CHEESA: Chemical Engineering Research Articles

Journal Information
ISSN / EISSN : 2614-8757 / 2615-2347
Published by: Universitas PGRI Madiun (10.25273)
Total articles ≅ 53
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Perwitasari Perwitasari, Heni Anggorowati, Yusmardhany Yusuf
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 5, pp 28-39; https://doi.org/10.25273/cheesa.v5i1.10824.28-39

Abstract:
One of the issues in urban areas such as DI Yogyakarta province is air pollution. The pollution level is high, as shown by the quality index value of about 85.25 in 2019. Vehicle emissions are the most significant source of this pollution in urban areas and can be decreased by using fuel with minimum carbon emission. Compressed Natural Gas (CNG) is an environmentally friendly fuel. However, a safety study is required because CNG is stored under high pressure. Therefore, this research aims to analyze the risk of using CNG in the Trans Jogja bus. The research method collects secondary data and then processes them using FTA, ETA, ALOHA software, and a risk matrix. The result shows that the risk value for CNG usage in the Trans Jogja bus is low to a moderate level or acceptable.
Adityas Agung Ramandani, Shintawati Shintawati, Salomo Pranata Aji, Sunarsi Sunarsi
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 5, pp 40-48; https://doi.org/10.25273/cheesa.v5i1.10348.40-48

Abstract:
Limbah padat serai wangi mengandung lignin cukup tinggi yang dapat berpotensi untuk dikembangkan menjadi berbagai produk komersial, salah satunya adalah perekat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan kondisi optimum dalam pembuatan lignin resorsinol formaldehida (LRF) dari limbah serai wangi menggunakan metode Ultrasonic Microwave-Assisted Extraction (UMAE). Rancangan percobaan menggunakan response surface methodology (RSM) khususnya Box-Behnken Design (BBD). Variabel bebas dalam riset ini adalah volume NaOH (10, 13 dan 16 mL), waktu reaksi (10, 20 dan 30 menit), dan komposisi perekat (4, 6 dan 8 gram). Hasil penelitian menunjukkan perekat lignin LRF yang dihasilkan memenuhi SNI 06-4567-1998 untuk parameter berat jenis, waktu gelatinisasi, dan sisa penguapan. Daya tahan rekat (delaminasi) LRF yang dihasilkan memenuhi standar JAS 1996 yaitu rata rata 0%. Kondisi optimum pembuatan LRF dicapai pada penambahan NaOH 15,0561 mL, waktu reaksi 20 menit dan massa lignin 4 gram dengan daya tahan rekat (delaminasi) tertinggi yang dihasilkan 1 %.
Keryanti Keryanti, Ayu Ratna Permanasari, Resti Nurul Hidayah, Rizkiya Hasanah
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 5, pp 1-12; https://doi.org/10.25273/cheesa.v5i1.10243.1-12

Abstract:
Onggok merupakan limbah padat yang dihasilkan dari industri tepung tapioka yang masih mengandung karbohidrat dalam bentuk pati sebesar 70,37%, amilosa 17,22% dan amilopektin 53,15%. Onggok berpotensi untuk diolah menjadi sirup fruktosa melalui proses hidrolisis pati yang dilanjutkan dengan isomerisasi gula hidrolisat. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pH dan suhu optimum isomerisasi pembuatan sirup fruktosa dari hidrolisat onggok melalui eksperimen dan analisis Response Surface Methodology (RSM). Proses hidrolisis untuk memecah pati menjadi glukosa dilakukan secara enzimatis, sedangkan isomerisasi untuk mengubah glukosa menjadi fruktosa dilakukan menggunakan katalis hidrotalsit Mg/Al yang disintesis sendiri. Variasi pH dan suhu isomerisasi ditentukan menggunakan desain eksperimen RSM. Dari percobaan didapatkan bahwa kondisi optimum isomerisasi yaitu pada pH 7 dan suhu 120 oC dengan yield sebesar 36,19% dan selektivitas sebesar 25,88%. Selanjutnya, melalui contour plot dan surface plot dari analisis RSM dapat diprediksi bahwa yield dan selektivitas fruktosa dapat mencapai masing-masing sebesar 17,87% dan 35,07% pada pH 6,58 dan suhu 126,2 ⁰C.
Ilma Fadlilah, Nurlinda Ayu Triwuri, Ayu Pramita
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 5, pp 20-27; https://doi.org/10.25273/cheesa.v5i1.10992.20-27

Abstract:
Penggunaan karbon aktif (activated carbon/AC) semakin luas seperti untuk reaksi kimia, adsorpsi limbah cair dan gas, serta sebagai katalis dalam proses katalitik. AC-tempurung nipah dan AC-kulit pisang kepok telah disintesis dengan aktivator kalium hidroksida (KOH) 0,5 M. Karbonisasi dilakukan dengan furnace pada suhu 300 °C selama 2 jam. Karakterisasi AC dilakukan dengan analisis kadar air, analisis kadar abu, analisis daya serap I2, dan analisis gugus fungsi sebelum proses aktivasi dan setelah proses aktivasi menggunakan FTIR. Nilai kadar air, kadar abu, daya serap terhadap I2berturut-turut adalah 1% ; 9,9%; 1307 mg/g (AC-tempurung nipah) dan 3% ; 7,4% ; 1777 mg/g (AC-kulit pisang kepok), memenuhi kriteria karbon aktif yang telah ditetapkan SNI. Hasil spektra FTIR AC-tempurung nipah dan AC-kulit pisang kepok menunjukkan adanya pergeseran bilangan gelombang serapan gugus –OH setelah aktivasi. Serapan gugus C=C aromatik mengindikasikan telah terbentuknya grafit.
Catur Septommy, Lailatul Badriyah
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 5, pp 13-19; https://doi.org/10.25273/cheesa.v5i1.10104.13-19

Abstract:
Zeolit merupakan material aluminosilikat yang memiliki rongga dengan struktur kerangka yang teratur. Aktivasi secara kimia atau fisika dapat meningkatkan kemampuan dalam penukaran ion pada saluran-saluran material zeolit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui morfologi dan kandungan unsur dari zeolit yang telah dimodifikasi dengan perak nitrat. Aktivasi zeolit alam dilakukan secara kimia menggunakan larutan HCl dan NaCl, sedangkan untuk modifikasinya menggunakan metode sistem batch dengan larutan perak nitrat. Morfologi dan kandungan unsur zeolit yang telah teraktivasi dan termodifikasi diuji dengan SEM-EDS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi mineral pada zeolit setelah aktivasi terjadi kenaikan yang signifikan pada Na dan Si. Hal ini juga dikuti dengan pengotor pada area permukaan zeolit menjadi berkurang. Jumlah persentase unsur perak yang terendah ditemukan pada kelompok zeolit dengan modifikasi AgNO3 0,025 M dan jumlah persentase unsur perak yang tertinggi ditemukan pada kelompok zeolit dengan modifikasi AgNO3 0,1 M. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa aktivasi zeolit alam dapat menghilangkan material-material pengotor yang terdapat pada zeolit sehingga akan memudahkan modifikasi zeolit dengan ion perak. Jumlah unsur ion perak akan meningkat seiring dengan meningkatnya konsentrasi larutan perak nitrat yang digunakan.
Puji Rahayu, Sri Agustina, Meta Pramesty, Rosalina Rosalina, Dwi Kemala Putri
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 100-108; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i2.8945.100-108

Abstract:
Plastik sintetik diketahui sulit terurai tetapi penggunaanya semakin meningkat. Beberapa upaya telah dilakukan seperti pembakaran, daur ulang hingga penimbunan di storage khusus. Saat ini banyak peneliti mencari alternatif bahan dasar pembuatan plastik, salah satunya adalah Poly Lactic Acid (PLA). PLA merupakan material bioplastik yang tersusun dari monomer-monomer asam laktat dari hasil reaksi kondensasi langsung. Sifat PLA yang hidrofilik membuat bioplastik membutuhkan plasticizer sebagai komponen penyusun agar lebih kuat. Platicizer yang aman dan ramah lingkungan salah satunya Poli Etilen Glikol 400 (PEG 400). PEG 400 mampu memperbaiki kekuatan mekanik yang lebih stabil sehingga banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetik bahkan pangan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengadukan terhadap proses poliblend dengan indikator pengukuran densitas, viskositas dan kadar air larutan campuran. PLA/PEG-400 memiliki nilai densitas tertinggi sebesar 1,272 g/mL yaitu pada pengadukan menit ke-30. Sedangkab, nilai viskositas dan kadar air tertinggi diperoleh pada PLA/PEG-400 pada pengadukan menit ke-50 sebesar 212 cm2/det dan53,821%.
Indri Susanti, Rendy Muhamad Iqbal, Rahadian Abdul Rachman, Tri Agusta Pradana
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 75-81; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i2.7646.75-81

Abstract:
Methylene blue is the most widely used dye in the industry and it is difficult to be degraded by the microorganism. This research aims to investigate the photocatalytic activity and effects of contact time on the photocatalytic degradation rate of methylene blue by TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY material based on the kinetic study. The Advanced Oxidative Process (AOP) method was used to degrade methylene blue. Furthermore, the AOP is a degradation process that uses semiconductor material such as TiO2 or modification catalyst of TiO2 to be TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY. The degradation of methylene blue with catalyst TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY were tested under UV light for 5, 20, 30, 40, and 50 minutes. The result showed that TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY had an excellent activity for degrading the dye, which reached up to 99% after 20 and 30 minutes reaction, respectively. Also, a kinetic study of methylene blue degradation on TiO2/Zeolite-NaY and TiO2-N/Zeolite-NaY showed the kinetic models were according to pseudo-second-order.
Titan Obby Pangestu, Savira Farizqy Damayanti, Sintha Soraya Santi, Srie Muljani
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 82-90; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i2.8931.82-90

Abstract:
Cangkang bekicot memiliki potensi sebagai bahan baku sintesis kalsium fosfat karena kandungan kalsium yang sangat tinggi, yaitu sekitar 99 %. Kalsium fosfat dapat diaplikasikan sebagai biomaterial karena sifatnya yang sama dengan jaringan penyusun tulang. Pada saat ini kebutuhan akan biomaterial sangat tinggi dan telah memberi dampak yang cukup besar terutama dalam bidang kedokteran ortopedi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji karakteristik kalsium fosfat dengan menggunakan bahan baku cangkang bekicot. Penelitian ini dilakukan dengan metode presipitasi dengan variasi pH dan suhu sintering. Cangkang bekicot di kalsinasi pada suhu 900 oC lalu di campurkan dengan larutan asam fosfat sesuai dengan rasio molar Ca/P 1,67. Pengendapan kalsium fosfat dilakukan saat proses presipitasi dengan penambahan NaOH untuk mengatur pH pada rentang 11 dan 12. Selanjutnya dilakukan proses sintering pada suhu 600, 700, 800, dan 900 oC. Karakterisasi kalsium fosfat yang dihasilkan menggunakan XRF, XRD, dan SEM. Hasil penelitian menunjukkan perolehan hidroksiapatit (Hap) mencapai 100% pada pH 12, dan suhu 600 oC dengan struktur kristal amorf.
Khalimatus Sa'Diyah, Profiyanti Hermien Suharti, Nanik Hendrawati, Finda Agustin Pratamasari, One Mahardika Rahayu
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 91-99; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i2.8589.91-99

Abstract:
Ketersediaan limbah serbuk gergaji kayu sangat potensial diolah menjadi karbon aktif karena mengandung selulosa dan lignin yang menyebabkan serbuk gergaji kayu dapat mengikat ion logam berat. Pemanfaatan karbon aktif banyak digunakan di berbagai industri, diantaranya sebagai penyerap zat pencemar dan logam berat. Penelitian ini membahas tentang pembuatan dan pemanfaatan serbuk gergaji kayu sebagai karbon aktif (adsorben) melalui pirolisis dan aktivasi kimia. Tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh suhu pirolisis terhadap kualitas karbon aktif yang dihasilkan. Karbon aktif dibuat menggunakan serbuk gergaji kayu yang didehidrasi di bawah sinar matahari. Proses karbonisasi dilakukan dengan metode pirolisis pada suhu 200 °C, 225 °C, 250 °C, 275 °C dan 300 °C selama 1 jam. Hasil proses pirolisis selanjutnya diaktivasi menggunakan aktivator basa kuat (NaOH) dengan konsentrasi 1 N dan waktu aktivasi 3 jam. Berdasarkan hasil penelitian, suhu pirolisis yang menghasilkan kualitas karbon aktif mendekati Standar Industri Indonesia (SII) 0258-88 adalah pada suhu 275 °C. Kualitas karbon aktif yang dihasilkan memiliki kadar air 3 %, kadar abu 10,2 %, kadar volatile matter 23 %, dan kadar fixedcarbon 63,7 %.
Herawati Oktavianty, Sunardi Sunardi, Elfandra Pramudito Laksono
Cheesa: Chemical Engineering Research Articles, Volume 4, pp 109-118; https://doi.org/10.25273/cheesa.v4i2.9609.109-118

Abstract:
Efforts have been made to improve the synthesis of activated charcoal from sugar palm shells (Arenga pinnata). Therefore, the purpose of this study was to use the activated charcoal from sugar palm shells to adsorb Iron (Fe) ions contained in batik waste. Charcoal was activated with a 20-30% phosphoric acid solution (H3PO4), dried at 110 °C for 3 hours, and then calcined at a range of 700-900 °C for 3-5 hours. The results demonstrated that the optimal adsorption of Fe ions was achieved under conditions of 25% H3PO4 concentration, calcination at 800 °C for 4 hours, yielding 46.94% adsorbed Fe, and the largest surface area of 45.087 m2/g.
Back to Top Top