Refine Search

New Search

Results in Journal BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar: 31

(searched for: journal_id:(5987189))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Awaludin Akbar Lalu
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 40-53; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.578

Abstract:
Pengaruh Program Maulana Terhadap Profesionalisme Guru Dan Kemampuan Literasi Dasar Siswa OlehLalu Awaludin AkbarProdi Pendidikan Guru Madrasah IbtidaiyahEmail: [email protected] AbstrakPenelitian ini dilakukan untuk menjawab pertanyaan mengenai pengaruh program maulana terhadap profesionalisme guru dan kemampuan literasi dasar siswa pada madrasah sasaran program. Penelitian ini melibtkan guru-guru kelas 1, 2, dan 3 sebanyak 18 orang dan siswa kelas 1, 2, dan 3 yang berjumlah 303 orang. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya perubahan profesionalisme guru menjadi lebih baik khususnya dalam pengelolaan pembelajaran sehingga terjadi perubahan level kemampuan literasi dasar siswa dari yang sebelumnya pada bulan Juli + 50,2% siswa berada pada kemampuan level pemula dan huruf turun menjadi 23,1% pada bulan November, siswa dengan kemampuan level kata dan kalimat pada bulan Juli + 34,3% meningkat menjadi + 43,5% pada bulan November, dan siswa dengan level kemampuan paragraf & cerita + 15,5% pada bulan Juli meningkat menjadi 33,3% pada bulan November. Hasil penelitian ini juga mengungkapkan adanya perbedaan kemampuan literasi dasar antara siswa laki-laki dan perempuan. Kata Kunci: Program Maulana; Profesionalisme guru; Kemampuan Literasi Dasar
Ahmad Hulaimi
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 25-39; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.581

Abstract:
Pembelajaran adalah aktivitas di kelas yang dilakukan oleh guru dengan peserta didik sehingga menimbulkan interaksi baik antara guru, peserta didik, sumber belajar dan lingkungan yang ada, sehingga peserta didik tidak hanya menjadi obyek tapi aktor, begitu juga denga guru tidak hanya satu-satunya sumber belajar, tapi lebih kepada penunjuk, pengarah dan pendidik. Pembelajaran tersebut akan efektif apabila disertai dengan penguasaan metode pembelajaran yang baik bagi guru. Ada pepatah pendidikan yang sering kita dengar, yakni : Materi pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi metode pembelajaran jauh lebih penting dari pada materi pembelajaran; Metode pembelajaran adalah sesuatu yang penting, tetapi guru jauh lebih penting dari pada metode pembelajaran; Guru adalah sesuatu yang penting, tetapi jiwa guru jauh lebih penting dari seorang guru itu sendiri. Pernyataan tersebut menunjukkan urgensinya metode dalam pembelajaran, begitu juga dengan gurunya karena core learning ada pada guru itu sendiri, tapi jika guru kurang menguasai metode pembelajaran, maka bisa dipastikan pembelajaran tersebut akan monoton dan menyebabkan siswa akan bosan dalam belajar. Metode ABaBta merupakan metode yang dipergunakan oleh guru dalam pembelajaran anak didik di tingkat dasar MI/SD. ABaBta singkatan dari (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) adalah akronim dari konsep pembelajaran yang ada dalam pendidikan pondok pesantren di Lombok Timur yakni Adabte (bahasa sasak : perilaku kita). Makna inilah yang menginspirasi terbentuknya metode ABaBta yang akan digunakan dalam pembelajaran literasi di Madrasah Ibtidaiyah yang ada di Kabupaten Lombok Timur. Dalam beberapa studi pendahuluan ditemukan tingkat literasi dasar di Madrasah Ibtidaiyah di Kabupaten Lombok Timur masih tinggi yang mencakup literasi baca-tulis khususnya di kelas rendah yakni kelas 1 s/d 3, hal ini menjadi problem pendidikan karena baca-tulis saja sudah bermasalah apalagi pada tingkatan selanjutnya. Persoalan tersebut disebabkan banyak faktor salah satunya adalah pendekatan dan penggunaan metode dalam pembelajaran yang belum efektif diterapkna oleh guru. Dalam studi ini peneliti ingin menggali dan melihat bagaimana studi efektifitas metode ABaBta dalam pembelajaran literasi siswa kelas rendah MI Lombok Timur.
Dewi Rohiani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 13-24; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.583

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis kesulitan fungsional belajar yang dialami oleh peserta didik MI Kabupaten Lombok Timur, langkah-langkah penanganan/layanan pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru dan pihak madrasah, serta dampak penanganan/layanan pembelajaran guru terhadap perkembangan fungsional belajar peserta didik. Metode penelitian menggunakan deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di 40 Madrasah Ibtida’iyah di Lombok Timur pada bulan Juni 2021. Subjek penelitian ini ialah seluruh peserta didik kelas 1 s/d 3 berjumlah 1.923 peserta didik. Penelitian ini menggunakan 2 instrumen yaitu Profil Belajar Siswa (PBS) dan pedoman wawancara dengan guru. Validasi data menggunakan informant review, analisis data menggunakan reduksi data, sajian data, dan menarik kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian bahwa peserta didik yang teridentifikasi memiliki kesulitan fungsional belajar dalam pembelajaran literasi dasar yaitu 163 peserta didik atau 8.48%. dengan rincian kesulitan sebagai berikut: 1) kesulitan penglihatan 2,45%; 2) kesulitan pendengaran 3,07%; 3) kesulitan motorik kasar 2,45%; 4) kesulitan motorik halus 3,07%; 5) kesulitan berbicara 52%; 6) kesulitan belajar spesifik 62,58%; 7) kesulitan mengontor perilaku 4,29%; 8) kesulitan mengontrol emosi 6,13%; 9) kesulitan ganda 10,43%. Jumlah laki-laki 119 dan perempuan 44 peserta didik, sehingga dapat disimpulkan bahwa peserta didik laki-laki lebih banyak mengalami kesulitan fungsional belajar dibandingkan perempuan. Langkah penanganan yang dilakukan ialah peserta didik dikelompokkan berdasarkan level kemampuannya serta melibatkan guru pendamping, relawan literasi dan fasilitator daerah. Dampak dari penanganan tersebut secara akademik meningkat terutama pada kognitif, sikap dan perilaku serta sosial-emosinya berkembang.
Siti Nurul Fitriani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 4, pp 69-78; https://doi.org/10.37216/badaa.v4i1.580

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan literasi dengan menggunakan metode ADaBta (Amati, Dengar, Baca, dan Ceritakan) melalui pendekatan TaRL (Teaching at the Right Level) pada siswa kelas rendah 40 MI yang menjadi sasaran program maulana Lombok Timur. Penelitian ini diharapkan bisa memberikan kontribusi kepada pihak kampus sebagai mitra INOVASI dalam mengatasi masalah literasi di Nusa Tenggara Barat, khsususnya di Lombok Timur. Objek penelitian ini adalah semua siswa kelas rendah di 40 MI di 5 Kecamatan Lombok Timur yang menerapkan program literasi Maulana yaitu Kecamatan Selong, Suralaga, Sukamulia, Masbagik dan Labuhan Haji. Jumlah sampel penelitiannya 156 orang siswa yang mengalami kesulitan belajar, Siswa perempuan berjumlah 41 orang dan siswa laki-laki berjumlah 119 orang. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen semu dengan desain one group pretest – posttest design. Teknik penelitian ini akan menggunakan tes dan nontes (Instrumen Assesment Literasi, Observasi, dan metode AdaBta serta pendekatan TaRL). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada 65 orang atau 42% tidak mengalami peningkatan level kemampuan membaca dan 91 orang atau 58% mengalami peningkatan level kemampuan membaca.
Elfa Yuliana, Saepul Bahri
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 219-228; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.361

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi, dan apa saja faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi belajar dengan pemanfaatan e-learning pada masa pandemi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian guru dan siswa. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data diuji dengan menggunakan triangulasi sumber, yaitu memeriksa kembali data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi di Sekolah Dasar Negeri 2 Kembang Kerang didasari atas ketidak bolehan dalam melakukan pembelajaran secara langsung pada masa pandemi covid 19 atau virus corona (2) Faktor-faktor pendukung dan penghambat dalam penerapan strategi belajar dengan pemanfaatan e-learning pada masa pandemi, adapun faktor pendorong strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning pada masa pandemi yaitu: motivasi dalam penggunaan dan pengaplikasian internet sangat besar dalam melakukan pembelajaran, baik dari kepala sekolah, guru, maupun siswa, sarana prasarana yang dimiliki sudah lumayan untuk penerapan e-learning. Faktor penghambat: terbatasnya kemampuan guru dalam mengaplikasikan pembelajaran e-learning di sekolah, sumber daya manusia yang belum optimal dalam penerapan strategi belajar dengan memanfaatkan e-learning, belum adanya website e-learning, dan kesadaran semua pihak dalam pentingnya pembelajaran e-learning dalam memajukan pendidikan di sekolah masih sedikit.
Siti Nurul Fitriani, Baiq Zunnur’Aeni Yusmayani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 195-210; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.386

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui relevansi bahan ajar dengan standar isi kurikulum MI/SD Kelas V pada tema organ gerak hewan dan manusia terbitan citra pustaka. Agar tidak terjadi permasalahan di masa mendatang, buku ajar harus sesuai dengan kurikulum yang berlaku saat ini yaitu sesuai dengan Stadar Isi Kurikulum MI/SD yang disebutkan dalam Standar Nasional Pendidikan (SNP). Adapun jenis penelitian yang digunakan yaitu Library Research (Penelitian Kepustakaan) dengan 2 sumber data, data primer dan sekunder. Data primer, yang merupakan sumber utama penelitian ini yaitu buku ajar kelas V MI/D Semester 1 terbitan Citra Pustaka, sedangkan data sekunder yang berasal dari berbagai sumber bacaan seperti jurnal-jurnal, buku, artikel, dan blog di internet yang berkaitan dengan kajian peneliti. Analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman, dengan cara menganalisis data dengan mereduksi, display dan menggambarkan kesimpulan, Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa isi dari buku ajar kelas V terbitan citra pustaka sudah sesuai dengan Standar isi Kurikulum MI/SD (Standar Kompetensi Lulusan (SKL) dari kompetensi inti dan kompetensi dasarnya) walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa masih terdapat kekurangan-kekurangan namun buku ini sudah memenuhi unsure-unsur yang terdapat pada standar kurikulum 2013.
Megawati Mahalil Asna, Sekolah Tinggi Agama Islam Sabilul Muttaqin Mojokerto
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 211-218; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.384

Abstract:
Penelitian ini merupakan upaya untuk meningkatkan pemahaman Siswa Kelas IV MI Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang Kabupaten Malang padamateri Hijrah Nabi Muhammad saw ke Yatsrib Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam semester 2. Pertanyaan utama yang ingin di jawab pada penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah proses penggunaan Media Story Boo kpadapembelajaran SKI MateriHijrahNabi Muhammad saw ke Yatsrib pada Siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang ? (2) bagaimana peningkatan pemahaman Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) melalui media Story Book pada SiswaKelas IV Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah Kasembon Bulu lawang Kabupaten Malang? Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka penelitian ini menggunakan pendekatan dengan penelitian tindakan kelas. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan tanggal 03 September 2020 sampai 10 Oktober 2020 dan terdiri dari 2 siklus dan satu siklus terdiri atas dua jam pelajaran atau satu kali pertemuan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa dalam penyampaian materi sebelumnya guru menyampaikan materi HijrahNabi Muhammad saw ke Yatsrib matapelajaran Sejarah Kebudayaan Islam sebelumnya menggunakan metode ceramah yakni guru menyampaikan dengan ceramah dan siswa hanya mendengarkan dengan hanya sesekali di beri kesempatan untuk bertanya. Pemahaman siswa tentang materi Isra’ Mi’raj yang di ajarkan dengan metode ceramah sangat rendah. Dari hasil tesulangan harian siswa, dari jumlah 32 siswa hanya sekitar 8 siswa (31%) yang mampu memahami materi Isra’ Mi’raj dan memperoleh hasil yang maksimal atau mencapai batas ketuntasan belajar minimal mereka. Sedangkan sisanya (65%) sekitar 28 siswa memperoleh rata-rata nilai di bawah 60.
, Cicilia Ika Rahayu Nita, Adelya Mega Insan Putri
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 137-146; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.388

Abstract:
Gerakan literasi dilakukan dengan cara membaca buku selain mata pelajaran dalam waktu lima belas menit sebelum melaksanakan kegiatan pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan ensiklopedia tata surya yang valid, praktis, dan efektif. Penelitian ini adalah penelitian R&D (Research and Development) dengan metode penelitian ADDIE dengan empat tahapan yaitu analisis, desain, pengembangan, dan implementasi. Dalam metode ini tahapan evaluasi tidak dilakukan atas dasar keterbatasan waktu penelitian. Langkah yang terdapat dalam penelitian berikut berupa analisis kebutuhan, proses kerangka desain, pengembangan instrumen validasi oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, serta implementasi ensiklopedia kepada 10 orang siswa dalam uji lapangan serta guru wali kelas III SDN Sukun 1 Malang. Hasil penelitian diperoleh rata-rata validasi oleh ahli media sebesar 92% layak digunakan, dari ahli materi sebesar 96% layak digunakan, dan dari ahli bahasa sebesar 93% layak digunakan. Sedangkan, kepraktisan ensiklopedia tata surya dari guru sebesar 80% dan siswa kelas III sebesar 87%. Uji keefektifan sebesar 81% yang menunjukkan bahwa modul efektif untuk digunakan.
Muhammad Iqbal Ansari, Abdul Hafiz, Nurul Hikmah
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 180-194; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.359

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin, serta mendeskripsikan faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif jenis studi kasus dengan subjek guru koordinator, wali kelas, dan kepala sekolah. Teknis analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Peneliti menggunakan triangulasi teknik dan triangulasi sumber untuk memperoleh keabsahan data. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin bahwa: 1) Perencanaan, siswa SDIT Nurul Fikri Banjarmasin mampu menghafal Al-Qur’an yaitu juz 29 dan 30. Sistem pembelajaran yang dilakukan dalam kelas dengan dipimpin oleh wali kelas, pembelajaran dilakukan setiap hari senin-jum’at dengan alokasi 2 JP/hari. 2) Pelaksanaan, kegiatan pembelajaran terdiri dari kegiatan pembukaan, inti, dan penutup. 3) Evaluasi, dilakukan dengan evaluasi formatif dan sumatif. Evaluasi formatif dilaksanakan setiap selesai pembelajaran dengan menyetorkan hafalan di setiap pertemuan, sedangkan sumatif dilaksanakan di akhir semester dengan menyetorkan hafalan satu surah secara langsung. Tiga aspek penilaian yaitu aspek kelancaran, makharijul huruf, dan tajwid. Faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran tahfidz Al-Qur’an melalui metode Wafa di SDIT Nurul Fikri Banjarmasin terdiri dari: 1) Faktor-faktor Pendukung yaitu faktor guru, dukungan orangtua, sarana dan prasarana, serta lingkungan. 2) Faktor-faktor penghambat yaitu faktor siswa dan kerjasama orangtua
Annor Saputra, Ahmad Rifa'i
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 164-179; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.382

Abstract:
Pembelajaran akidah akhlak termasuk faktor penting dalam pendidikan anak, kemunduran anak di sekolah sering disebabkan oleh keadaan pembelajaran di sekolah. Melalui pembelajaran akidah akhlak maka akan sangat membantu anak untuk berperilaku baik atau berakhlakul karimah. Baik buruknya pembelajaran akidah akhlak turut mempengaruhi terhadap perilaku siswa, karena sekolah ikut serta dalam upaya membentuk karakter seorang anak. Dalam penelitian ini, metode yang digunakan adalah menggunakan metode kuantitatif, dan teknik pengambilan datanya dilakukan dengan angket atau kuesioner. Sedangkan teknik analisis datanya melalui pendekatan statistik regresi. Berdasarkan hasil analisis data maka diperoleh hasil bahwa analisis pengolahan data yang terkumpul dari nilai variabel pembelajaran akidah akhlak dan karakter disiplin siswa dengan menggunakan teknik regresi, untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh pembelajaran akidah akhlak terhadap karakter disiplin siswa yang di variabelkan menjadi X dan Y sehingga diketahui hasil perhitungannya. Selanjutnya dilakukan pembuktian analisis uji hipotesis yaitu dengan menggunakan program SPSS versi22.0 for windows dan didapatkan nilai r 0,976 dan nilai 0,954 yang berarti hasil perhitungan yang telah diketahui bahwa pengaruh pembelajaran akidah akhlak terhadap karakter disiplin siswa mencapai 95,4%, dengan kata lain karakter disiplin siswa MI Darul Falah Pematang Benteng Hilir dipengaruhi oleh pembelajaran akidah akhlaksebesar 95,4%, sedangkan yang 4,6% lagi yaitu karakter disiplin siswa dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya baik dari dalam siswa itu sendiri maupun dari luar siswa itu sendiri. Dengan nilai signifikan 0,000 < 0,05 maka hal ini menunjukkan bahwa adanya regresi antara variabel X dan variabel Y. Maka dapat di simpulkan bahwa pembelajaran akidah akhlak memiliki pengaruh yang signifikan dengan karakter disiplin siswa
Dewi Rohiani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 147-163; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.385

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh informasi atau data tentang standar proses dalam kaitan dengan impelementasi kurikulum 2013 di sekolah dasar yang terkategori sekolah favorit dengan sekolah biasa, kaitannya dengan perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran. Proses pembelajaran yang diharapkan pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi, peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Dalam penelitian ini menggunakan 8 sampel yaitu 4 sekolah favorite dan 4 sekolah biasa. Dari hasil penelitian bahwa skor tiap-tiap komponen terdapat perbedaan nilai, artinya sekolah favorit memperoleh nilai lebih tinggi yaitu pada perencanaan rata-rata 87,50 dan pelaksanaan pembelajaran rata-rata 86,90. Sedangkan sekolah biasa pada perencanaan mendapat rata-rata 80,78 dan pelaksanaan pembelajaran rata-rata 83,36. Berdasarkan hasil analisis tersebut bahwa sekolah favorit maupun sekolah biasa sama-sama memperoleh kualifikasi Baik
Riska Nur Aulia, Ida Sulistyawati, Susi Hermin Rusminati
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 125-136; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i2.358

Abstract:
Media yang menggabungkan dua unsur sekaligus yaitu media audio dimana menggunakan unsur suara yang melibatkan indera pendegaran dan media visul yang menggunakan unsur gambar yang melibatkan indera penglihatan disebut media audio visual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada hubungan antara media audio visul dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1. Metode dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik kelas IV SD Negeri Belahantengah Mojokerto yang berjumlah 31 peserta didik dengan teknik sampel jenuh. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan tes. Adapun teknik analisis data yang digunakan yakni uji normalitas, uji linieritas, dan uji korelasi. Hasil uji korelasi menghasilkan adanya korelasi media audio visual dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1. Hal ini berdasarkan uji korelasi dengan menggunakan bantuan spss diketahui rhitung > rtabel yaitu 0,831 > 0,355. Dengan taraf signifikasi (Sig) . Sehingga hipotesis Ha yang menyatakan terdapat korelasi antara media audio visual dengan hasil belajar kelas IV tema 3 subtema 1 pembelajaran 1 dapat diterima.
Nuril Nuzulia
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 1-20; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i1.284

Abstract:
Pendidikan karakter sendiri merupakan usaha untuk mendidik anak agar mereka dapat mengambil keputusan dengan bijak dan mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka dapat memberikan kontribusi yang positif kepada lingkungannya. Berbagai cara dilakukan untuk memberikan kemudahan dalam mendapatkan pendidikan karakter, salah satu caranya melalui pengembangan lagu anak. Dalam hal ini pengembang mengembangkan lagu anak dengan mengubah lirik yang didalamnya terdapat unsur materi pelajaran. Dalam pengembangan lagu ini, pengembang menggunakan model desain pengembangan Borg & Gall. Pengembangan ini menghasilkan lagu sebagai media pendidikan karakter siswa kelas 1 SDN Purwantoro 01 Malang. Produk pengembangan ini diuji cobakan melalui beberapa tahap secara berurutan yakni (1) validasi ahli materi, (2) validasi ahli media, (3) validasi menurut guru, (4) uji coba lapangan. Tanggapan penilaian ahli materi terhadap pengembangan lagu adalah 86 % dengan kualifikasi sangat baik. Tanggapan penilaian ahli media terhadap pengembangan lagu adalah 92 % dengan kualifikasi sangat baik. Tanggapan penilaian ahli pembelajaran terhadap pengembangan lagu adalah 96 % dengan kualifikasi sangat baik. Tanggapan penilaian uji coba lapangan terhadap pengembangan lagu adalah 88 % dengan kualifikasi sangat baik. Dengan demikian, pengembangan lagu sebagai media pendidikan karakter ini dapat membantu meningkatkan keefektifan dan kemenarikan pembelajaran dan membantu mempermudah siswa dalam membentuk karakter islami.
Mardiah Mardiah, Ahmad Rifa'i
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 35-64; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i1.288

Abstract:
Penelitian ini dilatar belakangi adanya siswa yang mengalami kesulitan pada pelajaran matematika dan nilai yang tidak mencapai standar KKM. Penelitian ini mengemukakan tentang peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas 5 di MI Ummul Qura. Penelitian ini meneliti “Bagaimana peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika kelas 5 di MI Ummul Qura dan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi kesulitan siswa pada mata pelajaran matematika kelas 5 di MI Ummul Qura.” Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode pengamatan atau observasi, wawancara atau interview, dan dokumentasi. Proses analisis data yakni dengan menelaah seluruh data dari hasil observasi, hasil wawancara, dan dokumenter yang berhubungan dengan pembelajaran matematika, pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan cara keikutsertaan peneliti. Hasil temuan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa peran guru dalam mengatasi kesulitan belajar siswa pada mata pelajaran matematika di MI Ummul Qura adalah sudah sesuai dengan teori-teori yang telah dipaparkan. Guru menjalankan dengan baik perannya sebagai demonstrator, pengelola kelas, motivator, mediator, fasilitator, dan evaluator. Sedangkan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan siswa pada mata pelajaran matematika di MI Ummul Qura terdiri dari faktor internal yang meliputi, minat, kecerdasan atau intelegensi siswa, kemauan belajar, dan kondisi tubuh. Adapun faktor eksternal meliputi, Lingkungan dan teman sebaya, media massa atau teknologi, suasana pengajaran, dan lingkungan keluarga
Sandy Ermanda, Nunung Ariandani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 98-107; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i1.289

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui langkah-langkah pengembangan bahan ajar IPA berbasis lingkungan, untuk mengetahui hasil pengembangan bahan ajar IPA berbasis lingkungan dan untuk mengetahui pengaruh penggunaan bahan ajar berbasis lingkungan terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam siswa kelas IV Sekolah Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan mengadopsi model pengembangan Borg and Gall yang terdiri dari 7 tahapan yang disederhanakan yaitu analisis kebutuhan, desain, pembuatan prototype bahan ajar, uji coba bahan ajar, revisi bahan ajar, penerapan bahan ajar dan revisi terakhir.penelitian pengembangan ini menggunakan desain uji coba one group pretes-posttes desaign. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 3 Jenggik sebanyak 23 siswa yang terdiri dari 10 orang siswa laki-laki dan 13 orang siswa perempuan. Data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah data kualitatif dan kuantitatif.Instrument pengumpulan data meliputi tes dan angket respon siswa.Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah skala empat untuk validasi bahan ajar dan thitung untuk mengetahui pengaruh bahan ajar terhadap hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan suatu peningkatan hasil posstes siswa meningkat dibandingkan hasil pretes yaitu sebelum menggunakan bahan ajar IPA berbasis lingkungan dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil posttes siswa pada uji coba lapanganyang dilaksanakan di SDN 3 Jenggik diperoleh rata-rata nilai siswa 75,21, dengan ketuntasan klasikal 82,6%. Sedangkan hasil pretes siswa diperoleh nilai rata-rata 61,52,dengan ketuntasan klasikal 43,47%. Sementara respon siswa terhadap bahan ajar IPA berbasis lingkungan dikategorikan tinggi yaitu dengan rata-rata 83,12 yang berada pada rentang skor 85,27 > X ≥ 83,12. Pengaruh bahan ajar IPA berbasis lingkungan terhadap hasil belajar IPA siswa dianalisis menggunakan thitung.Diperoleh hasil thitung 12,015, kemudian dibandingkan dengan hasil ttabel dengan taraf signifikan 5%, yaitu 12,015 berbanding 1,721.Berdasarkan hasil perbandingan nilai thitung dengan ttabel pada skala kecil dan besar, diperoleh nilai thitung lebih besar dari ttabel, maka bahan ajar IPA berbasis lingkungan sebagai produk hasil pengembangan dikatakan berpengaruh terhadap hasil belajar IPA siswa.
Elfa Yuliana, Ainul Hidayah
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 21-34; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i1.290

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan model pembelajaran critical incident berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar siswa pada mata pelajaran aqidah akhlak kelas III MI NW Dames tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimental Design (eksperimen semu) dengan menggunakan model Non Equivalen Control Group Design. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan tes pilihan ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas III MI NW Dames, dan sampel penelitian ini adalah kelas IIIA sebagai kelas eksperimen dan kelas IIIB sebagai kelas kontrol. Teknik analisis yang digunakan untuk uji hipotesis adalah uji-t. Hasil analisis menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata skor prestasi belajar Akidah Akhlak kelas eksperimen dan kelas kontrol yaitu X = 83,73 > X = 72,73. Dengan menggunakan uji-t diperoleh hasil thitung = 2,857 > ttabel (0,05)= 2,048, dengan taraf signifikansi 5% (0,05) dan dk (n1 + n2 – 2 = 15 + 15 – 2) = 28, maka Ho ditolak dan Ha diterima, itu berarti model pembelajaran critical incident berpengaruh positif dan signifikan terhadap prestasi belajar aqidah akhlak siswa kelas III MI NW Dames tahun pelajaran 2019/2020. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang positif dan signifikan prestasi belajar aqidah akhlak siswa antara kelas siswa yang menggunakan model pembelajaran critical incident (kelas IIIA) dan kelas siswa yang menggunakan model pembelajaran yang konvensional (kelas IIIB)
Baiq Halimatuzzuhrotulani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 65-85; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i1.286

Abstract:
Berdasarkan deskripsi hasil penelitian tindakan kelas yang meliputi sejumlah data yang telah dianalisis, dapat disimpulkan bahwa dalam siklus I dan II penggunaan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam diskusi dan motivasi belajar siswa baik secara kelompok maupun individu siswa Kelas 6 SD Negeri 2 Suralaga tahun pelajaran 2019/2020. Pembelajaran dengan mengunakan strategi pembelajaran berbasis masalah lebih baik dari pada metode yang lainnya sehingga dapat menigkatkan kemampuan berbicara siswa dalam diskusi yang merupakan suatu metode dimulai dengan mencari data sampai dengan menarik simpulan yang banyak menimbulkan kegiatan belajar siswa lebih optimal baik secara individu maupun secara kelompok di dalam memecahkan suatu masalah. Pada aktivitas siswa mengalami peningkatan mulai dari, memperhatikan penjelasan guru, berdiskusi antara siswa mengenai tugas materi, menyajikan hasil diskusi, memberikan kesempatan orang lain berbicara, pendalaman siswa terhadap materi wawancara, tanya jawab antara guru dengan siswa, siswa dengan siswa dan meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Metode ini sangat tepat digunakan dalam pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan berbicara siswa. Sedangkan hasil belajar siswa dari setiap siklus mengalami peningkatan, dan dapat dilihat dari sekor siklus ke-I sampai sklus ke-II. Setelah melakukan tindakan pada siklus II, hasil evaluasi ketuntasan belajar yang dicapai adalah 88,24% mengalami peningkatan dari siklus I sebesar 11,77 %, ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa pada siklus II telah memenuhi target dalam KKM, sedang rata-rata dan analisis data aktivitas siswa diperoleh rata-rata 16,44 mengalami peningkatan skor rata-rata dari siklus I sebesar 4,37. Berdasarkan hasil penelitian, kekurangan dan kelamahan siswa pada umumnya hampir sama. Namun pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat membantu siswa dalam mengembangkan kemampuan berbicara dan menambah kemampuan mereka dalam bertanya dan berpendapat. Dengan demikian, aktivitas siswa ini dapat dikatakan, bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatan kualitas berbicara siswa.
Rora Rizky Wandini, Nirwana Anas, Emeliya Sukma Dara Damanik, Melani Albar, Maya Rani Sinaga
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 108-124; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i1.287

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas pengembangan big book terhadap kemampuan mempredikksi bacaan cerita siswa kelas III di SD Muhamadiyah 28 Medan. Dari hasil analisis menggunakan uji Shapiro-Wilk, uji Wilcoxon,dan uji hipotesis Mann-Whitiney dengan taraf signifikasi ∝= 0.05. Temuan dalam penelitian ini membuktikan bahwa pengembangan media big book terhadap kemampuan memprediksi bacaan cerita siswa tersebut dinyatakan layak dan dapat digunakan dilhat dari hasil validasi ahli isi dan ahli media dengan skor 76%, media ini juga dinyatakan praktis dalam penggunaannya dilihat dari 14 kriteria dengan persentase 85,71% dan penggunaan media big book ini juga sangat efektif digunakan untuk meningkatkan kemampuan memprediksi bacaan cerita siswa kelas III di SD Muhamdiyah 28 Medan dengan persentase 92,6% pada sampel dan 87,5% pada guru pada taraf Asym Sig 0,001 < dari taraf signifikasi 0,05. Sebagai hasil akhir dilakukan uji hipotesis Mann-Whitney dengan hasil signifikasi 0,002 sehingga, berdasarkan kriteria pengambilan keputusan H0 ditolak dan Ha diterima
Vian Hanes Andreastya, Iqbal Fidi Almuhtadin
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 54-64; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i2.247

Abstract:
Kegiatan ekstrakurikuler seni kaligrafi merupakan serangkaian program kegiatan belajar mengajar yang fokus pada pelatihan dan pengembangan tentang seni kaligrafi. Sedangkan bakat merupakan sebuah potensi tersembunyi bawaan dari lahir yang perlu dilakukan latihan dan pengembangan, dengan adanya bakat maka siswa akan mudah serta lebih cepat dalam memahami apa yang dipelajari. Usia anak sekolah dasar merupakan usia perkembangan, yang mana pihak sekolah harus memperkenalkan suatu kegiatan yang dapat memunculkan minat bakat setiap individu siswa, hal tersebut sesuai dengan pendapat Ulin Nuha yang menyatakan “tidak semua orang mampu menguasai khat/kaligrafi dengan baik, karena kemampuan tersebut sangat erat kaitannya dengan bakat yang dimiliki oleh masing-masing individu”. Penelitian ini dilakukan untuk (1) mendeskripsikan bagaimana pelaksanaan kegiatan ekstrakurikuler seni kaligrafi di MI Miftahul Huda Tanjunganom. (2) mendeskripsikan bakat seni rupa siswa MI Miftahul Huda Tanjunganom. (3) mendeskripsikan korelasi kegiatan ekstrakurikuler seni kaligrafi dengan bakat seni rupa siswa MI Miftahul Huda Tanjunganom. Penelitian ini menggunakan desain penelitian Expostfacto. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas 3,4 dan 5 MI Miftahul Huda dan teknik pengambilan sampelnya menggunakan Stratified Random Sampling. Sampel penelitian ini adalah siswa kelas 3, 4 dan 5 dimana pada setiap kelas akan diambil sebanyak 10 siswa untuk dijadikan sebagai sampel penelitian, sehingga diharapkan mampu mewakili jumlah populasi. Teknik pengumpulan data menggunakan angket, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk menguji hipotesis menggunakan teknik korelasi Spearman Rank. Setelah dilakukan analisis hubungan maka dapat diketahui nilai Sig 0,046 ≤ 0,05 sehingga H0 ditolak dan Ha diterima, maka dari itu dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara variabel X dengan variabel Y. Kemudian dari R (koefisien korelasi) bernilai 0,366 (positif), maka korelasi antara X dengan Y termasuk jenis korelasi positif (sebanding).
Muhammad Iqbal Ansari
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 124-139; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i2.251

Abstract:
Salah satu kesulitan peserta didik dalam belajar ilmu tajwid adalah ketidak sesuaian gaya belajarnya dengan metode yang diterapkan. Olehsebabitu guru harus mengajar dengan metode yang mengakomodasi berbagai gaya belajar. Metode yang dianggap sangat representative adalah metode bernyanyi. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan penerapan metode bernyanyi pada pembelajaran tajwid di Rumah Qur’an An-Nur Banjarmasin serta mengungkap kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenisstudi kasus. Data primer yang digunakan ialah narasumber, aktivitas, dan lokasi.Analisis dilakukan melalui proses pengumpulan, reduksi, paparan, verifikasi data,dilanjutkan pengambilan kesimpulan. Validitas data dilakukan dengan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pembelajaran terdiri dari:1) perencanaan melalui penunjukkan beberapa guru mengikuti pelatihan pembelajaran tajwid dengan metode bernyanyi Fun Tahsin,2) Pengorganisasian dilakukan dengan memberikan tanggung jawab kepada guru yang diberi pelatihan menjadi Divisi Akademik dan mengajarkan metode bernyanyi kepada guru lainnya, 3) pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan metode sam’iyyah syafawiyyah yaitu dengan memperdengarkan materi lagu dan dilanjutkan dengan menyanyikan materi yang didengar oleh peserta didik, dan 4) evaluasi yang dilaksanakan dengan 2 cara, yaitu formatif dan sumatif. Kendala yang dihadapi pada proses pembelajaran dengan metode bernyanyi ialah ketidakhadiran peserta didik dan guru yang masih kurang ekspresif dan malu-malu mengajar dengan cara bernyanyi.
Marudin Marudin, Munawir Gozali
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 97-107; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i2.296

Abstract:
Sikap sosial merupakan tujuan pendidikan nasional dan menjadikan karakter bangsa yang berpradaban. Pelajaran akidah akhlak menjadi salah satu pendidikan wajib untuk membentuk sikap sosial siswa melalui internalisasi nilai ilahiyah dan insaniyah. Untuk mewujudkan sikap sosial diperlukannya desain internalisasi nilai-nilai Islam yang terdapat dalam pembelajaran akidah akhlak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan sikap social siswa di MI Bustanul Ulum Pesanggrahan Batu yang dilakukan pada (1) Bagaimana desain internalisasi nilai-nilai Islam melalui pembelajaran akidah akhlak (2) Bagaimana implementasi desain pembelajaran akidah akhlak dalam membentuk sikap sosial siswa (3) Bagaimana hasil implementasi internalisasi nilai-nilai Islam dalam membentuk sikap sosial siswa melalui pembelajaran akidah akhlak. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif diskriptif. Subjek penelitian yaitu kepala sekolah, waka kurikulum, guru akidah akhlak. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penayjian data dan kesimpulan. Hasil penelitian Pertama menggunakan desain secara makro melalui kerja sama dengan semua komponen yang ada di sekolah, dukungan orang tua dan masyarakat, mikro yaitu melalui proses pembelajaran dalam kelas dan luar kelas, dengan melakukan tahapan perencanaan, transfer pengetahuan, keteladanan, pembiasaan, trainternalisasi dan evaluasi. Kedua implementasi desain dengan cara (1) membuat RPP yang mengacu pada Kopetensi inti dan Kompetensi dasar berpedoman pada Kurikulum 2013 (2) transfer pengetahuan dengan nilai ilahiyah dan nilai insaniyah mencakup pada nilai keimanan, ketakwaan, kejujuran, kedisiplinan, amanah, tanggung jawab, tolong menolong, peduli kebersihan (3) keteladanan di dalam kelas dan luar kelas .(4) pembiasaan dengan kegiatan keagamaan di sekolah dan dalam KBM dengan menggunakan metode pembelajaran (5) trainternalisasi dengan pengawasn, memberikan nasehat, teguran dan sanksi (6) evaluasi dengan ulangan harian, UTS, UAS. Ketiga hasil implementasi internalisasi dapat dilihat dengan terciptanya keadaan kelas dan sekolah yang riligius, siswa yang disiplin, jujur, bertanggung jawab.
Ahmad Rifa'i, Rosita Hayati
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 86-96; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i2.249

Abstract:
Penelitian ini mengemukakan tentang peran pembelajaran akidah akhlak dalam pengembangan nilai-nilai akhlak siswa kelas IV di MIN 13 Hulu Sungai Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam terkait proses pembelajaran akidah akhlak di MIN 13 Hulu Sungai Utara, meliputi pelaksanaan atau proses pembelajaran akidah akhlak dan faktor-faktor pendukung dan penghambat pembelajaran akidah akhlak dalam pengembangan nilai-nilai akhlak siswa.Subjek penelitian ini adalah guru mata pelajaran akidah akhlak atau pendidik, siswa atau peserta didik kelas IV. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah metode pengamatan atau observasi, wawancara atau interview, dan dokumentasi. Proses analisis data yakni dengan menelaah seluruh data dari hasil observasi, hasil wawancara, dan dokumenter yang berhubungan dengan pembelajaran akidah akhlak dalam, pengecekan keabsahan temuandilakukan dengan cara keikutsertaan peneliti. Penelitian yang lakukan dapat disimpulkan bahwasanyaproses pembelajaran akidah akhlak guru menjalankan tugasnya sesuai dengan kurikulumyang berlaku,dimana terlihat ketika siswa mampu membiasakan mengucakan salam dan menjawab salam, serta mampu melafalkan asma’ al husna. Dalam pengembangan nilai-nilai akhlak siswa dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya adalah faktor keluarga, lingkungan sekolah dan masyarakat.
Elfa Yuliana
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 76-85; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i2.252

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas IV MI NW Rumbuk Tahun Ajaran 2019/2020. Dengan menggunakan model pembelajaran picture and picture dapat meningkatkan minat belajar siswa di kelas IV pada pembelajaran Akidah Akhlak MI NW Rumbuk Tahun Pelajaran 2019/2020.Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi dan Refleksi. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, angket dan tes. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif untuk menentukan ketuntasan individual dan ketuntasan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 20 peserta didik pada siklus I pembelajaran menggunakan model pembelajaran picture and picture terdapat masih banyak siswa kelas 4 MI NW Rumbuk, yang tidak tuntas secara individual sehingga ketuntasan klasikal yang dicapai pada siklus I mencapai 60% dan belum mencapai ketuntasan yang ditetapkan yaitu 70%. Jumlah siswa yang tuntas sebanyak 12 siswa (60%) dan siswa yang tidak tuntas sebanyak 8 siswa (40%) dengan nilai rata-rata 74,75%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus I secara klasikal peserta didik belum tuntas sebab peserta didik yang memperoleh nilai 60% jauh lebih kecil dari presentasi ketuntasan klasikal yang dikehendaki yaitu 70%. Pada siklus II diperoleh data ketuntasan klasikal sebesar 85% atau 17 orang siswa memperoleh nilai 85% dengan rata-rata hasil belajar 76,5. Hasil pada siklus II tersebut menunjukkan secara klasikal siswa sudah tuntas, sebab siswa yang memperoleh nilai KKM 70% lebih besar dari ketuntasan klasikal yang dikehendaki yaitu 85%. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran Akidah Akhlak di kelas IV MI NW Rumbuk Tahun Pelajaran 2019/2020.
Siti Nurul Fitriani
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 108-123; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i2.253

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan model Pembelajaran SAVI terhadap prestasi belajar IPA siswa MI NW Dames. Populasi dalam penelitian adalah siswa-siswi kelas IV MI NW Dames dan jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen serta pengambilan sampel ditentukan dengan teknik Simple Random Sampling (sampel acak sederhana) yaitu mengacak semua kelas IV yang kemampuannya dianggap setara” dengan hasil kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol yang masing-masing berjumlah 22 dan 21 orang. Penelitian ini termasuk penelitian eksperimen dimana terdapat dua kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol.Teknik pengambilan sampelnya yaitu simple random sampling, dimana dalam pengambilan sampel dipilih secara acak sederhana.Model desain penelitian yang digunakan adalah Posttest-Only Control Design.Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes untuk memperoleh prestasi belajar siswa. Teknik analisis data berupa data kuantitatif.Uji hipotesisnya menggunakan uji-t untuk mencari perbedaan yang signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata posttest pada kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol, artinya terdapat peningkatan hasil belajar IPA siswa.Berdasarkan pengujian hipotesis menggunakan rumus t-test independent dapat disimpulkan adaperbedaan yang positif dan signifikan pada model pembelajaran SAVI dan metode demonstrasi terhadap prestasi belajar IPA siswa kelas IV MI NW Dames.
Baiq Halimatuz Zuhrotul Aini
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 65-75; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i2.254

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Peningkatan Kemampuan Membaca Mengunakan Media Gambar Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 1 Suralaga tahun pelajaran 2019/2020. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.Subyek penelitian dalam penelitian ini Siswa Kelas 1 Sekolah Dasar Negeri 1 Suralaga tahun pelajaran 2019/2020. Untuk mengumpulkan data hasil kemapuan membaca siswa, digunakan instrument tes kemapuan membaca berdasarkan kriteria dan indikator-indikator yang telah ditentukan.. Hasil penelitian menunjukan : siklus I rata-rata kemampuan membaca siswa adalah 65,85 dan tingkat prosentase ketuntasan mencapai 55% dengan tingkat kemampuan sedang. Pada siklus II rata – rata kemampuan membaca siswa meningkat menjadi 76 dan tingkat kemampuan sudah tergolong tinggi dengan tingkat ketuntasan mencapai 85% sesuai dengan target yang telah ditetapkan peneliti yaitu 80%. Berdasarkan hasil analisis data maka dapat disimpulkan bahwa penerapan media gambar dalam pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa pada kelas I SDN 1 Suralaga tahun pelajaran 2019/2020
Arif Rachman
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 1-11; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i1.239

Abstract:
Salah satu upaya pemerintah dalam rangka meningkatkan dan menghasilkan kader masa depan yang berkualitas dibidang ilmu, moral dan mental adalah pendidikan karakter. Pelaksanaan pendidikan karakter melalui lembaga-lembaga pendidikan diyakini sebagai langkah tepat untuk mengatasi persoalan yang menimpa generasi muda bangsa ini. Persoalan utama yang melanda generasi muda dewasa ini adalah terjadinya dekandensi moral yang mendesak lembaga-lembaga pendidikan melaksanakan pendidikan karakter mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pendidikan karakter merupakan upaya sungguh-sungguh dalam rangka membantu individu bertindak dan berperilaku sesuai nilai-nilai etis baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah. Mengajarkan nilai tidak cukup dengan memperdengarkan nilai-nilai kepada peserta didik. Agar mereka benar-benar mempelajarinya, mereka harus mengalami dalam berbagai tindakan, serta menjadikan nilai-nilai tersebut sebagai bagian dari mereka Sementara, hasil penelitian berdasarkan fokus penelitian yang pertama menunjukkan bahwa nilai-nilai karakter yang dikembangkan di MIN Leneng yaitu kejujuran, kerjasama, peduli sosial, peduli lingkungan, kewarganegaraan dan religius. Implementasi Melalui Kegiatan-Kegiatan Ekstrakurikuler, d). Implementasi Pendidikan Karakter melalui keteladanan.
Andiatma Andiatma
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 31-43; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i1.242

Abstract:
Pengembangan kurikulum berbasis karakter adalah sebagai kegiatan yang berupaya untuk menyusun/ merancang (desain) kurikulum baru, mengubah dan menyempur-nakan/memperbaiki kurikulum, implementasi kurikulum, serta pengendalian kurikulum pendidikan Dasar. Pengendalian ini meliputi monitoring dan evaluasi kurikulum, serta penyempurnaan kurikulum berdasarkan masukan dari hasil monitoring dan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan dasar yang telah dipraktikkan di jalur institusi pendidikan sekolah maupun luar sekolah dengan berbagai jenis dan ragamnya Nilai nilai yang dijadikan pijakan dalam pengembangan kurikulum haruslah bersumber dari nilai agama, pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional. Nilai nilai yang bersumber dari empat pilar tersebut diejawanthakan dalam 18 nilai yaitu Religius, Jujur, Toleransi, Disiplin, Kerja Keras, Kreatif, Mandiri, Demokratis, Rasa Ingin Tahu, Semangat Kebangsaan, Cinta Tanah Air, Menghargai Prestasi, Bersahabat/Komunikatif, Cinta Damai, Gemar Membaca, Peduli Lingkungan, Peduli Sosial, dan Tanggung-jawab.
Hurunin Hurunin
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 12-22; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i1.240

Abstract:
Sampah merupakan salah satu permasalahan dalam kehidupan. Tetapi walaupun demikian masih banyak masyarakat yang belum memahami tentang pemanfaatan sampah. Sampah kadang dibuang dan dibiarkan begitu saja tanpa memikirkan akibatnya. Pengelolaan dan pemanfaatan sampah memerlukan kemampuan berkreatifitas. Kurangnya kreatifitas dalam masyarakat khususnya siswa me nyebabkan pengelolaan dan pemanfaatan sampah kurang maksimal. Tujuan ditulisnya karya inovatif ini adalah dengan pemanfaatan sampah dalam membuat karya atau kerajinan tangan dapat membentuk daya kreatifitas dan karakter siswa. Sampah yang dikatakan tidak berguna akan menjadi karya – karya yang kreatif, indah dan berguna. Manfaat yang diharapkan adalah agar siswa lebih kreatif dalam pemanfaatan sampah dan terbentuk karakter yang diarapkan. Sedangkan untuk guru, agar dapat lebih kreatif memanfaatkan sampah dalam mengembangkan pembelajaran Seni Budaya dan Prakarya ataupun pembelajaran lainnya. Subyek yang dilibatkan dalam penulisan karya inovatif ini adalah siswa kelas IVA SDN 3 Pancor. Karya inovatif ini bukan merupakan penelitian ilmiah, tapi dapat dikatakan berupa suatu ide atau gagasan yang dapat menambah khazanah tentang karya inovatif. Karena bukan bentuk penelitian ilmiah, maka evaluasi yang dilakukan tidak melalui tahapan tahapan, penilaian dilakukan hanya satu kali. Hasil penilaian untuk daya kreatif itas dalam aspek modifikasi 83%, gagasan 86%, kerapian 87%, dan produk 90%. Sedangkan hasil penilaian untuk karakter dalam aspek kejujuran 87%, kerjasama 87%, disiplin 76%, dan tanggung jawab 87%.
Juahab Juahab
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 23-30; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i1.241

Abstract:
Peran adalah sebuah perilaku yang diharapkan dapat menerangkan yang harus dilakukan dalam suatu situasi tertentu baik secara formal maupun informal. Sedangkan tanggung jawab adalah suatu kewajiban untuk melakukan peran atau tingkah laku yang disengaja maupun tidak disengaja menurut cara tertentu. Peran kepala sekolah dalam pengembangan kurikulum yaitu sebagai menejer, dan leader (pemimpin). Sedangkan tanggung jawabnya sebagai kepala sekolah yaitu sebagai pengelola pendidikan dan sebagai pemimpin formal. Peran guru dalam pengembangan kurikulum, menurut Murry Print ada 4 level yaitu sebagai pengembang kurikulum atau designing, peneliti kurikulum atau planning, implementers, dan adapter atau evaluating. Sedangkan dari segi pengelolaannya, peran guru dalam pengembangan kurikulum itu dapat dibedakan antara tiga sifat yaitu yang bersifat sentralilasi,desentralisasi dan sentral desentral. Adapun tanggung jawab guru dalam pengembangan kurikulum yaitu sebagai pengajar, pembimbing, pengembang kurikulum, pengembang profesionalnya dan dapat membina hubungan dengan masyarakat.
Masdiono Masdiono
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 1, pp 44-53; https://doi.org/10.37216/badaa.v1i1.243

Abstract:
Desain harus mendorong guru mempertimbangkan berbagai pengalaman belajar anak yang diperoleh diluar sekolah dan mengaitkannya dengan kegiatan belajar di sekolah. Desain harus menyediakan pengalaman belajar yang berkesinambungan. Kurikulum harus di desain agar dapat membantu siswa mengembangkan watak, kepribadian, pengalaman, dan nilai-nilai demokrasi yang menjiwai kultur.Desain kurikulum harus realistis, layak, dan dapat diterima. Tahapan Desain Pengembangan Kurikulum, Mengidentifikasikan misi institusi dan kebutuhan para pengguna pendidikan. Penilaian kebutuhan pembelajar. Menetapkan tujuan kurikulum. Pemilihan strategi pendidikan. Implementasi kurikulum yang baru. Evaluasi dan umpan balik untuk memperbaiki kurikulum.
Taseman Taseman
BADA'A: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, Volume 2, pp 86-97; https://doi.org/10.37216/badaa.v2i1.291

Abstract:
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manfaat media visual pada pembelajaran IPS di Madrasah Ibtidaiyah.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif.Jenis penelitian yang dipilih menggunakan data kualitatif.Pengumpulan data menggunakan dua teknik yakni, observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa 1) Terdapat perbedaan kecepatan pemahaman antara kelas yang menggunakan dan tidak menggunakan media pembelajaran berbasis visual, 2) Dengan adanya media visual ini, siswa lebih aktif dan antusias dalam mengikuti pembelajaran 3) Kendala-kendala dalam pembuatan media visual ini adalah keterbatasan waktu, biaya dan faktor usia. Oleh karena itu, pendidik harus lebih kreatif dalam mengembangkan media visual pada pembelajaran IPS sehingga dapat memudahkan proses pembelajaran.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top