Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Studi Jurnalistik: 41

(searched for: journal_id:(6076817))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Fiiki Ridho Rabbina, Ali Irfani
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 4, pp 53-66; https://doi.org/10.15408/jsj.v4i1.25850

Abstract:
The Indonesian government's decision to dissolve the Front Pembela Islam (FPI) has sparked controversy. Republika.co.id is one of the online media that intensively reported on the disbandment of FPI three days after the government's decision was delivered, which was to release 47 stories on its online site. This article aims to find out how the Republika.co.id media framed the issue concerning the history of Republika as a media that was created by the Indonesian Muslim Intellectuals Association (ICMI), one of the famous Islamic groups in Indonesia. In addition, this article also analyzes how media framing is related to media ownership to see the media's alignment with power. This article uses framing analysis by Zhongdang Pan and Gerald M. Kosicki to determine how the text strategy of media builds frames. The results show that the Republika.co.id remains critical of the government's policy of disbanding FPI as an organization even though the media owners are part of the government.
Garis Khatulistiwa, Rubiyanah Rubiyanah
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 4, pp 30-38; https://doi.org/10.15408/jsj.v4i1.25848

Abstract:
Media coverage of online prostitution is often present with sensational rather than informative news in the media room. This article aims to show how the online media Akurat.co reported continuously on the online prostitution case of an Indonesian celebrity for nine days, July 13-21, 2020. This article uses political economy theory with a critical perspective to describe how the practice of commodification of online prostitution news takes place to increase site traffic for economic gain. The results show that for nine days, Akurat.co uploaded 69 news about the issue of online prostitution on several channels. Analysis of the content shows that the media carry out commodification practices by producing sensational content and revealing the celebrity's private lives related to her prostitution case to increase news site traffic instead of giving literacy and providing the correct information about the issue.
Achmad Zaky Faiz
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 4, pp 67-78; https://doi.org/10.15408/jsj.v4i1.25851

Abstract:
This article aims to determine the relationship between the intensity of access to social media with students' perceptions of the Poetry "Doa yang Ditukar." This research uses the Stimulus-Organism-Response (S-O-R) theory, examining the correlation between stimulus exposure and objects' responses. In addition, this research also uses a survey method on 115 students of the Nadhatul Ulama community at the UIN Sunan Kalijaga Jogja Campus. The results of hypothesis testing with Pearson's Product Moment Correlation show a correlation score of 0.338 with p = 0.000 (p > 0.05), which means that there is a significant relationship in low level between the access intensity of social media and perceptions of poetry.
Mia Reva Ukhtiana, Arief Subhan, Abdul Muis Sobri
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 4, pp 39-52; https://doi.org/10.15408/jsj.v4i1.25849

Abstract:
News coverage on natural disaster issues often appears from various academic, theological, and mystical perspectives. This article explores how the reporting model developed by Detik.com, Kompas.com, and pikiranrakyat.com in writing on the megathrust tsunami issue from the perspective of science journalism and how the three media's writing differs on this issue. This article uses the constructivist paradigm and the perspective of science journalism to see an overview of the practice of producing natural disaster issues in online media. The results show that the three online portals have succeeded in providing actual and factual information about natural disaster issues scientifically and, at the same time, increasing the reader's understanding of the early-warning system. Thus, this article illustrates that media should report disasters issues scientifically so the readers will think critically and empirically and support the change of disaster approach from curative to preventive.
Fauziah Muslimah
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 4, pp 13-29; https://doi.org/10.15408/jsj.v4i1.25847

Abstract:
The presence of podcasts is a form of development of radio journalism practice in the era of convergence. This article discusses three podcast programs on Tempo media: Berita Utama Koran Tempo, Apa Kabar Tempo, and Celetuk Bahasa Tempo. This article uses a qualitative approach to examine how the play on-demand aspect as one of a podcast's characteristics works in radio journalism practices. The results show that three Tempo podcast content applies content production practices that cannot be separated from the character of radio media, such as auditive, emphasizing conversation, at a glance, and global. The article also shows that although podcasts come with the concept of play on-demand that allows listeners to re-listen to old episodes, podcasts have not succeeded in building interaction between the mass media and their listeners. Thus, interactivity as one of the characteristics of radio journalism has not been fully present in this podcast.
Indi Hikami
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 4, pp 1-12; https://doi.org/10.15408/jsj.v4i1.25846

Abstract:
Law No. 19 of 2016 electronic information and transactions has caused an overlapping issue in journalism. However, there is Law No. 40 of 1999, which regulates and guarantees press freedom. Unfortunately, many journalists have become a victim of the Law itself. Such a condition will distort Indonesia’s public sphere, where journalism is a supportive instrument. As per Foucault’s panopticon theory, the researcher sees this Law as a supervision instrument to monitor the activity of Indonesia’s press so that they do not produce such a critical news point of view and eventually threaten the authorities. This article uses a narrative approach to break down the relationship between Indonesian Electronic Information and Transactions. The result shows that this Law can either be a supervision instrument. Nevertheless, on the other hand, for journalists, this will potentially limit their freedom since the authorities see their activity as a threat to the government.
Rhoma Dy Reynaldi, Bintan Humeira
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 21-39; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i2.22984

Abstract:
Media memiliki pengaruh penting dalam meningkatkan literasi masyarakat tentang kesadaran lingkungan. Namun, pemberitaan tentang lingkungan kurang mendapatkan prioritas dibanding berita politik dan ekonomi, dan bahkan isu lingkungan lebih banyak dibingkai sebagai komoditas politik daripada literasi lingkungan.Riset ini bertujuan untuk menjelaskan bagaimana isu reklamasi pantai utara Jakarta tampil dalam media daring Kompas.com berdasarkan kategorisasi yang dominan dan fungsi pemberitaan dalam perspektif jurnalisme lingkungan hidup. Untuk itu riset ini menggunakan perspektif teori jurnalisme lingkungan dan metode analisis isi kuantitatif .Hasi riset ini menunjukkan bahwa pemberitaan reklamasi pantai Jakarta selama tahun 2016 lebih banyak ditampilkan dalam kategorisasi isu hukum dan peraturan perundangan, dan lebih banyak menggunakan fungsi informasi sebagai fungsi pemberitaan dominan. Dengan demikian riset ini menunjukkan media lebih banyak menyajikan isu lingkungan dari perspektif hukum dalam konteks politik daripada literasi tentang persoalan lingkungan. Hal ini terjadi karena tahun 2016 merupakan tahun politik menjelang Pilkada DKI Jakarta di tahun 2017 sehingga isu lingkungan lebih ditampilkan sebagai komoditas politik, minim dalam penerapan prinsip jurnalisme lingkungan.
Ali Irfani
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1, pp 37-51; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.21760

Abstract:
Reformasi Birokrasi merupakan program pemerintah yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007, tentang Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang 2005-2025, Bab IV Butir 1.2. Huruf E, Angka 35, yang menyatakan bahwa Pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, di pusat maupun di daerah agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya.Tuntutan tersebut juga menjadi keharusan bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Karena itulah, masyarakat memiliki ekspektasi tinggi akan hadirnya sebuah institusi pendidikan tinggi Islam yang comparative advantages dan center of the production of knowledge. UIN Jakarta harus membangun kinerja internal yang mendukung, baik dari sisi arah kebijakan, pelaksanaan kebijakan, sistem layanan dan sumber daya manusia. Untuk itulah, strategi komunikasi menjadi sangat penting dilakukan agar para stakeholders UIN menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan perubahan yang dilakukan.Penelitian ini menggunakan metode survey kuantitatif dengan penarikan sampling secara acak yang mewakili pejabat struktural, pengajar, mahasiswa, dan pegawai administrasi. Teknik pengumpulan dengan wawancara tatap muka menggunakan instrumen kuesioner yang bersifat tertutup (closeended question) yang dilakukan pada pertengahan mei-2017. Analisis data dilakukan secara deskriptif.Hasil penelitiaan menunjukkan, bahwa pemahaman responden pada program reformasi birokrasi cukup baik. Hal ini paling tidak dapat dilihat dari program detail yang mereka sebutkan dan ketahui. Antara lain: pelayanan publik yang harus ditingkatan, penataan struktur organisasi, peningkatan transparansi, dan akuntabilitas pegawai, reformasi birokrasi kepegawaian, reformasi birokrasi keuangan, penataansistem manajemen SDM, sertapengembangan pola karier, promosi, mutasi, dan sistem seleksi.Kemudian, tentang penilaian responden terhadap pelaksanaan reformasi birokrasi secara keseluruhan, responden menilai sudah baik, namun dengan sejumlah catatan. 80 persen bagus tapi perlu ditingkatkan pelaksanaannya, 20 persen bagus dan bisa dilanjutkan.
Sinaida Fahima, Siti Nurbaya, Kholis Ridho
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 35-47; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20052

Abstract:
Artikel ini menjelaskan apa upaya kreatif Magdalene.co dalam memperjuangkan isu perempuan melalui produk jurnalistik. Bagaimana Magdalene.co mengkonstruksi berita kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dengan menggunakan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Jurnalisme berperspektif gender adalah praktek jurnalistik yang menginformasikan atau bahkan mempermasalahkan dan atau menguatkan secara terus-menerus melalui media massa tentang adanya hubungan yang tidak setara antara laki-laki dan perempuan, atau bias gender. Dengan catatan, hal itu tanpa mengulangi perlakuan diskriminasi yang sama dengan membalas dendam kepada laki-laki.
Wanda Saphira, Rully Nasrullah, Kholis Ridho
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 1-21; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20050

Abstract:
Jurnalisme warga hadir bisa jadi sebagai dampak lanjutan dari kian pesatnya perkembangan teknologi informasi sehingga kebutuhan informasi semakin meluas, tetapi bisa juga akibat dari terbatasnya jumlah jurnalis profesional. Kompasiana adalah alternatif jawaban dari konteks kebutuhan informasi dan terbatasnya jurnalis profesional tersebut. Riset ini berupaya menjelaskan bagaimana praktik jurnalisme warga melalui komunitas virtual Kompasiana, yaitu tempat bertemunya para penulis dengan beragam latar belakang. Apa saja bentuk aktivitas keterlibatan dalam komunitas virtual Kompasiana, pertimbangan apa yang mendorong mereka berkontribusi dalam menulis artikel, opini atau peristiwa yang dipandang penting oleh warga. Maka, keterlibatan warga dalam pemberitaan dan atau informasi publik adalah budaya jurnalistik baru yang perlu mendapatkan jawaban sekaligus regulasi yang tepat.
Hana Sayyida, Kholis Ridho
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1, pp 1-13; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.21757

Abstract:
Foto documenter bertema hubungan manusia, gunung dan laut karya Rony Zakaria berjudul Men, Mountains and the Sea menurut penulis penting dikaji. Karena di dalamnya merepresentasikan tata cara hidup yang diyakini, dijalani, dan dikembangkan sebagai pandangan hidup umumnya masyarakat Jawa. Akulturasi agama dan budaya, yang diantaranya dicerminkan dari upacara keagamaannya, merupakan bukti bahwa agama tidak hadir dalam ruang yang hampa budaya. Foto dokumentasi tersebuttidak saja bernilaihistoris, tetapi juga ke depan dapat menjadi pijakan habituasi cultural bagi masa depan generasi suku Jawa.Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif melalui model analisis semiotika Roland Barthes. Yakni memberi titik tekan pada makna denotasi, konotasi, dan mitos yang ditafsirkan melalui prespektif makna budaya yang dikembangkan dalam keilmuan antropologi, sosiologi dan sejarah.Hasil analisa buku foto ini didapatkan kesimpulan bahwa manusia Jawa tidak dapat meninggalkan kelestarian alam semesta sebagai bagian dari kehadiran Tuhan di dunia. Alam semesta itu dapat berupa gunung dan laut, yang juga adalah penghidupan yang melekat dalam keseharian mereka. Meskipun pergeseran zaman telah memasuki sistem keyakinan keagamaan mereka, namun agama local tetap bertahan dan terus hidup di masyarakatnya.
Qusyairi Sazali Kuba, Bintan Humeira
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 22-34; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20051

Abstract:
Media memiliki peran signifikan dalam membangun keberpihakan terhadap disabilitas. Keseriusan media online Tempo.co dalam membangun literasi tentang disabilitas tampak dari keberadaan kanal khusus disabilitas pada laman web Tempo.co. Kanal ini merupakan sebuah bentuk perhatian sangat penting dalam konstruksi isu disabilitas yang selama ini cenderung marjinal. Artikel ini ingin menjelaskan bagaimana konstruksi dan produksi isu disabilitas dalam media Tempo.co dilihat dari relasi antara struktur dan agen dalam ruang media. Riset ini menggunakan metode campuran (mix method) yang menggabungkan analisis konten kuantitatif dan kualitatif. Hasil temuan menunjukkan bahwa media mengontruksi isu disabilitas dalam tiga kategori, yaitu isu aksesibilitas, inklusifitas dan rehabilitas. Kategori dominan yang muncul adalah inklusifitas dan aksesibilitas. Selain itu, riset ini juga menjelaskan bahwa produksi isu disabilitas di media online Tempo.co menunjukkan praktik dialektis antara media sebagai struktur dan jurnalis sebagai agen. Relasi ini tampak dari relasi struktur media yang merujuk pada nilai ideologis media Tempo.co yang berpihak pada kelompok marginal dan peran jurnalis yang bertindak sebagai pengelola kanal yang sekaligus seorang dengan disabilitas. Artinya, jurnalis tidak bertindak hanya sebagai agen produksi isu, namun sekaligus bertindak sebagai agency yang menguatkan literasi dan membangun keberpihakan terhadap disabilitas di ruang media dan ruang publik sekaligus.
Anita Yulinar, Suhaimi Suhaimi
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 77-90; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.18921

Abstract:
Penelitian ini menjelaskan bagaimana iklan IM3 Ooredoo versi #RamadhanMakinKuat menggunakan formula AIDDA (Attention, Interest, Desire, Decision dan Action). Pesan persuasif iklan IM3 Ooredoo versi #RamadhanMakinKuat mengajak pemirsa memahami pentingnya silaturahmi dan pada akhirnya memilih produk yang diiklankan. Data dikumpulkan dengan observasi melalui kegiatan menonton, mengamati adegan dan naskah. Hasil penelitian ini menguraikan bahwa iklan IM3 Ooredoo pada tahap Attention mengangkat tema menarik sesuai dengan bulan suci Ramadhan dengan topik #RamadhanMakinKuat. Selanjutnya tahap Interest membujuk audiens memerhatikan dan memahami pentingnya bersilaturahmi melalui penyampaian narasi berupa ajakan menjalin persaudaraan dengan bertelepon. Tahap Desire memunculkan hasrat melalui penggambaran cerita video iklan. Lalu Decision memberikan penawaran solusi yaitu peket internet New Freedom. Akhirnya tahap Actiondi mana audiens menggunakan paket New Freedom sebagai solusi untuk mempermudah kegiatan Ramadhan. Sedangkan metode yang digunakan yaitu Asosiasi, penyebaran melalui media sosial dan web resmi IM3 Ooredoo. Integrasi, Menggunakan kata “kita” dalam narasi iklan. Icing, penataan pesan sehingga menumbuhkan emotional appeal kepada audiens. Pay Off dengan memberikan iming-iming berupa paket New Freedom.
Ningtyas Septiani Putri, Helmi Hidayat, R. Cecep Romli
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 98-112; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i2.22988

Abstract:
Pemberitaan dinasti politik menjadi diskusi popular dan akademis dalam Pilkada serentak 2020 sejak majunya anggota keluarga Presiden dan Wakil Presiden dalam ajang kontestasi politik di Indonesia. Demikian halnya Kompas.com yang sangat intens memberitakan isu dinasti politik ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan sekaligus memilah kategori berita yang paling dominan dan sikap Kompas.com dalam mengemas pemberitaan isu dinasti politik. Metode yang digunakan adalah analisis isi dengan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan imbangnya jumlah paragraf berita yang mendukung pasangan calon berlatar dinasti politik dan sekaligus pemberitaan yang mengkritiknya, yakni sebanyak 300 paragraf dan 296 paragraf. Sedangkan sikap penulisan yang dominan adalah kategori netral yakni sebanyak 520 paragraf atau 38.23%. Dengan kata lain, meski pemberitaan media Kompas.com dapat disimpulkan independen, berimbang dan mengulasnya sesuai kebenaran factual secara kritis, tetapi Kompas.com tidak menolak adanya praktik dinasti politik tersebut terjadi dalam kontestasi pilkada serentak 2020.
Basudiwa Supraja Sangga Buana, Syamsul Rijal
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 1-20; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i2.22983

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya kasus kekerasan terhadap pers melalui serangan siber terhadap media online Tempo.co. Serangan ini menghambat jalannya kerja jurnalistik dalam menyajikan informasi untuk masyarakat. Artikel ini bertujuan mengetahui bagaimana kasus serangan siber terjadi pada Media Online Tempo.co. Selain itu, artikel ini menganalisis faktor-faktor yang memicu pihak anonim meretas situs Tempo serta bentuk- bentuk kekerasan yang terjadi dalam serangan siber tersebut. Oleh karena itu penelitian ini memfokuskan pada motif terjadinya serangan siber dan bentuk kekerasan siber terhadap Tempo.co. Dengan menggunakan teori Analisis Media Siber (AMS) yang dikembangkan oleh Rulli Nasrullah, penelitian ini menunjukkan bahwa serangan siber yang dialami Tempo dipicu oleh ulasan Tempo yang menyinggung peran influencer dan buzzer dalam mendukung kampanye RUU Cipta Kerja pada tahun 2020. Peneliti juga menemukan motif serangan tersebut disebabkan oleh kekesalan pelaku terhadap Tempo. Bentuk kekerasan di dalamnya berupa kekerasan verbal dan vandalisme digital. Di dalam tindakan pelaku juga terdapat unsur kejahatan siber jenis cyber sabotage atau sabotase media siber yang berupa pengrusakan dan mengganggu sistem jaringan situs Tempo.co. DOI: https://doi.org/10.15408/jsj.v3i2.22983
Andy Makhrian
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1, pp 25-36; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.21759

Abstract:
Education is a very important thing in human life. The progress of a nation is also determined by the progress of its education, the current education system has begun to follow the times, namely by using information technology, or information technology-based education. One of the information technology phenomena today is new media or new media. In the world of education, there is now aukonline education startup called quipper school. Quipper school tries to become the most complete online learning platform in indonesia that can be used not only for students but also for teaching staff.The only upper secondary education institution that uses quipper school media in the bengkulu city is currently state vocational high school 3. State vocational school 3 bengkulu city is a national standard school with an education system based on skills or skills. Through quipper school media teachers can provide information about lessons directly to groups of students at the same time without having to face to face directly.Thisstudyprovesthattheuseofquipperschoolmediahasasignificanteffectonthedevelopment of learning for students of smk negeri 3 kota bengkulu, then quipper school’s media display is very interesting, making students interested in using quipper school media in helping the learning process.
Almufarid Almufarid, Indah Fadhilla
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 59-76; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i2.22986

Abstract:
Selama pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan beberapa kebijakan seperti penerapan protokol kesehatan, pembatasan kegiatan masyarakat, dan aturan wajib vaksin. Akun instagram Mice Cartoon ikut merespons kebijakan yang dikeluarkan pemerintah Indonesia selama pandemi melalui komik setrip yang dibagikan dalam rentang waktu Januari sampai Agustus 2021. Sebagai produk sastra dan produk jurnalistik, komik setrip akan dianalisis menggunakan teori Semiotika Peirce yang menyoroti representamen (ikon, indeks, dan simbol), objek, interpretasi, dan makna. Bahasa dan gambar yang ditampilkan Mice Cartoon memberikan kesan sindiran atau satire atas kebijakan yang dibuat pemerintah selama pandemi di Indonesia. Sebagai salah satu media dalam jaringan yang sering memakai tanda pagar “politik santun dalam kartun”, Mice Cartoon memberikan gambaran mengenai respons dari masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Temuan dari penelitian ini adalah respons masyarakat yang kontra terhadap kebijakan pemerintah selama pandemi di Indonesia. Sebagai salah satu media komunikasi, jurnalisme satire dalam komik setrip Mice Cartoon ingin menyampaikan kritik bahwa kebijakan yang dibuat pemerintah Indonesia selama pandemi perlu dikaji ulang agar tepat sasaran.
Azwar Azwar, Rizki Pratama Putra, Uljanatunnisa Uljanatunnisa
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 48-62; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.19878

Abstract:
Pemilu 2019 menampilkan memanasnya kampanye untuk merebut hati rakyat. Banyak media berlomba mengangkat berita teraktual seputar Pileg dan Pilpres. Dalam kondisi ini, media seharusnya berpihak kepada masyarakat dan bukannya menjadi alat kekuasaan atau kepentingan tertentu. Apakah media Kumparan.com benar-benar netral? Atau malah memihak kepada salah satu paslon. Peneliti melakukan analisis mendalam terkait teks media untuk mengetahui secara jelas dan gamblang makna, ideologi, keberpihakan dan kepentingan media. Tujuannya agar publik dapat menilai dan memilah informasi yang benar. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis wacana kritis dari Norman Fairclough, sedangkan metodenya adalah deksriptif kualitaif melalui teknik Analisis Wacana Kritis (Critical Discourse Analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Kumparan.com berpihak kepada salah satu Paslon Capres dan Cawapres Jokowi-Maruf.
Robiatul Adawiyah, Fita Fathurokhmah
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 63-76; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i1.20053

Abstract:
Isu Jokowi anggota Partai Komunis Indonesia kembali muncul menjelang kontestasi pemilihan Presiden 2019. Isu ini menyebar setelah beredarnya foto di media sosial yang menampilkan Jokowi berada di podium bersama Ketua PKI D.N. Aidit yang sedang berpidato pada 1955. Terkait isu tersebut, Jokowi gencar melakukan klarifikasi di berbagai kesempatan, dan Tempo.co termasuk media online yang aktif memberitakan klarifikasi isu terkait Jokowi PKI. Artikel ini menjelaskan bagaimana Tempo.co membingkai pemberitaan klarifikasi isu Jokowi PKI. Penelitian ini menggunakan analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Model framing menggunakan empat unsur dalam membedah teks yaitu, sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pada pemberitaan klarifikasi isu Jokowi Partai Komunis Indonesia, Tempo.co mencoba “menggiring” opini publik agar sependapat dengan Tempo.co yang juga sepenuhnya sependapat dengan Jokowi. Ini terlihat dari salah satu pemberitaannya yang sepenuhnya memuat pernyataan Jokowi terkait tuduhan yang menimpa dirinya. Dari elemen kutipan sumber, tampak jelas bahwa Tempo.co condong kepada Jokowi dengan hanya memasukkan orang-orang atau narasumber yang bersimpati dan mendukung Jokowi.
Egih Supendi, Siti Nurbaya, Kholis Ridho
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 77-97; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i2.22987

Abstract:
Pandemi virus korona telah dijumpai di lebih dari 120 negara dan berita tersebut disiarkan di berbagai media. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberitaan tentang virus korona oleh televisi di Indonesia terhadap munculnya kecemasan dan upaya menjaga kesehatan. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kultivasi. Teori ini berasumsi televisi secara independen berkontribusi dalam membentuk konsepsi penontonnya dalam menilai realitas sosial. Metode penelitian yang digunakan survei kuantitatif dengan pendekatan eksplanatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Jakarta. Sampel penelitian ini diperoleh dengan teknik teknik accidental sampling dan diperoleh sebanyak 98 orang responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan terdiri dari korelasi product moment, uji regresi linear sederhana, dan uji determinasi. Hasil penelitian diketahui bahwa berita virus korona oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di televisi berpengaruh terhadap persepsi akan pentingnya proteksi kesehatan sebesar 21,2%. Sedangkan pengaruh berita virus korona terhadap kecemasan sebesar 24,6%. Dapat disimpulkan selain dampak pemberitaan terhadap kecemasan akibat pemberitaan lebih tinggi daripada proteksi kesehatan, adalah juga medium televisi masih cukup efektif mengubah pemahaman dan perilaku publik.
Yosa Yunita, Amirudin Amirudin
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1, pp 68-78; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.21762

Abstract:
Instagram merupakan media berbagi foto atau video. Instagram menggunakan foto atau video sebagai bentuk penyampaian pesan. Bentuk interaksi dalam Instagram dapat dilakukan dengan memberikan like atau komentar di dalam unggahan foto atau video pengguna Instagram. Dalam menggunakan Instagram tentu seseorang memiliki tujuan masing-masing, salah satunya menjadikan Instagram sebagai media untuk mempresentasikan dirinya. Presentasi diri merupakan upaya individu untuk menumbuhkan kesan tertentu di depan orang lain dengan cara menata perilaku agar orang lain memaknai identitas dirinya sesuai dengan apa yang ia inginkan. Penelitian ini ingin mencari tahu apakah ada hubungan antara penggunaan Instagram dengan presentasi diri mahasiswa Perguruan Tinggi Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistika korelasional. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan dokumentasi.Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori penggunaan Instagram dengan dimensi aktivitas Instagram yang dikemukakan oleh Atmoko (2012). Berdasarkan hasil penelitian, korelasi atau hubungan antara penggunaan Instagram dengan presentasi diri mahasiswa Perguruan Tinggi Tangerang Selatan kuat, dengan nilai 0,743. Adapun hasil uji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga ada hubungan antara penggunaan Instagram dengan presentasi diri mahasiswa Perguruan Tinggi TangerangSelatan.
Nani Yulianti, Bintan Humeira
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1, pp 14-24; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.21758

Abstract:
Praktik jurnalisme identik dengan tanggung jawab media mengungkap kebenaran melalui bahasa. Kelugasan bahasa dalam menyampaikan pemberitaan menjadi penting untuk menyajikan fakta secara jelas. Penggunaan satire dalam praktik penulisan berita menjadi hiburan bagi pembaca. Akan tetapi disisi lain, gaya bahasa satire yang tidak lugas menunjukkan fakta rentan terhadap munculnya interpretasi yang tidak tepat oleh pembaca. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan satiredalamkontruksi isu#2019GantiPresidendi media online Mojok.Co. Artikel ini menggunakan paradigma konstruktivis dan tehnik analisa semiotika untuk melihat bagaimana kontruksi isu yang dibangun oleh Mojok.Co tentang isu #2019GantiPresiden melalui penggunaan gaya bahasa satire. Artikel ini menunjukkan bahwa gaya bahasa satire digunakan Mojok.Co untuk menyerang kelompok pendukung isu #2019GantiPresiden secara umum, dan calon presiden yang beroposisi dengan kekuasaan. Penggunaan gaya bahasa satire sebagai praktik jurnalistik tampak jelas mengarah pada cara media membangun sentimen politik pada kelompok lain daripada menyampaikan kebenaran atas fakta.
Lukman Al-Hakim
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 3, pp 40-58; https://doi.org/10.15408/jsj.v3i2.22985

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah: mengklasifikasi para da’i dari jumlah follower tertinggi hingga follower terendahdan melihat perspektif masyarakat digital tehadap dakwah di media sosial Instagram para da’i ditengah pandemi covid-19. Penulis menggunakan teori Uses and Gratifications Wilbur Schramm 1970, yaitu khalayak dilihat sebagai individu aktif dan memiliki tujuan, bertanggung jawab dalam pemilihan media yang akan mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepuasan mereka. Terdapat tiga karakteristik dari teori ini yaitu: Interactivity, bermakna terjadi komunikasi dua arah baik da’i maupun mad’u. Demassification, bermakna kontrol sistem komunikasi bergeser dari da’i ke mad’u yaitukebebasan mad’u menerima pesan dakwah yang disampaikan da’i sesuai dengan kebutuhan mereka. Asynchroneity,bermakna kemampuan untuk menentukan waktu pengiriman dan penerimaan pesan pada waktu yang ditentukan dan aspek interpersonal seperti mengirim, menerima dan menyimpan pesan dakwah online sesuai kebutuhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus, penulis berupaya menelaah data mengenai subjek yang diteliti yaitu akun Instagram para da’i dengan observasi, wawancara follower, dokumentasi dan kepustakaan untuk menguraikan suatu kasus secara terinci. Hasil dari penelitian ini, yaitu dakwah online menggunakan Instagram ditengah pandemi covid-19 cukup efektif. Hal ini berdasarkan tingginya jumlah follower di laman media sosial Instagram para da’i serta respon positif yang diberikan follower pada kajian online ini.
Alfiah Khoiri Asyir, Siti Nurbaya
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1, pp 52-67; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.21761

Abstract:
Konvergensi media merupakan persimpangan media lama dan media baru, yang tidak saja akibat pergeseran teknologi namun juga berdampak pada pergeseran paradigma industri, budaya dan sosial. Karena itu mediamorfosis menjadi pilihan industri media dalam mempertahankan eksistensi dirinya. Moeslim Choice sebagai bagian dari media Islam turut bertransformasi sehingga mengubah strategi bisnisnya melalui situs berita online dan layanan TV streaming. Transformasi media ini menunjukkan apa yang disebut oleh Roger Fidler (1997) sebagai mediamorphosis dan atau konsep konvergensi media dari Nicholas Negroponte. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, pendekatan kualitatif dan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, telaah pustaka dan wawancara mendalam. Temuan penelitian ini menunjukkan MoeslimChoice itelah melakukan mediamorfosis dengan memperluas platformdari media cetak ke digital. Mediamorfosis dilakukan melalui koevolusi, konvergensi dan kompleksitas. Di antara tiga konsep mediamorfosis, konvergensi lah yang menjadi esensi dari perubahan yang dilakukan MoeslimChoice. Pada konvergensi kontinum yang terfokus pada ruang redaksi, MoeslimChoice telah mencakup kelima tahapannya. Meskipun pencapaian ini masih belum sempurna. Sedangkan pada konvergensi jurnalistik yang terfokus pada isi atau konten liputannya, MoeslimChoice dominan menggunakan model konvergensi newsgathering, yang mana kemampuan multitasking seorang jurnalis sangat diutamakan.
Mesi Indriyani
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 157-167; https://doi.org/10.15408/jsj.v2i2.15065

Abstract:
Perkembangan teknologi mendorong masyarakat lebih aktif serta selektif untuk mencari informasi berita di internet. Lama penggunaan internet di Indonesia terdiri dari 14,1 % selama 3 – 4 jam, 13,4 % selama 2 – 3 jam, serta 13 % selama 1 – 2 jam. Indonesia memiliki 43 ribu portal berita online, namun yang terverifikasi tidak lebih dari 100 media, yang menyebabkan banyak informasi cukup beragam tersebar di media internet. Salah satunya media online di Indonesia yakni tirto.id yang memanfaatkan data berupa foto, kutipan, rekaman peristiwa serta data statistik yang ditampilkan lewat tulisan, infografik dan video infografik. Penelitian ini menjelaskan bagaimana efektivitas penggunaan media tirto.id terhadap pemenuhan kebutuhan infomasi berita Livi Zheng. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui berefek atau tidaknya penggunaan media online sebagai pemenuhan kebutuhan informasi berita Livi Zheng. Penelitian ini menggunakan teori Uses and Gratification, dengan metode kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji korelasi variabel X (Penggunaan media online tirto.id) terhadap variabel Y (pemenuhan kebutuhan informasi) sebesar 0,451. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien determinasi didapatkan hasil 20,3 %. Hasil uji t didapatkan t hitung > t tabel yaitu t hitung 4,715 > t tabel 1,662, maka dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima. Kesimpulan penelitian ini terdapat hubungan yang tidak terlalu signifikan antara variabel X (penggunaan media online) terhadap variabel Y (pemenuhan kebutuhan informasi). Saran dari penelitian ini, media tirto.id bisa memberikan kebutuhan informasi lebih kuat dalam mengangkat suatu pemberitaan. Sehingga pembaca dapat memahami lebih baik atas topik pemberitaan yang diangkat.
Nanda Aullia Faujiah, Rubiyanah Rubiyanah
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 72-80; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i2.14576

Abstract:
Idealnya berita-berita media massa dapat menjadi sarana kritik bagi masyarakat dalam menyampaikan kegelisahan dan aspirasi mereka. Ini sejalan dengan fungsi media, yaitu to inform, to educate dan to entertain. Namun nyatanya keberpihakan pada kepentingan pemilik media justru menjadi sangat dominan, khususnya pada target keuntungan produksi. Tak jarang demi sebuah materi pemberitaan, terjadi transaksi kepentingan di antara para elit yang mencampakkan kepentingan publik. Pemberitaan tentang pro dan kontra konflik pengosongan lahan pembangunan bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di media Medcom.id merupakan salah satu contoh bagaimana kecenderungan media mengonstruksi suatu peristiwa sesuai dengan kepentingan pemilik modalnya.
Ellya Pratiwi, Kuskridho Ambardi
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 25-44; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i2.14601

Abstract:
Perubahan karakter persaingan bisnis media di era internet mengantarkan jurnalisme online pada dilema dan himpitan antara mengedepankan berita berdasarkan minat pasar (market interest) atau minat publik (public interest). Pada gilirannya, hal itu dapat berdampak pada kualitas konten berita yang diproduksi media. Penelitian ini dimaksudkan untuk mengukur kualitas berita dan kecenderungan politainment pada berita Pilpres 2019 yang dipublikasikan Detikcom dan Tribunnews.com periode 12-17 Agustus 2018.Penyajian berita politik dalam format politainment menggeser fokus utama berita Pilpres 2019, menjauhkan isi berita dari isu substantif, dan mengurangi urgensi masalah karena menonjolkan sisi menarik atau menghibur dari renik peristiwa.Dengan menggunakan metode analisis isi kuantitatif, temuan penelitian mengungkapkan terdapat empat kategori berita yang diidentifikasi dalam penelitian ini berdasarkan kriteria quality press dan politainment, antara lain berita berkualitas tanpa elemen politainment, berita politainment dengan kriteria berita berkualitas, berita politainment tanpa pemenuhan kriteria berita berkualitas, dan berita non-politainment tanpa pemenuhan kriteria berita berkualitas. Hasil penelitian juga menunjukkan adanya praktik politainment dalam berita Pilpres 2019 di Detikcom dan Tribunnews.com meskipun berita berkualitas baik mendominasi kedua media tersebut.
Yosa Yunita, Amirudin Amirudin
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.13930

Abstract:
Instagram merupakan media berbagi foto atau video. Instagram menggunakan foto atau video sebagai bentuk penyampaian pesan. Bentuk interaksi dalam Instagram dapat dilakukan dengan memberikan like atau komentar di dalam unggahan foto atau video pengguna Instagram. Dalam menggunakan Instagram tentu seseorang memiliki tujuan masing-masing, salah satunya menjadikan Instagram sebagai media untuk mempresentasikan dirinya. Presentasi diri merupakan upaya individu untuk menumbuhkan kesan tertentu di depan orang lain dengan cara menata perilaku agar orang lain memaknai identitas dirinya sesuai dengan apa yang ia inginkan. Penelitian ini ingin mencari tahu apakah ada hubungan antara penggunaan Instagram dengan presentasi diri mahasiswa Perguruan Tinggi Tangerang Selatan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis statistika korelasional. Sedangkan teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dan dokumentasi.Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teori penggunaan Instagram dengan dimensi aktivitas Instagram yang dikemukakan oleh Atmoko (2012). Berdasarkan hasil penelitian, korelasi atau hubungan antara penggunaan Instagram dengan presentasi diri mahasiswa Perguruan Tinggi Tangerang Selatan kuat, dengan nilai 0,743. Adapun hasil uji hipotesis dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Ha diterima dan Ho ditolak, sehingga ada hubungan antara penggunaan Instagram dengan presentasi diri mahasiswa Perguruan Tinggi Tangerang Selatan.
Andy Makhrian
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.13931

Abstract:
Education is a very important thing in human life. The progress of a nation is also determined by the progress of its education, the current education system has begun to follow the times, namely by using information technology, or information technology-based education. One of the information technology phenomena today is new media or new media. In the world of education, there is now a uk online education startup called quipper school. Quipper school tries to become the most complete online learning platform in indonesia that can be used not only for students but also for teaching staff.The only upper secondary education institution that uses quipper school media in the bengkulu city is currently state vocational high school 3. State vocational school 3 bengkulu city is a national standard school with an education system based on skills or skills. Through quipper school media teachers can provide information about lessons directly to groups of students at the same time without having to face to face directly. This study proves that the use of quipper school media has a significant effect on the development of learning for students of smk negeri 3 kota bengkulu, then quipper school's media display is very interesting, making students interested in using quipper school media in helping the learning process.
Dewi Rahmayuni, Helmi Hidayat
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 1-24; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i2.14568

Abstract:
Diskriminasi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia terjadi sejak masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, yang berlanjut hingga saat ini. Strategi politik devide et impera pada masa penjajahan tersebut menghasilkan warisan stigma negatif dan cenderung rasis dari pihak pribumi kepada etnis Tionghoa, dan atau sebaliknya. Kini, muncul isu baru dimana rezim pemerintahan Tiongkok melakukan persekusi terhadap etnis Uighur, mayoritas Muslim di Xinjiang, yang diberitakan oleh hampir seluruh media mainstream nasional dan internasional. Isu tersebut diduga semakin memperkeruh hubungan antara penduduk lokal dengan etnis Tionghoa di Indonesia. Di tengah kondisi demikian, secara mengejutkan didapati koran berbahasa Mandarin yang bernama Guo Ji RI Bao membantah isu tersebut. Media dari kalangan Tionghoa yang tumbuh kembang di Indonesia ini mengusung isu keragaman agama dan moderasi beragama dalam pemberitaannya, termasuk dalam hal pemberitaan mengenai konflik tersebut. Hadirnya koran ini tentu saja menjadi ‘opini pembanding’ bagi warga etnis Tionghoa di Indonesia. Koran ini mengklarifikasi bahwa kasus persekusi yang dialami oleh warga Uighur adalah berita yang tidak benar dan dilebih-lebihkan. Dan hemat penulis, isu yang disampaikan oleh media Guo Ji Ri Bao tentu saja dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjawab “bagaimana media Guo Ji Ri Bao mengonstruksi isu keragaman agama dan moderasi beragama dalam pemberitaan konflik etnis Uighur di Xinjiang?” dan “Apa saja faktor dominan yang paling berpengaruh dalam pemberitaan konfilik etnis Uyghur di Xinjiang pada media ini?”
Hana Sayyida, Kholis Ridho
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.13928

Abstract:
Foto dokumenter bertema hubungan manusia, gunung dan laut karya Rony Zakaria berjudul Men, Mountains and the Sea menurut penulis penting dikaji. Karena di dalamnya merepresentasikan tata cara hidup yang diyakini, dijalani, dan dikembangkan sebagai pandangan hidup umumnya masyarakat Jawa. Akulturasi agama dan budaya, yang diantaranya dicerminkan dari upacara keagamaannya, merupakan bukti bahwa agama tidak hadir dalam ruang yang hampa budaya. Foto dokumentasi tersebut tidak saja bernilai historis, tetapi juga ke depan dapat menjadi pijakan habituasi cultural bagi masa depan generasi suku Jawa.Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis dengan pendekatan kualitatif melalui model analisis semiotika Roland Barthes. Yakni memberi titik tekan pada makna denotasi, konotasi, dan mitos yang ditafsirkan melalui prespektif makna budaya yang dikembangkan dalam keilmuan antropologi, sosiologi dan sejarah.Hasil analisa buku foto ini didapatkan kesimpulan bahwa manusia Jawa tidak dapat meninggalkan kelestarian alam semesta sebagai bagian dari kehadiran Tuhan di dunia. Alam semesta itu dapat berupa gunung dan laut, yang juga adalah penghidupan yang melekat dalam keseharian mereka. Meskipun pergeseran zaman telah memasuki sistem keyakinan keagamaan mereka, namun agama local tetap bertahan dan terus hidup di masyarakatnya.
Azwar Azwar, Uljanatunnisa Uljanatunnisa, Siti Maryam, Supratman Supratman
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 81-92; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i2.14584

Abstract:
Pada era teknologi dan informasi saat ini, sebuah lembaga pendidikan tidak bisa tidak memanfaatkan media untuk kepentingan internal ataupun eksternal lembaga. Dengan dasar tersebut, Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) Mathlaul Anwar Cijulang, Desa Bojongkoneng, Kec. Gunung Kencana, Provinsi Banten memanfaatkan berbagai media untuk pelaksanaan pengelolaan sekolah tersebut. Kedua sekolah dengan satu managemen tersebut memiliki website dan media sosial sebagai media komunikasi. Namun sayangnya kedua media tersebut belum berjalan dengan maksimal.Oleh sebab itu, perlu adanya pengenalan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) untuk tercapainya kemandirian Informasi di sekolah tersebut. Pelatihan yang dilaksanakan oleh tim dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISIP UPN Veteran Jakarta telah berhasil membuka pemahaman guru dan tenaga kependidikan MI dan MTs Mathlaul Anwar Cijulang terkait pemenfaatan media yang baik dan benar. Selain itu guru dan tenaga kependidikan di sekolah tersebut juga sudah dibekali dengan keterampilan jurnalistik, yang bisa mereka manfaatkan untuk mengelola media internal MI dan MTs tersebut.
Umi Kulsum, Deden Mauli Darajat
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 93-115; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i2.14579

Abstract:
Kehadiran program reportase investigasi diminati penonton selain karena substansi pemberitaannya yang mendalam juga sarana kritik sosial. Di antaranya adalah episode Geliat PSK ABG Trans TV yang ditayangkan pada 8 Februari 2015, yang mengungkap praktik prostitusi di salah satu sekolah di Jawa Barat. Menariknya, guru mengetahui bahkan terlibat dalam praktik prostitusi tersebut. Artinya, kasus prostitusi saat ini tidak hanya melibatkan orang dewasa tetapi telah menyasar anak sekolah. Alasan utamanya adalah untuk memenuhi kebutuhan finansial yang tidak tercukupi, dan mirisnya hal ini menjadi hal lumrah. Selain itu tayangan yang berdurasi 15 menit ini banyak menggunakan simbol-simbol Islam, seperti penggunaan kata alim dan pelibatan wanita berjilbab.Untuk memahami wacana tersebut, penelitian ini menggunakan metode analisis wacana Teun A. Van Dijk. Metode ini menganalisis suatu wacana dilihat dari tiga level, yaitu teks, kognisi sosial dan konteks sosial. Untuk data kognisi sosial dilakukan dengan cara wawancara mendalam dengan produser tayangan tersebut, sementara konteks sosial diteliti dengan mengkaji isu yang berkembang di masyarakat. Adapun pendekatan penelitian ini adalah kualitatif-deskriptif.
Ali Irfani
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.13932

Abstract:
Reformasi Birokrasi merupakan program pemerintah yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007, tentang Rencana Pembangunan Nasional Jangka Panjang 2005-2025, Bab IV Butir 1.2. Huruf E, Angka 35, yang menyatakan bahwa Pembangunan aparatur negara dilakukan melalui reformasi birokrasi untuk meningkatkan profesionalisme aparatur negara dan untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik, di pusat maupun di daerah agar mampu mendukung keberhasilan pembangunan di bidang-bidang lainnya.Tuntutan tersebut juga menjadi keharusan bagi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta. Karena itulah, masyarakat memiliki ekspektasi tinggi akan hadirnya sebuah institusi pendidikan tinggi Islam yang comparative advantages dan center of the production of knowledge. UIN Jakarta harus membangun kinerja internal yang mendukung, baik dari sisi arah kebijakan, pelaksanaan kebijakan, sistem layanan dan sumber daya manusia. Untuk itulah, strategi komunikasi menjadi sangat penting dilakukan agar para stakeholders UIN menjadi bagian tak terpisahkan dari kegiatan perubahan yang dilakukan.Penelitian ini menggunakan metode survey-kuantitatif dengan penarikan sampling secara acak yang mewakili pejabat struktural, pengajar, mahasiswa, dan pegawai administrasi. Teknik pengumpulan dengan wawancara tatap muka menggunakan instrumen kuesioner yang bersifat tertutup (close ended question) yang dilakukan pada pertengahan mei-2017. Analisis data dilakukan secara deskriptif. Hasil penelitiaan menunjukkan, bahwa pemahaman responden pada program reformasi birokrasi cukup baik. Hal ini paling tidak dapat dilihat dari program detail yang mereka sebutkan dan ketahui. Antara lain: pelayanan publik yang harus ditingkatan, penataan struktur organisasi, peningkatan transparansi, dan akuntabilitas pegawai, reformasi birokrasi kepegawaian, reformasi birokrasi keuangan, penataan sistem manajemen SDM, serta pengembangan pola karier, promosi, mutasi, dan sistem seleksi.
Nani Yulianti, Bintan Humeira
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.13951

Abstract:
Praktik jurnalisme identik dengan tanggung jawab media mengungkap kebenaran melalui bahasa. Kelugasan bahasa dalam menyampaikan pemberitaan menjadi penting untuk menyajikan fakta secara jelas. Penggunaan satire dalam praktik penulisan berita menjadi hiburan bagi pembaca. Akan tetapi disisi lain, gaya bahasa satire yang tidak lugas menunjukkan fakta rentan terhadap munculnya interpretasi yang tidak tepat oleh pembaca. Artikel ini bertujuan untuk melihat bagaimana penggunaan satire dalam kontruksi isu #2019GantiPresiden di media online Mojok.Co. Artikel ini menggunakan paradigma konstruktivis dan tehnik analisa semiotika untuk melihat bagaimana kontruksi isu yang dibangun oleh Mojok.Co tentang isu #2019GantiPresiden melalui penggunaan gaya bahasa satire. Artikel ini menunjukkan bahwa gaya bahasa satire digunakan Mojok.Co untuk menyerang kelompok pendukung isu #2019GantiPresiden secara umum, dan calon presiden yang beroposisi dengan kekuasaan. Penggunaan gaya bahasa satire sebagai praktik jurnalistik tampak jelas mengarah pada cara media membangun sentimen politik pada kelompok lain daripada menyampaikan kebenaran atas fakta.
Alfiah Asyir, Siti Nurbaya
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 1; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i1.13949

Abstract:
Konvergensi media merupakan persimpangan media lama dan media baru, yang tidak saja akibat pergeseran teknologi namun juga berdampak pada pergeseran paradigma industri, budaya dan sosial. Karena itu mediamorfosis menjadi pilihan industri media dalam mempertahankan eksistensi dirinya. MoeslimChoice sebagai bagian dari media Islam turut bertransformasi sehingga mengubah strategi bisnisnya melalui situs berita online dan layanan TV streaming. Transformasi media ini menunjukkan apa yang disebut oleh Roger Fidler (1997) sebagai mediamorphosis dan atau konsep konvergensi media dari Nicholas Negroponte.Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivis, pendekatan kualitatif dan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, telaah pustaka dan wawancara mendalam.Temuan penelitian ini menunjukkan MoeslimChoice itelah melakukan mediamorfosis dengan memperluas platformdari media cetak ke digital. Mediamorfosis dilakukan melalui koevolusi, konvergensi dan kompleksitas. Di antara tiga konsep mediamorfosis, konvergensi lah yang menjadi esensi dari perubahan yang dilakukan MoeslimChoice. Pada konvergensi kontinum yang terfokus pada ruang redaksi, MoeslimChoice telah mencakup kelima tahapannya. Meskipun pencapaian ini masih belum sempurna. Sedangkan pada konvergensi jurnalistik yang terfokus pada isi atau konten liputannya, MoeslimChoice dominan menggunakan model konvergensi newsgathering, yang mana kemampuan multitasking seorang jurnalis sangat diutamakan.
Siti Aisyah, Umaimah Wahid
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 45-71; https://doi.org/10.15408/jsj.v1i2.14551

Abstract:
Perubahan media dalam berdakwah berlangsung seiring dengan perubahan teknologi informasi dan komunikasi berbasis internet. Aktivitas dakwah yang sebelumnya melalui mimbar-mimbar dan media konvensional bermigrasi ke media berbasis internet. Salah satu media dakwah yang memfokuskan berdakwah menggunakan media baru adalah Al-Barjah TV. Penelitian ini menggunakan teori ekonomi politik media, dan dilengkapi dengan konsep tv-streaming, media baru, dan paradigma dakwah. Pendekatan kualitatif dan metode studi kasus tipe kasus tunggal holistik, dengan teknik pengumpulan data wawancara dan observasi.Hasil penelitian menjelaskan bahwa perubahan paradigma terjadi dan mau tidak mau harus diterapkan dalam aktivitas dakwah, yang semua bersifat konvensional mengadopsi teknologi media berbasis internet. Al-Barjah TV adalah salah satu media dakwah menggunakan konsep streamingtelevision, dan ditunjang dengan menggunakan sosial media seperti facebook dan Instagram untuk memudahkan interaksi langsung dengan ummat. Perubahan paradigma media dalam berdakwah sangat disukai oleh masyarakat dan membuat proses dakwah lebih fleksibel. Interaksi dan diskusi dengan ummat juga semakin terbuka. Oleh karenanya, dalam era media baru, berdakwah tidak mungkin hanya menggunakan media lama, melainkan harus migrasi ke media baru yang juga menciptakan pasar dengan nilai ekonomi baru bagi aktivitas dakwah.
Muhammad Yudistira Meydianto
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 168-185; https://doi.org/10.15408/jsj.v2i2.16322

Abstract:
Penelitian ini dilatari adanya saling tuduh antara dua media mengenai asal mula Covid-19. New York Times (Amerika Serikat) menuduh Covid-19 berasal dari China, sedangkan Xinhua (China) menuduh sebaliknya. Bagaimana New York Times dan Xinhua.com menkonstruksi pemberitaan mengenai asal Covid-19? Penelitian ini menggunakan analisis framing Robert N. Entman, yang mengatakan bahwa framing dapat dilihat dari dua dimensi besar, yaitu: “Seleksi isu dan penonjolan aspek”. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa China menolak tuduhan Trump yang menuduh Covid-19 itu sengaja diciptakan dan berasal dari sana. New York Times mendukung pernyataan Trump, namun media ini menyalahkan Trump karena menyebarkan Covid-19 di Amerika Serikat akibat lambannya penanganan.
Denny Aprianto, Tantan Hermansah
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 116-132; https://doi.org/10.15408/jsj.v2i2.18919

Abstract:
Adanya pemberitaan tentang terorisme dengan ilustrasi bergambar wanita bercadar pada berbagai media di Indonesia telah menghasilkan stereotif pengguna cadar itu sendiri. Pengguna cadar kerap kali diasosiasikan kepada kelompok intoleran, berpaham radikal, hingga istri seorang teroris. Hesti Rika, fotografer cnnindonesia.com mencoba memberi perspektif lain tentang pengguna cadar melalui karya fotonya. Melalui foto-foto yang diambil dari berbagai momen, Hesti seperti menyampaikan pesan agar kita lebih obyektif melihat subyek pengguna cadar ini. Fotografi sudah lama menjadi medium yang cukup efisien untuk menyampaikan pesan. Melalui tiga tahap pemaknaan ala Barthes, pesan pada foto-foto Hesti yang ditampilkan pada halaman website cnnindonesia.com bisa ditafsirkan dengan melihat tanda atau simbol yang ditemukan dalam foto tersebut. Dari hasil analisis semiotika Bhartes, bisa diambil kesimpulan bahwa dalam karya fotografi Hesti Rika, terdapat beragam makna, yaitu makna aktivitas pengguna cadar yang sama seperti masyarakat pada umumnya. Akan tetapi pada foto tersebut juga terkandung makna perjuangan para pengguna cadar menghapus stigma negatif itu dengan cara mengintegrasikan diri pada lingkungan sosialnya.
Fitria Apriliyanti, Uljanatunnisa Uljanatunnisa, Azwar Azwar
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 146-156; https://doi.org/10.15408/jsj.v2i2.17643

Abstract:
Kemajuan teknologi telah memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan informasi, tidak terkecuali informasi tentang pemilihan umum atau seputar kampanye dan debat calon presiden dan wakil presiden pada tahun 2019. Melalui Kanal DetikPEMILU, portal berita Detikcom menyediakan kanal khusus tentang informasi pemilu. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh terpaan kanal DetikPemilu Detik.com Periode Februari 2019 terhadap tingkat pengetahuan pemilih pemula. Terpaan media massa dan tingkat pengetahuhan pemilu menjadi konsep yang digunakan dalam penelitan ini, sementara pendekatan kuantitatif eksplanatif merupakan metode yang dipilih untuk melihat ada tidaknya pengaruh terpaan terhadap tingkat pengetahuan pemilih pemula. Sampel pada penelitian ini adalah siswa/i kelas XII SMAN 12 Tangerang Selatan sebanyak 76 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Hasil uji pengaruh diketahui memiliki pengaruh yang dibuktikan dengan nilai Uji t 7,678 > t tabel 1,666, sehingga dapat disimpulkan Ho ditolak dan Ha diterima, yang berarti terpaan kanal DetikPEMILU periode Februari 2019 pada portal berita Detikcom berpegaruh terhadap tingkat pengetahuan pemilih pemula siswa/i kelas XII SMAN 12 Tangerang Selatan.
Rizka Maulidina, Kholis Ridho
Jurnal Studi Jurnalistik, Volume 2, pp 133-145; https://doi.org/10.15408/jsj.v2i2.18920

Abstract:
Generasi lanjutan dari immigrant digital adalah metamorphosis digital, yaitu bentuk perubahan yang biasanya dikenal dalam ilmu biologi untuk menunjukkan perubahan wujud dari kepompong menjadi kupu-kupu dan atau hewan serupa lainnya. Peneliti mengajukan pembuktian kemampuan responden mengenali berita benar dan palsu di setiap generasi. Benarkah generasi yang lebih senior lebih mampu mengenali berita palsu dibanding generasi milenial? Apakah penyebarluasan berita palsu kepada yang lain lebih banyak dilakukan generasi milenial dan sebaliknya? Populasi dalam riset ini adalah seluruh civitas akademik Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang terdiri dari seluruh dosen dan mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam dan Jurnalistik angkatan 2015. Hasilnya, konsumsi dan penyebarluasan berita hoax dapat dilakukan oleh semua generasi. Karena itu riset ini menolak kategori immigrant digital berdasarkan kategori usia atau waktu kelahiran, karena SDM digital atau metamorphosis human digital lebih ditentukan oleh kualitas yang bersangkutan dalam mengomsumsi berita dan informasi, penguasaan teknologi informasi, dan keluasan wawasan serta pengetahuannya.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top