CHEESA: Chemical Engineering Research Articles

Journal Information
ISSN / EISSN : 2614-8757 / 2615-2347
Current Publisher: Universitas PGRI Madiun (10.25273)
Total articles ≅ 28
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Eka Megawati, I Ketut Warsa, Mochammad Wahyu Setiawan
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 14-20; doi:10.25273/cheesa.v3i1.5684

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk perbaikan produk Pertalite menggunakan komponen Reformat agar memenuhi spesifikasi yang telah ditetapkan oleh Dirjen Migas. Metode blending merupakan teknik pengumpulan data yang berupa perhitungan optimasi blending pertalite dengan penambahan komponen reformate menggunakan rumus trial & error/coba-coba. Beberapa rumusan perhitungan blending yang di pakai untuk membuat Pertalite dari komponen-komponennya adalah: Blending, Distilasi, Octane Number dan RPV. Berdasarkan perhitungan hasil distilasi 10% sebesar 68,88 oC, 50% sebesar 106,94 oC, FBP 201,91 oC, Reid Vapour Pressure (RVP) sebesar 48,78 Kpa, density at 15 oC sebesar 762,60 Kg/liter, dan ON diperoleh angka sebesar 90. Berdasarkan hasil analisa Perhitungan Optimasi blending pertalite ON 89,5 dengan Reformat menggunakan rumus trial & error/coba-coba, pencampuran titik blending telah memenuhi spesifikasi Distilasi, RVP dan Density. Pertalite ON 90 diperoleh dari percampuran pertalite ON 89,5 sebanyak 5320 m3 dengan Reformat sebanyak 415,625 m3.
Said Ali Akbar, Veinardi Suendo, Achmad Rochliadi
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 21-32; doi:10.25273/cheesa.v3i1.6702

Abstract:
Studi tentang baterai sekunder polianilina(PAni)|Zn telah banyak dikembangkan, tetapi sejauh ini masih belum ada penjelasan mengenai pengaruh asam terhadap kinerja baterai tersebut. PAni disitensis menggunakan metoda elektrodeposisi dengan tegangan 0,7 V selama 30 menit. PAni hasil sintesis dikarakterisasi menggunakan Voltammetri dan Spektroskopi Inframerah. Baterai PAni|Zn didesain dalam bentuk sandwich, kemudian pengukuran kinerja digunakan impedansi serta pengisian-pengosongan. Baterai dengan elektroda PAni-Cl dan PAni-Br mempunyai kinerja yang lebih baik dengan specific capacity saat ke-60 yaitu 55,4 dan 37,4 mAh g-1. Pengukuran impedansi pada baterai dengan elektroda PAni-Cl, PAni-Br, dan PAni HClO4, menunjukan resistance solution (Rs) secara berurutan yaitu 1,38; 2,56; dan 3,03 W dan resistance charge transfer (Rct) 2,24; 2,97; dan 7,71 W. Oleh sebab itu, baterai PAni|Zn dengan dopan HCl menunjukkan kinerja terbaik dibanding dengan asam yang lain.
Daril Ridho Zuchrillah, Lily Pudjiastuti, Niniek Fajar Puspita, Afan Hamzah, Achmad Dwitama Karisma, Agus Surono, Saidah Altway, Liana Ardiani, Nur Azizatur Rohmah, Eva Oktavia Ningrum
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 33-41; doi:10.25273/cheesa.v3i1.6659

Abstract:
Kemasan plastik banyak digunakan pada industri makanan dan minuman di Indonesia karena praktis dan mudah. Namun, disisi lain ini merupakan bencana bagi lingkungan karena plastik merupakan bahan yang sulit terurai (nondegradable). Edible film merupakan salah satu alternatif yang dapat dipertimbangkan untuk menggantikan kemasan plastik. Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan kitosan dari limbah cangkang rajungan dan pektin dari limbah kulit pisang kepok sebagai bahan baku pembuatan edible film. Kitosan diperoleh dari proses degreasing, deproteinasi, demineralisasi dan deasetilasi cangkang rajungan. Pektin diperoleh dari proses hidrolisis kulit pisang kepok. Edible film yang berbasis kitosan dan pektin dibuat melalui proses blending dengan ratio (K:P) 100:0; 60:40; 50:50: 40:60 dan 0:100. Analisis karakteristik yang dilakukan meliputi warna, transparan, ketebalan, kelarutan dalam air, laju transmisi uap air (WVTR), kadar air, swelling degree, biodegradabilitas, dan aktivitas antimikroba. Hasil penelitian menunjukkan edible film kitosan dan pektin yang paling optimal adalah ratio 50:50.
Khairul Khairul, Helentina Mariance Manullang
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 1-6; doi:10.25273/cheesa.v3i1.6033

Abstract:
Perairan Belawan Pulau Sicanang merupakan kawasan yang rentan terhadap pencemaran logam berat, karena kawasan perairan ini berdekatan dengan kawasan industri, pelabuhan, dan permukiman. Logam berat sangat berbahaya bagi kehidupan hewan aquatik maupun bagi kesehatan manusia. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif eksploratif yang bertujuan untuk mengetahui kandungan logam berat berupa: Timbal (Pb), Cadmium (Cd), dan Merkuri (Hg) pada perairan ekositem mangrove Belawan Pulau Sicanang. Keberadaan ekosistem hutan mangrove di kawasan ini berfungsi sebagai penyangga kehidupan. Kandungan logam berat di perairan bisa diserap oleh tanaman mangrove sebagai fitoremediasi.Penentuan stasiun pengamatan berdasarkan purvosive sampling, dengan Stasiun 1 yang merupakan kawasan hutan mangrove alami dan Stasiun 2 yang merupakan kawasan perusahaan dan pabrik). Metode uji sampel air dengan Atomic Absorption Spectroscopy (AAS). Hasil analisis logam berat dari air sampel berupa: Pb (0,15 ppm) pada Stasiun 1 dan 0,33 ppm pada Stasiun 2, Cd (0,04 ppm) pada Stasiun 1 dan 0,11 ppm pada Stasiun 2, Sedangkan Hg (<0.1011 ppm) nilainya sama pada Stasiun 1 dan 2. Berdasarkan hasil analisis logam berat berupa: Pb, Cd dan Hg pada kedua perairan, dapat disimpulkan bahwa kawasan hutan magrove alami memiliki kandungan logam lebih rendah daripada kawasan industri.
Kavadya Syska, Ropiudin Ropiudin
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 42-54; doi:10.25273/cheesa.v3i1.6695

Abstract:
Keripik tempe adalah salah satu makanan khas di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu: mengetahui pengaruh cara perekatan dan ketebalan pengemas terhadap mutu keripik tempe, dan mengetahui umur simpan keripik tempe berdasarkan cara perekatan pengemas dan ketebalan pengemas. Faktor yang diteliti yaitu, cara perekatan: stapler, lilin, dan sealer, jenis pengemas: plastik polipropilen 0,07 mm dan plastik polipropilen 0,04 mm, dan lama penyimpanan: 10 hari, 20 hari, dan 30 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keripik tempe dengan kemasan plastik polipropilen 0,07 mm dan perekat sealer memiliki mutu paling baik. Selama penyimpanan terjadi peningkatan kadar air, kadar asam lemak bebas, dan kadar peroksida serta terjadi penurunan semua variabel sensorik, tetapi keripik tempe kemasan plastik polipropilen 0,07 mm dengan perekat sealer mampu mempertahankan mutu keripik tempe sampai hari ke-30, sedangkan perlakuan lainnya hanya mampu sampai hari ke-20.
Felix Arie Setiawan, I Made Arimbawa, Navisa Ayudia Putri, Boy Arief Fachri
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 3, pp 7-13; doi:10.25273/cheesa.v3i1.5701

Abstract:
Jember memiliki potensi perikanan terutama udang sebagai sumber kitin yang merupakan dasar pembuatan kitosan. Kitosan berasal dari limbah kulit udang yang dicampur dengan limbah lain yaitu padatan silika dari Pembangkit Listrik Panas Bumi dan fly ash dari Pembangkit Listrik Tenaga Uap untuk menghasilkan membran yang dapat digunakan dalam filtrasi logam berat dalam air. Membran tanpa silika dibuat sebagai negative control dan dengan silika murni sebagai positive control. Membran kitosan dibuat dengan cara mencampurkan 1,0 gram kitosan dalam 100 mL larutan asam asetat 2% v/v dan 0,8 gram senyawa silika serta 0,5 gram polyethylene glycol. Membran yang telah dibuat diuji untuk menyaring larutan yang mengandung logam berat Cu dan Pb. Konsentratsi optimum dari Cu dan Pb dalam badan cairan dapat dikurangi sebesar 87% dan 80% menggunakan membran kitosan-silika.
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles; doi:10.25273/cheesa

Irma Andrianti, Junety Monde, Akhmad Fauzan, Lorianti Lorianti
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 90-98; doi:10.25273/cheesa.v2i2.5487

Abstract:
Sumber energi terbarukan semakin mendapat perhatian, hal ini disebakan karena berkurangnya cadangan minyak dan meningkatnya kesadaran manusia akan lingkungan. Biofuel secara umum adalah bahan bakar berasal dari tumbuhan dan hewan. Blending adalah suatu proses pencampuran untuk mendapatkan produk yang memenuhi spesifikasi. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah blending biofuel dengan kerosin yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik perbandingan rasio blending biofuel dengan kerosin. Analisa yang dilakukan dalam penelitian ini adalah bilangan asam, massa jenis, bilangan penyabunan, flash point, distilasi, dan bilangan iodin. Variabel penelitian rasio blending 5:95, 10:90, 15:85, 20:80, 25:75, 30:70. Nilai terbaik pada penelitian ini terdapat pada blending dengan rasio B30, bilangan asam diperoleh rasio blending B30 0,08 mg/gram, massa jenis pada rasio blending B30 800 Kg/m3, bilangan penyabunan pada rasio blending B30 2,24 mg/gram, flash point terbaik pada rasio blending B30 51°C, distilasi 90% pada rasio blending B30 298 °C dan bilangan iodin pada rasio blending B30 0,75 gram I2/gram minyak.
Prapti Ira Kumalasari, Junety Monde, Zefanya Bernadi Yusuf, Rini Rini
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 83-89; doi:10.25273/cheesa.v2i2.5481

Abstract:
Kalimantan merupakan pulau yang terkenal akan sektor pertambangan salah satunya di daerah delta Mahakam, yang dalam proses eksploitasinya berpotensi menghasilkan limbah logam berat, seperti logam berat Cr6+. Pencemaran logam Cr6+ cukup sulit untuk terurai dilingkungan dan bersifat karsinogenik, karena dengan konsentrasi kecil saja dapat menimbulkan tingkat keracunan yang sangat tinggi pada makhluk hidup, sehingga pengolahan terhadap limbah tersebut sangat penting. Microbial Fuel Cell merupakan suatu metode yang dapat membantu proses pengolahan limbah dengan cara mereduksi Cr6+ menjadi Cr3+ dengan katalisis mikrobiologis. Penelitian ini menggunakan metode reaktor double-chamber yaitu terdapat ruang anoda yang berisi bakteri anaerob dan basic anolyte, sedangkan pada ruang katoda terdapat kalium dikromat dengan konsentrasi 18 mg/L dan variasi pH 3, 4 dan 5 yang dilakukan selama 10 hari. Kondisi pH optimum pada proses reduksi terjadi pada pH 4 dengan besar persen penurunan sekitar 98%. Dan produksi listrik tertinggi pada hari ke-2 pada variasi pH 3 dengan nilai power density sebesar sebesar 11, 06 mW/m2.
Ade Trisnawati, Ardiani Samti Nur Azizah
CHEESA: Chemical Engineering Research Articles, Volume 2, pp 66-74; doi:10.25273/cheesa.v2i2.5495

Abstract:
Demam berdarah merupakan salah satu permasalahan kesehatan masyarakat yang penyebarannya dilakukan oleh nyamuk Ae. Aegypti, dimana fase larva berpotensi sebagai penyebab penyakit demam berdarah. Upaya pemberantasan larva dapat dilakukan dengan menggunakan larvasida. Jenis larvasida dapat berupa hasil sintesis bahan kimia atau berasal dari bahan alam. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai larvasida adalah buah sawo. Kulit dan daging buah sawo muda diketahui memiliki kandungan senyawa bioaktif yaitu tanin, flavonoid, dan alkaloid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan efektivitas larvasida pada ekstrak kulit dengan ekstrak daging buah sawo muda terhadap kematian larva Aedes aegypti. Tahapan penelitian ini yaitu: (1) preparasi sampel, (2) ekstraksi dengan maserasi menggunakan etanol, (3) distilasi ekstrak kulit dan daging buah sawo muda, dan (4) uji larvasida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daging buah sawo muda lebih efektif membunuh larva Aedes aegypti jika dibandingkan dengan ekstrak kulit buah sawo muda.
Back to Top Top