Prima: Jurnal Pendidikan Matematika

Journal Information
ISSN / EISSN : 25799827 / 25802216
Current Publisher: Journal of Government and Civil Society (10.31000)
Total articles ≅ 42
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Al Jupri, Sumanang Muhtar Gozali, Dian Usdiyana
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 154-163; doi:10.31000/prima.v4i2.2619

Abstract:
Geometry is one of the courses in the curriculum for students of prospective mathematics teachers that can develop deductive thinking ability. The question is, how is the learning and teaching process of the geometry course implemented so as to develop this deductive thinking ability? This research, therefore, aims to investigate the learning and teaching process of a geometry course for prospective mathematics teachers. For reaching these aims, this qualitative study was conducted through observations on the learning process and the written test of a geometry course, for the case of area formulas, involving 56 students of mathematics education program. The results revealed that the learning process is implemented by emphasizing the use of the deductive approach, and from the written test we found various proof strategies in proving an area formula. We conclude that the learning and teaching process of the geometry course has influenced the development of student deductive thinking.
Jeri Araiku, Somakim Somakim, Weni Dwi Pratiwi, Nadia Faradilla, Annisa Oktavia Lestari
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 137-153; doi:10.31000/prima.v4i2.2669

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis buku penilaian matematika wajib SMA karya Prof. Wono Setya Budhi, Ph.D. berdasarkan Standard for Mathematical Practice (SMP) pada indikator menggunakan alat-alat dan strategi yang tepat (MP5), ketepatan (MP6), mencari dan menggunakan pola (MP7), dan mencari dan menyatakan keteraturan dalam penalaran berulang (MP8). Metode yang digunakan adalah analisis konten, yang terdiri atas desk evaluation, reduksi data dan deskripsi data hasil analisis. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh kesesuaian buku dengan indikator MP5 sebesar 36,84%, MP6 dan MP8 sebesar 100%, serta MP7 sebesar 47,37%. Kesesuaian indikator ini menunjukan bahwa buku yang dianalisis dapat membantu siswa untuk mengambangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi, motivasi belajar, serta keterampilan menggunakan alat-alat dan aplikasi-aplikasi matematika. Selain kesesuaian buku dengan SMP, kelebihan lain buku ini adalah terdapat video tutorial di setiap bab yang dapat diakses dengan memindai barcode. Oleh sebab itu, buku ini sangat disarankan untuk digunakan oleh siswa agar dapat belajar secara mandiri terutama pada masa pandemi COVID-19 saat ini.
Nita Rahayu, Fitri Alyani
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 121-136; doi:10.31000/prima.v4i2.2668

Abstract:
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki peserta didik dalam menghadapi tantangan abad ke-21. Dalam memecahkan suatu permasalahan matematika, setiap peserta didik memiliki respon yang berbeda dalam menyikapi kesulitan tersebut yang dinamai dengan Adversity Quotient (AQ). Adversity Quotient terbagi menjadi tiga tipe, yaitu tipe climber, tipe camper, dan tipe quitter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis matematis berdasarkan Adversity Quotient siswa kelas XI dalam menyelesaikan permasalahan materi barisan dan deret berdasarkan indikator berpikir kritis yang telah disusun. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MIPA tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 104 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan antara lain soal tes untuk melihat kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang telah disesuaikan dengan indikator berpikir kritis dan non tes berupa angket Adversity Quotient (AQ). Instrumen tes dan non tes diukur menggunakan Model Rasch dibantu oleh software Winstep dan SPSS versi 24.0. Berdasarkan hasil pengolahan data, sebagian besar peserta didik berada pada tipe campers. AQ memberikan pengaruh positif terhadap pencapaian kemampuan berpikir kritis matematis siswa. AQ dan kemampuan berpikir kritis matematis memiliki korelasi/hubungan yang signifikan sehingga terdapat penjabaran mengenai tipe-tipe AQ.
Ni Ketut Erawati, Ni Kadek Rini Purwati
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 109-120; doi:10.31000/prima.v4i2.2617

Abstract:
Gender dan gaya belajar memiliki peran dalam belajar matematika. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adakah perbedaan kemampuan pembuktian matematika berdasarkan gender dan gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian komparatif dengan rancangan faktorial yang dilaksanakan di salah satu perguruan tinggi di Bali dengan subjek penelitian mahasiswa semester VII sebanyak dua kelas yang terdiri dari 33 mahasiswa. Pengumpulan data gender dan gaya belajar menggunakan angket, sedangkan data kemampuan pembuktian menggunakan tes pembuktian dalam mata kuliah analisis riil. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA dua arah. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan pembuktian di antara mahasiswa perempuan dan laki-laki serta perempuan memperoleh hasil yang lebih baik. Sedangkan berdasarkan gaya belajar, secara umum menunjukkan terdapat perbedaan kemampuan pembuktian di antara gaya belajar visual, auditori, dan kinestetik. Uji lanjut menunjukkan perbedaan yang signifikan terjadi antara gaya belajar visual dan kinestetik. Hasil analisis juga menunjukkan tidak terjadi interaksi antara gender dan gaya belajar dalam mempengaruhi kemampuan pembuktian matematika mahasiswa.
Maryati Maryati, Rully Charitas Indra Prahmana
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 100-108; doi:10.31000/prima.v4i2.2600

Abstract:
An essential part of learning transformation geometry is rotation. Before learning more about other parts of the transformation geometry topic, such as translation, dilation, and reflection, firstly, students are required to understand well about rotation. However, several students have not been able to understand this subject properly due to the stages of learning in the rotation has not been appropriately arranged. Thus, this study aims to design a student learning trajectory in learning rotation, which develop from informal to formal level through the Indonesian Realistic Mathematics Education (IRME) approach. Furthermore, researchers used a design research method divided into three stages, namely preliminary design, design experiments, and retrospective analysis. This study describes how the bamboo woven motif contributes significantly to 31 ninth-grade students understanding the rotation concept. As a result, the woven bamboo motif's context can stimulate students' understanding of rotation. It is proven based on the strategies and models of students during their learning process which contributes to their fundamental knowledge of rotation.
Annisa Juliyanti, Heni Pujiastuti
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 75-83; doi:10.31000/prima.v4i2.2591

Abstract:
Penelitian ini menguji pengaruh kecemasan matematis dan konsep diri terhadap hasil belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XII Madrasah Aliyah Al-Islah, tahun ajaran 2019/2020. Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik simple random sampling (sampel acak sederhana) yaitu cara pengambilan sampel secara acak (random) dengan benar-benar memberikan peluang yang sama. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah data kuantitatif berupa kecemasan matematis, konsep diri dan hasil belajar matematika siswa. Untuk memperoleh data tersebut, peneliti menggunakan dua metode pengumpulan data kuantitatif, yakni metode dokumentasi dan metode angket. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapat bahwa nilai signifikansi untuk kecemasan matematis sebesar 0,016 < 0,05, dan nilai signifikansi untuk konsep diri sebesar 0,230 > 0,05. Ini berarti bahwa secara parsial hanya faktor kecemasan matematis yang memberikan pengaruh terhadap hasil belajar matematika siswa. Sedangkan berdasarkan uji analisis regresi berganda diperoleh nilai Fhitung sebesar 3,758 dengan nilai signifikansinya 0,044 < 0,05 sehingga terdapat pengaruh yang signifikan antara kecemasan matematis dan konsep diri secara simultan terhadap hasil belajar matematika siswa. Diperoleh nilai R2 sebesar 0,308, artinya 30,8% perubahan pada hasil belajar matematika siswa secara simultan dengan kecemasan matematis dan konsep diri, sedangkan 69,2% sisanya dijelaskan oleh berbagai macam variabel lain yang tidak dianalisis dalam penelitian ini.
Alifiani Alifiani, Sikky El Walida
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 84-99; doi:10.31000/prima.v4i2.2614

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses metakognitif mahasiswa dalam mengerjakan soal HOTS (Higher Order Thinking Skill) terkait materi aplikasi turunan peubah banyak, khususnya masalah ekstrim (maksimum-minimum) dalam mata kuliah Kalkulus Lanjut ditinjau dari gaya kognitifnya, yaitu Field Independence (FI), Field Dependence (FD), dan Field Neutral (FN). Sesuai dengan tujuan penelitian, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif eksploratif. Instrumen yang digunakan adalah peneliti sebagai instrumen utama, lembar soal, angket analisis gaya kognitif, dan alat rekam. Subjek penelitian terdiri dari 3 orang mahasiswa Pendidikan Matematika Semester 3 di salah satu Perguruan Tinggi di Kota Malang yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Hasil dari penelitian ini adalah individu FI memiliki proses metakognitif yang lebih baik saat mengerjakan soal HOTS dibandingkan individu FD dan FN. FI melakukan metacognitive evaluation untuk memerika jawaban meski tidak menemui kendala atau kesalahan sedangkan individu FD dan FN baru melakukan metacognitive evaluation dalam memeriksa kembali jawaban ketika sadar bahwa ada kesalahan yang dilakukan. Jadi dapat disimpulkan bahwa individu FI memiliki proses metakognitif yang lebih baik saat mengerjakan soal HOTS dibandingkan individu FD dan FN.
Dwi Adianti Putri, Istihana Istihana, Rizki Wahyu Yunian Putra
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 64-74; doi:10.31000/prima.v4i1.1652

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis dengan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures berbantuan modul desain didaktis, Conceptual Understanding Procedures, dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah Quasy Experimen Design dengan metode kuantitatifdan desain penelitian yang digunakan pretest-postest control design. Uji N-gain digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis. Analisis data akhir menggunakan Anava satu jalan yang dilanjutkan dengan uji Schefee’. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik acak kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen 1 memiliki rata-rata peningkatan pemahaman konsep matematis sebesar 0,56, kelas eksperimen 2 memiliki rata-rata sebesar 0,46 dan kelas kontrol sebesar 0,31. Berdasarkan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dapat diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran Conceptual Understanding Proceduresberbantuan modul desain didaktis lebih baik terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dibandingkan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures dan model pembelajaran konvensional.
Rachmawati Rachmawati, Anik Kurniawati
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 46-63; doi:10.31000/prima.v4i1.1891

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan inovasi evaluasi hasil tes yang bebas kertas, yaitu dengan evaluasi berbasis mobile online yang menggunakan Google Form. Evaluasi berbasis mobile online merupakan evaluasi yang menggunakan perangkat elektronik mobile(ponsel). Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Tahap disseminate tidak dilaksanakan dalam penelitian karena produk hanya terbatas penggunaannya pada mahasiswa program studi Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo Malang pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi ahli, soal tes dan angket respon mahasiswa. Instrumen penilaian tes berbasis mobile online berbantuan Google Form yang dikembangkan memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penilaian aspek kevalidan berdasarkan lembar validasi ahli media berada pada kriteria valid rata-rata 3,66. Penilaian aspek kepraktisan berdasarkan angket respon user (mahasiswa) berada pada kriteria baik dengan rata-rata 3,02. Penilaian asspek keefektifan berdasarkan hasil tes mahasiswa berada pada kriteria baik dengan rata-rata 80,67. Jadi instrumen penilaian tes mobile online berbantuan Google Form yang dikembangkan layak digunakan untuk evaluasi pembelajaran.
Ela Priastuti Mirlanda, Hepsi Nindiasari, Syamsuri Syamsuri
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 11-21; doi:10.31000/prima.v4i1.2081

Abstract:
Penelitian ini menguji pengaruh model pembelajaran flipped classroom terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau berdasarkan gaya kognitif siswa field independent dan field dependent. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Rangkasbitung, dengan sampel 2 kelas untuk dijadikan 1 kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran flipped classroom dan 1 kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran saintifik sebagai pembanding. Tahapan penelitian yang pertama dilakukan adalah pemberian tes GEFT (Group Embed Figure Test) untuk mengelompokkan siswa berdasarkan gaya kognitifnya. Kemudian siswa diberikan pretes, diberikan perlakuan dan terakhir diberikan postes. Pretes dan postes berupa 4 buah soal uraian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menentukan statistik deskriptif skor pretes dan postes, uji normalitas data N-gain, uji homogenitas data N-gain serta analisis varians dua jalan (Two Way Anova). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas saintifik. Sedangkan jika berdasarkan gaya kognitif, peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa field independent pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas saintifik. Begitu pula dengan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa field dependent pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas saintifik. Penerapan model pembelajaran flipped classroom dan pemahaman tentang karakteristik siswa berdasarkan gaya kognitifnya memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan penalaran matematisnya dalam rangka tercapainya tujuan pembelajaran matematika.
Back to Top Top