Jendela Olahraga

Journal Information
ISSN / EISSN : 2527-9580 / 2579-7662
Current Publisher: Universitas PGRI Semarang (10.26877)
Total articles ≅ 92
Filter:

Latest articles in this journal

Jeff Agung Perdana, Yudo Harvianto
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 114-121; doi:10.26877/jo.v5i2.6183

Abstract:
Cardiorespiratory endurance in sports is very important. Because cardiorespiration is closely related to human activities doing work and moving. This research is motivated by cardiorespiratory fitness which is closely related to human activities doing work and moving and exercising. This study aims to determine the differences in cardiorespiration endurance among students who take extracurricular volleyball and basketball. This study uses a comparative research design with the test method. The subjects of this study were 19 basketball basketball extracurricular students and 20 volleyball extracurricular students. Data collection techniques in this study used a measurement test. The instrument used in this study was a multistage fitness test. The analysis technique used is the t-test (Paired t-Test). The results of statistical analysis showed that there was a significant difference between cardiorespiration endurance between students who took extracurricular volleyball and basketball with male students t count = 3.354 greater than t (0.05) (9) = 2.36 and female students that t arithmetic = 3.053 is greater than t (0.05) (8) = 2.31 at a significance level of 5%. The difference in cardiorespiration endurance between students who take extracurricular volleyball and basketball is male students by 13.31% and female students 18.64%.Keywords: Basketball, volleyball, cardiorespiration, Sport, Student AbstrakKetahanan kardiorespirasi dalam berolahraga sangatlah penting. Sebab kardiorespirasi erat kaitannya dengan kegiatan manusia melakukan pekerjaan dan bergerak. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebugaran kardiorespirasi yang erat kaitannya dengan kegiatan manusia melakukan pekerjaan dan bergerak serta berolahraga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaaan daya tahan kardiorespirasi antara peserta didik yang mengikuti ekstrakutikuler bolavoli dan bolabasket. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kompratif dengan metode tes. Subjek penelitian ini adalah 19 siswa ekstrakurikuler bolabasket dan 20 siswa ekstrakurikuler bola voli. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan tes pengukuran. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah multistage fitness test. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji-t ( Paired t-Test ). Hasil analisis statistika diperoleh hasil bahwa ada perbedaan yang signifikan antara daya tahan kardiorespirasi antara peserta didik yang mengikuti ekstrakutikuler bolavoli dan bolabasket dengan siswa putra t hitung = 3,354 lebih besar dari t(0,05)(9) = 2,36 dan siswa putri bahwa t hitung = 3,053 lebih besar dari t(0,05)(8) = 2,31 pada taraf signifikansi 5%. Perbedaan daya tahan kardiorespirasi antara peserta didik yang mengikuti ekstrakutikuler bolavoli dan bolabasket adalah siswa putra sebesar 13,31% dan siswa putri 18,64%.Kata kunci: Bola basket, bola voli, kardiorespirasi, olahraga, siswa
Gilang Nuari Panggraita, Idah Tresnowati, Mega Widya Putri
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 27-33; doi:10.26877/jo.v5i2.5924

Abstract:
This research is about describing the level of physical fitness of Physical Education students class of 2019. The research method is quantitative descriptive method. The variable in this research was the level of physical fitness. The subjects in this research was students of Physical Education at University of Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan class of 2019, there were 19 participant. Data collection in the research was conducted using a research instrument in the form of a 2.4 km run test. The results of this research indicate that the physical fitness level of Physical Education students is in the category of very less as many as 7 people (36.8%), in the category of less than 3 people (15.8%), in the moderate category as many as 6 people (31.6%), and good category as many as 3 people (15.8%). The results of this study illustrate that the physical fitness level of Physical Education students in the moderate-good category is 47.4% and the students in the very-poor category is 52.6%. It was concluded that more than 50% of physical education study program students had poor physical fitness levels.Keywords: Physical Fitness, Students of Physical Education, Fitness, Physical EducationAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kebugaran jasmani mahasiswa Program Studi Pendidikan Jasmani Tahun 2019. Metode penelitian yang digunakan yaitu deksriptif kuantitatif. Variabel penelitian ini adalah tingkat kebugaran jasmani. Subyek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan angkatan tahun 2019 yang berjumlah 19 orang. Pengumpulan data pada penelitian dilakukan menggunakan instrumen penelitian berupa tes lari 2,4 km. Hasil penelitian ini menunjukkan tingkat kebugaran jasmani mahasiswa progam studi Pendidikan Jasmani berkategori sangat kurang sebanyak 7 orang (36,8%), berkategori kurang sebanyak 3 orang (15,8%), berkategori sedang sebanyak 6 orang (31,6%), dan berkategori baik sebanyak 3 orang (15,8%). Hasil penelitian ini menggambarkan bahwa tingkat kebugaran jasmani mahasiswa program studi Pendidikan Jasmani kategori sedang-baik 47,4% dan mahasiswa kategori kurang-sangat kurang 52,6%. Disimpulkan bahwa lebih dari 50% mahasiswa program studi pendidikan jasmani memiliki tingkat kebugaran jasmani yang kurang baik.Kata kunci: Kebugaran Jasmani, Mahasiswa Pendidikan Jasmani, Kebugaran, Pendidikan Jasmani
Fakhrur Rozy
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 70-78; doi:10.26877/jo.v5i2.6134

Abstract:
The purpose of this study is to determine the accuracy of the Android-based step counter application to provide an overview of the accuracy in step counting. This research is a descriptive research. The population in this study is Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar students year 2017 amounting to 82 students. The results showed that the step counter application (pedometer) on an Android-based smartphone is not accurate. Of the five applications, the average number of steps detected is not the same as that done by respondents. Application 1 records the steps taken outdoors 7.40% higher than the actual calculations and 0.77% lower than the actual calculations performed outdoors. Application 2 records a higher step both outdoors and indoors, which is 4.92% and 0.73%. Application 3 records steps taken outdoors 0.69% higher and indoor ones 1.79% lower than the actual calculation. Application 4 records the steps taken outdoors 0.33% higher than the actual calculation and 4.80% lower in the room than the actual calculation. Application 5 records lower than the actual calculation of 6.50% outdoors and 10.85% indoors.Keywords: Pedometer, Step Counter Application, Smartphone, Android, Accuration AbstrakTujuan penelitian ini untuk mengetahui akurasi aplikasi penghitung langkah berbasis android untk memberikan gambaran tentang akurasi dalam penghitungan langkah. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Sidoarjo Jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar angkatan 2017 berjumlah 82 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi penghitung langkah (pedometer) pada smartphone berbasis android tidak akurat. Dari kelima aplikasi tersebut rata-rata mendeteksi jumlah langkah tidak sama dengan yang dilakukan oleh responden. Aplikasi 1 mencatat langkah yang dilakukan di luar ruangan 7.40% lebih tinggi dari perhitungan sebenarnya dan 0.77% lebih rendah dari perhitungan sebenarnya yang dilakukan diluar ruangan. Aplikasi 2 mencatat langkah lebih tinggi baik yang di luar ruangan maupun yang di dalam ruangan yaitu sebesar 4.92% dan 0.73 %. Aplikasi 3 mencatat langkah yang dilakukan di luar ruangan 0.69% lebih tinggi dan yang di dalam ruangan 1.79% lebih rendah dari perhitungan sebenarnya. Aplikasi 4 mencatat langkah yang dilakukan di luar ruangan 0.33% lebih tinggi dari perhitungan sebenarnya dan lebih rendah 4.80% di dalam ruangan dari perhitungan sebenarnya. Aplikasi 5 mencatat lebih rendah dari perhitungan sebenanrnya yaitu 6.50% di luar ruangan dan 10.85% di dalam ruangan.Kata kunci: Pedometer, Aplikasi Penghitung Langkah, smartphone, android, akurasi
Aditya Gumantan, Imam Mahfud
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 52-61; doi:10.26877/jo.v5i2.6165

Abstract:
The aim of this development was to develop a product design of measuring tools agility became a software and hardware program as an innovation of stopwacth. There were three items of agility test, such as Dodging run, Bomerang Run and Agility Runing Test.The method that was used were research and development method from Brog and Gral which consisted of ten steps. The subject of this research was the physical education students of Teknokrat Indonesia University which had been evaluated by the experts, a trial, revision and also validated by media experts, material and practice by using the questionnaire which consisted of some questions. The result of the effectiveness of this product showed 85% material expert, 96% media expert, and 85% practicioners.It can be concluded that the development of measuring tools agility was effective to be used for being the basic of developing physical technolgy science.Keywords: Agility, Measuring Agility, Dodging run, Bomerang Run Test, Agility Runing Test , Infrared AbstrakPengembangan ini bertujuan mengembangkan suatu rancangan produk alat ukur kelincahan menjadi software program dan hardware sebagai pembaruan alat ukur stopwacth, dimana ada tiga item tes kelincahan yaitu Dodging run, Bomerang Run Test dan Agility Runing Test. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode penelitian dan pengembangan (Research and Development) dari Borg dan Gall yang terdiri dari sepuluh langkah. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa pendidikan olahraga Universitas Teknokrat Indonesia model yang telah di evaluasi ahli, uji coba dan revisi serta divalidasi oleh para ahli media, materi dan praktisi melalui angket yang terdiri dari berbagai macam pertanyaan. Efektifitas produk pengembangan alat ukur kelincahan memilki hasil 85% ahli materi, 96% ahli media dan 85% oleh praktisi, Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa pengembangan alat ukur kelincahan efektif digunakan untuk menjadi dasar pengembangan ilmu teknologi olahragaKata kunci: Kelincahan, Alat Ukur Kelincahan, Dodging run, Bomerang Run Test, Agility Runing Test, Infrared
Muhammad Riski Adi Wijaya, Jamaludin Yusuf
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 34-42; doi:10.26877/jo.v5i2.6003

Abstract:
The aspect of physical conditions is a major aspect of maximum performance to achieve achievement in the sport of Pencak Silat. The College tapak suci of Pekalongan has a achievement coaching program to prepare the athletes in the competition. Before the training program is arranged, first conducted tests to find the initial physical condition, so that the program to be prepared and delivered appropriately according to the athlete's condition. Research aims to find the VO2 Max profile. Athlete of the city of Pekalongan. VO2 Max. The maximum capacity of cardiorespiration in the processing of oxygen to realize the power (energy) needed by the body for work activities or exercise without excessive fatigue. Method of research is the study of non-experimentation with a quantitative descriptive approach. This research sample amounted to six athletes tapak suci city of Pekalongan. Data retrieval to know the profile of VO2 Max. In the study using the Multystage fitness Test (MFT). Results of this study were obtained VO2 Max profile data. With an average of 38.18 ml/kgBB/min. So the conclusion that the average VO2 Max. Athletes Pencak Silat tapak suci of Pekalongan in the category below average.Keyword : VO2 Max, Physical conditioning, pencak silat, tapak suci, MFTAbstrakAspek kondisi fisik merupakan aspek utama dalam penampilan maksimal untuk meraih prestasi di cabang olahraga pencak silat. Perguruan Tapak Suci Kota Pekalongan memiliki program pembinaan prestasi untuk mempersiapkan atlet - atletnya dalam mengikuti kejuaraan. Sebelum program latihan tersusun, terlebih dahulu dilakukan tes untuk mendapati kondisi fisik awal, sehingga program yang akan disusun dan disampaikan tepat sesuai keadaan atlet. Penelitian ini bertujuan untuk mendapati profil VO2 Max. atlet Tapak Suci Kota Pekalongan. VO2 Max. yaitu kapasitas maksimal kardiorespirasi dalam mengolah oksigen untuk mewujudkan daya (energi) yang dibutuhkan tubuh untuk aktivitas kerja ataupun berolahraga tanpa rasa lelah berlebih. Metode penelitian ini adalah penelitian kuatitantif non eksperimen menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian ini berjumlah enam atlet Tapak Suci Kota Pekalongan. Pengambilan data untuk mengetahui profil VO2 Max. pada penelitian ini menggunakan tes Multystage fitness Test (MFT). Hasil penelitian ini diperoleh data profil VO2 Max. dengan rata-rata sebesar 38,18 ml/kgBB/menit. Sehingga diperoleh kesimpulan bahwa rata-rata VO2 Max. atlet pencak silat Tapak Suci Kota Pekalongan dalam kategori di bawah rata-rata.Kata kunci : VO2 Max, kondisi fisik, pencak silat, tapak suci, MFT
Asriansyah Asriansyah, Agung Mahendra
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 122-130; doi:10.26877/jo.v5i2.6208

Abstract:
The purpose of this research is to produce perceptual motoric games as an effort to anticipate students from perceptual motoric disorders due to the rise of online games, to stimulate creativity and innovation of physical education teachers in developing learning materials for Physical Education. This research method use is research and development. Small-scale trial was conducted at the Integrated Islamic elementary School in Mus'hab Bin Umair. Large-scale trials were carried out in the Palembang Elementary School 222, and the Palembang Elementary School 225. Data collection techniques using a questionnaire that was assessed by experts and practitioners. Data anlisis technique is done that is descriptive quantitative analysis and qualitative descriptive analysis. This study produced five types of Perceptual Motoric games namely, Balap Ban Games, Estafet Ban Games, Panjat Ban Games, Lompat Ban Games and Triple Ban Games. Based on the results of the assessment of experts and practitioners that the perceptual motoric game model is categorized as very good and effective, so this game model can be applied in Physical Education learning for elementary school students.Keywords: games, perceptual motoric, physical education, studentAbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan permainan perceptual motoric sebagai upaya antisipasi siswa dari gangguan perseptual motorik karena maraknya game online, menstimulus kreatifitas dan inovasi guru pendidikan jasmani dalam mengembangkan materi pembelajaran Pendidikan Jasmani. Penelitianmenggunakan metode penelitian dan pengembangan. Uji coba kelompok kecil dilakukan di Sekolah Dasar Islam Terpadu Mus’hab Bin Umair. Uji coba kelompok besar dilakukan di Sekolah Dasar Nitegeri 222 Palembang, dan Sekolah Dasar 225 Palembang. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dinilai oleh para ahli dan praktisi. Teknik analisis data terdiri dari teknik analisis data deskriptif kuantitatif dan teknik analisis data deskriptif kualitatif. Penelitian ini menghasilkan lima macam permainan perceptual motoric yakni Permainan Balap Ban, Permainan Estafet Ban, Permainan Panjat Ban, Permainan Lompat Ban dan, Permainan Triple Ban. Berdasarkan hasil penilaian dari para ahli dan praktisi bahwa model permainan perseptual motorik berkategori sangat baik dan efektif, dengan demikian model permainan ini dapat diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Jasmani pada siswa sekolah dasar.Kata Kunci: permainan, perseptual motorik, pendidikan jasmani, siswa
Arfin Deri Listiandi, Moh. Nanang Himawan Kusuma, Didik Rilastiyo Budi, Rohman Hidayat, Rafdlal Saeful Bakhri, Irpan Abdurahman
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 9-17; doi:10.26877/jo.v5i2.5442

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Jamaludin Yusuf, Ainun Muthoharoh, M. Ghilang Maulud Setyawan
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 79-88; doi:10.26877/jo.v5i2.6164

Abstract:
Athletics is a sport with many numbers of matches, every athlete can take 2 numbers, this requires a nutrient that can help restore the pulse faster, especially in running numbers. The objective of this study is to determine the effect of green coconut water on the decrease in recovery pulse at the 5th, 7th, and 9th minute. The research method used in this study is pre-experimental design with one-group pretest-posttest design. The population of the study was athletes in Pekalongan Regency with 13 total sample. Materials / research tools used are whistles, measuring cups, pencils, notebooks, green coconut water. The study was conducted in February 2020 at Widya Manggala Krida Stadium, Pekalongan Regency. This study uses two research variables: (1) independent variables: mineral water and green coconut water (2) dependent variables: recovery pulse (5th, 7th, 9th minutes). The research data analysis technique was independent t-sample test. The test was carried out at a significant level of p = 0.05. Statistical test results from the t-sample show that there is a difference in recovery pulse at the 5th minute (p = 0.002), recovery pulse at the 7th minute (p = 0,000), recovery pulse at the 9th minute (p = 0.001 ). The conclusion in this study is that there is an effect of giving green coconut water drink before aerobic physical activity on the recovery pulse. Keywords: mineral water, green coconut water, aerobic physical activity, recovery pulse AbstrakAtletik merupakan cabang olahraga dengan banyak nomor pertandingan, setiap atlet dapat mengikuti 2 nomor pertandingan, hal ini dibutuhkan suatu nutrisi yang dapat membantu memulihkan denyut nadi lebih cepat terutama dinomor lari. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh air kelapa hijau terhadap pemulihan denyut nadi dimenit lima, tujuh dan sembilan. Metode penelitian menggunakan pre Experimental Design melalui One Group Pretest - Posttest Design. Populasi menggunakan atlet atletik Kabupaten Pekalongan dengan jumlah sampel 13. Bahan/alat penelitian yang digunakan adalah peluit, gelas ukur, pensil, buku catatan dan air kelapa hijau. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2020 di Stadiun Widya Manggala Krida Kedungwuni Kabupaten Pekalongan. Variabel Penelitian: 1) Variabel bebas terdiri dari air mineral dan air kelapa hijau (cocos nucifera), 2) Variabel terikat menggunakan pemulihan denyut nadi pada menit kelima, ketujuh dan kesembilan. Analisis data menggunakan t-sample independent dengan taraf signifikan p=0,05. Uji statistik t-sample memperlihatkan adanya perbedaan pemulihan denyut nadi dimenit lima p=0,002., menit ketujuh p=0,000., dan menit kesembilan p=0,001. Simpulan penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian air kelapa hijau sebelum melakukan aktifitas fisik aerobik terhadap pemulihan denyut nadi.Kata kunci: air mineral, air kelapa hijau, aktivitas fisik aerobik, pemulihan denyut nadi
Andi Khemal Akbar
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 104-113; doi:10.26877/jo.v5i2.6180

Abstract:
This study aims to investigate the difference between the students at Senior Highr School of Bone distric and Senior High School YAPIP Gowa distric in term of physical structure and to describe the difference between the students at both school in term of athletic skill. This research applied experimental design. The population of the research were all of the students at Senior Highr School 9 Bone distric and Senior Highr School YAPIP Gowa distric, meanwhile the sample were 40 male students of each school. The researcher applied random sampling technique. It shows that there is a significant difference between the physical structure of the students at both schools. The result of t-test shows that there is a significant difference in physical structure between the students of Senior Highr School 9 Bone distric and Senior Highr School YAPIP Gowa distric. In this case, the physical structure of the students at Senior Highr School 9 Bone distric is better that the students at Senior Highr School YAPIP Gowa distric. Besides, there is a significant difference regarding athletic skill. In this case, the athletic skill of the students at Senior Highr School 9 Bone distric is better that the students at Senior High School YAPIP of Gowa distric.Keywords: Physical Structure, Athletic Skill, SMAN 9 Kab. Bone, SMA YAPIP Kab. GowaAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan struktur tubuh antara siswa SMAN 9 Kab. Bone dengan siswa SMA YAPIP Kab. Gowa, dan menjelaskan perbedaan kemampuan atletik antara siswa di kedua sekolah. Metode penelitian ini adalah jenis penelitian eksperimen. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 9 Kab Bone dan seluruh siswa SMA YAPIP Kab. Gowa. Sedangkan sampel yang digunakan adalah 40 siswa dari masing-masing sekolah. Teknik pengambilan sampel dilakukan teknik random sampeling (acak). Ada perbedaan yang signifikan antara struktur tubuh siswa di kedua sekolah. Hasil rangkuman uji – t menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara struktur tubuh siswa di kedua sekolah. Dalam hal ini struktur tubuh siswa SMAN 9 Kab. Bone lebih baik dibandingkan dengan struktur tubuh siswa SMA YAPIP Kab. Gowa. Selain itu, ada perbedaan yang signifikan antara kemampuan atletik siswa SMAN 9 Kab. Bone dengan siswa SMA YAPIP Kab. Gowa. Dalam hal ini kemampuan atletik siswa SMAN 9 Kab. Bone lebih baik dibandingkan dengan kemampuan atletik siswa SMA YAPIP Kab. Gowa.Kata kunci: Struktur Tubuh, Kemampuan Atletik, SMAN 9 Kab. Bone, SMA YAPIP Kab. Gowa
Rizqi Harapan Wihantono, Galih Dwi Pradipta, Fajar Ari Widiyatmoko
Published: 15 July 2020
Jendela Olahraga, Volume 5, pp 168-171; doi:10.26877/jo.v5i2.5142

Abstract:
The purpose of this study was to determine the effect of Nebraska agility drill training on dribble agility in football games. The design in this study used a randomized pretest posttest control group design. Until this study students at SSB Semarang SSS with 18 students aged 13 years were taken by purposive sampling. The results showed there were differences between control and experimental data with a sig (2-tailed) value of 0.033
Back to Top Top