Refine Search

New Search

Advanced search

Results in Journal JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia): 70

(searched for: journal_id:(859328))
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jpmi.v1i2.87

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh model Role Playing terhadap kemampuan komunikasimatematis siswa. 2) mengetahui aktivitas belajar siswa terhadap model Role Playing. 3) mengetahui motivasi belajarsiswa terhadap model Role Playing. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 6 Singkawang.Adapun populasi dalampenelitian ini yaitu seluruh kelas XI yang terdiri dari XI IPA, XI IPS 1 dan XI IPS 2.Sampel dalam penelitian ini yaitukelas XI IPS 2 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI IPS 1 sebagai kelas kontrol. Penelitian ini menggunakan metodeeksperimen dengan desain only control group design. Soal yang diberikan berupa essay terdiri dari 3 soal yang memuatindikator kemampuan komunikasi matematis siswa yang telah diuji cobakan terlebih dahulu dengan validitas, reliabilitas,daya pembeda dan tingkat kesukaran.Teknik analisis data yang digunakan untuk melihat pengaruh model Role Playingterhadap kemampuan komunikasi menggunakan rumus Effect Size, untuk mengetahui aktivitas belajar siswa denganmenghitung persentase indikator aktivitas belajar siswa dan untuk mengetahui motivasi belajar siswa menggunakanrumus rata-rata indikator motivasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) pengaruh model Role Playing terhadapkemampuan komunikasi matematis siswa didapatkan hasil yaitu 0,29% dengan kategori sedang. 2) aktivitas belajarsiswa dengan diterapkan model Role Playing mencapai 77,91% dengan kategori aktivitas belajar siswa tinggi. 3)motivasi belajar siswa diperoleh 3,98 dengan kategori motivasi belajar siswa tinggi.
Farida Daniel
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 1, pp 7-13; doi:10.26737/jpmi.v1i1.76

Abstract:
Kemampuan berpikirkritismatematika siswa kelas VIII SMP Negeri 3 Soe rendah. Upaya peningkatannya diterapkan model PjBL berpendekatan saintifik. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis pada kedua kelas sampelberdasarkan kategori kemampuan awal yaitu kategori atas, menengahdan bawah.Penelitian ini menggunakan metode kuantitatifmodelquasi eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas yang diajarkan model PjBL berpendekatan saintifik lebih baik dari siswa yang diajarkan tanpa model tersebut pada ketiga kategori yaitu kategori atas, menengah dan bawah. Perbedaan yang paling tinggi terdapat pada kategori bawah sehingga model PjBL berpendekatan saintifik paling efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis untuk siswa pada kategori kemampuan awal yang rendah.
Buyung Buyung, Ressy Nirawati, Intan Kusumawati
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jpmi.v1i2.88

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas belajar siswa melalui SPI pada materi persamaan garis lurus, mengetahui pengaruh SPI terhadap peningkatan kemampuan pemahaman konsep siswa pada persamaan garis lurus, mengetahui respon siswa melalui SPI pada persamaan garis lurus. Penelitian ini diadakan pada siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Singkawang , penelitian ini menggunakan pre eksperimental. Rancangan one grup pre-test post-test design. Rancangan ini pertama dilakukan pengukuran berupa pre-test kemudian diberikan perlakuan dengan jangka waktu tertentu, kemudian dilakukan pengukuran berupa post-test. Instrumen tes berupa tes essay yang telah diujicobakan, reliabilitas sebesar 0,45 dengan kriteria sedang. Berdasarkan perbandingan hasil tes awal (pre-test) sebelum perlakuan dan hasil tes akhir (post-test) setelah diberikan perlakuan dengan menggunakan SPI, ditemukan bahwa hasil post-test lebih tinggi dari hasil pre-test yaitu dari rata-rata 34,26 dan 63,04. Hasil perhitungan untuk lembar pengamatan aktivitas diperoleh persentase perilaku siswa aktif lebih besar dari pada siswa yang pasif (83,95% > 15,61%). Hasil analisis terhadap respon siswa diperoleh jumlah persentase siswa yang memilih SS (Sangat setuju) dan S (setuju) lebih besar dari siswa yang memilih R (Ragu), TS (tidak setuju) dan STS (sangat tidak setuju) yaitu (84,71% > 15,27%). Respon siswa terhadap pembelajaran dengan SPI positif. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan, pembelajaran dengan menggunakan SPI pada materi persamaan garis lurus bagi siswa kelas VIII SMP Negeri 18 Singkawang terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep, aktivitas baik dan respon siswa terhadap SPI adalah positif (senang).
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jpmi.v1i2.83

Abstract:
Sebagian besar siswa mempunyai kemampuan berhitung (komputasi) dalam menyelesaikan soal matematika tetapi bila diberikan soal cerita mereka mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal itu. Hal tersebut terindikasi bahwa kemampuan siswa dalam memahami dan merancang model matematika masih rendah, masalah tersebut terkait dengan masalah kemampuan komunikasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) ketuntasan kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC berbasis konstruktivisme, (2) perbedaan kemampuan komunikasi matematis pada kedua kelas sampel yang dipilih berdasarkan kategori kelompok kemampuan komunikasi matematis awal siswa. Penelitian ini termasuk penelitian quasi experimental dengan pendekatan kuantitatif yang didesain dalam bentuk non-equivalent (pre-test and post-test control-group design). Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang diajarkan menggunakan model kooperatif tipe CIRC berbasis konstruktivisme mengalami ketuntasan baik individual maupun klasikal, kemampuan komunikasi matematis siswa pada kelas yang diajarkan menggunakan model kooperatif tipe CIRC berbasis konstruktivisme lebih baik dari siswa yang diajarkan tanpa menggunakan model tersebut berdasarkan kategori kemampuan komunikasi matematis awal siswa.
Nindy Citroresmi Prihatiningtyas, Nurhayati Nurhayati
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpmi.v2i1.204

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Means Ends Analysis (MEA) dalam meningkatkan kemapuan pemecahan masalah matematis siswa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan bentuk penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah sema siswa kelas VIII SMP N 11 Singkawang. Sampel dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ; (1) terdapat peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa berdasarkan uji gain dan uji t, dengan perhitungan uji gain yang berada dalam kategori sedang dan perrhitungan uji t dimana nilai t hitung > t tabel; (2) Respon siswa terhadap model pembelajaran means ends analysis dikategorikan baik; (3) aktivitas belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran, siswa terlihat aktif mempelajari materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel (SPLDV). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran means ends analysis dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa
Desi Gusnarsi, Citra Utami, Rika Wahyuni
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpmi.v2i1.207

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa pada materi lingkaran kelas VIII. Penelitian yang digunakan true experiment design dengan desain pretest-posttest control group design. Populasi penelitian ini adalah semua siswa kelas VIII di SMP Negeri 04 Singkawang. Tehnik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan terpilih kelas VIII A sebagai kelas eksperimen dan VIII D sebagai kelas kontrol. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah rumus N-gain dan uji-t (independen) untuk mengetahui perbedaan peningkatan, Effect Size untuk mengetahui pengaruh, persentase aktivitas siswa dan nilai motivasi belajar siswa untuk mengetahui aktivitas siswa dan motivasi belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat perbedaan peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa setelah diberikan model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) yang dibuktikan dengan nilai N-gain 0,51 kategori sedang pada kelas eksprimen dan 0,25 kategori rendah pada kelas kontrol serta uji-t (independen) diperoleh nilai thitung = 5,67 > ttabel = 2,00, (2) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap kemampuan penalaran matematis siswa yang dibuktikan perolehan nilai Effect Size sebesar 1,76 dengan kategori tinggi, (3) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap aktivitas siswa yang dibuktikan dengan perolehan persentase aktivitas 67,4% dengan kategori aktif, (4) terdapat pengaruh model pembelajaran Realistic Mathematics Education (RME) terhadap motivasi siswa yang dibuktikan dengan nilai rata-rata motivasi belajar siswa keseluruhan sebesar 44,76 dengan kategori tinggi.
Suji Suji, Resy Nirawati, Mariyam Mariyam
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpmi.v2i2.225

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa pada materi segitiga kelas VII. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan True Experimental dengan menggunakan bentuk penelitian Pretest-Posttest Control Group. Populasi penelitian adalah semua siswa kelas VII MTs Ushuluddin Singkawang yang terdiri dari kelas VII A,VII B,VII C, VII D, VII E, VII F dengan jumlah 140 orang. Sampel penelitian diambil menggunakan probability sampling, dengan teknik simple random sampling maka didapat kelas VIIA sebagai kelas eksperimen dengan jumlah 22 orang dan kelas VIIB sebagai kelas kontrol dengan jumlah 22 orang. Hasil analisis data menunjukkan bahwa; 1) Terdapat peningkatan kelas eksperimen sebesar 0,51 dan hasil uji-t dua sampel diperoleh 3,54 > 2,08 sehingga terdapat perbedaan peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis siswa antara kelas yang diberikan model pembelajaran Teams Games Tournament dengan kelas yang diberikan pembelajaran konvensional pada materi segitiga; 2) Aktivitas siswa dengan menggunakan model pembelajaran Teams Games Tournament tergolong aktif yaitu memperoleh persentase sebesar 77%; 3) Respon siswa terhadap pembelajaran matematika tergolong positif terhadap penerapan model Teams Games Tournament pada materi segitiga dengan persentase sebesar 86%.
Jamilah Jamilah
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpmi.v2i2.221

Abstract:
The aims of this study are to determine level of problem solving ability after being given problem solving basedlearning and to determine the effect of problem solving based learning to problem solving ability in probability theory. Themethod used is quasi experimental, with pre-experimental design and one shot case study design. The population are the studentsof fifth semester in IKIP PGRI Pontianak and it consists of 3 classes. Sample just consists of a class, which obtained throughcluster random sampling technique. Instrument used is problem solving ability test. Data is analyzed using descriptive statisticsand inferential statistics. The study show that the problem solving based learning doesn’t give good effect to problem solvingability, but it has average score is 67 or good level. Beside of that, the study also show that students have ability of understandingthe problem with the average score is 75 or high level, ability of devising the plan with the average score is 66 or high level,ability of carrying out the plan with the average score is 50 or middle level, and the average score is 19 or very low level forability of looking back.
Nani Ratnaningsih
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 2; doi:10.26737/jpmi.v2i2.219

Abstract:
This research implements Problem Based Learning and Discovery Learning model to analysis the increase of mathematical creative thinking skills, mistakes in the process of mathematical creative thinking, and self-efficacy of high school students in Tasikmalaya. The research method used is descriptive, data collection techniques through creative thinking ability tests and questionnaires mathematics self-efficacy. The instruments were previously assessed by experts in mathematics education. Based on the data analysis, it is concluded that the mathematical creative thinking abilities of students through Problem Based Learning is increasing compared to the mathematical creative thinking abilities of students through Discovery Learning. Mistakes students of mathematical creative thinking processes in Problem Based Learning, generally on flexibility and originality indicators. While at Discovery Learning, mistakes students of mathematical creative thinking processes is generally on sensitivity, flexibility and originality indicators. Flexibility is solving the problem with a variety of different ways, but the result is the same, and originality is to solve the problem in its own way does not use a standard formula. Sensitivity is the ability to detect problems. Self-efficacy of students in Problem Based Learning and Discovery Learning are both at high qualifications.
Ayu Novia Sari, Rika Wahyuni, Rosmaiyadi Rosmaiyadi
JPMI (Jurnal Pendidikan Matematika Indonesia), Volume 1; doi:10.26737/jpmi.v1i1.78

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Penerapan pendekatan pembelajaran Open-Ended dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi aljabar. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 01 Pemangkat. Jenis penelitian ini yang digunakan kuantitatif, bentuk penelitian yang digunakan desain Quasi eksperimental dengan bentuk Nonequivalent Control Group. Populasi penelitian adalah siswa kelas VIII yang terdiri dari lima kelas. Sampel penelitian diambil menggunakan purposivesampling maka di dapat kelas VIIIC dengan jumlah 22 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas VIIIE dengan jumlah 22 siswa sebagai kelas kontol. Pengambilan data menggunakan instrument berupa tes uraian yang disesuaikan dengan karakteristik soal kemampuan berpikir kritis matematis dan telah diuji mengunakan validitas, reliabilitas, daya pembeda, dan tingkat kesukaran. Hasil perhitungan kemampuan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen ditunjukan dengan nilai rata rata Post test sebesar 76,5 sedangkan pada kelas control ditunjukan dengan rata rata post test sebesar 69,8 hasil dari uji N-Gain sebesar 0,60 dengan kriteria sedang. Aktivitas yang dilakukan ada peningkatan dari pertemuan pertama yaitu 92,86% dan pertemuan kedua 93,81%. Dari beberapa hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa Penerapan pendekatan Open-Ended dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan Penerapan Pendekatan Open-Ended lebih baik. Keterlaksanaan yang dilakukan ada peningkatan dari pertemuan pertama yaitu 80,27 % dan pertemuan kedua 85,55 %. Dari beberapa hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa Penerapan Pendekatan Open-Ended dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa yang diajarkan dengan Penerapan Pendekatan Open-Ended lebih baik.
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top