Refine Search

New Search

Results in Journal Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education: 21

(searched for: journal_id:(6103694))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Laily Yunita Susanti, Mufti Anisa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 165-174; doi:10.35719/mass.v1i3.42

Abstract:
Abstrak Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurang pahamnya siswa dalam memahami konsep materi dalam pembelajaran IPA SMP, khususnya materi sistem reproduksi pada manusia. Hal tersebut dikarenakan model pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran di kelas kurang bervariasi dan karena peserta didik kurang serius dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas dan diduga peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. Kurangnya pemahaman konsep pada materi reproduksi pada manusia kemungkinan disebabkan karena peserta didik kurang serius dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas dan diduga peserta didik merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan oleh pendidik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran pembelajaran kooperatif tipe NHT terhadap pemahaman konsep pada materi Sistem Reproduksi pada Manusia kelas IX SMPN 1 Rambipuji Tahun Ajaran 2019/2020. penelitian ini menerapkan jenis penelitian Quasi Experimental Design. penentuan sampel dengan teknik pourposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, tes dan dokumentasi.analisis dan uji hipoteisis menngunakan rumus independent sample T-Test di SPSS 22.00. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian di SMP Negeri 1 Rambipuji menunjukkan bahwa: ada pengaruh pemahaman konsep antara peserta didik menggunakan model pembelajaran NHT dan Saintifik 5M dengan hasil uji independent sample T-test pada posttest diperoleh signifikansi 0,030 kurang dari taraf signifikansi (α)= 0,05, maka Ha diterima dan H0 ditolak. Abstract This research was motivated by students' lack of understanding in understanding the concept of material in junior high school science learning, especially material on the reproductive system in humans. This is because the learning model used in classroom learning is less varied and because students are not serious about taking lessons in the classroom and it is suspected that students feel bored with the learning carried out by educators. Lack of understanding of the concept of reproductive material in humans is probably due to students being less serious in taking lessons in class and it is suspected that students feel bored with the learning carried out by educators. This study aims to determine the effect of implementing the NHT type of cooperative learning model on understanding concepts in the material of the Reproductive System in Humans class IX SMPN 1 Rambipuji for the 2019/2020 academic year. This research applies Quasi Experimental Design research. determination of the sample using pourposive sampling technique. The data collection techniques used interviews, observation, tests and documentation. The analysis and pituitary test used the independent sample T-Test formula at SPSS 22.00. Based on the results obtained from research at SMP Negeri 1 Rambipuji shows that: there is an effect of conceptual understanding between students using the NHT and Scientific 5M learning model with the results of the independent sample T-test on the posttest, it is obtained a significance of 0.030 less than the significance level (α) = 0.05, then Ha is accepted and H0 is rejected.
Sultoni Arif Khaerudin, Diah Nugraheni, Dwi Septiana Sari
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 203-214; doi:10.35719/mass.v1i3.51

Abstract:
Abstrak Salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar adalah media pembelajaran. Pemanfaatan media berbasis Adobe Flash dapat dijadikan alternatif untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media berbasis Adobe Flash terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi Tata Surya. Penelitian ini merupakan quasi-experiment yang menggunakan pretest-posttest control group design. Pengambilan sampel dilakukan secara cluster random sampling yang terdiri dari dua kelas VII SMPN 2 Kaliwungu, Semarang yaitu kelas VII B sebagai kelas kontrol dan kelas VII C sebagai kelas eksperimen. Instrumen penelitian menggunakan tes kemampuan pemecahan masalah. Teknik analisis data menggunakan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil uji Mann-Whitney diperoleh hasil nilai p sebesar 0,00, artinya nilai p < 0,05. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kelas kontrol dan kelas eksperimen. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media berbasis Adobe Flash berpengaruh terhadap kemampuan pemecahan masalah siswa pada materi tata surya. Abstract One of the factors that can affect learning outcomes is learning media. The Adobe Flash-based media can be used as an alternative to foster student learning motivation, so that it affects learning outcomes. The purpose of this study was to see the effect of Adobe Flash-based media on students' problem abilities in the material of the solar system. This quasi-experiment used a pretest-posttest control group design. Sampling was carried out by cluster random sampling which consisted of two classes, namely class VII B as the control class and class VII C as the experimental class. The research instrument used a problem ability test. The data analysis technique used the Mann-Whitney test. Based on the results of the Mann-Whitney test, the p value was 0.00, meaning that the p value was
Fika Rahmawati, Dyah Setyaningrum Winarni, Indri Nurwahidah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 193-202; doi:10.35719/mass.v1i3.49

Abstract:
Abstrak Pola pengajaran yang konvensional di sekolah menjadikan siswa belum mampu menyerap konsep yang diajarkan, sehingga dibutuhkan model pembelajaran yang eksploratif dan menarik, seperti mind mapping. Pendekatan eksperimental pada kelas perlakuan dengan mind mapping dan kelas kontrol secara konvensional. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes untuk mengukur tingkat hasil belajar dan lembar observasi untuk mengukur penerapan mind mapping dalam proses pembelajaran. Hasilnya pembelajaran berjalan sesuai dengan prosedur pembelajaran. Hasil observasi pembelajaran terdapat 10 atau 36% siswa dalam kriteria sangat baik, 11 atau 39% dalam kriteria baik, 7 atau 25% dalam kriteria cukup baik dan tidak ada yang masuk kriteria kurang baik. Sedang pada observasi penugasan terdapat 8 atau 29% siswa dalam kriteria sangat baik, 13 atau 46% siswa dalam kriteria baik, 7 atau 25% siswa dalam kriteria cukup baik serta mengalami peningkatan hasil belajar dari nilai rata-rata kelas perlakuan dari 55 menjadi 86. Berdasarkan analisis korelasi t-tes tingkat signifikansi pengaruh pada level t-hitung 2,572 dan p-value 0,006. Pada analisis komparasi t-test tingkat signifikansinya berada pada level t-hitung bahwa t-hitung 3,563>t-tabel 2,052 dan p-value 0,001 from the t-table 2,052 and the p-value is 0,001 < p-table 0,001 and is at the alpha degree 0,05. In the effective level based on the n-gain analysis is at the moderate level or quite effective at the level of 0,57. Keywords : Google classroom, improving learning outcomes, mind mapping
Iwan Eko Setianto, Risnanosanti
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 175-181; doi:10.35719/mass.v1i3.50

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada perbedaan kemampuan representasi matematis siswa yang diajarkan menggunakan pendekatan pembelajaran Realistic Mathematic Education (RME), Contextual Teaching And Learning (CTL), dan konvensional. Jenis penelitian ini adalah penelitian ekperimen semu. Populasi penelitian ini adalah seluruh kelas VIII SMPN 24 Bengkulu Utara dengan sampel yaitu siswa kelas VIII A sebagai kelas eksperimen I, siswa kelas VIII B sebagai kelas eksperimen II, dan siswa kelas VIII C sebagai kelas kontrol. Data dikumpulkan dengan tes kemampuan representasi matematis siswa kemudian di analisis dengan uji Anava. Hasil analisis uji Anava menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara kemampuan representasi matematis siswa yang diajar melalui pendekatan RME dengan pendekatan CTL, maupun dengan pendekatan konvensional. Hasil penelitian menunjukan bahwa kelas yang diajar menggunakan pendekatan pembelajaran RME diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 16,8. Kelas yang diajarkan dengan pendekatan pembelajaran CTL diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 17,9. Sedangkan dikelas yang diajarkan dengan pembelajaran konvensional diperoleh rata-rata skor akhir kemampuan representasi matematis siswa sebesar 13,80. Hasil uji BNT (Beda Nyata Terkecil) diperoleh bahwa perlakuan yang memberikan hasil yang berbeda adalah perlakuan antara eksperimen I dengan kontrol dan eksperimen II dengan kontrol. Abstract This study aims to determine whether there are differences in the mathematical representation abilities of students who are taught using the Realistic Mathematic Education (RME), Contextual Teaching And Learning (CTL), and conventional learning approaches. This type of research is quasi experimental research. The population of this research was all class VIII SMPN 24 Bengkulu Utara with a sample of students of class VIII A as the experimental class I, students of class VIII B as the experimental class II, and students of class VIII C as the control class. The data were collected by means of a mathematical representation ability test of the students and then analyzed using the Anava test. The results of the Anava test analysis showed that there was a significant difference between the mathematical representation abilities of students taught through the RME approach with the CTL approach, as well as the conventional approach. The results showed that the class that was taught using the RME learning approach obtained an average final score of students' mathematical representation ability of 16.8. Classes taught with the CTL learning approach obtained an average final score of students' mathematical representation abilities of 17.9. Meanwhile, in the class taught by conventional learning, the final average score of students' mathematical representation ability was 13.80. The results of the LSD test (Least Significant Difference) showed that the treatment that gave different results was the treatment between experiment I and control and experiment II with control.
Yuli Ismi Nahdiyati Ilmi, Gusti Firda Khairunnisa
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 150-157; doi:10.35719/mass.v1i3.41

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji beberapa sumber pustaka yaitu mengenai peran media pembelajaran berbasis android pada peserta didik apabila ditinjau dari kepribadiannya. Hasil dari penelitian ini akan dijadikan sebagai bahan pustaka utama dalam pelaksanaan penelitian berikutnya yaitu mengenai peran media pembelajaran berbasis android pada peserta didik ditinjau dari kepribadian. Penelitian ini khusus membicarakan tipe kepribadian menurut Carl Gustav Jung yang membedakan dua tipe kepribadian yaitu, tipe kepribadian introvesi (introvert) dan ekstraversi (extrovert). Jenis penelitian ini yaitu studi literatur, adapun langkah-langkah dalam penelitian ini, yaitu (1) mengumpulkan sumber pustaka sesuai dengan penelitian ini dengan melakukan review pada istilah penting yang digunakan dalam penelitian, (2) mengumpulkan sumber pustaka pada hasil penelitian yang relevan, hal ini bertujuan agar memperkaya proses analisis, sehingga hasil analisis dapat menyimpulkan hasil yang objektif, (3) langkah berikutnya, yaitu melakukan analisis secara mendalam terhadap semua sumber pustaka yang telah dikumpulkan dengan dilanjutkan menyusun pembahasan, kemudian, setelah melakukan pembahasan, (4) mengambil kesimpulan dari hasil analisis, (5) berikutnya, yaitu memberikan pengajuan saran berdasarkan temuan-temuan yang diperoleh. Hasil penelitian studi literatur ini menunjukkan bahwa peranan media pembelajaran berbasis android ditinjau melalui kepribadian siswa memiliki peranan dalam pembelajaran yang lebih efektif dan menyenangkan, serta tepat sasaran sesuai dengan karakteristik kepribadian peserta didik. Abstract The purpose of this study is the role of android-based learning media on students when viewed from their personality. Here researchers specifically discuss personality types according to Carl Gustav Jung who distinguishes two personality types namely, introverted and extroverted personality types. This type of research is the study of literature, as for the steps in this study, namely (1) collecting literature in accordance with this research by conducting a review of important terms used in research, (2) collecting literature on relevant research results, this aims in order to enrich the analysis process, so that the analysis results can conclude objective results, (3) the next step, which is to conduct an in-depth analysis of all the literature that has been collected by continuing to compile the discussion, then, after conducting the discussion, (4) drawing conclusions from the results of the analysis , (5) next, which is giving suggestions based on the findings obtained. The conclusion of this research is the role of android-based learning media reviewed through the personality of students has a role in learning more effective and fun, and right on target in accordance with the personality characteristics of students. Keywords : android, learning achievement, learning media, personality
Darwis Abroriy
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 182-192; doi:10.35719/mass.v1i3.44

Abstract:
Abstrak Etnomatematika merupakan salah satu wujud pengintegrasian karakter dan literasi dalam pembelajaran matematika. Melaui pendekatan etnomatematika, pembelajaran matematika di sekolah menggunakan media berupa budaya yang ada disekitar lingkungan siswa. Praktik budaya dalam masyarakat memungkinkan tertanamnya konsep, ide dan aktifitas matematika seperti menghitung/ membilang, mengukur, mengelompokkan, merancang bangun, dan lain sebagainya. Penelitian ini merupakan penilitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnografi, yang bertujuan untuk memperoleh deskripsi dan analisis mendalam tentang konsep-konsep matematika dalam budaya Madura melalui penelitian lapangan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dipahami bahwa dalam budaya Madura terdapat berbagai hal yang mengandung ide/ konsep matematika. Selain itu dalam budaya yang ada di Madura juga menunjukkan adanya hubungan etnomatematika dengan konsep-konsep matematika. Abstract Ethnomatematics is one form of integrating character and literacy in mathematics learning. Through ethnomatematics approach, mathematics learning in schools uses media in the form of culture that is around the student environment. Cultural practices in society enable the embedded concepts, ideas and mathematical activities such as counting / counting, measuring, grouping, building design, and so forth. This research is a qualitative study using an ethnographic approach, which aims to obtain in-depth descriptions and analysis of mathematical concepts in Madurese culture through field research. Based on the research results, it can be understood that in Madurese culture there are various things that contain mathematical ideas / concepts. In addition, the existing culture in Madura also shows the relationship between ethno-mathematics and mathematical concepts.
Heni Setyawati
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 158-164; doi:10.35719/mass.v1i3.39

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan joyful learning terhadap hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisiologi tumbuhan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Pengumpulan data dalam penelitian menggunaan tes, observasi, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan membandingkan nilai UTS fisiologi tumbuhan mahasiswa angkatan 2017 dengan nilai UTS fisiologi tumbuhan mahasiswa angkatan 2016. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan joyful learning dapat meningkatkan hasil belajar mahasiswa sebesar 32,67. Selain itu pembelajaran fisiologi tumbuhan dengan joyful learning dapat meningkatkan kualitas pembelajaran fisiologi tumbuhan yaitu meningkatkan kenyamanan mahasiswa selama pembelajaran, meningkatkan aktivitas mahasiswa dan meningkatkan minat mengikuti pembelajaran fisiologi tumbuhan. Abstract This research was aimed to describe the implementation of joyful learning towards student learning outcomes in plant physiology course. This research included in a quantitative descriptive. Data was collected through test, observations, and documentation. Findings of the research were analized by comparing the mid-term test of plant physiology between students in 2017 class and 2016 class. The results indicated that joyful learning was able to increase the student learning outcomes. In addition, it can improve the quality of learning by increasing comfort situation, interactive activities, and interest in participating of students.
Fitri Ningrum Setiawati, Soffil Widadah, Eka Nurmala Sari Agustina
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 111-120; doi:10.35719/mass.v1i2.35

Abstract:
Abstrak Representasi matematis digunakan siswa ketika menghadapi soal matematika yang harus mereka selesaikan. Hal ini karena representasi matematis merupakan bentuk ungkapan ide yang ditampilkan siswa dalam bentuk yang beragam dalam situasi tertentu sebagai upaya menemukan solusi dari soal yang dihadapi. Rendahnya pemahaman siswa terhadap soal yang diberikan kemungkinan besar disebabkan oleh siswa yang tidak mampu menggunakan reprentasi matematis dengan benar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis siswa SMP, khususnya siswa berkemampuan tinggi dalam menyelesaikan soal matematika. Subjek penelitian ini merupakan salah satu siswa kelas VIII SMP 10 Nopember Sidoarjo yang dipilih berdasarkan tes kemampuan matematis. Hasil deskripsi data menunjukkan bahwa dalam menyelesaikan soal, siswa berkemampuan matematika tinggi cenderung menggunakan representasi visual untuk menyelesaikan masalah, membuat persamaan matematis atau ekspresi matematis, serta menjawab permasalahan dengan menggunakan kata-kata atau teks tertulis dengan hasil penyelesaian soal sebagian besar benar. Abstract Mathematical problems that they must solve. This is because mathematical representation is a form of expression of ideas displayed by students in various forms in certain situations in an effort to find solutions to the problems faced. The lack of students' understanding of the questions given is most likely due to students who are not able to use mathematical representation correctly. This research is a descriptive study with a qualitative approach that aims to describe the mathematical representation of junior high school students, especially students with high ability in solving math problems. The subject of this research is one of the eighth grade students of SMP 10 November Sidoarjo selected based on a mathematical ability test. The results of the data description show that in solving problems, students with high mathematical abilities tend to use visual representations, make mathematical equations or mathematical expressions, and answer problems by using written words or text with the results of solving problems mostly correct.
Fatati Saniyyah, Illah Winiati
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 121-129; doi:10.35719/mass.v1i2.32

Abstract:
Penalaran adaptif merupakan salah satu keterampilan matematika yang perlu dikuasai siswa dalam pembelajaran di sekolah. Jika siswa memiliki penalaran adaptif yang baik, maka siswa lebih mudah dalam memecahkan masalah matematika. Dalam memecahkan masalah matematika, setiap siswa mempunyai respon yang berbeda-beda. Respon tersebut dinamakan Adversity Quotient (AQ). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penalaran adaptif siswa dalam memecahkan masalah matematika berdasarkan AQ. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sebanyak enam siswa. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi pemberian angket ARP (Adversity Response Profile) untuk mengelompokkan siswa berdasarkan tipe AQ, tes penalaran adaptif (TPA) untuk mengetahui penalaran adaptif siswa dalam memecahkan masalah matematika dan wawancara untuk memperoleh informasi yang lebih jelas terkait penalaran adaptif siswa. Adapun proses analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam memecahkan masalah matematika, siswa dengan AQ quitter hanya mampu memenuhi satu indikator penalaran adaptif yaitu menyusun dugaan. Siswa dengan AQ camper mampu memenuhi empat indikator penalaran adaptif yaitu menyusun dugaan, merencanakan dan menyelesaikan masalah matematika, menilai kebenaran jawaban dari suatu permasalahan serta memberikan jawaban dengan penarikan kesimpulan. Sedangkan siswa dengan AQ climber mampu memenuhi semua indikator penalaran adaptif, yaitu menyusun dugaan, merencanakan dan menyelesaikan masalah matematika, memberikan penjelasan terkait prosedur yang digunakan, menilai kebenaran jawaban dari suatu permasalahan serta memberikan jawaban dengan penarikan kesimpulan. Mathematical problems that they must solve. This is because mathematical representation is a form of expression of ideas displayed by students in various forms in certain situations in an effort to find solutions to the problems faced. The lack of students' understanding of the questions given is most likely due to students who are not able to use mathematical representation correctly. This research is a descriptive study with a qualitative approach that aims to describe the mathematical representation of junior high school students, especially students with high ability in solving math problems. The subject of this research is one of the eighth grade students of SMP 10 November Sidoarjo selected based on a mathematical ability test. The results of the data description show that in solving problems, students with high mathematical abilities tend to use visual representations, make mathematical equations or mathematical expressions, and answer problems by using written words or text with the results of solving problems mostly correct.
Retno Tri Vulandari, Sri Siswanti, Dwi Tri Laksono
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 130-135; doi:10.35719/mass.v1i2.31

Abstract:
UD Bambang Kelapa adalah salah satu bisnis di Solo yang bergerak dalam penyediaan kelapa parutuntuk rumah makan dan beberapa industri kuliner yang ada di wilayah Solo. Pada operasinya UD Bambangmembawa kelapa dari luar setiap bulan untuk memenuhi kebutuhan semua pelanggannya. UD Bambangsering mengalami kesulitan dalam menentukan jumlah kelapa yang dibutuhkan setiap bulan, oleh karenaitu UDBambang membutuhkan sistem yang dapat digunakan untuk memprediksi permintaan kelapa dalambeberapa bulan terakhir. Berbasis fuzzy time series average adalah metode prediksi yang menggunakanprinsip fuzzy dan memiliki akurasi yang cukup baik untuk peramalan jangka pendek, sehingga metode inisesuai untuk meramalkan kebutuhan penjualan kelapa. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalahdata kebutuhan penjualan kelapa dalam setahun terakhir, 2015 - 2016 dalam hal ini diperoleh dari UDBambang Kelapa. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah akurasi algotima berbasis fuzzy timeseries rata-rata untuk prediksi kebutuhan penjualan kelapa dengan pengujian data pada tahun 2016 sebanyak12 data yang diuji dengan mean absolute error (MAPE) adalah 7,82% dan termasuk dalam kategori baikkriteria. Sedangkan hasil pengujian fungsional menggunakan metode Black Box Testing, diperoleh bahwasemua komponen sistem telah diuji dan sesuai dengan yang diharapkan
Lina Nur Amalina, Rosita Fitrah Dewi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 74-80; doi:10.35719/mass.v1i2.27

Abstract:
Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui korelasi tingkat pemahaman materi sistem pencernaan terhadap perilaku pemilihan makanan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian korelasi. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA SMAN 3 Jember, pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan teknik random sampling. Berdasarkan hasil analisis data, diketahui bahwa tingkat pemahaman siswa pada materi pencernaan mayoritas dengan kriteria baik sebesar 92% dan perilaku pemilihan makanan siswa termasuk pada mayoritas kategori kuat, yaitu 86,2%. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat korelasi antara tingkat pemahaman materi sistem pencernaan terhadap perilaku pemilihan makanan pada siswa kelas XI IPA SMAN 3 Jember sebesar 0,004 dengan tingkat keeratan 0,245 dan kategori korelasi rendah. Kata Kunci: korelasi, perilaku pemilihan makanan, sistem pencernaan, tingkat pemahaman. Abstract The purpose of this study is to determine the correlation between the understanding levels of digestive system material on food selection behavior. This research was a quantitative study with correlation research. The population of this research was the students of XI IPA of SMAN 3 Jember, the sample was taken by random sampling technique. Based on the data analysis, the understanding levels of students on the majority of digestive material in good criteria was 92% and student food selection behavior included to the majority of the strong category, which is 86,2%. Data analysis has shown us that there is a correlation between the understanding levels of the digestive system material on food selection behavior in XI IPA of SMAN 3 Jember was 0,004 with a closeness level 0,245 and low category of correlation. Keywords: digestive system, food selection behavior, understanding level
Enny Listiawati, Nurul Qomariah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 136-149; doi:10.35719/mass.v1i2.30

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengetahui keefektifan media pembelajaran video bus math memakai aplikasi video scribe berbasis saintifik pada materi barisan dan deret. Jenis penelitian yang digunakan Research And Development (R&D) dengan metode pengembangan memakai model pengembangan 4-D (four D model) dengan tahap pengembangan yang hanya memakai sampai 3 tahap saja, yaitu: (1) pendefinisian (define), (2) perancangan (design), dan (3) pengembangan (develop). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pengembangan media pembelajaran video bus math (business mathematic) memakai aplikasi video scribe berbasis saintifik pada materi barisan dan deret dengan memakai model pengembangan 4-D yang dilakukan untuk mendapatkan media pembelajaran yang baik dan efektif pada materi barisan dan deret kelas XI karena memenuhi (1) kategori valid dengan oleh rata-rata persentase 87% atau layak dan ahli media diperoleh rata-rata persentase 85% atau layak, (2) kategori efektif untuk kemampuan guru mengelola pembelajaran dengan skor rata-rata 3,7 atau sangat baik, (3) kategori efektif untuk aktivitas siswa dalam pembelajaran memperoleh hasil 7 aspek aktivitas siswa dalam kriteria batasan efektif, (4) kategori positif untuk respons siswa diperoleh persentase semua aspek di atas 80%, dan (5) kategori ketuntasan secara klasikal untuk hasil belajar siswa telah mencapai ketuntasan secara klasikal 87,5%. This study aims to develop and determine the effectiveness of bus math video learning media using scientific-based video scribe applications on sequences and series subject. This type of research used Research and Development (R&D) with the development method using a 4-D (four D model) development model with a development phase that only uses up to 3 stages, namely: (1) defining, (2) designing ( design), and (3) development. The results of the study can be concluded that the development of video bus math (business mathematic) learning media uses scientific-based video scribe applications on row and series material by using the 4-D development model which is carried out to get good and effective learning media on class XI material and series because it meets (1) a valid category with an average percentage of 87% or feasible and media experts obtained an average percentage of 85% or feasible, (2) an effective category for teachers' ability to manage learning with an average score of 3.7 or very good, (3) effective categories for student activities in learning get 7 aspects of student activity results in the criteria of effective limits, (4) positive categories for student responses obtained percentage of all aspects above 80%, and (5) classical completeness category for student learning outcomes has reached classical completeness 87.5%.
Habibi Habibi, Illah Winiati, Yeva Kurniawati
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 99-110; doi:10.35719/mass.v1i2.34

Abstract:
Abstrak Berpikir kritis matematis merupakan salah satu tujuan yang disebutkan dalam praktik kurikulum pembelajaran matematika di dalam kelas. Untuk mengetahui cara siswa berpikir kritis tentunya dihadapkan dengan soal penyelesaian masalah. Dalam menyelesaikan masalah setiap siswa memiliki strategi berbeda dan tidak lepas dari cara siswa menerima dan mengolah informasi yang didapatkan. Perbedaan strategi dalam hal ini dipengaruhi oleh gaya kognitif, yang berkaitan dengan perbedaan dalam penerimaan informasi secara visual maupun verbal biasa dikenal dengan nama gaya kognitif visualizer dan verbalizer. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan berpikir kritis matematis siswa SMP ditinjau dari gaya kognitif visualizer-verbalizer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang medeskripsikan siswa visualizer dan verbalizer dalam berpikir kritis matematis. Penelitian ini dilaksanakan di sekolah MTs. Mamba’ul Ulum Bedanten dan subjek dari penelitian ini adalah 4 siswa dari siswa kelas IX. Hasil dari penelitian ini adalah dari seluruh tahap berpikir kritis matematis, dapat dicapai oleh subjek visualizer, tetapi tidak mampu dicapai pada tahap evaluasi. Subjek verbalizer juga mampu mencapai seluruh indikator berpikir kritis matematis, tetapi tidak mampu pada tahap inferensi yaitu tidak mampu menemukan alternatif (cara) lain dari soal evaluasi. Abstract The critical thinking mathematically is one of the objectives mentioned in the practice of learning Mathematics curriculum in the classroom. To know the way students think critically, surely faced with problem solving test. In solving the problem each student has a different strategy and not separated from the way students receive and process the information obtained. The difference of strategy in this case is influenced by cognitive style, which relates to differences in visual or verbal information acceptance is commonly known as visualizer and verbalizer cognitive style. The purpose of this study is to describe the critical thinking of junior high school students, reviewed from the visualizer-verbalizer cognitive style. This research uses descriptive research method with a qualitative approach that describe students visualizer and verbalizer in critical thinking mathematically. This study was conducted at the MTs Mamba'ul Ulum Bedanten School and the subject of this diffuser were 4 students from nine grade students. The result of this research is from all stages of critical thinking mathematically, the subject visualizer is able to be achieved, but it’s not able to be achieved at the evaluation stage. Subject verbalizer is also able to reach all indicators of critical thinking mathematically, but it’s not able to the inference, is not able to find another alternative (way) of evaluation test.
Fitri Yatus Saadah, Laily Yunita Susanti
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 81-90; doi:10.35719/mass.v1i2.29

Abstract:
Penelitian ini bertujuan : 1) untuk mengetahui perbedaan hasil belajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan menggunakan model pembelajaran konvensional; 2) untuk mengetahui pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa MTsN 1 Jember kelas VII pada materi Objek IPA dan Pengamatannya tahun pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experiment yang didesain menggunakan Nonequivalent Control Group Design dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dan populasi seluruh siswa kelas VII MTsN 1 Jember. Selama proses pembelajaran, aktivitas siswa meningkat dan setelah perlakuan nilai rata-rata posttest kelas eksperimen lebih tinggi dari rata-rata posttest kelas kontrol. Berdasarkan analisis data dengan menggunakan uji-z pada taraf signifikansi 0,05, maka Ha diterima, artinya data dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terhadap hasil belajar siswa MTsN 1 Jember kelas VII pada materi Objek IPA dan Pengamatannya tahun pelajaran 2019/2020. Abstract The science learning still applies to the conventional learning model. Which is usually dominated by the teachers, and there are students who have individual characteristics/are less able to cooperate with others. It causes the low students learning outcomes. The Cooperative Learning model (STAD) type allows to be applied in the science learning at seventh grade on the subject matter of science and its observations, because the material is conceptual and procedural. This study aims: 1) to describe out the differences in learning outcomes using the STAD (Student Team Achievement Division) type cooperative learning model and using the conventional learning model; 2) to analyze out the significant influence of the implementation of the STAD type cooperative learning model to the learning outcomes of MTsN Jember 1 students in grade 7 on the Natural Sciences subject and its observations in academic year 2019/2020. This type of research was a Quasi Experiment that was designed using Nonequivalent Control Group Design with the sampling techniques using purposive sampling. The population was all 7th grade students of MTsN 1 Jember. During the learning process, the students activity increased and after the treatment, the posttest score of the experimental class was higher than the average posttest of the control class. Based on the data analysis using the z-test at a significance level of 0.05, Ha is accepted. It can be concluded that there was a significant influence on the implementation of the STAD type cooperative learning model to the student learning outcomes of MTsN 1 Jember in grade 7 on the Natural Sciences subject and its observations in academic year 2019/2020.
Mohammad Kholil, Eric Dwi Putra
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 53-64; doi:10.35719/mass.v1i1.6

Abstract:
Abstrak Komunikasi matematis merupakan salah satu hal penting dalam menyelesaikan masalah pada studi PISA. Komunikasi matematis adalah kemampuan mengekspresikan ide-ide matematika secara koheren kepada teman, guru, dan lainnya melalui bahasa lisan maupun tulisan yang disertai dengan penjelasan dan justifikasi. Karena pentingnya kemampuan komunikasi yang dimiliki oleh siswa, maka muncul gagasan untuk menganalisis tingkat kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten space dan shape. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa dalam menyelesaikan soal PISA konten space and shape. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) siswa dengan kemampuan matematika tinggi memiliki kemampuan komunikasi matematis sangat baik dengan hampir memenuhi seluruh indikator; 2) siswa yang memiliki kemampuan matematika sedang memiliki komunikasi matematis baik dengan memenuhi indikator hingga dapat menjelaskan suatu permasalahan dengan baik. Kata Kunci: komunikasi matematis, Soal PISA, space and shape Abstract Mathematical communication is one of the important things in solving problems on the PISA study. Mathematical communication is the ability to express mathematical ideas coherently to friends, teachers, and others through spoken and written language accompanied by explanations and justifications. Because of the importance of communication skills possessed by students, then the idea arises to analyze the level of mathematical communication skills of students in solving PISA questions of space and shape content. The purpose of this study is to describe the mathematical communication skills of students in solving PISA questions on space and shape content. This research uses a qualitative approach, with descriptive research type. The results of this study indicate that 1) students with high mathematical abilities have excellent mathematical communication skills with almost all the indicators; 2) students who have mathematical abilities are having good mathematical communication by meeting the indicators so that they can explain a problem well. Keyword: Mathematical communication, PISA question, space and shape
Aida Fikriyah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 1-8; doi:10.35719/mass.v1i1.3

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons mahasiswa terhadap pembelajaran berbasis Guided discovery pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Makhluk Hidup. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif kuantitatif dengan sasaran sebanyak 46 mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA semester IV tahun akademik 2018/2019 yang dilaksanakan pada perkuliahan Anatomi dan Fisiologi Makhluk Hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memberikan respons positif terhadap pembelajaran yang telah dilakukan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa respons mahasiswa terhadap pembelajaran berbasis Guided discovery pada mata kuliah Anatomi dan Fisiologi Makhluk Hidup termasuk dalam kategori kuat. Kata Kunci: aktivitas, respons, guided discovery Abstract This research aimed at describing the students’ response toward Guided discovery learning in Anatomy and Physiology of Organisms lecture. It included a quantitative-qualitative descriptive study which involved 46 students of Science Education Department on the 4th semester, in the academic year of 2018/2019 as the subjects. Findings obtained in this study indicated that students showed positive response toward the learning process. To conclude, the students’ response toward Guided discovery learning in Anatomy and Physiology of Organisms lecture can be categorized as strong criteria. Keywords: Activity, response, guided discovery
Mohammad Mukhlis,
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 65-73; doi:10.35719/mass.v1i1.1

Abstract:
Penelitian ini bertujua untuk memberi gambaran dalam mengembangkan instrument sebagai bentuk pengukur Creativity And Innovation Skills siswa pada mata pelajaran matematika. Langkah-langkah dalam mengembangkan instrumen adalah menyusun spesifikasi, menulis, menelaah, uijicoba, menganalisis, memperbaiki, dan merancang instrument. Spesifikasi intrumen menunjukkan keseluruhan karakteristik yang dimiliki instrument. Penulisan soal merupakan penjabaran dari berbagai indicator yang menjadi acuan pedoman pertanyaan-pertanyan yang sesuai dengan karakteristik pada kisi-kisi yang telah disusun. Kegiatan analisis dilakukan terhadap masing-masing butir soal yang telah diberi bobot skor. Memperbaiki tes merupakan upaya perbaikan-perbaikan terhadap butir soal yang kurang sesuai dengan yang diharapkan. Setelah semua buitr soal disusun, danalisis dan diperbaiki, selanjutnya adalah merancang butir-butir soal tersebut menjadi instrument
Maswar Maswar
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 37-52; doi:10.35719/mass.v1i1.5

Abstract:
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil antisipasi siswa SMP/MTs dalam memecahkan masalah aljabar ditinjau dari kemampuan matematika. Antisipasi pada penelitian ini mengacu pada antisipasi bentuk forseeing, yang meliputi 5 jenis tingkatan antisipasi, yaitu (1) impulsive anticipation, (2) interiorized anticipation,(3) tanacious anticipation,(4) analytic anticipation, and (5) exploratif anticipation.. Subjek penelitian ini terdiri dari 1 siswa perempuan kelas VIII SMP dan 2 siswa perempuan kelas VIII MTs. Teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan pemberian tugas pemecahan masalah aljabar dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa profil antisipasi siswa pada subjek perempuan berkemampuan tinggi (SPT) diklasifikasikan sebagai analytic anticipation. Kemudian, profil antisipasi siswa pada subjek perempuan berkemampuan sedang (SPS) diklasifikasikan sebagai interiozed anticipation. Sedangkan, profil antisipasi siswa pada subjek perempuan berkemampuan rendah (SPR) dalam memecahkan masalah aljabar diklasifikasikan sebagai interiozed anticipation.. Kata Kunci: Antisipasi, Pemecahan Masalah Aljabar, Kemampuan Matematika Abstract This study is aimed to describe anticipation profile of Junior High School Students in solving algebra problem based on mathematical ability difference. Anticipation in this study refers to anticipate the type of foreseeing as follows: (1) impulsive anticipation, (2) tanacious anticipation, (3) interiorized anticipation, (4) analytic anticipation, and (5) exploratif anticipation.. The Subjects of this study is consisted of three female students of 8^th class at SMP/MTs. The technique of collecting data applied in this study are task giving and interview. The results of this study showed that the anticipation profile of students on high-ability female subjects (SPT) was classified as analytic anticipation. Then, the anticipation profile of students on moderate-ability female subjects (SPS) was classified as interiozed anticipation. Meanwhile, the anticipation profile of students on low-ability female subjects (SPR) are classified as interiozed anticipation Key words: Anticipation, Algebra Problem Solving, Mathematical Ability
Mahfud
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 27-36; doi:10.35719/mass.v1i1.2

Abstract:
Abstrak Rendahnya hasil belajar siswa kelas III di Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Golantepus Kecamatan Mejobo Kudus disebabkan kurangnya keterlibatan siswadan guru secara langsung baik di dalam kelas maupun di luar kelas dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi masalah tersebut, perlu dilakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) melalui penggunaan alat peraga Ilmu Pengetahuan Alam (IPA). Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan menggunakan alat peraga IPA kelas III di MI Islamiyah Golantepus sehingga output hasil belajar siswa dapat tercapai. Subjek penelitian adalah siswa berjumlah 27 orang, sumber data penelitian ini diperoleh dari data kualitatif berupa data hasil observasi aktivitas guru dan siswa serta data kuantitatif berupa data tes hasil belajar siswa. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa pada siklus I diperoleh siswa yang tuntas secara individu sebanyak 13 siswa dari 27 siswa dengan ketuntasan klasikal sebesar 36% dan daya serap klasikal sebesar 63%. Sedangkan hasil perhitungan menunjukkan bahwa siklus II mengalami peningkatan dengan jumlah siswa yang tuntas secara individu sebanyak 23 siswa dari 22 orang siswa yang mengikuti pembelajaran dengan persentase ketuntasan klasikal sebesar 82% dengan daya serap klasikal sebesar 85%. Berdasarkan hasil perhitungan dan analisis, pembelajaran menggunakan alat perga IPA dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas III di MI Islamiyah Golantepus Kecamatan Mejobo Kudus. Kata Kunci: Alat Peraga IPA, Guru, Hasil Belajar, Proses Belajar , Siswa Abstract The low learning outcomes of third grade students in Madrasah Ibtidaiyah (MI) Golantepus Golantepus District Mejobo Kudus due to the lack of direct involvement of students and teachers both inside and outside the classroom in the learning process. To overcome this problem, Class Action Research (PTK) needs to be done through the use of natural science teaching aids (IPA). The purpose of this study is to improve student learning outcomes by using science class III teaching aids at MI Islamiyah Golantepus so that the output of student learning outcomes can be achieved. The research subjects were 27 students, the source of the research data was obtained from qualitative data in the form of observations of teacher and student activities and quantitative data in the form of student learning outcomes test data. The calculation results show that in the first cycle obtained by students who completed individually as many as 13 students from 27 students with classical completeness of 36% and classical absorption of 63%. While the calculation results show that the second cycle has increased with the number of students who completed individually as many as 23 students out of 22 students who took part in learning with a classical percentage of completeness of 82% with a classical absorption of 85%. Based on the results of calculations and analysis, learning to use science tools can improve the learning outcomes of third grade students at MI Islamiyah Golantepus, Mejobo Kudus District. Keywords: Science Aids, Teachers, Learning Outcomes, Learning Process, Students
Dinar Maftukh Fajar, Indi Ghozirur Rohmah
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 9-18; doi:10.35719/mass.v1i1.7

Abstract:
Abstrak Tulisan ini merupakan investigasi awal yang bertujuan menganalisis (1) eksperimen pengukuran suhu permukaan matahari menggunakan peralatan sederhana; (2) eksperimen pengaruh warna terhadap peningkatan suhu pada air akibat radiasi matahari, dan (3) peluang kedua eksperimen tersebut sebagai pengayaan materi radiasi di SMA. Pengukuran suhu permukaan matahari biasanya menggunakan spektrofotometer yang tidak tersedia di sekolah, maka diperlukan pendekatan lain agar pengukuran dapat dilakukan dengan peralatan sederhana dan dapat diajarkan pada pelajaran di kelas sebagai pengayaan. Hasil analisis menemukan bahwa pengukuran suhu permukaan matahari dapat dilakukan dengan mengukur perubahan suhu per satuan waktu pada air berwarna hitam yang dipanaskan di bawah terik matahari. Dengan mendapatkan data perubahan suhu per satuan waktu, dapat diperoleh Luminosity matahari dan selanjutnya dapat didapatkan suhu permukaan matahari. Hasil eksperimen yang dilakukan pada lokasi Bandung tanggal 24 Desember 2014 dan lokasi Jember tanggal 4 Juli 2018 mengkonfirmasi hal ini. Berturut-turut dihasilkan nilai suhu permukaan matahari sebesar 6219,78 K dengan kesalahan 7,12% dan 5530,14 K dengan kesalahan 4,2%. Hasil eksperimen juga menunjukkan bahwa warna berpengaruh terhadap peningkatan suhu pada air akibat radiasi. Warna hitam paling signifikan karena sifat warna hitam ialah menyerap panas secara sempurna. Berdasarkan analisis kelayakan, hasil eksperimen ini layak dijadikan sebagai materi pengayaan namun dengan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Kata Kunci: eksperimen sederhana, suhu permukaan matahari, pengayaan, radiasi, pengaruh warna terhadap suhu Abstract This paper presents a preliminary investigation that aims to analyze (1) the experiment measuring the surface temperature of the sun using simple equipments; (2) the experiment of the influence of color on temperature increase of water due to solar radiation, (3) and the opportunities of both experiments as enrichment material for radiation topic at physics subject in Senior High School level. This study found that the measurement of the sun's surface temperature can be administered by measuring the temperature change per unit of time on black water heated under the sun. By getting temperature change data per unit time, solar luminosity and the sun's surface temperature can be obtained. The results of experiments conducted at the Bandung location on 24 December 2014 and the Jember location on 4 July 2018 had confirmed this hypotheses. Both experiments yielded solar surface temperature values ​​of 6219,78 K with 7,12% error and 5530,14 K with 4,2% error, respectively. The experimental results also show that the color influences the temperature increase of water due to radiation. The most significant effect was black color because the nature of the black color is absorbing heat perfectly. Based on curriculum analysis, the results of this experiment are worthy of being used as enrichment material but with certain considerations. Keywords: simple experiments, surface temperature of sun, enrichment, radiation, the effect of color on temperature
Luluk Fatimah, Abdul Shofi
Indonesian Journal of Mathematics and Natural Science Education, Volume 1, pp 19-26; doi:10.35719/mass.v1i1.4

Abstract:
Abstrak Pembelajaran Kooperatif merupakan model pembelajaran yang menonjolkan aktivitas siswadalam menyelesaikan masalah. Model pemeblajaran ini juga sering digunakan pada mata pelajaran yang dianggap sulit untuk dipahami sehingga dapat digunakan untuk meningkatkan proses dan hasil belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas siswa SMP dalam proses pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Pembelajaran dilaksanakan pada bulan Agustus 2019, semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 dengan sasaran sebanyak 38 siswa kelas 9D SMP Negeri 35 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa SMP dalam proses pembelajaran kooperatif sangat baik, dengan persentase 88,6%. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa aktivitas siswa SMP dalam proses pembelajaran kooperatif pada mata pelajaran matematika termasuk ke dalam kriteria sangat baik. Kata Kunci: kooperatif, pembelajaran, matematika Abstract Cooperative learning is a learning model that emphasize student activity in solving problems. This learning model is also often used in subjects that are considered difficult to understand so that it can be used to improve the proccess and learning outcomes. The objective on this study is to find out the students’ activity during cooperative learning process in mathematics class. It is a descriptive study. The learning process was done on August 2019, with 38 students on the grade 9D, 35 State Junior High School Surabaya. Results show that students gave positive activities during the learning process, with 88.6% on percentage. In conclusion, the students’ activity during the cooperative learning process in mathematics class is very good. Keywords: cooperative, learning, mathematics
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top