap fakta dengan studi literatur, observasi lapangan, wawancara, dokumentasi sejarah stasiun pada media pendukung. Hasil dari penelitian menemukan adanya karakter dari masing-masing stasiun yang dinaungi oleh perusahaan NISxSS dan perusahaan SS.
Tessa Eka Darmayanti, Azizi Bahauddin
Published: 6 November 2020
MODUL, Volume 20, pp 126-133; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.126-133

Abstract:
The gate is an important component of Peranakan houses in Lasem. They are included in the cultural heritage of Indonesia, and most of them are more than a hundred years old, but still stand firm and lined up neatly adorning the Pecinan area. The purpose of this paper is to provide a different perspective on the existence of the Peranakan houses’ gates that interpreted through the author’s experiences during the fieldwork. The gate embodiment gives a different atmosphere and experience which is not found elsewhere because they are unique and irreplaceable. Unfortunately, preserving these gates become a serious challenge in the modern era. The finding comes from the phenomenon which found after the field research and analyzed using the phenomenology approach of Merleau Ponty, Juhani Pallasmaa, and Steven Holl. Phenomenology allows people to express their existence through architecture and let its value appear to people as they experience it. The result showed that experiences would give the people have an attachment to the place unconsciously.
Fajria Madina, Pedia Aldy, Muhd. Arief Al Husaini
Published: 5 October 2020
MODUL, Volume 20, pp 111-119; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.111-119

Abstract:
Pendidikan merupakan salah satu sumber penyedia SDM yang sangat dibutuhkan dalam dunia industri kreatif, salah satunya pendidikan desain. Hal yang sangat disayangkan apabila pendidikan ini tidak didukung sarana prasarana serta fasilitas yang memadai. Maka dari itu, dibutuhkan suatu wadah yang mampu menampung kegiatan tersebut. Wadah untuk menampung kegiatan pendidikan desain tersebut dapat berbentuk Sekolah Tinggi Desain. Seiring berjalannya waktu, pendidikan desain ini mengalami beberapa perkembangan yang dilahirkan dari kritik-kritik keras dari pada seniman dimasa lalu, yang melahirkan berbagai kelompok, salah satunya membentuk pendekatan De Stijl. Pembahasan ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa alternative penerapan De Stijl pada perancangan Sekolah Tinggi Desain di Pekanbaru.
Christy Vidiyanti, Suherman Suherman
Published: 5 October 2020
MODUL, Volume 20, pp 120-125; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.120-125

Abstract:
Skylight sebagai salah satu jenis bukaan atas dapat menjadi salah satu strategi dalam memasukkan cahaya alami ke ruang yang tidak dapat dijangkau oleh sistem pencahayaan samping. Masjid Jami’e Darussalam merupakan salah satu masjid yang menggunakan skylight. Penggunaan skylight menjadi dilema karena cahaya matahari langsung dapat masuk kedalam ruang yang dapat menyebabkan silau pada ruang. Penelitian ini akan mengkaji skylight sebagai salah satu strategi dalam sistem pencahayaan alami pada masjid. Masjid biasanya dirancang dengan pencahayaan rendah, namun pada masjid Jami’e Darussalam terdapat skylight yang dapat menghasilkan pencahayaan yang tinggi. Hal ini perlu dikaitkan dengan kenyamanan visual dari pengguna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas skylight sebagai bukaan pencahayaan alami dalam menghasilkan kuantitas dan kualitas pencahayaan pada masjid; dan untuk mengetahui kenyamanan visual yang dirasakan oleh responden pada masjid Jami’e Darussalam. Metode yang dipakai adalah metode evaluatif dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan skylight walaupun menghasilkan tingkat pencahayaan yang tinggi, namun tidak berpotensi menimbulkan silau. Hal tersebut didukung oleh kenyamanan visual yang dirasakan oleh pengguna Masjid Jami’e Darussalam.
Amelia T. Widya, Jasmine C. U.. Bachtiar, Helfia Rahmadyan, Aristyo Rahardiyan, Theodorus Ananda B. P, Agustinus A. Abadi
Published: 12 August 2020
MODUL, Volume 20, pp 98-110; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.98-110

Abstract:
Revolusi industri 4.0 yang diinisiasi oleh perkembangan teknologi informasi digital mendorong perkembangan dalam segala bidang termasuk industri komersial. Penerapan teknologi ini berimplikasi pada perubahan pola kegiatan jual-beli secara ‘online’ tanpa adanya batasan jarak, waktu, dan tempat. Peluang kegiatan jual-beli ‘online’ tersebut dimanfaatkan oleh sebagian orang di rumah. Perubahan kegiatan ini telah berimplikasi pada perubahan sosial-ekonomi dan karakteristik fisik ruang dalam. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan sosial-ekonomi dan karakteristik fisik ruang dalam rumah tinggal akibat kegiatan bisnis ‘online’. Penelitian dilakukan di Sentra Kerajinan Sepatu Cibaduyut, Kota Bandung pada tiga orang responden yang memiliki bisnis usaha kerajinan sepatu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pengambilan data yang dilakukan melalui observasi, wawancara, dan survei. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan sosial-ekonomi dan fisik yang meliputi transformasi fungsi ruang, ‘layout’ ruang, dan ‘layout’ perabot di ruang dalam rumah akibat bisnis ‘online’. Hasil penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh arsitek atau pengembang perumahan untuk mempertimbangkan pola perilaku dan kebutuhan para pelaku industri dalam rumah tinggal di era industri 4.0.
Rohman Eko Santoso, Suzanna Ratih Sari, Raden Siti Rukayah
Published: 23 June 2020
MODUL, Volume 20, pp 84-97; doi:10.14710/mdl.20.2.2020.84-97

Abstract:
Perkembangan kota lasem identik dengan istilah little china town, sehingga kebanyakan peneliti lebih fokus terhadap bangunan pecinan. Memang dalam peninggalan yang masih terlihat sampai dengan saat ini adalah bangunan-bangunan rumah tinggal dengan gaya china kuno dan klenteng-klenteng kuno yang masih utuh atau sama dengan bentuk aslinya. Sehingga sangat mendominasi kawasan Kota Lasem sebagai komplek permukiman pecinan terbesar di Jawa Tengah Khususnya. Perubahan tipologi dan morfologi maupun pengaruh bangunan Tionghoa sangat menarik untuk dilakukan penelitian yang sangat mendalam, karena sangat berperan besar terhadap kontribusi Kota Lasem. Betapa besar peran masyarakat Tionghoa selain berperan sebagai masyarakat yang melestarikan bangunan tetapi luasan dan sebaran permukiman maupun prasarana lainnya sangat kental dan berpengaruh sekali di Kota Lasem
Deni Wahyu Setiawan, Agung Budi Sardjono, Raden Siti Rukayah, Bangun Ir Harsritanto
Published: 12 May 2020
MODUL, Volume 20; doi:10.14710/mdl.20.01.2020.75-83

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ani Hastuti Arthasari
Published: 7 May 2020
MODUL, Volume 20, pp 57-65; doi:10.14710/mdl.20.01.2020.57-65

Abstract:
Permasalahan yang terjadi di hampir semua negara adalah kemiskinan, kesenjangan sosial dan lingkungan. Di sisi lain, pembangunan terus dilakukan untuk mendukung semua kegiatan kehidupan manusia. Arsitektur sebagai ilmu perancangan dapat berperan dalam mengarahkan pembangunan agar dalam proses perancangan dan pelaksanaannya dapat menciptakan harmonisasi ekonomi, sosial dan lingkungan. Pembangunan berwawasan lingkungan juga didukung oleh pemerintah pada level kebijakan berupa Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor 02/PRT/M/2015 Tentang Bangunan Gedung Hijau. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan konsep bangunan hijau pada kegiatan pengubahsuaian (retrofitting) Bangunan Kantor Pusat Informasi Pengembangan Pemukiman dan Bangunan yang dinilai dengan tolok ukur dan kriteria Permen PU No 2 Tahun 2015. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif induktif dengan pendekatan deskriptif. Melalui penelitian ini diharapkan dapat memberi kontribusi pada ilmu pengetahuan arsitektur terutama mengenai konsep dan pemeringkatan bangunan hijau. Hasil yang didapatkan adalah gambaran upaya yang bisa dilakukan untuk menaikkan nilai peringkat bangunan pra hijau menjadi bangunan hijau
I Wayan Andhika Widiantara, Nurman Satria Herlangga, Muhammad Adani
Published: 7 May 2020
MODUL, Volume 20, pp 49-56; doi:10.14710/mdl.20.01.2020.49-56

Abstract:
Sungai merupakan salah satu komponen penting didalam sebuah penataan kota. Sungai yang bersih dan terta senantiasa menjadikan penduduk kota tersebut bahagia. Saat ini, sungai tidak hanya sekedar berfungsi mengantarkan air dari hilir sampai ke hulu laut sebagai fungsi utamanya. Sungai telah memiliki fungsi lain, yaitu salah satunya sebagai pariwisata. Sungai Banjir Kanal Barat Semarang saat ini memiliki keunikan potensi yang dapat dikembangkan ke arah pariwisata. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa potensi pariwisata yang ada di Sungai Kali Banjir Kanal Barat dapat dikembangkan melalui tiga kategori pariwisata dengan beberapa area yang mewakilinya, yaitu wisata alam, wisata sosial budaya, dan wisata minat khusus.
Eko Widodo, Syam Rachma Marcillia
Published: 7 May 2020
MODUL, Volume 20, pp 66-74; doi:10.14710/mdl.20.01.2020.66-74

Abstract:
Kualitas lingkungan merupakan aspek penting yang memiliki kontribusi bagi kebutuhan akomodasi yang mempengaruhi kualitas hidup seseorang, termasuk diantaranya kesehatan mental dan fisik. Belum tersedianya standar baku perencanaan asrama sekolah berimplikasi pada variasi setting fisik yang beragam, sehingga menarik untuk dikaji terkait beberapa aspek kualitas lingkungannya. Studi ini dilakukan di tiga asrama sekolah luar biasa yang memiliki setting fisik berbeda dengan fokus amatan adalah anak tunagrahita. Metode penelitian dilakukan dengan menerapkan konsep Habitability Threshold yang terdiri dari psychological, functional, dan physical comfort pada kuesioner untuk memperoleh data persepsi dan penilaian kualitas asrama SLB dari anak tunagrahita. Selanjutnya data tersebut akan direkonsiliasikan dengan pemanfaatan ruang dan adaptasi spasial di ruang-ruang terukur (privat, semipublik, dan publik) berdasarkan pemetaan perilaku place centered mapping. Hasil studi menunjukkan, bahwa kualitas ruang yang dimiliki oleh ketiga lokasi studi terbilang baik. Hal ini dapat dilihat dari angka penilaian yang diperoleh, serta besaran prosentase pemanfaatan ruang yang lebih tinggi daripada adaptasi spasial yang dilakukan anak tunagrahita. Walaupun demikian, beberapa aspek masih menjadi perhatian penting, antara lain voice control, luasan. dan temperature.
Back to Top Top