HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika

Journal Information
ISSN / EISSN : 25496700 / 25496719
Current Publisher: Histogram: Jurnal Pendidikan Matematika (10.31100)
Total articles ≅ 67
Filter:

Latest articles in this journal

Irmawaty Natsir, Anis Munfarikhatin
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 117-127; doi:10.31100/histogram.v4i1.568

Abstract:
Penelitian ini adalah penelitian ex-post facto yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara iklim kelas, kecerdasan interpersonal dan hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VII SMP Negeri di Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar sebanyak 2818 siswa dengan jumlah sampel 236 siswa. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan two-stage proporsional stratified random sampling. Instrumen yang digunakan yakni: Skala iklim kelas, Skala kecerdasan interpersonal, dan Tes hasil belajar matematika. Data dianalisis dengan statistika deskriptif dan analisis SEM (Structure Equation Modelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Variabel iklim kelas berada dalam kategori “sedang”, variabel kecerdasan interpersonal berada dalam kategori “tinggi” dan variabel hasil belajar matematika berada dalam kategori “sedang”; (2) Terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara iklim kelas dengan kecerdasan interpersonal; (3) Iklim kelas secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dengan besar pengaruh 19%; (4) Kecerdasan interpersonal secara langsung berpengaruh positif terhadap hasil belajar matematika dengan besar pengaruh 25%.ABSTRACTThis research is an ex-post facto research that aims to understand the relationship between class climate, interpersonal intelligence and mathematics learning outcomes. The population in this study were all students of class VII State Junior High School in Biringkanaya District Makassar City as many as 2818 students with a sample of 236 students. The sampling technique in this study uses two-stage proportional stratified random sampling. The instruments used are: class sensitive scale, interpersonal intelligence scale, and mathematics learning achievement test. Data were analyzed with descriptive statistics and SEM (Structure Equation Modeling) analysis. The results showed that: (1) Class climate variables are in the "medium" category, interpersonal intelligence variables are in the "high" category and mathematics learning outcome variables are in the "medium" category; (2) There is a positive and significant relationship between class climate influence and interpersonal intelligence;(3) Class climate directly towards learning 19%; (4) Interpersonal intelligence directly directs positive towards mathematics learning outcomes with a large influence of 25%.
Ernawati Ernawati, Baharullah Baharullah
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 103-116; doi:10.31100/histogram.v4i1.548

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh proses pembelajaran matematika yang belum optimal karena proses pembelajaran yang masih monoton sehingga mengakibatkan aktivitas siswa menjadi kurang aktif dan siswa kurang memberi respon terhadap pembelajaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) bagaimana hasil belajar matematika siswa, aktivitas siswa, respon siswa dan (2) apakah model Project, Activity, Cooperative Learning, Exercise (PACE) efektif diterapkan dalam pembelajaran matematika siswa kelas VIII.A SMP Negeri 2 Sinjai Selatan. Jenis penelitian yang digunakan adalah pre-experimental design, yaitu jenis penelitian yang hanya melibatkan satu kelas sebagai kelas eksperimen dan desain penelitian yang digunakan adalah One-Shot Case Study, yaitu sebuah percobaan yang dilakukan tanpa adanya kelompok pembanding dan tanpa tes awal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata nilai hasil belajar siswa yaitu 66,31 dengan standar deviasi 24,60 dan persentase siswa yang mencapai kriteria tuntas yaitu 80,8%, Aktivitas siswa dikatakan baik/aktif karena rata-rata persentase siswa yang melakukan aktivitas positif yaitu 79,56%, dan respon siswa dikatakan positif karena rata-rata persentase siswa yang menjawab “ya” yaitu 96,15%. Dari hasil penelitian tersebut disimpulkan bahwa pembelajaran matematika melalui model Project, Activity, Cooperative Learning, Exercise (PACE) efektif diterapkan di kelas VIII.A SMPN 2 Sinjai Selatan.ABSTRACTThis research is motivated by the learning process of mathematics which is not optimal because the learning process is still monotonous resulting in students activities become less active and less students give response to the learning. This research was conducted with objectives to determine: (1) how students ' mathematics learning outcomes, student activity, student responses, and (2) whether the model Project, Activity, Cooperative Learning, Exercise (PACE) effectively applied in the learning of mathematics of students of class VIII.A SMP Negeri 2 Sinjai Selatan. This type of research is pre-experimental design, namely the type of research that only involves one class as the experimental class and the research design used is One-Shot Case Study, namely an experiment that was done in the absence of a comparison group and without a preliminary test. The results showed that the score of the average value of student learning outcomes that 66,31 by the standard deviation to 24.60 and the percentage of students who achieve the criteria completely ie 80,8%, the Activity of the students is said to be good/active because the average percentage of students who perform a positive activity that is 79,56%, and the response of the students said to be positive because the average percentage of students who answered “yes” that is 96,15%. From the results of the study concluded that the learning of mathematics through model Project, Activity, Cooperative Learning, Exercise (PACE) effectively applied in class VIII.A SMPN 2 Sinjai Selatan.
Lala Intan Komalasari
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 139-150; doi:10.31100/histogram.v4i1.566

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan – kesulitan siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi Persamaan Kuadrat Dan Fungsi Kuadrat, Teorema Faktor Dan Teorema Sisa Metode yang digunakan adalah menggunakan tes dan wawancara. Tes dilakukan kepada siswa sedangkan wawacara dilakukan kepada guru dan siswa. Sekolah yang merupakan tempat penelitian adalah SMA Advent Purwodadi sekolah ini adalah merupakan sekolah satu atap (SATAP) yang terdiri dari 300 siswa dari berbagai daerah Hasil wawancara guru menyatakan bahwa guru tidak terlalu mengalami kesulitan dalam mengajar materi Persamaan Kuadrat Dan Fungsi Kuadrat, Teorema Faktor Dan Teorema Sisa guru akan mengalami kesulitan apabila sudah masuk pada bentuk akar, sedangkan kesalahan yang dilakukan siswa bervariasi yaitu kesalahan fakta, kesalahan konsep, kesalahan prinsip dan kesalahan operasi. Solusi yang di tawarkan adalah pembelajaran dengan memberikan soal open- ended pada materi persamaan kuadrat dan untuk menentukan grafik fungsi kuadrat yaitu dengan mengkontruksi prinsip.ABSTRACTThis study aims to analyze the difficulties of students in solving mathematical problems in the material Quadratic Equations and Quadratic Functions, Factor Theorem and Time Theorem The method used is to use tests and interviews. Tests are conducted on students while interviews are conducted on teachers and students. The school which is a place of research is Adventist Purwodadi High School. This school is a one-roof school (SATAP) consisting of 300 students from various regions. The teacher's interview results state that the teacher has no difficulty in teaching the material Quadratic Equations and Quadratic Functions, Theorem Factors and Theorems The rest of the teachers will experience difficulties if they have entered the root form, while the mistakes made by students vary, namely fact errors, concept errors, principle errors and operating errors. The solution offered is learning by giving open-ended questions to the material in quadratic equations and to determine the graph of quadratic functions, namely by constructing the principle.
Tanti Listiani
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 45-64; doi:10.31100/histogram.v4i1.517

Abstract:
Esensi Matematika merupakan mata kuliah yang diberikan kepada seluruh mahasiswa fakultas ilmu pendidikan di Universitas Pelita Harapan. Mata kuliah ini biasanya diberikan kepada mahasiswa pada tahun pertama memasuki perkuliahan. Tidak seperti matematika di SMA yang berfokuskan pada content atau isi materi pelajaran saja maka pada matakuliah ini kita dapat melihat keunikan serta keagungan Tuhan mengenai karya-karyaNya di dalam matematika. Permasalahan yang seringkali dihadapi oleh mahasiswa yang sudah mengambil matakuliah ini adalah mahasiswa mengaku belum terbiasa dengan materinya. Hal ini yang mengakibatkan nilai UTS nya menjadi rendah. Pada penelitian ini digunakan design penelitian menggunakan Task Design dengan menggunakan kerangka metodologi penelitian Didactic Engineering (DE). Pemilihan design penelitian ini adalah karena esensi matematika tidak hanya menekankan content pembelajaran saja. Maka dari itu, diperlukan suatu design pembelajaran yang didalamnya mencakup soal-soal, tugas-tugas serta materi-materi di dalamnya yang dapat juga mengukur kemampuan pemahaman mahasiswa FIP dalam belajar esensi matematika. Dengan design pembelajaran yang ada, dosen sebagai pengajar dapat memiliki suatu rangkaian pembelajaran yang bermakna selain itu juga mampu membantu mahasiswa dalam mengatasi hasil pembelajaran menjadi lebih baik lagi. Design dalam penelitian ini belum terlaksana sepenuhnya, maka dapat menjadi saran untuk penelitian selanjutnya untuk dapat melengkapinya.ABSTRACTMathematics essence is a course given to all of Teachers College students at UPH. This course is usually given to students in the first year of entering the College. Students problem who have taken this course is the low score of the middle test. The purpose of this article is to describe task design development which used to solve the student learning difficulties in learning mathematics essence. This study used a research design-Task Design within the framework of the Didactic Engineering (DE) research methodology. The selection of this research design is because the mathematics essence is a subject that can invite students to be able to see the beauty of God's creation. Therefore, we need a learning design that includes questions, assignments, and materials which can measure students' understanding ability. The sampling technique is done purposively, namely students who get the essence of mathematics courses. With the existing learning design, lecturers as facilitators can have a meaningful learning sequence while also being able to assist students in overcoming learning outcomes for the better. The results show that task design needs to be developed by referring to learning modules, assignments, practice questions that need to integrate for daily life and to applicate in the middle test using Moodle.
Akbar Nasrum
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 78-91; doi:10.31100/histogram.v4i1.540

Abstract:
Tujuan dari peneitian ini adalah membuat suatu alat evaluasi berbasis komputer yang dapat digunakan untuk mengukur pemahaman konsep Kalkulus mahasiswa. Alat evaluasi ini bisa digunakan secara offline maupun online. Untuk mencapai tujuan itu digunakan model Plomp yang terdiri dari empat tahapan yaitu: fase investigasi awal, fase desain, fase realisasi/konstruksi, fase test, evaluasi dan revisi. Sebelum mengkostruksi instrumen evaluasi dalam bentuk aplikasi, butir-butir soal divalidasi oleh dua orang pakar materi. Butir soal yang valid itulah yang diimport kedalam software Wondershare Quiz Creator untuk menciptakan sebuah prototipe instrumen evaluasi. Prototipe ini kemudian diujicobakan ke mahasiswa secara terbatas untuk melihat kepraktisan penggunaan aplikasi sekaligus menjadi alat evaluasi bagi penelti. Produk terkahir yang dihasilkan merupakan instrumen evaluasi yang valid dan praktis serta dapat digunakan untuk mengukur kemampuan pemahaman konsep Kalkulus Mahasiswa.ABSTRACTThis research aims to create a computer-based evaluation tool that could be used to measure students' understanding of the Calculus concept. This evaluation tool could be used offline or online. We use Plomp's model, which consists of four phases: the initial investigation phase, the design phase, the realization/construction phase, the test phase, evaluation, and revision. Before constructing the evaluation instruments in the application form, the items were validated by two material experts. Those valid items were imported into the Wondershare Quiz Creator software to create a prototype evaluation instrument. This prototype was then trialled to students on a limited basis to see the practicality of using the application as well as being an evaluation tool for researchers. The latest product produced was a valid and reliable evaluation instrument and was appropriate to be used to measure the ability to understand the concept of Student Calculus.
Anis Munfarikhatin, Irmawaty Natsir
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 128-138; doi:10.31100/histogram.v4i1.569

Abstract:
Kemampuan literasi matematika masih menjadi tren di dunia pendidikan saat ini. PISA merupakan salah satu studi yang mengukur kemampuan siswa dalam proses penalaran, memberikan argumen dan pemecahan masalah. Dari beberapa konten yang diukur, peneliti memfokuskan pada space and shape materi pythagoras. Pertanyaan pada penelitian ini adalah bagiamana kemampuan literasi siswa pada konten space and shape materi pythagoras. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 80% siswa berada pada level di bawah 1 dan 20% berada pada level 1. Dari beberapa indikator yang dinilai pada aspek communication menunjukkan skor rata- rata 3,13; skor komponen mathematising rata- rata 2,13; skor komponen representation rata- rata 2,33; skor komponen reasoning and argument rata- rata 2,13; skor devising strategies and solving problem 2,56; komponen using symbolic, formal and technical language and operation memperoleh skor rata- rata 3,00; dan skor rata- rata kemampuan using mathematics tools memperoleh skor 2,66. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa pada konten space shape masih sangat rendahABSTRACTMathematical literacy is still a trend in the world of education today. PISA is one study that measures the ability of students in the process of reasoning, providing arguments and problem solving. From some of the content measured, researchers focus on the space and shape of pythagorean material. The question in this study is how the literacy ability of students in the content space and shape pythagorean material. In this study, researchers used a qualitative approach with methods of observation, documentation and interviews. The results showed as many as 80% of students were at the level below 1 and 20% were at level 1. Of the several indicators assessed on the communication aspect showed an average score of 3.13; the average score of the mathematising component is 2.13; average component score score of 2.33; the reasoning and argument component score averaged 2.13; score devising strategies and solving problems 2.56; components using symbolic, formal and technical language and operation obtain an average score of 3.00; and the average score of ability to use mathematics tools obtain a score of 2.66. The results showed that the literacy ability of students in space shape content was still very low.
Drajat Stiawan
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 92-102; doi:10.31100/histogram.v4i1.561

Abstract:
Sekolah alam adalah sekolah yang kegiatan pembelajarannya tidak hanya terpaku di dalam kelas, tetapi juga memanfaatkan alam sekitar atau lingkungan sebagai objek pembelajaran. Pembelajaran matematika pada sekolah alam dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan jiwa siswa menjadi lebih kreatif dan mandiri. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mendiskripsikan bagaimana pelaksanaan pembelajaran matematika di Sekolah alam Ma’had Islam Pekalongan. Informan adalah kepala sekolah, guru matematika kelas IV dan V sekolah alam SD Ma’had Islam. Teknik dalam pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara. Analisis datanya meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika di Sekolah alam SD Ma’had Islam dilakukan di dalam kelas dan di luar kelas. Ketika di dalam kelas menggunkan metode ceramah dan tanya jawab. Saat di luar kelas (out door) lebih banyak menggunakan metode pemberian tugas dan game (bermain) serta memanfaatan bahan-bahan yang ada di Alam, guna memahamkan siswa sesuai dengan materi yang diajarkan oleh guru matematika.ABSTRACTA natural school is a school whose learning activities are not only fixed in the classroom, but also utilize the natural surroundings or the environment as objects of learning. Mathematics learning in natural schools is done as an effort to grow students' souls to be more creative and independent. The research carried out aims to describe how the implementation of mathematics learning in Pekalongan's Ma'had Islam School of Nature. The informants are the school principal, mathematics teacher grades IV and V of the natural school Ma'had Islam elementary school. The technique in collecting data uses observation and interviews. Data analysis includes data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results showed that the implementation of mathematics learning in the natural school of Ma'had Islam Elementary School was done in the classroom and outside the classroom. When in class use the lecture and question and answer method. When outside the classroom (out door) use more methods of giving assignments and games (playing) and utilizing materials available in Nature, in order to understand students according to the material taught by mathematics teachers.
Nurlaili Nurlaili
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 65-77; doi:10.31100/histogram.v4i1.541

Abstract:
Mata kuliah matematika diskret pada struktur kurikulum Program Studi Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) menjadi landasan untuk mempelajari mata kuliah yang lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk m engimplementasikan model pembelajaran activities, class discussion, and exercise (ACE) dalam pembelajaran matematika diskret dengan sasaran peningkatan partisipasi aktif mahasiswa. Desain penelitian menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan model Kemmis dan Mc. Taggart yang terdiri dari empat tahapan (perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refeleksi) dalam dua siklus. Penelitian dilaksanakan di Program Studi RPL Institut Teknologi Telkom Purwokerto dengan subjek penelitian yaitu mahasiswa kelas RPL A sebanyak 27 orang pada tahun akademik 2018/2019. Teknik pengumpulan data melalui observasi dan tes evaluasi pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, penerapan siklus ACE memberikan peningkatan pada hasil pencapaian pembelajaran mahasiswa. Pencapaian aktivitas pembelajaran mahasiswa mengalami peningkatan dari 44,45% pada siklus 1 menjadi 75,94% pada siklus 2. Selain itu juga terjadi peningkatan hasil belajar mahasiswa dilihat dari rata-rata klasikal siklus 1 yaitu 55,8 dan siklus 2 yaitu 72,7. Hal ini menggambarkan bahwa penerapan siklus ACE dalam pembelajaran matematika diskret dapat meningkatkan capaian pembelajaran mata kuliah di kelas RPL A.ABSTRACTThe discrete mathematics subject in the curriculum of the Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) Departemen is the fundamental subjects for the freshman, so it has to bring in an attractive approach of learning process. The aim of this study is to implement the activities, class discussion, and exercise (ACE) cycle for the discrete mathematics learning. This implementation is designed to construct student participation in the class. The research design uses the Kemmis and Taggart classroom action research approach including two cycles that each cycle is consists of four stages (planning, implementation, observation, and reflection). The research was conducted in the RPL Departement of the Institut Teknologi Telkom Purwokerto with 27 RPL A class students in the academic year 2018/2019 as a research subject. The techniques of data collection use class observations and tests. Based on the results, the ACE cycle implementation brings an increase in student learning achievement. The achievement of student learning activities has increased from 44.45% in cycle 1 to 75.94% in cycle 2. In addition, there was also an increase in student learning outcomes seen in the class score. The class score in the cycle 1 was 55.8 and in the cycle 2 was 72.7. These results demonstrate that the ACE cycle implementation in the learning of discrete mathematics can improve the learning outcome in class RPL A
Amiruddin Amiruddin, Esterina Natalia Paindan
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 30-44; doi:10.31100/histogram.v4i1.521

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan pemahaman, koneksi, dan komunikasi matematis siswa dalam penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan tipe TAI dengan pendekatan scientific pada siswa SMP Negeri 14 Balikpapan ditinjau dari kemampuan awal matematika (tinggi dan rendah). Penelitian ini adalah penelitian eksperimen, dengan populasi seluruh siswa SMP Negeri 14 Balikpapan, dan sampel berasal dari empat kelas yakni dua kelas untuk kelas eksperimen I dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dan dua kelas untuk kelas eksperimen II dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TAI, teknik yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Data yang dikumpulkan terdiri atas data tes kemampuan awal matematika, tes kemampuan pemahaman, koneksi, dan komunikasi matematis, lembar observasi keterlaksanaan pembelajaran, lembar observasi akltifitas siswa, dan angket respons siswa. Data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif dan analisis inferensial. Hasil penelitian untuk uji hipotesis pada taraf signifikansi α = 0,05 diperoleh kesimpulan bahwa kemampuan pemahaman, koneksi, dan komunikasi matematis siswa yang diajar dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI lebih baik dari tipe STAD ditinjau dari kemampuan awal matematika.ABSTRACTThe research which aimed to discover the difference of understanding ability, connection, and mathematical communication in the implementation of cooperative learning model of STAD type and TAI type to the students of SMP Negeri 14 Balikpapan based on mathematics initial ability (high and low). The research was experimental research. The population was all of the students of SMP Negeri 14 Balikpapan. The samples were selected by conducting purposive sampling and obtained four class, namely two class for experiment class I which taught by implementing cooperative learning model of STAD type and two class for experiment class II which taught by cooperative learning model of TAI. The data collection consisted of data of mathematics initial ability test, understanding ability test, connection, and mathematical communication, learning implementation observation sheet, students’ activity observations sheet, and students’ response questionnaire. The data were analyzed bu using descriptive and inferential analysis. The result for hypothesis test in the level of significance α = 0.05 obtained conclusion that understanding ability, connection, and mathematical communication of the students who were taught by implementing cooperative learning model of TAI type were better than STAD type based on mathematics initial ability
Nofyanti Dewi, Luvy Sylviana Zanthy
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 17-29; doi:10.31100/histogram.v4i1.513

Abstract:
Penelitian ini memiliki tujuan untuk mendeskripsikan bagaimana kesalahan pada siswa kelas XI dalam mengerjakan soal materi matriks. Penelitian yang termasuk kedalam penelitian deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas XI MAN di Cimahi yang berjumlah 9 orang. Instrument tes yang diberikan yaitu lima butir soal. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah tes. Data yang diperoleh adalah kesalahan yang siswa lakukan dalam menjawab setiap butir soal. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bawah siswa yang menjawab benar pada soal nomor satu sebesar100%, soal nomor dua sebesar 66,7%, soal nomor tiga sebesar 10%, soal nomor empat sebesar 100%, dan soal nomor lima sebesar 77,8%. Hasil presentase siswa yang menjawab benar menunjukan bahwa masih banyak kesalahan yang dilakukan siswa. Kesalahan tersebut berada pada soal nomor dua, tiga dan lima. Karena bisa dilihat dari presentase ketiga nomor tersebut memiliki presentase cukup rendah, berbeda dengan soal nomor satu dan empat yang memiliki presentase sangat baik. Kesalahan yang ditemukan pada ketiga nomor diantaranya : 1) kesalahan konsep perkalian matriks, 2) kesalahan dalam perhitungan, 3) kesalahan tidak menuliskan tanda operasi, 4) kesalahan konsep, dan 5) kesalahan kecerobohan. Kesalahan ini disebabkan siswa lupa materi, kecorobohan, kurang memperhatikan informasi yang dari soal dan tidak telitinya siswa dalam mengerjakan soal.ABSTRACTThe goal of this research is to describe how wrong all of the students in the sophomores have been in solving matrix material. The method of this research is qualitative descriptive research. The subject in this research is XI grade of MAN CIMAHI is 9 person. The instrument of the test was given the five grains of matter. The data-collection of this technique is a test. The data was obtained is a student's fault in answering every questions. Based on the results was obtained by the undergraduates who get the right answers on the number is one problem is 100%, the problem of number two is 66.7%, the problem of number three is 10%, the problem of number four is 100%, and the problem of number five at 77.8%. The results of this research is student do the presentation that gave the correct answer show there are many mistakes of the students. The fault shows in problem number two, three and five. Because it evidenced in the third percentage that the number has a fairly low percentage, in contrast to the number one and four that have a very good presentation. The Errors found in all three numbers such as : 1) matrix multiplication errors, 2) errors in calculation, 3) errors did not mark operations, 4) draft errors, and 5) discretionary errors. The mistake was caused by students forgetting the material, demolition, lacking interest and not studying in their problem of students.
Back to Top Top