MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman

Journal Information
ISSN / EISSN : 20872305 / 26152282
Current Publisher: Universitas Wahid Hasyim Semerang (10.31942)
Total articles ≅ 41
Filter:

Latest articles in this journal

Anas Rohman
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2715

Abstract:AbstrakPsikologi belajar memahami aspek psikis bagaimana peserta didik madrasah ibtidaiyahmelakukan aktifitas belajar secara nyaman, diminati dan termotivasi dalam prosespembelajaran aktif. Madrasah Ibtidaiyah merupakan lembaga pendidikan yang mempunyaikontribusi besar dalam mempersiapkan generasi yang unggul dan berkarakter, anak usiatersebut merupakan masa keemasan dalam pembentukan kepribadiannya. Kajian inimenggunakan Metode Participatory Action Research (PAR) melibatkan Guru, peserta didikdan Madrasah Ibtidaiyah. Hasil Kajian 1. Pembelajaran aktif merupakan upaya penting untukditerapkan di Madrasah Ibtidaiyah.2. Ada kaitan bagaimana proses pembelajaran di kelastidak hanya menekankan aspek koknitif, afektif dan psikomotorik namun juga melibatkanaspek psikologi belajar sehingga proses pembelajaran menjadi menyenangkan,menggairahkan dan memberdayakan peserta didik.3 Pembelajaran aktif di MadrasahIbtidaiyah memberikan dampak psikologi belajar yang sangat baik.Kata Kunci :Psikologi Belajar, Pembelajaran AktifAbstractLearning psychology understand that every students in actualize their whole learningactivities there are relations with their motive, interest and seriousness will push someonesuccess in study. MI is an educational institution which has big contribution in preparingexellent generation and good character. Children in that age is in their golden period inshaping their personality. This study use Parcipatory Action Research (PAK) Method,involving teachers, students, and MI. The results of this study: 1) Active Learning isimportant effort to be applied in MI. 2) There are relation on how the learning process inclass not only emphasize on cognitive, affective and psychomotor aspects but also involvinglearning psychology aspect so that learning process become fun, exciting and empoweringstudents. Active learning in MI give good psychological effect.Keywords: psychological aspects, active learning
Ali Imron, Ma'as Shobirin, Ummu Jauharin Farda
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2713

Abstract:AbstrakPenelitian ini berusaha melakukan penelusuran terhadapalumni atau biasa disebut dengan tracer study PGMI paska lulustahun 2015, 2016 dan 2017. Tracer study merupakan bagianpenting dari evaluasi program studi untuk mengetahui sejauh manaketerserapan alumni di dunia kerja. Tidak hanya itu, penelitian inijuga berusaha mencari kepuasan pengguna alumni PGMI FAIUniversitas Wahid Hasyim Semarang. Berdasarkan penelitian yangsudah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pekerjaan alumnisetelah lulus dari kuliah sebagian besar relevan dengankompetensinya, yaitu guru. Sebanyak 84 responden bekerjasebagai guru, 8 bekerja di sektor lain, 4 responden menikah, dan 8responden melanjutkan studi S2. Dengan demikian dapatdisimpulkan bahwa alumni PGMI sangat siap bekerja dengankompetensi yang dimilikinya.Lulusan PGMI memiliki masa tunggu yang relatif baik,yakni di bawah 6 bulan, bahkan 58 responden bekerja dengan masatunggu di bawah 3 bulan. Hal ini dikarenakan para respondenbanyak yang sudah ikut membantu ekstra kurikuler sepertipramuka, seni, atau ekstra lain sehingga mereka sudah diminta ikutmengajar bahkan sebelum lulus.Kompetensi lulusan yang sangat menunjang kinerja alumnidengan nilai sangat baik terbanyak adalah integritas yang berupakejujuran, sikap, dan tanggung jawab alumni dalam bekerja.Kemudian komunikasi alumni juga dinilai sangat baik.Key Word: Tracer Study, Kepuasan Customer, Alumni PGMI FAIUniversitas Wahid Hasyim Semarang
Ahmad Tarmizi Hasibuan, Andi Prastowo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2714

Abstract:AbstrakPerubahan pola pendidikan yang terasa pada saat ini merupakan salah satu ciri era globalisasiatau disebut dengan era keterbukaan (era of oppenes), ini dibuktikan dengan berkembangnyaIlmu Pengetahuan (science) dan Teknologi (tecnology). Era ini sering disebut dengan abad21. Abad 21 lebih menekankan atau menuntut dalam menciptakan kualitas sumber dayamanusia. Oleh karenanya tujuan artikel ini adalah untuk mengkaji bidang pendidikan danmenambah pemahaman pemimpin atau kepala sekolah tentang abad 21 baik dari segikarakteristik, elemen dan relevansinya untuk mengembangkan mutu sumber daya manusia diera globalisasi yang penuh dengan tantantangan persaingan serta menuntut keahlian.Penelitian ini menggunakan penelitian library research dengan membaca buku-buku terkaitdengan metode studi kepustakaan. Adapun temuan peneliti tentang karakteristik abad 21: 1).Kreatif dan inovatif (creative and innovative), 2) Sifat berfikir kritis (the nature of criticalthinking), 3) Pengintegrasian ilmu (integration of science), 4) Mudah mendapatkan informasi(easy to get knowledge), 5) Berjiwa komunikatif dan kolaboratif (communicative andcollaborative spirit), 6) Menghargai perbedaan pendapat (respect differences of opinion), dan7) pendidikan sepanjang hayat (longlife education). Dari segi elemen abad 21: 1) Membentuksumber daya manusia yang berkualitas, dan 2) Belajar sepanjang hayat. Sedangkan dari segirelevansi kepemimpinan dalam mengembangkan sumber daya manusia SD/MI: 1)Memanfaatkan teknologi untuk mencari sumber informasi, 2) Berkomunikasi danberkerjasama, 3) Kreatif dalam proses pembelajaran, 4) Menanamkan literasi, 5) Menghargaipendapat dan berfikir kritis, 6) Mengembangkan berbagai pembelajaran secara inovatif serta7) Menjadi manusia pembelajar sesuai dengan konsep pendidikan sepanjang hayat.Kata Kunci: Pendidikan, Abad 21, Sumber Daya ManusiaAbstractChanges in education pattern nowdays is one of the characteristics in globalization era oropenness era, it is evidenced by the development of Science and Technology. This era usuallycalled the 21st century. The 21st century will emphasize or demand more in creating thequality of human resources. Therefore the purpose of the article is to study the field ofeducation in the 21st century both in terms of its characteristics, elements and relevance inAhmad Tarmizi H, Andi P Konsep Pendidikan Abad 21...27 MAGISTRA - Volume 10 Nomor 1 Juni 2019developing the quality of human resources. This research uses research library research byreading books related to the library study method. The characteristics of the 21st century: 1).creative and innovative, 2) nature of critical thinking, 3) integration of science, 4) easy to getinformation, 5) communicative and collaborative spirit, 6) Respect for differences of opinionand 7) longlife education. Elements and Characteristics of the 21st century: 1) Establish thequality human resources, and 2) Lifelong learning. While leadership relevance in developingSD/MI human...
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2716

Abstract:AbstrakPembelajaran fiqh bertujuan memberikan pemahaman kepada peserta didik tentang berbagaimacam syariat atau hukum Islam dan berbagai macam aturan hidup bagi manusia.Memberikan pemahaman terkait permasalahan tersebut tentunya bukan hal yang mudahterutama bagi siswa Madrasah Ibtidaiyah yang notabene harus senantiasa diberikan contohkonkrit maupun permasalahan yang dapat merangsang pemahaman siswa. Penelitian inimemiliki tujuan untuk melihat implementasi model pembelajaran Problem Based Learningpada mata pelajaran fiqh di Madrasah Ibtidaiyah. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatifyang berlokasi di Madrasah Ibtidaiyah Miftahush Sibyan 01 Semarang. Sumber data penelitiandiperoleh dari data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data dilakukan denganwawancara, dokumentasi dan observasi, sedangkan metode analisis data menggunakan metodedeskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah peneliti lakukan dapat diperolehsimpulan bahwa implementasi pembelajaran fiqh dengan menggunakan model pembelajaranProblem Based Learning membantu pemahaman anak terkait materi fiqh menjadi lebihmudah, hal ini karena pembelajaran diarahkan untuk senantiasa memberikan permasalahanyang sederhana tetapi mampu memberikan pemahaman yang cukup konkrit kepada siswa.Kata kunci: Problem Based Learning, pembelajaran, FiqhAbstractFiqh lesson aims to give understanding to the students about many syariat or Islamic roles andvarious life roles for human. Giving understanding about the problem is not easy thingespecially for MI students who are always be given real example or problem which canstimulate students’ understanding. This study aims to see implementation of learning model inProblem Based Learning on Fiqh Lesson for MI Miftahush Sibyan 01 Semarang. Source of thedata were obtained from primer data and sekunder data. Data collection were done byinterview, documentation and observation, while data analysis used analystical descriptivemethod. Based on the result of the study the conclusion that can be obtained thatimplementation of fiqh lesson with used PBL learning method is help student about fiqhmaterial become easier, it is because the learning directed to always give simple problem butable to give concrete understanding to students.Keywords: Problem Based Learning, Learning, Fiqh
Ahmad Shofiyuddin Ichsan
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 10; doi:10.31942/mgs.v10i1.2638

Abstract:Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek penggunaan media sosial (WhatsApp, Instagram, dan Facebook) dan game di kalangan anak-anak Madrasah Ibtidaiyah di Yogyakarta, peran orangtua dan pemerintah dalam memberikan pemahaman penggunaan media sosial dan game, dan analisa penanggulangan media sosial dan game dalam perspektif interdisipliner. Objek dalam penelitian ini adalah dua Madrasah Ibtidaiyah di Yogyakarta, yakni di MI Ma’arif Sananul Ula Piyungan Bantul, dan MI Negeri 1 Bantul. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa ada empat hal positif dan negatif yang didapatkan dari penggunaan media sosial di kalangan anak usia Sekolah Dasar. Sedangkan dalam pendekatan interdisipliner, terdapat tiga pendekatan, di antaranya: 1). Pendekatan Normatif (agama), 2). Pendekatan Psikologi Media, dan 3). Pendekatan Ekologi Media.
Ummu Jauharin Farda, Ersila Devy Rinjani
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2542

Abstract:AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendiseminikasikan pengembangan bahan ajar cetak IPA bervisi SETS yang memenuhi kriteria valid dan efektif. Metode penelitianyang digunakan dalam penelitian ini Research and Development (R&D) dari empattahap yang disederhanakan menjadi tiga tahap, yaitu; (1) pendefinisian (define), (2)perancangan (design), dan (3) pengembangan (development). Subyek penelitian inisiswa kelas IV SDN Kalibanteng Kidul 03. Teknik pengumpulan datamenggunakan wawancara, tes, observasi, angket. Teknik analisis datamenggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Karakteristik bahan ajarcetak IPA bervisi SETS adalah menggabungkan antara materi sumber daya alamdengan unsur-unsur Science, Environment, Technology, and Society. Hasilpengembangan bahan ajar cetakvalid dan efektif. Skor validasi dalam kategorisangat baik. Skor keefektifan bahan ajar cetak terlihat dari hasil belajar, ketuntasanhasil belajar, peningkatan hasil belajar, aktivitas guru dan aktivitas peserta didik.Berdasarkan hasil dan pembahasan dalam penelitian pengembangan pembelajaranIPA SD bervisi SETS, disarankan; bahan ajar cetak IPA bervisi SETS dalamkompetensi sumber daya alam telah dikembangkan dengan hasil valid dan efektif,maka perlu dilakukan uji coba dalam skala lebih luas dan guru dapat menggunakanbahan ajar cetak IPA bervisi SETS sebagai suplemen untuk proses pembelajaran.Kata Kunci: Diseminasi, Bahan Ajar IPA, Visi SETSAbstractThe goal of this research is to disseminate the improvement of IPA printedteaching material in Science, Environment, Technology, Society (SETS) visionwhich fulfill valid criteria and effective. The method in this research is Researchand Development (R&D). Actually it has four steps but we simplify it become threesteps, they are define, design, and development(R & D). Actually it has 4 steps butwe simplify become 3 steps, they are devine , design, and development. The subjectof this research is fourth grader student of SDN kalibanteng kidul 03. Thetechnique of data collection using interview, test, observation, questionnaire. Thecharacteristic of IPA printed teaching material in sets vision is combining betweennatural science material with elements of science, environment, technology, andUmmu Jauharin F, Ersila Devy R Diseminasi Bahan Ajar IPA...2 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018society. The result of printed teaching material is valid and effective. Validationscore in very good category. The effectiveness score of printed teaching materialcan be seen in learning result, learning complitenees, learning improvement,teacher and student activity. Based on the result and discussion in the research oflearning improvement of IPA in SETS vision in natural resource, competencealready improved with valid and effective result, so it need to be tried in widerscale and teacher can used IPA printed mterial in SETS vision as suplement forlearning process.Keywords: dissemination, IPA teaching material, SETS vision
Arif Widagdo
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2545

Abstract:AbstrakBerbicara merupakan salah satu keterampilan berbahasa Inggris yang sangat penting dalamkomunikasi lisan yang berkualitas dari sisi konten kalimat dan karakter (kesantunan) berbahasa.Penelitian ini berawal dari permasalahan mahasiswa PGSD FIP UNNES (sekitar 70%)memiliki kemampuan berbicara (speaking) bahasa Inggris yang masih kurang bagus. Tujuandari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kompetensi active speaking mahasiswa melaluimodel Communicative Language Teaching (CTL) dalam proses kegiatan pembelajaran matakuliah bahasa Inggris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model CommunicativeLanguage Teaching dapat meningkatkan kompetensi active speaking mahasiswa dalam proseskegiatan pembelajaran mata kuliah bahasa Inggris di PGSD yang berbasis konservasi nilainilai karakter (berbahasa). Indikator active speaking (keaktifan berbicara secara aktifkomunikatif). Dalam proses pembelajaran, keterampilan active speaking menjadi fokus utamapenelitian tindakan ini, dimana desain pembelajaran melibatkan empat kompetensikomunikatif yaitu: kompetensi gramatikal, kompetensi sosiolinguistik, kompetensiwacana/discourse, dan kompetensi strategi. Dilihat dari hasil penilaian siklus I ada peningkatanrara-rata kelas. Nilai rata-rata kelas pada pra tindakan yaitu 68,77 pada siklus I meningkatmenjadi 76,38. Dan hasil penilaian siklus II menunjukan adanya peningkatan rara-rata kelasyang cukup signifikan, dimana nilai rata-rata kelas pada siklus I yaitu 76,38 pada siklus IImeningkat menjadi 82,20.Kata Kunci: Bahasa Inggris, CLT, Active Speaking, Nilai Karakter BerbahasaAbstractSpeaking is one of skills in English which very important for spoken communication, contentside of sentence and speak in character (politeness). This research start from problem of PGSDstudent in FIP UNNES (around 70%) have lack of English skill. The goal of this research is toimprove the competence of student’ active speaking through communicative languangeteaching (CLT) model in learning process of English course. The result show that theimplementation of communicative languange. Teaching can improve the competence ofstudent’s active speaking in English course of PGSD based on conservation of character valueArif Widagdo Penerapan Model CLT...65 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018( speak in ). Indicator of active speaking skill become main focus in this action research, wherethe learning design involving four communicative competencies, they are : grammatical,socialinguistic competence, discourse competence and strategy competence. Seen by the resultof cycle I, there is improvement score in class average. Average score on pra treatment is68,77, on cycle 1 increase become 76,38. And the result of scoring on cycle II shows the isimprovement on significant average, where class average score on cycle I is 78,38 on cycle IIincrease become 82,20Keywords: English, CLT & active speaking, character values in language
Desy Nursalena Susilowati
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2544

Abstract:AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah : (1) Mendeskripsikan hasil analisis nilai-nilai yang telahditemukan dalam novelSebelas Patriot sebagai bahan literasi membaca yang mendidikbagi siswa (2) Mendeskripsikan relevansi nilai-nilai dalam novelSebelas Patriot dengannilai-nilai karakter sebagai bahan literasi membaca yang mendidik bagi siswa SekolahDasar. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Penelitian ini melibatkan kepalasekolah, guru dan siswa kelas V. Data dalam penelitian ini diperoleh dari observasi,wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat dikemukakan sebagaiberikut: (1) Novel Sebelas Patriot mengandung nilai karakter yang meliputi religius, jujur,toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan,cinta tanah air, menghargai prestasi, persahabat/komunikatif, cinta damai, gemarmembaca, dan tanggung jawab; (2) Relevansi nilai-nilai yang terkandung dalam novelSebelas Patriot dengan nilai karakter.Kata Kunci: Pendidikan Literasi, Berbasis NilaiAbstractThe goals of this study are : (1) describing the result of analysis values are found in novel“ sebelas patriot” as educated literacy material for student. (2) describing the relevancevalues in novel “ sebelas patriot “ with character values as educated literacy material forelementary school student. The kind of this reseaceh as descriptive qualitative. Thisresearch involving the headmaster, teachers and fifth grade student. The data is obtainedby observation, inteview and documentation. Based on the result of this research, can beconcluded as follows : (1) novel “ sebelas patriot “ contains character values that cover :religious, honest, tolerance, dicipline, hard work, creative, independent, curious,nationalism, love the country, appreciate the achievement, friendship/communicative,peace, love reading, and responsible. (2) the relevance values in novel “ sebelas patriot“ with character values.Keyword : Literacy eduation, value based
Ni Made Sri Agustini
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2543

Abstract:AbstrakTripusat pendidikan adalah tiga pusat pendidikan yang terdiri dari lingkungan pendidikankeluarga, sekolah dan masyarakat yang secara bertahap dan terpadu mengemban suatutanggung jawab dalam pengembangan teori pembelajaran pada anak. Lingkungan keluargayang merupakan lingkungan pertama dan dianggap sebagai peletak dasar pendidikan anakyang sekaligus awal dari pendidikan yang akan ditempuh selanjutnya serta sangat berperandalam pembentukan kepribadian. Pendidikan di sekolah mempunyai dasar, tujuan, isi, metodedan syarat-syarat lain yang disusun secara sistematis dalam bentuk kurikulum dan dianggapsebagai peletak dasar pengetahuan ilmiah. Pada pendidikan di masyarakat, seorang anak akanmerealisasikan sejumlah teori pendidikan dan pengajaran yang pernah diajarkan dalamlembaga pendidikan sebelumnya. Anak akan mengaktualisasikan dan melibatkan diri dalamlingkungan masyarakat. Penerapan tripusat pendidikan sangat mempengaruhi pengembanganteori pembelajaran pada anak yang dilaksanakan secara terpadu dapat menjadikan anakmemiliki kepribadian yang utuh dan bertanggung jawab. Anak akan memilikiprofesionalisme yang merupakan modal utama untuk terjun ke masyarakat. Oleh karena itu,tripusat pendidikan merupakan suatu rangkaian sistem yang terpadu dalam melaksanakanproses pendidikan yang dapat mengantar peserta didik untuk mencapai kedewasaannya yangdapat berguna bagi nusa dan bangsa.Kata Kunci: Tripusat Pendidikan, Lembaga Pengembangan Teori Pembelajaran, Anak.AbstractThree-centered education is three center education which consist of family educationenvirontment, school and society which gradually and integrated carrying out a responsiblein improvement of learning theory for children. Family is the first environment andconsidered as basic of children educaation at once the early education which can they takenext and having role in personality formation. Education in school has basic, goal, content,method and other requirements which are set systematically in curriculum and considered asbasic of scientific knowledge. Education in society, a child will realize some education theoryand their learning that they get from their previous education. Children will actualized andinvolving themselves in society environtment. The implementation of three-centerededucation is very influencial the improvement of learning theory on choldren whichconducted integratedly can make the children will have profesionalism as main capital totake part on society. Therefore, three-centered education is an integrated series system inconducting education process which can take the learners reach their maturity and usefullfor their nation.Keywords: three-centered education, institution of learning theory improvement, children
Oktafina Bikhurin’In, Asma’Ul Husna, Fitria Martanti
MAGISTRA: Media Pengembangan Ilmu Pendidikan Dasar dan Keislaman, Volume 9; doi:10.31942/mgs.v9i2.2546

Abstract:AbstrakPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa khususnyamata pelajaran IPS melalui model pembelajaran circuit learning. Penelitian ini merupakanpenelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di MI Wonoyoso Pringapus kecamatanPringapus Kabupaten Semarang dengan subjek penelitian yaitu siswa kelas V yangberjumlah 16 siswa, terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Penelitiandilaksanakan dalam 2 siklus, setiap siklus penelitian terdiri dari tahap perencanaan,pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi,dan wawancara. Hasil penelitian sebagai berikut: kondisi awal pra siklus menunjukkanbahwa rata-rata hasil belajar siswa yaitu 33,4 dan belum ada siswa yang tuntas mencapainilai KKM (70), siklus I nilai rata-rata hasil belajar meningkat 45,9 dengan ketuntasanklasikal 6,2% karena hanya 1 siswa yang tuntas mencapai KKM (70), dan pada siklus II nilairata-rata hasil belajar meningkat lagi dengan rata-rata hasil belajar 83,1 dan ketuntasanklasikal mencapai 81,2% sehingga penelitian ini dikatakan berhasil. Berdasarkan perolehantes formatif yang terus mengalami peningkatan tiap siklus tersebut, dapat disimpulkan bahwahasil belajar IPS dapat ditingkatkan melalui penggunaan model circuit learning pada siswakelas V MI Wonoyoso Pringapus.Kata Kunci: Hasil Belajar, IPS, Model Pembelajaran Circuit LearningAbstractThe goal of this classroom action research is to improve the students learning resultespecially on IPS lesson through circuit learning model. This research is classroom actionresearch which conducted in MI Wonoyoso Pringapus, kecamatan Pringapus, KabupatenSemarang and the subjects are 16 students of fifth grade, consist of 12 male students and 4female students. This research conducted in 2 cycles, each cycle consist of planning,implementation, observation and reflection. Technique of data collection using test,observation, and interview. The result of this research as follow : early condition beforecycle show that the average of students’ learning result was 33,4 and no one reached thecompleteness (70), cycle 1 the average score of learning result increased become 45,9 withclassical completeness 6,2% because only one student reached the completeness (70), and oncycle 2 the average score increased again with the learning result was 83,1 and classicalcompleteness until 81,2% and this research can be said success. Based on the test formativeresult which always increase in every cycle, can be concluded that the learning result of IPSUpaya Meningkatkan Hasil Belajar …89 MAGISTRA - Volume 9 Nomor 2 Desember 2018Oktafina B., Asma’ul H., FitriaM.can be increased by the use of circuit learning model for fifth grade in MI WonoyosoPringapus.Keywords : learning result, IPS, circuit learning model