Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia): 49

(searched for: journal_id:(860644))
Page of 5
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Dony Purnomo
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jpipsi.v1i2.270

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk (1)Memberikangambaran pemanfaatan Si Macan untuk meningkatkan kreativitasberfikir peserta didik pada mata pelajaran geografi di kelas X IIS 2 SMAN 1 Purwantoro tahun pelajaran 2016/2017 (2) Mengetahui peningkatan kreativitas berfikir peserta didik pada mata pelajaran geografi di kelas X IIS 2 SMAN 1 Purwantoro tahun pelajaran 2016/2017. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang mengambil sampel kelas X IIS 2 pada tahun pelajaran 2016/2017 sejumlah 26 peserta didik. Dalam penelitian ini menggunakan sumberdata primer yang berupa angket, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa: (1)Pemanfaatan Si Macan dalam meningkatkan kreativitas berfikir peserta didik di kelas X IIS 2 SMAN 1 Purwantoro tahun pelajaran 2016/2017 melalui tiga tahapan yaitu: tahap kondisi awal dilakukan perencanaan dilanjutkan dengan melaksanakan tindakan pada siklus 1 dilakukan refleksi untuk diperbaiki dalam siklus 2. (2) Dengan pemanfaatan Si Macan dapat meningkatkan kreativitas berfikir peserta didik di kelas X IIS 2 SMAN 1 Purwantoro tahun pelajaran 2016/2017 pada indikator Fluency, Flexibility dan Novelty
Achmad Choerudin, Margaretha Martina Budhi Utaminingsih
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpipsi.v2i1.296

Abstract:
The research aims to the effect of experience of shopping and perceived of price on perceived of quality and perceived of value in the shopping center in Mall Paragon Solo, central Java, Indonesia. The collecting data was questionnaires and observations. The sampling was used an accidental sampling of nonprobability sampling technique. The analysis of data using regression. The results of research were (1) the experience of shopping has a negative effect and insignificant on perception of quality, (2) the perception of prices has a negative effect and insignificant on perception the quality, (3) the experience of shopping has a positive effect and significant on perception of value, and (4) the perception of prices has a positive effect and significant impact on perception of value as well as (5) the perception of quality has a negative effect and insignificant on perception of value.
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpipsi.v2i1.297

Abstract:
The accumulation of carbon in the atmosphere causing the greenhouse effect as a result of trapping of short-wave sunlight, which increase the temperature of Earth's atmosphere. One of the forest ecosystems that can reduce the effects of greenhouse gases and to mitigate the climate change is a mangrove forest. The role of mangroves related to the Blue Carbon was emphasized as mangrove efforts to utilize CO₂ for photosynthesis and store it in biomass stock and sediment as a climate change mitigation efforts. The purpose of the research are a) to determine the density, dominance and the importance value of mangroves index, b) to know the Diversity Index and Uniformity Index of mangrove that dominates, c) to determine the content of carbon in the mangrove forests, and d) to determine the relationship of the density of mangrove with a carbon content in the mangrove forest area in the village of Muarareja Tegal. Mangrove areas in the Village of Muarareja was dominated by Rhizophora mucronata with Relative Density (KR) in ponds: 42.11% - 100%, residential homes: 28.57% - 45.45%, the river: 31.58% - 61.90%, the beach : 59.09% - 73.68%. Relative dominance (DR) of ponds station: 34.71% - 100%, residential home stations: 14.24% - 39.61%, river station: 20.46% - 72.95%, coast stations: 64.08% - 92,25%. Importance Value Index (IVI) in ponds station: 76.82% - 200%, residential home stations: 42.81% - 85.07%, the river station: 52.03% - 134.85%, coast stations: 123.17% - 165.93%. Diversity Index (H) mangrove Rhizophora mucronata ranged by 0.000 - 0.692 and Uniformity Index (J) mangrove ranged by 0.000 - 2.107. The largest carbon content (tons / ha) was produced at the coast with the average number of total carbon content of the plot (tons / ha) was 189,942.77 tons / ha, followed by the river with the average number of total carbon content of the plot (tons / ha) was 179,011.49 tons / ha, the average number of total carbon content ot the plot for the ponds (tons / ha) was 176,519.79 tons / ha and with the average number of total carbon content of the plot (tons / ha) for the residential homes was 165,774.82 tons / ha. The density of mangrove has a very close correlation with the total carbon content in liters per hectare of the plot, the total carbon content in plants per hectare of the plot below, the total carbon content in leaves per hectare of the plot, and the total carbon content of soil per hectare of the plot. The total carbon content of the tree biomass per hectare on the plot, the total carbon content of nekromassa per hectare of the plot, and the total carbon content in the roots per hectare of the plots does not have a positive correlation with the density of mangrove.
Wahyu Bagja Sulfemi
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 4, pp 13-19; doi:10.26737/jpipsi.v4i1.1204

Abstract:
Penelitian Tindakan Kelas ini mempunyai tujuan menganalisis penggunaan model pembelajarn Mind Mapping untuk meningkatkan motivasi, minat, dan hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial siswa Kelas IV Sekolah Dasar Tugu Ibu I Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok dengan jumlah peserta didik 22 orang terdiri dari 10 laki – laki dan 12 perempuan. Pada kegiatan Prasiklus diperoleh hasil nilai rata-rata 42,27 siklus 1 adalah 64,55 dan siklus 2 adalah 85,77, 3) Ketuntasan belajar pada Prasiklus adalah 9,10%, siklus 1 adalah 36,36% dan siklus 2 adalah 77,27%. Kemampuan menjawab benar pada Prasiklus adalah 31,82%, siklus 1 adalah 45,45% dan siklus 2 adalah 81,82%. 2). Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe mind mapping dapat meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar peserta didik pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi kegiatan Ekspor dan Impor
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 21-32; doi:10.26737/jpipsi.v3i2.758

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengembangkan model teoritk resolusi konflik dalam pembelajaran IPS di SMA Kota Singkawang. Secara rinci tujuan penelitian ini: 1) mengembangkan perangkat pembelajaran model teoritik resolusikonflik intoleransi dalam pembelajaran IPS; 2) untuk mengetahui hasil pengembangan perangkat pembelajaran modelteoritik resolusi konflik intoleransi dalam pembelajaran IPS valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini akan menghasilkanmodel yang berupa model teoritik resolusi konflik intoleransi dalam pembelajaran IPS. Target yang akan dicapai melaluipenelitian ini adalah terbitnya sebuah karya ilmiah yang dapat memberikan wawasan dan pengetahuan bagi pembacamelalui publikasi ilmiah dalam jurnal nasional. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah R&D yang dilakukanselama 1 tahun. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengembangan model Borg dan Gall dengan tahapan-tahapan sebagai berikut: Pengumpulan informasi awal, perencanaan awal, pengembangan produk, ujicoba produk awal,revisi produk, ujicoba lapangan 1, revisi produk, ujicoba lapangan 2, revisi produk, desiminasi dan implementasi. Padapenelitian ini hanya sampai pada revisi produk dan ujicoba hanya sampai pada ujicoba lapangan 1 karena mengingatketerbatasan waktu. Model teoitik resolusi konflik intoleransi dapat digunakan di sekolah-sekolah terutama sekolah yangmemiliki siswa yang multi etnis. Dengan penggunaan model ini, diharapan dapat digunakan di sekolah-sekolah terutamapada tingkat SMA pada pembelajaran IPS
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 4, pp 1-7; doi:10.26737/jpipsi.v4i1.1001

Abstract:
Artikel ini sendiri bertujuan untuk mengkaji tiga hal yaitu (1) Bagaimanakah rekam jejak Etnis Tionghoa di Indonesia, (2)Bagaimanakah pelaksaan tradisi Cap Go Meh di Singkawang? (3) Bagaimanakah peran dari tradisi Cap Go Meh untuk menanamkanpendidikan resolusi konflik pada masyarakat?. Artikel ini dikaji dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkanbahwa (1)Kehidupan sosial masyarakat tionghoa di Indonesia telah mengalami pasang surut dari mulai dibatasi sejak keluarnya InpresNo 14 tahun 1967 yang melarang penyelenggaraan ibadah agama atau kepercayaan serta adat istiadat orang Tionghoa. Namun, padaera Presiden Abdurahman Wahid Inpres ini dihapus dan diganti dengan Keppres No 6 Tahun 2000 untuk memutihkan hak mereka.Era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bahkan dikeluarkan Undang-Undang No 40 Tahun 2008 yang melarang adanyadeskriminasi ras dan etnis. (2) Pelaksaan Tradisi Cap Go Meh di Singkawang dilakukan dilakukan melalui tiga acara besar yaitukegiatan Ritual Bersih Jalan di hari ke-14, Pawai Lampion di mala hari ke-15, dan Parade Tatung di hari ke-15. Kegiatan ini diikutioleh hampir semua etnis di Kota Singkawang baik sebagai pelaku parade maupun penonton acara. (3) Pelaksaan tradisi Cap Go Mehternyata dapat dijadikan sebagai media pendidikan resolusi konflik di masyarakat. Model pendidikan resolusi konflik tersebut dapatdikaji dari tiga pendekatan baik peace keeping, peace building, dan peace making. Peace keeping terlihat dari keberadaan oknum TNI,Polisi, dan tokoh lintas etnis maupun agama. Peace building terlihat dari adanya keikutsertaan dari Etnis Dayak dalam kegiatan CapGo Meh meskipun kedua etnis pernah terlibat konflik tahun 1967. Peace making terlihat dari berakhirnya kegiatan Cap Go Mehsebelum Adzan Dzuhur berkumandang. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga keharmonisan antar etnis di Singkawang
Putu Dyatmikawati
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpipsi.v2i2.309

Abstract:
Irrigation water management in Bali province, Indonesia has been well known due to the existence of traditional irrigation system, called subak. Subak is not only an institution in agriculture, but also as a part of Bali’s local wisdom. The philosophy of the subak system is Tri Hita Karana (three causes of happiness) which a basis for subak to manage irrigation and farming activities. The objective of this study is to describe the subak as organization and functions of customary law in sustaining the activities on farming and irrigation in subak system. The results of study point out that subak as an organization employs traditional management to members, particularly in irrigation and rice farming activities. In order to manage these activities, subak has established customary law based on the traditions happened in the community where subak is located and based on the Tri Hita Karana. Thus subak’s customary law is specific location in nature. Therefore, the main contents of customary law concerning the parhyangan (relationship between farmers and God), pawongan (relationship among farmers) and and palemahan (relationship between farmers and environment). Applying Tri Hita Karana, subak ensures to achieve the harmony among the members and management board and make sustainable irrigation system.
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 5, pp 34-41; doi:10.26737/jpipsi.v5i2.1920

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui motivasi dan keterampilan belajar mandiri mahasiswa Program Studi Pendidikan Geografi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian adalah mahasiswa program studi geografi semester dua dan empat yang memiliki IPK ≤ 3,00. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan wawancara dengan alat pengumpulan data lembar angket dan pedoman wawancara. Hasil penelitian mahasiswa semester II berdasarkan perhitungan diperoleh R_ (y.x_1 x_2) sebesar 0,216. Setelah dilakukan pengujian signifikansi koefisien korelasi berganda dengan uji F diperoleh harga Fh sebesar 0,493. Jika dibandingkan dengan harga Ftabel dengan dk pembilang = k = 2 dan dk penyebut = 13 dengan tingkat kesalahan 5% maka nilai Ftabel adalah 3,80. Ternyata harga Fhitung lebih kecil dari Ftabel (0,493 3.49) maka Ha diterima dan Ho ditolak. Kesimpulannya adalah ada hubungan positif antara motivasi belajar dan kemandirian belajar secara bersama-sama dengan prestasi belajar mahasiswa semester IV.
Muh Husen Arifin
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 1-3; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.545

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi, iklim sekolah terhadap kinerja guru dan karyawan MAN 2 Kabupaten Probolinggo. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif sebelumnya dilakukan uji korelasi product moment untuk uji validitas. Sampel yang diambil yaitu 39 guru MAN 2 Kabupaten Probolinggo. Hasil penelitian menyimpulkan ada pengaruh yang signifikan antara kepemimpinan kepala sekolah, motivasi berprestasi dan iklim sekolah terhadap kinerja guru MAN 2 Kabupaten Probolinggo besarnya pengaruh secara simultan (93,2%). Besarnya pengaruh secara parsial antara kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru (10,1%), antara motivasi berprestasi terhadap kinerja guru (8,6%) dan besarnya pengaruh antara iklim sekolah terhadap kinerja guru (16,3%).
I Wayan Mudana, La Ode Ali Basri
Jurnal PIPSI (Jurnal Pendidikan IPS Indonesia), Volume 3, pp 14-17; doi:10.26737/jpipsi.v3i1.537

Abstract:
This study aims to examine and analyze about base factors collaboration of economic community, political community, and civil community in investing social capital and forms of the social capital invested for preservation of marine and coastal environment in the Pemuteran village, Bali. This study uses qualitative method, with kajian budaya approach. The technique of data collection, involves observation, serious interviewing, library/document study. Data is carried out in qualitative descriptive, and implemented in narration shape. The result of this study shows, there is the factors that base the collaboration among the communities of economic, politic and civil, to invest the social capital in appearing ecological everlasting of marine and coastal in Pemuteran village there are: situation is based on awareness to natural ecology condition, ecologic intelligence, the purpose reason, that has economical character, politic, sociological, socio religious, and development policy. The shape of social capital that’s collaborated by economic, politic, and civil community in developing the everlasting of marine and coastal environment, involving the ideology of tri hita karana, nyegara gunung, menyama beraya, kinship system, neighboring relationship of Desa Pakraman and office village.
Page of 5
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top