Jurnal Manajemen Industri dan Logistik

Journal Information
ISSN / EISSN : 2622-528X / 2598-5795
Current Publisher: Politeknik APP Jakarta (10.30988)
Total articles ≅ 93
Current Coverage
DOAJ
Filter:

Latest articles in this journal

Aria Eddy Kertocahyono (Universitas Prasetiya Mulya), Haryanto Ginting (Universitas Prasetiya Mulya), Julius Kurata (Universitas Prasetiya Mulya), Risnawati Dermauli (Universitas Prasetiya Mulya), Sony Chandra Sihaloho (Universitas Prasetiya Mulya)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 84-101; doi:10.30988/jmil.v4i2.571

Abstract:
The phenomenon of the existence of a successful salesperson and does not indicate that the variables affect the salesperson's performance. The understanding is beneficial for the company to provide training focus. The purpose of this study is to test the influence of sales skills dimensions (interpersonal skill, salesmanship skill, marketing skill, company’s product knowledge and competitors’ product knowledge) on salesperson performance in a domestic paint company which has the potential to influence salesperson performance. The questionnaire was distributed to 57 Supervisors with samples amounting to 268 salespersons form 348 population. The method is linear regression analysis through SPSS Statistik 26th edition software. This analysis was conducted to test the influence of sales skills dimensions on salesperson performance. Based on the questionnaire, it is evident that salesmanship and interpersonal skills have a significant influence on salesperson performance. On the contrary, the remaining three dimensions were found to have no influence on salesperson performance.AbstrakFenomena adanya tenaga penjual yang sukses dan yang gagal menunjukkan bahwa terdapat variabel yang memengaruhi kinerja tenaga penjual. Pemahaman ini bermanfaat bagi perusahaan untuk memberikan fokus pelatihan. Penelitian ini ditujukan untuk menguji pengaruh dimensi keterampilan penjualan yakni: keterampilan interpersonal, keterampilan keahlian menjual, keterampilan pemasaran, kemampuan pengetahuan produk perusahaan dan kemampuan pengetahuan produk pesaing terhadap kinerja tenaga penjual di sebuah perusahaan cat nasional yang memiliki potensi untuk memengaruhi kinerja tenaga penjual. Kuesioner didistribusikan kepada 57 Supervisor dengan sampel sebanyak 268 orang dari populasi sejumlah 348 orang. Metode analisis regresi linier menggunakan perangkat lunak SPSS Statistik edisi 26, analisis ini untuk menguji atas pengaruh dimensi keterampilan terhadap kinerja dari tenaga penjual. Berdasarkan pengumpulan kuesioner terlihat bahwa keterampilan dalam penjualan dan keterampilan interpersonal secara signifikan memengaruhi kinerja tenaga penjual. Sementara itu, ketiga dimensi yang lain tidak berpengaruh terhadap kinerja tenaga penjual.
Zahra Zayyina Yustisia Arif (Universitas Pertamina), Iwan Sukarno (Universitas Pertamina)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 138-145; doi:10.30988/jmil.v4i2.510

Abstract:
This study aims to evaluate company policy in determining raw material ordering rates which are then compared with the EOQ, POQ, and Min-Max methods. This research uses a quantitive case study method using data obtained from the company. Forecasting is done using WinQSB and MAD, MSE and MAPE software for forecasting accuracy. Based on data processing, the data shows the horizontal pattern and the chosen forecasting method is the Simple Average method. Research shows the EOQ method has an order quantity of 1192 units / order with an order frequency of 11 times a year and has the smallest total inventory cost of the three methods compared which is Rp 269,520,852,781 or almost 50% lower than the total costs incurred by the company using the current method. ROP point has a value of 3395 units with a safety stock value of 106 units.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kebijakan perusahaan dalam menentukan tingkat pemesanan bahan baku yang kemudian dibandingkan dengan metode EOQ, POQ dan Min-Max. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus kuantitatif dengan menggunakan data yang diperoleh dari perusahaan. Peramalan dilakukan menggunakan perangkat lunak WinQSB dan MAD, MSE dan MAPE untuk akurasi peramalan. Berdasarkan pengolahan data, data menunjukkan pola horizontal dan metode peramalan yang dipilih adalah metode Simple Average. Penelitian ini menunjukkan metode EOQ memiliki jumlah pesanan 1192 unit / pesanan dengan frekuensi pemesanan 11 kali setahun dan memiliki total biaya persediaan terkecil dari ketiga metode yang dibandingkan yaitu Rp 269.520.852 atau hampir 50% lebih rendah dari total biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan dengan metode saat ini. Titik ROP memiliki nilai 3395 unit dengan nilai stok pengaman 106 unit.
Sri Wardani (Universitas Widyatama), Namun Mulyadi (Universitas Widyatama), Nitta Fitria Anggraeni (Universitas Widyatama)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 130-137; doi:10.30988/jmil.v4i2.472

Abstract:
Loading into containers must consider the level of efficient use of container space. The use of empty space and the arrangement of goods in containers that have not been optimal are problems in the process of loading goods. In this regard, the plan for the preparation of goods to be made by researchers is assisted with a software that will facilitate the optimal arrangement of goods arranged in containers. The parameters are reviewed from the aspect of purpose, weight, volume, and type of goods to see whether the optimal use of goods. Cube IQ became the software chosen to help implement the system in this study by determining the coordinates and 3D visualization of the arrangement of goods in containers. Goods data and container data become the data used in the simulation process. Dimensions (length, width, height) define the required item data. While dimensions (maximum weight and volume of containers) defines the required container data. After simulating the Cube IQ software there was an increase in the use of container capacity by 88.35% while manually only 87.91%. The implication is a decrease in distribution costs per unit, which is 0.5%. The optimization results obtained are expected to be able to provide input in making decisions determining the optimal arrangement of goods and fleet numbers.AbstrakPemuatan ke dalam kontainer harus mempertimbangkan tingkat efisiensi penggunaan ruang kontainer. Penggunaan ruang kosong dan penyusunan barang dalam kontainer yang belum optimal menjadi permasalahan proses muat barang. Berkaitan dengan hal itu, rencana penyusunan barang yang akan dibuat oleh peneliti dibantu dengan suatu perangkat lunak yang akan memudahkan simulasi penataan barang yang optimal pada kontainer. Parameter ditinjau dari aspek tujuan, berat, volume, dan jenis barang untuk melihat optimal tidaknya penyusunan barang. Cube IQ menjadi software yang dipilih untuk membantu mengimplementasikan sistem dalam penelitian ini dengan penentuan titik koordinat dan visualisasi 3D penataan barang pada kontainer. Data barang dan data kontainer menjadi data yang digunakan pada proses simulasi. Dimensi (panjang, lebar, tinggi) mendefinisikan data barang yang diperlukan. Sementara dimensi (berat dan volume maksimum kontainer) mendefiniskan data kontainer yang diperlukan. Setelah dilakukan simulasi dengan software Cube IQ terdapat peningkatan penggunaan kapasitas kontainer sebesar 88,35% sedangkan secara manual hanya 87,91%. Implikasinya terjadi penurunan biaya distribusi per unit yaitu sebesar 0,5% Hasil optimasi yang diperoleh diharapkan mampu memberi masukan dalam pengambilan keputusan menentukan penyusunan barang dan jumlah armada yang optimal
Kusuma Wardani (Universitas Indonesia), Muhammad Halley Yudhistira (Universitas Indonesia)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 146-156; doi:10.30988/jmil.v4i2.544

Abstract:
This study aims to analyze the impact of agglomeration in the form of localization economies and urbanization economies on the productivity of manufacturing industrial companies in Indonesia. Unlike previous studies, this study will look at the effect of technology level on the relationship between productivity and agglomeration by classifying research samples into low-tech and high-tech industries. In addition, this study also improves the estimation technique by addressing the endogeneity problem that has the potential to arise in estimating the relationship between productivity and agglomeration to be overcome by using instrument variable (IV). The study was conducted in two stages of estimation using company-level panel data from 2010 to 2014. First, productivity was measured at the company level using Total Factor Productivity (TFP). Then, the company productivity is estimated together with the company and industry characteristic variables, including the agglomeration measurement variable which represents localization economies and urbanization economies. The regression results show a positive impact from localization economies and a negative impact from urbanization economies.AbstrakPenelitian ini bertujuan menganalisis dampak aglomerasi berupa localization economies dan urbanization economies terhadap produktivitas perusahaan industri manufaktur di Indonesia. Berbeda dengan penelitian terdahulu yang juga meneliti dampak aglomerasi industri terhadap produktivitas perusahaan, pada penelitian ini akan melihat pengaruh tingkat teknologi terhadap hubungan produktivitas dan aglomerasi dengan mengklasifikasikan sampel penelitian ke dalam industri berteknologi rendah dan industri berteknologi tinggi. Selain itu, peneltian ini juga memperbaiki teknik estimasi dari penelitian sebelumnya dengan menangani masalah endogenitas yang berpotensi muncul dalam mengestimasi hubungan produktivitas dan aglomerasi akan diatasi dengan penggunaan instrument variable (IV). Penelitian dilakukan dalam dua tahap estimasi dengan menggunakan data panel level perusahaan dari tahun 2010 sampai 2014. Pertama, produktivitas diukur pada level perusahaan dengan menggunakan Total Factor Productivity (TFP). Kemudian, produktivitas perusahaan diestimasi bersama variabel karakteristik perusahaan dan industri, termasuk variabel pengukuran aglomerasi yang mewakili localization economies dan urbanization economies. Hasil regresi menunjukkan adanya dampak positif dari localization economies dan dampak negatif dari urbanization economies.
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 116-129; doi:10.30988/jmil.v4i2.448

Abstract:
The warehouse performance in serving the production department is a top priority to realize the production schedule set by the companies as a response to the market. Market uncertainty is an essential factor that needs to be considered to ensure the sustainability of production activities. Excellent performance in warehouse management will help reduce the impact of risks caused by uncertainty. Thus, it is necessary to make continuous improvements in warehouse management so that its performance will be better. This research aims to formulate practical tactics that can be used by warehouse operators to improve warehouse performance, which is leaner, more productive, and more efficient. The FMCG (fast-moving consumer goods) industry was chosen as the case study in this research. The approach used is a modification of the material classification and changes in material layout. This study presents a significant difference in reducing the time spent on non-value-added activities. This research succeeded in reducing the portion of time used for non-value added activities (waste). AbstrakRevolusi industri 4.0 menciptakan peluang bagi UMKM di daerah pedesaan untuk dapat membangun dan mengembangkan jaringan pemasaran pada skala yang luas dan efisien. Penerapan digitalisasi pada suatu Desa akan memberikan dampak luias terhadap potensi apa yang belum diketahui secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan desain aplikasi android yang diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada para pengunjung untuk mengetahui potensi desa yang belum terekspos. Kontribusi dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perbandingan pada desain model aplikasi yang dievaluasi pada dua desa dengan budaya dan potensi yang berbeda, yaitu Desa Ponggok Klaten dan Desa Kadubungbang Pandeglang. Hasil QFD dan AHP dapat diketahui bahwa aplikasi bersifat fleksibel terhadap penerapan dua desa serta prioritas kebutuhan pengunjung dan fitur prioritas aplikasi. Hasil erbandingan terdapat kesamaan dalam kebutuhan pelanggan dan perbedaan dalam desain fitur, karena kedua desa memiliki budaya dan topografi yang berbeda.
Nuraida Wahyuni (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa), Rizki Akmal (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa), Akbar Gunawan (Universitas Sultan Ageng Tirtayasa)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 102-115; doi:10.30988/jmil.v4i2.434

Abstract:
Good inventory management requires support from a database information system. The problem that occurs in the Untirta Industrial Engineering laboratory is that the inventory management system is still traditional method, that is data recording is done individually so that the existing data overlaps and results in invalid information. The purpose of this research is to design a database information system. The Waterfall model is used for design. This method consists of the analysis phase, the design phase, the implementation phase, the test phase and the maintenance phase. The results obtained from the analysis phase are the functional requirements for logging in users and data engineering requirements such as add, view, delete. The design phase uses DFD and ERD. Based on the context diagram, the external agents involved are the admin (head of the laboratory) and user (laboratory assistant). The design results that have been implemented through a web-based interface are then tested using a blackbox test and usability test. The test results state a value of 86% which means the results are in very good classification.AbstrakPengelolaan barang inventaris yang baik membutuhkan dukungan dari sistem informasi basis data. Masalah yang terjadi di laboratorium jurusan Teknik Industri Untirta adalah sistem pengelolaan barang inventaris masih bersifat tradisional, yaitu pencatatan yang dilakukan sendiri-sendiri sehingga data yang ada tumpang tindih dan menghasilkan informasi yang kurang valid. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang sistem informasi basis data. Model Waterfall digunakan untuk perancangan. Metode ini terdiri dari tahap analisis, tahap desain, tahap implementasi, tahap uji dan tahap pemeliharaan. Hasil yang didapatkan dari tahap analisis adalah adanya kebutuhan fungsional untuk log in user dan kebutuhan rekayasa data seperti tambah, lihat, hapus. Tahap desain menggunakan DFD dan ERD. Berdasarkan diagram konteks, agen eksternal yang terlibat adalah admin (kepala laboratorium) dan user (asisten laboratorium). Hasil desain yang telah diimplementasikan melalui tampilan antar-muka berbasis web kemudian diuji menggunakan uji blackbox dan uji usability. Hasil uji menyatakan nilai sebesar 86% yang berarti hasil berada dalam klasifikasi sangat baik.
Raihan Ahmad Fadhil (Universitas Pertamina), A A N Perwira Redi (Bina Nusantara University), Mirna Lusiani (Universitas Pertamina)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 157-168; doi:10.30988/jmil.v4i2.557

Abstract:
This research is about design and implementation of information systems in PT XYZ Outlet. The goal is to design and implement an information system that can manage data and inventory management in an integrated and centralized manner. In designing the information system, the Waterfall model is used which has the advantages that have been considered, one of which is conformity to the characteristics of the problems found. Inventory management problems in this study solved using the Min-Max Stock method. The application of the Min-Max Stock method is effective and can reduce inventory costs at PT XYZ. For Chicken Boneless Marinated, Beef Santori Tenderloin, and Coffee Bean items each reduce 5% or IDR 1,610,000, 7% or IDR 1,598,031,648, and 11% or IDR 2,150,000. The results of the design and implementation of this information system can assist in recording and managing inventory that is integrated and centralized.AbstrakPenelitian ini membahas mengenai proses perancangan dan implementasi sistem informasi pada Outlet PT XYZ. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh rancangan dan mengimplementasikan suatu sistem informasi yang mengintegrasikan dan memusatkan pengelolaan pencatatan serta pengelolaan persediaan. Model Waterfall digunakan untuk pengembangan sistem informasi dalam penelitian ini karena memiliki kelebihan-kelebihan yang telah dipertimbangkan, salah satunya adalah kesesuaian dengan karakterisik permasalahan yang ditemukan. Sedangkan metode pengelolaan persediaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Min-Max Stock. Penerapan Min-Max Stock sebagai metode pengelolaan persediaan efektif untuk diterapkan dan dapat memangkas biaya persediaan di PT XYZ. Untuk barang Chicken Boneless Marinasi, Beef Santori Tenderloin, dan Coffee Bean masing-masing menghasilkan penghematan sebesar 5% atau Rp 1.610.000, 7% atau Rp 1.598.031,648, dan 11% atau Rp 2.150.000. Hasil dari perancangan dan implementasi sistem informasi ini dapat membantu PT XYZ dalam melakukan proses pencatatan dan pengelolaan persediaan yang terintegrasi dan terpusat.
Muhamad As'Adi (Upn Veteran Jakarta), Akhmad Nidhomuz Zaman (Upn Veteran Jakarta), Alina Cynthia Dewi (Upn Veteran Jakarta), Arraz Naoval Viacenza (Upn Veteran Jakarta), Donny Montreano (Upn Veteran Jakarta)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 47-57; doi:10.30988/jmil.v4i1.419

Abstract:
The 4.0 industrial revolution created opportunities for MSMEs in rural areas to build and develop marketing networks on a wide and efficient scale. Applying digitization in a village will have an impact on the potential of what is not yet known in general. This study discusses the design of Android applications that are expected to provide new experiences to visitors to find out the potential of the village that has not been exposed. The contribution of this research is to examine the application design model that evaluates in two villages with different cultures and potentials, namely Ponggok Klaten Village and Kadubungbang Pandeglang Village. The results of QFD and AHP can help applications that are flexible to the village as well as visitor application needs and application priority features. Of the different features, because there are indeed differences between villages with different topography.AbstrakRevolusi industri 4.0 menciptakan peluang bagi UMKM di daerah pedesaan untuk dapat membangun dan mengembangkan jaringan pemasaran pada skala yang luas dan efisien. Penerapan digitalisasi pada suatu Desa akan memberikan dampak luias terhadap potensi apa yang belum diketahui secara umum. Penelitian ini bertujuan untuk mengusulkan desain aplikasi android yang diharapkan dapat memberikan pengalaman baru kepada para pengunjung untuk mengetahui potensi desa yang belum terekspos. Kontribusi dari penelitian ini adalah untuk mempelajari perbandingan pada desain model aplikasi yang dievaluasi pada dua desa dengan budaya dan potensi yang berbeda, yaitu Desa Ponggok Klaten dan Desa Kadubungbang Pandeglang. Hasil QFD dan AHP dapat diketahui bahwa aplikasi bersifat fleksibel terhadap penerapan dua desa serta prioritas kebutuhan pengunjung dan fitur prioritas aplikasi. Hasil erbandingan terdapat kesamaan dalam kebutuhan pelanggan dan perbedaan dalam desain fitur, karena kedua desa memiliki budaya dan topografi yang berbeda.
Christanto Triwibisono, Rio Aurachman
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 75-83; doi:10.30988/jmil.v4i1.324

Abstract:
Makalah ini mengusulkan solusi atas masalah kemacetan di Perempatan Sukarno Hatta – Buah Batu Bandung dengan menggunakan metode simulasi komputer dengan perangkat lunak Pro Model. Ada tiga alternatif solusi masalah ini yaitu mengubah durasi lampu merah dan hijau, menambah jalur jalan baru, atau membuat jalan layang. Pengubahan durasi lampu merah dan hijau hanya akan mengubah waktu tempuh mobil dari rata-rata 10,5 menit menjadi 8,9 menit (85% dari waktu tempuh saat ini). Penambahan satu jalur pada setiap jalan hanya akan mengubah waktu tempuh kendaraan dari rata-rata 10,5 menit menjadi 7,7 menit (73% dari waktu tempuh saat ini). Pembuatan jalan layang satu arah di Jalan Sukarno Hatta merupakan solusi terbaik, karena mengubah waktu tempuh kendaraan untuk dari rata-rata 10,3 menit menjadi 3,2 menit. Terjadi perubahan signifikan, waktu tempuh tinggal 32% dari waktu tempuh saat ini
, Eko Gito Prabowo (Pt. Pertamina Ep), A. A. N. Perwira Redi (Universitas Pertamina)
Jurnal Manajemen Industri dan Logistik, Volume 4, pp 01-09; doi:10.30988/jmil.v4i1.282

Abstract:
Global energy consumption increases every year. BP Statistics Review of World Energy 2019 shows that Indonesia's energy consumption increases by 4.9% in 2018, reaching 185.5 million tons of oil equivalent (TOE). Therefore, oil and gas companies must increase production to fulfill those needs. PT Pertamina EP is a subsidiary of PT Pertamina (Persero) which focuses on the upstream oil and gas sector. One of the activities carried out in the upstream business is drilling. Drilling materials are necessary to support the dynamic of drilling process. The mechanism used when there is a shortage of stock is to send the required material from another field that has the required material, or is called Inter Unit Assistance (BAU). In 2018 the costs incurred for transportation of BAU OCTG (Oil Country Tubular Goods) material amounted to Rp 45,733,340,000. Distribution center is an alternative for cutting distribution chains. We proposed allocation of facility such distribution center location decision using p-median optimization model to reduce the BAU transportation cost. This approach is implemented using math programming using AMPL and Gurobi. Distribution center functions as a material distribution center to meet the needs of the surrounding fields. By applying the scenario of building a distribution center, transportation costs can be reduced by 13% or Rp 6,167,325,000. AbstrakKonsumsi energi global cenderung meningkat setiap tahunnya. Data BP Statistical Review of World Energy 2019 menunjukkan konsumsi energi Indonesia meningkat sebesar 4,9% pada tahun 2018 dengan nilai mencapai 185,5 juta tonnes oil equivalent (TOE). Oleh karena itu perusahaan minyak dan gas bumi (migas) harus meningkatkan produksi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. PT Pertamina EP adalah perusahaan yang fokus pada sektor hulu migas. Salah satu kegiatan yang dilakukan pada bisnis hulu adalah pemboran. Untuk Rencana pengeboran yang dinamis dibutuhkan ketersediaan material. Mekanisme yang dilakukan saat terjadi kekurangan stock adalah mengirim material yang dibutuhkan dari field lain yang memiliki ketersediaan material yang dibutuhkan, atau disebut Bantuan Antar Unit (BAU). Biaya yang dikeluarkan pada tahun 2018 untuk transportasi BAU material OCTG (Oil Country Tubular Goods) sebesar Rp 45.733.340.000. Biaya tersebut dibutuhkan untuk mendistribusikan material pada lokasi field yang tersebar di berbagai lokasi di pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Dalam penelitian ini diusulkan untuk memanfaatkan penggunaan distribution center (DC) sebagai upaya untuk menghemat biaya transportasi BAU. DC berfungsi sebagai pusat distribusi material untuk memenuhi kebutuhan field di sekitarnya. Model optimasi p-median digunakan memilih lokasi fasilitas DC yang memiliki biaya transportasi paling minimal dengan mempertimbangkan jarak, biaya, dan permintaan material. Diasumsikan satu DC akan ditempatkan di setiap wilayah / pulau. Solusi optimal dari model p-median dihasilkan menggunakan software pemrograman matematis AMPL dengan menggunakan solver GUROBI. Hasil eksperimen didapatkan bahwa dengan penerapan skenario adanya DC, biaya transportasi dapat dipangkas sebesar 13% atau sebesar Rp 6.167.325.000.
Back to Top Top