Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Tunas Pendidikan: 67

(searched for: journal_id:(6145377))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Liniswarti Lini Liniswarti
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 22-32; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.569

Abstract:
ABSTRAK Masalah dalam penelitian ini adalah keterampilan berbicara yang berkaitan dengan pronounciation siswa yang masih kurang sejalan sebagaimana mestinya. Dalam kenyataannya siswa masih lemah dalam hal berbicara yang benar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, dengan subjek penelitian siswa SMP Negeri 3 Muara Bungo. Hasil penelitian menyatakan bahwa ketercapaian rata-rata setiap tugas dari setiap kelompok pada siklus kesatu adalah 66 dan siklus kedua adalah 78 telah terjadi rata-rata penigkatan keterampilan berbicara siswa belajar bahasa inggris seluruh tugas pada kelompok I, II, III, IV, V dan VI adalah 20, 20, 20, 40, 40, 10. Perbandingan peningkatan tersebut sebagai berikut 20: 20: 20: 40: 40: 10 = 150 atau 13%: 13%: 13%: 27%: 27%: 7%. Perbandingan peningkatan rata-rata keterampilan berbicara siswa belajar bahasa inggris pada siklus kesatu dan siklus kedua adalah 66 : 78 = 144 atau 46 : 54 = 100. Kesimpulan penelitian ini adalah keterampilan berbicara siswa belajar bahasa inggris dapat meningkat jika dengan menggunakan media pembelajaran undangan (Invitation). Kata Kunci: keterampilan berbicara, bahasa inggris, invitation
Tri Wiyoko, Aprina Detika
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 15-21; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.574

Abstract:
This research is motivated by the low process and learning outcomes of elementary school students in grade IV SD Negeri No. 002/XI Pasar Sungai Penuh. So it is necessary to do research with the aim of improving the process and learning outcomes of science after using the cooperative model of the snowball throwing type. The research was carried out using classroom action research (CAR) which consisted of two cycles. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation, and evaluation. The subject of this research is the fourth grade students of SD Negeri No. 002/XI Pasar Sungai Penuh as many as 28 people. Data collection instruments in the form of observation sheets and learning outcomes test questions. Analysis of the data used is descriptive qualitative analysis method. The results showed that (1) an increase in the learning process carried out by teachers from the first cycle reached 83% and an increase in the second cycle reached 94.04%. In addition, the student learning process also experienced a very good increase, where in the first cycle it reached 71.4% and increased in the second cycle it reached 89.3%. (2) there is an increase in students' science learning outcomes with the achievement of learning outcomes test scores in the first cycle reaching 76.6% and experiencing a very good increase in the second cycle reaching 88.6%. Thus, the use of the cooperative model of the snowball throwing type can improve the process and learning outcomes of fourth grade science students.
Nofriyanti Nofriyanti
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 51-59; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.609

Abstract:
Latar belakang dari penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa yang disebabkan oleh pendekatan pembelajaran yang tidak tepat. Proses yang dilakukan di kelas juga kurang menyenagkan, sehingga menyebabkan hasil belajar dan proses belajar siswa di kelas IX SPM Negeri 04 Bungo Sehingga dengan adanya masalah tersebut, peneliti melakukan penelitian dengan menggunakan model Talking Stick. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi, yang dilaksanakan secara kolaboratif antara praktisi dan observer. Penelitian dilaksanakan di SMPN 04 Bungo. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas IX.5. Penelitian dilaksanakan selama 2 siklus. Tiap siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Hasil penelitian tersebut adalah: 74,07 pada siklus I menjadi 78,32 pada siklus II 1jadi model Talking Stick dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
Megawati Nurlev Avana
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 74-83; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.629

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi permasalahan proses dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika di Kelas V SD Negeri 101/II Muara Bungo masih rendah, dibuktikan pada hasil observasi awal, dari 43 peserta didik hanya 15 (35%) peserta didik yang memenuhi KKM. Penyebabnya adalah pendidik masih mendominasi pembelajaran dengan menggunakan metode ceramah, sehingga kurang menarik minat peserta didik untuk belajar. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan penerapan model NHT dalam meningkatkan proses dan hasil belajar matematika di kelas V. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari dua pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, dan tes hasil belajar, sedangkan analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pada siklus I penerapan model NHT dalam proses belajar aspek pendidik mencapai 88% dan aspek peserta didik mencapai 72%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dari aspek pendidik 94% dan aspek peserta didik 88%. (2) Pada siklus II penerapan model NHT hasil belajar peserta didik mencapai ketuntasan 70% dan pada sklus II mengalami peningkatan mencapai ketuntasan 84%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa proses dan hasil belajar matematika kelas V SD Negeri 101/II Muara Bungo dapat ditingkatkan melalui penggunaan model NHT.
Refril Dani Randi Eka Putra
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 84-97; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.631

Abstract:
Penelitian ini berawal dari kenyataan di lapangan, yaitu langkanya penggunaan pendekatan dalam pembelajaran dan minimnya penggunaan sumber serta alat pembelajaran. Hal ini disebabkan oleh pembelajaran yang masih bersifat konvensional sehingga siswa kurang berminat mengikuti pembelajaran. Untuk itu penulis tertarik untuk memperbaiki proses pembelajaran membaca memindai dalam pembelajaran bahasa Indonesia melalui pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan pendekatan cooperative learning tipe Jigsaw II. Pendekatan cooperative learning tipe Jigsaw II ini adalah suatu pendekatan pembelajaran yang memberikan kesempatan bagi siswa untuk berfikir dan berdiskusi dengan teman untuk menjadikan diri “ahli” sehingga mereka dapat menjelaskan materi yang mereka bahas dalam kelompok ahli kepada teman-temannya di kelompok kooperatif (asal), sehingga dalam pembelajaran siswa berperan aktif dan guru berperan sebagai fasilitator. Tujuan dari PTK ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk perencanaan, bentuk pelaksanaan, dan bentuk penilaian belajar siswa dengan menggunakan pendekatan cooperative learning tipe Jigsaw II dalam pembelajaran membaca memindai. Jenis penelitian ini adalah PTK (Classroom Action Research), penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Yang menjadi subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 08 Padang Besi Kota Padang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan pencatatan lapangan, observasi, dan evaluasi (tes). Hasil penelitian dari setiap siklus yang dilaksanakan dalam penelitian ini terlihat peningkatan kemampuan membaca memindai siswa dari evaluasi tindakan siklus I rata-rata persentase siswa yakni 65 %, sedangkan pada evaluasi tindakan siklus II rata-rata persentase yakni 78 %. Hasil pengamatan terlihat peningkatan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran. Maka dapat disimpulkan pada penelitian ini adalah dengan menggunakan pendekatan cooperative learning tipe Jigsaw II dapat meningkatkan kemampuan membaca memindai siswa.
Syofiatul Hidayah
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 1-8; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.542

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana hubungan keterlibatan orang tua untuk meningkatkan prestasi belajar kimia siswa. Hipotesis yang diajukan adalah bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara keterlibatan orang tua dengan prestasi belajar kimia. Penelitian ini tergolong dalam jenis penelitian kuantitatif, dengan analisis korelasional product moment. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI dengan jumlah sampel sebanyak 15 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,012, karena signifikansi lebih kecil dari pada 0,05 (0,012 < 0,05), maka Ho ditolak Ha diterima. Jadi terdapat hubungan yang positif dan signifikansi antara keterlibatan orang tua terhadap prestasi belajar kimia siswa di SMAN 14 Bungo.
Suwondo Suwondo
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 66-73; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.615

Abstract:
Rumusan masalahnya adalah, Apakah penggunaan alat peraga konkrit dapat meningkatkan keaktifan siswa kelas VI SD Negeri 81/II Muara Bungo dalam pembelajaran Matematika tentang konsep bangun ruang? Dan, Apakah penggunaan alat peraga konkrit dapat meningkatkan hasil belajar Matematika tentang konsep bangun ruang pada siswa kelas VI SD Negeri 81/II Muara Bungo? Tujuan penelitian ini adalah Untuk mendeskripsikan penggunaan alat peraga konkrit dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan keaktifan siswa dan Untuk mendeskripsikan penggunaan alat peraga konkrit dalam pembelajaran Matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Subjek penelitian siswa kelas VI SD Negeri 81/II Muara Bungo yang berjumlah 23 siswa yang terdiri dari 7 siswa laki-laki dan 16 siswa perempuan. Penelitian ini berdaur dengan empat tahapan yaitu perencanaan (planning), pelaksanaan (action), pengamatan (observation) dan refleksi (reflection). Data dalam penelitian ini diperoleh melalui tes. Hasil tes menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata kelas dari kondisi awal yang hanya 63,5 dengan tingkat ketuntasan 34,7% menjadi 67,8 dengan tingkat ketuntasan 60,9% setelah tindakan siklus I. Setelah tindakan siklus II, rata-rata hasil belajar siswa meningkat lagi menjadi 82,6 dengan tingkat ketuntasan 100%. Kesimpulannya penggunaan alat peraga konkrit dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar Matematika tentang konsep bangun ruang pada siswa kelas VI SD Negeri 81/II Muara Bungo
MarieF Arief
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 9-14; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.594

Abstract:
Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah yang harus memiliki perencanaan. Penelitian ini meliputi lima unsur yaitu; membuat program tahunan, membuat silabus, membuat program semester, membuat RPP, serta membuat program ulangan atau evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan upaya peningkatan kompetensi guru di SMP Negeri 3 Bungo serta melihat sejauh mana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Berdasarkan hasil analisa pada tahun pelajaran 2018/2019 di SMP Negeri 3 Bungo muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan silabus dan RPP.
Nurhayati Nurhayati
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 40-50; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.543

Abstract:
Peneletian ini dilatar belakangi oleh aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn masih kurang aktif dan berpartisipasi dikarenakan hanya terjadi pemberian informasi dari guru ke siswa sehingga siswa kurang bersemangat dan terlihat membisankan saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas pendidikan kewarganegaraan siswa melalui pendekatan contextual teaching and learning pada siswa kelas IX.1 Semester genap tahun pelajaran 2019/2020 SMP Negeri 3 Muara Bungo. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif dilaksanakan dalam dua siklus empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Indikator yang digunakan yaitu kemampuan menjawab pertanyaan, keberanian menyampaikan pertanyaan, mengemukakan pendapat, keterampilan memberikan saran, dan mengemukakan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan peningkatan setiap indikator pada siklus I dibandingkan dengan hasil observasi awal yaitu 5.3%, 7%, 2.6%, 2.6%, 7.9%. sedangkan peningkatan siklus II di bandingkan pada siklus I yaitu 5.2%, 2.6%, 2.6%, 5.2%, 2.6%. dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran Pkn dapat meningkat dengan menggunakan pendekatan Contextual Teaching and Learning di SMP Negeri 3 Muara Bungo.
Yuliatma Yuliatma
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 33-39; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.598

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media karikatur terhadap kemampuan menulis naskah drama pada siswa kelas IX A SMP Negeri 3 Muara Bungo tahun pembelajaran 2017-2018. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas IX yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah 70 siswa. Sampel penelitian ini adalah kelas IX A ditetapkan sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 24 orang dan kelas IX B sebagai kelas kontrol dengan jumlah 24 orang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Intrumen penelitian ini menggunakan tes esai. Berdasarkan teknik analisis data, hasil penelitian adalah rata-rata sebesar 81,54 dengan menggunakan media karikatur dengan rincian siswa memperoleh nilai 80-100 sangat baik 16 orang (66,67%) dan siswa yang memperoleh nilai 66-69 baik 8 orang (33,33%) oleh siswa kelas IX A SMP Negeri 3 Muara Bungo tahun pembelajaran 2017- 2018. Nilai rata-rata sebesar 71,22 dengan menggunakan model ceramah dengan rincian siswa yang memperoleh nilai 80-100 sangat baik 1 orang (4,16%), siswa yang memperoleh nilai 66-79 baik 21 orang (87,5%) dan siswa yang memperoleh nilai 56-65 cukup 2 orang (8,34%). Media karikatur lebih berpengaruh dalam menulis naskah drama dibandingkan dengan model ceramah. Selanjutnya pengujian hipotesis > yaitu ( 3,45 >1,676). Dengan demikian, hipotesis berbunyi terdapat “Pengaruh media karikatur terhadap kemampuan menulis naskah drama pada siswa kelas IX A SMP Negeri 3 Muara Bungo Tahun Pembelajaran 2017-2018”.
Puput Wahyu Hidayat, Nurlev Avana, Rita Sumarti
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 4, pp 60-65; https://doi.org/10.52060/pgsd.v4i1.608

Abstract:
The background of this research is the low student learning outcomes caused by an inappropriate learning approach. The process carried out in the classroom is also not pleasant, causing the learning outcomes and learning process of students in class III of SD Negeri No.38/II Pauh Agung to be low. So with this problem, the researchers conducted research using the Number Head Together model. This type of research is classroom action research which consists of four stages, namely planning, action, observation and reflection, which is carried out collaboratively between practitioners and observers. The research was conducted in SD Negeri No. 38/II Pauh Agung. The subjects of this study were 20 third grade students. The research was carried out for 2 cycles. Each cycle consists of 2 meetings. Data collection techniques using the test method, observation sheets and documentation. Data analysis techniques are descriptive qualitative and quantitative.
Abdulah Abdulah
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 64-76; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.467

Abstract:
Penelitian ini berawal dari rendahnya hasil belajar PKn di kelas V, kegiatan belajar mengajar terlalu didominasi oleh Pendidik, peserta didik banyak bermalas-malasan mengikuti kegiatan proses belajar, berbicara dengan temannya. Hal ini berdampak pada rendahnya minat belajar peserta didik sehingga pada akhirnya hasil belajar peserta didik kurang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model role playing terhadap peningkatan hasil belajar PKn pada peserta didik kelas V di SDN 04/II Jaya Setia tahun ajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian tindakan kelas, subyek penelitian seluruh peserta didik kelas V di SDN 04/II Jaya Setia yang berjumlah 36 peserta didik. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi, lembar tes hasil belajar dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menggunakan model role playing ini menunjukkan peningkatan dalam setiap siklusnya untuk hasil belajar siklus I yaitu 44% dan pada siklus II 78%. Kemudian untuk proses dalam pembelajaran mengalami peningkatan pada siklus I yaitu 74,9% dan siklus II meningkat menjadi 89,7%. Berdasarkan data tersebut menunjukkan penggunaan model role playing dapat meningkatkan proses dan hasil belajar PKn di kelas V SDN 04/II Jaya Setia.
Randi Eka Putra - Siska
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 109-116; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.470

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini ialah aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran matematika di Kelas V SD Negeri 131/II SKB masih rendah, hal ini dibuktikan dengan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti dari 27 peserta didik hanya 30% yang memenuhi KKM. Penyebabnya adalah pendidik hanya menggunakan metode ceramah yang tidak menarik minat peserta didik untuk belajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan dan mengetahui penerapan metode Number head together dalam meningkatkan aktivitas serta hasil belajar matematika di Kelas V. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus dilkasanakan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dan terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan observasi siklus I untuk pertemuan 1 dari aspek pendidik 75% dan 85% untuk pertemuan 2, sedangkan pada siklus II 90% untuk pertemuan 1 dan 90% untuk pertemuan 2. Pada aspek peserta didik siklus I 67% untuk pertemuan 1 dan 74% untuk pertemuan 2, sedangkan siklus II 81% untuk pertemuan 1 dan 85 % untuk pertemuan 2. penerapan metode Number Head Together dalam pembelajaran pada siklus I masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes pada siklus I hanya 74% peserta didik yang memenuhi KKM dan pada siklus II terjadi peningkatan yaitu 85% peserta didik yang memenuhi KKM.
Rafai Rafai
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 117-124; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.487

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja guru dalam aspek perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini guru SD Negeri 94/II Muara Bungo. Data penelitian peroleh melalui angket tertutup dengan skala Likert. Angket terdiri dari 39 pernyataan. Hasil penelitian diperoleh bahwa kinerja guru dalam menyusun perencanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik. kinerja guru dalam melaksanakan pembelajaran telah mencapai kategori sangat baik. selanjutnya untuk kinerja guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran mayoritas masih berada pada kategori baik, hanya ada dua guru kelas yang telah melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan mencapai kategori sangat baik. Jadi kinerja guru di SD Negeri 94/II Muara Bungo dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran untuk selalu ditingkatkan agar terjaga kualitas pembelajarannya.
Efri - Yeni
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 1-11; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.427

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi dengan kenyataan di sekolah bahwa pembelajaran matematika yang dilaksanakan oleh guru hanya dengan alur memberikan informasi, ceramah, latihan soal, dan pemberian tugas, tanpa adanya diberi kesempatan untuk menemukan sendiri. Banyak pendekatan yang dapat digunakan untuk merubah cara mengajar yang dilakukan oleh guru. Masalah penelitian ini adalah bagaimanakah penerapan pedekatan kontekstual untuk meningkatkan hasil pembelajaran soal cerita tentang FPB di kelas IV SD Negeri 05/VIII Balai Rajo Sedangkan kegunaan pembahasan ini adalah sebagai acuan bagi para guru untuk menggunakan pendekatan kontektual dalam pembelajaran matematika terutama dalam pembelajaran pemecahan masalah. Untuk sampai pada tujuan dan manfaat penelitian ini, dilakukan penelitian tindakan kelas Metode penelitian yang dilakukan berjenis Penelitian Tindakan Kelas. Prosedur penelitian dimulai dengan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus setiap siklus dilakukan dua kali pertemuan. Setiap siklus dilakukan pendekatan kontekstual dan membuktikan terjadinya peningkatan hasil belajar siswa pada materi penyelesaian soal cerita berhubungan dengan FPB dan KPK di IV SD Negeri 05/VIII Balai Rajo. Terlihat hasil belajar siswa meningkat dari rata-rata kelas 71,11 pada siklus I menjadi 88,6 pada siklus II, juga terjadi peningkatan aktivitas siswa pada siklus I hanya 65 menjadi 80 pada siklus II. Ini menunjukkan pembelajaran pemecahan masalah berbasis kontektual dapat meningkatkan hasil belajar dan aktivitas siswa.
Humairah - -
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 12-20; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.444

Abstract:
This study aims to describe and analyze the mathematical reasoning and problem solving abilities of PGSD students, Universitas Muhammadiyah Lamongan, based on the gender in resolving story problems. This research is a qualitative descriptive research. The research subjects were 6 PGSD students of Universitas Muhammadiyah Lamongan who were selected based on the criteria of academic abilities; students with high reasoning, moderate reasoning, and low reasoning. The data collection techniques were observation, test, and interview. The data analysis was based on the results of test, observation, and interview obtained by students and based on table rubrics. Data analysis was carried out by the researcher using 6 subjects as representatives consisting of 3 males and 3 females with criteria previously mentioned (high, moderate, low). The results of data analysis on mathematical reasoning and problem solving abilities based on gender were female students' mathematical reasoning abilities were superior than male students' mathematical reasoning abilities. Keywords: Mathematical Reasoning, Problem Solving, Gender
Syamsimar - Syamsimar
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 98-108; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.481

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya proses dan hasil belajar matematika peserta didik di kelas V SD Negeri 94/II Muara Bungo. Hal ini dibuktikan dengan hasil observasi yaitu aktivitas belajar peserta didik masih terbatas terutama pada pembelajaran matematika. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar matematika peserta didik dengan model problem based learning pada materi pecahan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan terdiri dari dua siklus penelitian dengan tahapan dalam tiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Penerapan model Problem Based Learning proses dan hasil belajar matematika kelas V meningkat seperti yang diharapkan. Meningkatnya proses belajar yaitu dibuktikan dari hasil lembar observasi guru dan peserta didik. Hasil observasi guru pada siklus I yaitu 60% dan siklus II 85%, hasil observasi peserta didik pada siklus I yaitu 55% dan siklus II 80%. Dengan meningkatnya proses belajar meningkat pula hasil belajar matematika peserta didik yaitu terdapat 5 peserta didik yang sudah mencapai kriteria sangat baik jika dipersentase 20% dan 16 peserta didik yang mencapai kriteria baik jika dipresentase yaitu 64%.
Shobirin Shobirin
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 139-151; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.505

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penetapan kriteria ketuntasan minimal melalui workshop, serta meningkatkan Keterampilan guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal melalui workshop di SD Negeri 73/II Simpang Sungai Mancur. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan respon guru terhadap kegiatan yang dilakukan. Penelitian ini tergolong penelitian tindakan kepengawasan dengan melibatkan 8 orang guru. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas 4 tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan repleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah: bila minimal 85% guru tergolong sangat baik dan baik dalam aspek penilaian penetepan kriteria ketuntasan minimal, maka sudah dapat dikatakan tindakan yang diterapkan berhasil. Aspek yang diukur dalam menilai keberhasilan tindakan adalah kesiapan guru mengikuti workshop dan hasil pelaksanaan workshop. Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan kesiapan dan Kinerja guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal dari siklus I ke siklus II. Ketercapaian indikator kinerja terdapat pada tindakan II. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat meningkatkan Keterampilan guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal di SD Negeri 73/II Simpang Sungai Mancur. Dengan demikian dapat disarankan kepada pengawas atau peneliti yang lain bahwa kegiatan workshop dapat dipakai sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan keterampilan guru dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal.
Erwansyah Erwansyah
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 152-160; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.507

Abstract:
Permasalahan dalam penelitian ini adalah Apakah penggunaan media bola gantung dalam pembelajaran lompat jauh gaya hang style pada mata pelajaran penjasorkes dapat meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI SMK Negeri 1 Bungo. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan minat, motivasi dan hasil belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran lompat jauh gaya Hang Style pada siswa kelas XI SMK Negeri 1 Bungo tahun ajaran 2019/2020 melalui media bola gantung. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian ini menggunakan 2 siklus, dimana masing-masing siklus terdiri atas: 1) perencanaan; 2) pelaksanaan tindakan; 3) pengamatan; 4) refleksi. Penelitian yang dilakukan mencakup 3 ranah yaitu ranah psikomotorik, ranah afektif, ranah kognitif. Selain itu dilakukan pengamatan terhadap proses pembelajaran selama kegiatan penelitian berlangsung dan membuat angket kuesioner berupa angket minat dan motivasi pembelajaran, untuk mengetahui sejauh mana kepuasan dan ketertarikan siswa dalam mengikuti pembelajaran menggunakan media. Hasil penelitian menunjukan bahwa hasil belajar lompat jauh gaya hang style dengan media bola gantung di kelas XI SMK Negeri 1 Bungo berdampak positif hal ini terlihat pada hasil ketuntasan belajar siswa yang melebihi KKM yang telah ditetapkan yaitu 75 mengalami peningkatan yaitu pada siklus I ketuntasan belajar mencapai 73, 53 % sedangkan pada siklus II ketuntasan belajar mencapai 91,18 %. Dapat disimpulkan bahwa pembelajaran lompat jauh gaya hang style dengan menggunakan media bola gantung dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar.
Tri Wera Agrita
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 161-170; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.488

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar matematika siswa kelas III SD Negeri No 201/II Baru Telentam dari 18 siswa sebesar 31 % yang tuntas, Tujuannya untuk meningkatkan hasil belajar siswa mata pelajaran matematika kelas III melalui model problem based learning. Bentuk ini penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dari dua siklus, tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi, alat pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa kelas III pada siklus I terdapat 55 % siswa yang tuntas dengan nilai rata-rata 67,2, pada siklus II terdapat 88% peserta didik yang tuntas dengan nilai rata-rata kelas 79,2. Hal tersebut menunjukkan telah terjadi peningkatan persentase dari siklus I ke siklus II sebesar 22%. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa penerapan model problem based learning dapat meningkatan hasil belajar matematika siswa kelas III Sekolah Dasar Negeri 201/II Baru Telentam Kecamatan Tanah Tumbuh Kabupaten Bungo.
Komar Komar
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 21-30; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.460

Abstract:
Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor pembentuk minat siswa putri kelas V dan VI dalam ekstrakurikuler bola voli di SD Negeri 180/II Mulia Bhakti tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif menggunakan metode survei. Populasi penelitian adalah siswa putri kelas V dan VI sebanyak 20 anak. Data dikumpulkan dengan angket dengan koefisien reabilitas sebesar 0,571. Analisis data dilakukan dengan analisis deksriptif kuanitatif dengan presentase. Hasil penelitian menunjukkan faktor pembentuk minat sebagian besar pada kategori tinggi sebesar 53%. Berdasarkan faktor dari dalam individu terdiri dari aspek umur sebesar 53%, aspek bobot sebesar 53%, aspek jenis kelamin sebesar 47%, aspek pengalaman sebesar 53%, aspek perasaan mampu sebesar 40%, dan aspek kepribadian sebesar 60%. Sedangkan faktor dari luar individu terdiri dari aspek lingkungan keluarga sebesar 60%, aspek lingkungan sekolah sebesar 47%, dan aspek lingkungan masyarakat sebesar 53%.
Yeni Fristina
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 125-138; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.499

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah prestasi belajar siswa pada pembelajaran matematika di Kelas kelas 1 SDN 04/II Muara Bungo, hal ini dibuktikan dengan hasil observasi awal yang dilakukan oleh peneliti dari 25 siswa hanya 40% yang memenuhi KKM. Penyebabnya adalah pendidik hanya menggunakan metode ceramah yang tidak menarik minat siswa untuk belajar. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan dan mengetahui penerapan metode Demonstrasi dalam meningkatkan prestasi belajar matematika di Kelas 1. jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini terdiri dari dua siklus, setiap siklus dilkasanakan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dan terdiri dari dua kali pertemuan. Hasil penelitian ini menunjukkan membuktikan bahwa nilai rata-rata meningkat dari 73 menjadi 84 sehingga ketuntasannya mencapai 90% siswa 100% semua siswa sangat aktif dalam proses pembelajaran. Mereka berusaha dengan cepat menjodohkan kartu soal dan kartu jawaban, maka usaha yang di lakukan penulis sudah cukup baik dan perbaikan ini di hentikan sampai di sini.
Nurdin - S.Ag
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 31-44; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.469

Abstract:
Pembelajaran matematika di MIN 4 Bungo pelaksanaannya harus diciptakan secara aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan melalui pembelajaran kooperatif STAD secara edukatif. Kondisi ini menunjukkan belum dilaksanakan atau digunakan model pembelajaran kooperatif STAD secara optimal untuk pembelajaran matematika pada materi FPB dan KPK, termasuk di MIN 4 Bungo. Oleh karena itu dilaksanakan Penelitian Tindakan Kelas melalui kolaborasi dengan guru dan kepala sekolah. Tujuannya mendeskripsikan efektifitas penggunaan pembelajaran kooperatif STAD untuk perbaikan mutu pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas menggunakan metode deskriptif kualitatif model siklus: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjeknya adalah siswa dan guru kelas V MIN 4 Bungo Semester I tahun 2019. Hasilnya: (1) Untuk pembelajaran matematika kelas V MIN 4 Bungo dibutuhkan Pemelajaran model kooperatif STAD. (2) Penerapan pembelajaran kooperatif STAD dapat meningkatkan pemahaman konsep FPB dan KPK. (3) Perbaikan pembelajaran matematika kelas V MI dapat dilakukan melalui PTK sehingga proses pembelajaran maupun hasilnya meningkat lebih bermutu. (4) Kendalanya adalah keterbatasan waktu, bahan / alat peraga, serta kemampuan guru dan siswa. Kesimpulan: Penanganan masalah yang dihadapi siswa kelas V MIN 4 Bungo dalam meningkatkan pemahaman konsep FPB dan KPK melalui pembelajaran kooperatif STAD perlu dilakukan secara terencana, sistematis dan berkelanjutan sehingga secara bertahap siswa menguasai kompetensi yang berhubungan dengan pembelajaran matematika.
Retno Nengsih
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 45-53; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.458

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hasil belajar matematika pada model pembelajaran visual, auditori, dan kinestetik (vak) dan model problem based learning (pbl) terhadap siswa SMP Muhammadiyah 33 Jakarta. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen semu. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik cluster sampling dan simple random sampling. Instrumen adalah instrument tes berupa 8 soal essay. Pengolahan data dilakukan dengan bantuan SPSS 16,0. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif dan uji persyaratan data. Uji persyaratan data yang digunakan adalah uji normalitas dan uji homogenitas. Dari hasil perhitungan uji normalitas eksperimen dan kontrol diperoleh nilai sig. > α, artinya data pada kelas eksperimen dan kelas kontrol berdistribusi normal. Pada uji homogenitas juga diperoleh nilai sig, artinya kedua data memiliki varians yang homogen. Selanjutnya, pengujian hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji-t sampel bebas (independent). Berdasarkan perhitungan, diperoleh nilai sig. < α dan nilai , sehingga ditolak dan hasil belajar matematika peserta didik yang diberi model pembelajaran visual, auditori, dan kinestetik (vak) lebih tinggi daripada hasil belajar yang diberi model pembelajaran problem based learning. Dengan demikian, model pembelajaran VAK lebih baik dari model pembelajaran PBL terhadap hasil belajar matematika Siswa SMP Muhammadiyah 33 Jakarta. Kata kunci: model pembelajaran vak, model pembelajaran pbl, upaya meningkatkan hasil belajar
Syofiatul Hidayah
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 54-63; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.473

Abstract:
Sebagai pengajar atau pendidik guru merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan setiap upaya pendidikan. Kinerja guru dalam merencanakan dan melaksanakan pembelajaran, merupakan faktor utama dalam pencapaian tujuan pengajaran. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang bertujuan untuk menguraikan atau menggambarkan tentang sifat-sifat (karakteristik) dari suatu keadaan atau objek penelitian. Sifat penelitian ini adalah explanatory research yaitu bertujuan untuk menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lain. Hasil pengujian hipotesis menggunakan uji t menunjukkan bahwa pada variabel Karakteristik Individu (X1), nilai thitung sebesar 2,176, sedangkan ttabel sebesar 2,028. thitung > ttabel, hal ini berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, karakteristik individu memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru, sedangkan pada variabel gaya kepemimpinan (X2), nilai thitung sebesar 3,140, sedangkan ttabel sebesar 2,028. thitung > ttabel, hal ini berarti bahwa H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian, gaya kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. Hasil uji F memperlihatkan bahwa nilai Fhitung sebesar 8,184, sedangkan Ftabel sebesar 1,753, dimana Fhitung > Ftabel. Hal ini menunjukkan bahwa H0 ditolak dan Ha diterima, yang berarti bahwa hipotesis alternatif yang diajukan diterima semua variabel independen yaitu karakteristik individu dan gaya kepemimpinan secara bersama-sama memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja guru. Berdasarkan hasil penelitian ini ditemukan bahwa karakteristik individu dan gaya kepemimpinan baik secara parsial maupun simultan berpengaruh terhadap kinerja guru SMA Negeri 3 Muara Bungo.
Farid Setiawan
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 77-87; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.456

Abstract:
Kekerasan seksual ataupun pelecehan seksual selalu menjadi permasalahan yang tidak kunjung meredam, setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan. Kekerasan seksual bisa menimpa siapa saja, termasuk anak penyandang tunagrahita. Anak penyandang tuna grahita adalah mereka yang mengalami keterbelakangan mental, dimana kondisi mentalnya berada dibawah batas normal, kondisi tersebut juga dikenal dengan Retardasi Mental, akan tetapi secara fisik mereka normal. Sudah semestinya untuk memberikan edukasi kepada mereka mengenai pendidikan seksual, karena bagaimanapun juga mereka harus mandiri dan bisa berdiri dengan kaki mereka sendiri. Sehingga dibutuhkan suatu pengelolaan manajemen yang tepat dalam menyampaikan pendidikan seksual kepada mereka. Berdasarkan hasil penelitian, didapatkan manajemen pendidikan yaitu pembelajaran tentang perbedaan gender dan penanaman pendidikan karakter. Model pembelajaran yang dapat diterapkan adalah model pembelajaran sentra, dengan konsep bermain peran. Hal tersebutlah yang akan dibahas dalam artikel ini guna mengentaskan anak-anak penyandang tunagrahita dari kekerasan atau pelecehan seksual yang mengancam masa depan mereka.
Apdoludin Apdoludin, Randi Eka Putra
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 88-97; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i2.471

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya proses dan hasil belajar peserta didik pada pembelajaran IPA, hal ini dibuktikan dengan hasil observasi dan dokumentasi sekolah yang menunjukan dari 19 peserta didik hanya 47% yang memenuhi KKM. Penelitian ini dilaksanakan di Kelas V SDN 188/VIII Wiroto Agung. Tujuan penelitian ini ialah untuk mendeskripsikan penerapan Model Kooperatif tipe jigsaw dalam meningkatkan aktivitas serta hasil belajar IPA di Kelas V. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah PTK. Penelitian ini terdiri dari 2 siklus, setiap siklus dilkasanakan melalui 4 tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi dan terdiri dari 2 kali pertemuan. Hasil penelitian dapat dijelaskan sebagai berikut: (1) penerapan Model Kooperatif tipe jigsaw dalam aktivitas belajar dilihat dari lembar observasi yaitu siklus I dari aspek guru 84% dan aspek siswa 57% sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan dari aspek guru 91% dan aspek siswa 73% yang telah mencapai indikator keberhasilan. (2) penerapan Model Kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran pada siklus I masih belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari hasil tes pada siklus I hanya 32% siswa yang memenuhi KKM dan pada siklus II terjadi peningkatan yaitu 79% siswa yang memenuhi KKM, Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan proses dan hasil belajar di SDN 188/VIII Wiroto Agung.
Abdul Zhafran
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 33-41; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.367

Abstract:
The background of this research is the lack of awareness of students while studying Citizenship Education and the learning methods applied are less innovative and the value of Civics Education daily tests is still low. The objectives of this study were: 1) To determine the process of implementing the PPR model in improving the learning outcomes of Citizenship Education in class III SDN 127 / II Sungai Arang, Kecamatan Bungo Dani. 2) To determine the application of the Reflective Pedagogical Paradigm model in improving the learning outcomes of Citizenship Education in grade III SDN 127 / II Sungai Arang. This type of research is Classroom Action Research (PTK). The research setting consists of 1) research location 2) research time 3) research subjects. This research was conducted in two cycles. Cycle I had two meetings and cycle II had one meeting. The process of implementing the PPR model in improving the process and learning outcomes of Citizenship Education. The teaching process of teachers in the first cycle of meeting one with a value of 65% (Good enough) in the first cycle of meeting two with a total of 75% (Good), while the second cycle increased 80% (Very good). This process is also seen from the student learning outcomes. In the first cycle of meeting one, the value was obtained 60% (Enough) and in the first cycle the second meeting the value was obtained 65% (Enough). In the second cycle the value increased by 75% (Good). means that the teacher teaching process and student learning process has increased in cycle II.
Buntaran Serah
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 111-121; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.400

Abstract:
Salah satu permasalahan kurang berkembangnya proses pembelajaran penjasorkes di sekolah antara lain, terbatasnya sarana dan prasarana pembelajaran yang tersedia di sekolah, kekurangan dana untuk menyelenggarakan program yang akan menghasilkan perubahan bermakna, hasil belajar yang diharapkan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengacu pada model pengembangan dari Suharsimi Arikunto. (1) melakukan analisis produk yang akan dikembangkan dari hasil observasi lapangan dan kajian pustaka, (2) mengembangkan bentuk produk awal, (3) evaluasi ahli yaitu menggunakan satu ahli penjas dan satu ahli pembelajaran penjas SMP, serta uji coba skala kecil (10 siswa), menggunakan angket kuesioner kemudian dianalisis, (4) revisi produk awal, (5) uji coba skala besar (32 siswa), (6) revisi produk akhir setelah melakukan uji coba lapangan skala besar, (7) hasil akhir media roket bagi siswa SMK Kelas XI yang dihasilkan melalui revisi uji coba lapangan skala besar. Instrumen yang digunakan adalah angket kuesioner. Teknik analisis data adalah deskriptif persentase. Kesimpulan penelitian ini adalah hasil penilaian dari para ahli yaitu, ahli Penjas 92% (sangat baik) dan ahli pembelajaran 98% (sangat baik), dari uji coba skala luas didapat hasil kuesioner rata-rata persentase pilihan jawaban sebesar 90 (sangat baik). Hasil belajar kognitif siswa sebesar ≥ 88%.
Sundahry Dahry
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 22-32; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.368

Abstract:
Abstrak Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatkan hasil belajar siswa kelas IV melalui model pengajaran terbalik di SDN 19 Sungai Talang Tarusan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek siswa kelas IV SDN 19 Sungai Talang Tarusan yang berjumlah 28 orang siswa. Penelitian ini dilaksanakan pada semester genap Tahun Ajaran 2015/2016. Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar observasi kegiatan guru, lembar penilaian ranah afektif siswa, lembar penilaian ranah psikomotor siswa, dan lembar tes hasil belajar kognitif siswa. Pelaksanaan pembelajaran IPA melalui model pembelajaran pengajaran terbalik kelas IV berlangsung dengan baik. Berdasarkan hasil penelitian, hasil belajar ranah kognitif tingkat pengetahuan pada siklus I 78,2 meningkat pada siklus II menjadi 87,6, hasil belajar ranah kognitif tingkat pemahaman pada siklus I 69,1 meningkat pada siklus II menjadi 84,3, hasil ranah afektif pada siklus 1 62,5 dan meningkat pada siklus II menjadi 83,7, hasil ranah psikomotor pada siklus I 64,3 meningkat pada siklus II menjadi 83,9. Hal ini berarti pembelajaran IPA melalui model pengajaran terbalik dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SDN 19 Sungai Talang Tarusan. Berdasarkan penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran pengajaran terbalik dapat meningkatkan hasil belajar IPA siswa kelas IV SDN 19 Sungai Talang Tarusan Pesisir Selatan. Kata Kunci: Peningkatan, Hasil belajar, Model Pengajaran Terbalik, IPA
Nicolas Junibinsar Simatupang
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 53-64; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.389

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya motivasi dan hasil belajar peserta didik pada pelajaran Matematika kelas XII Kelas XII TKJ SMK Negeri 1 Muara Bungo. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi model CTL dikelas XII pada motivasi dan hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian adalah peserta didik kelas XII TKJ SMK Negeri 1 Muara Bungo yang berjumlah 22 orang. Pelaksanaannya penelitian ini terdiri dari dua siklus yang dilakukan oleh peneliti. Setiap siklus terdiri atas perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi pada masing-masing siklus. Penelitian ini dilaksanakan pada semester II tahun ajaran 2019/2020. Data penelitian ini yaitu video, dokumentasi, angket motivasi belajar peserta didik dan hasil tes. Hasil penelitian menunjukan bahwa terjadi peningkatan motivasi belajar dari siklus I yaitu 65,22% dan pada siklus II menjadi 80,68%. ini menandakan motivasi belajar peserta didik meningkat sesuai dengan indikator yaitu 80%, dan hasil belajar peserta didik pada siklus I yaitu 63,86% sedangkan siklus II meningkat menjadi 81,81%. Melihat penelitian ini, maka dengan menggunakan model CTL pada pembelajaran Matematika perlu diterapkan dan dikembangkan dalam rangka peningkatan mutu pendidikan dimasa yang akan datang.
Tiurma Rouli
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 84-90; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.386

Abstract:
Latar belakang dalam penelitian ini adalah kurangnya kesedaran siswa dalam proses pembelajaran sehingga siswa masih merasa malu dan enggan untuk bertanya apa yang tidak mereka pahami, interaksi dan komunikasi antara siswa dengan siswa atau antara siswa dengan guru belum terjalin karena jarang di adakanya diskusi kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dengan menerapkan model pembelajaran saintifik siswa kelas X Akutansi 2. jenis Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas, Setting penelitian ini terdiri dari 1) Tempat penelitian 2) Waktu penelitian 3) Subjek penelitian. Penelitian ini dilakukan dua siklus. Siklus I dua kali pertemuan dan siklus II satu kali pertemuan. Pada prasiklus skor rata-rata kelas sebesar 60, siklus I meningkat menjadi 75, dan pada siklus II meningkat menjadi 80. Adapun ketuntasan belajar klsikal pada kondisi prasiklus 60%, pada siklus I meningkat menjadi 75%, dan pada siklus II menjadi 80%. Skor minimal pada kondisi prasiklus sebesar 45, pada siklus I menjdi 60, dan pada siklus II meningkat menjadi 62. Sedangkan skor maksimal pada kondisi prasiklus 85, siklus I menjadi 93, dan pada siklus II meningka tmenjadi 100.
Nurmala Yanti
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 91-98; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.385

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan langkah-langkah penerapan metode ALM (Audio Lingual Method) dalam pembelajaran Bahasa Inggris, mengetahui bagian-bagian dari aktivitas penerapan metode ALM yang dapat membuat siswa lebih tertarik dan aktif belajar Bahasa Inggris. Metode mengajar yang tepat akan membawa dampak positif dalam proses pembelajaran khususnya dalam pembelajaran Bahasa Inggris. Merupakan metode ALM dalam mengajar Bahasa Inggris pada siswa kelas X Akuntansi 1 SMKN 1 Bungo. Sedangkan tekhnik pengumpulan datanya dengan cara observasi, interview, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, guru menggunakan enam tekhnik dari metode ALM dalam mengajar bahasa Inggris di kelas yaitu tekhnik dialog memorization, backward build up (expansion) drill, dan repetition drill pada observasi pertama. Sedang pada observasi kedua, guru menggunakan tekhnik chain drill, question and answer drill, dan complete the dialog. Hasil dari pembelajaran pembelajaran sudah baik dengan persentase 75.86% pada siklus 1 dan 93.1 % pada siklus 2. Dari siklus 1 dan 2 terjadi peningkatan 17.24%.
Hasnan Nafis
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 131-138; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.492

Abstract:
Kajian terhadap keserasian budaya organisasi juga menjamin peran budaya organisasi sebagai sarana untuk menentukan arah organisasi, menginstruksikan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, bagaimana mengelola alokasi sumber daya organisasi serta sebagai sarana untuk menghadapi peluang dan masalah yang masuk dari lingkungan organisasi, terutama kekuatan yang berasal dari nilai-nilai dasar organisasi.
Su Bagyo
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 65-74; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.388

Abstract:
“Kemampuan menulis Teks Prosedur SMK Negeri 1 Muara Bungo”. Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Mata Peajaran Bahasa Indonesia, Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X, (2) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X pada aspek isi; (3) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X pada aspek struktur; (4) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X pada aspek kaidah penulisan; (5) mendeskripsikan kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X pada aspek ciri kebahasaan. jenis penelitian deskriptif kuantitatif yaitu penelitian yang menghasilkan bentuk angka-angka untuk mengukur kemampuan menulis teks prosedur siswa kelas X OTKP SMK Negeri 1 Muara Bungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa kelas X OTKP SMK Negeri 1 Muara Bungo memperoleh nilai rata-rata 80,54 dengan persentase 77,41% yaitu mampu menulis teks prosedur. pada aspek isi, nilai rata-rata siswa sampel berada dalam kategori mampu dengan nilai 86,29. Pada aspek struktur, nilai rata-rata siswa smapel berada dalam kategori mampu dengan nilai 85,48. Pada aspek kaidah penulisan, nilai rata-rata siswa sampel berada dalam kategori cukup dengan nilai 73,79, dan pada aspek ciri kebahasaan, nilai rata-rata siswa sampel berada dalam kategori cukup dengan nilai 77,01.
Khairul Saleh, Nurlah Jamil
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 1-21; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.382

Abstract:
This research departs from an expectation that STKIP Muhammadiyah Muara Bungo students are able to carry out prayer services in accordance with the correct Shari'a guidance, and as Muhammadiyah members are able to practice prayer according to the demands in the Muhammadiyah Tarjih Decision Association, because during the AIK learning process, the implementation of prayer services is taught and practiced. . The method of data entry is the practice test of prayer in AIK I learning. From the results of statistical testing, it was found that the implementation of student prayer services, based on the results of t and t table, namely t count> t table (20,540> 1,995), it can be concluded that Ho is rejected. and Ha is accepted, so there is a contribution of AIK learning to the implementation of student prayer services by 86.1%..
Tia Ra
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 75-83; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.387

Abstract:
Latar belakang dalam penelitian ini merupakan prestasi Belajar Akuntansi yang masih rendah pada kompetensi Mengelola Kartu Piutang, sehingga Nilai Ulangan harian siswa kelas XI Akuntansi 2 SMK Negeri 1 Muara Bungo yang belum mencapai KKM.. Tujuan dari penelitian ini adalah Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Akuntansi pada Siswa Kelas XI Akuntansi 2 SMK N. 1 Muara Bungo. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Setting penelitian ini terdiri dari 1) Tempat penelitian 2) Waktu penelitian 3) Subjek penelitian. Penelitian ini dilakukan dua siklus. Siklus I dua kali pertemuan dan siklus II satu kali pertemuan. Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Akuntansi Siswa pada Kompetensi Mengelola Kartu Piutang Kelas XI Akuntansi 2 SMK N. 1 Muara Bungo, dapat dikatakan berhasil. Nilai rata-rata Prestasi Belajar Akuntansi siswa sebelum dilakukan tindakan adalah 69,36 dengan persentase ketercapaian KKM sebesar 29%, setelah dilakukan tindakan pada siklus I nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 70,95 dengan persentase ketercapaian KKM sebesar 54,17%. Pada siklus II nilai rata-rata siswa meningkat menjadi 93,86 atau persentase 87,5% atau mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 22,91.
Zaidar - -
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 3, pp 122-130; https://doi.org/10.52060/pgsd.v3i1.401

Abstract:
Penelitian ini mengkaji peningkatan kemampuan menulis teks berita melalui strategi Think Talk Write (TTW) dengan menggunakan foto peristiwa pada peserta didik Kelas XI OTKP SMK Negeri 1 Muara Bungo. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan peningkatan kemampuan peserta didik Kelas XI OTKP SMK Negeri 1 Muara Bungo dalam menulis teks berita melalui strategi TTW dengan menggunakan foto peristiwa. Subjek penelitian ini 30 peserta didik. Objek penelitiannya adalah proses pembelajaran menulis teks berita melalui strategi TTW dengan menggunakan foto peristiwa. Prosedur penelitian tindakan kelas ini berbentuk siklus, siklus I terdiri atas dua kali pertemuan (3 jam pelajaran), sedangkan siklus II terdiri atas satu kali pertemuan (2 jam pelajaran). Tiap siklus terdapat empat langkah utama yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Instrumen yang digunakan adalah instrumen tes dan nontes. Analisis data dilakukan dengan teknik kualitatif dan kuantitatif. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis teks berita pada peserta didik Kelas XI OTKP SMK Negeri 1 Muara Bungo dapat ditingkatkan melalui strategi TTW dengan menggunakan foto peristiwa, penerapan strategi TTW dengan menggunakan foto peristiwa dapat meningkatkan pengembangan unsur 5W+1H menjadi teks berita yang menarik. Berdasarkan hasil tulisan peserta didik, kemampuan menulis teks berita meningkat dari siklus I sampai siklus II. Pada pra-siklus, 20% peserta didik tuntas dengan nilai rata-rata kelas 59,17. Pada siklus I, nilai rata-rata meningkat menjadi 6,43 dan ketuntasan peserta didik 63%. Pada siklus II, nilai rata-rata kelas meningkat menjadi 81,9 dan ketuntasan peserta didik 93%.
Ashari Lubis
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 22-31; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.245

Abstract:
This study aims to investigate the improvement students’ learning outcomes after the application of the experimental method in heat concept. The research design used was classroom action research with data collection techniques using observation sheets, tests, and student worksheets. The subjects of the study were students of class VII.1 of SMPN 7 Muara Bungo in the academic year 2019/2020 with 31 students. This research was conducted in three cycles, starting from October 28, 2019 to November 26, 2019. The results of this study indicate that the application of the experiment method can improve students’ learning outcomes in heat concept. Improved students’ learning outcomes can be seen from the average value, students' absorption capacity, and mastery learning from cycle I, cycle II, and cycle III. For the average value of students in cycle I, cycle II, and cycle III, are: 80, 85, and 88. For the absorption of students in cycle I, cycle II, and cycle III, are: 80%, 86% and 89%. As for mastery learning in cycle I, cycle II, and cycle III, are: 72%, 89%, and 94%.
Dwitri Pilendia
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 1-10; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.255

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji perkembangan bahan ajar berbasis Adobe Flash dalam pembelajaran fisika. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dari beberapa jurnal maupun prosiding hasil pengembangan bahan ajar fisika berbasis Adobe Flash yang ada di Indonesia dari tahun 2010-2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Adobe Flash banyak digunakan dalam pengembangan bahan ajar fisika khusnya bahan ajar elektronik. Adobe Flash digunakan untuk membuat dasar dari bahan ajar yang dikembangkan seperti pembuatan gambar, animasi dan simulasi. Beberapa bahan ajar yang banyak memanfaatkan adobe flash diantaranya multimedia interaktif, flip book, media interaktif berbasis android dan game. Pemilihan Adobe Flash efektif dalam pengembangan bahan ajar dan meningkatkan ketertarikan siswa dalam pembelajaran fisika.
Five Yanti
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 97-113; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.365

Abstract:
This study aims to improve the science learning outcomes of class VIII students of SMP Negeri 01 Muara Bungo using guided discovery learning methods. This type of research is classroom action research. The subjects of this study were students of class VII.1 State Junior High School 01 Muara Bungo, totaling 28 students, consisting of 13 male students and 15 female students. Researchers used an action research model from Kemmis and Taggart. This research was conducted in two cycles of action. In the first cycle, it was conducted in one meeting, while in the second cycle there were two meetings. In each cycle there are planning, implementation, observation and reflection activities. The instruments used were observation sheets and tests. Before being used in the study, the test was empirically validated and with expert judgment. The reliability of the test was calculated using Alpha Cronbach. Observation data were analyzed descriptively qualitatively while test results were analyzed descriptively quantitative percentage. The results of the first cycle research showed that the percentage of students whose grades were above the KKM had only reached 71.43%, so they still could not reach the criteria for research success. In the second cycle, the steps for applying discovery learning methods to increase student success were carried out by providing motivation, dividing the number of smaller group members and heterogeneous members of the group, and giving the opportunity to make group presentations on the results of their practicum in front of the class. The percentage of student scores above the KKM in cycle II increased to 89.29%. Based on the research results, it can be seen that the guided survey method can improve science learning outcomes. Keywords: methods, learning, guided discovery, science
Pendi Pendi, Said Ahmad Maulana, Monica Monica, Ririn Asmarita, Suparno Aji, Sukro Sukro, Sandi Pratama, Sevin Sevin
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 11-21; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.247

Abstract:
This study aims to determine how the application of religious-based character education at the Senior High School level in the Rohis extracurricular. This research method is a descriptive study with a qualitative approach whose research subject is a group of students who are members of the Rohis extracurricular activities at SMA Negeri 1 Mendo Barat which is intended to obtain a clear formulation of the extent of efforts in fostering students' character and religious potential through extracurricular activities Rohis and also in the procedure of conducting this research applied two data collection techniques, namely observation and interview. The results of the study showed that the tendency of students who joined Rohis extracurricular activities at SMA Negeri 1 Mendo Barat had good personality and character and had Islamic values, because the students who joined Rohis extracurricular activities had received religious education given and taught according with Al-Quran and Sunnah Rasul. Character education can also be blended to become a unity in religious education. The role of religion in character education can meet human needs in terms of the director and also as a counterweight to the characters of students.
Nina Afrianti
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 32-45; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.244

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi oleh jumlah peserta didik sebanyak 23 orang kelas VII.1 SMP Negeri 5 Muara Bungo pada pelajaran Bahasa Inggris dalam menulis teks descriptive, jumlah peserta didik yang belum memenuhi KKM sebanyak 19 orang (83%). Hal ini masih di bawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sekolah 69. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan di kelas VII.1 SMP Negeri 5 Muara Bungo Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan jumlah peserta didik 23 orang dan di bantu oleh mitra peneliti. PTK ini meliputi dua siklus yaitu Siklus I dan siklus II. Salah satu indikator kinerja yang dijadikan acuan dalam menentukan keberhasilan setiap siklus PTK adalah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan dengan nilai 69. Suatu proses pembelajaran berhasil apabila jumlah peserta didik yang minimal memenuhi KKM minimal 75 % dari keseluruhan peserta didik. Indikator lainnya peningkatan kinerja proses pembelajaran dengan model mind mapping yang semakin meningkat, yang di nilai oleh mitra peneliti dan peserta didik berprilaku yang semakin baik dalam setiap siklusnya.Hasil penelitian dari PTK ini menunjukkan hipotesis dalam PTK ini yakni : “Penggunaan model pembelajaran mind mapping dapat meningkatkan kemampuan peserta didik kelas VII.1 SMP Negeri 5 Muara Bungo Tahun Pelajaran 2017/2018 dalam menulis teks descriptive Bahasa Inggris” dapat diterima. Jumlah peserta didik yang memenuhi KKM pra siklus 17% sisanya 83% belum memenuhi KKM. Pada siklus I menjadi 26% jumlah peserta didik yang memenuhi KKM sisanya 74% belum memenuhi KKM. Pada siklus II 91% jumlah peserta didik yang memenuhi KKM yang belum memenuhi KKM 9%. Jumlah yang memenuhi KKM pada siklus II telah mencapai jumlah 75% sebagai standar keberhasilan tiap siklus.
Mahdeni Mahdeni
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 46-55; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.246

Abstract:
Pendidikan memegang peranan penting dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetisi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga pendidikan harus dilaksanakan sebaik-baiknya untuk memperoleh hasil yang maksimal, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Ilmu Pengetahuan sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang mendukung perkembangan dalam dunia IPTEK, karena begitu pentingnya Ilmu pengetahuan Sosial maka mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial telah diajarkan sejak dini.
Widiarso Widiarso
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 56-65; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.258

Abstract:
Sepakbola merupakan salah satu materi pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan (PJOK) yang kemudian dikembangkan lagi dikegiatan ekstrakurikuler dan dijadikan salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan antar sekolah, didalam permainan sepakbola terdapat teknik dasar passing yang menurut pengamatan penulis di SMPN 7 Muaro Jambi kurang diperhatikan oleh pembina, pemain yang telah disiapkan untuk tim sekolah masih kurang maksimal. Hal ini disebabkan karena pembina yang minim sekali program untuk melatih ketepatan passing pemain, hal ini didapat dari pernyataan siswa sendiri yang mengatakan bosan dengan metode latihan yang diberikan pelatih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi passing dan target terhadap ketepatan passing menggunakan kaki bagian dalam pemain sepakbola Tim SMP N 7 Muaro Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif eksperimen, yakni suatu penelitian dimana peneliti memberikan perlakuan setelah diambil tes awal dan akan kembali diambil tes akhir setelah diberi perlakuan, kemudian akan terlihat apakah variabel bebas berperan terhadap timbulnya suatu gejala. Dari uji statistik diperoleh rata-rata tes awal ketepatan passing pemain sepakbola tim SMPN 7 Muaro Jambi adalah 9 setelah diberi perlakuan rata-rata tes akhir ketepatan passing meningkat menjadi 17, dengan demikian terdapat peningkatan dari tes awal. Kesimpulan dari skripsi ini adalah uji statistik t hitung lebih besar dari pada t tabel atau 20,69> 1,729, jadi terdapat pengaruh variasi latihan passing dan Target terhadap ketepatan passing pemain sepakbola tim SMPN 7 Muaro Jambi.
Ratih Marhaeni Juni Astuti
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 66-76; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.260

Abstract:
Learning Model is a learning technique that is used by teachers in teaching a particular subject and in the selection of a model must be adjusted in advance with the subject matter. The level of cognitive development of students and the facilities or facilities available in accordance with the learning objectives so that the expected learning model can be achieved. Implementation of learning about the delivery of stories by applying the Contextual Teaching And Learning (CTL) model. CTL is a learning concept that helps teachers relate to students' real-world situations and encourages students to make connections between the knowledge they have and their application in their daily lives. The CTL model runs in accordance with the scenarios in the Learning Implementation Plan (RPP), and has succeeded in creating a conducive learning situation where students are directly involved in the learning process, can also improve student learning outcomes for learning Indonesian which was initially considered boring. The level of students' understanding of the delivery of stories after learning to use the CTL learning model can increase well, this can be seen from the results of the evaluation that in cycle 1, the average score of 67 categories was sufficient and in the second cycle it obtained an average score of 80 with a good category. After being given an action by using the application of the model of conventional teaching and learning (CTL) in cyle 1 students learning completeness is 74% or 20 Students. While in cycle 2 the classical learning achievement to 93% or 25 Students,
Mulza Rois, Randi Eka Putra, Mardaini Mardaini
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 77-86; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.261

Abstract:
Material changes in the physical environment are one of the science learning materials that are difficult for students to understand. For this reason, an efficient learning media is needed and serves to visualize the process of changing the physical environment to the land. Model media is one of the media that can be used to improve students' understanding of learning material changes in the physical environment to the land. This has been proven by researchers in a PTK, in class IV SD Negeri 27 Sawahan Dalam Timur District. The results of this study prove that the use of media models can improve student learning outcomes. Research cycle I shows that the average acquisition of student learning outcomes is 7.3, while in cycle II the average value of student learning outcomes is 8.6. From the final results of the learning process, the value obtained by students has increased. Based on these results it can be concluded that this study shows that the use of media models can improve student learning outcomes in learning changes in the physical environment to land in class IV SD Negeri 27 Sawahan Dalam, Padang Timur District was well achieved.
Nurlev Avana, Tri Wiyoko, Aulia Wulandari
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 2, pp 87-96; https://doi.org/10.52060/pgsd.v2i2.254

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika pada peserta didik kelas V. Penelitian ini dilakukan di SDN 219/II BTN Lintas Asri Kecamatan Bungo Dani.Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan secara kolaborasi peneliti bersama guru kelas dengan objek penelitian peserta didik kelas 219/II BTN Lintas Asri yang terdiri dari 20 peserta didik. Penelitian ini menggunakan model Number Head Together (NHT), penelitian ini dilakukan dua siklus, metode pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan observasi. Data yang terkumpul dianalisis secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik setelah guru menerapkan model pembelajaran TGT dalam materi operasi hitung bilangan bulat. Pada siklus I persentase ketuntasan hasil belajar yaitu 55% peserta didik yang belum tuntas 45%. Pada siklus II ketuntasan belajar peserta didik meningkat menjadi 85% dan peserta didik yang belum tuntas 15%. Begitu pula dengan hasil observasi aktivitas peserta didik mengalami peningkatan pada siklus I yaitu 66% pada siklus II meningkat menjadi 91%.
Aprizan -
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 1, pp 1-20; https://doi.org/10.52060/pgsd.v1i2.107

Abstract:
Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan menulis deskripsi mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan hasil pembelajaran menulis karangan deskripsi dengan menggunakan peta konsep pada mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan empat tahapan kegiatan yaitu perencanaan, tindakan, pengamaatan dan refleksi. Hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan peta konsep dapat meningkatkan keterampilan menulis deskripsi mahasiswa PGSD STKIP Muhammadiyah Muara Bungo.
Endriani Endriani
Jurnal Tunas Pendidikan, Volume 1, pp 31-38; https://doi.org/10.52060/pgsd.v1i2.147

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah Kurang lebih 41% siswa belum tuntas dalam belajar musik ansambel. Keterbatasan waktu/jam pelajaran yang tersedia dalam satu minggu. Adanya kesenjangan nilai antara siswa yang tuntas KKM dengan nilai dari siswa yang belum tuntas KKM. Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (classroom action research). Sampel yang diambil berjumlah sebanyak 32 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total Sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan tutor sebaya memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Dengan menggunakan metode tutor sebaya mampu meningkatkan hasil belajar dalam pembelajar ansambel pada alat musik pianika.Nilai terendahmengalami peningkatan dari nilai 62 menjadi 85 sedangkan nilai tertinggi mengalami peningkatan dari nilai 95 menjadi 100
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top