Journal Information
ISSN / EISSN : 1907-364X / 2623-1875
Total articles ≅ 106
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Yohanes Kopong Blolo
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 13-24; doi:10.31258/sorot.16.1.13-24

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebijakan pemerintah dalam mengurangi penggunaan kantong plastik di Kota Denpasar. Penelitian ini dilakukan di Kota Denpasar karena adanya Peraturan Walikota Denpasar No. 36/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Pendekatan ini menganalisis kinerja kebijakan pengurangan penggunaan kantong plastik. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling. Responden adalah petugas DLHK Kota Denpasar dan informan masyarakat. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara kepada informan yang ditentukan berdasarkan kebutuhan penelitian ini. Dalam penelitian ini teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, kemudian dilanjutkan dengan penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menemukan bahwa pelaksana mengingatkan dan membagikan tas ramah lingkungan. Telah terjadi komunikasi dan sosialisasi kebijakan regulasi. Komunikasi internal pelaksana sangat baik dalam mensosialisasikan kebijakan. Kelompok sasaran mendukung aturan tersebut, sehingga pelaksanaan kebijakan berjalan dengan lancar dan sesuai ekspektasi. Ruang politik dan ekonomi membantu melaksanakan kebijakan ini. Keamanan dan budaya Bali memfasilitasi implementasi kebijakan.This study aims to analyze government policies to reduce the use of plastic bags in Denpasar City. This research is in Denpasar City because of Denpasar Mayor Regulation No. 36/2018. The research method used is a qualitative descriptive method with an inductive approach. This approach analyzes the performance of policies to reduce the use of plastic bags. Selection of informants using a purposive sampling method. The respondents were Denpasar City DLHK officials and community informants. The data collection technique was carried out by interviewing the informants determined based on the needs of this study. In this study, the data analysis technique used was data reduction, then continued with the presentation of the data and drawing conclusions. The results of the research found that implementers reminded and distributed environmentally friendly bags. There has been communication and socialization of regulation policies. The implementor's internal communication is very good in disseminating policies. The target group supports the rule, so that policy implementation runs smoothly and meets expectations. Political and economic space helps implement these policies. Balinese security and culture facilitate policy implementation.
Anjar Setiana, , Suarman Suarman
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 47-59; doi:10.31258/sorot.16.1.47-59

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung. Hasil penelitian diketahui bahwa kekuatan pengelolaan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung sudah baik, motivasi yang tinggi oleh anggota untuk berbisnis, SDM cukup banyak karena di pedesaan, sarana dan prasarana gratis yang digunakan BUMDes, lokasi strategis di tengah masyarakat. Sisi negatifnya adalah kurangnya tenaga ahli tentang BUMDes, kualitas sumber daya manusia yang kurang, sarana dan prasarana yang masih kurang memadai, serta keterbatasan infrastruktur. Peluangnya adalah perkembangan teknologi yang semakin maju, dukungan dari pemerintah daerah, memiliki potensi desa yang sangat bagus untuk dikembangkan, pasokan barang semakin lengkap dan persepsi BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung cukup baik. Hasil analisis matriks SWOT diperoleh rumusan strategi pengembangan BUMDes di Kecamatan Pangkalan Lesung yaitu: (1) Meningkatkan penjualan dengan cara meningkatkan pasokan barang yang lebih lengkap; (2) Menjalin kerjasama dengan mitra bisnis: dan (3) Meningkatkan pelayanan kepada anggota sesuai kebutuhannya.This research aims to formulate a BUMDes development strategy in Pangkalan Lesung sub-district. The results of the research, it is known that the strength is BUMDes management in Pangkalan Lesung subdistrict has been good, high motivation by members for business, human resources quite a lot because in the countryside, free facilities and Infrastructure used by BUMDes, strategic location in the middle of the community. The downside is the lack of experts about BUMDes, the lack of quality of human resources, facilities and infrastructure is still not adequate, and infrastructure limitations. Opportunity is the development of increasingly advanced technology, support from local governments, has excellent village potential to be developed, the supply of goods is more complete and the perception of BUMDes in Pangkalan Lesung Subdistrict is quite good. The results of the SWOT matrix analysis show that the BUMDes development strategy is: 1) Increase sales by increasing the supply of more complete goods; 2) Establish cooperation with business partners: and 3) Improve services to members according to their needs.
Vina Al Azizah, Andhatu Achsa
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 1-12; doi:10.31258/sorot.16.1.1-12

Abstract:
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui lebih dalam dan mendeskripsikan kondisi bauran komunikasi pemasaran yang diterapkan oleh KSPPS Karisma kantor cabang Grabag dalam menarik minat anggota sehingga jumlahnya meningkat. Kegagalan sebuah koperasi dalam memperoleh anggota salah satu faktornya adalah kurangnya media komunikasi pemasaran, sedangkan anggota adalah sumber keberlangsungan hidup bagi koperasi, maka dibutuhkan komunikasi pemasaran yang baik untuk menginformasikan adanya suatu produk sekaligus membujuk agar masyarakat melakukan pembelian. Metode deskriptif kualitatif menjadi metode yang digunakan dalam penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan yaitu pengumpulan data, penyajian data yang ditemukan, dan kesimpulan. Data diperoleh dari observasi dan wawancara dengan purposive sampling sebagai teknik pengambilan sampelnya, dokumentasi, internet, dan studi kepustakaan yang dilaksanakan pada February 2020 sampai Mei 2020. Bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh KSPPS Karisma cabang Grabag untuk meraih anggota adalah periklanan,penjualan personal, pemasaran dari mulut ke mulut, pemasaran langsung dan interaktif, dan hubungan masyarakat dan publisitas. Dalam penelitian ini, bauran komunikasi pemasaran yang digunakan oleh KSPPS Karisma cabang Grabag berpengaruh terhadap peningkatan jumlah anggota.This study aims to know deeply and describe the conditions of marketing communication mix applied by KSPPS Karisma Grabag offices in attracting members’ interest so that the numbers increase. The failure of a cooperative in getting members one of the factors is the lack of the marketing communication media, while members are source of survival for cooperatives, so good marketing communication is needed to inform the existence of a product and persuading the public to make a purchase. The qualitative descriptive method is used in this research. Data analysis methods used are data collection, presentation of data, and conclusions. Data obtained from observations and interviews with purposive sampling as a sampling technique, documentation, internet, and literatur study conducted on February to May 2020. The marketing communication mix used by KSPPS Karisma Grabag office to reach members is advertising, personal selling, word of mouth marketing, direct and interactive marketing, and public relations and publicity. In this study, the marketing communication mix used by KSPPS Karisma Grabag office affect on increasing number of members.
Sarpina Sarpina, Aning Kesuma Putri, Hadi Suroso
Published: 30 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 25-32; doi:10.31258/sorot.16.1.25-32

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tren dan perbandingan IPM dan PDRB di Provinsi Kepulauan Riau dan Bangka Belitung. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh dari berbagai sumber dan publikasi dari Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau and Bangka Belitung tahun 2014-2018. Analisis deskriptif kuantitatif untuk menjelaskan fenomena indeks pembangunan manusia dan PDRB di kedua provinsi tersebut. Temuan studi menemukan bahwa indeks pembangunan manusia dan produk domestik regional bruto mengalami peningkatan. Kondisi IPM di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau semakin membaik setiap tahunnya, dengan rata-rata IPM tertinggi selama periode 2014-2018. PDRB Kepualau Riau cenderung tumbuh lebih cepat dibanding Bangka Belitung. PDRB Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kepulauan Riau juga cenderung meningkat setiap tahun dengan rata-rata IPM selama periode 2014-2018. Kecenderungan pertumbuhan IPM Bangka Belitung lebih cepat dibandingkan di Kepulauan Riau.This study aims to determine the trend and comparison of HDI and GRDP in the Provinces of Riau Islands and Bangka Belitung. The data used in this study are secondary data obtained from various sources and publications from the Central Bureau of Statistics, Bangka Belitung and Riau Islands Province 2014-2018. A quantitative descriptive analysis to explain the phenomenon of the human development index and GRDP in the two provinces. The findings of the study found that the human development index and gross regional domestic product have increased. The HDI conditions in the Province of Bangka Belitung Islands and Riau Islands are getting better every year, with the highest HDI average during the 2014-2018 period. PDRB Kepualau Riau tends to grow faster than Bangka Belitung. The GRDP of the Bangka Belitung Islands and Riau Islands Provinces also tends to increase every year with an average HDI during the 2014-2018 period. The tendency of Bangka Belitung HDI growth is faster than in the Riau Islandscrisis is statistically significant to affect the gross regional domestic product growth.
Mardiana Mardiana, Siti Nelva Anisa, Darma Yuda
Published: 28 April 2021
SOROT, Volume 16, pp 35-45; doi:10.31258/sorot.16.1.35-45

Abstract:
Impor pupuk dilakukan untuk memenuhi kebutuhan kebutuhan pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh PDB dan nilai tukar sebagai determinan impor pupuk di Indonesia. Lokasinya berada di Indonesia, dengan periode penelitian 2004 hingga 2018. Data yang digunakan adalah data time series yang terdiri dari data nilai tukar, PDB, dan impor pupuk. Sumber data dalam penelitian ini adalah data yang dipublikasikan pada Statistik Ekonomi Keuangan Indonesia (SEKI). Laporan Statistik Kementerian Perdagangan dan laporan statistik perdagangan luar negeri untuk impor Indonesia dari publikasi Badan Pusat Statistik (BPS). Penelitian ini menggunakan metode ordinary least square (OLS) dengan analisis regresi linier berganda sebagai persamaannya. Kondisi impor pupuk di Indonesia cenderung menunjukkan fluktuatif. Namun, dalam beberapa tahun terakhir telah menunjukkan peningkatan. Secara bersamaan, PDB Indonesia dan nilai tukar mempengaruhi impor pupuk Indonesia. Namun secara parsial, impor pupuk Indonesia dipengaruhi secara positif dan signifikan oleh PDB. Sedangkan nilai tukar tidak berpengaruh signifikan terhadap impor pupuk Indonesia. Fertilizer imports are carried out to meet fertilizer needs. This study analyzes the effect of GDP and the exchange rate as determinants of fertilizer imports in Indonesia. The location is in Indonesia, with a research period from 2004 to 2018. The data used is time series data consisting of data on exchange rates, GDP, and fertilizer imports. The data source in this study is the data published in the Indonesian Financial Economic Statistics (SEKI). The Ministry of Trade's Statistical Report and foreign trade statistical reports for Indonesian imports from the publication of the Central Statistics Agency (BPS). This study uses the Ordinary Least Square (OLS) method with multiple linear regression analysis as the equation. Fertilizer import conditions in Indonesia tend to fluctuate. However, in recent years it has shown improvement. Simultaneously, Indonesia's GDP and the exchange rate affect Indonesia's fertilizer imports. However, partially, Indonesia's fertilizer imports are positively and significantly affected by GDP. Meanwhile, the exchange rate does not have a significant effect on Indonesia's fertilizer imports.
Muhammad Dedy Palguno, Devi Valeriani, Suhartono Suhartono
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15, pp 105-116; doi:10.31258/sorot.15.2.105-116

Abstract:
Pertumbuhan Ekonomi adalah salah satu indikator penting untuk melihat keberhasilan pembangunan ekonomi pada suatu negara atau daerah. Suatu perekonomian dikatakan mengalami pertumbuhan ekonomi jika jumlah produksi barang dan jasanya meningkat dan produk domestik regional bruto merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu daerah dalam suatu periode tertentu baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan. Tujuan Penelitian adalah untuk melihat pengaruh pendapatan asli daerah (PAD) dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data time series periode tahun 2009-2018. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi berganda untuk melihat seberapa besar pengaruh pendapatan asli daerah dan belanja modal terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa secara simultan variabel PAD dan belanja modal berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Hasil pengujian secara parsial variabel pendapatan asli daerah berpengaruh positif signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pada variabel belanja modal hasil uji secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi.Economic growth is one important indicator to see the success of economic development in a country or region. An economy is said to experience economic growth if the amount of production of goods and services increases and the gross regional domestic product is one of the essential indicators to determine the economic conditions in a region in a given period both based on current prices and constantly. The purpose of this study is to look at the effect of regional own-source revenue (PAD) and capital expenditure on economic growth. The data used in this study is Time Series data (time series) for the years 2009-2018. Analysis of the data used is multiple regression analysis to see how much influence the region's original income and capital expenditure on economic growth in the Bangka Belitung Islands Province. The results showed that simultaneous variables of PAD and capital expenditure had a significant positive effect on economic growth. The test results partially local revenue variables have a significant positive impact on economic growth. On the capital expenditure variable, the test results partly have no significant effect on economic growth.
, Rini Luciani Rahayu, Ayu Wulandari
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15, pp 117-124; doi:10.31258/sorot.15.2.117-124

Abstract:
Pengangguran di Kabupaten Bangka selama periode 12 tahun terakhir mengalami fluktuatif. Pada tahun 2007 jumlah pengangguran sebesar 6.900 ribu/jiwa, tingkat pengangguran tertinggi tahun 2015 sebesar 12.805 ribu/jiwa, dan pada tahun 2018 mengalami penuruan jumlah pengangguran sebesar 2.670 ribu/jiwa. Upah Minimum Kabupaten Bangka selama periode 12 tahun terakhir meningkat sebesar 257,85%. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh dari upah minimum kabupaten terhadap pengangguran di Kabupaten Bangka tahun 2007-2018. Menggunakan data yang didapat dari Badan Statistik Kabupaten Bangka. Analisis data menggunakan regresi sederhana. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder yang merupakan data yang dikumpulkan secara tidak langsung dari pihak ketiga. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Teknik analisis data dalam penelitian ini yang pertama melakukan uji asumsi klasik, ketiga uji kelayakan model, dan analisis regresi linier sederhana. Berdasarkan hasil regresi sederhana menunjukkan bahwa variabel upah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Bangka dengan nilai signifikan 0,814. Upah Minimum Kabupaten tidak berpengaruh terhadap pengangguran di Kabupaten Bangka disebabkan oleh masyarakat yang termasuk dalam angkatan kerja banyak bekerja di bidang informal.Unemployment in Bangka Regency during the last 12 years failed to fluctuate. In 2007 the number of payments was 6,900 thousand/person, the highest level of payment in 2015 was 12,805 thousand/person, and in 2018 the number of pensions was 2,670 thousand/person. The Minimum Wage for Bangka Regency during the last 12 years increased by 257.85%. Participatory research to see participation from district minimum payments to purchases in Bangka Regency in 2007-2018. Using data obtained from the Bangka Regency Statistics Agency. Data analysis uses simple regression. The type of data used is secondary data which is data collected indirectly from third parties. This type of research is quantitative descriptive. Data analysis techniques in this study were the first to test the assumptions of the classical model, the third test of the feasibility test, and simple linear regression analysis. The Regency Minimum Wage does not agree with the purchase in Bangka Regency which is influenced by the people in the labor force who work mostly in the informal sector.
Hamzah Hamzah
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15, pp 75-85; doi:10.31258/sorot.15.2.75-85

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis industri yang menjadi industri pengolahan unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Alat analisis yang digunakan adalah analisis Location Quotient dan Analisis Shift Share. Hasil penelitian dari analisi LQ menunjukkan bahwa industri yang menjadi industri unggulan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung antara lain yaitu industri makanan dan minuman, industri karet, barang dari karet dan plastik, industri bahan galian bukan logam, serta industi logam. Sedangkan sub sektor industri pengolahan yang tidak unggul yaitu Industri Tekstil dan Pakaian Jadi, Industri Kayu, Barang dari Kayu, dan Gabus dan Barang Anyaman dari Bambu, Rotan, dan sejenisnya, Industri Kertas dan Barang dari Kertas, Percetakan dan Reproduksi Media Rekaman, Industri Barang Logam, Komputer, Barang Elektronik, Optik; dan Peralatan Listrik, Industri Furnitur, serta Industri Pengolahan Lainnya (Jasa Reparasi, dan Pemasangan Mesin, dan Peralatan). Penggabungan analisis LQ dan Shift Share menunjukkan hasil bahwa sub sektor industri pengolahan unggulan terdapat pada Industri Karet, Barang dari Karet, dan Plastik, karena memiliki 2 keunggulan sekaligus yaitu keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif.The purpose of this study is to identify the types of industries that are leading industries in the Bangka Belitung Islands Province. The analytical tool used is Location Quotient analysis and Shift Share Analysis. The results of the LQ analysis show that industries that are leading industries in the Bangka Belitung Islands Province include the food and beverage industry, the rubber industry, rubber and plastic goods, the non-metal mining industry, and the metal industry. While the manufacturing industry sub-sectors that are not superior are the Textile and Apparel Industry, the Timber Industry, Wood Products, and Cork and Woven Goods from Bamboo, Rattan, and the like, the Paper Industry and Paper Products, Printing and Reproduction of Recording Media, the Goods Industry Metals, Computers, Electronics, Optics; and Electrical Equipment, Furniture Industry, and Other Processing Industries (Repair Services, and Machine, and Equipment Installation). The merger of LQ analysis and Shift Share shows the results that the leading manufacturing sub-sector is found in the Rubber Industry, Rubber Products, and Plastics, because it has two advantages at once namely comparative advantage and competitive advantage.
Miftakul Khoiri, Syapsan Syapsan, Sri Endang Kornita
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15, pp 87-104; doi:10.31258/sorot.15.2.87-104

Abstract:
Terdapat beberapa permasalahan yang berbeda pada sumber daya di setiap daerah, yaitu investasi, tenaga kerja dan teknologi sebagai faktor pembentuk output perekonomian daerah. Penelitian ini menganalisis hubungan antara investasi dalam bentuk Penanaman Modal Asing (PMA), Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), belanja modal pemerintah, angkatan kerja dan ekspor dengan pertumbuhan ekonomi. Tujuan penelitian adalah melihat pengaruh besarnya faktor-faktor tersebut terhadap Pertumbuhan ekonomi di Provinsi Riau 2000-2018. Untuk kepentingan khusus penelitian dengan tujuan melihat pengaruh krisis keuangan global tahun 2008 terhadap pertumbuhan ekonomi maka dimasukkan variabel dummy krisis keuangan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode regresi berganda log-log linier dan data time series. Model diestimasi dengan metode Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa PMA, PMDN, angkatan kerja dan ekspor signifikan positif mempengaruhi pertumbuhan ekonomi yang diukur dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Begitu juga dengan dummy krisis keuangan global meskipun berlangsung singkat ternyata berpengaruh terhadap PDRB di Provinsi Riau. Namun demikian ditemukan bahwa belanja modal pemerintah tidak signifikan mempengaruhi pertumbuhan PDRB.There are some problems in resources of the regions, namely investment, labour force, and technology as the component factors to make the output of the region’s economy. This study aims to analyze the relationship between investment as consist of foreign direct investment (FDI), private investment, government capital expenditure, labour force, export and economic growth to the gross regional domestic product growth of regency in Riau Province 2000-2018. For the specific purpose of describing global financial crises in 2008 influence the economic growth, we put the dummy variable of the financial crisis in the model. This research is quantitative descriptive with the multiple regression model of log-linear and time series method using Ordinary Least Square (OLS). The study shows that government capital expenditure is statistically not significant to affect the gross regional domestic product growth. FDI, private investment, labour force and export is statistically significant to affect the gross regional domestic product growth. As well as a dummy of the global financial crisis is statistically significant to affect the gross regional domestic product growth.
Robert Tua Siregar, Hery Pandapotan Silitonga, Ruth Tridianty Sianipar
Published: 5 October 2020
SOROT, Volume 15; doi:10.31258/sorot.15.2.65-74

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai, dan apakah lingkungan kerja memoderasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Variabel yang diteliti yaitu disiplin kerja, kinerja pegawai, dan lingkungan kerja. Metode penentuan sampel dengan cara sampel jenuh, maka semua populasi dijadikan sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan regresi sederhana, uji hipotesis, koefisien determinasi, dan moderated regression analysis. Hasil penelitian diperoleh disiplin kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai, dan lingkungan kerja mampu memoderasi pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menunjukkan bahwa dengan meningkatkan disiplin kerja akan meningkatkan kinerja pegawai, dan lingkungan kerja yang baik akan meningkatkan disiplin kerja pegawai.This study aims to determine the effect of work discipline on employee performance, and whether the work environment moderates the effect of work discipline on employee performance. The variables studied were work discipline, employee performance, and work environment. The method of determining the sample by means of saturated samples, then all populations are used as research samples. Data analysis techniques using simple regression, hypothesis testing, coefficient of determination, and moderated regression analysis. The results showed that work discipline has a positive and significant effect on employee performance, and the work environment is able to moderate the effect of work discipline on employee performance. This research shows that by increasing work discipline will improve employee performance, and a good work environment will improve employee work discipline.
Back to Top Top