Journal Information
ISSN / EISSN : 1907-364X / 2623-1875
Published by: FKIP Universitas Riau (10.31258)
Total articles ≅ 111
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Eki Karsani Apriliyadi, Tommy Hendrix
Published: 5 November 2021
SOROT, Volume 16, pp 99-117; https://doi.org/10.31258/sorot.16.2.99-117

Abstract:
Tujuan kajian ini untuk melihat pandemi Covid-19 di Indonesia sebagai fenomena sosial yang memberikan ruang interpretasi dari masyarakat dalam ruang aksi. Artikel ini merupakan kajian dalam melihat fenomena pandemi Covid-19 yang dianalisis secara kualitatif menggunakan perspektif wacana, pengetahuan dan kekuasaan dari Foucault. Hasilnya menunjukkan bahwa berbagai interpretasi dari masyarakat melibatkan tindakan nyata yang berkaitan dengan pemahaman tentang kekuasaan yang subjektif, horisontal, dan hadir dalam ruang interaksi publik yang melibatkan berbagai pihak. Melalui perspektif ini kita bisa lihat bagaimana kekuasaan bekerja melalui beragam mekanisme dalam ruang interaksi yang dilihat secara horizontal. Ruang tafsir relasi kekuasaan terkait fenomena pandemi Covid-19 di Indonesia memperlihatkan adanya tiga perhatian yang berbeda (relasi kekuasaan sebagai strategi, relasi kekuasaan govermentality, dan relasi kekuasaan dominasi).This study aims to see the Covid-19 pandemic in Indonesia as a social phenomenon that provides space for interpretation from the community in action space. This article is a study in looking at the Covid-19 pandemic phenomenon, which is qualitatively analyzed using the perspective of discourse, knowledge and power from Foucault. The results show that various interpretations of society involve concrete actions related to an understanding of power that is subjective, horizontal, and present in the public interaction space involving multiple parties. From this perspective, we can see how power works through various mechanisms in the interaction space seen horizontally. The interpretation room for power relations related to the Covid-19 pandemic phenomenon in Indonesia shows that there are three different concerns (power relations as a strategy, governmental power relations, and dominance power relations).
Armelly Armelly, Muhammad Rusdi, Esti Pasaribu
Published: 5 November 2021
SOROT, Volume 16, pp 119-134; https://doi.org/10.31258/sorot.16.2.119-134

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peranan sektor ekonomi termasuk bagaimana keterkaitan masing-masing sektor tersebut mempengaruhi ekonomi di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data Tabel Input-Output Indonesia menurut Harga Dasar Klasifikasi 17 Sektor yang diagregasi menjadi 9 sektor. Metode analisis dilakukan menggunakan input-output model yang penghitungannya dibantu dengan menggunakan program Microsoft Excel. Dari penelitian, didapatkan bahwa sektor industri pengolahan memperlihatkan keterkaitan langsung kedepan dengan nilai tertinggi. Hal ini dapat ditafsirkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia lebih banyak dipengaruhi oleh pertumbuhan sektor industri pengolahan dan memberikan makna bahwa basis perekonomian Indonesia saat ini bertumpu pada sektor industri pengolahan. Lebih jauh lagi, sektor industri pengolahan memiliki hubungan besar dengan sektor pertanian dimana sektor ini merupakan penyumbang input antara terbesar bagi sektor pertanian. Dengan demikian, kemajuan pada sektor industri pengolahan akan serta merta memajukan sektor pertanian sebagai multiplier efeknya.This study aims to analyze the magnitude of the forward and backward linkages of the any sector with others. The data used in this study were data from Indonesia Input-Output Table Domestic Transaction on the Basic Prices Classification of 17 sectors aggregated into 9 sectors obtained from Central Bureau of Statistics Republic of Indonesia (BPS). The method of analysis data was using the input-output model whose calculations assisted by Microsoft Excel program. The results showed that processing industry sector was a greatest total forward linkage. For that, we can say that economics growth in Indonesia still having processing industry as a leading sector. Further, this sector was having a big relationship with agricultural sector which contributed as a bigest input for agriculture. In conclusion, any development in processing industri sector will be develop agricultural sector as multiplyer effect.
Hamzah Hamzah, Devi Valeriani, Andi Yusfany
Published: 5 November 2021
SOROT, Volume 16, pp 85-98; https://doi.org/10.31258/sorot.16.2.85-98

Abstract:
Bursa Efek Indonesia merupakan lembaga yang memfasilitasi perdagangan efek di Indonesia. Saham merupakan salah satu instrumen investasi yang memberikan imbal hasil yang cenderung meningkat setiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variabel makro ekonomi dari suku bunga, nilai tukar, cadangan devisa, dan harga emas terhadap indeks harga saham LQ-45 di Bursa Efek Indonesia. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan teknik analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial suku bunga memiliki pengaruh yang negatif signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45. Nilai tukar memberikan pengaruh positif serta signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45. Cadangan devisa berpengaruh positif signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45. Sedangkan harga emas memberikan pengaruh yang negatif namun tidak signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45. Hasil pengujian secara simultan, menemukan bahwa suku bunga, nilai tukar, cadangan devisa, dan harga emas berpengaruh signifikan terhadap indeks harga saham LQ-45.The Indonesia Stock Exchange is an institution that fasilitates securities trading in Indonesia. Stocks are an investment instrument that provides returns Which tend to increase every year. This study aims to analyze the effect of macroeconomic variables from interest rates, exchange rates, foreign exchange reserves, and gold prices on the LQ-45 stock price index on the Indonesia Stock Exchange. Quantitative research methods aplied with multiple linear regression analysis techniques. The results showed that partially interest retes have a significant negative effect on the LQ-45 stock price index. The exchange rate has a positive and significant impact on the of LQ-45 stock price index. Foreign exchange reserves have a significant positive effect on the LQ-45 stock price index. Meanwhile, the price of gold has a negative but insignificant effect on the LQ-45 stock price index. The simultaneous test results found that interest rates, exchange rate, foreign exchange, and gold price have a significant effect on the LQ-45 stock price index.
Siti Soleha, Afriyanni Afriyanni
Published: 5 November 2021
SOROT, Volume 16, pp 71-84; https://doi.org/10.31258/sorot.16.2.71-84

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk untuk mendeskripsikan dan mengevaluasi pelaksanaan Pengarusutamaan Gender (PUG) di Kota Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif untuk mengevaluasi penyelenggaraan PUG Kota Pekanbaru berdasarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 7 Tahun 2018 . Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi dan wawancara mendalam. Untuk menguji keabsahan dan validitas data digunakan teknik triangulasi sumberdata dan triangulasi teknik. Teknik analisis data dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan Capaian indikator pembangunan gender di Kota Pekanbaru baik dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Pembangunan Gender (IPG) sudah berada di atas level nasional dan provinsi namun dari Indeks Disparitas Gender (IDG) masih perlu menjadi perhatian pemerintah. Selanjutnya berdasarkan Peraturan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Nomor 7 Tahun 2018, Pemerintah Kota Pekanbaru telah memenuhi syarat kelembagaan PUG namun hasilnya belum optimal. Hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan PUG yaitu belum kuatnya regulasi yang mengatur pelaksanaan Gender serta masih lemahnya komitmen pimpinan OPD untuk melaksanakan PUG. Penelitian ini merekomendasikan perlunya menetapkan Peraturan Daerah tentang PUG, mendorong munculnya Inovasi – inovasi mendukung PUG dan penguatan sumberdaya baik SDM dan anggaran.This study aims to describe and evaluate the implementation of Gender Mainstreaming (PUG) in Pekanbaru City. This study uses a qualitative descriptive approach to evaluate the implementation of PUG in Pekanbaru City based on the Minister of Women's Empowerment and Child Protection Regulation Number 7 of 2018. Data collection techniques were carried out with documentation studies and in-depth interviews. To test the validity and validity of the data used data source triangulation techniques and triangulation techniques. The data analysis technique was carried out through data reduction, data presentation, and concluding. The results showed that the achievement of gender development indicators in Pekanbaru City, both from the Human Development Index (IPM) and the Gender Development Index (GIP) were already above the national and provincial levels, but the Gender Disparity Index (IDG) still needed the government's attention. Furthermore, based on the Regulation of the Minister of Women's Empowerment and Child Protection Number 7 of 2018, the Pekanbaru City Government has fulfilled the PUG institutional requirements but the results have not been optimal. The obstacles faced in the implementation of PUG are the lack of strong regulations governing the implementation of Gender and the weak commitment of OPD leaders to implement PUG. This study recommends the need to stipulate a Regional Regulation on PUG, encourage the emergence of innovations to support PUG, and strengthen resources, both human resources and budget.
Resista Vikaliana, Maya Puspita Dewi, Munir Saputra, Tulus Santoso, Sukarni Novitasari
Published: 5 November 2021
SOROT, Volume 16, pp 61-69; https://doi.org/10.31258/sorot.16.2.61-69

Abstract:
Proses administrasi dapat dilihat melalui proses umum, sedangkan tindakan administratif dapat dilihat pada tingkat program tertentu. Chain of custody (CoC), dalam konteks hukum, mengacu pada dokumentasi kronologis atau jejak kertas yang mencatat urutan penahanan, kontrol, transfer, analisis, dan disposisi bukti fisik atau elektronik. Dalam proses layanan, CoC berfungsi untuk melacak dokumen layanan atau jejak dokumen sesuai dengan prosedur yang ditentukan. Dalam pelayanan publik, kegiatan administrasi dilakukan untuk mengendalikan upaya instansi pemerintah agar tujuannya tercapai. Makalah ini bertujuan untuk mengkaji penerapan CoC dalam penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia. Berdasarkan pendekatan kuasi-kualitatif yang dilakukan, diperoleh kesimpulan bahwa penerapan CoC dalam penyelenggaraan pelayanan publik dapat memberikan kerangka kerja yang berguna untuk memahami dan meningkatkan upaya pengurangan masalah administrasi dalam pelayanan publik.Administrative processes can be seen through a general process, while administrative action can be examined at a certain program level. Chain of custody (CoC), in the context of law, refers to chronological documentation or paper traces that record the sequence of detention, control, transfer, analysis, and disposition of physical or electronic evidence. In the service process, the CoC serves to track service documents or document traces according to the procedures specified. In public services, administrative activities are carried out to control the efforts of government agencies so that their objectives are achieved. This paper aims to examine the application of CoC to the administration of public services in Indonesia. Based on the quasi-qualitative approach taken, it was produced that the application of CoC to the administration of public services can provide a useful framework for understanding and improving efforts to reduce administrative problems in public services.
Yohanes Kopong Blolo
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 13-24; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.13-24

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam mengurangi penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di Kota Denpasar karena adanya Peraturan Walikota Denpasar No. 36/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pendekatan ini menganalisis kinerja kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Responden adalah petugas DLHK Kota Denpasar dan informan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada informan yang ditentukan berdasarkan kebutuhan penelitian ini. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pelaksana mengingatkan dan membagikan tas ramah lingkungan. Telah terjadi komunikasi dan sosialisasi kebijakan regulasi. Komunikasi internal pelaksana sangat baik dalam mensosialisasikan kebijakan. Kelompok sasaran mendukung aturan tersebut, sehingga pelaksanaan kebijakan berjalan dengan lancar dan sesuai ekspektasi. Ruang politik dan ekonomi membantu melaksanakan kebijakan ini. Keamanan dan budaya Bali memfasilitasi implementasi kebijakan.This study aims to analyze government policies to reduce the use of plastic bags in Denpasar City. This research is in Denpasar City because of Denpasar Mayor Regulation No. 36/2018. The research method used is a qualitative descriptive method with an inductive approach. This approach analyzes the performance of policies to reduce the use of plastic bags. Selection of informants using a purposive sampling method. The respondents were Denpasar City DLHK officials and community informants. The data collection technique was carried out by interviewing the informants determined based on the needs of this study. In this study, the data analysis technique used was data reduction, then continued with the presentation of the data and drawing conclusions. The results of the research found that implementers reminded and distributed environmentally friendly bags. There has been communication and socialization of regulation policies. The implementor's internal communication is very good in disseminating policies. The target group supports the rule, so that policy implementation runs smoothly and meets expectations. Political and economic space helps implement these policies. Balinese security and culture facilitate policy implementation.
Anjar Setiana, , Suarman Suarman
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 47-59; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.47-59

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung. Hasil penelitian diketahui bahwa kekuatan pengelolaan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung sudah baik, motivasi yang tinggi oleh anggota untuk berbisnis, SDM cukup banyak karena di pedesaan, sarana dan prasarana gratis yang digunakan BUMDes, lokasi strategis di tengah masyarakat. Sisi negatifnya adalah kurangnya tenaga ahli tentang BUMDes, kualitas sumber daya manusia yang kurang, sarana dan prasarana yang masih kurang memadai, serta keterbatasan infrastruktur. Peluangnya adalah perkembangan teknologi yang semakin maju, dukungan dari pemerintah daerah, memiliki potensi desa yang sangat bagus untuk dikembangkan, pasokan barang semakin lengkap dan persepsi BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung cukup baik. Hasil analisis matriks SWOT diperoleh rumusan strategi pengembangan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung yaitu: (1) Meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan pasokan barang yang lebih lengkap; (2) Menjalin kerjasama dengan mitra bisnis: dan (3) Meningkatkan pelayanan kepada anggota sesuai kebutuhannya.This research aims to formulate a BUMDes development strategy in Pangkalan Lesung sub-district. The results of the research, it is known that the strength is BUMDes management in Pangkalan Lesung subdistrict has been good, high motivation by members for business, human resources quite a lot because in the countryside, free facilities and Infrastructure used by BUMDes, strategic location in the middle of the community. The downside is the lack of experts about BUMDes, the lack of quality of human resources, facilities and infrastructure is still not adequate, and infrastructure limitations. Opportunity is the development of increasingly advanced technology, support from local governments, has excellent village potential to be developed, the supply of goods is more complete and the perception of BUMDes in Pangkalan Lesung Subdistrict is quite good. The results of the SWOT matrix analysis show that the BUMDes development strategy is: 1) Increase sales by increasing the supply of more complete goods; 2) Establish cooperation with business partners: and 3) Improve services to members according to their needs.
Vina Al Azizah, Andhatu Achsa
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 1-12; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.1-12

Abstract:
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui lebih dalam dan mendeskripsikan kondisi bauran komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh KSPPS Karisma kantor cabang Grabag dalam menarik minat anggota sehingga jumlahnya meningkat. Kegagalan sebuah koperasi dalam memperoleh anggota salah satu faktornya adalah kurangnya media komunikasi pemasaran, sedangkan anggota adalah sumber keberlangsungan hidup bagi koperasi, maka dibutuhkan komunikasi pemasaran yang baik untuk menginformasikan adanya suatu produk sekaligus membujuk agar masyarakat melakukan pembelian. Metode deskriptif kualitatif menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, penyajian data yang ditemukan, dan kesimpulan. Data diperoleh dari observasi dan wawancara dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya, dokumentasi, internet, dan studi kepustakaan yang dilaksanakan pada February 2020 sampai Mei 2020. Bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh KSPPS Karisma cabang Grabag untuk meraih anggota adalah periklanan,penjualan personal, pemasaran dari mulut ke mulut, pemasaran langsung dan interaktif, dan hubungan masyarakat dan publisitas. Dalam penelitian ini, bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh KSPPS Karisma cabang Grabag berpengaruh terhadap peningkatan jumlah anggota.This study aims to know deeply and describe the conditions of marketing communication mix applied by KSPPS Karisma Grabag offices in attracting members’ interest so that the numbers increase. The failure of a cooperative in getting members one of the factors is the lack of the marketing communication media, while members are source of survival for cooperatives, so good marketing communication is needed to inform the existence of a product and persuading the public to make a purchase. The qualitative descriptive method is used in this research. Data analysis methods used are data collection, presentation of data, and conclusions. Data obtained from observations and interviews with purposive sampling as a sampling technique, documentation, internet, and literatur study conducted on February to May 2020. The marketing communication mix used by KSPPS Karisma Grabag office to reach members is advertising, personal selling, word of mouth marketing, direct and interactive marketing, and public relations and publicity. In this study, the marketing communication mix used by KSPPS Karisma Grabag office affect on increasing number of members.
Sarpina Sarpina, Aning Kesuma Putri, Hadi Suroso
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 25-32; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.25-32

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren dan perbandingan IPM dan PDRB di Provinsi Kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber dan publikasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau and Bangka Belitung tahun 2014-2018. Analisis deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan fenomena indeks pembangunan manusia dan PDRB di kedua provinsi tersebut. Temuan studi menemukan bahwa indeks pembangunan manusia dan produk domestik regional bruto mengalami peningkatan. Kondisi IPM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau semakin membaik setiap tahunnya, dengan rata-rata IPM tertinggi selama periode 2014-2018. PDRB Kepualau Riau cenderung tumbuh lebih cepat dibanding Bangka Belitung. PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau juga cenderung meningkat setiap tahun dengan rata-rata IPM selama periode 2014-2018. Kecenderungan pertumbuhan IPM Bangka Belitung lebih cepat dibandingkan di Kepulauan Riau.This study aims to determine the trend and comparison of HDI and GRDP in the Provinces of Riau Islands and Bangka Belitung. The data used in this study are secondary data obtained from various sources and publications from the Central Bureau of Statistics, Bangka Belitung and Riau Islands Province 2014-2018. A quantitative descriptive analysis to explain the phenomenon of the human development index and GRDP in the two provinces. The findings of the study found that the human development index and gross regional domestic product have increased. The HDI conditions in the Province of Bangka Belitung Islands and Riau Islands are getting better every year, with the highest HDI average during the 2014-2018 period. PDRB Kepualau Riau tends to grow faster than Bangka Belitung. The GRDP of the Bangka Belitung Islands and Riau Islands Provinces also tends to increase every year with an average HDI during the 2014-2018 period. The tendency of Bangka Belitung HDI growth is faster than in the Riau Islandscrisis is statistically significant to affect the gross regional domestic product growth.
Mardiana Mardiana, Siti Nelva Anisa, Darma Yuda
Published: 28 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 35-45; https://doi.org/10.31258/sorot.16.1.35-45

Abstract:
Impor pupuk dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDB dan nilai tukar sebagai determinan impor pupuk di Indonesia. Lokasinya berada di Indonesia, dengan periode penelitian 2004 hingga 2018. Data yang digunakan adalah data time series yang terdiri dari data nilai tukar, PDB, dan impor pupuk. Sumber data dalam penelitian ini adalah data yang dipublikasikan pada Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI). Laporan Statistik Kementerian Perdagangan dan laporan statistik perdagangan luar negeri untuk impor Indonesia dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan metode ordinary least square (OLS) dengan analisis regresi linier berganda sebagai persamaannya. Kondisi impor pupuk di Indonesia cenderung menunjukkan fluktuatif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan. Secara bersamaan, PDB Indonesia dan nilai tukar mempengaruhi impor pupuk Indonesia. Namun secara parsial, impor pupuk Indonesia dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh PDB. Sedangkan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap impor pupuk Indonesia. Fertilizer imports are carried out to meet fertilizer needs. This study analyzes the effect of GDP and the exchange rate as determinants of fertilizer imports in Indonesia. The location is in Indonesia, with a research period from 2004 to 2018. The data used is time series data consisting of data on exchange rates, GDP, and fertilizer imports. The data source in this study is the data published in the Indonesian Financial Economic Statistics (SEKI). The Ministry of Trade's Statistical Report and foreign trade statistical reports for Indonesian imports from the publication of the Central Statistics Agency (BPS). This study uses the Ordinary Least Square (OLS) method with multiple linear regression analysis as the equation. Fertilizer import conditions in Indonesia tend to fluctuate. However, in recent years it has shown improvement. Simultaneously, Indonesia's GDP and the exchange rate affect Indonesia's fertilizer imports. However, partially, Indonesia's fertilizer imports are positively and significantly affected by GDP. Meanwhile, the exchange rate does not have a significant effect on Indonesia's fertilizer imports.
Back to Top Top