Jurnal Aplikasi Teknik Sipil

Journal Information
ISSN / EISSN : 1907-753X / 2579-891X
Total articles ≅ 204
Filter:

Latest articles in this journal

Sulfiah Dwi Astarini, Christiono Utomo
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.8653

Abstract:
Pembangunan properti residensial tidak lepas dari permintaan akan hunian yang terus berkembang di kota Surabaya. Guna memenuhi permintaan tersebut, residensial berting- kat tinggi dituntut agar sesuai dengan kebutuhan pengguna. Hal ini dapat dilakukan pada saat proses desain. Namun proses desain sering terjadi kegagalan yang terukur pada saat konstruksi, sehingga berimbas kepada kepuasan pengguna pada masa pasca huni. Perfor- mance-Based Building Design (PBBD) membahas mengenai kinerja bangunan yang dapat ditentukan di awal sejak bangunan tersebut dalam tahap desain, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemahaman pelaku desain terhadap konsep PBBD. Dengan pemahaman terhadap PBBD, tim desain dapat meningkatkan inovasi dengan mengartiku- lasikan hasil kinerja bangunan dalam memenuhi kinerja secara efektif dan efisien. Selain itu pelaku desain juga dapat mempertimbangkan lebih banyak perspektif karena melibat- kan berbagai disiplin ilmu, serta desain yang dibuat, diterjemahkan dan diintegrasikan sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir bangunan. Metode yang digunakan pada peneli- tian ini yaitu survei berupa kuesioner sebagai alat pengumpulan data, yang dibagikan kepa- da pelaku desain di kota Surabaya. Dari pengumpulan data tersebut dihasilkan sebanyak 42,65% pelaku desain mengetahui konsep PBBD, sebesar 19,12% pelaku desain yang belum mengetahui konsep tersebut, responden yang mengetahui dan menggunakannya dalam proses desain sebesar 22,06% dan 16,18% yang mengetahui PBBD namun belum menggu- nakannya dalam proses desain.
Irma Noor Fadhilla, Umboro Lasminto
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.9517

Abstract:
Banjir terjadi beberapa kali di Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Madiun yang disebabkan oleh meluapnya air Kali Madiun. Meluapnya air Kali Madiun disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan perubahan tata guna lahan DAS yang menyebabkan debit banjir yang terjadi lebih besar daripada kapasitas Kali Madiun. Dengan adanya permasalahan tersebut, maka diperlukan kajian analisis hidrologi untuk memprediksi data debit DAS Kali Madiun dengan menggunakan model transformasi hujan-debit. Dalam penelitian ini menggunakan model HEC-HMS. Untuk dapat menirukan perilaku aliran di dalam sistem DAS, model HEC-HMS memerlukan penyesuaian parameter model yang disebut dengan kalibrasi. Kalibrasi dilakukan terhadap parameter-parameter model dengan mengevaluasi kemiripan hasil simulasi dan data observasi. Oleh karena itu, dilakukan uji keandalan model HEC-HMS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membandingkan debit simulasi dengan debit observasi pada DAS Kali Madiun. Data yang dibutuhkan adalah data debit observasi, data kapasitas waduk, data curah hujan, peta tata guna lahan, peta jenis tanah, dan peta topografi. Hasil dari kalibrasi pemodelan HEC-HMS, diperoleh nilai NSE sebesar 0,605 dengan debit puncak simulasi sebesar 914,4 m3/dt yang terjadi pada tanggal 22 Februari 2018.
Nabilla Zahera, Indrasurya B. Mochtar, Trihanyndio Rendy Satrya
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.9510

Abstract:
Permasalahan yang sering terjadi pada perencanaan jembatan yang dibangun pada tanah lunak adalah pergerakan yang berlebihan secara horizontal pada abutment. Menyiasati kondisi tersebut, perencana mengganti konstruksi menjadi slab on piles. Hanya saja penambahan konstruksi tersebut akan menambah biaya sehingga kurang efektif dan me­merlukan metode alternatif. Metode alternatif yang efektif adalah menggunakan relieving platform dan tiang-cerucuk yang dipasang di belakang abutment. Oprit jembatan dianalisis pada pada tanah lunak berlapis dengan konsistensi very soft, soft, dan medium. Hasil pe­nelitian pada ketinggian (4m s/d 12m), oprit mengalami kemungkinan kelongsoran (SF ≤ 1). Pada analisis perhitungan, tiang diberi variasi diameter; 30cm, 50cm, dan 60 cm; tipe kelas C; jarak antar tiang 2,5D dan 3D untuk mengetahui sistem yang paling efektif. Hasil pe­nelitian menunjukkan konstruksi yang paling efektif pada ketinggian (4m s/d 12m) adalah pada jarak 2,5D; diameter 30 cm. Walaupun menghasilkan jumlah tiang yang lebih banyak tetapi menghasilkan tambahan biaya yang jauh lebih murah.
Laode Muh Musa, Sulaiman Sulaiman, Ibrahim Ibrahim, La Ode Ahmad Nur Ramadhan, Laode A. Kadir
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.7035

Abstract:
Selama ini keberadaan ijuk aren dan sekam padi terkarbonasi belum di manfaatkan secara maksimal terutama dalam dunia konstruksi yang bersifat non struktural dalam pembuatan batu bata ringan. Secara teoritis penambahan serat dalam pembuatan batu bata ringan dengan filler serat ijuk aren dan sekam padi terkarbonasi mampu menambah kuat tekan pada pasangan batu bata ringan untuk keperluan non struktural, dimana secara terbatas material serat dapat di gunakan dari bahan-bahan alami. Penelitian ini bertujuan unntuk mengetahui pengaruh komposisi tanah liat dari serat ijuk aren dan sekam padi terkarbonasi terhadap karakteristik batu bataringan (berat jenis, sifat mekanik). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi terbaik antara batu bata dan filler serta ijuk aren dan sekam padi terkarbonasi adalah komposisi 4.500/50 ijuk/450 sekam, dengan massa jenis 950 g/cm³, kuat tekan 3,012 MPa. Sedangkan batu bata ringan tanpa filler diperoleh massa jenis 1250 g/cm3 dan morfologi yang berpori. Peningkatan komposisi sekam padi terkarbonasi cenderung meningkatkan kekuatan mekaniknya, hal ini menja- dikan batu bata lebih ringan dan memperbaiki sifat mekaniknya.
Ari Kusmawan, Fransisco Happy Riadi Haputra Baru, Lilik Hermawan
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.9289

Abstract:
The beam-column conncetion under lateral load is an area that often experiences collapse in the form of shear failure, therefore a fairly accurate method is needed to calculate the shear capacity in this area. The softened Strut-and-Tie Model (STM) method was proposed to calculate the nominal shear force of the PPIIG UPR building beam-column joint. The analysis results showed that the shear force on the core of the beam-column connection under lateral load was 1480,28 kN which was greater than the shear capacity of the beam-column con­nection 996,58 kN, therefore the amount of shear reinforcement plus the shear capacity of the beam-column connection that met the requirements in the connection area was 3D12-100 mm with a total shear strength was 1706,96 kN.Sambungan balok-kolom di bawah beban lateral adalah daerah yang sering mengalami keruntuhan berupa kegagalan geser, oleh karena itu dibutuhkan suatu metode yang cukup akurat untuk menghitung kapasitas geser pada daerah ini. Metode softened Strut-and-Tie Model (STM) diusulkan untuk menghitung gaya geser nominal sambungan balok-kolom gedung PPIIG UPR. Hasil analisis menunjukkan bahwa gaya geser pada inti sambungan balok-kolom di bawah beban lateral adalah 1480,28 kN lebih besar dari kapasitas geser sambungan balok-kolom 996,58 kN, sehingga jumlah tulangan geser ditambah kapasi­tas geser sambungan balok-kolom yang memenuhi persyaratan pada daerah sam­bungan adalah 3D12-100 mm dengan kuat geser total sebesar 1706,96 kN.
Zen Tenno, Agus Suroso
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.9537

Abstract:
This case study showed a 54% increase in Contract Change Order (CCO) work against the initial contract fee. The purpose of this study was to determine the factors that cause the occurrence of CCO, the influence of CCO on the contractor cost performance, and how much CCO affecting the contractor costs performance on toll road projects. The research method was using survey methods and data are processed with multiple linear regression. The results of this research shows that CCO work has the impact of increasing costs because of several factors such as contract documents, stakeholders, design, and construction. The most dominant variables that increase in costs were construction variables with a test value of 2,830, a significant value of 0.007, and a regression coefficient of 0.103. This research greatly influenced the performance of costs on toll road works by 80.9% of the remaining 19.1% described by other variables beyond the regression model analyzed.
Alfridus Gado, Ismiyati Ismiyati, Mudjiastuti Handajani
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.9008

Abstract:
The road conditions with potholes, hilly topography, and narrow roads are factors that affect accessibility in the Sikka Regency area. This study aims to examine the level of accessibility of public passenger cars and their effect on the economic development of the community in the research location. This study uses a combined quantitative-qualitative research method with analysis of the level of accessibility and linear regression analysis. The results show that the level of accessibility in Paga District and Bola District is moderate, which means that public passenger car access is not smooth, while the level of accessibility in Magepanda District is very high, which means that access to public passenger cars is very smooth. Then accessibility has a significant effect on the economic development of the community in Paga District and Magepanda District, while accessibility does not have a significant effect on the economic development of the community in Bola District. This condition is caused in addition to the steep topography and damaged road conditions, but also the number of fleets and inadequate conditions that will affect activities to carry out agricultural product sales transactions.
Widya Indriyani Manurung, Indrasurya B. Mochtar, Trihanyndio Rendy Satrya
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.9506

Abstract:
Stabilitas timbunan pada umumnya dapat dihitung dengan menggunakan metode keseimbangan batas berupa program bantu XSTABL, GEO5, GeoStudio-SLOPE/W dan metode elemen hingga berupa program bantu PLAXIS. Output utama dari program bantu tersebut adalah angka keamanan (SF), momen penahan, dan letak bidang longsor. Namun, masalah yang selalu timbul adalah adanya output yang berbeda untuk data input yang sama pada keempat program bantu tersebut. Dalam hal ini, para perencana masih belum mengetahui program bantu mana yang tepat untuk digunakan dalam menganalisis kondisi lapangan untuk perencanaan. Dari hasil penelitian ini, didapatkan dari analisis stabilitas timbunan untuk semua variasi ketinggian yang diletakkan di atas tanah dasar dengan ketebalan tanah lunak yang bervariasi yang belum mengalami pemampatan (tanpa dipasang PVD) yang dilakukan dengan XSTABL, GEO5, dan GeoStudio-SLOPE/W memberikan hasil SF yang sama; tetapi PLAXIS berbeda. Sedang kondisi yang telah mengalami pemampatan (dengan dipasang PVD) yang dilakukan dengan XSTABL, GEO5 adalah sama; tetapi GeoStudio-SLOPE/W dan PLAXIS berbeda.
Eko Arif Budianto, Albert Eddy Husin
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.9146

Abstract:
Pembangunan proyek konstruksi sedang mengalami perkembangan pesat dengan tingkat persaingan antar investor yang begitu tinggi. Dalam persaingan pasar global saat ini, perusahaan yang bergerak dibidang konstruksi harus mampu bersaing dan berusaha untuk memuaskan permintaan para pengguna jasa (customer). Pembangunannya juga harus memperhatikan biaya, mutu dan waktu. Pada saat pelaksanaan pembangunan penyedia jasa (kontraktor) harus mampu memanfaatkan biaya, mutu dan waktu sesuai yang direncanakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis optimasi biaya dan waktu dengan menggunakan metode time cost trade off. Metode time cost trade off merupakan salah satu metode analisa yang bertujuan untuk mempercepat waktu dan biaya pada suatu proyek. Percepatan penjadwalan ini bertujuan untuk mencari berapa waktu dan biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan proyek sesuai dengan target rencana efisien dan terbaik. Dengan menerapkan metode time cost trade off pada proyek Gudang amunisi dapat mengoptimasi waktu 34,69% dan mendapatkan optimasi biaya sebesar 4,24%. Penelitian ini bermanfaat pada proyek konstruksi.
Rohmahillah Aviskanasya Septiandri, Indrasurya B. Mochtar, Yudhi Lastiasih
Jurnal Aplikasi Teknik Sipil, Volume 19; https://doi.org/10.12962/j2579-891x.v19i3.9504

Abstract:
Kebutuhan perkuatan geotextile dipengaruhi oleh kondisi tanah dasar itu sendiri. Perbedaan kondisi tanah dasar ketika dengan pemasangan PVD (Prefabricated Vertical Drain) dan tanpa pemasangan PVD terletak pada daya dukungnya. Daya dukung tanah dasar dengan pemasangan PVD lebih tinggi daripada tanpa pemasangan PVD, hal tersebut dikarenakan kenaikan harga Cu sebagai akibat pemampatan konsolidasi sehingga mempengaruhi jumlah kebutuhan perkuatan geotextile. Pada geotextile dengan Tult yang sama, kebutuhan jumlah perkuatan geotextile dengan pemasangan PVD lebih sedikit daripada tanpa pemasangan PVD, sedangkan pada geotextile dengan Tult yang bervariasi terdapat batasan untuk kondisi tanpa pemasangan PVD. Pada kondisi tanpa pemasangan PVD, semakin tinggi timbunan maka Tult geotextile yang digunakan semakin tinggi, sedangkan untuk kondisi dengan pemasangan PVD, Tult geotextile yang digunakan untuk semua variasi tinggi timbunan dalam penelitian ini minimal 50 kN.
Back to Top Top