Jurnal Ecopsy

Journal Information
ISSN / EISSN : 2354-7197 / 2354-7634
Total articles ≅ 127
Filter:

Latest articles in this journal

Riszal Purwandika, Yulia Ayriza
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i2.6543

Abstract:
Kematangan karir memang penting dimiliki dalam diri setiap individu khususnya pada peserta didik di SMA. Kematangan karir berkaitan dengan kesiapan dalam proses karir dan cita-cita peserta didik di masa depan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh konsep diri terhadap kematangan karir peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Pacitan. Jenis penelitian yang digunakan adalah ex-post-facto dengan pendekatan kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh peserta didik SMA Negeri di Kabupaten Pacitan dengan total 3952 peserta didik. Ukuran sampel dalam penelitian ini 371 peserta didik yang ditentukan dengan teknik multi stage proportional random sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan skala. Teknik validitas menggunakan validitas isi. Teknik realibilitas menggunakan alpha cronbach. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh konsep diri terhadap kematangan karir peserta didik. Sehingga perilaku konsep diri yang ditunjukkan pada peserta didik dapat mempengaruhi tingkat kematangan karir yang dimiliki.
Aulia Elma Rabbika, Alice Salendu
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i2.7542

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran identifikasi organisasi sebagai mediator pada hubungan antara kepemimpinan etis dan komitmen afektif di industri perhotelan. Data dikumpulkan dari karyawan di X Hotel (N = 220) dengan menggunakan convenience sample, dimana subjek yang akan menjadi partisipan penelitian adalah karyawan dengan minimal satu tahun masa kerja. Alat pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala psikologi, yaitu Affective Commitment Questionnaire oleh Meyer dan Allen (1991), Ethical Leadership Scale oleh Brown, et al., (2005) dan Organizational Identification Scale oleh Mael dan Ashforth (1992). Data dianalisis menggunakan Hayes's PROCESS macro pada perangkat lunak SPSS. Analisis data menunujukkan hasil penelitian yang sesuai dengan hipotesis awal, yaitu adanya efek mediasi identifikasi organisasi. Berdasarkan teori pembelajaran sosial, kami berpendapat ada efek mediasi dari indentifikasi organisasi pada hubungan antara kepemimpinan etis dan komitmen afektif pada karyawan di industri perhotelan. Implikasi penelitian akan dibahas lebih lanjut.
Eka Dian Aprilia, Ryan Mahfudzi
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i2.7390

Abstract:
Impulse buying adalah pembelian tidak rasional dan diasosiasikan dengan pembelian yang cepat dan tidak direncanakan, diikuti oleh adanya konflik pikiran serta dorongan emosional. Salah satu faktor yang dapat memengaruhi impulse buying adalah gaya hidup hedonisme. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan gaya hidup hedonisme dengan impulse buying pada mahasiswa di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan kriteria sampel laki-laki dan perempuan, berusia 18 hingga 21 tahun, dan berkuliah di Banda Aceh. Teknik pengambilan sampel menggunakan kuota sampling. Analisis data menggunakan teknik korelasi Pearson yang menunjukkan nilai signifikansi (p)= 0,00 (p<0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara gaya hidup hedonisme dan impulse buying pada mahasiswa di Banda Aceh. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi gaya hidup hedonisme maka semakin tinggi pula impulse buying ataupun sebaliknya.
Muhammad Fitrah Ramadhan Umar, Muh. Daud, Faradillah Faradillah
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i2.6526

Abstract:
Kasus perceraian yang cukup besar di Indonesia khususnya kota Makassar menyebabkan berbagai permasalahan yang berdampak negatif pada anak. Salah satu permasalahan yang dihadapi adalah anak sulit untuk memaafkan kedua orang tuanya, sementara pemaafan ini adalah salah satu upaya untuk memperbaiki hubungan antara orang tua dan anak. Salah satu faktor terbesar yang memengaruhi pemaafan yaitu empati. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, teknik pengambilan sampel menggunakan purposive random sampling, teknik analisis data penelitian ini menggunakan uji korelasi product moment dengan bantuan SPSS 20.0. Jumlah subjek penelitian ini adalah sebanyak 73 orang. Hasil dari penelitian menunjukkan nilai korelasi antara empati dan pemafan yaitu 0,368 dengan nilai signifikansi p= 0.000 (p < 0.05), dengan kata lain terdapat hubungan yang positif di antara keduanya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan positif antara empati dan pemaafan pada remaja yang memiliki orang tua yang bercerai.
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i2.8310

Abstract:
Minyak termasuk komoditi komersil yang memberi keuntungan bagi suatu negara, termasuk Indonesia. Selama ini, kegiatan penambangan minyak dilakukan oleh Pertamina dengan menggunakan mesin modern. Namun demikian, masih ada pula kegiatan penambangan minyak yang dilakukan oleh rakyat dengan menggunakan mesin secara tradisional. Penelitian ini memfokuskan tinjauan psikoyuridis mengenai penambangan minyak tradisional yang telah dilakukan secara turun-temurun oleh kakek nenek moyang dan berlanjut sampai detik ini di desa Little Texas Wonocolo, Kedewan, Bojonegoro, Jawa Timur. Penelitian ini penelitian kualitatif. Pengambilan data dengan menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian melibatkan 5 subjek yang mengetahui permasalahan tambang minyak di wilayah Desa Wonocolo. Analisis data dengan menggunakan pendekatan triangular. Hasil penelitian menunjukan bahwa masyarakat desa Wonocolo melakukan penambangan minyak didasari oleh 3 faktor yaitu faktor keunikan wilayah geografis, faktor hukum adat yang diwariskan secara lisan maupun tertulis dan faktor motif ekonomi, Selanjutnya, hasil penelitian dibahas dalam tulisan ini.
Arum Etikariena
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i1.8426

Abstract:
Salah satu hal yang saat ini digalakkan dalam organisasi adalah bagaimana menimbulkan perilaku kerja inovatif pada karyawan. Beberapa studi menyebutkan peran pemimpin berperan signifikan pada perilaku kerja inovatif. Penelitian ini menguji empat gaya kepemimpinan yaitu kepemimpinan otentik, kepemimpinan pemberdayaan, kepemimpinan etis dan kepemimpinan benevolent pada perilaku kerja inovatif. Hipotesis pertama yang diajukan adalah keempat gaya kepemimpinan ini memiliki hubungan yang signifikan pada perilaku kerja inovatif. Hipotesis kedua adalah ada gaya kepemimpinan tertentu yang memberikan kontribusi lebih besar pada perilaku kerja inovatif. Studi dilakukan pada 217 responden yang bekerja di perusahaan – perusahaan yang berbasis teknologi digital. Hasil analisis korelasi Pearson Product Moment mendukung hipotesis 1 bahwa gaya-gaya kepemimpinan yang diukur memiliki korelasi yang signifikan dengan perilaku kerja inovatif. Sedangkan untuk hipotesis 2 melalui analisis multiple regresi diketahui bahwa gaya kepemimpinan pemberdayaan dengan kontribusi sebesar 31.13% adalah gaya kepemimpinan yang memberikan kontribusi paling besar dibandingkan tiga gaya kepemimpinan lainnya. Dengan hasil studi ini maka para pemilik usaha atau pimpinan di organisasi dapat mengembangkan gaya-gaya kepemimpinan tersebut untuk menggerakkan perilaku kerja inovatif pada karyawan. Secara spesifik, mengembangkan gaya kepemimpinan pemberdayaan akan diharapkan dapat memberikan dampak paling kuat.
Muhammad Nur Syuhada
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i1.8416

Abstract:
Kemiskinan tidak hanya bisa dilihat dari kacamata ekonomi, melainkan pemahaman faktor psikologis juga sangat diperlukan. Keberadaan Posdaya migunani yang terletak di Dusun Plalangan, Pondowoharjo, Sleman Yogyakarta, sejak beberapa tahun terakhir ini terbukti telah berhasil memberdayakan warga sekitarnya dan mengentaskan kemiskinan. Salah satunya adalah melalui program pemberdayaan perempuan dengan pembentukan Komunitas Usaha Batik Ayu Arimbi yang melibatkan ibu-ibu rumah tangga di dusun tersebut. Hal yang menarik untuk dikaji dari Komunitas Usaha Batik Ayu Arimbi tersebut adalah bagaimana psychological capital pada anggota komunitas usaha tersebut. Selain itu perlunya juga memahami bagaimana program pemberdayaan ekonomi pada Komunitas Batik Ayu Arimbi tersebut dapat berhasil secara organisasi komunitas hingga mampu memberikan penghasilan bagi para anggotanya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan analisis fenomenologis interpretatif. Partisipan dipilih berdasarkan purposive sampling dengan kriteria ; 1) anggota Batik Ayu Arimbi, 2) masa bergabung komunitas minimal 3 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur yang dipandu oleh panduan wawancara. Penelitian ini bertujuan agar dapat mengungkapkan bagaimana psychological capital dan faktor keberhasilan pemberdayaan ekonomi pada Komunitas Usaha Batik. Dan penelitian ini diharapkan nantinya dapat memberikan manfaat khasanah pengetahuan dan memberikan sumbangsih masukan pada program pemberdayaan pengetasan kemiskinan baik itu dari pemerintah ataupun organisasi masyarakat.
Selly Dian Widyasari
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i1.8427

Abstract:
Memperoleh pendidikan dan pekerjaan yang layak merupakan hak bagi setiap warga Negara Indonesia. Namun demikian, kenyataannya saat ini tenaga kerja dengan disabilitas masih mengalami kesulitan dalam mendapatkan pekerjaan. Hasil penelitian sebelumnya, sebagian besar hambatan yang dihadapi oleh individu dengan disabilitas disebabkan oleh sikap sosial terhadap mereka. Penelitian sebelumnya juga menyatakan perempuan memiliki sikap yang lebih positif terhadap individu dengan disabilitas dibandingkan laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk melihat ada atau tidaknya hubungan antara kontak yang dijalin individu dengan disabilitas dan sikap terhadap tenaga kerja dengan disabilitas, serta bertujuan melihat ada atau tidaknya perbedaan sikap terhadap tenaga kerja disabilitas pada laki-laki dan perempuan. Pengukuran dilakukan dengan menggunakan skenario sosial berupa vignette untuk mengarahkan subjek memproyeksikan emosi, pemikiran, dan perilaku mereka kedalam situasi yang ditampilkan. Sikap terhadap tenaga kerja disabilitas diukur melalui Multidimensional Attitudes Scale toward persons with disabilities (MAS). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya hubungan antara kontak dan sikap terhadap tenaga kerja dengan disabilitas, selain itu menunjukkan tidak adanya perbedaan sikap pada laki-laki dan perempuan. Temuan lain dalam penelitian ini adalah bahwa sebagian besar responden penelitian memiliki sikap yang positif terhadap tenaga kerja dengan disabilitas.
Rina Rahayu Siregar
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i1.6068

Abstract:
Moral disengagement merupakan proses ketidak aktifan regulasi diri pada individu sehingga menimbulkan perilaku tidak manusiawi dan melanggar moral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh moral disengagmenet terhadap perilaku agresif pada remaja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Subjek penelitian ini adalah remaja dalam Sekolah Menengah Atas di D.I Yogyakarta dengan jumlah 97 siswa dengan usia 15-18 tahun. Instrumen yang digunakan yaitu skala Aggression Questionnaire dan skala moral disengagement yang diuji validitasnya menggunakan validitas isi. Uji reliabilitasnya menggunakan teknik Alpha Cronbach dengan skala perilaku agresif (r) 0,845 dan moral disengagement (r) 0,627. Teknik analisis data penelitian yang digunakan adalah analisis regresi sederhana dengan bantuan software SPSS. Hasil menunjukkan bahwa ada pengaruh yang signifikan moral disengagement terhadap perilaku agresif (α = 0,03; p < 0,05).
Chatarina Shelda, Penny Handayani
Jurnal Ecopsy, Volume 7; doi:10.20527/ecopsy.v7i1.8421

Abstract:
Dimanfaatkannya anak untuk bekerja bahkan pada situasi yang merugikan berisiko mengganggu perkembangan anak sebagai remaja. Salah satu solusi yang diberikan terhadap isu ini adalah menyediakan pendidikan kewirausahaan bagi remaja-remaja rentan ini dengan harapan mereka dapat hidup secara lebih independen dan berguna. Dalam berwirausaha, seseorang membutuhkan efikasi diri agar mampu mengubah intensi berwirausaha menjadi aksi nyata. Peneliti ingin mengetahui sumber informasi pembentuk efikasi diri mana yang berkontribusi pada efikasi diri berwirausaha pada alumni pendidikan alternatif kewirausahaan. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan jenis penelitian retrospektif. Penelitian ini menggunakan dua instrumen penelitian yaitu Source of Entrepreneurial Self Efficacy Scale dan Entrepreneurial Self Efficacy Scale. Instrumen mengukur sumber informasi pembentuk efikasi diri; enactive mastery experiences, vicarious experiences, social persuasion, dan physiological dan affective state, serta efikasi diri berwirausaha partisipan. Instrumen ini disebarkan secara daring kepada 81 partisipan yang adalah wirausahawan alumni pendidikan alternatif kewirausahaan. Hasil dari pengisian kuisioner ini dianalisis dengan melakukan korelasi pearson dan analisis regresi berganda (multiple regression). Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dari keempat sumber informasi pembentuk efikasi diri, sumber informasi yang paling berkontribusi adalah vicarious experience, kemudian terdapat social persuasion, enactive mastery experience, dan physiological & affective state yang berada pada posisi terakhir.
Back to Top Top