Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan

Journal Information
ISSN / EISSN : 2549-4511 / 2549-9092
Current Publisher: Faculty of Law Pattimura University (10.30598)
Total articles ≅ 56
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Eryzal Novrialdy, Syahniar Syahniar, Azrul Said, Rozi Atyarizal
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 65-74; doi:10.30598/jbkt.v3i2.1008

Abstract:
Kesiapan belajar merupakan bagian integral dari kegiatan belajar. Gangguan kondisi fisik, kurangnya peralatan belajar, kurangnya motivasi dalam belajar, kurangnya keterampilan belajar dan kurangnya kemauan untuk mengulang pelajaran membuat siswa tidak siap untuk memberikan respon yang tepat dalam kegiatan belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesiapan belajar siswa yang dilihat dari kondisi fisik, mental, emosional, kebutuhan, motif, tujuan, keterampilan belajar dan pengetahuan sebelumnya. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif yang menggambarkan kesiapan belajar siswa di SMP N 21 Kerinci. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala kesiapan belajar. Sampael penelitian ini berjumlah 101 siswa SMP N 21 Kerinci. Berdasarkan hasil penelitian terungkap bahwa rata-rata kesiapan belajar siswa berada pada kategori sedang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi guru Bimbingan dan Konseling dalam membuat program layanan untuk meningkatkan kesiapan belajar siswa.
Edris Zamroni
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 95-106; doi:10.30598/jbkt.v3i2.388

Abstract:
At 2045 Indonesia will have a bonus demography of human resources that will contribute greatly in the progress of NKRI. Is a big challenge for all parties, especially since starting January 2016 also enacted ASEAN Economic Community (ASEAN Economic Community) that allows the entry of various cultures from the ASEAN community. Needed human resources characterized so that along with the progress of civilization, the community retains its cultural character. The formation of karatker should start from education from an early age. Counseling and Counseling as an integral part of education has an important role in shaping the character of learners. For that it is necessary various strategies of guidance and counseling services, especially counseling specifically characterized the Indonesia-an taken from local wisdom and cultural values of Indonesia. Some examples of local wisdom that can be raised as the basic values of counseling are religious-spiritual values, kejawen values, sunda values, tri hita karana (bali), and are generally represented by the Indonesian education motto Ing Ngarso sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani. The core value infusion of the philosophy of each local wisdom must be done so that the national character of Indonesia still exist in the midst of globalization and the progress of civilization. The main values of each culture will provide alternative references to problem solving, alteration and strengthening behavior that affirm the national identity of Indonesian society.
Nelly Sitompul, Bambang Dibyo Wiyono
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 1-10; doi:10.30598/jbkt.v3i2.846

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan sebuah produk yaitu media Career Map yang dapat memenuhi kriteria akseptabilitas, sehingga dapat membantu perencanaan karier siswa. Model pengembangan yang digunakan peneliti adalah model pengembangan 4D yang terdiri dari 4 tahap, yaitu: Define (Pendefinisian), Design (Perancangan), Develop (Pengembangan) dan Disseminate (Penyebaran). Model pengembangan ini dikembangkan oleh S. Thiagarajan, Dorothy S. Semmel, dan Melvyn I. Semmel. Peneliti membatasi penelitian pengembangan ini sampai pada tahap 3, yaitu Develop (Pengembangan) dan tidak melakukan tahap 4, yaitu Disseminate (Penyebaran). Setelah media Career Map selesai dikembangkan, maka perlu adanya uji validasi dan uji coba. Hasil yang diperoleh dari uji ahli materi adalah 81,95 % dengan kategori penilaian produk sangat baik, tidak perlu revisi dan hasil untuk buku panduan adalah 83,3 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi. Selanjutnya, dari uji ahli media diperoleh 96,2 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi dan hasil untuk buku panduan 98 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi. Kemudian, calon pengguna (Konselor) diperoleh hasil 95,8 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi dan oleh calon pengguna (siswa) diperoleh hasil 88,8 % dengan kategori sangat baik, tidak perlu revisi. Dengan demikian produk berupa media Career Map telah memenuhi kriteria akseptabilitas yang mencakup aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kepatutan.
Nathalia Yohanna Johannes, Samuel Patra Ritiauw, Elsinora Mahananingtyas, Nurhayati Nurhayati
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 84-94; doi:10.30598/jbkt.v3i2.1054

Abstract:
The aim of conducting this research is to know the implementation of cultural local based learning in enhancing positive attitude of discipline to fourth grade students of SD Negeri 85 Ambon. The result of preliminary observation showed that the students were less of positive attitude. The less of students' less positive attitude can be seen on time discipline, not neatly in wearing uniform,disobey school rules, and undisciploned in attitude. Based on these problems, the research was carried out to increase positive discipline of attitude toward the implementation of cultural local based learning.
Rusnawati Ellis, Neleke Huliselan, Rahmat Fitrah Tuasikal
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 40-53; doi:10.30598/jbkt.v3i2.1052

Abstract:
Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui (1) gambaran kebutuhan pengembangan model konseling teman sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik pada mahasiswa FKIP Universitas Pattimura, (2) Gambaran desain model konseling teman sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa, (3) gambaran validitas dan kepraktisan model konseling teman sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dan kualitatif, dengan metode penelitian pengembangan (Research and Development). Prosedur penelitian dan pengembangan ini digunakan berdasarkan alasan bahwa penelitian ini dimaksudkan untuk menghasilkan produk yaitu model konseling teman sebaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi mahasiswa berdasarkan kombinasi dari Borg & Gall (2003) dan Dick & Carey (1990). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) pengembangan model konseling teman sebaya sangat di butuhkan untuk membantu mengurangi perilaku prokrastinasi akademik mahasiswa di FKIP Universitas Pattimura, (2) menghasilkan suatu mode konseling teman sebaya yang valid dan praktis digunakan, (3) tingkat validitas dan kepraktisan model konseling teman sebaya telah dinyakan valid dan praktis di gunakan sebagai model konseling teman sebaya berdasarkan uji akseptabilitas yang meliputi: kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan isi materi.
Nujwari Palupi, Yari Dwikurnaningsih, Tritjahjo Danny Soesilo
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 75-83; doi:10.30598/jbkt.v3i2.977

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penggunaan media bimbingan dan konseling dalam layanan bimbingan klasikal untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VIII SMP Stella Matutina Salatiga. Jenis penelitian yang dipakai peneliti adalah penelitian eksperimen semu dengan desain penelitian berdasarkan teori Nahartyo (2012). Subjek penelitian adalah kelas VIII B dan C SMP Stella Matutina Salatiga yang berjumlah 44 siswa yang dibagi menjadi 2 kelompok kelas yang masing-masing terdapat 22 siswa pada kelas control dan 22 siswa pada kelas eksperimen. Pengumpulan data percaya diri menggunakan angket berpedoman pada teori Lauster dalam Sukmasari (2017). Metode analisis data yang digunakan adalah Mann-Withney U Test dan Kolmogorov-Smirnov. Berdasarkan analisis data didapatkan hasil sig (2-tailed) = 0,117 (Mann-Withney U Test) dan 0,215 (Kolmogorov-Smirnov) > 0,05 yang artinya tidak ada perbedaan antara kelas yang menggunakan media ataupun tidak menggunakan media. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dikatakan bahwa peningkatkan rasa percaya diri siswa melalui layanan bimbingan klasikal tidak semata-mata dipengaruhi oleh media BK namun oleh faktor-faktor lain yang lebih dominan.
Johannis - Takaria
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 11-24; doi:10.30598/jbkt.v3i2.1023

Abstract:
The purpose of the study was to analyze the differences in the increase in self-concept of elementary school students through scaffolding techniques in Saparua District, Central Maluku Regency, Maluku Province. The method used was a quasi-experimental design with one group pretest-posttest and involved 30 elementary school students as research samples. The test uses paired sample t-test and it is identified that there are differences in students' self concepts before and after scaffolding techniques are applied. Self-concept enhancement was analyzed using N-gain, where each self-concept indicator achieved an increase in the medium category. The indicators of attitude and self-confidence increased by 31%, The indicators of View of ability and disability increased by 43%, and indicators of self-sensitivity increased by 52%, and the indicators of views of others towards themselves was 45%. These result are due to the effectiveness of scaffolding, because by scaffolding students can be helped to solve a problem.
Beny Dwi Pratama
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 25-39; doi:10.30598/jbkt.v3i2.792

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi dari temuan banyaknya anak yang memiliki perilaku prososial rendah. Perilaku prososial rendah ini, terlihat dari kurangnya kesadaran anak untuk mengembangkan kemampuan yang dimilikinya, kurangnya bekerja sama dengan orang lain (membina hubungan), kurang bisa saling menghargai dan menghormati, kesulitan dalam diri anak untuk berbagi dengan temannya dan kurangnya mengikuti aturan-aturan atau pelajaran yang diberikan oleh guru. Dari kasus tersebut, penelitian ini bisa menjadi dasar pengembangan pedoman bagi guru dalam membantu permasalahan anak yang memiliki perilaku prososial rendah kedepannya. Oleh Karena itu, dalam penelitian ini tim kami fokus untuk meningkatkan perilaku prososial anak di TK Perwanida Kepatihan Kabupaten Ponorogo. Strategi yang kami pakai dalam meningkatkan perilaku prososial tersebut melalui layanan bimbingan kelompok dengan media permainan bentengan.Penelitian ini menggunakan model analisis interaktif (Interactive Model of Analisys) yang memiliki tiga komponen yaitu : reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Dari hasil teknik analisa data diatas terdapat peningkatan sebelum dilakukannya siklus dan setelah dilakukan siklus. Hal ini berarti bahwa gejala masalah perilaku prososial yang ditunjukkan oleh siswa di TK Perwanida Kepatihan Ponorogo setelah mendapatkan layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media permainan bentengan mengalami peningkatan. Dengan demikian, maka dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan menggunakan media permainan bentengan dapat meningkatkan perilaku prososial anak.Kata Kunci: Prososial, Layanan Bimbingan Kelompok, Permainan Bentengan
Zainuddin Notanubun
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 54-64; doi:10.30598/jbkt.v3i2.1058

Abstract:
The development of information and communication technology (ICT) brings change in all lines of life. 21st century Learners live in a digital environment full of information flows. Many negaries reform the objectives and practice of education due to the influence of ICT development and various forms of educational innovation. The greatest hope of educational innovation is the support and integration of ICT in the learning process, thus enhancing the quality of student learning experience. The characteristics of 21st century students are very different from previous era students. In the 21st century one must have four skills (communication, colaboration, critical Thinking and problem Sorving and Creativity and Innovation). This skill has always been reflected in the learning that will be implemented by a professional teacher, by having the competence of pedagogic, professional, personality, and social competence.
Josef Papilaya
Jurnal Bimbingan dan Konseling Terapan, Volume 3, pp 107-120; doi:10.30598/jbkt.v3i2.1059

Abstract:
Pendidikan merupakan kebutuhan utama bagi setiap manusia, karena melalui pendidikan kita akan memiliki ilmu pengetahuan yang akan menjadikan generasi-generasi yang cerdas dan unggul. Pendidikan juga adalah pondasi kemajuan peradaban suatu bangsa, dimana jika mutu pendidikan suatu bangsa baik maka kualitas suatu bangsa itupun baik.Tujuan penelitian ini adalah :1) Memperbaiki dan meningkatkan kualitas isi, masukan, proses dan hasil pembelajaran. 2) Menumbuh-kembangkan budaya meneliti para pendidik agar lebih proaktif mencari solusi terhadap permasalahan pembelajaran ;3) Menumbuhkan dan meningkatkan produktivitas meneliti para pendidik, khususnya dalam mencari solusi masalah-masalah pembelajaran. 4) Meningkatkan kolaborasi antar pendidik dalam memecahkan masalah pembelajaran Pada siklus 1 pembelajaran telah berjalan dengan baik walaupun dalam keterlaksanaan model pembelajaran tersebut masih sering didapati siswa yang belum mengerti dan melaksanakan langkah-langka pembelajaran dengan tepat. Walaupun demikian, prosentase pelaksanaan pembelajaran oleh guru pada siklus 1 mencapai 72,04 % dan keterlaksanan pembelajaran oleh siswa mencapai 87, 34 % dengan kriteria sangat baik.Pada siklus II keterlaksanan pembelajaran oleh guru maupun siswa telah berjalan dengan baik dibandingkan pada siklul pertama karena kekurangan yang ditemukan pada siklus pertama dijadikan bahan evaluasi untuk diperbaiki pada siklus II. Persentase keterlaksaan pembelajaran oleh guru pada siklus II meningkat menjadi 78,07% dan keterlaksaan pembelajaran oleh siswa, motivasi meningkat menjadi 94,98 %. Dengan kriteria sangat baik.
Back to Top Top