JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia)

Journal Information
ISSN / EISSN : 24775940 / 24778435
Current Publisher: STKIP Singkawang (10.26737)
Total articles ≅ 39
Current Coverage
DOAJ
Archived in
SHERPA/ROMEO
Filter:

Latest articles in this journal

Indra Kartika Sari, Mawardi Mawardi
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 5, pp 1-5; doi:10.26737/jpdi.v5i1.1645

Abstract:
21st Century learning ideally utilizes rapidly developing technology. The writing of this article aims to develop Android-based thematic learning media to improve learning outcomes for 5th grade students. The type of research used is Research and Development (R&D). From the results of the preliminary study the learning media used by the teacher are only in the form of pictures and visual aids which each student cannot try on their own because, the limited number of learning media. Based on the results of a preliminary study the author intends to develop MEPTISAN products to improve student learning outcomes for 5th grade students. The product draft was tested by material experts, learning design experts and learning media experts. The results of the material expert validation obtained a score of 90.9%. The results of the learning design expert validation obtained a score of 90%. The results of the learning media expert validation obtained a score of 83.1%. The score is in the category very high and MEPTISAN products are suitable to use for learning.
Fradia Mayang Intan, Eko Kuntarto, Alirmansyah Alirmansyah
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 5, pp 6-10; doi:10.26737/jpdi.v5i1.1666

Abstract:
HOTS (Higher Order Thinking Skills) is an instrument that assesses students' hight level thinking skills so that students are not just remembering but are expected to be able to develop ideas. Based on Bloom's Taxonomy, HOTS questions consist of 3 levels, namely analyzing, evaluating and creating. This study aims to describe the ability of students to work on HOTS (Higher Order Thinking Skills) problems in mathematics learning in VA class SD Negeri No. 55 / I Sridadi at the level of analyzing, evaluating, and creating. This research uses a descriptive quantitative research design. The data of this study were obtained using tests of the students' ability to work on HOTS questions in mathematics learning provided to students by using content validity, while data analysis was performed using descriptive statistical analysis. The results showed that the ability of VA grade students of SD Negeri No 55 / I Sridadi in working on HOTS questions in mathematics learning at the level of analyzing questions was obtained on average by 56.35 with quite good categories. In the matter of evaluating level obtained an average of 72.95 with a high category, on the matter of creating level obtained an average of 64.9 with a pretty good category. The conclusion of this research is the ability of VA class students of SD Negeri No 55 / I Sridadi in working on HOTS questions in mathematics learning is in quite good category, meaning that students are able to work on HOTS questions in mathematics learning.
Junita Junita, Krisma Widi Wardani
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 5; doi:10.26737/jpdi.v5i1.1688

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaran STAD dan CIRC terhadap keterampilan kolaborasi siswa kelas V SD Gugus Joko Tingkir Kota Salatiga. Aspek keterampilan kolaborasi yang dilihat dalam penelitian meliputi: kerja sama, tanggung jawab, kompromi, komunikasi, dan fleksibilitas siswa dalam kegiatan pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, jenis Quasi Eksperimental Research atau eksperimen semu dan tehnik yang digunakan untuk menentukan sampel adalah tehnik sampling purposive. Sample dalam penelitian ini SD Negeri Tingkir Lor 01 dan SD Negeri Tingkir Tengah 02. Subjek penelitian kelompok eksperimen 1 adalah 32 siswa kelas V SD Negeri Tingkir Lor 01 mendapat perlakuan model STAD. Sedangkan subjek penelitian kelompok eksperimen 2 yaitu 32 siswa Kelas V SD Negeri Tingkir Tengah 02 mendapat perlakuan model CIRC. Tehnik pengumpulan data penelitian menggunakan rubrik penilaian keterampilan kolaborasi dikembangkan oleh Triiling, selanjutnya data dianalisis dengan tehnik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan uji prasyarat yang telah dilakukan, data berdistribusi normal sehingga analisis dilakukan dengan statistik parametrik berdasarkan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan hasil independent sample t-test diperoleh nilai Asymp. Sig.(2-tailed)=0,000 dimana nilai <0,05, yang artinya terdapat perbedaan keefektifan yang signifikan antara model STAD dan CIRC, maka H0 ditolak dan Ha diterima. Adanya Perbedaan signifikan didukung dengan rerata kedua sampel penelitian, rerata kelompok eksperimen 1 yaitu 51,22 dan kelompok eksperimen 2 yaitu 54,31. Aspek yang memiliki kecenderungan nilai tinggi pada kelompok eksperimen 2 menyebar pada seluruh aspek baik kerja sama, tanggung jawab, kompromi maupun komunikasi. Artinya dengan menerapkan model CIRC lebih efektif dibanding STAD dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi siswa.
Dina Anika Marhayani, Evinna Cinda Hendriana
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 5, pp 24-27; doi:10.26737/jpdi.v5i1.1792

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw terhadap: (1) kompetensi keterampilan siswa, (2) kompetensi pengetahuan siswa pada pelajaran IPS di kelas V SDN 2 Singkawang Singkawang. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen dengan desain pretest-posttest control group design. Teknik simple random sampling dilakukan untuk menentukan kelas eksperimen dan kelas kontrol. Kelas VA sebagai kelas eksperimen diberi perlakuan dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw, sedangkan kelas VB sebagai kelas kontrol diberi perlakuan dengan menggunakan metode ceramah dan diskusi. Pengumpulan data menggunakan tes dan skala penilaian (rating scale) diskusi dan presentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw efektif terhadap: (1) kompetensi keterampilan siswa, (2) kompetensi pengetahuan siswa pada pelajaran IPS di kelas V SDN 2 Singkawang.
Sugiarti Sugiarti
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 5, pp 18-23; doi:10.26737/jpdi.v5i1.1786

Abstract:
Penelitian kegiatan supervisi ini dilakukan oleh Kepala Sekolah agar dapat memperbaiki atau meningkatkan kualitas dari pembelajaran SERU yang telah diterapkan oleh guru-guru SDN 84 Singkawang. Prosedur penelitian dilaksanakan dengan menggunakan siklus-siklus tindakan (daur ulang) yang meliputi perencanaan (Planning), tindakan (Action), mengobservasi (Observation), dan melakukan refleksi (Reflection). Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini dilakukan di SD Negeri 84 Singkawang, Kecamatan Singkawang Utara Kota Singkawang pada semester II Tahun pelajaran 2016-2017. Hasil supervisi keterampilan guru dalam penerapan pendekatan pembelajaran SERUsiklus 1 masih kurang dan mengalami peningkatan pada siklus 2. Data hasil penilaian RPP juga mengalami peningkatan. Dilihat dari dari segi siswa terlihat adanya peningkatan parrtisipasi siswa dalam kegiatan belajar mengajar. Data hasil observasi menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kelas 1mencapai rata-rata skor 5,79 (cukup), dalam kelas 2 mencapai (cukup). Kelas 3 mencapai skor rata-rata 7,12 (baik), kelas 4 mencapai 7,30 (baik), dan kelas 5 mencapai 7,44 (Baik). Hal tersebut menunjukkan bahwa aktivitas siswa telah mengalami peningkatan namun belum mencapai katagori baik sehingga perlu ditingkatkan.
Deni Sutisna, Dyah Indraswati, Muhammad Sobri
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 4, pp 29-33; doi:10.26737/jpdi.v4i2.1236

Abstract:
Penerapan Pendidikan karakter merupakan sebuah jalan untuk membangun pendidikan yang lebih bermoral. Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis keteladanan guru dalam penerapan pendidikan karakter disekolah. Artikel ini merupakan hasil analisis dengan mengkaji literatur yang memiliki keterkaitan dengan topik pembahasan. Model yang digunakan adalah studi literatur atau lirature riview. Dari hasil penelaahan, hasil yang didapat menunjukkah bahwa penerapan pendidikan karakter disekolah merupakan tanggung jawab semua warga sekolah, tetapi guru memegang peranan penting dalam pencapaian program tersebut sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa keberhasilan pendidikan karakter disekolah bergantung dari sejauh mana guru tersebut bisa menjadi teladan siswa-siswinya sehingga untuk mewujudkan siswa yang berkarakter diperlukan guru yang berkarakter pula.
Erdi Guna Utama
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 4, pp 46-52; doi:10.26737/jpdi.v4i2.1364

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh model pembelajaran POE (Predict, Observe and Explain) terhadap keterampilan proses sains siswa SD kelas V ditinjau dari keterampilan metakognitif. Penelitian ini tergolong penelitian eksperimen semu dengan rancangan pretest-posstest non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas V SD di Gugus 8 Kota Singkawang. Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik random sampling. Sampel terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok control. Kelompok eksperimen adalah kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran POE dan kelompok kontrol adalah kelas yang dibelajarkan dengan model pembelajaran konvensional. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan tes untuk keterampilan proses sains dan menggunakan kuesioner untuk keterampilan metakognitif. Data dianalisis dengan menggunakan analisis varians dua jalur dan uji tuckey. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat perbedaan yang signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran secara konvensional (FA=35,09;p<0,05);2) terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara model pembelajaran POE dan keterampilan metakognitif terhadap keterampilan proses sains siswa (FAB=7,759;p<0,05);3) pada siswa yang memiliki keterampilan metakognitif tinggi, terdapat perbedaan signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q=8,79;p<0,05);4) pada siswa yang memiliki keterampilan metakognitif rendah, tidak terdapat perbedaan signifikan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran POE dan siswa yang mengikuti pembelajaran konvensional (Q=3,17;p>0,05).
Inna Dalilah
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 4, pp 59-63; doi:10.26737/jpdi.v4i2.1690

Abstract:
SDN 65 Singkawang yang berada pada ranking terbawah hasil UASBN disebabkan karena guru mengajar masih menggunakan metode pembelajaran konvensional. Untuk mengkondisikan proses belajar mengajar yang bermutu, perlu peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan media pembelajaran berbasis IT melalui bimbingan berkelanjutan, Maka diadakanlah IHT dalam bentuk Workshop SAGUSAMED dan Inovasi Pembelajaran. Setelah dilakukan supervisi didapatlah kesimpulan bahwa ada perubahan cara mengajar guru, Sebagian guru sudah mengajar menggunakan media pembelajaran berbasis IT.Guru juga sudah melakukan inovasi pembelajaran dengan menggunakan yel-yel atau mengubah materi pembelajaran dalam bentuk lagu agar mudah dipahami anak .Dampak dari semua ini adalah siswa berhasil menjadi juara I Lomba Olympiade Siswa Nasional Tingkat Kota dan peningkatan pada ranking sekolah.
Arsyad Djamaluddin Palettei, Wahyu Bagja Sulfemi
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 4, pp 53-58; doi:10.26737/jpdi.v4i2.1522

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh peningkatan kompetensi pedagogik guru dan kemampuan penulisan kemampuan menulis karya ilmiah guru terhadap Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik analisis jalur (path analysis) untuk memperoleh fakta-fakta dari gejala-gejala yang ada dan mencari keterangan secara factual dengan menggunakan pendekatan kuantitatif sebagai tumpuan analisis teknik regresi untuk menguji hipotesis yang menyatakan ada atau tidak pengaruh variabel bebas (X1) dan (X2) dengan variabel terikat (Y). Populasi dalam penelitian ini adalah guru Sekolah Dasar (SD) anggota KKG Gugus 1 dan 2 Kecamatan Ciampea sebanyak 95 orang dengan jumlah Sampel penelitian ini berjumlah 25 guru. Hasil dari penelitian, pertama, terdapat pengaruh positif kegiatan KKG (Y) terhadap pengingkatan kompetensi pedagogik guru (X1), dengan indeks korelasi r y1 = 3,27 dengan hasil uji koefisien korelasi yang signifikan pada α = 5 % serta diperjelas bahwa 80 % variasi Y dipengaruhi oleh X1. Kedua, terdapat pengaruh kegiatan KKG (Y) dengan kemampuan menulis karya ilmiah (X2), dengan koefisien korelasi r y2 = 3,32 dengan hasil uji koefisien korelasi yang signifikan pada α = 5 % serta diperjelas bahwa 80 % variasi Y dipengaruhi oleh X2. Ketiga terdapat pengaruh positif kegiatan KKG (Y) dengan pengingkatan kompetensi pedagogik guru (X1) dan kemampuan menulis karya ilmiah (X2), dengan koefisien korelasi ganda Ry.12 = 4,76 dengan hasil uji koefisien korelasi yang signifikan pada α = 5 % serta diperjelas bahwa 80 % variasi Y dipengaruhi oleh X1 dan X2. Melalui analisa pengujian diperoleh bahwa koefisen korelasi dan koefisien regresi tersebut sangat signifikan. Hal tersebut membuktikan bahwa terdapat hubungan yang positif dan sangat signifikan antara peningkatan kompetensi pedagogik dan kemampuan menulis karya ilmiah dengan kegiatan KKG.
Bayu Purbha Sakti
JPDI (Jurnal Pendidikan Dasar Indonesia), Volume 4, pp 34-45; doi:10.26737/jpdi.v4i2.1220

Abstract:
The research was backgrounded by a decrease in the number of students who enrolled in Unwidha Klaten's PGSD Study Program. The study focused on the profile of students towards the PGSD FKIP Klaten Widya Dharma University lecture activities. Data collection uses an instrument in the form of a questionnaire. Processing data using editing, explanation information, diagrams, and percentage explanations. The research conclusions are explained as follows. The majority of Unwidha Klaten's PGSD students in 2017 have self-explanations such as being born in Klaten before the millennium, having a productive age, having traits, and predominantly female characters. The majority of Unwidha Klaten's PGSD students in 2017 have family information such as having to struggle to get more information about bachelor diplomas, civil servants, private teachers, love their siblings, be an example, and a good example in the family. The majority of Unwidha Klaten's PGSD students in 2017 have health information such as being able to maintain their weight, height, eye health, hearing health, should not be considered arrogant because they do not have recurrence of disease and accident problems. The majority of Unwidha Klaten's PGSD students in 2017 have lecture information such as having the desire to become an elementary school teacher, taking a distance of more than 1 kilometer with up to 1 hour, choosing the subjects they like and the hardest courses, namely PGSD courses.
Back to Top Top