Journal Information
ISSN / EISSN : 23033223 / 2621640X
Current Publisher: Universitas Wahid Hasyim Semerang (10.31942)
Total articles ≅ 29
Filter:

Latest articles in this journal

Muhamad Zainal Mawahib
Published: 29 June 2019
IQTISAD, Volume 6, pp 50-72; doi:10.31942/iq.v6i1.2719

Abstract:This paper examines the philosophical review of marriage in an Islamic perspective. Issues that are always actual and always interesting are explored, considering that this problem is not only about the nature and purpose of human life that is merely human. But it also touches on a noble and central institution, namely a community institution called household or family. This institution is a stronghold for the defense of human dignity and noble and most central moral values. With a philosophical approach, this paper finds that Islamic law is present not only to allow husband and wife relations, but to have a broader philosophical meaning, namely for the welfare of the people, both individually and in society, both for life in the world and in the hereafter. Community welfare will be achieved by creating prosperous family welfare. Because family is the smallest institution in society in a country. This means that people's welfare is very dependent on family welfare. Keyword: Marriage, Islamic Perspective, Philosophical, Family Abstrak Tulisan ini mengkaji tentang tinjauan filosofis perkawinan dalam perspektif Islam. Persoalan yang selalu aktual dan selalu menarik ditelurusi, mengingat permasalahn ini bukan hanya menyangkut tabiat dan hajat hidup manusia yang asasi semata. Tetapi juga menyentuh suatu lembaga yang luhur dan sentral yaitu sebuah lembaga masyarakat yang disebut dengan rumah tangga atau keluarga. Lembaga ini merupakan benteng bagi pertahanan martabat manusia dan nilai-nilai akhlak yan gluhur dan paling sentral. Dengan pendekatan filosofis, tulisan ini menemukan bahwa hukum Islam hadir bukan semata untuk membolehkan hubungan suami istri, namun memiliki makna filosofis yang lebih luas, yakni untuk kesejahteraan umat, baik secara perorangan maupun secara bermasyarakat, baik untuk hidup di dunia maupun di akhirat. Kesejahteraan masyarakat akan tercapai dengan terciptanya kesejahteraan keluarga yang sejahtera. Karena keluarga merupakan lembaga terkecil dalam masyarakat dalam sebuah Negara. Ini artinya kesejahteraan masyarakat sangat tergantung kepada kesejahteraan keluarga. Kata Kunci: Perkawinan, Perpsektif Islam, Filofosif, Keluarga
Akhmad Nurasikin
Published: 29 June 2019
IQTISAD, Volume 6; doi:10.31942/iq.v6i1.2720

Abstract:The development of Micro Small Enterprises (SMEs) annually increasing. This is due to the high interest of the community, especially the SMEs who want to start a business. One of the problems faced is the limited capital owned. Bank Syariah Mandiri (BSM) is present as a solution to answer the capital problems of SMEs by offering microfinance through Micro Stalls (Warung Mikro). This study aims to find out how the implications of the marketing strategy are with the approach to the marketing mix (product, price, place and promotion) of BSM micro stalls and analyze their strengths and weaknesses. Based on the results of research conducted by the author, that the marketing strategy carried out has positive implications for the progress of the business of its customers and increases the financing portfolio of Micro Stalls, BSM KC, Kendal. The advantages of the products include Principles and agreements in accordance with the Shari'ah, Limit of financing in accordance with micro segments, The process of applying for financing is relatively easy and fast, minor installments and fixed to maturity, business training and assistance programs for MSEs, using an individual approach and ball pick up system and is located in a area that is relatively close to the micro segment business location. While the disadvantages of financing Micro Stalls, BSM KC, Kendal, among others; the lack of employees who master shari'ah transactions, inadequate facilities and promotions is still monotonous so it is less efficient. Keywords: Marketing Strategy, Financing, Micro Stalls Abstrak Perkembangan Usaha Kecil Mikro (UKM) setiap tahunnya terus mengalami peningkatan. Hal ini disebabkan oleh tingginya minat masyarakat khususnya para pelaku UKM yang ingin memulai usaha. Salah satu masalah yang dihadapinya yaitu keterbatasan modal yang dimiliki. Bank Syariah Mandiri (BSM) hadir sebagai solusi untuk menjawab masalah permodalan pelaku UKM dengan menawarkan pembiayaan mikro melalui Warung Mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implikasi dari strategi pemasaran dengan pendekatan bauran pemasaran (produk, harga, tempat, dan promosi) warung mikro BSM dan menganalisis Keunggulan dan kelemahannya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan penulis, bahwa strategi pemasaran yang dilakukan berimplikasi positif terhadap kemajuan usaha para nasabahnya dan meningkatkan portofolio pembiayaan warung Mikro BSM KC. Kendal. Adapun keunggulan produk yang dimiliki antara lain Berprinsip dan akad sesuai dengan Jurnal Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia – Vol. 6, No 1 (2019) p-ISSN: 2303-3223; e-ISSN: 2621-640X Strategi Pemasaran Pembiayaan.... 74 Akhmad Nurasikin syari’ah, Limit pembiayaan sesuai segemen mikro, Proses pengajuan pembiayaan relatif mudah dan cepat, angsuran ringan dan tetap hingga jatuh tempo, program pelatihan dan pendampingan usaha bagi UMK, menggunakan pendekatan perorangan dan sistem jemput bola dan terletak didaerah yang...
Kholid Masyhari
Published: 29 June 2019
IQTISAD, Volume 6; doi:10.31942/iq.v6i1.2717

Abstract:Waqf is a good deed dedicated by waqif (the person who gives waqf) to his property to nadlir (administrators / recipients of waqf) so that the object can be used by the general public. After the waqf pledge was stated by waqif, then from that moment the ownership of the object was moved to Allah, meaning that the general public now has the right to benefit the object that is represented (mauquuf). The concept that is commonly understood by society as told by the jurists (jurisprudence experts) in some literacies, that waqf is holding back property and using it in the way of Allah, said Sayyid Sabiq in his Sunnah fiqh. On the other hand this opinion is reinforced by the hadith narrated by Ibn Umar whose hadith chunks state: "If you want to, forgive the land and give the results. Then Umar converted his land in Khaibar with the understanding that it should not be sold, granted and inherited". From the statement of the hadith, the understanding was that waqf was eternal and not limited by time (ta’biid - forever). But in other literacy, it was found a statement that waqf may be limited by time (muaqqot), this opinion was stated by Imam Malik. This means that people may endow their land for a certain period of time. And even this, by him is considered legitimate as a waqf contract that is not limited by time. This paper tries to look at these two opinions and analyze them and conclude to draw the red thread caused by the law. Keywords: Endowments, Time Limits Abstrak Wakaf adalah sebuah amal shalih yang didedikasikan oleh waqif (orang yang memberikan wakaf) terhadap harta bendanya kepada nadlir (pengurus/penerima wakaf) agar benda itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum. Setelah ikrar wakaf itu dinyatakan oleh waqif, maka mulai saat itu pindahlah kepemilikan benda itu kepada Allah, artinya masyarakat umumlah yang sekarang ini memiliki hak atas manfaat benda yang diwakafkan (mauquuf). Konsep yang umum dipahami oleh masyarakat sebagai dituturkan oleh para fuqaha (ahli fiqih) dalam beberapa literasinya, bahwa wakaf adalah menahan harta dan memanfaatkannya di jalan Allah, demikian disampaikan oleh Sayyid Sabiq dalam fiqih sunnahnya. Di sisi lain pendapat ini diperkuat oleh hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Umar yang potongan hadist itu menyatakan :”Jika engakau mau, wakafkanlah tanah itu dan sedekahkanlah hasilnya. Lalu Umar mewakafkan tanahnya di Khaibar itu dengan pengertian tidak boleh dijual, dihibahkan dan diwariskan”. Dari keterangan hadist itu diambil pengertian bahwa wakaf bersifat abadi dan tidak dibatasi oleh waktu (ta’biid - selama-lamanya). Jurnal Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia – Vol. 6, No 1 (2019) p-ISSN: 2303-3223; e-ISSN: 2621-640X Analisa Pendapat Ulama .... 2 Kholid Masyhari Namun dalam literasi lain ditemukan pernyataan bahwa wakaf boleh dibatasi dengan waktu (muaqqot), pendapat ini dikemukakan oleh Imam Malik. Artinya orang boleh mewakafkan tanahnya dengan jangka waktu tertentu. Dan...
Hidayatun Ulfa
Published: 29 June 2019
IQTISAD, Volume 6; doi:10.31942/iq.v6i1.2718

Abstract:The Islamic economic system is believed to be the way of salvation. This will replace the capitalist and socialist economic systems which are considered to be unable to provide a sense of justice and prosperity. To meet and answer the challenge, Islamic jurists (fuqaha) in various layers carried out a methodological study of Islamic law, critical of the manhaj (method) that classical scholars have formulated. The jurists acknowledged, that, legal texts were limited, while new legal cases were constantly developing "An-nushus mutanahiyah wa al-waqa‟u ghairu mutanahiyah". On this matter, it is necessary to develop a method (manhaj al-ijtihad) seriously by legal experts, practitioners or shari'ah economists in solving problems related to mu'amalah. For this reason, ushul fiqh is a procedure of ijtihad as well as a barometer of the jurisprudence of a law. At its climax, ushul fiqh from the beginning to being a formulation of Islamic law continues to get attention related to the principles of general argument. Then created the formulation of al-qawaid al-ushuliyyah and al-qawaid alfiqiyyah. The rule of fiqh is a science that helps mechanically in furu problems. The rules of fiqh are also formulated as a simplifier in the problem of furu ' or fiqiyyah. In literacy of Islamic law, between usul rules and fiqh rules sometimes occur intermingling. Sometimes the rules of usul are not separated in the same discussion with the rules of fiqh, but each has its own limits and reach. Ushul rules in its application as “Takhrij al-Ahkam” (issuing law from its source), while the fiqh rule is “Tathbiq alAhkam” which applies to cases that arise in human life. The jurisprudence of the rules of fiqh occurred in the Syafi'ah school of khilafiyyah. Nevertheless, it can be classified with the following provisions: first, if the fiqh rule is general (kulli), it can be used as a source of law as nash, ijma and qiyas. Its existence is very significant and can make the argument or proof of matter. Second, if the rule is a majority (aghlabiyah) then it is disputed. On this basis, this study is very important to be further explored. Keyword: Kaidah fikih, muamalah, kehujjahan Abstrak Sistem ekonomi Islam diyakini sebagai jalan keselamatan. Ini akan menggantikan sistem ekonomi kapitalis dan sosialis yang tidak mampu memberikan rasa keadilan dan kemakmuran. Untuk memenuhi dan menjawab tantangan tersebut, para ahli hukum Islam (fuqaha) di berbagai lapisan dilakukan studi metodologis hukum Islam, kritis terhadap manhaj (metode) yang telah dirumuskan para ulama klasik. Para ahli hukum mengakui, bahwa, teks-teks hukum terbatas, sementara kasus-kasus hukum baru terus berkembang "An-Nushus Mutanahiyah wa al-waqa'u ghairu mutanahiyah". Dalam Jurnal Iqtisad: Reconstruction of Justice and Welfare for Indonesia – Vol. 6, No 1 (2019) p-ISSN: 2303-3223; e-ISSN: 2621-640X Kaidah Fiqh Bidang Mu’amalah.... 33 Sumarjoko, Hidayatun Ulfa hal ini, ini adalah metode (manhaj...
Muhammad Junaidi
Published: 12 February 2019
IQTISAD, Volume 4; doi:10.31942/iq.v4i2.2623

Abstract:Indonesia memliki sumberdaya alam yang sangat mumpuni dibandingkan Negara lain. Pantas saja investasi yang salah satunya pertambangan yang ada di Indonesia menjadi bidikan yang paling menarik investor asing untuk menamkan sahamnya di Indonesia. Persoalan yang mendasar dalam konteks pengelolaan pertambangan tentunya mengacu pada beberapa pasal yang diantaranya UUD 45 pasal 33 ayat yang menyebutkan ; Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Namun dalam praktinya dominasi penguasaan hanya pada segelintir pihak utamanya adalah pihak asing yang sangat dominan dalam mendapatkan untuk dari sumber daya alam yang dimiliki. Model pengelolaan yang demikian tentunya bertentangan dengan konstitusi kita. Pasal 33 UUD 1945 beserta penjelasannya, melarang adanya penguasaan sumber daya alam ditangan orang ataupun seorang. Dengan kata lain monopoli, tidak dapat dibenarkan namun fakta saat ini berlaku di dalam praktek-praktek usaha, bisnis dan investasi dalam bidang pengelolaan sumber daya alam sedikit banyak bertentangan dengan prinsip pasal 33. Disinilah kita perlu kembali pada konsep pembangunan berkelanjutan yang merupakan ruh dari pengelolaan sumber daya alam di Indonesia. Konsep pembangunan berkelanjutan bukan hanya menyeimbangkan antara ekonomi, social dan lingkungan dalam upaya menjalankan pembangunan yang ada, akan tetapi juga menitiktekankan pada upaya mengakomodir prinsip keadilan antar generasi.
Hayu Dian Yulistanti, Zahrotun Nafisah, Santi Andiyani
Published: 27 December 2018
IQTISAD, Volume 5; doi:10.31942/iq.v5i2.2548

Abstract:AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk: a) mengetahui respon mahasiswa jurusan Perbankan Syariah UNISNU Jepara terhadap produk bilingual mini dictionary; dan b) mengetahui kefektifanbilingual mini dictionary terhadap peningkatan skil bahasa Inggris mahasiswa mengenai istilah-istilah transaksi perbankan. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan populasi yaitu mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah Unisnu Jepara dengan tehnik pengambilan sampling purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: a) respon mahasiswa jurusan Perbankan Syariah UNISNU Jepara terhadap produk bilingual mini dictionarykategori baik; dan b) implementasi bilingual mini dictionary terhadap peningkatan skil bahasa Inggris mahasiswa mengenai istilah-istilah transaksi perbankan tergolong efektif dan signifikan. Kata kunci: Metode Eksperimen, Bilingual Mini Dictionary, Perbankan Syari'ah. Abstract This study aims for a) finding out the responds of Perbankan Syariah students of UNISNU Jepara about bilingual mini dictionary; and b) finding out the effectiveness of bilingual mini dictionary inincreasing students' English skill focused on banking transaction terms. The method used in this research is the experimental method with the population of Perbankan Syariah students by using purposive sampling technique. The results showthat: a) the responses of Perbankan Syariah students onproduct of bilingual mini dictionaryaregood; and b) the implementation of bilingual mini dictionary to the improvement of the students' English skill focused on banking transaction terms is effective and significant. Keywords: Experimental Method, Bilingual Mini Dictionary, Sharia Bank.
Nur Ellyanawati Er
Published: 27 December 2018
IQTISAD, Volume 5, pp 1-19; doi:10.31942/iq.v5i2.2547

Abstract:ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa perkembangan jumlah outlet kantor cabang dan kebutuhan frontliners di Era Digital Banking(studi kasus di Bank Syariah Anak Perusahaan dan Unit Usaha Syariah Bank BUMN di Yogyakarta). Hasil penelitian menunjukkan selama tahun 2015 sampai tahun 2018 jumlah outlet Kantor bank syariah di Yogyakarta dan jumlah teller tidak menunjukkan perkembangan tetapi juga tidak ada pengurangan. Sedangkan customer service ada penambahan karena jumlah tenaga marketing bank yang bertambah. Kebutuhan industri perbankan untuk saat ini adalah tenaga pemasar, sedangkan frontliners selama 3 tahun belum ada penambahan kebutuhan tenaga kerja. Sehingga bagi dunia pendidikan bisa menyesuaikan kurikulum pendidikannya agar dapat menyesuaikan kebutuhan industri. Kata kunci : Digital Banking, Bank Syariah, Kantor Cabang Bank, Frontliners.Abstract The research aims to analyze the development of branch offices and the need of frontliner in the digital banking era (case study in subsidiary Syariah Bank and Businees Unit of Syariah Bank in Yogyakarta). The result of the research shows during the research the number of syariah bank outlets reaches the same. The research mentions a need for the position of customer service increases as it is in line with the increasing number of marketing staffs. Frontliner’s position still remains the same. Suggestion for those dealing with education field is to adjust its curriculum in order to balance with the need for industry. Key Words: Digital Banking, Bank Syariah, Branch Banking, Frontliners.
Yayan Muhammad Royani
Published: 27 December 2018
IQTISAD, Volume 5; doi:10.31942/iq.v5i2.2551

Abstract:Hate speech is a special term for criminal offenses such as hate expression, incitement, libel and defamation on behalf of race, ethnicity, religion, class or gender. That action is flare in public communication, especially in the Internet media. Although there have been various regulations governing, countermeasures against hate speech is not maximized. It could not be separated from the difficulty of determining the boundaries of hate speech with freedom of expression. This study aims to answer these problems in the perspective of Islamic law. The theory used is takzir and Maqasidu al-Syari’ah. The results of this study illustrate that the hate speech is a criminal offense punishable takzir and require a social approach in overcoming it. In the formulation of Islamic law, definition of hate speech is taken from the Korans argument that protect human rights in order to be limiting freedom of expression. Keywords: Speech, Hate, Law, Islam
Dini Anggraheni
Published: 27 December 2018
IQTISAD, Volume 5; doi:10.31942/iq.v5i2.2549

Abstract:AbstrakPenelitian ini bertujuan membuktikan keberhasilan etos dagang orang Islam Jawa dengan nilai-nilai moral yang sesuai pada masa itu. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), data bersumber dari berbagai karya para ahli yang menjelaskan kedalaman maksud yang menunjukkan keberhasilan etos dagang. Metode dengan analisis isi (content analysis) dipadukan dengan hermeneutic ilmiah juga pendekatan sosiologis yang bersifat interpretasi sosiologik. Penelitian ini diharapkan bisa memperbaiki dugaan negatif pada etos dagang orang Islam Jawa yang mungkin justru bisa menjadi tantangan peningkatan perekonomian Indonesia sekarang dan yang akan datang.Kata Kunci : Etos , Dagang, Orang Islam, Jawa Abstract This study aims to prove the success of the Javanese Moslem’s trade ethos with the moral values of its time. The type of this research is library research; the data are derived from various works of experts which explain the depth of intent that shows the success of its trade ethos. The method used is content analysis combined with scientific hermeneutics as well as sociological approach which is sociological interpretation. This study is expected to improve the negative allegations on the Javanese Moslem’s trade ethos which might actually be a challenge to improve the Indonesian economy now and in the future. Keywords: Ethos, Trade, Moslem, Javanese