Prima: Jurnal Pendidikan Matematika

Journal Information
ISSN / EISSN : 25799827 / 25802216
Current Publisher: Journal of Government and Civil Society (10.31000)
Total articles ≅ 35
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Neneng Farhatin, Heni Pujiastuti, Anwar Mutaqin
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 33-45; doi:10.31000/prima.v4i1.2082

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal dikarenakan belum banyak tersedianya bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal dan bahan ajar ini diharapkan layak untuk digunakan, karena itu, peneliti membuat suatu karya bahan ajar berbasis kearifan lokal dalam pembelajaran matematika pada materi persamaan linier dua variabel. Metode dari penelitian ini adalah Research and Development Model ADDIE. Langkah-langkah pengembangan yang ditempuh adalah (1) analyze (analisis), (2) design (perancangan), (3) development (pengembangan), (4) Implementation (Implementasi), (5) evaluation (evaluasi). Uji kelayakan berdasarkan penilaian dari para ahli menunjukan bahwa bahan ajar berbasis kearifan lokal memperoleh kategori sangat baik dengan hasil penilaian dan validasi oleh ahli materi yaitu 80.00% dan hasil penilaian dan validasi oleh ahli media 85% sehingga bahan ajar berbasis kearifan lokal ini layak untuk digunakan. Uji kelayakan berdasarkan angket respon siswa menunjukkan bahwa bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal ini memperoleh kategori sangat baik dengan persentase 81% sehingga bahan ajar matematika berbasis kearifan lokal layak digunakan.
Rachmawati Rachmawati, Anik Kurniawati
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 46-63; doi:10.31000/prima.v4i1.1891

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk memberikan inovasi evaluasi hasil tes yang bebas kertas, yaitu dengan evaluasi berbasis mobile online yang menggunakan Google Form. Evaluasi berbasis mobile online merupakan evaluasi yang menggunakan perangkat elektronik mobile(ponsel). Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan 4D (define, design, develop, dan disseminate). Tahap disseminate tidak dilaksanakan dalam penelitian karena produk hanya terbatas penggunaannya pada mahasiswa program studi Pendidikan Matematika IKIP Budi Utomo Malang pada mata kuliah Belajar dan Pembelajaran. Instrumen penelitian ini adalah lembar validasi ahli, soal tes dan angket respon mahasiswa. Instrumen penilaian tes berbasis mobile online berbantuan Google Form yang dikembangkan memenuhi aspek kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan. Penilaian aspek kevalidan berdasarkan lembar validasi ahli media berada pada kriteria valid rata-rata 3,66. Penilaian aspek kepraktisan berdasarkan angket respon user (mahasiswa) berada pada kriteria baik dengan rata-rata 3,02. Penilaian asspek keefektifan berdasarkan hasil tes mahasiswa berada pada kriteria baik dengan rata-rata 80,67. Jadi instrumen penilaian tes mobile online berbantuan Google Form yang dikembangkan layak digunakan untuk evaluasi pembelajaran.
Ilham Rais Arvianto, Yosef Murya Kusuma Ardhana
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 22-32; doi:10.31000/prima.v4i1.2032

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan perangkat pembelajaran (RPS dan RPP) yang berkualitas dari aspek kevalidan, kepraktisan, dan efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif sebagai upaya menuju era industry 4.0. Penelitian ini termasuk dalam penelitian pengembangan. Rancangan penelitian ini terdiri dari 10 langkah, yaitu: (1) penelitian terhadap produk penelitian yang sudah ada, (2) studi literature, (3) perancangan dan pembuatan instrumen penelitian, (4) perancangan pengembangan produk, (5) pengujian internal desain, (6) revisi desain, (7) pembuatan produk penelitian, (8) uji coba terbatas, (9) revisi produk, dan (10) uji coba lapangan umum. Penelitian ini dilakukan di STMIK AKAKOM Yogyakarta. Produk hasil pengembangan dikatakan berkualitas jika memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Teknik pengumpulan data menggunakan angket (data kevalidan dan kepraktisan) dan tes (data kefektifan). Kesimpulan penelitian ini menyebutkan bahwa sebagai upaya menuju revolusi industry 4.0, perangkat pembelajaran yang terdiri dari RPS dan RPP dinyatakan berkualitas sesuai dengan aspek valid, praktis dan efektif untuk meningkatkan 37% kemampuan berpikir kreatif.
Ela Priastuti Mirlanda, Hepsi Nindiasari, Syamsuri Syamsuri
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 11-21; doi:10.31000/prima.v4i1.2081

Abstract:
Penelitian ini menguji pengaruh model pembelajaran flipped classroom terhadap peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa ditinjau berdasarkan gaya kognitif siswa field independent dan field dependent. Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah cluster random sampling. Populasi dari penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 1 Rangkasbitung, dengan sampel 2 kelas untuk dijadikan 1 kelas eksperimen yang menggunakan model pembelajaran flipped classroom dan 1 kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran saintifik sebagai pembanding. Tahapan penelitian yang pertama dilakukan adalah pemberian tes GEFT (Group Embed Figure Test) untuk mengelompokkan siswa berdasarkan gaya kognitifnya. Kemudian siswa diberikan pretes, diberikan perlakuan dan terakhir diberikan postes. Pretes dan postes berupa 4 buah soal uraian yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Teknik analisis data yang dilakukan adalah menentukan statistik deskriptif skor pretes dan postes, uji normalitas data N-gain, uji homogenitas data N-gain serta analisis varians dua jalan (Two Way Anova). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas saintifik. Sedangkan jika berdasarkan gaya kognitif, peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa field independent pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas saintifik. Begitu pula dengan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa field dependent pada kelas flipped classroom lebih tinggi daripada kelas saintifik. Penerapan model pembelajaran flipped classroom dan pemahaman tentang karakteristik siswa berdasarkan gaya kognitifnya memungkinkan siswa mengembangkan kemampuan penalaran matematisnya dalam rangka tercapainya tujuan pembelajaran matematika.
Wangsit Rigusti, Heni Pujiastuti
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 1-10; doi:10.31000/prima.v4i1.2079

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kemampuan pemecahan masalah ditinjau dari motivasi belajar matematika siswa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kuantitatif. Pokok bahasan dalam penelitian ini adalah statistika. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPS 1 SMA Negeri 17 Pandeglang tahun ajaran 2019/2020 yang berjumlah 32 siswa. Instrumen pengumpulan data yang digunakan antara lain soal test akhir untuk melihat kemampuan pemecahan masalah siswa dan lembar angket motivasi belajar siswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan persentase skor dan anova dua jalur. kemampuan pemecahan masalah dan motivasi belajar matematika siswa dilihat dari kategori tinggi, sedang, dan rendah. Berdasarkan hasil pengolahan data, bahwa sebaran motivasi belajar tinggi 25 % siswa, motivasi belajar sedang 47 % siswa, dan motivasi rendah 28 % siswa. Dengan skor ideal 100, diperoleh rata- rata kemampuan pemecahan masalah matematika secara keseluruhan yaitu sebesar 68,75. Rata-rata kemampuan pemecahan masalah siswa yang memiliki motivasi tinggi yaitu 75.6, Siswa dengan motivasi sedang rata-rata kemampuan pemecahan masalah matematika 70.7, dan rata-rata kemampuan pemecahan masalah untuk siswa dengan motivasi rendah yaitu 59,4. Hasil analisis dengan uji anova dua jalur bahwa terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa antara motivasi belajar tinggi, sedang, dan rendah.
Dwi Adianti Putri, Istihana Istihana, Rizki Wahyu Yunian Putra
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 4, pp 64-74; doi:10.31000/prima.v4i1.1652

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis dengan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures berbantuan modul desain didaktis, Conceptual Understanding Procedures, dan model pembelajaran konvensional. Penelitian ini adalah Quasy Experimen Design dengan metode kuantitatifdan desain penelitian yang digunakan pretest-postest control design. Uji N-gain digunakan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis. Analisis data akhir menggunakan Anava satu jalan yang dilanjutkan dengan uji Schefee’. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik acak kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelas eksperimen 1 memiliki rata-rata peningkatan pemahaman konsep matematis sebesar 0,56, kelas eksperimen 2 memiliki rata-rata sebesar 0,46 dan kelas kontrol sebesar 0,31. Berdasarkan rata-rata kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dapat diperoleh kesimpulan bahwa model pembelajaran Conceptual Understanding Proceduresberbantuan modul desain didaktis lebih baik terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis peserta didik dibandingkan model pembelajaran Conceptual Understanding Procedures dan model pembelajaran konvensional.
Raras Budiarti Lestari, Hepsi Nindiasari, Abdul Fatah
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 134-145; doi:10.31000/prima.v3i2.1209

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendah nya kemampuan berfikir kritis matematis siswa SMA. Berdasarkan penelitian relevan sebelumnya menyatakan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa calon guru SD hanya sebesar 34,06 persen yang terdiri dari 36,26% untuk mahasiswa berlatar belakang IPA dan 26,62% calon guru berlatar belakang non IPA (Maulana, 2008:2). Pendekatan Metakognitif dipilih untuk dapat meningkatkan kemampuan berfikir kreatif siswa SMA ditinjau dari tahap perkembangan kognitif siswa. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 6 Pandeglang Tahun ajaran 2017/2018 dan sampel penelitiannya ialah kelas XI IPA 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPA 5 sebagai kelas kontrol yang dipilih secara acak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:1. Mengetahui peningkatan kemampuan berpikir kritis metamatis yangdiberikan pembelajaran menggunakan pendekatan metakognitif lebih tinggi daripada pembelajaran ekspositiri; 2. Mengetahui apakah ada pengaruh interaksi antara pendekatan metakognitif dan tahapan perkembangan kognitif terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa. Hasil penelitian menunjukan : 1. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa yang diberikan pembelajaran menggunakan pendekatan metakognitif lebih tinggi dibandingkan pembelajaran ekspositori. 2. Terdapat interaksi antara pendekatan metakognitif dan tahap perkembangan kognitif (formal, transisi. konkret) terhadap kemamapuan berpikir kritis matematis siswa.
Arumella Surgandini, Pinta Deniyanti Sampoerno, Anton Noornia
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 85-102; doi:10.31000/prima.v3i2.932

Abstract:
Peserta didik matrikulasi di STKIP Surya Tangerang mengalami kesulitan dalam mempelajari transformasi geometri. Masalah pemahaman konsep transformasi geometri yang dialami peserta didik STKIP Surya perlu diatasi karena sebagai calon guru, peserta didik di STKIP Surya dituntut untuk memahami konsep matematika dengan baik agar kelak dapat mengajarkan materi dengan baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan teori instruksional lokal guna membangun pemahaman konsep peserta didik pada materi transformasi geometri dengan menggunakan pendekatan PMRI berbantuan GeoGebra. Penelitian ini terdiri dari 8 pertemuan dengan subjek penelitian 6 peserta didik yang memiliki kemampuan awal berbeda berdasarkan materi prasyarat. Metodologi yang diterapkan adalah design research yang meliputi tahap preparation and design, teaching experiment, dan retrospektif analysis. Teknik pengumpulan data yang digunakan, yaitu pensil dan kertas, wawancara, serta perekaman video. Instrumen penelitian dalam pengumpulan data adalah hipotesis lintasan belajar, lembar aktivitas, lembar kerja, lembar observasi, lembar wawancara dan tes kemampuan pemahaman konsep. Hasil analisis retrospektif menunjukkan bahwa penerapan PMRI berbantuan GeoGebra dengan menggunakan konteks peraturan baris-berbaris dapat menumbuhkan dan meningkatkan pemahaman konsep transformasi geometri peserta didik.
Apriyanti Apriyanti, Yuyu Yuhana, Abdul Fatah
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 146-151; doi:10.31000/prima.v3i2.1210

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui model pembelajaran mana yang lebih baik untuk meningkatan kemampuan berpikir kritis siswa, antara siswa yang menggunakan model problem based learning tipe CPS dan SSCS. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa SMAN 6 Pandeglang, sampel dipilih 2 kelas, dalam menentukan kelas eksperimen 1 dan 2 dilakukan secara purposive sampling. Tes berupa 5 soal uraian yang sesuai dengan indikator kemampuan berpikir krtis. Pretes dilakukan sebagai tes kemampuan awal sebelum perlakuan menggunakan model problem based learning tipe CPS dan SSCS. Postes dilakukan setelah diberikan perlakuan menggunakan model problem based learning tipe CPS dan SSCS. Hasil yang diperoleh setelah proses pembelajaran menggunakan model problem based learning tipe CPS dan SSCS dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir krtis siswa yang menggunakan model problem based learning tipe SSCS lebih baik dari pada kemampuan berpikir kritis siswa yangn menggunakan model problem based learning tipe CPS.
Hairul Saleh, Warsito Warsito
Prima: Jurnal Pendidikan Matematika, Volume 3, pp 158-174; doi:10.31000/prima.v3i2.1648

Abstract:
Tujuan penelitian ini mengkaji pembelajaran dengan model siklus 7E berbantuan hypnoteaching dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen. Desain dalam penelitian ini adalah desain kelompok kontrol pretes-postes. Kelas eksperimen diberi pembelajaran model siklus 7E berbantuan hypnoteaching dan kelas kontrol diberi pembelajaran konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Program Studi Pendidikan Matematika pada salah satu Universitas di kota Tangerang. Analisis statistika yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji-t dan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan koneksi matematis mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran model siklus 7E berbantuan hypnoteaching lebih baik daripada mahasiswa yang mendapatkan pembelajaran konvensional.
Back to Top Top