Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Muara Pendidikan: 95

(searched for: journal_id:(6117340))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Sundahry Sundahry
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 111-117; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.538

Abstract:
The purpose of this study was to see if there was an influence between the lesson planning courses on the ability to make lesson plans for undergraduate students at PGSD STKIP-MB for the academic year 2020/2021. The method used in this studi is a correlational type with a quantitative approach, with data collection techniques through questionnaires and documentation. The population in this study were all students who had taken lesson planning courses. The sample in this study uses saturated sapling, meaning that all members of the population 33 people are used as samples. The results showed that there was an influence between the lesson planning courses on the ability to make lesson plans, which resulted from the correction index value that had been obtained r was 0.653 (moderate of sufficient) from the results of hypothesis testing the value of tcount (0.463) > ttable (0.163), and because the value of tcount is greater that the value of ttable, H0 was rejected and Ha was accepted. In other words, there was an influence between lesson planning courses on the ability to make lesson plans.
Diah Juhaeriah, Sholeh Hidayat, Ajat Sudrajat
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 157-165; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.495

Abstract:
The purpose of this research is to analyze the effect of using problem based learning model assisted by LKPD and the ability to think critically on the ability to solve math problems of grade VI at elementary school students. This research uses an experimental method with a 22 factorial design. The population are of the sixth grade students of SDN Sangiang 2 totaling 60 students, the sample was taken using random techniques totaling 30 students. The data collection technique used a test in the form of description questions. The data analysis technique used statistical analysis with two-way ANOVA technique. Based on the calculation results of the research  are us follows: (1) the existence of solution to solve mathematical problems between students who are taught using a problem based learning models assisted by LKPD andwithout the assistance of LKPD, (2) the interaction of the problem based learning model assisted by LKPD and without LKPD and thinking skills critical to ability to solve math problems of class VI SD,(3) there are differences in mathematics learning outcomes in the form of the ability to solve mathematical problems between students who have high critical thinking skillswho are taught using problem based learning models using LKPD, and (4) there are differences in mathematics learning outcomes in the form of the ability to solve mathematical problems between students who have low critical thinking skills who are taught using problem based learning models using LKPD. The abundance of this research is to state that there is an effect of problem based learning models and critical thinking skills on the ability to solve math problems of grade VI elementary school students.
Nourma Yunita, Lidia Aditama Putri
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 237-247; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.591

Abstract:
Persebaran virus corona di berbagai negara membuat perubahan perubahan besar, seperti bidang ekonomi, teknologi dan tidak terkecuali pada bidang pendidikan. Pandemi Covid-19 memaksa kebijakan social distancing. Pemerintah pusat hingga daerah mengeluarkan kebijakan untuk meliburkan seluruh lembaga pendidikan. Kebijakan lockdown atau karantina dilakukan sebagai upaya untuk mengurangi interaksi dengan banyak orang yang dapat memberi akses penyebaran virus tersebut. Kebijakan belajar dari rumah mengakibatkan pembelajaran harus dilaksanakan secara daring. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui analisis kepuasan orang tua wali murid terhadap pembelajaran daring selama masa pandemi Covid -19 di RA Al-Akbar Surabaya. Metode penelitian dengan Pendekatan kuantitatif dan jenis penelitian deskriptif. Populasi penelitian ini adalah wali murid RA Al-Akbar Surabaya sebanyak 165. Sampel diambil berdasarkan menggunakan sistem random (acak) sampling, yaitu pengambilan sampel secara acak sehingga didapatkan sampel sejumlah 131 orang. Teknik pengumpulan data dengan google form. Teknik analisis data menggunakan analisis dengan cara memetakan distribusi frekuensi pada aspek-aspek kepuasan. Hasil Penelitian ini memiliki nilai rata-rata kepuasan wali siswa terhadap pembelajaran daring selama pandemi Covid-19 di RA Al-Akbar Surabaya adalah sebesar 52,85%. Rata-rata tingkat penilaian kenyataan layanan pembelajaran daring selama masa pandemic covid adalah 2,04 (Cukup Memuaskan) sedangkan tingkat harapannya adalah 3,86 (Penting). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa lebih dari 50 % wali murid di RA Al-Akbar Surabaya merasa puas terhadap pembelajaran daring selama pandemi pandemi covid.
Eka Nur Oktafiani, Dedy Irawan
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 190-196; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.565

Abstract:
Bahasa Indonesia adalah pelajaran wajib yang ada di semua jenjang pendidikan di Negara Indonesia. Kesulitan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia adalah kesulitan yang dialami oleh siswa baik di kelas rendah maupun di kelas tinggi. Salah satu kesulitan yang dialami oleh siswa adalah kesulitan dalam menemukan informasi penting dari sebuah paragraf. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui kesulitan siswa dalam menemukan informasi penting dari sebuah bacaan paragraf di kelas V SD N 2 Dukuhwaluh (2) Mengetahui faktor yang menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menemukan informasi penting dari sebuah bacaan paragraf. Penelitian ini adalah penelitian deksriptif kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan analisis dokumentasi. Teknik analisis data dari reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan dua siswa yang mengalami kesulitan dalam menemukan informasi penting dari sebuah bacaan paragraf di kelas V SD N 2 Dukuhwaluh
Nurjanah Nurjanah, Syamsuri Syamsuri, Shilmy Purnama
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 118-123; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.589

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemanfaatan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 oleh guru PPKn kelas XI IPA III dan IV SMA Negeri 1 Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah 2 orang guru PPKn dan 1 orang kepala sekolah. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik komunikasi secara langsung, teknik observasi, dan teknik dokumentasi. Sedangkan alat pengumpulan data yang digunakan adalah pedoman wawancara, dan alat dokumentasi. Hasil penelitian pemanfaatan pembelajaran daring di masa pandemi covid-19 oleh guru PPKn kelas XI IPA III dan IV SMA Negeri Satu Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya sudah terlaksana dengan baik. Hal ini di buktikan dengan peran guru PPKn kelas XI IPA III dan IV proses pelaksanaan pembelajaran menggunakan google meet, classroom, dan Whatsapp group.
Fauziah Fauziah, Nafsul Muthmainah
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 166-174; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.592

Abstract:
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat pada Era Revolusi industri 4.0 juga berdampak pada dunia Pendidikan. Adanya pandemi covid 19 mengakibatkan proses pembelajaran tatap muka tidak dapat dilakukan secara langsung, Sehingga proses pembelajaran Dalam Jaringan (Daring) harus dilakukan. Pembelajaran daring yang dilaksanakan mengalami banyak kendala salah satunya belum adanya modul pembelajaran yang secara khusus dirancang untuk pembelajaran daring. Tujuan penelitian ini menghasilkan modul pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran melalui E-Learning. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research and Development (R&D). Model pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah model 4-D (Four D-Model), yang terdiri atas 4 tahap utama yaitu, Define (pendefinisian), Design (perancangan), Develop (pengembangan) dan Disseminate (penyebaran). Subjek penelitian adalah seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) pada semester 2 genap di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo tahun 2020/2021. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling. Hasil analisis uji validitas kepada ahli media diperoleh rata-rata aspek sebesar 0,875>0,667, hasil validasi dengan ahli materi diperoleh rata-rata sebesar 0,885>0,667. Hasil analisis data pre-test dan post-test pada taraf signifikansi 0,05 diperoleh nilai normalitas sebesar 0,163. Maka data dinyatakan berdistribusi normal. Berdasarkan hasil analisis uji homogenitis diperoleh taraf signifikansi nilai pre-test dan post-test sebesar 0,836>0,05, artinya data pre-test dan post-test memiliki varian yang sama. Sedangkan untuk menentukan besarnya pengaruh menggunakan modul pembelajaran melalui e-learning didapatkan nilai effect size sebesar 3,01 dengan kategori besar, dengan demikian modul pembelajaran melalui e-learning berpengaruh terhadap pembelajaran. Hasil uji efektivitas motivasi diproleh rata-rata sebesar 85,86% sehingga modul pembelajaran melalui e-learning termasuk pada kategori efektif dilihat dari segi motivasi belajar mahasiswa
Radinal Fadli, Muhammad Hakiki
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 197-202; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.572

Abstract:
Disterupsi yang terjadi pada dunia Pendidikan pada saat ini, dipicu oleh perkembangan teknologi pada era transformasi digital atau biasa dikenal dengan era revolusi industri 4.0. dimana dibutuhkan suatu konsep dan mekanisme proses pembelajaran yang menintegrasikan teknologi dengan pendidikan. Pemanfaatan teknologi baik hardware dan software mulai marak diaplikasikan dalam bidang pendidikan salah satunya sebagai media pembelajaran. Penelitian yang dilakukan adalah penelitian Research and Development (R and D) dengan prosedur pengembangan 4D (Define, Design, Develop, Desseminate). Pengembangan yang dilakukan bertujuan untuk mengambangkan media pembelajaran berupa aplikasi smartphone untuk pembelajaran mobile learning matakuliah Sistem Operasi di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif untuk mendeskripsikan validitas, praktikalitas, dan efetivitas media pembelajaran yang dikembangkan. Hasil yang diperoleh dari penelitian pengembangan ini: (1) validitas aplikasi smartphone untuk mobile learning dinyatakan valid pada aspek media dan aspek materi, (2) praktikalitas aplikasi smartphone untuk mobile learning berdasarkan pengamatan langsung, respon dosen, dan mahasiswa dinyatakan sangat praktis, (3) efektivitas aplikasi smartphone untuk mobile learning dinyatakan efektif dalam meningkatkan hasil belajar. Berdasarkan temuan penelitian ini disimpulkan bahwa aplikasi smartphone untuk mobile learning dinyatakan valid, praktis, dan efektif untuk dimanfaatkan sebagai Media Pembelaran pada mata kuliah Sistem Opearsi.
Dela Permatasari Permatasari, Nourma Oktaviarini
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 203-212; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.584

Abstract:
Pembelajaran daring adalah pembelajaran yang dilaksanakan melalui internet baik secara synchronous maupun asynchronous. Berdasarkan observasi awal di kelas 6A SD Negeri 1 Jepun peneliti mengetahui bahwa kesemangatan belajar siswa mengalami penurunan di masa pembelajaran daring. Oleh karena itu untuk mengatasi masalah rendahnya kesemangatan belajar siswa salah satunya adalah menggunakan media pembelajaran video dalam pembelajaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan media video pada pembelajaran daring tema selamatkan makhluk hidup sub tema 2 pembelajaran 1 di kelas 6A SDN 1 Jepun Tulungagung. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas 6A SDN 1 Jepun. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data digunakan langkah-langkah ketekunan pengamat dan triangulasi. Hasil dari penelitian ini adalah penggunaan media video pada pembelajaran daring tema selamatkan makhluk hidup sub tema 2 pembelajaran 1 di kelas 6A SDN 1 Jepun sudah memenuhi langkah-langkah sebagaimana dalam sintak penggunaan video. Hasil observasi penggunaan media video diperoleh skor nilai 59 dengan prosentase 90% yang termasuk dalam kategori “sangat baik”. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan media video dalam pembelajaran daring ini membuat siswa lebih bersemangat mengikuti pembelajaran daring. Dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa siswa yang terkenda untuk mengikuti pembelajaran daring dengan menggunakan media video, namun guru telah berupaya menerapkan beberapa solusi untuk mengatasi kendala tersebut. Kata kunci: asynchronous, pembelajaran daring, penggunaan media video, synchronous, triangulasi
Yantoro Yantoro, Muhammad Sholeh
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 175-181; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.544

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan sekolah unggul di masapandemi (studi analisis kepemimpinan kepala sekolah pengembangan kualitas pembelajaran). Jenis penelitian adalah penelitian fenomenologi. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri 47/IV kota jambi Provinsi Jambi. Waktu penelitian dilaksanakan pada semester ganjil 2021/2022. Data yang diambil dari penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber utama yaitu informan penelitian (kepala sekolah dan guru kelas. Berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan dokumentasi yang telah dikumpulkan oleh peneliti, maka dapat dijelaskan bahwa kepala sekolah SD Negeri 47/IV Kota Jambi melalui kepemimpinan manajerialnya dalam merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengawasi sekolah untuk mengembangkan kualitas pembelajaran manajerial, membuat perencanaan yang strategis yaitu untuk pengembangan sekolah, dimana secara keseluruhan perencanaan yang berkaitan dengan mengarahkan guru untuk melengkapi administrasi pembelajaran, penggiatan kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) sekolah, pembiasaan kegiatan literasi sebelum pembelajaran dimulai.
Abdul Kholik
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 139-148; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.568

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas di BPSDM Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pada aspek proses dan aspek hasil. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian deskriptif menggambarkan karakteristik dari aspek-aspek fenomena atau populasi yang diteliti. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, angket dan studi dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, angket dan pedoman dokumen. Evaluasi yang diguanakan adalah model CIPP yang terdiri dari Context, Input, Process dan Product. Namun dalam penelitian ini hanya ada dua aspek yaitu Proses dan Produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua komponen dalam proses implementasi terlaksana dengan efektif. Dan aspek produk atau hasil, semua peserta lulus 100% dengan kemampuan rata-rata dengan predikat “memuaskan”.
Apdoludin Ludin Syamsuar
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 149-156; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.567

Abstract:
Masalah utama dalam penelitian ini adalah penerapan metode yang tidak tepat oleh guru, nilai siswa yang tidak mencapai KKM, tingkat pemahaman siswa terhadap pada mata pelajaran PKn yang sangat rendah, mata pelajaran PKn yang digunakan kurang menarik, siswa masih banyak yang tidak aktif dalam proses belajar PKn, solusi dari permasalahan tersebut adalah metode Time Token. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam II siklus, tiap siklus terdiri dari perencaan, pelaksaan tindakan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian yaitu siswa kelas V SDN 42/II senamat ulu yang berjumlah 14 siswa, pengumpulan data diambil dari wawancara, lembar observasi guru, siswa dan hasil belajar siswa. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa metode Time Token dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas V SDN 42/II senamat ulu pada mata pelajaran PKn. Meningkatnya proses dan hasil belajar siswa yang mencapai KKM, dari 5 siswa 36% siswa yang mencapai KKM pada siklus I dan pada siklus II mengalami peningkatan yaitu 12 siswa 86% yang mencapai KKM.
Mellisa F
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 213-219; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.605

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya masalah kebiasaan belajar yang dialami siswa kelas tinggi SDN 05 Air Santo Kota Pariaman. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas tinggi SDN 05 Air Santok sebanyak 39 orang peserta didik dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data yang yang digunakan ialah uji homogenitas, uji normallitas dan uji hipotesis. Hasil belajar yang dianalisis berupa nilai hasil belajar PTS semester II tahun 2020/2021. Berdasarkan hasil analisis data penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara Kebiasaan dengan Hasil belajar Siswa Kelas Tinggi SD Negeri 05 Air Santok Kota Pariaman. Dengan koefisien korelasi sebesar rxy = 0,527 atau (hubungannya Agak rendah/Sedang), dan koefisien determinasi sebesar 27,77. Berdasarkan hasil analisis diperoleh Thitung sebesar 3,77 dan Ttabel sebesar 1,68 sehingga thitung> ttabel, artinya terdapat hubungan antara Kebiasaan belajar dengan hasil belajar siswa.
Arisman Sabir, Ikhsan Maulana Putra
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 220-227; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.593

Abstract:
Pancasila is the basis of the state that becomes a guideline for people to behave and run well, in accordance with the ancestral culture of the Indonesian nation.The problem with this research is that students gradually forget the noble values ​​that characterize the Indonesian nation.The purpose of this study resulted in the development of Interactive Multimedia that was suitable for use in PKN learning material on Pancasila values and nationalism.The expected solution for developing interactive multimedia products is in the form of software applications containing material for Pancasila values and nationalism which are packaged in Compact Disc form or can be stored on a flash disk so that the product is more flexible for students to use.This study uses a development method by applying the ADDIE procedure, namely: media analysis, material, character values. Based on the results of the research, the results of interactive multimedia based on character and nationalism meet the very valid criteria with the results of the media expert test reaching 93%, the material expert achieving the validity level of 87%, the linguist reaching 87%, and the field trial results reaching 86.9%, p. This is because the material values ​​​​of Pancasila and nationalism have color compatibility, image compatibility, writing size suitability, typeface suitability, attractive cover design, able to provide convenience.The results of student understanding mean the pre-test score is 61.5 and the post-test score is 85.5.In the manual t-test with a significance level of 0.05, the results of  tcount 3.535 6> ttable2.093 means Ho is rejected and Ha is accepted. There is a significant difference in the material of Pancasila values ​​and nationalism developed, so that character-based interactive multimedia is appropriate to be used in civic education learning as a source and material for civics learning at STKIP Muhammadiyah Muara Bungo.
Muhammad Hakiki, Radinal Fadli
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 182-189; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.571

Abstract:
Revolusi industri 4.0 yang terjadi berpengaruh pada dunia pendidikan, dimana pendidikan hendaknya mengaintegrasikan teknologi informasi kedalam proses pembelajaran. Pengintegrasian teknologi tersebut semakin distimulus juga oleh terjadinya pendemi covid-19 yang tidak memungkinkan proses pelaksanaan pembelajaran secara tatap muka, sehingga perlu suatu inovasi media pembelajaran yang mendukung proses pembelajaran secara daring (online). Salah satu media yang dibutuhkan berupa penerapan media pembelajaran E-learning berbasis web, diamana pembelajaran E-learning berbasis web ini diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan sehingga tujuan pendidikan yang diinginkan dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sebuah media pembelajaran e-learning berbasis web pada matakuliah profesi kependidikan yang valid, praktis dan efektif. Berdasarkan hasil temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa media yang dikembangkan ini adalah sebuah media yang valid dengan rata-rata validitas sebesar 0.91%, dan praktis dengan nilai kepraktisan dari respon guru sebesar 90.00% dan respon mahasiswa sebesar 85.75%, serta efektif dalam meningkatkan pemahaman masiswa yang juga berimplikasi pada meningkatnya hasil belajar mahasiswa dengan diperoleh perbandingan hasil preetest dan posttest terdapat peningkatan ketuntasan belajar sebesar 78.125%. Target penelitian adalah menghasilkan media pembelajaran E-learning berbasis web yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini akan dilakukan pada matakuliah Profesi Kependidikan di STKIP Muhammadiyah Muara Bungo program studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) pada semester genap tahun ajar 2020/2021, Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampel. Data akan dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Dari hasil studi pengembangan ini diharapkan diperoleh media pembelajaran E-learning berbasis web (validitas, Praktikasan, dan efektifitas).
Oyok Sunaryo, Sholeh Hidayat, Dodi Sukmayadi
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 190-198; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.496

Abstract:
Konsep IPA untuk sebagian besar siswa merupakan konsep yang sulit. Berdasarkan observasi yang dilakukan saat pembelajaran IPA di kelas IV SDN Pasirtenjo 3 menunjukkan bahwa guru masih menggunakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada guru. Kondisi inilah yang kemungkinan besar menjadi salah satu penyebab rendahnya hasil belajar Siswa pada mata pelajaran IPA. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh pembelajaran kontekstual media audio visual dan kemampuan berpikir ilmiah terhadap hasil belajar IPA Siswa kelas IV Sekolah Dasar. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SDN Pasirtenjo 3 pada tahun pelajaran 2020/2021 yang berjumlah 60 orang, sampel penelitian adalah Siswa kelas IV SDN Pasirtenjo 3 Kabupaten Pandeglang berjumlah 30 orang. Variabel independen dalam penelitian ini adalah pembelajaran kontekstual media audio visual dan berpikir ilmiah, sedangkan variabel terikat adalah hasil belajar IPA. Pengukuran variabel berpikir ilmiah menggunakan angket, sedangkan hasil belajar menggunakan tes hasil belajar IPA berbentuk pilihan ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan hasil belajar IPA antara siswa yang pembelajaran kontekstual media audio visual dengan yang pembelajaran kontekstual tanpa media audio visual. Kemudian adanya pengaruh interaksi antara pembelajaran kontekstual dengan kemampuan berpikir ilmiah terhadap hasil belajar IPA. Selanjutnya hasil belajar IPA siswa dengan pembelajaran kontekstual media audio visual kemampuan berpikir ilmiah lebih tinggi dibandingkan dengan kontekstual tanpa media audio visual. Serta tidak terdapat perbedaan hasil belajar IPA siswa yang kemampuan berpikir ilmiah rendah dengan pembelajaran kontektual bermedia audio visual dibandingkan dengan pembelajaran kontekstual tanpa media audio visual.
Anita Maharani, Dewi Tamara
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 131-138; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.578

Abstract:
This study aimed to find out the views of students at the undergraduate level about learning using video-based learning. The method used in this research is classroom action research, and this research was conducted in the Master of Management program, Bina Nusantara University, located in Jakarta. This research was done between the 2019 – 2020 academic year and the Covid-19 pandemic between February 2020 and June 2020. The subjects within the study were first-year students in the second-level program, and of the 25 people in the class, three volunteers participated in this research. The results of this study indicate that the possibility of successful video-based learning and the results obtained have the opportunity to have a positive impact on learning at the second-level level, only with a note that input from participants needs to be considered, including those related to the duration and appearance of video-based learning.
Tri Wera Agrita, Randi Eka Putra
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 124-130; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.590

Abstract:
Proses pembelajaran merupakan kegiatan melaksanakan inti dari pendidikan dan kurikulum pada suatu lembaga pendidikan. Kegiatan belajar mengajar berisi berbagai konsep yang menyangkut misi pendidikan, landasan pendidikan, dan tujuan pendidikan. Selain itu, belajar tertuju pada apa yang harus dilakukan oleh dosen sebagai yang memberikan pembelajaran. Proses pembelajaran pada masa ini terkendala pandemic Covid 19 yang dihadapi oleh Indonesia, sehingga mempengaruhi segala aktivitas salah satunya warga Kabupaten Bungo terutama di bidang Akademik. Oleh sebab itu semua kegiatan pembelajaran yang dilakukan dikampus tidak diperbolehkan dan harus dilakukan dirumah atau secara online. Salah satunya proses pembelajaran Mata kuliah Pancasila di Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), Semester II Tahun 2020/2021. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif berupa foto dan angket melalui google form yang dibagikan kepada mahasiswa melalui group whatsapp dengan menggunakan 26 mahaiswa PBI semester II. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kendala signal internet yaitu sebesar 81%. Sehingga pentingnya jaringan internet untuk memudahkan mahasiswa melaksanakan proses pembelajaran secara efektif, dikarenakan minimnya jaringan. Proses pembelajaran menggunakan zoom tidak dapat terlaksanakan dengan baik, hal ini terlihat dari presentase 19% meyatakan bahwa terkendala jaringan internet, suara bising, cuaca buruk didaerah dusun.
Istifadatun Na'Imah, Imam Bawani
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 228-236; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.604

Abstract:
Lunturnya sikap demokratis generasi muda yang disebabkan oleh perkembangan IPTEK yang berlangsung secara signifikan pada era globalisasi, membuat generasi muda yang tidak siap menghadapi situasi tersebut akan terbawa arus perubahan apa adanya tanpa memilih budaya seperti apa yang sesuai dengan kepribadian bangsa. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang eksistensinya sudah diakui oleh Negara, memiliki peran penting dalam mendidik para santri agar berperilaku baik dan memiliki sikap demokratis, begitu juga saat para santri sudah terjun ke dunia masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan penanaman pendidikan karakter demokratis, pentingnya karakter demokratis dalam diri santri, serta hal-hal yang menjadi pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan karakter demokratis di Pondok Pesantren Putri Walisongo. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juni tahun 2021 dengan mengumpulkan data-data melalui observasi, wawancara, dan dokumen. Kajian ini menghasilkan temuan: 1) pelaksanaan penanaman pendidikan karakter demokratis di PPP Walisongo melalui metode keteladanan/ Uswah Hasanah, Pembiasaan, dan Pendisiplinan. Ketiga metode tersebut diterapkan pada kegiatan sehari-hari santri maupun kegiatan berorganisasi, 2) penting bagi santri memiliki karakter demokratis karena berdemokrasi merupakan salah satu ajaran Islam yang bersendikan pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Pondok Walisongo ini memiliki penekanan pada Al-Qur’an dan Al-Hadits. Selain itu, demi mewujudkan tujuan pendidikan nasional, 3) Hal-hal yang mendukung dan menghambat pelaksanaan penanaman karakter adalah dari segi anak, orang tua, komponen organisasi, sarana dan prasarana, religiusitas, dan lingkungan.
Titis Wulandari, Aprizan Aprizan, Tri Wiyoko
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 248-256; https://doi.org/10.52060/mp.v6i2.634

Abstract:
Natural Sciences is a collection of knowledge that is systematically arranged, which includes subjects that are closely related to the natural surroundings,directing the teacher to use the surrounding environment.The problem in this research is the low process and learning outcomes of IPA for fourth grade students at State Elementary School 18/II Tebing Tinggi.So this research aims to improve the process and learning outcomes of students.This study uses the classroom action method, which consists of two cycles.Each cycle consists of planning activities, implementing actions, observing and reflecting.Data collection techniques in this study were observation, tests and documentation.The research subjects were 1 educator and 35 students.The results of this study showed the learning process of educators, the first cycle with an average percentage of 88.8%, the second cycle with an average percentage of 100%.Observation of students during the learning process cycle I with an average percentage of 69.5%, cycle II increased with an average percentage of 87.3%, said to be successful.Based on the results of this study, it can be concluded that the Number Head Together model with the help of image media can improve the learning process and outcomes of students in class IV.
Sonya Heswari, Sonya Fiskha Dwi Patri
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 1-8; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.416

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (Research and Development) yang bertujuan untuk menghasilkan e-modul matematika berbasis etnomatematika untuk meningkatkan kemampuan berpikir logis siswa dan efektivitasnya terhadap pembelajaran pada materi bangun datar segi empat. Model pengembangan yang digunakan adalah model ADDIE yang dimulai dengan tahapan analisis, desain, develop, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dilakukan di MTsN 1 Sungai Penuh, dengan subjek uji coba adalah uji coba perorangan yaitu guru matematika, uji coba kelompok kecil, serta uji coba kelompok besar oleh siswa kelas VIIIA. Instrumen yang digunakan adalah lembar validasi tim ahli, yaitu validasi media dan materi, angket tanggapan guru dan tanggapan siswa, angket persepsi siswa, serta tes kemampuan berpikir logis siswa. Dari hasil analisis angket persepsi siswa diperoleh rata-rata persentase sebesar 82,7% yang menunjukkan kategori “positif” terhadap efektivitas penggunaan, motivasi belajar, serta aktivitas belajar siswa. Sedangkan hasil tes kemampuan berpikir logis siswa terdapat 13 siswa yang mempunyai kemampuan berpikir logis sangat tinggi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa e-modul etnomatematika yang dikembangkan layak untuk digunakan oleh guru SMP/MTs khususnya pada pembelajaran bangun datar segi empat.
Erny Untari
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 9-17; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.510

Abstract:
Tujuan penelitian untuk mengetahui: (1) Manakah yang memberikan prestasi belajar matematika yang lebih baik, siswa dengan model pembelajaran tipe Time Token atau Snowball Throwing. (2) Manakah yang mempunyai prestasi belajar lebih baik, siswa dengan sikap tinggi, sedang, atau rendah. (3) Apakah terdapat interaksi antara model pembelajaran dan sikap siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu dengan desain faktorial 2x3. Populasi penelitian seluruh siswa kelas VII SMPN 1 Kasreman Tahun Pelajaran 2018/2019. Pengambilan sampel dengan teknik random sampling. Sampel adalah siswa kelas VII D dan VII E SMP Negeri Kasreman tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 60 siswa. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan awal matematika, angket sikap siswa, dan tes prestasi belajar matematika. Uji hipotesis menggunakan analisis variansi dua jalan dengan sel tak sama. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis, diperoleh kesimpulan bahwa (1) Prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran Snowball Throwing lebih baik dibandingkan prestasi belajar siswa dengan model pembelajaran Time Token. (2) Prestasi belajar siswa dengan sikap tinggi lebih baik dibandingkan prestasi belajar siswa dengan sikap rendah, dan prestasi belajar siswa dengan sikap sedang sama dengan prestasi belajar siswa dengan sikap rendah. (3) Tidak terdapat interaksi antara model pembelajaran dan sikap siswa.
Farihah Sulasiah, Sarah Hidayati
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 18-32; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.480

Abstract:
Dalam rangka terlaksananya reformasi birokrasi dan efektivitas pelayanan publik diperlukan adanya suatu strategi yang mampu membentuk ASN unggul, berdaya saing, dan mampu menjadi pemimpin perubahan. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kepemimpinan Tingkat III di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu upaya pengembangan kompetensi bagi pejabat eselon III dalam rangka mencapai persyaratan kompetensi jabatan. Selain itu, Diklat tersebut juga dimaksudkan untuk membentuk pejabat administrator yang mampu memimpin pelaksanaan seluruh kegiatan pelayanan publik serta administrasi pemerintahan dan pembangunan di instansi masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran kinerja aparatur setelah mengikuti pelatihan Diklat PIM Tk. III Tahun 2019 di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sumber data primer yang berasal dari survey menggunakan kuesioner penilain kinerja 360 derajat terhadap responden alumni peserta Diklat PIM Tk. III, rekan kerja alumni, atasan langsung dan bagian kepegawaian. Hasil analisis data menunjukkan bahwa Diklat Kepemimpinan Tingkat III di Provinsi DKI Jakarta Tahun 2019 memberikan dampak positif terhadap kinerja alumni yang ditunjukkan oleh penilaian responden kepegawaian, rekan kerja, dan atasan terhadap masing variable kinerja.
Aldi Qoridatullah, Sholeh Hidayat, Ajat Sudrajat
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 33-40; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.494

Abstract:
Sumber belajar yang kurang memfasilitasi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berpikir tingkat tinggi berakibat pada pencapaian tujuan pembelajaran. Hal tersebut, karena berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS) merupakan salah satu keahlian yang wajib dimilki oleh peserta didik dalam pembelajaran saat ini. Penelitian ini bertujuan (1) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal HOTS dengan menggunakan e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, (2) Untuk mendeskripsikan bentuk atau hasil produk e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, (3) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat kelayakan penggunaan e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, (4) Untuk mendeskripsikan dan menganalisis tingkat efektivitas penggunaan e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan (Research and Development) Borg and Gall. Subjek penelitian ini yaitu peserta didik kelas VI SD Negeri Kayu Agung tahun ajaran 2020/2021. Untuk mengetahui respon guru dan peserta didik terhadap e-modul yang dikembangkan diperoleh dengan menggunakan metode angket. Hasil penelitian yang diperoleh terlihat bahwa (1) Penggunaan e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam menyelesaikan soal-soal tipe HOTS, yang ditandai dengan peningkatan skor hasil belajar peserta didik dalam pre test dan post test. (2) Bentuk atau hasil produk e-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD berbentuk link atau tautan, sehingga mudah diakses oleh peserta didik menggunakan gawai yang terhubung koneksi internet. (3) E-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD layak digunakan sebagai bahan ajar berdasarkan hasil uji validasi ahli materi memperoleh skor rata-rata 88,33 dengan kategori sangat baik, hasil uji validasi ahli media memperoleh skor 88,00 dengan kategori sangat baik, serta hasil uji validasi ahli pembelajaran memperoleh skor rata-rata 82,92 dengan kategori sangat baik. (4) E-modul berorientasi HOTS pada pelajaran IPA kelas VI SD, efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik, yang ditandai dari peningkatan skor rata-rata pre test sebesar 65,00 menjadi skor rata-rata post test sebesar 76,33. Adapun, tindak lanjut penelitian ini yaitu dapat mengembangkan e-modul pembelajaran lainnya untuk mata pelajaran umum di sekolah dasar.
Titik Istiqomah
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 41-49; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.519

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya situasi yang tidak normal yang sedang terjadi yaitu adanya pandemi covid 19. Situasi ini menyebabkan sistem kegiatan belajar mengajar mengalami perubahan yaitu pembelajaran dilaksanakan dengan sistem jarak jauh. Hal ini juga berdampak terhadap kegiatan supervisi pembelajaran yang dilakukan oleh kepala sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran yang nyata tentang pelaksanaan pembelajaran jarak jauh yang dilaksanakan di SMA Negeri 1 Moga Kabupaten Pemalang Propinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Waktu pelaksanaan penelitian dimulai bulan Maret tahun 2020 sampai dengan Maret 2021. Instrumen yang digunakan untuk mendapatkan data adalah dari perangkat mengajar, pengamatan secara virtual, pengisian jurnal secara daring, tanya jawab dan pengisian google form. Adapun populasi dari penelitian ini adalah seluruh guru SMA Negeri 1 Moga yang berjumlah 58 orang. Hasil yang didapatkan dari penelitian adalah bahwa terdapat 13 platform Pembelajaran Jarak Jauh yang digunakan oleh guru, rata-rata kehadiran peserta didik dalam mengikuti PJJ sebesar 67%, target kurikulum mencapai 72% dan daya serap belajar peserta didik sebesar 58%.
Maya Primeradama Yanti, Nurul Retno Nurwulan
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 58-63; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.520

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji tingkat depresi, stres dan kecemasan mahasiswa pada saat mengikuti pembelajaran secara daring selama pandemi COVID-19 menggunakan Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Sebanyak 106 mahasiswa Universitas Sampoerna yang berusia 17-25 tahun berpartisipasi di penelitian ini. Pengambilan data dilakukan secara accidental sampling dengan meminta kesediaan partisipan untuk terlibat dalam penelitian ini. Analisis regresi berganda digunakan untuk mengukur faktor-faktor yang mempengaruhi depresi, stres, dan kecemasan pada mahasiswa selama pembelajaran daring. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa susahnya menikmati waktu luang dan perasaan takut tanpa alasan merupakan penyebab depresi, stres, dan kecemasan pada mahasiswa.
Ignatius Joko Dewanto, Sholeh Hidayat, Dodi Sukmayadi
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 76-89; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.490

Abstract:
Inquiry is learning that maximally involves all the abilities of students to find and investigate natural phenomena, living things or objects critically, analytically and logically to produce creative and innovative students in solving problems.The purpose of this study was to produce interactive multimedia assisted inquiry learning in science subjects in grade V elementary schools to improve critical thinking skills.The research method used is research and development of learning approaches by Borg and Gall and the Dick and Carey learning design model. The design used was: R&D, ADDIE, SDLC, Tesmer's formative evaluation model. The contribution of this research is to obtain a standardized interactive multimedia design based on the inquiry learning model which can help teachers implement science learning, for the formation of the students competence of Class V elementary school, implications for increasing teacher productivity and increasing competence in student learning for fifth grade elementary school. The follow-up of this interactive multimedia development research has implications for increasing teacher productivity and increasing competence in learning student for fifth grade elementary school.
Muhammad Hakiki, Radinal Fadli, Yogi Irdes Putra, Intan Putri Pertiwi
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 50-57; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.513

Abstract:
Perkembangan teknologi informasi yang sedemikian pesat dan cepatnya telah membawa dunia memasuki kemajuan yang lebih cepat dari yang pernah dibayangkan sebelumnya. Berkembangnya teknologi dalam bidang informasi dengan mengakses internet dari manapun serta kapanpun. Teknologi internet bukan lagi menjadi kalimat asing. Kata website yang sudah menjadi hal biasa, karena sebagian besar fungsinya untuk penyampaian informasi dari berbagai belahan dunia. Salah satu pemanfaatan TI sebagai bentuk sistem informasi adalah manajemen sekolah. Sistem yang dirancang adalah sistem informasi manajemen berbasis sekolah SMA N 1 Muara Bungo. Perancangan Sistem ini menggunakan metode analisa sistem, analisa data, desain sistem yang menggunakan bahasa pemodelan Data Flow Diagram (DFD), coding program menggunakan bahasa Pemograman Hypertext Processor (PHP), tempat penyimpanan data menggunakan MySQL. Tahap perancangan diakhiri dengan testing program sehingga menciptakan sebuah Sistem Informasi Manajemen Berbasis Sekolah SMA N 1 Muara Bungo menggunakan Web. Dari sistem yang diciptakan dapat menghasilkan Informasi berupa (jadwal, modul,dan manajemen kelas) yang dapat di akses dengan website.
Ikhsan Maulana Putra, Sharifa Nigrum
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 64-75; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.512

Abstract:
Karakter merupakan kepribadian yang mencakup beberapa aspek yang luas, baik itu kualitas atau kekuatan mental seseorang, tercakup di dalam nya juga akhlak atau juga budi pekerti dan inilah merupakan kepribadian khusus yang dimiliki individu. Pendidikan karakter merupakan pendidikan yang berkelanjutan, pendidikan karakter di dapat dari usia dini yang diberikan oleh lingkungan keluarga sampai pada pendidikan formal yaitu dari TK sampai perguruan tinggi, pendidikan karakter harus mewujudkan keterpaduan nilai-nilai karakter yang terkandung didalamnya. tujuan penelitian dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk nilai karakter yang terkandung dalam buku siswa mata pelajaran penjasorkes kurikulum 2013 kelas IV Sekolah Dasar 88/II Sungai Mengkuang. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis deksriftif kualitatif yang mana memberikan gambaran, menyajikan secara langsung hakikat hubungan antara peneliti dengan informan, serta menganalisis nilai-nilai karakter yang terkandung dalam buku siswa mata pelajaran penjasorkes kelas IV sekolah dasar. hasil penelitian dalam pembahasan yang telah di uraikan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa banyak terdapat nilai karkater dalam materi pelajaran yang ada pada buku penjasorkes kelas IV tetapi masih belum sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 yang mana masih ada nilai-nilai yang belum di terapkan. hasil penelitian dalam pembahasan yang telah di uraikan di atas dapat diambil kesimpulan bahwa banyak terdapat nilai karkater dalam materi pelajaran yang ada pada buku penjasorkes kelas IV tetapi masih belum sesuai dengan penerapan kurikulum 2013 yang mana masih ada nilai-nilai yang belum di terapkan, dan dari beberapa materi pelajaran diatas nilai karakter pada materi ini menerapkan beberapa nilai sosial saja, masih ada nilai sosisal yang belum di terapkan
Bambang Rismanto
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 90-97; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.402

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi Kurikulum 2013 pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP) di SMA Negeri 4 Tanjung Jabung Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Subjek penelitian adalah guru mata pelajaran dan wakil kepala bidang kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum 2013 telah diimplementasi dengan baik oleh guru mata pelajaran PAIBP pada tahap pengembangan perangkat pembelajaran, tahap kegiatan pembelajaran, dan tahap evaluasi pembelajaran. Perangkat pembelajaran telah disusun secara komprehensif mulai indikator hingga rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta program pengayaan dan program remedial. Pembelajaran PAIBP telah menerapkan model pembelajaran saintifik yang berpusat pada siswa. Evaluasi telah dilaksanakan secara autentik meskipun penilaian pengetahuan dominan dengan format uraian (essay).
Niken Noputri, Ridho Kurniawan, Diana Oktavia, Yahfenel Evi Fussalam
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 6, pp 104-110; https://doi.org/10.52060/mp.v6i1.522

Abstract:
This research was conducted to find out whether the “Pathway to English” textbook of the 11th grade used by SMAN 1 Bungo fulfilled syllabus points at the first semester in the 2013 curriculum and how extras the textbook presented. The result showed that Pathway to English textbook fulfilled 12 of 16 items of basic competence and 5 from 6 items of learning material in syllabus points. 12 basic competences were provided in some exercises of 4 English skills. The learning materials were successfully developed and supported with materials about social function formed cooperating tasks, text structures were available and related the other rules of text structures, and also language features. However, this textbook had weakness about there were none available BC 3.3 (Analyzing the social functions, the structure and language features of expressing hopes, according to the contexts), BC 4.3 (Constructing spoken and written text to express hopes, according to its social functions, structure and language features), BC 4.5 (Editing formal invitation letter according to its social functions structure and language features) and BC 4.6 (Writing formal invitations, according to its social functions, structure and language features).
El Miati, Yahfenel Evi Fussalam, Yelia Yelia
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 306-320; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.134

Abstract:
Penelitian ini melihat peran dan tugas pengawas dalam meningkatkan kompetensi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisa bagaimana peran pengawas sekolah SMP terhadap optimalisasi kompetensi guru Bahasa Indonesia di SMPN 5 Sarolangun termasuk faktor pendukung dan penghambat pengawasan tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan tiga instrumen utama; observasi, wawancara dan dokumentasi. Pemilihan informan dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Pengawas sekolah telah berupaya semaksimal mungkin meningkatkan kompetensi guru dengan perencanaan yang baik, kegiatan supervisi (akademik dan manajerial), dan evaluasi pendidikan, meskipun hasil belum efektif terlaksana, (2) beberapa faktor pendukung seperti yang menyebabkan kurang optimalnya peran pengawas sekolah seperti keterbatasan sarana dan prasarana dan rendahnya motivasi guru dalam mengikuti kegiatan pembinaan. Meskipun demikian, sekolah ini juga memiliki faktor pendukung dalam pengawasan dalam bentuk workshop, pelatihan guru, dan kunjungan-kunjungan.
Daswati Daswati
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 276-286; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.131

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita di kelas IX SMP Negeri 7 Muara Bungo dengan menggunakan metode Cooperative Learning Tipe CIRC (Cooperative Integrated Reading And Composation). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 7 Muara Bungo. Prosedur penelitian PTK meliputi; (1) Planning (menetapkan jumlah siklus dan materi pokok yang akan dipelajari, menentukan sampel penelitian, menyusun lesson plan dan instrumen penilaian, menyusun format observasi lainnya), (2) Action (melaksanakan tindakan kelas sebanyak 3 siklus mengacu pada perencanaan), (3) Observing (melakukan observasi perkembangan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik serta kinerja kelompok), (4) Reflection (melaksanakan analisa data dan refleksi terhadap penerapan model pembelajaran, evaluasi proses dan hasil belajar). Hasil penelitian diperoleh bahwa penerapan Cooperative Learning tipe CIRC dapat meningkatkan keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita. Keterampilan siswa dalam menyelesaikan soal cerita selalu meningkat dari setiap siklus, pada siklus I skor 0,03 dengan kategori rendah, siklus II 0,05 dengan kategori sedang dan siklus III 0,079 dengan kategori tinggi. Kemudian penerapan Cooperative Learning tipe CIRC dapat meningkatkan hasil belajar matematika dengan nilai rata-rata siklus I 56,58 naik menjadi 66,71 di siklus II dan kenaikan yang tinggi di siklus III 71,97.
Zuryati Zuryati
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 287-296; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.130

Abstract:
Penelitian ini berlatar belakang dari aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn yang kurang aktif berpartisipasi dikarenakan hanya terjadi pemberian informasi dari guru ke siswa. Sehingga siswa kurang bersemangat dan terlihat bias saat proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn melalui pendekatan Contextual Teaching and Learning (CTL) pada siswa kelas IX1 Semester genap tahun pelajaran 2017/2018 di SMP Negeri 7 Muara Bungo. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan pendekatan deskriptif kualitatif yang dilaksanakan dalam dua siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Contextual Teaching And Learning pada pembelajaran PKn dapat meningkatkan aktivitas siswa sebesar 82.8% atau rata-rata 5.88. aktivitas belajar siswa yang meningkat dari siklus I ke siklus II diantaranya a) kemampuan menjawab pertanyaan 26.6%, b) menyampaikan pertanyaan 14.8%, c) kemampuan dalam mengungkapkan pendapat 17.7%, d) keterampilan dalam memberikan saran 8.9% dan e) kemampuan dalam mengungkapkan kesimpulan 14.8%.
Asna Asna
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 268-275; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.129

Abstract:
The concentration of student learning will influence the process and learning outcomes obtained by students. if students have low concentration, the quality of learning is also low. Students who have low concentration, the quality of learning is also low. Therefore, this study aims to increase the concentration of students in Pancasila and Citizenship Education subjects. This type of research is Class Action Research (CAR). The research subjects were 32 grade VII3 students at SMPN 7 Muara Bungo. This type of research is Class Action Research (CAR). The research subjects were 32 grade VII3 students at SMPN 7 Muara Bungo. Class action research is carried out in two cycles with procedures including 1) Planning, 2) Actions, 3) Reflections and 4) Evaluation. The results of the study indicate that the application of the picture to picture method can increase the concentration of student learning. this is indicated by the increasing completeness of student learning outcomes from the first cycle of only 65.62%, increasing to 87.50% in cycle II. Then the absorption of students in PPKn learning by using the picture to picture method increased from the first cycle of 68.90% to 88.59% in cycle II. As well as increasing student learning activities from the first cycle 68.75% increased to 84.37% in the second cycle with a good category.
Siti Komala Sari
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 297-305; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.124

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar peserta didik masih rendah dan belum mencapai harapan. Rendahnya hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika ini diduga disebabkan oleh ketidaksesuaian model pembelajaran yang digunakan guru dalam pembelajaran Matematika. Model ceramah yang biasa digunakan guru dalam mengajar merupakan pembelajaran satu arah, sehingga cenderung membuat peserta didik menjadi pasif dalam belajar. Jenis penelitian ini Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Sampel yang diambil berjumlah sebanyak 28 orang. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan “total Sampling”. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan observasi. Hasil penelitian hasil peneilitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman dan penguasaan peserta didik terhadap materi yang telah disampaikan guru selama ini (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, dan II yaitu masing-masing 67,85%, dan 92,85%.
Tri Wiyoko, Puput Wahyu H, Iwan Setiawan
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 238-245; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.121

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk meningktakan motivasi belajar mahasiswa setelah menerapkan Edmodo dalam perkuliahan Ilmu Kemalaman Dasar. Jenis penelitian ini merupakan pre-experimental design dengan tipe pretest and posttest group desing. Analisis yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Metode pengumpulan data dalam penelitian menggunakan angket motivasi belajar. Subjek penelitian ini adalah 28 Mahasiswa STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada peningkatan motivasi belajar dengan menggunakan Edmodo. Peningkatan motivasi belajar mahasiswa sebesar 14,93%. Hasil uji Paired Samples Test Motivasi belajar mahasiswa diperoleh 4,415 berarti = 4,415> = 2,0518 dan nilai Sig. = 0,00 < 0,05. Hal ini menunjukkan penerapan Edmodo dalam mata kuliah Ilmu Alamiah Dasar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap motivasi belajar mahasiswa.
Siti Darmawati
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 200-207; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.119

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil belajar siswa pada penerapan model pembelajaran berbasis masalah materi ikatan kimia siswa Kelas X SMA Negeri 1 Leihitu. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan subjek penelitian kelas X-1 berjumlah 25 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa soal tes dalam bentuk pilihan ganda dan essay untuk mengukur aspek kognitif dan lembar observasi untuk mengukur aspek sikap dan keterampilan. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk kemudian dideskripsikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa model pembelajaran berbasis masalah memberikan dampak yang baik pada kelas X SMA Negeri 1 Leihitu materi ikatan kimia dengan presentase ketuntasan pada aspek pengetahuan 88%, aspek sikap 80% dan aspek keterampilan 84%.
Nur Hamida Siregar
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 208-223; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.116

Abstract:
The quality of education in Indonesia was in the worst position in Asian from 12 countries surveyed in 2010 by PERC, so more efforts by teachers are needed to improve the quality of education. One of the efforts is through the application of good and appropriate learning models to the characteristics of subjects. This study aimed to determine the achievement of learning outcomes of heat transfer subject of students of class VII6 SMP Negeri 2 Ambon through application of a contextual approach in Jigsaw type cooperative learning model. This research was a quantitative descriptive, with 40 students. This study found that the average score of initial achievement was 29.22 (failed qualification). While during the learning process with Jigsaw cooperative learning model, the average cognitive achievement was 83.34 (good qualification), affective was 82.66 (good qualification), and psychomotor was 88.75 (good qualification). While there were formative test results obtained the average achievement score was 74.77 (sufficient qualification), and the average of the final score was 81.71 (good qualification). It can be concluded that the learning process by applying a contextual approach in Jigsaw type cooperative learning model was proven to help students in achieving the learning outcomes of heat transfer subject.
Asmawati Asmawati
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 258-267; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.112

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization). Dari hasil-hasil penelitian dilakukan pembelajaran tentang konduktor dan isolator dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization). Secara khusus bahwa pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) lebih meningkatkan hasil belajar, penggunaan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) membuat kegiatan pembelajaran lebih menyenangkan, siswa terlibat aktif dan siswa menguasai pembelajaran. Pada siklus I sebanyak 5 orang (29,41%) yang mengajukan pendapat dan pada siklus II meningkat menjadi 13 orang (76,47 %). Siswa yang aktif dalam diskusi juga meningkat yaitu pada siklus I sebanyak 6 orang (35,29%) dan meningkat pada siklus II meningkat menjadi 14 orang (82,35%).Kemudian aktivitas menjawab pertanyaan juga meningkat pada siklus I sebanyak 6 orang (35,29 %) dan pada siklus II meningkat menjadi 15 orang (88,23 %). Kemudian aktivitas membantu mengerjakan tugas juga meningkat yaitu sebanyak 11 orang pada siklus I kemudian sebanyak 17 orang (100%) pada siklus II. Jadi model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI (Team Assisted Individualization) efektif untuk meningkatkan aktivitas dna hasil belajar siswa.
Apri Zan
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 246-257; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.111

Abstract:
Reading is one of skills which is crucial to be taught in the Elementary School. SQ4R (survey, question, read, reflect, and review) strategy is one of the alternatives that could be used to improve the students’ reading comprehension. The aim of this research was to describe the implementation of SQ4R strategy in improving the students’ reading comprehension skill in pre-reading, whilst-reading and post-reading in the fifth grade of SD Negeri 51/II Desa Paku Aji Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas Kabupaten Bungo. This was a Classroom Action Research. The result of date analysis indicated that the use of SQ4R strategy could improve the students’ reading comprehension skill in pre-reading, whilst-reading and post-reading in the fifth grade of SD Negeri 51/II Desa Paku Aji.
Aswana Aswana
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 224-237; https://doi.org/10.52060/mp.v4i1.110

Abstract:
Pembelajaran kimia pada materi larutan membutuhkan kreaktifitas yang sangat tinggi untuk meningkatkan sikap kritis mahasiswa dalam mengemukakan pendapat pada penentuan konsentrasi zat. Untuk itu dosen dituntut kreatif dalam pemilihan dan penerapan strategi, metode, model atau pendekatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Discovery Learning dan Motivasi terhadap sikap kritis mahasiswa pada materi Larutan di Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen yang dilakukan terhadap 2 kelas sampel, dan setiap kelasnya berjumlah 30 mahasiswa dengan masing-masing diberi perlakuan yang berbeda. Data penelitian diperoleh dari angket akhir untuk kedua kelas sampel. Hasil angket akhir dianalisis dengan mengunakan uji normaliatas, homogenitas dan analisis varian (ANAVA) satu jalur. Hasil penelitian menunjukan bahwa F hitung > F tabel yaitu 8,23 > 4,18, disimpulkan bahwa terdapat perngaruh motivasi dan sikap kritis antara mahasiswa yang diajarkan metode Discovery Learning.
Ikhsanmaulana Putra, Deka Ismi Mori Saputra
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 428-437; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.159

Abstract:
The problem in this study is the low ability of dribbling for SSB football layers in Muara Bungo Learning Activity Studio, which is allegedly due to lack of agility and speed. Therefore, this study aims to describe the contribution of agility and speed both individually and together. With the dribbling ability of SSB football players, a studio of learning activities in 2010. The population of the study was 75 football players from the SSB Sanggar Muara Bungo Learning Activities in 2010. Sampling was carried out by means of porpusive sampling, that is, the age group of 17 to 20 years, with 30 people. To achieve the purpose of this study, there were three instruments used, (1) zig-zag run test, to measure agility variable, (2) 50 year (45 meter) running test to measure speed variable, (3) dribbling ability test to measure dribbling ability variable. Data were analyzed with product moment correlation and multiple correlation with the determinant formula. The finding of this study shows; (1) there is a significant relationship between agility and dribbling ability, with the contribution of agility 43.30% to dribbling ability, (2) there is a significant relationship between speed and dribbling ability. Contributions of agility 24.21%, (3) there is a significant relationship between agility and speed together with the ability of dribbling, the contribution of agility and speed to the dribbling ability of 43.59%.
Yulia Oktarina
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 467-477; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.193

Abstract:
This study aims to analyze the application of skimming techniques to the optimal reading comprehension on students of STKIP MB. This research uses a quantitative approach with quasi-experimental and descriptive research. This research was conducted on students of STKIP MB Academic Year 2018/2019. The conclusions of this study include: (1) the level of reading comprehension after applying skimming techniques is better than the reading comprehension level before applying skimming techniques performed on the same research subject, (3) the level of reading comprehension by applying skimming techniques is better than the reading comprehension level by applying conventional reading conducted on different research subjects. So, reading with skimming techniques has a significant effect on optimizing students' reading comprehension.
Deka Ismi Mori Saputra, M Subhan
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 445-454; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.182

Abstract:
The background of this research is the classical teaching-learning process that will face heterogeneous problems with students' abilities. Where the lack of creativity of a physical education teacher in packaging physical education learning materials is considered to be the cause, so many students do not complete KKM grades. The research objective to be achieved is to find out the application of the modification of wall media tools to improve learning outcomes of table tennis basic movements in class V of SDN 115 / II Bedaro. The study used a Class Action Research design which was carried out in two cycles, each cycle consisting of planning, implementing actions, observing and reflecting. The subjects of this study were Class V students of Bedaro 115 / II Elementary School, totaling 22 students. Table tennis learning outcome data obtained through performance tests, observation sheets are used to collect data on student activities in following the table tennis learning process with wall media modification methods. The results of this study were obtained based on an assessment of three aspects, namely psychomotor, affective, and cognitive. Table tennis learning through wall media can improve the learning outcomes of students in class V of Bedaro 115 / II Elementary School. This can be seen from the increase in learning outcomes from pre cycle, cycle I to cycle II. In the pre cycle which is 68.2%, cycle I is 71.8%, and cycle II is 83.3%. From the number of complete categories the number of students who completed was increased from 7 to 20 students in the second cycle, meaning that there was an increase in students in the complete category by 20.7% of the total number of students 22 of which 20 were declared complete. For physical education teachers in Elementary Schools can apply table tennis learning to the material using the modification tools of the wall media in Physical Education lessons.
Jhony Hendra, Ghazali Indra Putra
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 438-444; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.181

Abstract:
Permainan olahraga merupakan salah satu bagian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, melalui pendidikan jasmani manusia dapat belajar lebih banyak dari hal yang berhubungan dengan afektif, kognitif, dan psikomotor yang merupakan bekal manusia untuk mencapai tujuan hidup yang lebih baik. Keterampilan manipulatif adalah suatu kegiatan anak yang berhubungan dengan benda di luar dirinya yang harus dimanipulasi sedemikian rupa sehingga terbentuk satu keterampilan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui upaya guru dalam mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif bagi anak melalui permainan olahraga pada aspek melempar, menangkap, menendang dan menggiring bola. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif (studi kasus) melibatkan 3 orang guru. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumen analisis. Data dianalisis secara kualitatif dengan menggunakan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru dalam mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif bagi anak melalui permainan olahraga adalah sebagai berikut: 1) menyediakan alat atau bahan yang menarik perhatian anak dalam mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif melalui permainan olahraga, 2) memberikan arahan dan contoh pada anak dalam mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif melalui permainan lahraga, 3) mengamati anak saat proses kegiatan mengembangkan keterampilan gerak dasar manipulatif melalui permainan olahraga.
Winda Winda Trisnawati, Arini Kumala Sari
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 455-466; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.179

Abstract:
Preparing 21st century students to be able to compete in the future, teachers around the world promote several skills to face the challenges of 21st century development. Students need 21st century skills which are known as 4C skills (critical thinking, collaboration, communication, and creativity). Integrating 21st century skills in the learning process effectively becomes very important. Teaching material as a source of learning is needed in this regard. One of the teaching materials is a module. The aim of this research is to develop an integrated Sociolinguistics module on 21st century skills that focus on 4C skills. It aims to find out the suitable of this module as teaching material for students in the English Education Department of STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. This research method used research and development (R&D). The research procedure was divided into two, namely preparation and implementation. This research was conducted to students in the fifth semester of the academic year 2019/2020 English Education Department of STKIP Muhammadiyah Muara Bungo. Data collection techniques used questionnaire and observation sheets as instrument. This research data analysis technique used quantitative data analysis techniques and qualitative data analysis techniques. The results showed the recapitulation of assessment aspects from various experts, sociolinguistics lecturer, student questionnaire sheets, and observations sheet. The following are the percentages of the result module eligibility which includes: the results of the material expert validation was 61.3% (good category); the results of the validation of media experts was 75.8% (excellent category); module self-evaluation results by lecturers was 90% (excellent category); field trial observation sheet results was 78.9% (excellent category); and the results of the student questionnaire sheet was 76.3% (excellent category). So the sociolinguistics module which is integrated with 4C skills is appropriate to be used in the learning process.
Munengsih Hanraein, Lely Lailatus Syarifah, Siti Nurliana, Puji Astutik Ningsih
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 398-407; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.175

Abstract:
The study aims at examining the effect of lightening the learning climate models on mathematics learning motivation in class X SMA Nurul Falah Kutabumi. This research method was used is quasi experiment with research design of “Nonequivalen Control Group”. The population in this research were student of class X IPA1 and X IPA2 SMA Nurul Falah Kutabumi with 39 students of class X IPA1 and 30 students in class X IPA2. Class X IPA1 is an experiment experiment class treated with the lightening the learning climate, while class X IPA2 is a control class with a conventional learning model. Data collection techniques use student motivation scale by observation (questioner), in depth interviews, and documentation. Data analysis techniques used quantitative descriptive statistics by comparing the average score of the posttest pretest to the learning motivation scale of the experiment class and the control class. The result showed that there was an effect of the lightening the learning climate models on students motivation to learn mathematics in class X. this can be seen from the calculation of the average score of the motivation scale. The average score of the pretest motivation scale of the experiment group was 72,55, while the control group was 72,03. The average posttest of the experiment group learning motivation scale was 80,89, while the control group was 75,58. From thes data, the average posttest score of the experiment class is greater than the control class. Besides the result of categorizing the average posttest of the experiment class learning motivation scale is better than the control class.
Siwi Damayanti, Siti Rochmiyati
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 388-397; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.174

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan proses (1) niteni, (2) nirokke, dan (3) nambahi dalam buku teks siswa bahasa Indonesia Kelas IX SMP Kurikulum 2013. Niteni adalah menandai dengan memperhatikan secara saksama dan menggunakan seluruh indera, melalui proses: mengamati menggunakan indera penglihatan, indera pendengaran, indera penciuman, indera peraba, indera pengecap, menggali informasi lebih dalam dari hasil pengamatan, dan menalar dengan menghubungkan pengetahuan yang sudah dimiliki dari hasil galian. Nirokke adalah menirukan apa yang diajarkan melalui model/contoh/teladan dari guru/sumber belajar dengan melibatkan pikiran, penginderaan, perasaan/nurani dan spiritual secara integral dan harmonis, melalui prose: menirukan dengan melafalkan/melalui suara, menirukan dengan membaca, menirukan dengan menulis, menirukan melalui gerakan, menirukan dengan mencoba/eksperimen, menirukan dengan mendemonstrasikan/mempraktikkan, menirukan menirukan dengan menyajikan. Nambahi adalah menambah atau mengurangi apa yang telah dipelajarinya melalui model/contoh/teladan dari guru/sumber belajar dengan mengembangkan krativitas dan gagasannya, melalui proses: menambahi dengan mendesain, menambahi dengan mencipta/membuat, dan menambahi dengan mengimprovisasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data pada penelitian ini berupa kata, frasa, kalimat, paragraf, dan atau wacana yang memuat konten-konten tentang penerapan proses niteni, nirokke, dan nambahi. Hasil penelitian menunjukkan penerapan proses niteni, nirokke, dan nambahi terdapat dalam buku teks.
Caubita Valentin, Satrijo Budiwibowo, Nur Wahyuning Sulistyowati
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 366-378; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.173

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat mahasiswa menjadi guru pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Akuntansi FKIP Universitas Swasta di Madiun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik analisis data statistik deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengumpulan data penelitian ini menggunakan kuesioner. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini ialah lingkungan keluarga, microo teaching, magang III berpengaruh terhadap minat mahasiswa menjadi guru, terbukti dengan adanya motivasi yang diberikan serta keadaan ekonomi dalam lingkungan keluarga, kemampuan pengelolaan kelas dalam microo teaching, serta kegiatan mengajar dan non mengajar yang ada dalam magang III
Megawati Mega, Subhanadri Subhanadri
Jurnal Muara Pendidikan, Volume 4, pp 342-356; https://doi.org/10.52060/mp.v4i2.169

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, bertujuan mendeskripsikan proses keterlaksanaan dan pencapaian hasil setiap siklus tindakan melalui penerapan pendekatan NHT dalam meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan di Prodi PGSD STKIP-MB dengan subyek penelitian mahasiswa semester 3 kelas C pada mata kuliah pembelajaran IPA kelas rendah. Instrumen penelitian berupa lembar observasi motivasi berprestasi, lembar observasi sikap, lembar observasi keterampilan, dan soal tes hasil belajar kognitif. Penelitian ini berhasil dilaksanakan dalam 3 siklus tindakan. Setiap siklus tindakan mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan persentase motivasi berprestasi pada siklus I mencapai 60,71%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 71,40%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 85,71%. Persentase sikap pada siklus I mencapai 75,10%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 83,75%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 91,24%. Persentase keterampilan pada siklus I mencapai 73,75%, pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 82,50%, dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 92,50%. Hasil belajar kognitif pada siklus I mencapai 58,62 (kategori rendah), pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 68,96 (kategori sedang), dan pada siklus III berhasil meningkat mencapai 82,75 (kategori tinggi). Hal ini dapat disimpulkan bahwa penerapan pendekatan NHT dapat meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar mahasiswa.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top