MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman

Journal Information
ISSN / EISSN : 20872305 / 26152282
Current Publisher: Universitas Wahid Hasyim Semarang (10.31942)
Total articles ≅ 46
Filter:

Latest articles in this journal

Rosmaida Harahap, Ahmad Tarmizi Hasibuan, Sangkot Sirait, Fitri Yuliawati, Namiroh Lubis
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 166-185; doi:10.31942/mgs.v10i2.3106

Abstract:
Abstrak Pendidikan Dasar Islam dalam pratik keseharian bermuara pada proses pembelajaran dengan tujuan merubah prilaku. upaya perubahan itu haruslah secara objektif dengan tahapan-tahapan proses yang efektif dan efesien selaras dengan pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan. Hal ini dalam filsafat disebut dengan ilmu falsifikasi. Namun prinsip falsifikasi sendiri sangat bermanfaat bagi anak usia dasar untuk menelaah sumber-sumber pengetahuan yang dikemas dan dikembangkan ke permasalahan (to the problem) induksi dan demarkasi, sehingga anak usia dasar dapat membedakan dalam beragumen secara (ilmiah dan non ilmiah) dalam pembelajaran, khususnya dalam pembelajaran IPA. Artikel ini bertujuan untuk memberikan arti keilmiahan teori yang berdasarkan prinsip falsifikasi Karl Raimund Popper. Penilitian artikel ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan mendeksripsikan buku-buku terkait dengan studi library research. Adapun temuan penelitian ini sebagai berikut: Filsafat falsifikasi dicetuskan oleh Karl Raimund Popper yang memiliki teori diantaranya: 1) falsibility (disalahkan), 2) refutability (mampun disangkal), dan 3) testability (diuji). Sedangkan kontribusi Popper dalam pembelajaran IPA yaitu: 1) pemikiran rasional-kritis (rational-critical thinking), 2) mencari kebenaran secara langsung berdasarkan fakta (seek the truth directly based on fact), dan 3) membiasakan yang benar (accustom correct).
Mohamad Agus Jauhari, Latifah Nuraini, M Sofyan Alnashr
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 146-165; doi:10.31942/mgs.v10i2.3105

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan kematangan beragama dengan karakter Al Ḥirṣ mahasiswa Program Studi PGMI Fakultas Tarbiyah IPMAFA Pati Tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif kuantitatif dengan desain penelitian korelatif yang menghubungkan dua variabel, yaitu kematangan beragama sebagai variabel bebas dan karakter Al Ḥirṣ sebagai variabel terikat. Subjek penelitian adalah mahasiswa Program Studi PGMI IPMAFA sebanyak 241 mahasiswa dan diambil sampel 24 mahasiswa. Teknik analisis data yang digunakan adalah dengan analisis korelasi product moment. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa terdapat hubungan positif antara kematangan beragama dengan karakter al Ḥirṣ. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,416>0,4044) dan nilai signifikansi 0,043 lebih kecil dari 0,05. Kematangan agama dan karakter al Ḥirṣ mahasiswa PGMI yang baik berdampak pada sikap disiplin mahasiswa mengikuti pembelajaran dan diskusi di kelas. Dua hal ini juga menjadi elemen penting bagi pengembangan diri mahasiswa PGMI.
Miftachul A’La
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 130-145; doi:10.31942/mgs.v10i2.3108

Abstract:
Abstrak Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olah raga dan Kesehatan (PJOK) merupakan salah satu mata pelajaran yang lebih menekankan untuk meningkatkan aktivitas gerak atau psikomotorik siswa, meskipun demikian ranah kognitif dan afektif juga harus diutamakan terutama untuk penguatan karakter bagi siswa. Penanaman karakter toleransi tentunya harus ditekankan di semua mata pelajaran termasuk mata pelajaran PJOK. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk menguatkan karakter toleransi adalah dengan menggunakan permainan tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk melihat implementasi permainan tradisional dalam penguatan karakter toleransi pada mata pelajaran PJOK di Sekolah Dasar. Metode dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, dokumentasi dan observasi, sedangkan metode analisis data menggunakan metode deskriptif analitis. Hasil penelitian di SD Negeri 1 Watuaji Jepara menunjukkan bahwa penggunaan permainan tradisional dapat digunakan untuk penguatan karakter toleransi pada mata pelajaran PJOK. Hal tersebut dapat diketahui dari penguatan karakter toleransi dari aktivitas siswa dalam aspek kedamaian, menghargai perbedaan dan individu serta aspek kesadaan siswa dalam melaksanakan permainan tradisional.
Isna Amanaturrakhmah, Ahmad Fauzan
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 113-129; doi:10.31942/mgs.v10i2.3104

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kemampuan siswa Sekolah Dasar (SD) dalam mencapai kompetensi kognitif pada pembelajaran Kurikulum 2013 subtema Keseimbangan Ekosistem dan mendeskripsikan pengalaman belajar saintifik siswa pada pembelajaran Kurikulum 2013 subtema keseimbangan ekosistem. Meotde penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan melakukan observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktifitas pembelajaran pada kurikulum 2013 menunjang proses berpikir tingkat tinggi pada siswa. Pembelajaran pertama memfasilitasi siswa untuk berpikir tingkat rendah pada kategori C1, C2 dan C3, serta kategori C6 pada kegiatan berpikir tingkat tinggi. Pada pembelajaran kedua, siswa melakukan aktifitas C1, C2, C3 (berpikir tingkat rendah) dan kategori C4 pada kegiatan berpikir tingkat tinggi. Pada pembelajaran ketiga, siswa melaksanakan aktifitas berpikir tingkat rendah C1 dan C2, serta C4 dan C5 pada kategori berpikir tingkat tinggi. Pembelajaran keempat menunjukkan aktifitas berpikir tingkat rendah siswa muncul pada kategori C1 dan C2, serta berpikir tingkat tinggi pada kategori C5 dan C6. Aktifitas berpikir tingkat rendah siswa pada pembelajaran kelima adalah kategori C1 dan C2, sementara kegiatan berpikir tingkat tinggi siswa pada kategori C5 dan C6. Pada pembelajaran terakhir siswa melakukan aktifitas berpikir tingkat rendah pada kategori C1, C2 dan C3, sementara kegiatan berpikir tingkat tinggi pada kategori C6. Sedangkan kegiatan kegiatan saintifik siswa belum muncul secara optimal dalam keseluruhan aktifitas pembelajaran siswa, namun demikian kegiatan saintifik yang dimunculkan siswa relatif baik, mengingat kemampuan intelektual siswa sebagian besar masih berada pada tahap operasi konkrit.
Rogibah Rogibah, Nunung Nurjanah
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10, pp 186-204; doi:10.31942/mgs.v10i2.3107

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku tentang gender untuk guru Sekolah Dasar. Melalui pengembangan buku tentang gender ini, diharapkan pengetahuan gender pada guru Sekolah Dasar semakin meningkat, sehingga siswa memperoleh pengalaman belajar yang berkeadilan gender. Metode penelitian yang digunakan yakni penelitian Reaseach & development (R&D), dengan tahapan analisis kebutuhan akan buku tentang gender untuk guru sekolah dasar; validasi buku tentang gender untuk guru Sekolah Dasar oleh ahli; respon subyek penelitian atas buku gender yang dikembangkan; dan menguji efektifitas buku gender yang dikembangkan untuk guru Sekolah Dasar. Hasil penelitian diketahui bahwa buku tentang gender efektif meningkatkan pengetahuan gender pada guru sekolah dasar.
Anas Rohman
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2715

Abstract:
AbstrakPsikologi belajar memahami aspek psikis bagaimana peserta didik madrasah ibtidaiyahmelakukan aktifitas belajar secara nyaman, diminati dan termotivasi dalam prosespembelajaran aktif. Madrasah Ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyaikontribusi besar dalam mempersiapkan generasi yang unggul dan berkarakter, anak usiatersebut merupakan masa keemasan dalam pembentukan kepribadiannya. Kajian inimenggunakan Metode Participatory Action Research (PAR) melibatkan Guru, peserta didikdan Madrasah Ibtidaiyah. Hasil Kajian 1. Pembelajaran aktif merupakan upaya penting untukditerapkan di Madrasah Ibtidaiyah.2. Ada kaitan bagaimana proses pembelajaran di kelastidak hanya menekankan aspek koknitif, afektif dan psikomotorik namun juga melibatkanaspek psikologi belajar sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan,menggairahkan dan memberdayakan peserta didik.3 Pembelajaran aktif di MadrasahIbtidaiyah memberikan dampak psikologi belajar yang sangat baik.Kata Kunci :Psikologi Belajar, Pembelajaran AktifAbstractLearning psychology understand that every students in actualize their whole learningactivities there are relations with their motive, interest and seriousness will push someonesuccess in study. MI is an educational institution which has big contribution in preparingexellent generation and good character. Children in that age is in their golden period inshaping their personality. This study use Parcipatory Action Research (PAK) Method,involving teachers, students, and MI. The results of this study: 1) Active Learning isimportant effort to be applied in MI. 2) There are relation on how the learning process inclass not only emphasize on cognitive, affective and psychomotor aspects but also involvinglearning psychology aspect so that learning process become fun, exciting and empoweringstudents. Active learning in MI give good psychological effect.Keywords: psychological aspects, active learning
Ali Imron, Ma'as Shobirin, Ummu Jauharin Farda
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2713

Abstract:
AbstrakPenelitian ini berusaha melakukan penelusuran terhadapalumni atau biasa disebut dengan tracer study PGMI paska lulustahun 2015, 2016 dan 2017. Tracer study merupakan bagianpenting dari evaluasi program studi untuk mengetahui sejauh manaketerserapan alumni di dunia kerja. Tidak hanya itu, penelitian inijuga berusaha mencari kepuasan pengguna alumni PGMI FAIUniversitas Wahid Hasyim Semarang. Berdasarkan penelitian yangsudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pekerjaan alumnisetelah lulus dari kuliah sebagian besar relevan dengankompetensinya, yaitu guru. Sebanyak 84 responden bekerjasebagai guru, 8 bekerja di sektor lain, 4 responden menikah, dan 8responden melanjutkan studi S2. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa alumni PGMI sangat siap bekerja dengankompetensi yang dimilikinya.Lulusan PGMI memiliki masa tunggu yang relatif baik,yakni di bawah 6 bulan, bahkan 58 responden bekerja dengan masatunggu di bawah 3 bulan. Hal ini dikarenakan para respondenbanyak yang sudah ikut membantu ekstra kurikuler sepertipramuka, seni, atau ekstra lain sehingga mereka sudah diminta ikutmengajar bahkan sebelum lulus.Kompetensi lulusan yang sangat menunjang kinerja alumnidengan nilai sangat baik terbanyak adalah integritas yang berupakejujuran, sikap, dan tanggung jawab alumni dalam bekerja.Kemudian komunikasi alumni juga dinilai sangat baik.Key Word: Tracer Study, Kepuasan Customer, Alumni PGMI FAIUniversitas Wahid Hasyim Semarang
Ahmad Tarmizi Hasibuan, Andi Prastowo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2714

Abstract:
AbstrakPerubahan pola pendidikan yang terasa pada saat ini merupakan salah satu ciri era globalisasiatau disebut dengan era keterbukaan (era of oppenes), ini dibuktikan dengan berkembangnyaIlmu Pengetahuan (science) dan Teknologi (tecnology). Era ini sering disebut dengan abad21. Abad 21 lebih menekankan atau menuntut dalam menciptakan kualitas sumber dayamanusia. Oleh karenanya tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji bidang pendidikan danmenambah pemahaman pemimpin atau kepala sekolah tentang abad 21 baik dari segikarakteristik, elemen dan relevansinya untuk mengembangkan mutu sumber daya manusia diera globalisasi yang penuh dengan tantantangan persaingan serta menuntut keahlian.Penelitian ini menggunakan penelitian library research dengan membaca buku-buku terkaitdengan metode studi kepustakaan. Adapun temuan peneliti tentang karakteristik abad 21: 1).Kreatif dan inovatif (creative and innovative), 2) Sifat berfikir kritis (the nature of criticalthinking), 3) Pengintegrasian ilmu (integration of science), 4) Mudah mendapatkan informasi(easy to get knowledge), 5) Berjiwa komunikatif dan kolaboratif (communicative andcollaborative spirit), 6) Menghargai perbedaan pendapat (respect differences of opinion), dan7) pendidikan sepanjang hayat (longlife education). Dari segi elemen abad 21: 1) Membentuksumber daya manusia yang berkualitas, dan 2) Belajar sepanjang hayat. Sedangkan dari segirelevansi kepemimpinan dalam mengembangkan sumber daya manusia SD/MI: 1)Memanfaatkan teknologi untuk mencari sumber informasi, 2) Berkomunikasi danberkerjasama, 3) Kreatif dalam proses pembelajaran, 4) Menanamkan literasi, 5) Menghargaipendapat dan berfikir kritis, 6) Mengembangkan berbagai pembelajaran secara inovatif serta7) Menjadi manusia pembelajar sesuai dengan konsep pendidikan sepanjang hayat.Kata Kunci: Pendidikan, Abad 21, Sumber Daya ManusiaAbstractChanges in education pattern nowdays is one of the characteristics in globalization era oropenness era, it is evidenced by the development of Science and Technology. This era usuallycalled the 21st century. The 21st century will emphasize or demand more in creating thequality of human resources. Therefore the purpose of the article is to study the field ofeducation in the 21st century both in terms of its characteristics, elements and relevance inAhmad Tarmizi H, Andi P Konsep Pendidikan Abad 21...27 MAGISTRA - Volume 10 Nomor 1 Juni 2019developing the quality of human resources. This research uses research library research byreading books related to the library study method. The characteristics of the 21st century: 1).creative and innovative, 2) nature of critical thinking, 3) integration of science, 4) easy to getinformation, 5) communicative and collaborative spirit, 6) Respect for differences of opinionand 7) longlife education. Elements and Characteristics of the 21st century: 1) Establish thequality human resources, and 2) Lifelong learning. While leadership relevance in developingSD/MI human...
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2716

Abstract:
AbstrakPembelajaran fiqh bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang berbagaimacam syariat atau hukum Islam dan berbagai macam aturan hidup bagi manusia.Memberikan pemahaman terkait permasalahan tersebut tentunya bukan hal yang mudahterutama bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah yang notabene harus senantiasa diberikan contohkonkrit maupun permasalahan yang dapat merangsang pemahaman siswa. Penelitian inimemiliki tujuan untuk melihat implementasi model pembelajaran Problem Based Learningpada mata pelajaran fiqh di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifyang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahush Sibyan 01 Semarang. Sumber data penelitiandiperoleh dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan denganwawancara, dokumentasi dan observasi, sedangkan metode analisis data menggunakan metodedeskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dapat diperolehsimpulan bahwa implementasi pembelajaran fiqh dengan menggunakan model pembelajaranProblem Based Learning membantu pemahaman anak terkait materi fiqh menjadi lebihmudah, hal ini karena pembelajaran diarahkan untuk senantiasa memberikan permasalahanyang sederhana tetapi mampu memberikan pemahaman yang cukup konkrit kepada siswa.Kata kunci: Problem Based Learning, pembelajaran, FiqhAbstractFiqh lesson aims to give understanding to the students about many syariat or Islamic roles andvarious life roles for human. Giving understanding about the problem is not easy thingespecially for MI students who are always be given real example or problem which canstimulate students’ understanding. This study aims to see implementation of learning model inProblem Based Learning on Fiqh Lesson for MI Miftahush Sibyan 01 Semarang. Source of thedata were obtained from primer data and sekunder data. Data collection were done byinterview, documentation and observation, while data analysis used analystical descriptivemethod. Based on the result of the study the conclusion that can be obtained thatimplementation of fiqh lesson with used PBL learning method is help student about fiqhmaterial become easier, it is because the learning directed to always give simple problem butable to give concrete understanding to students.Keywords: Problem Based Learning, Learning, Fiqh
Ahmad Shofiyuddin Ichsan
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2638

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan media sosial (WhatsApp, Instagram, dan Facebook) dan game di kalangan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah di Yogyakarta, peran orangtua dan pemerintah dalam memberikan pemahaman penggunaan media sosial dan game, dan analisa penanggulangan media sosial dan game dalam perspektif interdisipliner. Objek dalam penelitian ini adalah dua Madrasah Ibtidaiyah di Yogyakarta, yakni di MI Ma’arif Sananul Ula Piyungan Bantul, dan MI Negeri 1 Bantul. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada empat hal positif dan negatif yang didapatkan dari penggunaan media sosial di kalangan anak usia Sekolah Dasar. Sedangkan dalam pendekatan interdisipliner, terdapat tiga pendekatan, di antaranya: 1). Pendekatan Normatif (agama), 2). Pendekatan Psikologi Media, dan 3). Pendekatan Ekologi Media.