INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi

Journal Information
ISSN / EISSN : 1411-3414 / 2549-9815
Total articles ≅ 117
Filter:

Latest articles in this journal

Bayu Ramadhani Fajri, Agariadne Dwinggo Samala, Fadhli Ranuharja
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 75-88; doi:10.24036/invotek.v20i2.715

Abstract:
Tari Topeng Patih is a part of the traditional dance performance art “Wayang Topeng Malangan” with a religious background which grew up around people in Malang City, East Java. Presently, art gallery of Tari Topeng Malangan has been difficult to be found. In addition to the difficulty of finding this art gallery even in the regions of origin, the problems is also about the interest and enthusiastic public, especially teenagers in Malang to learn this dance is still very rare. As a result, this art is slowly deteriorated and increasingly falling by the presence of various modern performances. In regarded to learn Tari Topeng Patih, the conventional learning activities requiring a special place such as a dance studio that is generally located far away from downtown Malang. Thus to overcome this problem is requires an instructional media that can be used as an alternative solution to learn and obtain information about Tari Topeng Patih, one way may be able to use the simulation method by utilizing the technology and education. The results of the design is the interactive media learning and simulation for basic motion of Tari Topeng Patih by using Kinect media.
Ferry Marlianto, Dewi Sulistiyarini, Febrianto Sabirin
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 97-106; doi:10.24036/invotek.v20i2.773

Abstract:
Through Aplikasi Kehadiran Mahasiswa Teknologi Informasi dan Komputer (AKEMATIK), Education of Technology Information and Computer Program on IKIP PGRI Pontianak can facilitate lecturers in filling teaching journals and monitoring student attendance, while also helping to prepare lecture reports that will help evaluation of teaching and learning in the Program Studi P.TIK IKIP PGRI Pontianak. The research aims to: 1) provide an overview of the application development process; and 2) find out the feasibility of the application. Application development uses the ADDIE model which consists of 5 stages: 1) Analysis; 2) Design; 3) Development; 4) Implementation; and 5) Evaluation. Based on this model it is known that the application has 3 actors namely admin, lecturer, and student. Application testing is done by validating media experts, and alpha testing. The results of expert validation were in the excellent category. The alpha test was conducted on 15 lecturers and 30 students of P.TIK, the results were in the excellent category.
Muhamad Arpan, Sadikin Sadikin
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 43-50; doi:10.24036/invotek.v20i2.741

Abstract:
Tujuan penelitian melakukan pengembangan media pembelajaran yang interaktif berbasis desktop. Jenis penelitian yaitu penelitian dan pengembangan ADDIE. Subjek penelitian siswa kelas XA Jurusan TKJ. Teknik pengumpul data dengan wanwancara, angket, observasi, serta dokumentasi. Statistik deskriptif digunakan sebagai teknik analisis data. Hasil penelitian yaitu: Analysis, meliputi Analisis Mata Pelajaran; Analisis Pengguna; Analisis Materi dan Media; serta Analisis Sarana dan Prasarana. Design, meliputi Desain Materi; Desain GBIM; Storyboard; dan Flowchart. Develop, media yang dikembangkan berisi gambar, suara, dan teks. Implement, media diterapkan ke subjek penelitian. Evaluate, media divalidasi ahli materi dan media masuk kategori “Sangat Baik” serta respons subjek penelitian terhadap media tersebut masuk kategori “Sangat Baik.” Berdasarkan hasil validasi dan respons subjek penelitian, maka kesimpulannya adalah media yang dikembangkan valid dan layak untuk digunakan.
Arwizet Karudin
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 117-128; doi:10.24036/invotek.v20i2.789

Abstract:
Sistem pendistribusian udara mempunyai tugas utama yaitu mengalirkan udara dingin dan bersih dalam jumlah yang tepat ke dalam ruangan yang dikondisikan. Salah satu alat dari sistem pendistribusian udara adalah difuser. Difuser yang banyak digunakan dalam sistem pengkondisian udara adalah jet swirling dan grille. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan sudut sudu difuser terhadap distribusi temperatur dan kecepatan udara dalam ruang yang dikondisikan. Metode pada penelitian ini adalah melakukan proses simulasi numerik dengan bantuan software Computational Fluid Dynamic Fluent Release 4.2 terhadap distribusi temperatur dan kecepatan udara keluar dari difuser jet swirling dan difuser grille dengan kecepatan keluar difuser diasumsikan sama. Sudut sudu pengarah dari kedua difuser ditetapkan 45o dan 60o dengan pemodelan turbulensi k-e standard. Hasil simulasi memperlihatkan bahwa untuk difuser jet swirling sudut sudu 45o, distribusi temperatur yang dihasilkan lebih rendah dan dan kecepatan udara lebih tinggi jika dibanding sudut sudu 60o. Untuk difuser grille terjadi sebaliknya dimana untuk sudut sudu 60o distribusi temperatur yang dihasilkan juga lebih lebih rendah dan kecepatan udara lebih lebih besar jika dibandingkan dengan sudut sudu 60o. Dari hasil simulasi dapat disimpulkan bahwa difuser jet swirling dengan sudut sudu 45o dapat menghasil distribusi temperatur lebih rendah dibanding dengan sudut sudu 60o. Untuk difuser grille sudut sudu 60o dapat menghasil distribusi temperatur lebih rendah dibanding dengan sudut sudu 45o
Torkis Nasution
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 27-34; doi:10.24036/invotek.v20i2.736

Abstract:
Studi ini mengidentifikasi kompetensi pemrograman komputer yang diperlukan lulusan pendidikan komputer untuk pekerjaan berkelanjutan di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Indonesia. Penelitian ini menggunakan desain penelitian survei deskriptif. Kuesioner terstruktur digunakan untuk pengumpulan data. Instrumen ini telah divalidasi oleh tiga ahli dalam pemrograman komputer. Cronbach Alpha statistik digunakan untuk menentukan konsistensi internal instrumen, menghasilkan kehandalan co-efisien 0,83. Mean dan standar deviasi digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian sementara ANOVA statistik digunakan untuk menguji hipotesis. Studi ini menemukan bahwa 25 kompetensi keterampilan, 18 kompetensi bisnis, dan 19 kompetensi sikap yang diperlukan oleh lulusan pendidikan komputer untuk pekerjaan berkelanjutan dalam pemrograman. Kompetensi ini diidentifikasi antara lain, kemampuan merangkai kode program, menguji dan debug dengan cepat dan efisien; mengeksplorasi dan mengevaluasi desain aplikasi, menganalisa kebutuhan dan spesifikasi kemudian desain, tes, dan mengembangkan perangkat lunak untuk memenuhi kebutuhan tersebut, merekomendasikan upgrade perangkat lunak untuk klien pengguna program yang ada dan sistem, kemahiran dalam data mining, kepercayaan diri tetapi terbuka untuk masukan, beradaptasi dengan perubahan sementara tetap fokus pada pekerjaan menjadi prioritas paling utama.
Arden Simeru, Ambiyar Ambiyar, Wakhinuddin Wakhinuddin
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 35-42; doi:10.24036/invotek.v20i2.735

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh penerimaan siswa baru pada SMKN 4 Pekanbaru masih menggunakan Microsoft Excel dan mengunakan metode AHP dan metode SAW. Studi ini bertujuann untuk memudahkan sesorang dalam melakukan penerimaan siswa baru pada setiap instansi atau sekolah masingmasing.Masalah tersebut juga berdampak pada siswa yang tidak diterima. Tujuan peneliti adalah untuk memudahkan panitia penerimaan siswa baru di SMKN 4 Pekanbaru. Metode penelitian menggunakan metode AHP yang berfungsi untuk menghitung kriteria pembobotan terkait dengan akademis dan metode SAW digunakan untuk menghitung pembobotan serta kriteria dari beberapa kuesioner. Dari penelitian ini ditentukan adanya beberapa siswa dengan nilai yang diperoleh dalam penerimaan siswa baru yaitu nilai tertinggi yaitu 9,85 dan terendah 6,23.
Sri Siswati
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 67-74; doi:10.24036/invotek.v20i2.700

Abstract:
— Disease is an uncertainty or something that is uncertain when it comes, therefore public health services Non-Communicable Diseases (PTMs need to be prevented. This study presents descriptive PTMs examined in the Bukit Gado-Gado Gunung Padang area. Research aimed at 1) presents PTM risk factors public health who will exercise early in the morning at Bukit Gado-Gado. 2) to measure the risk factors experienced by the community in PTM 3) Providing public health counseling The research procedure was carried out by looking at a picture of community health risk factors, analyzing the achievement of healthy families from several sources and providing solutions to the community by using digital equipment regularly .. The results show the highest risk factor for hypertension is 60%. Counseling to the community to always carry out health checks, get rid of cigarette smoke, diligent physical activity, balanced diet, adequate rest and control of stress. Analysis shows that the family approach can prevent risk factors for Non-Communicable Diseas(NCD), because it is closest to the community. Therefore, it can be concluded that the family approach model wherever located can prevent risk factors for NCD.. Key word : Non-Communicable Diseases, Counseling, Family Approach
Syafruddin Rais
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 19-26; doi:10.24036/invotek.v20i2.734

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perilaku wisatawan dan masyarakat lokal pada agrowisata kampung terih sebagai pengembangan desa pariwisata di Batam. Studi ini bertujuan merumuskan model terbaik untuk mengembangkan wisata kampung terih di Batam. Model objek wisata yang diharapkan oleh pemeringkatan adalah motivasi yang kuat untuk mendorong wisatawan mengunjungi kampung terih adalah melatih fisik, mengunjungi tempat baru, memperkaya kecerdasan, istirahat dan menjauhkan diri dari stres. Pada aksesibilitas, para wisatawan menganggap bahwa jarak perjalanan kampung terih cukup jauh, dan sulit dijangkau dengan transportasi umum. Selain jarak yang cukup jauh, jalur yang harus dilalui ke kampung terih juga termasuk jalur sibuk. Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa kampung terih telah dikelola dengan baik yang terbukti dari keterlibatan masyarakat setempat (komunitas pariwisata), layanan panduan (link agen perjalanan). Transformasi ekonomi desa untuk mengunjungi kampung terih sangat kuat, pariwisata untuk mengunjungi kampung terih sedang, dan keberlanjutan kampung terih lemah.
Arif Ainur Rafiq, Sugeng Dwi Riyanto, Bagas Dwi Aprilas, Rizki Priya Pratama
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 9-18; doi:10.24036/invotek.v20i2.707

Abstract:
Pencarian korban pasca terjadinya bencana alam menjadi faktor yang sangat penting untuk dilakukan. Objek yang mayoritas diperhatikan adalah manusia. Cepat tanggapnya penanganan hal tersebut juga dipengaruhi banyak faktor, salah satunya adalah medan yang rumit dan terisolasi sehingga aksesnya terbatas sehingga banyak korban yang tidak dapat ditangani dalam waktu yang cepat. Jalur udara merupakan alternatif yang dapat dimanfaatkan, yaitu menggunakan Quadcopter yang memungkinkan untuk memantau kondisi lokasi bencana alam melalui kamera sebagai pendeteksi objek menggunakan pengolahan citra dengan kontroler Raspberry Pi 3. Kendali Ardupilot Mega 2.8 terintegrasi dengan Mission Planner sebagai Ground Control Station (GCS) melalui telemetri. Pengujian menghasilkan data image yang didapatkan dengan jarak 1-meter hingga 6-meter dari objek dengan kemampuan mengirimkan data ke GCS sejauh 45 meter.
Yeka Hendriyani
INVOTEK: Jurnal Inovasi Vokasional dan Teknologi, Volume 20, pp 59-66; doi:10.24036/invotek.v20i2.746

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan rekomendasi dari hasil perbandingan antara metode jaringan syaraf tiruan menggunakan metode backpropagation dan learning vector quantization (LVQ) dalam melakukan pengenalan pola. Kedua metode ini sering digunakan untuk aplikasi pengenalan pola, karena kedua metode ini mampu mengelompokkan pola-pola ke dalam kelas-kelas pola dan termasuk kedalam metode pembelajaran terawasi (supervised learning). Dalam penelitian ini akan dibuktikan metode backpropagation dan LVQ mampu mengenali pola bentuk geometri bangun datar serta menunjukkan metode mana yang lebih baik dalam melakukan pengenalan pola. Implementasi metode backpropagation dan learning vector quantization (LVQ) menggunakan toolbox Matlab v8.5. Hal pertama yang dilakukan adalah melakukan proses pengolahan citra yaitu proses grayscalling dan thresholding untuk mendapatkan nilai binerisasi yang akan digunakan sebagai nilai input pada JST. Setelah itu nilai input akan diproses pada metode JST backpropagation dan learning vector quantization. Dari hasil implementasi pengujian kedua metode tersebut didapatkan bahwa algoritma backpropagation lebih baik dari learning vector quantization dalam pengenalan pola bangun datar geometri.
Back to Top Top