Refine Search

New Search

Results in Journal KOMUNIKA: 25

(searched for: journal_id:(6017719))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Irfan Nugraha
KOMUNIKA, Volume 3, pp 39-50; doi:10.24042/komunika.v3i1.6059

Abstract:
Pondok Pesantren Al-Itifak, adalah salah satu pondok pesantren terkenal di Jawa Barat di bawah pimpinan K.H. Fuad Affandi. Pesantren ini dikenal sebagai pesantren Salafiyah untuk agribisnis. Sistem pengajaran memberikan nilai tambah bagi siswa dan lingkungan pesantren dengan memberikan pemahaman yang terkait dengan pertanian, dalam rangka memberikan kehidupan masa depan sehingga siswa ketika menyelesaikan Al-Quran dapat mengembangkan pengetahuan yang diperoleh selama sekolah asrama tentang pengetahuan melakukan bisnis di pertanian. Metodologi penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini penulis menggunakan Pendekatan Naturalistik.
Andi Rahmad, Mia Nurislamiah, Anton Widodo
KOMUNIKA, Volume 3, pp 1-16; doi:10.24042/komunika.v3i1.6635

Abstract:
Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui motif kepuasan yang dicari dan kepuasan yang diajukan oleh mahasiswa Komunikasi dan Penyiaran Universitas Islam Al-Ihya Kuningan Islam dalam menonton drama Korea. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan model interaktif. Dan mengumpulkan data dalam penelitian ini diperoleh melalui metode triangulasi. Sedangkan uji validitas data menggunakan teknik triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Gratifikasi yang dicari (motif) mahasiswa Komunikasi Islam dan Penyiaran di Universitas Islam Al-Ihya Kuningan adalah sebagai sarana hiburan, di mana dengan hiburan dapat melepaskan pikiran dan membuat pikiran kembali. 2) Gratifikasi yang diperoleh (kepuasan) mahasiswa Komunikasi Islam dan Penyiaran mahasiswa Universitas Islam Al-Ihya Kuningan lebih besar dari kepuasan yang dibutuhkan, sehingga pemirsa dapat puas setelah menonton drama Korea..
Umi Rojiati, Hagi Julio Salas
KOMUNIKA, Volume 3, pp 17-28; doi:10.24042/komunika.v3i1.6582

Abstract:
Novel bisa menjadi media bagi pengarang untuk menuangkan permasalahan yang terdapat pada masyarakat kemudian diceritakan kembali dan menambah imajinasi sehingga bisa menarik pembaca. Novel dikatakan indah jika memuat amanat, pesan, gagasan, dan makna yang bermanfaat bagi pembaca. Novel “Tell Your Father that I am a Moslem” yang berisi, pesan, ide, dan makna yang bermanfaat bagi pembaca. Pesan akan diungkapkan oleh teori semiotika Roland Barthes, mencakup: (a) kode hermeneutik meliputi: teka-teki, rasa kesal, prasangka, respon dari berbagai peristiwa, jawaban, dan pertanyaan; (b) kode semantik (konotasi) meliputi: makna “berpenampilan aneh dengan menggunakan penutup kepala yang lebar dan mengenakan pakaian panjang.”, “dedaunan kering berguguran”, “dosa”, “magnet dan ia sendiri ibarat logam”, “teroris yang menghipnotis pikiran dan perasaannya”, “New York serasa kelabu malam itu”; (c) kode simbolik meliputi: lambang kebijaksanaan, lambang bentuk tubuh; (d) kode proaretik (sinopsis); (e) kode gnomik (kultural) meliputi: bahasa, sejarah, dan budaya.
Faisal Muzzammil
KOMUNIKA, Volume 3, pp 51-63; doi:10.24042/komunika.v3i1.6050

Abstract:
Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Barat merupakan struktur organisasi NU di tingkat Provinsi Jawa Barat. PWNU Jawa Barat ini memiliki tingkatan kepengurusan dan susunan kepengurusan yang kompleks serta berbeda dengan organisasi pada umumnya. Penelitian tentang komunikasi internal pada organisasi PWNU Jawa Barat ini bertujuan untuk mengetahui: dimensi komunikasi internal pada PWNU Jawa Barat dan jenis komunikasi internal pada PWNU Jawa Barat. Penelitian ini berlandaskan pada kajian komunikasi internal dalam komunikasi organisasi menurut Onong Uchjana Effendy.
Muhamad Selpan Muharam Shidiq
KOMUNIKA, Volume 3, pp 29-38; doi:10.24042/komunika.v3i1.6394

Abstract:
Strategi komunikasi dakwah yang digunakan dengan tujuan untuk mengingatkan anggota dan bersifat persuasif terutama hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Strategi komunikasi dakwah dengan tujuan perenungan sekaligus sebagai bentuk pengingat. Bentuk tuturan komunikasi dakwah disampaikan dengan cara yang sederhana dan mudah dipahami. Kegiatan komunikasi dakwah melalui whatsapp group terjadwal dan memiliki konsep dakwah.
Eni Amaliah
KOMUNIKA, Volume 2, pp 128-152; doi:10.24042/komunika.v2i2.6035

Abstract:
Islamic Journalism is a series of activities in conveying messages in the form of da'wah to the public through media channels, one of them is social media. Social media was born to simplify and to be a solution for the human to penetrate the boundaries of space and time. However, excessive use of social media actually causes new problems for humans themselves. Hoax is a negative implication that we feel right now. Regrettably, people easily trust the information on social media without verifying or crosschecking the truth of the information. Islamic Journalism has offered a solution in dealing with hoaxes, of course, solutions that come from the Qur'an and the Hadith.
Anis Masruri, Fina Maulidina
KOMUNIKA, Volume 2, pp 43-64; doi:10.24042/komunika.v2i2.6028

Abstract:
This research is a qualitative descriptive study, an analysis of the humanistic psychology of bibliomania behavior experienced by students of the UIN Sunan Kalijaga Library Science. The condition where a person has an obsessive-compulsive form of excessive desire to collect books continuously. The goal of the research is to know someone's psychological desire to buy a book and feel relieved in collecting books even though not read. the main motivation in gathering lots of books is just to add to his own insight but when someone has a love and passion for reading books, then all desires related to books will be an extraordinary intellectual adventure. So it is not surprising when a person can be infected with biblicism if he has an excessive desire to buy, read, save, and enjoy books. It's better to love books and buy books naturally, if there is still a large collection of books stored and unread, then hold to buy more books. after reading a book it would be nice to give a review or some kind of ability to write from the results of reading a book. From this creative attitude, we can develop the skills and potential we have to build a civilized nation.
Muhammad Fikri Akbar, Erwin Putubasai, Asmaria Asmaria
KOMUNIKA, Volume 2, pp 111-127; doi:10.24042/komunika.v2i2.6027

Abstract:
The purpose of this study was to determine how to address communication in community development and determine the role of communication in community development. Development is often seen as a way to solve various problems that arise in society, especially in developing countries. Today, the role of communication is considered very important, especially in development. Communication and development are two interdependent things. The method used in this study uses the method or approach of the literature (library research). Studying literature or the library can be interpreted as a series of activities related to the method of collecting data from the library, reading, recording, and processing research documents (Zed, 2003). The result of communication about development is a strategy that emphasizes the need to socialize development with development actors in the form of spreading a message by a person or group to the public to change their attitudes, opinions, and behaviors to increase external progress and internal satisfaction in order to achieve development goals whose benefits can be perceived by all equally. From this, we can conclude that communication for development adheres to the principles of modernization of development, by positioning the government no higher than people who only form models of communication from top to bottom in society.
Karjoso Karjoso, Rizki Dwi Yulianto
KOMUNIKA, Volume 2, pp 65-81; doi:10.24042/komunika.v2i2.6029

Abstract:
Conventional library that only relies on human resources and resources information on paper or physical media cannot last much longer because of a very large information explosion. This is supported by the development and availability of global information infrastructure. Therefore the library must adjust to utilizing information technology in order to provide access to the widest possible information to users. Libraries must provide access to information based on digital media. The development of information technology plays a role in making the wider public access to information. Access to information is facilitated by providing a space / place to be creative for users, access to information, and sources of information needed by users. At present the function of the library has shifted from a quiet room to a meeting place for "creators" or "makers". The library becomes a meeting place (Maker Place or Maker Space) that provides easy access to information and information sources. With the makerspace, the library is no longer just a quiet space, but rather a space of expression and open for the development of creativity and problem solving that produces the product of creativity itself. Makerspace is the right choice for solution in realizing sustainable development goals. That is because the library is able to open access to information to the community, help individuals and the community to develop skills and confidence, and help improve social networking. with the ultimate goal of creating an intelligent and prosperous society for the people of Indonesia.
Khusnul Khotimah
KOMUNIKA, Volume 2, pp 82-110; doi:10.24042/komunika.v2i2.6021

Abstract:
This paper discusses the importance of prophetic librarian communication at the SunanKalijaga Yogyakarta UIN Library. Librarians as one of the professions in the midst of society alsoneed the ability to communicate and convey information to the public, especially the librarian. Aspart of UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta which is an inclusive tertiary institution, librarians arerequired to communicate with users from different backgrounds. One of the communicationmodels offered in this paper is prophetic communication, which is communication-based onprophetic characteristics. There are three main pillars in this prophetic communication, namelyhumanization, liberation, and transcendence. The implementation of the three pillars discussed inthis paper is the importance of understanding the diversity and style of language used incommunication. Effective communication can create a positive impression which then leads toloyalty in utilizing information sources contained in the library, so the purpose of the library as aninformation and education center and the source of knowledge can be realized.
Muhamad Fahrudin Yusuf
KOMUNIKA, Volume 2, pp 22-42; doi:10.24042/komunika.v2i2.6018

Abstract:
This article is the result of a research which is based on various cases of phatic communication invarious contexts, namely, industrial context, social relation context, multicultural society context,and educational context. This is a qualitative study using a case study approach. The aim of thisresearch is to describe and analyze the implications of phatic communication in improvinglearning at IAIN Salatiga. Techniques of collecting data used in this research are focused groupdiscussion (FGD), interview and observation. The research findings show that phaticcommunication between lecturer and student at IAIN Salatiga is well established in the form ofgreeting, nodding, shaking hands with kissing hands, ringing motorcycle horns while nodding head.Phatic communication also has implications in improving learning for students in all departmentsat IAIN Salatiga.
Ageng Widodo
KOMUNIKA, Volume 2, pp 1-21; doi:10.24042/komunika.v2i2.6022

Abstract:
This journal describes the implementation of values and ethics of social workers in handling drugabuse clients at Camp Assessment, Yogyakarta. Social workers as professionals in to do helpingmust be guided by values and ethics. The implementation of values and ethics of social workersapplied in the assessment camp includes several things. First, the service that prioritizes the goalto help people in need and focus on social problems. Secondly, social justice is notdistinguishing between rich and poor clients. Third, attaching importance to human relationsconsiders the client as a partner for effective and efficient treatment. Fourth, integrity andcompetence, as social workers must have the skills, knowledge, and values to do helping.However, in applying values and ethics, social workers experience a dilemma including anan imbalance between clients and social workers and then inadequate facilities.
Siti Binti
KOMUNIKA, Volume 1, pp 183-191; doi:10.24042/komunika.v1i2.4748

Abstract:
The religion that is manifested in people's lives is a social fact. As a social fact, religion is studied by sociologists using a scientific approach. The discipline of science used by sociologists in studying religious societies is called the Sociology of Religion. In a sociological perspective, religion is seen as a belief system that is manifested in certain social behaviors. It is related to human experience, both as individuals and groups, so that every behavior that is portrayed will be related to the belief system of the religious teachings that it adopts. Individual and social behavior is driven by internal forces based on religious teachings that internalize before. In this case the author relates to Islamic da'wah so that it can be found that preachers as religious broadcasters use a sociological approach to religion to spread the call to obtain perfection in religion.
Mawardi Mawardi
KOMUNIKA, Volume 1, pp 234-247; doi:10.24042/komunika.v1i2.4751

Abstract:
Pemahaman konsep kesetaraan dan keadilan gender masih sangat terbatas di semua kalangan. Kurangnya pemahaman juga terjadi di antara para perencana dan pelaksana pembangunan, yang pada gilirannya memperlambat upaya untuk mengintegrasikan konsep tersebut ke dalam kebijakan, program, dan kegiatan pembangunan. Keterbatasan pemahaman yang sama juga terjadi pada tingkat individu wanita itu sendiri, suami dan keluarga mereka. Makalah ini bertujuan untuk: (1) menyajikan kondisi umum kesetaraan dan kesetaraan gender di Indonesia; (2) mengidentifikasi dan menganalisis akar penyebab kondisi umum di poin 1; dan (3) menganalisis dan merumuskan hasil refleksi pada realisasi keadilan dan kesetaraan gender, terutama di tingkat individu dan keluarga.
Eti Hadiati
KOMUNIKA, Volume 1, pp 192-209; doi:10.24042/komunika.v1i2.4749

Abstract:
The research objective is to find out how much influence academic supervision has on the work performance of Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung Private MTs teachers. While its usefulness is expected to be useful for teachers in order to improve teacher performance related to teacher competence both pedagogical and professional competencies especially teachers of Private MTs Muhammadiyah Sukarame Bandar Lampung which can be used as a reference to improve teacher performance.
Mardiyah Mardiyah
KOMUNIKA, Volume 1, pp 210-233; doi:10.24042/komunika.v1i2.4750

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia meliputi, perencanaan, pelaksanaan, penilaian, faktor penghambat, dan pendukung yang dialami guru. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bumiharjo. Objek penelitian ini adalah implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bumiharjo. Data diperoleh melalui wawancara, angket, observasi kelas, dan analisis dokumentasi. Uji kredibilitas data yang digunakan dalam penelitian ini adalah ketekunan pengamatan dan triangulasi metode. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan model analisis Miles dan Huberman untuk diperoleh kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh pada penelitian ini adalah pendidikan karakter sudah diimplementasikan dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bumiharjo, baik dalam perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Pada tahap perencanaan pembelajaran, guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bumiharjo sudah mencantumkan nilai-nilai karakter yang akan diimplementasikan dalam pembelajaran pada silabus dan RPP. Pelaksanaan pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bumiharjo secara keseluruhan sudah mengimplementasikan nilai-nilai karakter. Penilaian pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bumiharjo berdasarkan RPP yang dibuat guru bahasa Indonesia sudah meliputi penilaian afektif. Penilaian dilakukan melalui pengamatan, soal, dan diskusi klasikal. Faktor penghambat implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bumiharjo yaitu guru mengalami kesulitan dalam memilih nilai karakter dan memadukannya dengan materi pembelajaran, menilai ketercapaian pendidikan karakter, dan media pembelajaran kurang mendukung. Faktor pendukung implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SMP Negeri 1 Bumiharjo yaitu lingkungan keluarga, warga sekolah, pergaulan siswa, kebiasaan sekolah, sarana prasarana sekolah, dan pengaturan jadwal mengajar yang runtut.
Rini Setiawati
KOMUNIKA, Volume 1, pp 174-182; doi:10.24042/komunika.v1i2.4747

Abstract:
Maintenance of orphans that exist today, especially in Indonesia is often understood by some of the general public is limited to the provision of funds donations, so that orphans who have grown up still characterless dependence on the help of others. Therefore, it takes a good concept in this case, namely the ideal concept in the maintenance of orphans who make orphans as human resources who excel and berakhlaq noble. However, there are still many problems that need to be resolved. For example, the education of orphans who often end up in 'dropouts' while education assistance for them is very much, which should orphans be able to compete in the world of academics and work sebgaimana children his age. Not to mention the problem of orphans is often the victim of violence in the community, as well as the management of orphan's very bad property in this country, so much of the wealth or social aid for missing orphans
Sumarno Sumarno
KOMUNIKA, Volume 2, pp 52-60; doi:10.24042/komunika.v2i1.4757

Abstract:
Pemeliharaan bahan perpustakaan adalah upaya untuk menjaga keselamatan buku-buku dan bahan lain dari kerusakan sehingga koleksi perpustakaan tersebut dapat berumur panjang dan dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama. Dalam pengertian pemeliharaan termasuk perawatan dan pencegahan dari kerusakan sehingga bahan pustaka itu dapat dilestarikan. UPT Perpustakaan Unila memiliki jumlah koleksi yang begitu banyak tetapi juga ada sebagian mengalami kerusakan sedangkan buku yang rusak tersebut masih diperlukan oleh pemustaka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi jumlah dan faktor-faktor kerusakan bahan pustaka, untuk mempersiapkan upaya-upaya yang dapat dilakukan Perpustakaan dalam memelihara dan melindungi bahan pustaka yang belum rusak serta untuk mengetahui pelaksanaan pemeliharaan bahan pustaka pada UPT Perpustakaan Unila. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (empiris), jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah obsevasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kerusakan bahan pustaka di UPT Perpustakaan Unila pada tahun 2016 ada dua yaitu kerusakan ringan dan berat. Kerusakan antara lain berupa : rusak ringan akibat sampul sobek sebanyak 992 eksemplar atau 55,08 %, untuk sampul lepas sebanyak 809 eksemplar atau 44,92 %. Sedangkan bahan pustaka yang mengalami rusak berat sebanyak 636 eksemplar yang terdiri dari : rusak bundel lepas sebanyak 496 eksemplar atau 77,74 %, untuk halaman lepas sebanyak 142 eksemplar atau 22,26 %. Berdasarkan no klasifikasi, rusak ringan paling banyak terdapat pada no klasifikasi 500 sedangkan rusak berat paling banyak terdapat pada no klasifikasi 300. Untuk upaya pemeliharaan bahan pustaka yang belum rusak dengan cara memberikan perlindungan fisik bahan pustaka, mensosialisasikan peraturan, tata cara ataupun sanksi baik kepada petugas maupun pengguna.
Muhammad Husaini
KOMUNIKA, Volume 2, pp 61-70; doi:10.24042/komunika.v2i1.4795

Abstract:
The rapid development of information technology (IT) supported inexpensive of infrastructure supply results in tight competition between profit and non-profit organizations. In fact, however, many of them in investment of IT supply meet the failures. Instead of increase the performance, they must be back into the manual system after release the investment. Immature in the development planning of IT and do not exist a strategic planning of information system development of organization which become information system development road map, led to these failures. The planning orientation is incomplete and it is based on the temporary demand or particular function of organization, which it result in disintegration between developed systems. Support of information system development road map contain rules, actions and management to obtain the vision and mission of organization in the development of integrated information system, is expected to minimize a potential failure. By integrated information system development road map In UIN Raden Intan Lampung it expected that the system development will moves in continuously, intended and integrated to create the competitive advantage of organization. The compilation process of integrated information system development road map is started by analysis in organization area, whether in internal or external. The analysis result is used as input in formulation of organizational IS/IT strategy. From the analysis result above, it can know the opportunity, threat and organizational potency to reach competitive advantage based on IT. By identifying critical factors which play an important rule to attain the vision and mission by IT, it can be arranged a related application portfolio to the organization. The analysis is supported by , SWOT analysis and CSF Analysis. The contribution of application portofolio which have been formed to attain organizational vision and mission must be studied. subdividing application portofolio pursuant to its contribution to attain organizational vision and mission can make application portofolio development project measured and in harmony with the condition and target of organization. subdividing application portofilo pursuant to its contribution to organization. The proposed strategy for integrated information system development in UIN Raden Intan Lampung is used an in-source development strategy. It is used to complete the previous suggested method. By the strategy, it expected that development process of integrated information system in UIN Raden Intan Lampung will provides a contribution for academic.
Agus Rifa'i
KOMUNIKA, Volume 2, pp 17-22; doi:10.24042/komunika.v2i1.4753

Abstract:
Sebagai pondasi kegiatan keilmuan universitas, keberadaan sumber daya informasi seperti database elektronik menjadi kebutuhan mendesak. Terdapat wacana tentang tidak perlunya perguruan tinggi melanggan database elektronik secara mandiri, akan tetapi cukup dilanggan oleh institusi pusat seperti Perpustakaan Nasional. Tulisan ini dimaksudkan memberikan pertimbangan terhadap perlunya penyediaan akses database elektronik secara terpusat. Dengan pelbagai pertimbangan, sebaikanya pemerintah melalui instansi terkait mesti memikirkan ulang terhadap gagasan atau ide berlangganan sumber informasi elektronik tersebut secara terpusat yang dilakukan oleh kementerian atau Perpustakaan Nasional.
Khomsahrial Romli
KOMUNIKA, Volume 2, pp 29-41; doi:10.24042/komunika.v2i1.4755

Abstract:
Orang Minang di Bandar Lampung memiliki system kekerabatan yang terdapat dalam kehidupan adat masyarakat Minangkabau yang kebanyakan bermukim di Bandar Lampung, dalam kata lain nagari adalah wilayah atau sekumpulan kampung yang dipimpin oleh seorang penghulu atau datuk (Ninik Mamak). Keberadaan negari memang merupakan hal yang penting dalam system masyarakat Minangkabau. Tidak hanya Wali Nagari sosok Ninik Mamak yang tergabung dalam Kerapatan Adat Nagari (KAN) juga sangat berpengaruh bagi keberlangsungan dan juga bagi masyarakat Nagari tersebut. Salah satunya masyarakat Minang di Bandar Lampung yang banyak masyarakat yang masih kental adat istiadatnya dimana masyarakat masih sangat mengikuti ajaran adat yang diberikan oleh petuah adat mereka. Melihat dari hal tersebut penulis juga ingin mengetahui apakah semua kaum atau masyarakat Minang di Bandar Lampung masih berpedoman pada petuah adatnya dalam bidang politik, sosial, ekonomi, hal ini ingin penulis lihat dari fenomena dimana pada masyarakat Minang di Bandar Lampung masih mempertahankan identitasnya. Tujuan tulisan ini ingin mengetahui apakah persamaan identitas ninik mamak dengan anak kemenakannya di Bandar Lampung masih mempertahankan identitasnya. Penelitian ini memberikan pengetahuan kepada masyarakat terkait dinamika identitas masyarakat Minangkabau di Bandar Lampung dan Memberikan informasi adat istiadat dan budaya Minang, dalam hal ini tentang dinamika identitas yang sesungguhnya didalam sebuah perantau.
Fitri Yanti
KOMUNIKA, Volume 2, pp 1-16; doi:10.24042/komunika.v2i1.4752

Abstract:
Salah satu perangkat komunikasi sosial adalah media tradisional, di Indonesia banyak ragam media tradisional yang masih sering digunakan masyarakat dalam menyampaikan pesan, ide, ataupun pendapat. Baik itu bentuk verbal maupun non verbal dalam hal ini tradisi yang masih berlaku yaitu tradisi IED yaitu tradisi lokal maupun tradisi baru pada saat lebaran idul fitri maupun idul adha. Aktivitas komunikasi sosial berlangsung secara alamiah tradisional dengan mengalir melewati jaringan tradisi-tradisi yang melekat dalam kehidupan masyarakat. Melalui tradisi lokal, Berkenaan dengan hal itu ada yang menarik dari tradisi lebaran masyarakat selain memang merupakan tuntutan ajaran agama, gelombang silaturrahmi pada saat lebaran umumnya meningkat. Mulai dari silaturrahmi sosial, silaturrahmi formal, sampai pada fenomena merebak silaturrahmi politis. Makna yang terkandung dari berbagai tradisi yang berkembang atau tradisi lokal bukan saja memiliki nilai lebih melainkan juga sekaligus memperkokoh komunikasi diantara sesama manusia umat pilihan Tuhan (khaira ummat). Disinilah titik penting komunikasi yang secara kultural berlangsung secara alamiah-tradisional membangun tatanan umat yang kuat. Lebih-lebih jika proses komunikasi berlangsung secara akar tradisi keagamaan
Hildawati Almah
KOMUNIKA, Volume 2, pp 42-51; doi:10.24042/komunika.v2i1.4756

Abstract:
Era globalisai menuntut adanya penguasaan teknologi informasi pada setiap orang, tetapi dengan teknologi juga banyak pihak yang tidak bertanggungjawab memanfaatkannya untuk kepentingan deskruktif. Potensi penyebaran informasi pada dunia maya (internet), justru digunakan oleh beberapa pihak untuk tujuan yang kurang baik. Inilah yang patut kita berikan pemahaman kepada masyarakat, atau membekali keterampilan bagaimana menerima informasi yang baik dan bijak. Keterampilan dalam literasi informasi ini mencakup kemampuan dalam mengidentifikasi masalah, mencari dan menemukan informasi, mensintesiskan informasi, menyusun, mengorganisir, menciptakan temuan, mengetahui kapan informasi itu dibutuhkan, mengatur, menyortir, dan mengkomunikasikan temuan informasi kepada orang lain, mengevaluasi hasil jawaban, menggunakan/memanfaatkan informasi, serta menarik pelajaran dari proses pencarian informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan, mengambil keputusan, dan mencari solusi dari suatu masalah. Peradaban masa depan adalah masyarakat informasi menjadi komoditas utama dan interaksi antar manusia sudah berbasis teknologi informasi dan komunikasi (Information and Communication Technology/ITC), maka peran Information Literacy (literasi informasi) adalah salah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh setiap orang untuk dapat bersaing di era globalisasi sekarang ini. Dalam era global saat ini, informasi telah masuk ke setiap ruang dan waktu, sehingga setiap detik informasi itu terus bertambah. Logika “histori-mediasi” membawa peran perpustakaan sebagai ruang dialog yang melampaui batas-batas ruang dan waktu. Pada aras konteks, perpustakaan pun akan melintasi pada dunia realitas dan dunia maya, dan antara dunia local dan global.
Suhaimi Suhaimi
KOMUNIKA, Volume 2, pp 23-28; doi:10.24042/komunika.v2i1.4754

Abstract:
Tolak ukur pimpinan dan manajemen untuk membangun citra adalah melalui teori reputasi. Selain itu komunikasi juga merupakan hal yang utama yang perlu dibangun. Pimpinan merupakan komunikator utama dalam membangun reputasi yang positif. Seorang pemimpin harus memiliki kredibilitas, keterhandalan, kepercayaan dan tanggung jawab sosial. Reputasi yang kuat dibangun dari tindakan sehari-hari yang konsisten, tata nilai, tidak cukup hanya dengan satu gebrakan saja, ditentukan dengan segala prioritas mengingat publik semakin kritis yang memiliki dampak yang tinggi terhadap personil dan lembaga. Reputasi dimulai dari identitas sebagai titik pertama yang tercermin melalui nama (logo) dan tampilan identitas juga berupa non-fisik, seperti nilai-nilai, filosofi, gaya kerja dan komunikasi, baik internal maupun dengan pihak luar.
Sri Ilham Nasuion
KOMUNIKA, Volume 1, pp 149-173; doi:10.24042/komunika.v1i2.4735

Abstract:
AbstrakSebagaimana lazimnya suatu sistem sosial budaya yang tidak pernah lepas dari dukungan dan keterlibatan masyarakatnya, suatu komunitas kelompok etnik dalam suatu wilayah tertentu akan membentuk kebudayaannya yang sekaligus akan mewakili dan menjadi identitas keseluruhan masyarakat itu sendiri. Geertz (dalam Abdullah,1996) menyebutkan bahwa jika dipahami kebudayaan meru­pakan jaring-jaring makna yang dirajut oleh manusia, harus dipahami pula bahwa tidak semua orang dalam suatu komunitas ikut merajut jaring-jaring makna tersebut. Hal ini mengandung pengertian bahwa tidak semua orang dalam masyarakat itu ikut membentuk atau mendukung kebudayaan dalam komunitasnya. Ada tidaknya keterlibatan Individu maupun suatu kelompok dalam pembentukan atau dukungan terhadap suatu kebudayaan pada suatu masyarakat, secara nyata dapat dilihat pada masyarakat migran suatu kelompok etnik tertentu di tempatnya yang baru. Dalam posisi sebagai pendatang, patut dicermati bagaimana keterlibatan mereka dalam proses pembentukan makna kebudayaan yang ada di tempat yang baru itu. Selain itu apakah mereka secara individual maupun kelompok ikut terwakili dalam konteks pemaknaan kebudayaan yang telah ada.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top