CHEESA: Chemical Engineering Research Articles

Journal Information
ISSN / EISSN : 2614-8757 / 2615-2347
Published by: Universitas PGRI Madiun (10.25273)
Total articles ≅ 43
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Muhrinsyah Fatimura, Reno Fitriiyanti
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 65-74; doi:10.25273/cheesa.v4i1.8274.65-74

Abstract:
Distilasi steam merupakan salah satu metode ekstraksi minyak atsiri dengan steam yang dihasilkan berasal dari boiler. Ekstraksi minyak atsiri kemangi berdasarkan perbedaan tekanan uap komponen penyusun tanaman tersebut. Tujuan penelitian ini mengetahui pengaruh variasi laju kondensat terhadap volume kondensat, rendemen, dan karakteristik minyak kemangi yang dihasilkan. Penelitian ini merancang alat Distilasi steam dengan variabel bebas massa kemangi 2 kg, 4 kg, 6 kg dan laju alir kondensat 0,0831 mL/s, 0,329 mL/s, 0,4023 mL/s serta variabel tetap kondisi operasi boiler pada tekanan <1 kg/cm2 dengan temperatur 95 oC dan lama Distilasi 120 menit. Hasil penelitian minyak atsiri kemangi berbentuk cair, berwarna kuning, rasanya kelat dan berbau khas kemangi, massa jenis 0,9524 g/mL, indeks bias 1,4622, kelarutan dalam alkohol 95% 1:1, bilangan asam yang di dapat 0,6067 mgKOH/g. Karakteristik ini masih memenuhi standar yang di tetapkan Essential Oil Association (EOA) hanya indeks bias yang masih dibawah paremeter EOA. Volume kondensat paling banyak 2.886,20 mL pada massa kemangi 2 kg, dengan rendemen sebesar 0,1155% pada laju alir kondesat 0,4023 mL/s.
Lidya Elizabeth, Okky Indra Putra, Marthen Luther Doko
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 18-30; doi:10.25273/cheesa.v4i1.8316.18-30

Abstract:
Gas alam merupakan energi yang ramah lingkungan dibandingkan batubara dan minyak bumi. Pencairan gas alam memudahkan pengangkutan pada jarak jauh. Tujuan pemodelan dan simulasi pencairan gas alam ini yaitu mengetahui pengaruh temperatur dan tekanan pada masukan kompresor. Simulasi dilakukan secara statis dan dinamis. Metode simulasi pencairan gas alam menggunakan perangkat Matlab dengan persamaan keadaan Peng Robinson dan aturan campuran (mixing rules). Pemodelan statisdilakukan pada temperatur masukan gas alam 298 K dan tekanan 20 atm. Hasil simulasi menunjukkan gas alam mengalami pencairan pada siklus kedua. Temperatur gas alam siklus pertama mencapai 182 K sedangkan kedua 112 K. Pemodelan dinamis memvariasikan temperatur masukan kompresor pada komposisi gas alam tetap dan variasi komposisi gas metana pada temperatur masukan kompresor tetap. Hasil menunjukkan semakin tinggi temperatur masukan kompresor, semakin tinggi temperatur keluaran kompresor akhir dan throttling valve. Pada variasi komposisi gas metana, semakin besar komposisi gas metana maka semakin rendah suhu keluaran kompresor.
Surahman Latif Sahendra, Ridha Aulia Hamsyah, Khalimatus Sa'Diyah
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 31-38; doi:10.25273/cheesa.v4i1.8416.31-38

Abstract:
Limbah cair seringkali dibuang ke sungai tanpa pengolahan yang memadai sehingga bahan-bahan organik yang terkandung di dalamnya cukup tinggi yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Adsorpsi merupakan salah satu cara untuk mengurangi kandungan bahan-bahan organik pada limbah cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh rasio massa dan waktu kontak adsorben campuran dari kotoran sapi dan ampas tebu terhadap parameter pengolahan limbah cair pabrik gula. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini adalah nilai COD, BOD, TSS, dan pH. Variasi rasio massa adsorben terhadap volume air limbah yaitu 1%, 2%, 3%, 4%, sedangkan variasi waktu kontak adsorben terhadap sampel air limbah adalah 1 jam, 2 jam, 3 jam, dan 4 jam. Penurunan nilai COD dan TSS terbaik pada rasio adsorben 3% dan waktu kontak 3 jam. Nilai BOD mengalami kenaikan pada semua variabel tetapi tidak melebihi baku mutu limbah cair. Hasil penelitian terbaik diperoleh nilai COD 12 mg/L, TSS 26,67 mg/L, pH 6 dan BOD 28,72 mg/L.
Hasrul Anwar, Tri Widjaja, Danawati Hari Prajitno
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 1-10; doi:10.25273/cheesa.v4i1.7406.1-10

Abstract:
Jerami padi adalah salah satu limbah pertanian yang melimpah di Indonesia yang dapat digunakan sebagai sumber lignoselulosa untuk produksi biogas. Salah satu metode untuk meningkatkan produksi biogas adalah dengan menambahkan cairan rumen dan kotoran sapi. Penelitian ini membandingkan produksi biogas pada cairan rumen sapi (JP-R) dan campuran cairan rumen dan kotoran sapi (JP-RKS). Percobaan ini dilakukan dalam reaktor batch anaerob selama 30 hari dengan volume kerja 3,6 L pada suhu mesofilik. Parameter yang diukur pada penelitian ini seperti asam lemak volatil (VFA), Chemical Oxygen Demand (COD), total padatan (TS), volatil padatan (VS), dan komposisi biogas. COD JP-R dan JP-RKS masing-masing adalah 54,21 % dan 49,44%. Yield metana untuk JP-R dan JP-RKS masing-masing adalah 0,48 Nm3/kgCODremoval dan 0,015 Nm3/kgCODremoval. Komposisi biogas pada JP-R adalah 47,97% CH4, 7% CO2 dan 0,44% H2, sedangkan pada JP-RKS komposisi biogas adalah 23,34% CH4, 10,06% CO2, dan 0,39% H2.
Vibianti Dwi Pratiwi, Iman Mukhaimin
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 39-50; doi:10.25273/cheesa.v4i1.7697.39-50

Abstract:
Penggunaan energi biomassa sebagai sumber energi alternatif terbarukan diupayakan untuk mengurangi emisi CO2. Ampas kopi merupakan limbah biomassa yang dihasilkan dari proses produksi yang digunakan sebagai raw material dalam pembuatan biobriket. Limbah biomassa mempunyai calorific value yang relatif tinggi jika diolah menjadi biobriket dengan perekat. Jenis perekat yang digunakan adalah tepung tapioka dan getah pinus dengan komposisi tepung tapioka yang digunakan 0%, 10% dan 20% sedangkan jumlah perekat getah pinus 0%, 10%, 20%, dan 40%. Dengan mengetahui pengaruh jenis dan jumlah perekat dalam pembuatan biobriket menggunakan metode torefaksi, diharapkan limbah ampas kopi dapat menjadi biomassa sebagai energi alternatif. Penelitian dilakukan pada suhu torefaksi yaitu 200 oC, 250 oC dan 300 oC. Suhu torefaksi yang optimal untuk pembuatan biobriket dari ampas kopi adalah 300 oC dengan perekat getah pinus 40% yang menghasilkan biobriket lebih padat dan tidak mudah hancur dengan nilai kalori sebesar 6124 kal/gr.
Ngatijo Ngatijo, Nurul Gusmaini, Restina Bemis,
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 51-64; doi:10.25273/cheesa.v4i1.8433.51-64

Abstract:
Nanopartikel magnetit merupakan suatu material dengan sifat magnet yang stabil dan memiliki luas permukaan tinggi. Penyalutan nanopartikel magnetit dengan asam humat (AH) dilaporkan dapat meningkatkan stabilitas, kapasitas adsorpsi, dan kemudahan pemisahan pasca adsorpsi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan sintesis Nanopartikel Magnetit tersalut Asam Humat (NpMAH) dengan metode ko-presipitasi dan menentukan parameter adsorpsinya sebagai adsorben Methylene Blue (MB) dengan metode batch. Keberhasilan sintesis ditunjukkan oleh karakterisasi NpMAH dengan FT-IR, XRD, SEM, dan VSM. Parameter isoterm adsorpsi mengindikasikan bahwa adsorpsi terjadi secara lapis tunggal dengan kapasitas adsorpsi sebesar 56,96 mg/g dan energi adsorpsi sebesar 26,31 kJ/mol pada pH optimum 6,0. Parameter kinetika menunjukkan bahwa adsorpsi mengikuti model kinetika Ho (pseudo orde kedua) dengan konstanta laju adsorpsi (kHo) sebesar 12688,71 g/molmenitdan perhitungan MB yang teradsorpsi pada kesetimbangan (qe) sebesar 2,96×10-5 mol/g. Perhitungan energi adsorpsi menggunakan model kinetika Santosa dan RBS berturut-turut 25,67 kJ/mol dan 41,25 kJ/mol.
Dimas Frananta Simatupang, Yunianto Yunianto, Erwin Dani Winata Sihaloho
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 11-17; doi:10.25273/cheesa.v4i1.7830.11-17

Abstract:
PT. AGS Medan merupakan pabrik yang bergerak dalam produksi pupuk NPK yang salah satu produknyaadalah formula 12.12.17 dengan komposisi 12% unsur nitrogen, 12% unsur fosfor dan17% unsur kalium. Salah satu tahapan dalam proses pembuatan pupuk NPK yaitu proses pengeringan. Jenis dryer yang digunakan adalah rotary dryer dengan putaran 5 rpm dan kemiringan 20o. Pengering yang digunakan adalah udara panas yang berasal dari pembakaran batu bara jenis bitminious di dalam furnace.Untuk menentukan jumlah batu bara yang dibutuhkan dalam proses pengeringan pupuk NPK sebagai bahan bakar furnace maka diperlukan perhitungan jumlah panas. Pengambilan sampel, analisis kadar air dan suhu serta menghitung panas dengan prinsip neraca massa dilakukan dalam penelitian ini. Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan untuk mengeringkan pupuk NPK dengan kapasitas pupuk NPK 7000 kg/jam dibutuhkan energi sebesar 6136268,402Kkal/jam. Jumlah bahan bakar yang dibutuhkan untuk mengeringkan pupuk NPK adalah sebesar 789,219kg/jam.
Meilisa Rusdiana Surya Efendi, Sri Sumarsih, Novia Fajarwati
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 99-105; doi:10.25273/cheesa.v3i2.7735.99-105

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh fenantren terhadap aktivitas enzim katabolik pada Pseudomonas putida TI (8). Isolat ditumbuhkan pada media Air Mineral Sintetis (AMS) dengan penambahan 1% fenantren. Enzim katabolik diuji aktivitasnya terhadap fenantren. Uji aktivitas enzim ditentukan berdasarkan penurunan absorbansi NADH pada panjang gelombang 340 nm. Satu unit aktivitas enzim dinyatakan sebagai jumlah enzim yang membutuhkan 1 µmol NADH untuk mengoksidasi substrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa isolat dapat tumbuh menggunakan fenantren hingga 10 hari inkubasi. Aktivitas enzim katabolik tertinggi terhadap fenantren pada inkubasi hari ke 8 sebesar 5,391 U/mL. Penambahan 1% hidrokarbon poliaromatik dapat meningkatkan aktivitas enzim sebesar 10 kali, hal ini menunjukkan bahwa enzim katabolik pada Pseudomonas putida TI (8) merupakan enzim induktif.
Fatimah Fatimah, Rahma Diyan Martha, Asmarani Kusumawati
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 88-98; doi:10.25273/cheesa.v3i2.7688.88-98

Abstract:
Tanaman Majapahit (Crescentia cujete) merupakan salah satu tanaman yang banyak tersebar di Indonesia. Namun, tanaman ini kurang mendapatkan perhatian, karena kurangnya informasi mengenai potensi tanaman tersebut. Flavonoid merupakan salah satu kelompok senyawa terbesar yang terdapat pada tanaman yang memiliki beberapa fungsi farmakologis dan medisinal, salah satunya anti kanker. Dalam penelitian ini, dilakukan deteksi dan identifikasi senyawa flavonoid pada ekstrak etanol kulit batang tanaman majapahit menggunakan LCMS, untuk mengetahui potensi tanaman majapahit sebagai salah satu kandidat tanaman potensial antikanker. Berdasarkan hasil deteksi menggunakan LCMS diketahui terdapat sekitar 88 senyawa yang terdeteksi, termasuk didalamnya 12 senyawa flavonoid. Senyawa flavonoid yang ditemukan, yaitu; acetoin, quercetine, kaempferol-3-O-rhamnoside, acacetin7-rutinoside, fortunellin, kaempferol 3-[6”-(3-hydroxy-3-methylglutaryl) glucoside], didymin, diosmin, hesperidin, rutin, narirutin 4’-glucoside, kaempferol 3-[6”-(3-hydroxy-3-methylglutaryl) glucoside]-7-glucoside. Kaempferol-3 -O-rhamnoside merupakan flavonoid dengan komposisi terbesar yakni, sebesar 4,072%. Keseluruhan flavonoid yang teridentifikasi memiliki potensi sebagai antikanker, kecuali acetoin dan fortunellin.
Shintawati Shintawati, Analianasari Analianasari, Zukryandry Zukryandry
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 63-70; doi:10.25273/cheesa.v3i2.7388.63-70

Abstract:
Lada hitam dikenal dengan nama King of Spices yang merupakan salah satu komoditi unggulan ekspor asal Provinsi Lampung. Lada hitam memiliki aroma dan rasa pedas yang khas. Kontribusi aroma berasal dari senyawa volatile yang terkandung pada minyak atsiri dalam lada hitam. Minyak atsiri lada diperoleh dari ekstraksi pelarut, hidrodistilasi, distilasi uap, distilasi fluida super kritik dan hidrodistilasi menggunakan microwave. Nilai konsentrasi minyak atsiri selama ekstraksi serta laju ekstraksi dapat diprediksi dari model kinetika. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari ekstraksi minyak atsiri lada hitam dan mengetahui model kinetika ekstraksi minyak atsiri lada hitam secara hidrodistilasi. Hidrodistilasi dilaksanakan selama 5 jam dengan pengambilan data setiap 15 menit. Hasil penelitian memperlihatkan kinetika ekstraksi lada hitam mengikuti model kinetika ekstraksi orde kedua. Nilai parameter kinetika orde kedua dari ekstraksi minyak atsiri lada hitam yaitu kapasitas ekstraksi minyak atsiri lada,Cs, laju awal ekstraksi, h, dan konstanta laju ekstraksi, k masing-masing adalah 4,9 gL-1, 0,206 g L-1menit-1 dan 0,0086 g-1L menit-1 dan nilai determinasi sebesar 99,97%. Hasil eksperimen didapat perolehan ekstraksi sebesar 5,14%.
Back to Top Top