Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI)

Journal Information
ISSN / EISSN : 2356-0843 / 2579-9142
Current Publisher: Telkom University (10.25124)
Total articles ≅ 74
Filter:

Latest articles in this journal

Asterina Febrianti
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6; doi:10.25124/jrsi.v6i1.372

Abstract:
Driving involve activities some components including drivers, vehicles, passenger, roads, and the surrounding environment that interact with each other. Based on the website Badan Intelegensi Negara (BIN), it is said that one of the main causes of traffic accidents is the diver’s negligence. Data of Polrestabes Bandung City for the February 2014 to February 2015 showed that the rate of accidents, especially personal cars, had fluctuated. The driver factor that is the cause of the accident is most likely due to fatigue. The risk of work fatigue is on of them is stress. The impact of stress can disrupt driving performance arising from negative moods. Aim of this study was to analyze the stress and performance levels of driver personal car using salivary alpha amylase and stroop test parameters. The results of the study for sleep adequate treatment and lack of sleep treatment before and after simulation on stress levels (p-value (sig.) > α, 0,174; 0,351 > 0,05) and performance levels (p-value (sig.) > α, 0,546; 0,904 > 0,05) showed a significant distinction. While for stress level (p-value (sig.) > α, 0,365 > 0,05) about adequate sleep and lack of sleep treatment before and after simulation showed a significant distinction and performance level (p-value (sig.) > α, 0,915 > 0,05) showed a significant distinction. The coefitient correlation between stress level and performance level are 0.4, which mean there is strong correlation between stress level and performance level.
Alam Rahmatulloh
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6, pp 85-90; doi:10.25124/jrsi.v6i02.344

Abstract:
Big data is the latest industry keyword to describe large volumes of structured and unstructured data that are difficult to process and analyze. Most organizations are looking for the best approach to managing and analyzing large volumes of data, especially in decision making. Large data causes the process of presenting information to be slow because all the large amounts of data must be displayed so that specific techniques are needed so that the presentation of information remains fast even though the data is already large. The website generally processes requests to the server, and then if the required data is available, the server will send all the data. This causes all processes to be based on the client-side. So that the client load becomes heavy in displaying all the data. In this study, server-side processing techniques will be applied so that all processes will be handled by the server and the data sent is not all direct but based on periodic requests from the client. The results of this study indicate the use of server-side processing techniques is more optimal. Based on the results of testing the data presentation speed comparison with server-side processing techniques 98.6% is better than client-side processing.
Lauditta Irianti, Afif Yunaldi, Muhammad Atras Paradhyo, Arie Desrianty, Hendro Prassetiyo
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6, pp 91-100; doi:10.25124/jrsi.v6i02.371

Abstract:
Pemeriksaan kesehatan yang dilakukan dengan datang ke fasilitas kesehatan memiliki kendala dalam hal jarak, waktu serta energi, khususnya bagi individu dengan keterbatasan fisik. Salah satunya adalah penyandang tunanetra. Penelitian yang telah dilakukan sebelumnya telah mengembangkan suatu alat medis portabel yang terdiri dari alat ukur tinggi badan, berat badan, denyut jantung, saturasi oksigen, tekanan darah dan suhu tubuh yang dapat mengirimkan hasil pemeriksaan langsung ke tenaga ahli medis. Alat medis tersebut pun dapat digunakan oleh individu dengan keterbatasan fisik, seperti penyandang tunanetra. Namun begitu, alat medis tersebut belum terintegrasi serta belum dilengkapi dengan petunjuk pemakaian yang memudahkan penyandang tunanetra untuk menggunakannya. Perancangan fasilitas pemeriksaan kesehatan dilakukan sebagai jembatan penghubung antara alat medis portabel tersebut dengan penyandang tunanetra agar mereka dapat dengan mudah melakukan pemeriksaan kesehatan tanpa bantuan orang lain. Perancangan dilakukan dengan metode Ergonomic Function Deployment (EFD). Responden penelitian adalah 30 penyandang tunanetra di Panti Sosial Bina Netra (PSBN) Wyata Guna Kota Bandung. Pengambilan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner dimana atribut pernyataan diturunkan dari aspek ENASE Konsep anthropometri dibutuhkan dalam perancangan fasilitas ini. Terdapat tiga alternatif konsep dimana pemilihan konsep dilakukan secara kuantitatif pada tahap concept screening dan concept selecting. Konsep yang terpilih adalah konsep kedua dimana dimensi fasilitas adalah 209 x 192 x 300 cm. Material yang digunakan adalah kayu serta lantai menggunakan material parket. Fasilitas dilengkapi dengan petunjuk suara untuk menyampaikan informasi pada pengguna. Fasilitas dirancang agar pengguna mudah menjangkau peralatan di dalamnya, serta dilengkapi fasilitas penunjang seperti kursi, meja, pegangan tangan, speaker dan sensor pemindai identitas.
Mahmud Basuki
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6, pp 101-108; doi:10.25124/jrsi.v6i02.378

Abstract:
PT XYZ is a company engaged in leather tanning since 1966. The skin used by PT XYZ is sheep skin and goat skin, each of which has a composition of 50%. This study aims to analyze product defects in the process of shaving (tanning) by using statistical quality control and knowing the factors that cause product defects using Ishikwa diagrams. The results showed that there were three types of disabilities, namely tear, lorek, and thinness. By using the control chart p (p-chart) there are 5 out of control data observations with prioritization of repairs that must be done first is the type of tear, thinness, and finally lorek which analyzed the causes of product defects using Ishikawa diagram.
Fuad Dwi Hanggara
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6, pp 109-114; doi:10.25124/jrsi.v6i02.383

Abstract:
Layanan pelanggan adalah salah satu faktor utama untuk meningkatkan kualitas institusi pendidikan. Selain itu, diharapkan akan ada proses peningkatan berkelanjutan untuk kinerja sekolah sehingga kualitas dan output sekolah sebagai lembaga pendidikan selalu menjadi lebih baik dari waktu ke waktu. Oleh karena itu perlu ditinjau konsumen untuk meningkatkan kualitas institusi pendidikan terkait sehingga layanan institusi pendidikan di SMA X Kota Batam lebih baik. Studi ini mengintegrasikan metode Service Quality (SERVQUAL) dan Quality Function Deployment (QFD). Kuesioner dibuat berdasarkan 10 dimensi SERVQUAL sebagai alat untuk mengukur persepsi dan harapan konsumen sehingga diperoleh atribut negatif. Atribut negatif dimasukkan ke dalam suara pelanggan. Integrasi SERVQUAL dan QFD pada tahap ini. Hasil integrasi digunakan untuk menentukan prioritas keluhan, menentukan rencana peningkatan target, dan memberikan solusi sehingga target dapat dicapai berdasarkan nilai bobot mentah. Berdasarkan hasil penelitian tentang kualitas layanan SMA di kota Batam, dapat dilihat bahwa yang memiliki prioritas tertinggi untuk segera dilaksanakan adalah penerapan sistem hadiah/award kepada siswa yang berprestasi. Sedangkan atribut dengan tingkat kepentingan tertinggi kedua adalah materi tentang etika dasar kepada para siswa agar dapat terbina komunikasi yang baik antara siswa dan guru, dan kepentingan tertinggi ketiga adalah pembuatan prosedur standard operasional.
Elsa Melati Nurrachmat, Hanif Fakhrurroja
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6, pp 115-123; doi:10.25124/jrsi.v6i02.366

Abstract:
Tingginya persaingan dalam industri air minum dalam kemasan menjadi sebuah tantangan besar bagi perusahaan yang bergerak dalam industri tersebut. Sebagai salah satu perusahaan air minum dalam kemasan yang sedang berkembang, CV.XYZ kini tengah bersiap dalam menghadapi tantangan persaingan yang ada dengan memanfaatkan sistem informasi dan teknologi informasi, namun perusahaan mengalami kesulitan dalam menetapkan sistem dan teknologi informasi yang paling tepat untuk dipergunakan sebagai senjata dalam memenangkan persaingan bisnis, maka dalam penelitian ini dilakukan berbagai tahap analisa dalam menyusun rencana strategis sistem informasi dan teknologi informasi dengan menggunakan metode Ward dan Peppard, disesuaikan dengan model bisnis perusahaan yang tengah berlangsung menggunakan kerangka kerja bussiness canvas model untuk melihat keterkaitan antara keduanya. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi dalam portofolio aplikasi dan usulan rencana strategis sistem informasi yang nantinya dapat dipergunakan sebagai acuan bagi perusahaan dalam implementasi dan pengembangan sistem informasi dan teknologi informasi yang dapat meningkatkan daya saing perusahaan.
Wefi Ridha Maryami, Judi Alhilman, Nurdinintya Athari
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6; doi:10.25124/jrsi.v6i1.335

Abstract:
PT Konimex adalah salah satu perusahaan yang memproduksi makanan, seperti permen. Proses produksi permen ini dilakukan dengan menggunakan mesin, salah satunya mesin Eurosicma E75 DS (4)/A yang digunakan untuk proses packaging. Berdasarkan data tahun 2017, mesin ini hanya mampu mencapai target availability nya selama satu bulan dan memiliki frekuensi downtime terbesar dibandingkan mesin lainnya, yaitu sebanyak 37 kali kerusakan. Hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk umur mesin yang sudah melampaui batas optimalnya, sehingga menyebabkan perusahaan perlu melakukan kegiatan maintenance untuk mengembalikan kinerja mesin yang maksimal. Dalam melakukan kegiatanmaintenance, diperlukan untuk mengetahui jumlah maintenance crew. Untuk menentukan umur mesin dan jumlah maintenance crew yang optimal dapat digunakan metode Life Cycle Cost (LCC). Metode ini dihitung dari penjumlahansustaining cost dan acquisition cost. Selain itu, untuk mengetahui besarnya kerugian atas ketidakandalan mesin dilakukan perhitungan dengan metode Cost ofUnreliability (COUR) yang terdiri atas perhitungan failure rate, time lost, danmoney lost. Berdasarkan perhitungan LCC, diperoleh total nilai LCC terkecil sebesar Rp1.451.140.737 dengan umur mesin optimal adalah delapan tahun dan jumlah maintenance crew optimal sebanyak tujuh orang. Berdasarkan hasil perhitungan COUR, diperoleh nilai corrective money lost sebesar Rp57.097.869.694 dan downtime money lost senilai Rp60.671.980.382. Kata kunci: Downtime, Maintenance Crew, Life Cycle Cost, Sustaining Cost,Acquisition Cost, Cost of Unreliability
Shabrina Mutiara Winanda, Ari Yanuar Ridwan, Rosad Ma'Ali El Hadi
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6, pp 58-64; doi:10.25124/jrsi.v6i02.300

Abstract:
Adanya tuntutan standarisasi lingkungan untuk ekspor barang membuat industri penyamakan kulit harus memperhatikan setiap aktivitas bisnis yang ada dengan dampaknya terhadap lingkungan. Selain itu, industri penyamakan kulit juga menjadi sorotan pemerintah dikarenakan limbahnya yang dapat membahayakan lingkungan sekitar. Tekanan untuk standarisasi lingkungan dan minimalisir limbah mendorong industri penyamakan kulit untuk meningkatkan kinerjanya terhadap lingkungan. Peningkatan kinerja terhadap lingkungan harus dilakukan pada setiap organisasi yang ada di perusahaan dengan mengintegrasikan supply chain management dengan aspek lingkungan yang dikenal dengan konsep green supply chain management. Green supply chain management dapat terwujud jika semua proses bisnis yang ada telah menerapkan konsep yang ramah lingkungan, mulai dari green procurement, green manufacturing, green sales and distribution, dan green reverse logistic. Pada penelitian ini akan difokuskan pada penerapan green procurement di PT. ELCO, salah satu industri penyamakan kulit yang terletak di kota Garut. Penelitian ini bertujuan untuk merancang konsep green procurement menggunakan model supply chain operations reference (SCOR). Model SCOR yang digunakan adalah model yang telah dikembangkan dengan menambahkan beberapa pertimbangan terkait dengan lingkungan pada aktivitas bisnis yang ada didalamnya dan dikenal dengan model green SCOR. Hasil dari model ini berupa key performance indicator (KPI) yang telah diberi bobot dengan menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP), terdiri dari dua level dengan enam green objective dan sebelas KPI.
Yofa Fauzia Azima, Anik Hanifatul Azizah, R Wahjoe Witjaksono
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6, pp 65-71; doi:10.25124/jrsi.v6i02.328

Abstract:
PT.Wijaya Toyota Dago adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang jasa pelayanan, perawatan, perbaikan, dan penyediaan suku cadang resmi Toyota yang bernaung dibawah manajemen PT.Toyota Astra Motor. Saat ini PT. Wijaya Toyota Dago telah menggunakan sebuah sistem informasi yaitu TDMS (Toyota Dealer Management System). TDMS merupakan suatu sistem internal yang dimiliki Toyota untuk mempermudah kegiatan operasional perusahaan dan dalam melayani kebutuhan para pelanggan. TDMS menginduk pada System Application and Product in data processing (SAP), dimana SAP merupakan salah satu software ERP (Enterprise Resource Planning). Namun pengguna sistem masih belum menggunakan sistem secara maksimal. Dan sejak diimplementasikannya sistem TDMS belum pernah dilakukan analisis terhadap penerimaan pengguna. Berdasarkan masalah yang telah dijabarkan, solusi yang diusulkan yaitu melakukan analisi penerimaan pengguna terhadap sistem TDMS menggunakan model TAM2 dari Venkatesh dan Davis. TAM 2 merupakan model penelitian yang digunakan untuk menilai perilaku pengguna dalam menerima dan menggunakan sebuah teknologi informasi. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa terdapat pengaruh antara kegunaan yang dirasakan pemgguna dan kemudahan penggunaan terhadap minat pengguna yang artinya jika manfaat penggunaan aplikasi terus ditingkatkan, maka juga dapat meningkatkan minat pengguna dalam menerima sistem TDMS.
Wira Oktiandri
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri (JRSI), Volume 6; doi:10.25124/jrsi.v6i02.363

Abstract:
Dalam perkembangan industri saat ini yang terus maju maka setiap perusahaan dituntut untuk dapat bersaing dan mempunyai strategi yang tepat agar tidak ketinggalan dari perusahaan pesaing yang lainnya. Strategi dari perusahaan itu sendiri bermacam-macam, dapat berupa peningkatan kualitas, ketepatan waktu penyelesaian suatu pekerjaan dan lain sebagainya. UD. Wira Vulkanisir merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang vulkanisir ban, dengan jenis sistem produksi yang diterapkan yaitu MTO (Make To Order) dimana perusahaan ini sering mengalami keterlambatan dalam pengirim kepada konsumen, yang tentunya berdampak terhadap performa perusahaan itu sendiri. Penjadwalan dengan menggunakan metode CDS pada bulan maret 2019 mengahsilkan urutan job 9-8-7-6-3-4-2-5-1 dengan makespan sebesar 284,49 jam dimana metode ini lebih optimal dibandingkan dengan metode aktual perusahaan dengan selisih makespan sebesar 17,29 jam.Dari hasil penjadwalan menggunakan metode CDS dapat mempercepat proses produksi sebesar 5,6% di bandingkan penjadwalan perusahaan saat ini. Oleh karena ini itu, penajdwalan menggunakan metode CDS dapat di pertimbangkan oleh perusahaan untuk di terapkan di lantai produksi.
Back to Top Top