AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak

Journal Information
ISSN / EISSN : 2541-4658 / 2528-7427
Published by: IAIN Syekh Nurjati Cirebon (10.24235)
Total articles ≅ 90
Filter:

Latest articles in this journal

Mahkamah Brantasari
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 89-103; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.6489

Abstract:
Game play at this time can no longer be avoided, both by adults and children, the reasons for playing games are diverse ranging from filling spare time to eliminate the boredom experienced by humans at different age levels. So that game play does not only end with activities that are not useful, then as an adult must direct that the game play can be useful and used as a stimulating tool for children and can improve children's spatial-visual intelligence. This research was conducted on a child who is five years old, by conducting research using a game on a smartphone, the Building Simulator Game, which is specialized in Block Craft 3D level 1. The activity carried out is collecting data by exploring the ability of children in game play, doing observation and directly involved in directing children to play games. In stimulating spatial-visual intelligence with Building Simulator Games there are a number of children aged 5 years. First: determine the simplest building simulator game, Second: introduce block-shaped block media, Third: choose the type of building to be made, Fourth: Block Craft 3 D consists of level 26, but researchers only introduce children to level 1 according to their abilities. With the Block Craft 3 D game, it is expected that spatial-visual stimulation will be beneficial for children in the future
Ega Trisna Rahayu
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 62-74; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.7657

Abstract:
Berdasarkan ditetapkannya Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sebagai pandemi pada tanggal 11 Maret 2020 oleh Direktur Jenderal World Health Organization. Serta arahan Presiden Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam terbitan Surat Edaran Nomor 15 Tahun 2020 tentang Pedoman Penyelenggaraan Study from Home pada Masa Darurat Penyebaran Covid-19. Maka dalam menyikapi hal tersebut, untuk mengefektifitaskan Study from Home pembelajaran Pendidikan Jasmani, penulis mengembangankan inovasi media pembelajaran “Rope Ladder (Rolade) Physical Activity”. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektifitas pengembangan inovasi media pembelajaran Rope Ladder (Rolade) Physical Activity dalam meningkatkan motivasi Study from Home anak usia dini Sekolah Dasar pada pembelajaran Pendidikan Jasmani di Kabupaten Karawang Jawa Barat Indonesia. Metode eksperimen digunakan melalui rancangan The One-Group Pretest-Posttest Design (Fraenkel, 2012) dengan sampel siswa Sekolah Dasar kategori Anak Usia Dini pada usia 7-8 tahun (n=19) ditetapkan berdasarkan Cluster Random Sampling, serta dilakukan 8 pertemuan pada Study from Home Pendidikan Jasmani. Instrumen yang digunakan adalah tes angket motivasi siswa yang dikembangkan berpedoman pada Ang Chen, Paul W. and Robert P. Pangrazi (2001) dalam Slameto (2010). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan Teknik Uji-T. Hasil penelitian menunjukan bahwa inovasi media pembelajaran Rope Ladder (Rolade) Physical Activity dapat meningkatkan minat Study from Home Pendidikan Jasmani anak usia dini sekolah dasar.
Roudlotul Islamiyah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 104-119; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.6522

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitan yang membahas tentang pola asuh orangtua yang bekerja dalam pola hidup sehat anak usia dini. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui dampak pola asuh orangtua berkerja sebagai pembentuk prilaku hidup sehat anak usia dini. Subjek penelitian ini terdiri dari tiga keluarga yang terdiri dari pasangan yang bekerja dan anak yang bersekolah di salah satu sekolah PAUD di Kediri dengan bentuk pola asuh yang berbeda. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu penelitian kualitatif deskriptif dengan data yang dikumpulkan melalui pengamatan, angket, dokumentasi, dan wawancara dengan analisis dengan reduksi data, menampilkan data, dan disimpulkan. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini yaitu anak-anak dalam pola asuh demokrasi dari orangtua yang bekerja, seluruh bagian dalam hidup sehat dengan spiritual, fisik, dan moral yang diperbarui dengan baik. Anak dalam pola asuh otoriter dari orangtua yang bekerja, masih harus membicarakankan dan dibimbing dalam hal santun santun, diberi semangat dalam kegiatan motorik / fisik, juga dilatih toilet training sedangkan anak dalam pola asuh permisif dari orangtua yang bekerja, masih harus dibimbing dalam segala bidang, baik spiritual, fisik, maupun moral. Kata Kunci: pola asuh, usia bekerja, hidup sehat, anak usia dini
Isnaini Nur Azizah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 75-88; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.6176

Abstract:
This research aims to create educational product of comics. This product make media to introduce numbers for early childhood. The subjects in this study were students for early childhood. They are TK Ma'arif 1 at 16c Metro South, TK Ma'arif 2 at 21 East Metro and RA Ma'arif 1 at 28 Purwosari Metro Utara. The development model used is the 4D development model, Thiagarajan which consists of 4 stages, define, design, develop and disseminate. The results of the material expert validation with a score of 3.60 with a very valid category. The results of design validation with a score of 3.43 with a very valid category. The results of the field test as much as 86% reached the indicator that the child could show / pronounce the names of numbers verbally and in writing, as many as 77% of the children reached the indicator which was able to write and mention the names of the numbers in order and consistently, as many as 69% of the children reached the indicator that was able to understand correspondence (for example "five" represents five things), as many as 80% of children reach the indicator that is able to understand the concept more and less
Saifuddin Saifuddin
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 15-31; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.7630

Abstract:
Parenting education provides knowledge to parents to educate their children, parents as the front guard in educating children must acquire knowledge of how, what and why parenting education must be obtained by parents. This education can be done by parents by consulting with educational institutions, in this research RA educational institutions in Cirebon district in case studies in RA Baiturridwan Gebang and RA Tholaal Badr Gunung Jati. This study uses a qualitative method with a naturalistic approach in observation and data collection, and the researchers themselves in this study as the main instrument. The research discussion is divided into three aspects, namely: first, the parenting aspect is an important aspect for providing education to children, this parenting can be said to be a parent who plays a major role in creating education based on local wisdom. both aspects of educating children are an important part of education. The three Cirebon local cultures are important aspects that must be considered by all parties, especially parents and teachers, parents at the teacher's house when at school. The researcher concludes this study, as follows: In the aspect of educating children, many parents do not understand how to provide education to their children, especially when they gather together with their families and even do not find the time agreed by the family. In the aspect of Cirebon's local culture, many families do not use the free language. In the parenting aspect, parents do not carry out education in order to improve their quality to get parenting knowledge, they tend to ignore, In the parenting aspect as an evaluation, parents should be fully involved to become the front teachers in the home.
Devita Savitri, Badru Zaman
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 120-133; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.7043

Abstract:
AbstrakPerilaku keselamatan anak usia dini sangatlah penting untuk diterapkan karena anak usia dini dikenal dengan masa rentang dalam kecelakaan dan keadaan bahaya (Sujiono, 2013; Marlon, 2017; & Morrongiello, 2015). Peran pendidik selaku fasilitator dalam memanfaatkan teknologi pada kegiatan proses pembelajaran yaitu mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi menggunakan aplikasi Powerpoint karena Powerpoint merupakan salah satu sarana yang populer karena kemudahan dan kelengkapan fitur-fiturnya sangat mendukung dalam pembuatan sebuah presentasi yang baik. Powerpoint juga dapat didesain dengan bentuk media pembelajaran yang unik dan menarik dengan konten seperti permainan untuk memfasilitasi perilaku keselamatan anak usia 5-6 tahun sesuai dengan KI, KD, dan Indikator pencapaian anak usia dini (Latif, 2013). Tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan dasar kebutuhan produk, rancangan produk, proses uji coba produk dan hasil akhir produk. Penelitian ini menggunakan metode Design Based Research (DBR) yang dikembangkan oleh Reeves. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, expert judgement, wawancara, dan studi dokumentasi. Validasi dilakukan oleh ahli media, dan ahli pedagogik, yang nantinya akan dilakukan revisi sesuai saran dari validator sampai produk dikatakan layak. Secara umum, media pembelajaran berbasis Powerpoint ini layak digunakan dalam pembelajaran. Refleksi pengembangan produk ini yakni menghasilkan media pembelajaran berbasis Powerpoint untuk memfasilitasi perilaku keselamatan pejalan kaki anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini menghasilkan file media pembelajaran berbasis Powerpoint untuk memfasilitasi perilaku keselamatan pejalan kaki anak usia 5-6 tahun dalam bentuk Compact Disk (CD), dan buku panduan media pembelajaran berbasis Powerpoint untukmemfasilitasi perilaku keselamatan anak usia 5-6 tahun.
Agustien Cahyaningrum
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 32-45; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.7279

Abstract:
Peran penting seorang ayah yang berlangsung seumur hidup dalam kehidupan anak adalah mencintai, melatih dan menjadi teladan. Ayah sebagai peletak dasar awal yang membentuk kepercayaan diri terhadap lingkungan. Kajian Fathering dalam pengasuhan anak usia dini berupaya mengembalikan posisi ayah kepada fitrahnya sebagai seorang pemimpin. Penelitian ini bertujuan mengetahui praktek Fathering yang dilakukan oleh para ayah dalam keluarga komunitas pekerja rumah sakit yang memiliki jam kerja cenderung tidak normal sehingga dapat menjadi hambatan dalam melakukan proses pengasuhan yang ideal bagi anak-anak mereka. Dengan metodologi penelitian Deskriptif Kualitatif dengan pendekatan psikologis diperoleh data bahwa para ayah dalam komunitas keluarga pekerja Rumah Sakit Abdul Manap di Kota Jambi belum sepenuhnya memahami arti penting Peran Ayah (Fathering) dalam pengasuhan anak usia dini, ditunjukkan dengan hasil wawancara 17 orang subyek diukur dengan Skala Sikap Ayah (Fathering Profile) mayoritas memberikan jawaban “sesekali”dan hasil skor yang diperoleh para subyek semua berada pada level “Average to Low” yaitu berada pada kisaran menengah cenderung rendah. Hasil penelitian dianalisa melalui pendapat para ahli, diperkuat penjelasan dalam Al-Qur’an dan Hadis Rasulullah ﷺ agar menjadi wacana baru bagi sumbangsih pendidikan anak usia dini di era 4.0 dimana orang tua dituntut mendidik anak sesuai dengan zamannya. Generasi Platinum (Gen Z) dengan orang tua Milenial yang berada dalam pusaran arus informasi bebas, berkarakter terbuka, butuh ruang bicara dan didengarkan. Para ayah membutuhkan wawasan dan ilmu untuk terlibat lebih banyak dalam pengasuhan. Praktek mencintai, melatih dan menjadi contoh yang berlangsung seumur hidup dapat diterapkan dengan meningkatkan intensitas dialog ayah dan anak.
Rosyidamayani Twinsari Maningtyas, Eny Nur Aisyah
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 1-14; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.7474

Abstract:
This study aims to find out how the perceptions of young children teachers to the development of conflict resolution for early childhood and how the teachers' strategies in developing conflict resolution skills in early childhood. This research uses descriptive quantitative method. The instrument used for data collection was a questionnaire distributed online. The result of this research is that teachers in Malang City have the right and correct perceptions about conflict resolution taught in early childhood. the majority of paud teachers in Malang city have implemented appropriate strategies in developing conflict resolution skills in early childhood. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi guru paud terhadap pengembangan resolusi konflik bagi anak usia dini dan bagaimana strategi guru dalam mengembangkan kemampuan resolusi konflik pada anak usia dini. penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Instrument yang digunakan untuk pengumpulan data adalah kuisioner yang disebarkan secara online. Hasil dari penelitian ini adalah guru- guru di kota malang memiliki persepsi yang tepat dan benar mengenai resolusi konflik yang diajarkan pada anak usia dini. mayoritas guru paud di kota malang telah menjalankan strategi- strategi yang sesuai dalam mengembangkan kemampuan resolusi konflik pada anak usia dini.
Ririn Dwi Wiresti, Suyadi Suyadi
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 134-147; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.6386

Abstract:
A child with an age range of 0 to 6 years is considered in the Early Childhood period that needed a lot of development stimulation. Following the regulation of the Minister of Education and culture (Permendikbud) No. 137 of 2014, there are six aspects of child development, namely physical-motor, religious and moral values, language, art, motor, and cognitive. In its application several points of progress can be stimulated simultaneously. For example, in coloring activities, points of development that was stimulated are excellent motor and art. In reality sometimes there is a separation between the practice of cognitive and motor development. For example, cognitive development stimulated through indoor exercise, while motor development will be encouraged through free exercise. Cognitive and motor development are interconnected aspects. Through these examples, researchers created the Jump Count game through the abacus ladder media. This game aims to dissect cognitive and motor indicators in depth. This research uses the descriptive quantitative method. The results of the study based on the instrument filling data with a check indicator on the cognitive and motor development of children aged 5 – 6 years; the data is presented in the form of a percentage. This research conducted in Raudatul Athfal (RA / Kindergarten) of Bunayya Yogyakarta with the research subjects of 14 children from the class of B2. The result showed that the Jump Count game could improve children's cognitive development by 34.1 % and children's motor development by 36.7 %. It can concluded; this game can improve cognitive development, fine motor, and gross motor skills in children with an age range of 5 – 6 years.
Rahmah Dwi Sistiarini
AWLADY : Jurnal Pendidikan Anak, Volume 7, pp 46-61; https://doi.org/10.24235/awlady.v7i1.6837

Abstract:
Produk yang dikembangkan adalah berupa permainan sirkuit Animove (Animal Movement). Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan suatu alternatif pembelajaran fisik motorik yang mampu melatih keterampilan motorik kasar anak khususnya pada kekuatan (Strength), Kecepatan (Speed), Kelincahan (Agility) pada anak usia 5-6 tahun yang memperhatikan aspek kemudahan, keamanan dan kemenarikan pada permainan. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) oleh Borg dan Gall yang telah dimodifikasi menjadi tujuh langkah yaitu melakukan: 1) penelitian dan pengumpulan data awal di lapangan, 2) merencanakan, 3) mengembangkan produk awal, 4) revisi awal, 5) melakukan uji coba dalam kelompok kecil terbatas, 6) melakukan revisi penyempurnaan produk dan 7) melakukan diseminasi atau penyebaran pada forum ilmiah pada seminar nasional pendidikan. Data diperoleh dari para ahli antara lain ahli permainan AUD, ahli alat permainan AUD, ahli fisik motorik. Instrument yang digunakan berupa kuesioner/angket dan lembar observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil dari validasi para ahli adalah sebagai berikut: (1) 97,2% dinyatakan oleh ahli permainan bahwa permainan sirkuit Animove sangat valid, sesuai dan mudah untuk dimainkan anak, (2) ahli alat permainan menyatakan 84,09% permainan sirkuit Animove sangat valid, aman, dan menarik untuk anak, (3) ahli fisik motorik menyatakan 96,43% permainan sirkuit Animove sangat valid dan dapat menstimulasi perkembangan fisik motorik kasar anak usia 5-6 tahun di TK B khususnya untuk melatih kekuatan, koordinasi, ketepatan dan kelincahan anak. Pada Uji kelompok kecil, diperoleh data: (1) 91,67% permainan ini aman untuk anak usia 5-6 tahun, (2) 95% permainan Animove ini mudah untuk anak usia 5-6 tahun dan (3) 96,67% permainan ini menarik untuk anak usia 5-6 tahun. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa permainan Animove sangat valid dan layak untuk dimanfaatkan dalam menstimulasi perkembangan fisik-motorik anak usia dini.
Back to Top Top