Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia: 103

(searched for: journal_id:(6156462))
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Tri Isti Hartini, Martin Martin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 329-334; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.629

Abstract:
Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pendampingan praktikum bagi siswa kelas XI MIPA SMA Muhammadiyah 23 Jakarta yang belum pernah melakukan praktikum secara luring ketika mereka di kelas X. Pendampingan ini dilakukan secara luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan maksimal dan diikuti oleh 39 peserta dari siswa kelas 10 jurusan MIPA di SMA Muhammadiyah 23 Jakarta. Metode yang dilaksanakan pada kegiatan pendampingan ini adalah pendampingan secara tatap muka langsung. Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam melakukan pendampingan ini adalah penyampaian materi meliputi tujuan praktikum, dasar teori, cara kerja dan pengolahan data, memberikan pemahaman cara penggunaan alat praktikum yang baik dan benar kemudian secara berkelompok, siswa melakukan praktikum (beberapa judul praktikum fisika di kelas X) secara bergantian. Melalui pendampingan ini diharapkan dapat memberikan penguatan dan motivasi kepada siswa yang baru saja melakukan pembelajaran tatap muka serta memberikan pemahaman pentingnya melakukan praktikum fisika untuk mendukung pemahaman konsep fisika. Luaran hasil pengabdian ini adalah artikel yang dipublikasikan dalam jurnal terindeks Sinta. Melalui kegiatan PKM ini, pemahaman konsep materi praktikum bertambah 82 %, keterampilan siswa dalam melakukan praktikum bertambah 77% dan motivasi siswa untuk melakukan praktikum-praktikum fisika yang lain bertambah 72%.
Faizah Wardhina, Nina Rahmadiliyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 231-235; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.609

Abstract:
Setiap rumah sakit wajib menyelenggarakan rekam medis. Salah satu faktor yang dapat mendukung penyelenggaraan rekam medis yang baik dan berkualitas yaitu dengan ketepatan waktu pengembalian rekam medis rawat inap dari ruang perawatan ke unit kerja rekam medis. Kegiatan pengembalian berkas rekam medis pasien rawat inap di RSU Mawar memiliki standar waktu pengembalian 1 x 24 jam setelah pasien pulang sesuai dengan peraturan yang berlaku. Rekam medis yang mengalami keterlambatan dalam pengembalian akan berdampak pada terhambatnya proses pengolahan data, lambat dalam pengajuan klaim asuransi serta terhambatnya pelayanan terhadap pasien. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan perawat tentang pengembalian berkas rekam medis rawat inap serta meningkatkan ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis rawat inap di RSU Mawar Banjarbaru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan beberapa tahapan, yaitu: pretest, pelaksanaan sosialisasi (pemberian materi dan diskusi tanya jawab), posttest. Rata-rata skor pengetahuan perawat saat pretest adalah 82, sedangkan rata-rata skor pengetahuan perawat saat posttest adalah 87. Disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan perawat setelah dilakukan sosialisasi tentang ketepatan waktu pengembalian berkas rekam medis pasien rawat inap.
Aprilita Rina Yanti Eff, Sri Teguh Rahayu, Ayu Puspita Lena
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 255-260; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.612

Abstract:
Masa remaja merupakan fase kritis dimana terjadi beberapa perubahan, seperti perubahan fisik, perkembangan otak, maturasi organ seksual, dan perkembangan psikososial yang mempengaruhi perilaku terkait kesehatan. Remaja rentan mengalami permasalahan kesehatan, terutama pada penyakit sindrom metabolik. Hal ini juga didukung apabila gaya hidup masa remaja tidak diperhatikan terutama di masa pandemi seperti sekarang ini, dimana makan yang tidak terkontrol dan jarang melakukan aktivitas fisik sehingga penyakit sindrom metabolik ini semakin rentan terjadi pada usia remaja. Kegiatan Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan memberikan edukasi mengenai sindrom metabolik pada 30 siswa siswi kelas IX SMP 264 Jakarat berupa pemberian materi mengenai bagaimana mencegah sindrom metabolik dengan menerapkan pola makan yang sehat, dan aktivitas fisik yang teratur, agar dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu dilakukan pula pengukuran berat badan, tinggi badan, tekanan darah, dan lingkar pinggang untuk melihat gambaran kesehatan siswa-siswi SMPN 264 Jakarta. Hasil pengukuran tekanan darah menunjukkan 5 orang siswa memiliki tekanan darah ?130/85 mmHg. Pemberian Edukasi pada 30 siswa siswi kelas IX SMPN 264 Jakarta mengenai bagaimana mencegah sindrom metabolik dengan menerapkan pola makan yang sehat, dan aktivitas fisik yang teratur sangat penting untuk terus dilakukan sehingga remaja memiliki pengetahuan tentang pentingnya menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah sindrom metabolik.
Farah Zakiyah Rahmanti, Bernadus Anggo Seno Aji, Khodijah Amiroh, Helmy Widyantara, Oktavia Ayu Permata, Ignatia Indreswari, Muhammad Iqbal Maulana, Muhammad Rafi Irzam
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 237-243; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.596

Abstract:
Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki latar belakang dimana kegiatan siswa SMA/SMK khususnya anak kelas XII di sekolah pada bulan Mei sudah tidak ada kegiatan akademik. Kegiatan siswa/SMK pada bulan Mei biasanya sedang mengikuti UTBK untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya. Kegiatan ini bermaksud untuk memfasilitasi pengetahuan awal di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) sebelum siswa SMA/SMK masuk ke bangku perkuliahan. Program kegiatan Seminar Ilmiah Populer (SIP) online merupakan kegiatan pengabdian masyarakat yang memberikan banyak manfaat bagi siswa SMA/SMK yang sedang berada di rumah selama kondisi pandemik. Siswa SMA/SMK mendapatkan banyak ilmu terkait teknologi informasi pada perangkat bergerak. Siswa SMA/SMK dapat mengenal lebih awal tentang pemrograman mobile agar dapat membuat aplikasi yang dapat berjalan pada perangkat bergerak. Perangkat yang dimaksud adalah ponsel pintar, tablet, jam pintar, dan gelang pintar. Tujuan akhir dari program pengabdian masyarakat ini adalah siswa-siswa SMA/SMK dapat menambah wawasannya tentang bagaimana membuat aplikasi perangkat bergerak, serta dapat mengetahui perangkat lunak apa saja yang perlu disiapkan.
Rinto Rinto, Ace Baehaki, Yunindyawati Yunindyawati, Shanti Lestari, Sherly Ridhowati, Indah Widiastuti, Puspa Ayu Pitayati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 349-356; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.526

Abstract:
Permasalahan utama yang dihadapi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Barokah Palembang adalah pengemasan produk olahan yang masih konvensional dan tidak ada informasi nilai gizi produk. Tujuan kegiatan ini adalah melakukan introduksi teknologi pengemasan vakum sekaligus memberikan informasi komposisi gizi produk pada kemasan. Tahapan kegiatan yang dilakukan yaitu meliputi pertama sosialisasi dan pelatihan pengemasan vakum, kedua pendampingan analisis gizi produk olahan, dan ketiga monitoring aplikasi teknologi dan penyusunan laporan kegiatan. Hasil dari kegiatan ini adalah kegiatan penyuluhan diikuti oleh 34 orang yang merupakan anggota UMKM Barokah serta melibatkan juga UMKM lainnya di Palembang. Analisis komposisi gizi produk ikan asap menunjukan bahwa ikan asap mengandung air sebanyak 7,84%, protein 17,24%, lemak 45,59%, dan abu 10,90%. Pada akhir kegiatan penyuluhan dilakukan penyerahan satu unit alat vakum kepada pengelola UMKM Barokah.
Hariza Afia Aktaviani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 325-328; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.603

Abstract:
Wakatobi merupakan 10 bali baru Indonesia, desa Mola Nelayan Bhakti secara administratif masukke Kecamatan Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Desa Mola Nelayan Bhakti ini masih di dominasi oleh Suku Bajo yang banyak menggantungkan aktivitasnya kepada aspek bahari dengan pekerjaanya sebagi nelayan. Meski terletak di di Wakatobi yang merupakan 10 Bali Baru Indonesia, permasalahan kesehatan, lingkungan, pendiikan dan ekowisata tidak lantas rampung begitu saja. Di Desa ini masih terdapat permasalahan di bidang kesehatan seperti usus buntu, radang, asma maupun diabetes. Permasalahan sampah, plank dan kurangnya tempat sampah juga menjadi catatan di bidang lingkungan. Disamping itu ada potensi berupa Taman Baca Masyarakat, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Atas, TPA, UMKM dan Jembatan Pelangi yang menjadi poteni Desa ini dan bisa lebih dioptimalkan lagi. Maka diadakan pengabdian masyarakat menggunakan metode social mapping dengan tujuan memberdayakan masyarakat melalui sinergi antara Pemuda Pemudi Indonesia, masyarakat dan Pemerintah Daerah dengan hasil penambahan buku di Taman Baca, pengolahan sampah, pembuatan plank sampah dan petunjuk jalan, general chek up, bazar.
Eha Renwi Astuti, Otty Ratna Wahyuni, Sri Wigati Mardi Mulyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 287-290; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.482

Abstract:
Radiologi Kedokteran Gigi merupakan salah satu bidang ilmu yang memiliki peran penting di bidang kedokteran gigi. Salah satu teknik radiografi yang sering digunakan adalah radiografi periapical. Untuk pembuatan radiografi periapikal guna perawatan saluran akar atau kondisi lain yang memerlukan kondisi tanpa superimposisi maka radiografi periapikal dengan gambaran dua dimensi tidak selalu dapat memenuhi tujuan pemeriksaan yang diinginkan oleh dokter gigi. Saluran akar bukal dan lingual seringkali tampak superimposisi (tumpang tindih) satu sama lain pada radiografi periapikal dan memerlukan pemisahan agar dapat diidentifikasi secara tepat. Salah satu metode yang dapat digunakan adalah adalah Buccal Object Rule atau Clark’s Rule. Banyak permintaan dokter gigi untuk memperoleh radiograf yang gambarannya tidak tumpang tindih, namun belum banyak radiografer yang menguasai teknik atau metode ini. Metode dari kegiatan ini yaitu dengan pemberian materi dilanjutkan dengan pelatihan melalui video tutorial secara daring. Hasil yang dicapai meningkatnya kemampuan peserta di buktikan dengan rerata hasil post test (8,05) meningkat dari hasil pre test (5,72).
Ina Setiawati, Rahma Widiantie, Ilah Nurlaelah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 341-348; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.472

Abstract:
Kegiatan Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan ibu-ibu rumah tangga untuk dapat menambah pendapatan keluarga dengan membuar produk olahan berbahan dasar singkong. Diversifikasi produk berbasis singkong dapat menjadi peluang home industry khususnya bagi ibu-ibu rumah tangga. Peluang usaha ini didasari dengan bahan baku yang mudah diperoleh serta dengan modal yang tidak terlalu besar. Singkong dapat dijadikan berbagai produk olahan yang kekinian yang banyak disukai konsumen sehingga dapat memiliki nilai jual dan daya saing di pasaran. Warga desa biasanya mengolah singkong hanya menjadi keripik singkong, tape, kerupuk beca. Namun kami memberi informasi pembuatan singkong dengan inovasi produk olahan singkong yang kekiniaan serta informasi analisis usahanya sehingga warga tenjolayar khusunya ibu rumahtangga tidak ragu untuk mengaplikasikannya. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan meliputi 4 tahapan diantaranya; pendahuluan, persiapan, pelaksanaan, evaluasi. Kegiatan pendahuluan diawali dengan kegiatan observasi, perijinan kegiatan PKM ke desa. Kegiatan pelaksanaan diawali dengan sosialisasi, dan selanjutnya melakukan pelatihan pembuatan produk olahan serta analisis usaha produk olahan singkong. Selanjutnya kegiatan evaluasi dengan memberikan angket pada ibu ibu rumahtangga terkait pelaksanaan serta minat mereka untuk berwirausaha mandiri. Manfaat dari PKM adalah diharapkan ibu-ibu rumahtangga memiliki keterampilan membuat varian olahan dari singkong serta dapat membuka peluang home industry yang dapat menambah pendapatan keluarga. Berdasarkan hasil evaluasi diperoleh data sekitar 73 % dari jumlah Ibu-ibu rumahtangga yang ada di Desa ikut berperan serta dalam kegiatan PKM ini, dan kegiatan PKM ini bermanfaat serta memberikan pengetahuan yang baru bagi mereka.
Marinda Sari Sofiyana, Siti Nurni Fidinana, Muhammad Ridwan Nawawi, Elika Yulita Anggraini, Evita Fatatus Salma, Mey Radipna Wilianti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 119-123; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.354

Abstract:
Ketahanan pangan menjadi salah satu aspek yang terganggu akibat adanya pandemi Covid-19. Pemenuhan kebutuhan pangan masyarakat menjadi terganggu, bahkan di beberapa wilayah menyebabkan ancaman krisis pangan. Kampung Sayur yang berada di Dusun Klampok (Desa Pandanarum, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar) telah melakukan program penanaman sayur sebelum pandemi sebagai upaya ketahanan pangan, Namun, dengan adanya pandemi kegiatan tersebut terhenti. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggerakkan kembali kegiatan penanaman sayur di Kampung Sayur yang didahului dengan membersihkan jalan dan pekarangan warga. Metode pengabdian dilakukan dengan eksplorasi deskriptif. Pengabdian ini dilakukan melalui tiga tahap, yaitu tahap observasi dan perencanaan, tahap implementasi kegiatan, serta tahap refleksi evaluasi. Kelompok sasaran dari kegiatan pengabdian ini adalah warga RT 2 Dusun Klampok sebanyak 30 kepala keluarga. Implementasi praktek budidaya tanaman sayuran diantaranya adalah labu siam, sawi hijau, pakcoy, cabe rawit, bayam, kangkung, tomat, dan sayur oyong. Hasil dari kegiatan ini adalah edukasi warga dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan pekarangan dalam budidaya sayuran. Pengabdian masyarakat ini mampu meningkatkan motivasi warga untuk aktif dalam kegiatan budidaya sayur di Kampung Sayur.
Putu Gita Maya Widyaswari Mahayasih, Silviana Dewi, De Vita Enjelin, Rafi Perdana Tamher, Megawati Megawati, Sri Teguh Rahayu, Tria Saras Pertiwi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 217-223; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.598

Abstract:
Jamu merupakan pengobatan tradisional yang mampu mengatasi masalah kesehatan salah satunya untuk memperkuat sistem imun tubuh. Pengobatan pada zaman sekarang kebanyakan menggunakan pengobatan modern tetapi jamu masih banyak peminat dikalangan masyarakat perkotaan maupun pedesaan. Tujuan dalam kegiatan KKN ini untuk memberikan sosialisasi mengenai pelatihan bagaimana cara pengolahan bahan alam dalam upaya meningkatkan daya tahan tubuh di era pandemi. Sebagai sasaran adalah warga Rw.09 Kel. Jembatan Besi Kec. Tambora, Jakarta Barat khususnya ibu rumah tangga. Metode pelaksaan kegiatan ini yaitu dengan memberikan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat serta pembagian leaflet, masker, hand sanitizer, pemasangan poster dan pembagaian hasil produksi jamu kepada masyarakat setempat. Hasil dari kegiatan ini terdapat peningkatan pemahaman pada warga RW. 09 dari hasil kuesioner yang sudah didapat menunjukkan bahwa warga RW. 09 dapat memahami mengenai macam-macam jamu, khasiat jamu, cara pembuatan jamu dengan baik dan benar.
Priyo Subekti, Hanny Hafiar, Fx Ari Agung Prastowo, Dwi Masrina
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 131-136; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.408

Abstract:
Pangandaran merupakan daerah wisata yang sedang dirancang untuk menjadi destinasi wisata tingkat nasional dan internasional. Sektor pariwisata mempunyai berbagai macam hal positif yaitu memunculkan peluang untuk menciptakan lapangan kerja baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk meningkatkan taraf kesejahteraan mereka secara ekonomi. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan generasi muda di wilayah Pangandaran dalam hal kewirausahaan melalui pelatihan dan pendampingan. Metode yang digunakan adalah ceramah, diskusi dan perancangan wirausaha. Hasil dari pengabdian pada masyarakat adalah didapatnya: 1) gambaran mengenai perubahan yang positif mengenai pemahaman dan wawasan peserta pelatihan terhadap kewirausahaan; 2) Hambatan yang terjadi pada rendahnya minat wirausaha adalah pola pikir masyarakatnya. Masyarakat desa yang tingkat pendidikanya rendah sehingga sulit untuk diajak berkreasi dan berusaha membuat sebuah kegiatan baru; 3) Pembiayaan program pemeberdayaan masyarakat selama ini masih mengandalkan bantuan dari desa dan dinas perikanan serta swadaya masyarakat itu sendiri.
Sigit Hariyadi, M.Th Sri Hartati, Sunawan Sunawan, Binti Isrofin, Dian Purbo Utomo, Dwi Ahmad Darul, Tanzila Shafa Nurifda
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 291-297; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.627

Abstract:
Keterampilan konseling yang dikembangkan guru bimbingan dan konseling pada penyelenggaraan pelayanan BK masih belum optimal. Guru BK belum secara optimal dalam merespon pernyataan atau pengungkapan kondisi dari diri konseli dan mengkomunikasikan kembali kepada konseli. Disisi lain Era teknologi dan tuntutan akuntabilias publik memaksa konselor untuk berubah lebih baik dalam pemberian layanan. Dari pemrmasalah tersebut penulis mengadakan pelatihan untuk peningkatan komptensi konselor dalam pemberian layanan melalui metode game-based learning. Pengaplikasian game-based learning pada pelayanan BK yaitu pemanfaatan game atau permainan yang secara khusus dirancang untuk mendukung proses konseling dalam pelayanan BK. Bermain game dapat menjadi media katarsis bagi siswa. Game sebagai metode layanan mampu memberikan pengalaman langsung bagi siswa akan masalahnya atau nilai psikoedukasi yang diajarkan. Selanjutnya strategi game mampu menjembatani komunikasi antar konselor dan siswa. Adapun hasil dari pelatihan ini menunjukkan antusias yang tinggi dari peserta selama proses kegiatan. Peserta pelatihan juga mampu menunjukan kemampuan analisis dan praktik layanan dengan strategi game-based learning secara baik sebagaimana indikator observasi dan praktik yang digunakan.
Neka Fitriyah, Rayhan Fahrizky, Aldafa Rivaldi, Breezy Adel Endow S
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 261-269; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.630

Abstract:
Priwisata merupakan sektor penting dalam mendorong pembangnandan pertmbuhan ekonomi nasional. Salah satu pendekatan pengembangan pariwisata yang startegis dewasa ini adalah desa wisata. Desa Wisata Tanjung Pasir merupakan wisata pesisir pantai yang dalam pelaksanaannya desa wisata ini menemui berbagai kendala. Salah satunya adalah terbatasnya proses diseminsi informasi terkait potensi wisata yang menyebabkan masyarakat luas tidak mengetahui keberadaan dari desa wisata ini. Website merupakan solusi strategis yang dapat dijadikan sarana diseminasi informasi yang dapat menjangkau khalayak luas tanpa dibatasi oleh jarak dan waktu. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah FGD dan substitsi IPTEKS. FGD ditujukan untuk menggali informasi terkait potensi wisata sedangkan substitusi IPTEKS adalah cara membuat, menawarkan dan mengaplikasikan teknologi yang dibutuhkan. Hasil dari kegiatan ini adalah terbentuknya website Tanjung Pasir yakni tanjungpasir.com yang dapat diakses oleh kalangan luas dan pemetaan potensi-potensi wisata yang dibutuhkan bagi pemerintah dalam membuat program pengembangan wisata. Website terdiri dari fitur home, jelajah, blog, video dan kontak. Dengan adanya website, informasi terkait desa wisata menjadi lebih mudah diakses oleh masyarakat luas. Adanya website juga menuntut pengelolaan desa wisata agar lebih profesional, modern dan mampu bersaing dengan objek wisata lainnya. Rekomendasi yang dihasilkan dari kegiataan ini diantaranya diperlukannya maintanance terhadap website yang sudah dibuat, dengan memperbahari informasi, video dan gambar terbaru. Diperlukan pendampingan dan kontrol terukur atas pelaksanaan pengembangan desa wisata baik oleh pemerintah, masyarakat, pelaku UMKM dan masyarakat sekitar. Kerjasama dengan pihak swasta perlu digagas oleh pemerintah dan masyarakat agar pengembangan Desa Wisata Tanjung Pasir lebih tersinergi.
Eko Nursanty, Djoko Darmawan, M. Fahd Diyar Husni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 275-285; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.518

Abstract:
Kurikulum MBKM adalah wujud baru dalam Pendidikan Indonesia yang diharapkan mampu memberikan warna baru didalam memunculkan keunikan dan otentisitas dari keberagaman Indonesia. Peluang yang ada didalam IKU 3 berupa dosen berkegiatan di luar kampus diharapkan mampu menunjang keunikan pembelajaran yang diharapkan pada IKU 7 yaitu kelas yang kolaboratif dan partisipatif. Prodi Arsitektur adalah Pendidikan yang yang menghasilakn lulusan dengan kemampuan seseorang dalam menciptakan wadah kehidupan manusia berupa ruang dan tempat baik di dalam maupun di luar bangunan, dalam wujud fisik maupun non fisik yang berada pada sebuah lingkungan yang berkelanjutan. Indonesia memiliki 1.239 warisan budaya tak benda yang memberikan peluang bagi para arsitek untuk mewujudkan karya-karya bermuatan lokal dalam kerja profesinya. Metode pengabdian ini dilakukan dengan cara menyiapkan informasi dan meyusun gambaran secara utuh dalam bentuk peta digital pada 12 program studi Arsitektur penerima Hibah Penyusunan Kurikulum MBKM dari Kementerian Riset dan Teknologi Republik Indonesia sejak tahun 2020 hingga saat ini. Informasi yang dikumpulkan adalah gambaran jumlah dosen yang berprofesi sebagai arsitek dan upaya penciptaan kelas kolaboratif dan partisipatif yang telah dilakukan. Peta yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan mampu memberikan manfaat guna mendukung pelaksanaan kurikulum MBKM di Prodi Arsitektur manapun di wilayah Indonesia bahkan yang belum mendapatkan kesempatan hibah MBKM.
Irhash Ainur Rafiq, Novi Tristanti, Nur Makkie Perdana Kusuma, Asep Setyaji, Muhammad Kunta Biddinika, Sunardi Sunardi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 245-253; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.607

Abstract:
SMPN 43 Kota Bandar Lampung tidak luput dari penyelenggaraan pembelajaran secara daring akibat adanya pandemi Covid-19. Program pelatihan optimalisasi Google Apps ini diharapkan dapat mendukung proses belajar mengajar agar bisa berjalan efektif dan optimal. Tujuan pengabdian ini adalah untuk mengenalkan Google Apps (Forms, Docs, Sheets, Slides), Google Meet dan Google Classroom kepada para guru SMPN 43 Kota Bandar Lampung sehingga bisa proses belajar mengajar menjadi lebih optimal. Peserta pelatihan adalah 19 guru SMP Negeri 43 Bandar Lampung dengan berbagai background pendidikan. Pelatihan dilaksanakan secara daring melalui Google Meet. Survei dilakukan kepada peserta untuk mendapatkan kondisi sebelum dan setelah pelatihan. Evaluasi terhadap peserta dilakukan berdasarkan respon peserta terhadap pertanyaan dalam angket sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil menunjukkan bahwa 100% guru merasa terbantu dengan adanya pelatihan ini. Tingkat keberhasilan sebesar 100% terlihat pada pengetahuan guru tentang Google Apps yang meliputi Google Form, Google Meet, Google Classroom, Google Docs, Google Sheet, dan Google Slide bertambah setelah mengikuti pelatihan.
Yuki Novia Nasution, Syaripuddin Syaripuddin, Wasono Wasono, Fidia Deny Tisna Amijaya, Moh. Nurul Huda, Qonita Qurrota A'Yun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 319-324; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.577

Abstract:
Matematika adalah salah satu Mata Pelajaran yang dipelajari pada tingkat SMP. Dalam kondisi normal, Matematika akan lebih mudah dipahami ketika diajarkan melalui tatap muka. Namun dengan adanya pandemi akibat virus COVID 19, pembelajaran dilakukan secara online. Penggunaan software matematika dapat membantu menunjang pembelajaran secara online, salah satunya adalah software Geogebra. SMP Fastabiqul Khairat dan SMP I Bunga Bangsa adalah sekolah menengah pertama yang terletak di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur. Berdasarkan kesiapan pihak sekolah, kegiatan pengabdian masyarakat berupa Pelatihan Penggunaan Software Geogebra dilaksanakan secara daring. Salah satu hasil kegiatan berupa nilai pretest dan posttest. Berdasarkan hasil uji perbandingan rata-rata nilai pretest dan posttest diperoleh bahwa terdapat peningkatan pemahaman terhadap software Geogebra setelah dilakukan pelatihan.
Muhammad Zakaria Umar, St Nawal Jaya
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 311-318; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.622

Abstract:
Pengabdian ini dilaksanakan di Kampung KB, Kelurahan Petoaha, Kecamatan Nambo, Kota Kendari Pengabdian ini ditujukan untuk memberikan pendidikan kewirausahaan pada masyarakat di Kampung KB berbasis potensi yang ada di sekitar lingkungan mereka. Pengabdian ini menggunakan metode penyuluhan dan praktik. Pengabdian ini disimpulkan sebagai berikut: (1) pendidikan kewirausahaan diberikan kepada masyarakat Kampung KB untuk membangkitkan jiwa kreatif, inovatif, dan mandiri melalui potensi sumber daya alam berbasis dari lingkungan sekitarnya; (2) proses adopsi kewirausahaan pembuatan papan dari bahan daun nipah, lantai dari bahan limbah padat cangkang kalandue, roster beton, batako beton, dan batu paving berlangsung dengan baik. Hal ini karena masyarakat paham terhadap materi yang diberikan dan masyarakat mampu mengaplikasikannya dengan baik.
Viani Anggi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 193-198; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.572

Abstract:
Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Sopu Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi Sulawesi Tengah dengan menggunakan objek tanaman ubi jalar ungu yang dalam konsep sediaan farmasi. Pada kegiatan Pengabdian masyarakat yang dilakukan ini bertujuan untuk menerapkan tanaman ubi jalar ungu kepada masyarakat di Desa Sopu tentang manfaat tanaman ubi jalar ungu yang dapat diaplikasi dalam konsep berbagai sediaan farmasi untuk peningkatan penghasilan sumber ekonomi masyarakat yang ada di desa Sopu. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini yaitu metode penyuluhan dan demonstrasi tentang tanaman ubi jalar ungu dalam konsep berbagai sediaan farmasi. Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini yaitu Masyarakat yang ada di Desa Sopu dapat memahami konsep penerapan tanaman ubi jalar ungu dalam berbagai konsep sediaan farmasi, dapat dilihat dengan evaluasi tingkat persentase pemahaman sebesar 88,88% yang dimana sebelumnya hanya 22,22%, selain itu masyarakat dapat mengaplikasikan tanaman ubi jalar ungu dalam bentuk simplisia seperti seduhan teh yang kaya akan kandungan antioksidan dari ekstrak kering tanaman ubi jalar ungu dan juga biskuit bayi yang dapat digunakan sebagai peningkatan pendapatan dari segi ekonomi masyarakat desa Sopu, Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi Sulawesi tengah.
Nurbaiti Nurbaiti, Muhammad Irsal, Mahfud Edy H, Legia Prananto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 137-142; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.410

Abstract:
Kemampuan belajar anak-anak di sekolah mempengaruhi prestasi belajarnya. Guru berperan penting dalam proses belajar anak-anak. Ketidakmampuan guru memahami peran otak dan bagaimana fungsi bagian-bagian otak secara keseluruhan untuk mendukung proses belajar ini menjadi salah satu hambatan mengembangkan metode belajar yang optimal. Tujuan kegiatan workshop adalah untuk meningkatan pengetahuan dan keterampilan guru tentang perkembangan dan fungsi otak. Para guru mendapatkan materi, diskusi dan simulasi tentang anatomi dan fisiologi otak dalam proses belajar. Evaluasi kegiatan dalam bentuk pre dan post tes dan laporan hasil praktek metode belajar yang sesuai dengan ritme kerja otak anak (brain base learning). Hasil kegiatan ini menguatkan kemampuan guru dalam proses belajar dan mengajar yang memacu perkembangan otak, meningkatkan kemampuan belajar serta mencegah terjadinya perlambatan proses belajar anak di sekolah.
Ikha Rahardiantini, Lili Sartika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 149-153; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.457

Abstract:
Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit akibat infeksi virus saluran pernapasan menular yang disebabkan oleh virus baru bernama Severe Acute Respiratory Syndrome-Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). Gejala COVID-19 antara lain demam, batuk, kelelahan, sesak napas dan hilangnya indera penciuman serta diare. Fungsi sistem imun merupakan bagian penting dan perlu dijaga agar daya tahan tubuh tetap kuat dan optimal. Sistem imun yang kuat sangat penting bagi pertahanan tubuh dalam mencegah berbagai penyakit menular, terutama di masa pandemi COVID-19. Infeksi Coronavirus (2019-nCoV) belum memiliki obat antivirus target yang efektif. Pengobatan suportif masih menjadi pengobatan utama saat ini untuk pasien COVID-19. Salah satunya pemberian multivitamin yang mengandung vitamin C, D, dan Seng oral maupun intravena dapat mengurangi peningkatan risiko komplikasi, mengurangi tingkat keparahan, mengatasi gejala, dan meningkatkan imunitas tubuh. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi masalah masyarakat menghadapi pandemi virus Covid-19 adalah melalui sosialisasi tentang penerapan protokol kesehatan dan pembagian vitamin C, D, dan Seng bagi para peserta vaksin di Poltekes Kemenkes Tanjungpinang untuk meningkatkan imunitas tubuh sehingga dapat meminimalisir penularan virus COVID-19 serta memutus mata rantai penularannya. Masyarakat sangat antusias dan menyambut baik kegiatan tersebut dan mengharapkan untuk bisa dilakukan kegiatan serupa secara berkelanjutan mengingat masa pandemi belum bisa dipastikan kapan berakhir.
Hery Haryanto, Delfina Delfina, Jessica Jessica, Jesseline Chang, Fionna Quinn
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 181-186; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.494

Abstract:
Masa pandemi COVID-19 dapat dinilai sebagai ancaman dan juga peluang dalam dunia bisnis. Untuk bertahan dalam masa pandemi ini, UMKM JHN Shop harus berinovasi agar dapat bersaing dengan UMKM lainnya. Karena adanya masa pandemi COVID-19 telah membuat JHN Shop mengalami penurunan pendapatan. Strategi yang cukup populer saat ini dalam mengatasi permasalahan JHN Shop adalah pemasaran digital dengan memanfaatkan iklan dan media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun Tiktok. Pemasaran digital sebagai upaya yang dapat dilakukan oleh JHN Shop dan dengan melakukan pemasaran digital maka JHN Shop dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi dan pendapatannya. Dalam membantu UMKM JHN Shop dalam menerapkan pemasaran digital, pelaksana kegiatan memberikan edukasi dan juga membuatkan akun Instagram untuk Bapak A Ing selaku pemilik JHN Shop. Pengabdian dilakukan melalui tahap persiapan untuk memperoleh data dengan wawancara dengan Bapak A Ing, tahap pelaksanaan untuk mengimplementasikan kegiatan yaitu menciptakan luaran berupa akun Instagram, dan tahap penilaian untuk mengevaluasi kegiatan yaitu memantau penggunaan akun tersebut oleh JHN Shop serta mengamati peningkatan pengikut pada akun tersebut. Setelah JHN Shop mencoba melakukan pemasaran digital, mereka mendapatkan beberapa pelanggan baru. Seiring dengan bertambahnya pelanggan, produktivitas, efisiensi dan pendapatan JHN Shop pun ikut meningkat.
Rufinus Nainggolan, Akhiruddin Akhiruddin, Benar Benar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 175-180; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.492

Abstract:
Pemberian pakan ternak berupa hijauan ataupun makanan tambahan lain yang dilakukan oleh peternak kambing pada umumnya masih bersifat tradisional. Dusun II Sei Nagalawan Kecamatan Perbaungan Serdang Bedagai adalah salah satu desa dimana para peternak kambingnya masih menggunakan cara konvensional dalam pengolahan pakannya. Pakan ternak berupa rumput-rumputan agak cukup terbatas jumlahnya di Dusun II Sei Nagalawan mengakibatkan berkurangnya jumlah peternak kambing di dusun ini. Mitra pengabdian sendiri sempat membuat pakan alternatif dari batang pisang untuk mempertahankan sediaan pakan kambing. Beberapa tanaman lain yang berpotensi untuk dapat dijadikan pakan ternak kambing cukup banyak dijumpai seperti ubi kayu, jagung, pelepah dan pelepah sawit, hanya saja harus melalui proses pencacahan untuk dapat dikonsumsi dengan aman oleh ternak. Tujuan dari program ini adalah untuk memberikan pelatihan keterampilan kepada mitra peternak kambing dalam mengolah sumber pakan dengan melakukan pengolahan secara mekanis sehingga sediaan pakan ternak kambing dapat dipertahankan. Pencacahan bahan hijauan dengan mesin ini cukup mudah dan memberikan hasil yang cukup tipis sehingga mudah dikonsumsi oleh ternak kambing. Pada pelaksanaan pengabdian, hampir semua jenis pakan seperti batang dan umbi ubi kayu, batang pisang, rumput gajah, batang jagung dan bonggol jagung dapat tercacah dengan sempurnya, hanya saja untuk pelepah sawit hasil cacahan masih menyisakan potongan lidinya. Hasil cacahan mudah disimpan untuk jangka waktu beberapa hari kedepan.
Selvia Aprilyanti, Faizah Suryani, Winny Andalia, Irnanda Pratiwi, Mahmud Basuki
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 143-147; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.420

Abstract:
Kelurahan Karya Mulya Kecamatan Sematang Borang merupakan salah satu daerah penghasil tanaman lengkuas di Kota Palembang. Lengkuas, laos atau kelawas merupakan jenis tumbuhan umbi-umbian yang bisa hidup di daerah dataran tinggi maupun dataran rendah. Lengkuas bermanfaat untuk meredakan nyeri sendi, misalnya pada kasus osteoarthritis atau rheumatoid arthritis. Kopi Lengkuas merupakan campuran antara serbuk kopi dan bubuk lengkuas yang diproduksi sebagai salah satu inovasi di bidang agroindustri pengganti produk jamu yang biasanya memiliki cita rasa pahit. Potensi ekonomi kopi lengkuas cukupbesar, namun belum dimanfaatkan secara optimal oleh masyaraka di Kelurahan Karya Mulya Kecamatan Sematang Borang Kota Palembang. Melalui kegiatan Pengabdian Kepada masyarakat dengan metode penyuluhan potensi ekonomis ekstrak lengkuas sebagai bahan campuran kopi ini dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk meningkatkan nilai tambah dan potensi dari tanaman lengkuas yang cukup melimpah di Kelurahan Karya Mulya. Dari hasil kegiatan pengabdian ini dapat meningkatkan minat masyarakat untuk mengolah tanaman lengkuas menjadi kopi lengkuas sebagai produk inovatif dan minuman kesehatan yang dapat dikonsumsi dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat setempat.
Ketut Sudiantara, Komang Ayu Henny Achjar, I Ketut Gama
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 155-163; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.473

Abstract:
Maksimal Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat perlu mendapat perhatian. Kasus hipertensi di Kabupaten Badung dan Desa Tibubebeng, karena belum optimalnya program kemitraan (parthnership) lintas sektoral. Metode pelaksanaan berupa pelatihan terintegrasi, focus group diskusion, pelayanan kesehatan lansia Hipertensi. Khalayak sasaran: Kader lansia 65 orang, Keluarga lansia dengan hipertensi 130 orang. Hasil pelaksanaan dari 195 sasaran dapat diuraikan tentang kelompok umur: 58.5% dewasa akhir, pengetahuan cukup sebanyak (64.6%), sikap cukup sebanyak (93.8%). Hasil observasi terhadap kader hasil baik 61 orang. Keluarga Lansia dengan hipertensi :60.0% pengetahuan kader cukup 52.3% sikap kader baik 97.7%. Hasil observasi terhadap kader berada pada kategori baik sebanyak 127 orang. Kesimpulan kegiatan; pelatihan tentang asuhan keperawatan keluarga dengan lansia hipertensi penerimaan kegiatan cukup baik, proses berjalan dengan lancar dan peserta cukup aktif. Fokus upaya pencegahan dan perawatan hipertensi lansia di rumah meliputi diet, olahraga, spiritual, kebutuhan istirahat, obat-obatan, pentingnya peran keluarga, terapi komplementer seperti akupresur dan herbal. Keluarga dapat melakukan perawatan lansia hipertensi di rumah terkait diet, olahraga, spiritual, kebutuhan istirahat, obat-obatan, terapi komplementer seperti akupressur dan herbal. Hasil Focus Group Discussion/ FGD masih ditemukan kurangnya support keluarga perawatan di rumah, karena kesibukan dan ketidaktahuan perlu peran keluarga dalam pengelolaan hipertensi (obat, olahraga, diet, dukungan keluarga, spiritual.
Sulistiyani Sulistiyani, Lamria Situmeang, Santalia Banne Tondok, Nurmah Rachman, I Ketut Swastika
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 165-174; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.488

Abstract:
Kampung ASEI Besar merupakan salah satu Kampung Destinasi wisata yang pada tahun 2021 menjadi pusat pelaksanaan PON XX. Pada kondisi yang demikian menyebabkan kampung Asei Besar menjadi salah satu kampung yang berisiko terjadi peningakatan kasus Covid-19. Hasil laporan DINKES Papua tahun 2020 menyatakan bahwa wilayah Sentani memiliki kasus Covid-19 mencapai 22 orang penderita. Dengan karakteristik penduduk yang memiliki mobilitas tinggi dari pesisir ke wilayah daratan, maka menjadikan kampung Asei Besar mengembangkan kampung sehat di era new normal life. Tujuan dari pembentukan pengembangan kampung sehat adalah meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk memutuskan mata rantai penularan Covid-19, sehingga kampung Asei Besar menjadi bebas Covid-19. Metode yang digunakan selama pelaksanaan kegiatan adalah Ceramah, diskusi kelompok, simulasi/role play, dan Pelatihan. Hasil yang didapatkan adalah terbentunya kader Covid-19 yang memiliki tugas dan tanggung jawab untuk membantu pemerintah memutuskan mata rantai penularan Covid-19. Untuk selanjutnya Kader diberikan pelatihan guna mampu melakukan deteksi dini penyakit Covid-19 pada masyarakat Kampung Asei Besar. Selain itu, program kerja lainnya juga disepakati dengan mitra terkait penurunan penyakit Menular dan mencegah angka kematian Ibu dan Anak, menurunkan angka gizi kurang yang menjadi salah satu indikator dari pengembangan kampung sehat. Dengan adanya peran aktif masyarakat seperti Kader Covid-19, maka pemutusan mata rantai Covid-19 dapat berjalan dengan efektif. Kader Covid-19 dapat bekerja sama dan berkesinambungan dnegan program yang telah dirumuskan oleh pemerintah.
Bayu Yoni Setyo Nugroho, Prizka Rahmawati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 335-340; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.584

Abstract:
Kota Semarang merupakan salah satu daerah di Indonesia yang terdampak Covid-19 yang cukup parah di awal pandemi. Program-program yang diadakan pemerintah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan persepsi masyarakat sudah banyak dilakukan akan tetapi masih ditemukan beberapa masyarakat yang belum terpapar informasi tersebut. Kelurahan Tandang menjadi lokasi pengabdian dari observasi dan screening awal mengenai pengetahuan, sikap dan persepsi masyarakat terhadap Covid-19 masih tergolong kurang baik. Metode yang digunakan observasi dan pengembangan media poster. Hasil dari pengabdian menghasilkan 20 responden menyatakan memahami isi poster yang diberikan dan meningkatan pengetahua, sikap dan persepsi terhadap Covid-19.
Syafrizal Syafrizal, Lukman Nulhakim, Ade Irvan Tauvana, Widodo Widodo, Fatkur Rachmanu, Mokhamad Is Subekti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 305-310; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.619

Abstract:
Telah dilakukaan kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen beserta mahasiswa Prodi Teknologi Mesin Politeknik Enjinering Indorama dengan tujuan peningkatan kualitas sumber daya manusia bidang pendidikan kejuruan. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keahlian siswa SMK Purwakarta dalam desain gambar yang dibutuhkan oleh perusahaan manufaktur yang ada di purwakarta dan sekitarnya. Inventor adalah suatu produk dari Autodesk Inc. USA yang lebih familier dengan produk AutoCAD. Autodesk Inventor fokus untuk perancangan objek 3D. Pelaksanaan pelatihan diawali dengan survei ke SMK yang dituju, membuat kesepakan, mengurus perijinan kedirektur dan LPPM Politeknik Enjinring Indorama, perijinan dan kesiapan dari pihak SMK, hingga pelaksanaan. Pihak SMK sangat puas dengan pelatihan yang diselenggarakan dan berharap peletihan semacam ini dapat berjalan secara kontinu minimal 1x dalam setahun, para guru SMK berharap pelatihan yang sama juga dapat dilakukan terhadap guru SMK di Purwakarta untuk meningkatkan keahlian, terutama bagi guru yang mengajar pada bidang menggambar.
Emi Suwarni, Maidiana Astuti Handayani, Yusra Fernando, Febrian Eko Saputra, Fitri Fitri, Ade Candra
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 187-192; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.570

Abstract:
Kegiatan Sistem Pemasaran berbasis E- Commerce merupakan praktik penggunaan promosi untuk meningkatkan traffic ke dalam toko online. Mitra kegiatan pengabdian ini adalah Produk Batik Tulis di Desa Balairejo. Dimana permasalahan mitra adalah mereka masih kesulitan dalam memasarkan produk nya, kendala ini terjadi karena mereka hanya memasarkan produk batik tulis pada lingkungan terdekat nya saja dan belum memasarkan secara digital karena kurangnya pengetahuan yang dimiliki. Oleh karena itu Perlunya pelatihan para penduduk khususnya karang taruna desa Balairejo dalam memasarkan produk batik tulis melalui e-commerce, sehinga diharapkan dapat membantu menggunakan pemasaran melalui e-commerce. Pelaksanaan kegiatan PKM ini meliputi pendekatan kualitatif yang meliputi pendekatan minstitusional dan pendekatan partisipatif. Pada pendekatan institusional dilakukan dengan cara berkomunikasi secara langsung perihal kebutuhan yang diperlukan mitra dan masalah masalah yang sedang dihadapi oleh mitra. Di sisi lain, pendekatan partisipatif dilakukan dengan melibatkan peserta pelaksanaan pengabdian agar tercapainya kebutuhan mitra dengan cara: metode diskusi; pemberian sosialisasi terhadap IPTEK, pelatihan dan pendampingan dalam pembuatan e-commerce untuk produk batik yang akan dibuat oleh karang taruna desa Balairejo. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan penerapan pemasaran berbasis e-commerce ini diterima dengan sangat baik oleh para peserta di desa balairejo, dan peserta juga sudah sangat baik dalam menggunakan pemasaran berbasis e-commerce ini.
Dewi Sri, Maria Fs Sulistyawati, Romlah Romlah, Feby Astrid Kesaulya, Anjelina Puspitasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 271-274; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.611

Abstract:
Pandemi Covid 19 telah membuat perekonomian terpuruk dan melambat sementara kebutuhan harian terus berjalan. Menyikapi hal ini berbagai upaya dilakukan untuk dapat meningkatkan perekonomian keluarga. Pemanfaatan limbah plastik dari bungkus permen menjadi topik yang akan diangkat dalam upaya kreatifitas mengubah sampah menjadi barang yang mempunyai nilai. Dalam pengabdian dosen kali ini peserta pelatihan merupakan para ibu rumah tangga dari PUB Samanthabadra. Pelatihan diawali dengan materi Motivasi wirausaha, perencanaan keuangan keluarga, Sehat dalam Masa Pandemi Covid 2019, dan diakhiri dengan praktek membuat Kreatifitas bungkus permen membentuk buah-buahan. Dengan tetap menjalankan Protokol Kesehatan, pelatihan di akhiri dengan memberikan apresiasi pada tiga kelompok terbaik dalam membuat kreatifitas buah.
Listiana Masyita Dewi, Muhamad Irfan Hidayatullah, Feny Gestia Septiana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 299-304; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.628

Abstract:
COVID-19 kian merajalela hingga terjadilah pandemi yang berdampak pada berbagai bidang kehidupan manusia. Kerentanan masyarakat terhadap kasus COVID-19 juga masih tergolong tinggi akibat kurangnya kesadaran untuk menerapkan protokol 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Oleh karena itu, upaya intervensi lain yang lebih efektif dirasakan masih sangat diperlukan, seperti vaksinasi. Vaksinasi tidak menyebabkan seseorang kebal terhadap penyakit tersebut, tetapi dengan adanya vaksinasi ini diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat COVID-19 serta dapat membentuk herd-immunity sehingga masyarakat dapat kembali produktif. Angka cakupan vaksinasi COVID-19 di Indonesia hingga saat ini masih tergolong rendah, sehingga masih diperlukan upaya KIE lanjut agar angka cakupan tersebut dapat meningkat. Kegiatan vaksinasi kali ini dilaporkan sebanyak 2000 orang warga telah lolos skrining dan berhasil diberikan vaksin kedua. Tidak ada laporan KIPI berat yang tercatat selama observasi 30 menit pasca vaksinasi. Bagi warga yang tidak lolos skrining, disarankan untuk mengikuti kegiatan serupa pada waktu berikutnya.
Soni Hestukoro, Penteris Rumissar P Naibaho, Anggiat Parlindungan Simbolon
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 199-203; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.579

Abstract:
Ikan koi merupakan ikan hias yang memiliki kriteria yang di sukai oleh kebanyakan orang karena warna yang cantik dan bentuk tubuh yang ideal, warnanya yang cerah dan bercorak menjadikan ikan koi bernilai seni dan membuat nyaman dipandang. Di Dusun I Timur Karang Anyar desa Karang Anyar kecamatan Beringin kabupaten Deli Serdang banyak dijumpai areal persawahan yang membudidayakan ikan koi. Mitra pengabdian, bapak Sumarlan salah satu pembudidaya ikan koi, sudah lebih dari 10 tahun membudidayakan ikan koi ini. Upaya yang dilakukannya antara lain dengan menyilangkan sendiri beberapa varian ikan koi sehingga menghasilkan spesies dengan tampilan yang baru sama sekali. Di areal pekarangan rumahnya terdapat 3 kolam pembiakan untuk menghasilkan benih ikan koi dengan ukuran 1 kolam (panjang x lebar) 4 x 2 m. Pembenihan ikan koi yang diusahakan mitra pengabdian dirasa masih kurang optimal dikarenakan kualitas air kolam pembenihan yang kurang baik, dimana air keruh dan sedikit mengandung asam. Mitra pengabdian sudah mengupayakan penyaringan dengan menggunakan bak penyaringan konvensional akan tetapi hasil penyaringannya masih kurang signifikan. Pengusul memberikan solusi berupa pemasangan filter air untuk meningkatkan hasil pembenihan ikan koi dengan meningkatnya kualitas air di kolam pemijahan. Pemasangan filter terbukti dapat memperbaiki kualitas air, baik dari segi kejernihan, kandungan partikel padat dan pH.
Yohanes Ari Setiawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 205-210; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.582

Abstract:
Komunikasi merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan efektifitas suatu kelompok. Setiap orang dapat berkomunikasi dengan caranya masing-masing namun tidak semua mampu berkomunikasi secara efektif. Komunikasi yang efektif diharapan dapat diterapkan oleh pengurus lingkungan Gereja Karawaci. Pengurus lingkungan diharapkan dapat berkomunikasi secara efektif terhadap warganya agar warga dapat terlibat aktif dalam kegiatan gereja. Meihat masalah ini penulis ingin melakukan pengabdian masyarakat kepada pengurus lingkungan untuk meningkatkan komunikasi mereka. Pelatihan komunikasi dilakukan dalamm dua gelambang yaitu gelombang satu 14 Maret 2020 dengan 82 peserta dan gelombang dua 15 Maret 2020 dengan 80 peserta. Metode yang digunakan adalah Scientist-Practioner Model yang mengkombinasikan pelatihan, seminar, dan pendampingan. Pelatihan ini terdiri dari tiga materi yaitu pertama teori mengenai komunikasi, kedua peserta dibagi kelompok kecil dan masing-masing berpidato di kelompok mereka dengan tema berbeda setiap orangnya, dan ketiga studi kasus permasalahan untuk berdiskusi dan disampaikan pemecahan masalah dari setiap kelompok. Peserta antusias dan berperan aktif dalam setiap bagian pelatihan. Hasil evaluasi dari peserta menunjukan 53% peserta menjawab rangkaian acara sangat menarik, 63,8% peserta menjawab materi yang disampaikan sangat bermanfaat, 52,6% peserta menjawab materi sangat sesuai dengan tugas di lingkungan, dan 62% peserta menjawab interaksi pemateri dan peserta sangat baik.
Zulhijah Wulandari, Adi Iskandar, Akhsan Fikri Wiguna, Kristina Magdalena, Erna Thania, Tasya Khoirunnisaa, Khoirul Anwar
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 211-216; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.587

Abstract:
Dalam pengabdian masyarakat yang dilakukan di Posyandu Flamboyan 1 telah dilaksanakan sebuah penyuluhan tentang stunting dan makanan pendamping air susu ibu (MP-ASI), serta pemberian media edukasi fotion cards (fact of nutrition cards). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan kader mengenai stunting dan MP ASI dengan metode penyuluhan dan permainan fotion cards. Hasil analisis data yang didapatkan dari kuesioner pretest posttest yang memuat karakteristik dan tingkat pengetahuan responden saat penyuluhan dan diuji dengan aplikasi komputer Microsoft excel 2016 dan IBM SPSS Statistics 22 menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader sebelum dan setelah penyuluhan dengan nilai rata-rata nilai pretest 5,30 ± 1,160 dan nilai posttest 6,60 ± 1,174 dengan prevalensi responden dengan nilai baik sebelum pelatihan (nilai pretest >60) adalah 40% dan prevalensi responden dengan nilai baik (nilai posttest >60%) adalah 80%. Secara keseluruhan terjadi peningkatan pengetahuan secara signifikan setelah dilakukan penyuluhan tentang stunting dan MPASI, serta permainan fotion card dengan p value <0,05 (p 0.018).
Ratnasari Nur Rohmah, Hasyim Asyari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 225-229; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.618

Abstract:
Anak-anak merupakan pengguna listrik yang cukup beresiko terkena bahaya listrik. Selain penggunaan listrik yang aman, anak-anak juga seharusnya memahami pentingnya berhemat dalam penggunaan energi listrik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan penyuluhan yang tepat, menarik, dan mudah dicerna anak-anak tentang potensi bahaya listrik, bagaimana penggunaan listrik yang aman, dan pentingnya penghematan listrik. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah demontrasi, diskusi, dan ceramah. Demonstrasi dilakukan dengan penanyangan video yang terkait dengan materi yang akan diberikan. Metode ini dipilih karena bagi anak-anak, penyampaian materi secara visual lebih menarik dibandingkan metode ceramah saja. Metode ceramah dilakukan dengan pemaparan materi secara lisan yang dilengkapi dengan penayangan slide power point. Selama pemberian materi, anak-anak diperkenankan untuk mengajukan pertanyaan jika ada materi yang kurang dimengerti. Pada akhir paparan diselenggarakan quiz yang diberikan secara lesan dengan pemberian hadiah bagi anak-anak yang berhasil menjawab dengan benar. Kegiatan pengabdian masyarakat ini telah meningkatkan pengetahuan anak-anak tentang terhadap potensi bahaya listrik, bagaimana penggunaan listrik yang aman, dan pentingnya penghematan listrik. Antusiasme anak-anak mengikuti seluruh kegiatan penyuluhan menunjukkan bahwa metode penyuluhan yang digunakan tepat, menarik, dan mudah dicerna anak-anak.
Rosiana Rizal, Helmice Afriyeni, Sefrianita Kamal, Sara Surya, Mesa Sukmadani Rusdi, M. Rifqi Efendi, Nofrizal Nofrizal, Afriyani Afriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 125-130; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.383

Abstract:
Indonesia telah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro (PPKM) sebagai respon terhadap peningkatan kasus Covid-19. Menurut tim tracing kelurahan Piai tangah dari bulan Juli tahun 2021, terjadi peningkatan jumlah kasus reaktif dan positif Covid-19 di kelurahan Piai Tangah yang terletak di Kota Padang. Oleh karena itu, pengabdian ini bertujuan untuk mencegah penyebaran infeksi covid-19 di wilayah ini. Metode pengabdian yang dilakukan di masyarakat antara lain pembagian multivitamin, pemberian informasi tentang Covid-19, seperti gejala infeksi dan cara pencegahannya, serta penyuluhan penggunaan multivitamin untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Piai Tangah di kecamatan Pauh yang terletak di kota Padang. Hasil kegiatan pengabdian ini sangat diminati masyarakat karena memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat Piai Tangah yang terpapar Covid-19 dengan mendapatkan multivitamin sebagai peningkatan sistim imun terhadap covid-19. Selain itu, terdapat respon positif dari masyarakat yang meyakini bahwa kegiatan pengabdian diperlukan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, dimana mayoritas (75%) memahami gejala dan tindakan pencegahan Covid-19, serta cara mengkonsumsi multivitamin dengan tepat dan benar dari konseling yang dilakukan.
Maulana Yusuf Alkandahri, Farhamzah Farhamzah, Keke Jayanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 9-12; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.398

Abstract:
Alergi merupakan reaksi-reaksi dari sistem kekebalan yang terjadi ketika jaringan tubuh yang normal mengalami cedera/terluka. Salah satu penyebab alergi yang paling sering dialami oleh orang dewasa dan anak-anak adalah alergi makanan. Alergi makanan merupakan salah satu penyebab tersering reaksi anafilaksis, terutama pada anak-anak. Tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai reaksi alergi dan cara mengatasinya. Kegiatan ini dilakukan pada hari Rabu tanggal 26 Mei 2021 menggunakan Zoom Meeting dengan mengundang masyarakat Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, dengan jumlah peserta dalam kegiatan ini adalah 96 orang. Tahapan awal dari kegiatan ini dimulai dengan memberikan pre test kepada para peserta. Setelah itu, dilanjutkan dengan memberikan penyuluhan dengan topik “Alergi dan Cara Mengatasinya” melalui media Zoom Meeting. Setelah penyuluhan selesai, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab dengan para peserta. Kemudian sebelum menutup acara kegiatan ini, para peserta diberikan post test tentang pemahaman materi penyuluhan yang telah diberikan. Adapun hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah terdapat peningkatan pemahaman yang signifikan pada masyarakat Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat tentang penyakit alergi dan cara mengatasinya dengan benar.
Uci Reza Oktaviani, Abu Dharin
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 19-24; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.409

Abstract:
Covid-19 merupakan wabah penyakit yang berasal dari virus corona yang sekarang menjadi pusat perhatian seluruh negara di dunia karena proses penularan yang sangat cepat. Banyak upaya yang dilakukan oleh pemerintah dalam memutus rantai persebaran Covid-19 seperti vaksin dan mengajak masyarakat untuk menaati protokol kesehatan 5M antara lain, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan di Desa Somagede, Banyumas. Kasus positif di desa tersebut terbilang rendah, hanya saja kesadaran masyarakat untuk menaati protokol kesehatan di masa pandemi ini cukup rendah. Banyak masyarakat desa tersebut tidak memakai masker saat hendak pergi dari rumah. Oleh karena itu perlu adanya gerakan massif dari semua elemen masyarakat, salah satunya adalah mahasiswa yang berperan sebagai agent of change untuk berperan aktif membantu  masyarakat di tengah pandemi. Adapun kegiatan yang di usung dalam pengabdian masyarakat ini yaitu melakukan sosialisasi protokol kesehatan kepada masyarakat. Terdapat beberapa program dalam kegiatan sosialisasi ini antara lain, mengedukasi tentang cara mencuci tangan yang baik dan benar kepada anak-anak di daerah setempat, pembagian masker, bubur, dan pemasangan poster terkait protokol kesehatan di tiap rumah. Untuk metode pelaksanaan yang digunakan, yaitu mengidentifikasi potensi dengan menganalisis permasalahan yang ada di masyarkat, penyusunan program, observasi lapangan, dan sosialisai kegiatan. Dari adanya kegiatan sosialisasi ini membuat pengetahuan masyarakat akan  pentingnya menjalankan protokol kesehatan bertambah.
Eko Pujiyanto, Cucuk Nur Rosyidi, Muhammad Hamka Ibrahim, Ariawan Budiaji
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 25-31; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.415

Abstract:
Mayoritas masyarakat di Pulau Jawa menggunakan genteng sebagai atap bangunan. Genteng yang beredar di pasar, sebagian besar dari IKM yang belum memenuhi standar kualitas sesuai SNI 03-2095-1998. Untuk meningkatkan kualitas genteng supaya memenuhi SNI 03-2095-1998 dilakukan pendekatan eksperimen proses pembuatan genteng. Ekperimen dilakukan pada komposisi bahan baku pembuat genteng. Bahan baku utama adalah tanah liat, sedangkan bahan baku lain adalah serbuk kaca dan abu sisa pembakaran kayu. Pemanfaatan bahan ini sebagai usaha untuk memanfaatkan limbah lingkungan. Strategi eksperimen dilaksanakan untuk mendapat komposisi bahan yang menghasilkan kualitas genteng yang sesuai SNI 03-2095-1998. Eksperimen dilaksanakan dengan melibatkan pembuat genteng, sehingga hasil optimal dapat diterapkan dalam industri pembuatan genteng. Kualitas yang diukur adalah kekuatan tekan dan penyerapan air. Hasil eksperimen menunjukan bahwa kekuatan tekan adalah  371,72 Kgf dan penyerapan air adalah 0,16%. Hasil optimal ini sudah memenuhi syarat kualitas genteng menurut SNI 03-2095-1998.
Retno Sulistiyowati, Novita Lidyana, Tim Kkn Kecamatan Gending
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 53-58; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.438

Abstract:
Optimalisasi pendapatan keluarga pada masa Covid-19, merupakan salah satu program kegiatan KKN Kecamatan Gending Kabupaten Probolinggo dengan melakukan kegiatan dengan pelatihan pembuatan Wedang Pokak sebagai salah satu jenis minuman yang dapat meningkatkan imunitas keluarga. Minuman tradisional Pokak Jahe diketahui mengandung bahan herbal yang mempunyai khasiat dapat meningkatkan imunitas tubuh dari serangan virus. Melalui kegiatan ini juga diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya menjaga sistem imun tubuh khususnya di era pandemik covid-19 dengan mengkonsumsi wedang pokak jahe yang terjangkau dan dapat membuka peluang usaha sehingga pendapatan semakin meningkat dengan menjual minuman wedang Pokak Jahe. Metode yang digunakan dalam kegaiatan ini melalui 3 tahapan, yakni tahapan persiapan, pelaksanaanprogram, serta pendistribusian dan pemasaranproduk. Dari kegiatan program ini masyarakat mendapat pengetahuan serta ketrampilan dalam mebuat wedang pokok Jahe serta dapat memasarkan hasil kegiatan yang sudah dilakukan.
Lukhi Mulia Shitophyta, Shinta Amelia, Siti Jamilatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 33-36; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.432

Abstract:
Penggunaan sabun cair semakin meningkat setelah banyak ibu rumah tangga yang meninggalkan sabun padat. Konsumsi sabun cair menambah pengeluaran rumah tangga. Minimnya pengetahuan dalam pembuatan dan bahan sabun cair menjadi masalah besar bagi masyarakat. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk mensosialisasikan dan melatih pembuatan sabun cair bagi anggota Nasyiatul Aisyiyah Bantul. Metode kegiatan terdiri dari sosialisasi materi pokok tentang sabun melalui zoom dan pelatihan pembuatan sabun cair melalui video tutorial. Tahapan produksi sabun cair terdiri dari persiapan bahan dan peralatan, pencampuran dan pengadukan semua bahan, kemudian sabun disimpan dalam botol dan didiamkan selama 24 jam. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta memahami teknik pembuatan sabun cair dengan persentase pencapaian sebesar 74%.
Darmin Darmin, Sudirman Sudirman, Moh. Rizki Fauzan, Muhammad Ichsan Hadiansyah
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 59-65; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.441

Abstract:
Kasus kejadian Covid-19 di Indonesia sejak tahun 2020 hingga 18 Mei 2021 sebanyak 1.748.230. pemerintah memutuskan penerapan protokol kesehatan seperti Mencuci Tangan, Menggunakan Masker, Menjaga Jarak Minimal 1 Meter, Menghindari Kerumunan, Dan Mengurangi Mobilisasi (5M). hal tersebut dapat meminimalisir risiko penyebaran Covid-19 hingga 85%. Metode kegiatan yaitu pengabdian ini telah dilaksanakan selama 6 hari sejak tanggal 25 hingga 31 Agustus, tahun 2021, Model metode kegiatan ini yaitu dengan pemberian edukasi, dilaksanakan di Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, Indonesia. Hasil pada kegiatan bahwa pengetahuan masyarakat terkait penerapan protokol kesehatan 5M yang tepat masih sangat minim, dengan adanya kegiatan pengabdian ini masyarakat merasa sangat terbantu, dan dapat mengetahui penerapan protokol kesehatan 5M dengan baik dan tepat, dan masyarakat merasa sangat terbantu dengan pemahaman dan informasi yang diberikan, karena di masa pandemi ini menurutnya banyak peraturan yang harus dilakukan namun sedikit informasi jelas yang dapat di terima. Kesimpulan dalam kegiatan ini bahwa masyarakat masih memiliki pengetahuan yang kurang dan tidak jelas terkait pelaksanaan protokol kesehatan dan tata cara melakukan perilaku protokol kesehatan 5M dengan baik dan disiplin. masyarakat merasa terbantukan dan memiliki pengetahuan yang bertambah setelah diberikan edukasi.
R Rahutami, L. N Kumala, S Windari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 83-89; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.458

Abstract:
Desa Duwet mempunyai kawasan yang berpotensi dikembangkan menjadi tempat wisata. Namun belum mempunyai rancangan pengembangannya. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk merancang desain visual wisata di wilayah Dempuk sebagai bahan pengajuan proposal pembangunan wisata di Dempuk. Metode yang digunakan adalah perancangan dengan menggunakan aplikasi SketchUp 2017 dan Render Lumion 3D. Adapun kegiatan yang dilakukan untuk melakukan perancangan adalah: observasi, berdiskusi tentang kepentingan tujuan, pemanfaatan, dan spot yang akan dirancang, mengumpulkan sumber bahan dan perangkat, merancang, mendiskusikan rancangan awal, memresentasikan hasil revisi, dan menyerahkan hasil rancangan ke pihak desa, Pokdarwis, dan Perhutami. Perancangan dilakukan dengan kegiatan membuat model berdasarkan bentang alam hutan menggunakan aplikasi SketchUp 2017, selanjutnya merender untuk menghasilkan kesan nyata. Hasil perancangan berupa desain visual wisata alam Padas Dempuk yang meliputi gapura masuk, kawasan trail, taman bunga, jembatan, spot foto utama, area makan, toilet, dan bumi perkemahan. Hasil rancangan telah dipersentasikan di hadapan perangkat desa dan Pokdarwis; serta telah disetujui oleh pihak Desa Duwet. Selanjutnya, rancangan tersebut ditindaklanjuti dengan pembangunan kawasan wisata di Dempuk dengan menggunakan anggaran tahun 2021.
Husna Pravita Amalia, Tri Setyowati, Aris Purwanto, Indojacmiko Indojacmiko, Sri Lestari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 45-51; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.437

Abstract:
Kasus Kekerasan dalam rumah tangga di Kota Surakarta mengalami peningkatan selama pandemi Covid-19 Peningkatan kasus tersebut terjadi seiring dengan meningkatnya stres dan ketakutan selama proses melewati masa pandemi. Kondisi mengalami KDRT berdampak pada menurunnya kesejahteraan korban yang mengalaminya. Pelatihan pemaafan dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan subjektif korban KDRT. Sebanyak lima orang korban KDRT mengikuti pelatihan pemaafan. Metode yang digunakan adalah metode pelatihan aktif dengan experiential learning melalui diskusi, mental imagery, studi kasus, relaksasi dan ice breaking yang dilaksanakan dalam satu kali pertemuan. Berdasarkan hasil analisis diperoleh nilai rerata skor tingkat kesejahteraan subjektif sebelum pelatihan sebesar 50,20 dan sesudah pelatihan sebesar 75,80 sehingga terdapat peningkatan sebesar 25,6 dengan nilai signifikansi (Sig.2-tailed) sebesar 0,005 (p<0,05), dan nilai t = -5,716. Hasil tersebut menjelaskan bahwa pelatihan pemaafan berpengaruh positif terhadap tingkat subjective well being wanita korban KDRT.
Fitri Alfarisa, Susilawati Susilawati, Encep Supriatna, Ita Rustiati Ridwan, Rifyan Firdaus
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 91-97; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.463

Abstract:
Sosialisasi Program Merdeka Belajar Bagi Guru-Guru Sd Di Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dalam rangka sosialisasi program merdeka belajar bagi guru SD di Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada guru SD tentang program merdeka belajar yang telah disampaikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan dengan metode mensosialisasikan program merdeka belajar. Target audiens dalam kegiatan tersebut adalah 15 orang guru SD di Kecamatan Jiput, Pandeglang, Banten yang berjumlah 30 orang. Angket diberikan kepada guru untuk mengetahui tingkat pemahaman guru setelah mengikuti sosialisai. Terbatasnya jumlah peserta yang diperbolehkan hadir dikarenakan kondisi pandemic yang mengharuskan adanya social distancing. Hasil dari kegiatan PKM ini, berdasarkan angket yang disebar diperoleh hasil bahwa para guru SD di Kecamatan Jiput (80%) mampu memahami merdeka belajar dan dapat mulai menerapkannya di sekolahnya masing-masing. Respon dari peserta sangat positif terhadap kegiatan ini dan mereka berharap kegiatan ini dapat dilanjutkan.
Muhayat Muhayat, Rina Haslita, Adji Suradji Muhammad
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 77-81; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.448

Abstract:
Pelayanan publik yang sarat KKN masih sering terjadi mulai dari Pemerintah Pusat sampai ke Pemerintah Daerah. Hal ini dapat dilihat dari masih adanya pejabat pemerintah yang menjadi tersangka dalam kaitanya dengan pemberian layanan publik. Pelayanan publik yang bebas dari KKN merupakan hak dari setiap warga Negara. Untuk itu pemerintah harus memastikan bahwa setiap keluhan dari masyarakat terkait pelayanan publik akan segera ditindaklanjuti. Pemerintah harus berkomitmen untuk menciptakan pelayanan publik yang professional dan berkualitas dari tingkat atas sampai instansi yang paling bawah sekalipun. Untuk memperbaiki pelayanan publik dan mengurangi praktek KKN dalam birokrasi pemerintahan, maka harus terlebih dahulu memahami pentingnya birokrasi yang bersih dan terbebas dari KKN. Penyaluran bantuan alat tangkap ikan berupa bubu rajungan di Kecamatan Mantang Kabupaten Bintan diharapkan sebisa mungkin terbebas dari praktek KKN. Untuk itu maka diperlukan sosialisasi terhadap layanan publik yang bebas dari KKN.
Alif Haisam Arrasyid, Risa Rimanda, Ulpah Samrotul Puadah, Ani Nur Aeni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 99-103; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.468

Abstract:
Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah untuk menyebarkan sebuah potensi desain menggunakan canva yang bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konten islami. Kemudian pengabdian ini juga sebagai bentuk pelatihan mengenai canva kepada masyarakat sehingga masyarakat dapat menggunakan canva dengan mudah. Canva merupakan sebuah aplikasi desain grafis yang menjembatani penggunanya supaya bisa dengan mudah merancang jenis material kreatif dan publikasi secara online. Metode pengabdian yang digunakan adalah presentasi dan demonstrasi terhadap peserta kegiatan. Hasil kegiatan ini yaitu berhasil memberikan kontribusi pemahaman terhadap mereka mengenai apa yang disampaikan baik materi ataupun pelatihan. Sehingga bisa menjadi bekal bagi mereka dalam membuat konten-konten islami yang kreatif dan mudah untuk diterapkan.
Nabila Fatha Zainatul Hayah, Fitria Zana Kumala
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 1-8; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.341

Abstract:
Covid-19 kini tengah menjadi permasalahan nomer satu di segala penjuru dunia. Penyebaran yang begitu cepat serta belum di temukannya obat penangkal yang tepat membuat setiap orang takut terhadap paparan virusnya, terlebih ketika mengetahui bahwa sistem imunitas tubuh lah yang menjadi mangsanya. Upaya vaksinasi saja belum cukup untuk dijadikan jalan utama dalam penyelesaian masalah pengobatancovid-19. Salah satu cara yang efektif adalah dengan menengok kebelakang membuka tabir sejarah pengobatan tradisional berbahan tanaman herbal yang digunakan oleh nenek moyang, bisa menjadi opsi obat pencegah covid-19. Wilayah dengan tanah yang cukup subur dan di tumbuhi lumayan banyak tanaman herbal adalah Desa Cilongok. Namun pemanfaatan tanaman herbal di desa tersebut masih sangat minim. Dari permasalahan tersebut, maka penulis bermaksud mengadakan kegiatan pelatihan pembuatan obat herbal (jamu) pencegah gejala fisik covid-19 penambah imunitas tubuh sebagai upaya perlindungan diri terhadap bahaya covid-19. Serta edukasi mengenai materi seputar covid-19 untuk menumbuhkan sikap perhatian terhadap kesehatan diri disaat pandemi. Adapun hasil kegiatan yang dicapai pada kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran diri masyarakat Desa Cilongok tentang pentingnya tanaman obat herbal yang tumbuh di sekitar untuk dijadikan obat penambah imunitas tubuh serta betapa pentingnnya menjaga kesehatan di tengah pandemi dengan cara mematuhi protokol kesehatan.
Julya Ratulohoren, Irfandi Rahman, Prisilya Prety Ruhukail, M Faizal Arianto, Susanti Debora Kadiwaru, Suci Khairunnisa, Victor Maikel Pieter Asyerem, Novalia Patrisia Ngamelubun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 37-43; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.435

Abstract:
Perilaku hidup bersih dan sehat atau PHBS adalah upaya untuk memperkuat budaya seseorang, kelompok maupun masyarakat agar peduli dan mengutamakan kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih berkualitas. Anemia dapat meningkatkan peluang terjadinya AKI (Angka Kematian Ibu), AKB (Angka Kematian Bayi), kelahiran premature dan BBLR (Berat Bayi Lahir Rendah). Survey awal yang dilakukan di Kampung Malawor memiliki potensi untuk diberdayakan, terutama dari aspek kesehatan yang dilakukan secara terintegrasi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada Ibu dan anak hal ini dikarenakan masyarakat kampung Malawor masih memiliki pengetahuan yang kurang. Tujuan diharapkan dengan edukasi PHBS anak dan juga Nutrisi KIA dapat meningkatkan pengetahuan bagi Ibu dan anak di Kampung Malawor Distrik makbon. Hasil Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Anak, Personal hygiene dan Nutrisi KIA di kampung Malawor Distrik Makbon memberikan dampak positif bagi masyarakat di kampung Malawor agar meningkat pengetahuan.
Rini Estiyowati Ikaningrum, Lilia Indriani, Ika Setyowati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 113-118; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.501

Abstract:
Untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh, guru harus mampu memanfaatkan teknologi dalam proses pembelajaran. Namun pada kenyataannya masih banyak guru yang masih mengalami kesulitan dalam memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran secara daring. Dari fakta yang ada tentang kurangnya kemampuan guru Sekolah Dasar dalam bidang teknologi maka diperlukan pendampingan bagi guru-guru untuk memanfaatkan teknologi yang berupa aplikasi berbasis web, salah satunya dengan aplikasi Kahoot. Kegiatan pendampingan pemanfaatan aplikasi Kahoot dilaksanakan di tiga sekolah dasar di Kota Magelang. Kegiatan pengabdian ini terbagi menjadi 4 tahapan yaitu tahapan pertama yang berupa observasi dan persiapan pengabdian. Tahapan selanjutnya adalah sosialisasi pelaksanaan. Dalam tahap ini, tim pengabdian akan memberikan penyuluhan mengenai pemanfaatan teknologi yang berupa aplikasi Kahoot untuk pembelajaran jarak jauh. Alokasi waktu sosialisasi program pendampingan untuk pembelajaran jarak jauh adalah 4 kali pertemuan dan metode yang dilakukan di dalam sosialisasi pelaksanaan adalah ceramah, diskusi serta praktik. Tahapan yang ketiga adalah pendampingan. Dalam tahapan ini, tim pengabdian akan mendampingi guru untuk mengimplementasikan aplikasi Kahoot pada masing-masing sekolah mitra. Tahap yang terakhir adalah evaluasi, di mana tim pengabdian dan mitra melihat kelebihan dan kekurangan dari kegiatan pemanfaatan aplikasi Kahoot. Hasil dari kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Kahoot dalam pembelajaran di sekolah dapat membantu guru dalam menciptakan proses kegiatan belajar mengajar yang bervariasi serta menarik bagi siswa.
Suci Flambonita, Vera Novianti, Putu Samawati, Artha Febriansyah, Lusi Apriyani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, Volume 2, pp 105-111; https://doi.org/10.52436/1.jpmi.477

Abstract:
Pengelolaan keuangan desa merupakan semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban desa. Keuangan desa dikelola berdasarkan atas asas-asas transparan, akuntabel, partisipatif serta dilakukan dengan tertib dan disiplin anggaran. Sedangkan pengelolaan Keuangan Desa adalah keseluruhan kegiatan yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, penatausahaan, pelaporan, dan pertanggungjawaban keuangan desa. Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDesa) merupakan penjabaran dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa untuk jangka waktu 1 (satu) tahun. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa) merupakan rencana keuangan tahunan Pemerintahan Desa. Diperlukan Peraturan Bupati/Walikota untuk mengatur mengenai Pengelolaan Keuangan Desa. Pada dasarnya tulisan ini membahas salah satu siklus dari pengelolaan Keuangan desa yaitu Pertanggungjawaban Keuangan Desa. Tujuan dari tulisan ini adalah memberikan pengetahuan bagi aparatur desa yang terkait dengan pengelolaan keuangan desa, terutama Kepala Desa sebagai tampuk pimpinan di desa serta pertanggungjawabannya. Metode yang digunakan adalah ceramah dan diskusi. Pembahasan pada tulisan ini mengacu pada Undang-undang Nomor 5 Tahun 1979 tentang pemeritahan desa, dimana kepala desa bertanggung jawab kepada camat, tetapi setelah diberlakukannya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang desa, maka kepala desa langsung bertanggungjawab kepada Bupati/walikota, yaitu terkait bagaimana pengelolaan dana desa secara baik.
Page of 3
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top