Refine Search

New Search

Results in Journal JOURNAL RESPECS: 39

(searched for: journal_id:(5985884))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Ibraheem Musa Oluwatoyin, Ibraheem Tajudeen Olanrewaju, Ambali Abdulrazaq
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3; doi:10.31949/jr.v3i1.2792

Dini Dwijayanti, Brio Alfatihah Rama Yudha
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 18-26; doi:10.31949/jr.v3i1.2780

Abstract:
Volleyball is a complex sport with demands on technical, tactical and physical abilities. One of the basic techniques that are very important in volleyball is serving, a volleyball team must have a good service ability to support points and wins. However, this is not seen in the Extracurricular Team of SMAN 26 Bandung. About 30% of athletes who master the overhead float service well, and the rest are still lacking so that during the competition many numbers are wasted due to errors / failures to serve overhead floats. The purpose of this study was to increase the success in performing overhead float services by providing a weight training program. The research method used is Pre-Experimental Design with One-Group Pre-Post Test Design. The weight training program was given for 8 weeks with a total of 16 meetings. Subjects were selected using saturated sample technique with a total of 10 female athletes of volleyball extracurricular at SMAN 26 Bandung. The pre and post test data were obtained by using the top service skill test in volleyball. The results obtained in this study (12,829> 2,262), then Ho is rejected, meaning that HI is accepted, in other words that there is a significant increase between the initial test and the final test so that giving weight training can increase the success of overhead float services. The notes in giving exercise are given on an ongoing basis, regularly and use practice principles.Keywords: Volleyball; Serve; Overhead Float; Weight Training; Extracurricular.ABSTRAK. Bola voli adalah olahraga yang kompleks dengan tuntutan teknis, taktis, dan kemampuan fisik. Salah satu teknik dasar yang sangat penting dalam permainan bola voli adalah servis, sebuah tim bola voli harus memilki kemampuan servis yang baik untuk menunjang perolehan poin dan kemenangan, Akan tetapi, tidak terlihat pada tim Ekstrakulikuler SMAN 26 Bandung. Sekitar 30% atlet yang menguasai servis overhead float dengan baik, dan sisanya masih kurang sehingga pada saat pertandingan banyak angka terbuang karena kesalahan/kegagalan melakukan servis overhead float. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keberhasilan dalam melakukan servis overhead float dengan memberikan program latihan beban. Metode penelitian yang digunakan adalah Pre-Experimental Design dengan One-Group Pre-Post Test Design. Pemberian program latihan beban dilakukan selama 8 minggu dengan total 16 kali pertemuan. Subjek dipilih dengan menggunakan Teknik sampel jenuh dengan total 10 atlet putri ekstrakulikuler bola voli SMAN 26 Bandung. Data pre dan post-test diperoleh dengan menggunakan tes keterampilan servis atas dalam permainan bola voli. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini (12,829 > 2,262), maka Ho di tolak artinya HI diterima, dengan kata lain bahwa terdapat peningkatan yang signifikan antara tes awal dan tes akhir sehingga pemberian latihan beban dapat meningkatkan keberhasilan servis overhead float. Yang menjadi catatan dalam pemberian latihan diberikan secara berkelanjutan, teratur dan menggunakan prinsip-prinsip latihan.Kata Kunci: Bola Voli; Servis; Overhead Float; Latihan Beban; Ekstrakulikuler
Arief Sulaiman, Harda Dedali, Tatang Suryadin
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 1-6; doi:10.31949/jr.v3i1.2778

Abstract:
The problem in this study is that students in class 10 of IPS SMA 2 Majalengka have an average swimming technique that is not perfect, and the pedaling is not powerful. For this reason, tools are needed to improve his swimming technique as well as develop his physical condition. The author tries to use buoys and fins swimming in his swimming lessons. The research method used in this research is action research. In class 10 there are 12 people. The instrument used was a freestyle swimming assessment rubric. Result report, it is obtained an overview in cycle I of 4 students (33.3%) and 8 people (66.7%) who did not complete, in cycle II as many as 7 people (58.3%). complete students and 5 students (41.7%) did not complete, and in cycle III 11 people (91.6%) students completed learning freestyle swimming and 1 0rang (8.4%) did not complete. The learning outcomes of swimming which are the ultimate goal of swimming learning require maximum effort and improvement at each stage of learning. In addition, a very important factor in achieving these goals is a means of learning. Adequate equipment and good learning stages will have the opportunity to achieve learning objectivesKeywords: Learning Stages; Facilities; Learning OutcomesABSTRAK. Permasalahan dalam penelitian ini adalah peserta didik di kelas 10 IPS SMA 2 Majalengka rata-rata teknik renang tidak sempurna, serta kayuhan tangan kurang bertenaga. Untuk itu diperlukan alat bantu untuk memperbaiki teknik berenangnya sekaligus mengembangkan kondisi fisiknya. Penulis mencoba menggunakan pelampung dan fins swimming dalam pembelajaran renangnya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan. Di kelas 10 jumlah orang sebanyak 12 orang. Instrumen yang digunakan adalah Rubrik penilaian renang gaya bebas. Hasil penelitian melaporkan diperoleh gambaran pada siklus I peserta didik yang tuntas dalam belajar sebanyak 4 orang (33,3%), dan 8 Orang (66,7 %) tidak tuntas, pada siklus II sebanyak 7 orang (58,3 %) peserta didik tuntas dan 5 orang (41,7 %) tidak tuntas, dan pada siklus III 11 orang (91,6 %) peserta didik tuntas dalam pembelajaran renang gaya bebas dan 1 0rang (8,4 %) tidak tuntas. Hasil belajar renang yang menjadi tujuan akhir dari suatu pembelajaran renang memerlukan upaya yang maksimal dan perbaikan pada setiap tahapan belajarnya. Selain itu faktor yang sangat penting dalam pencapaian tujuan tersebut adalah sarana pembelajaran. Peralatan yang memadai dan tahapan pembelajaran baik akan berpeluang pencapaian tujuan pembelajaran.Kata Kunci: Tahapan Pembelajaran; Sarana; Hasil Belajar
Tofik Yulianto, Ali Priyono, Mimin Emi Suhaemi
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 87-93; doi:10.31949/jr.v3i1.2790

Abstract:
This research was motivated by the lack of mastery of the undergraduate soccer technique among the students of the football extracurricular activities at SDN Sembung 01 Larangan Brebes. The purpose of this study was to improve the ability of the elementary school soccer extracurricular football takraw elementary school students through the study of the drill method on the underfoot football in the game of takraw. The method used is experimental. The instrument for collecting data is the Sepak Takraw service test. The population in this study were students who took part in the extracurricular activities of Sepak Takraw, while the sample used was total sampling, so that all populations were used as samples. The sample used was 20 students who participated in the extracurricular activities of Sepak takraw SDN Sembung 01 Larangan Brebes. The data obtained are then processed and analyzed using appropriate statistics. The data obtained from the pretest and posttest, from the SPSS output obtained T count = 11,643> T table = 2,093. If seen from significant, that the sig. (2-tailed) of 0,000. Because the significance value is less than (α = 0.05), Ho is rejected and Ha is accepted. So, it can be concluded that there is an effect of the drill method on lower-level soccer skills in the extracurricular soccer games of SDN Sembung 01 Larangan Brebes students. It is suggested that researchers seek and apply methods that combine them.Keywords: Drill Methods; Sepak Mula Lower; Sepak TakrawABSTRAK. Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya penguasaan teknik sepak mula bawah pada siswa ekstrakurikuler sepak takraw SDN Sembung 01 Larangan Brebes. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan teknik sepak mula bawah pada siswa ekstrakurikuler sepak takraw SD melalui studi metode drill pada sepak mula bawah pada permainan sepak takraw. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah tes servis sepak takraw. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak takraw, sedangkan sampel yang digunakan yaitu total sampling, sehingga semua populasi dijadikan sebagai sampel. Sampel yang digunakan adalah siswa yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler sepak takraw SDN Sembung 01 Larangan Brebes berjumlah 20 siswa. Data yang diperoleh, selanjutnya diolah dan di analisis dengan menggunakan statistik yang cocok. Data yang diperoleh dari pretest dan posttest, dari output SPSS diperoleh T hitung = 11.643 > T tabel = 2.093. Jika dilihat dari signifikan, bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai signifikasi kurang dari (α = 0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jadi, dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode drill terhadap keterampilan sepak mula bawah pada permainan sepak takraw siswa ekstrakurikuler SDN Sembung 01 Larangan Brebes. Disarankan oleh peneliti bisa mencari dan menerapkan metode yang mengkombinasikannya.Kata Kunci: Metode Drill; Sepak Mula Bawah; Sepak Takraw
Aziz Haqqul Mubin, Endi Rustandi
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 7-17; doi:10.31949/jr.v3i1.2779

Abstract:
Basic locomotor movements are movements that cause the haste or skill used to move the body from one place to another. The research method is research and development. This research is a development that aims to produce a product in the form of an adventure-based learning model on locomotor basic motion at SDN 2 Panyingkiran Kidul. The sample in the small-scale study was 10 students and the large scale was 20 students. The data from the analysis of teacher evaluation data obtained an average proportion of 83.3% and expert evaluation of 80.6%. From the recap of the value of the questionnaire results that were filled in by 10 students in total, the average proportion was 90%, meaning that students could complete the exercise in a good category. The results of the small-scale trial recap were 2.5% who answered difficult, 25% who answered medium, and 72.5% who answered easy. The results of the large-scale trial data analysis of 20 students as a whole obtained an average proportion of 88%, meaning that students can complete the exercises in a good category. The results of the large-scale trial recap were 6.25% who answered difficult, 23.75% who answered medium, and 70% who answered easy. Thus, it can be denied that the development of an adventure-based learning model is acceptable and improves the basic locomotor movement abilities of students at SDN 2 Panyingkiran Kidul.Keywords: Model Development; Learning; Basic Locomotor movementsABSTRAK. Gerakan dasar lokomotor adalah gerakan yang menyebabkan terjadinya perpindahan tempat atau keterampilan yang digunakan memindahkan tubuh dari satu tempat ke tempat lainny. Metode penelitian ini adalah research and development. Penelitian ini merupakan pengembangan yang bertujuan menghasilkan produk berupa model pembelajaran berbasis petualangan pada gerak dasar lokomotor di SDN 2 Panyingkiran Kidul. Sampel dalam penelitian pada skala kecil 10 siswa dan skala besar 20 siswa.Data hasil analisis data evaluasi guru penjas didapat rata-rata persentase 83.3% sedangkan evaluasi dosen ahli 80.6%. Adapun dari rekap nilai hasil angket yang di isi oleh 10 siswa secara keseluruhan didapat rata-rata persentase 90% artinya siswa dapat menuntaskan latihan dengan kategori baik. Adapun hasil rekap angket uji coba skala kecil adalah adalah 2,5% yang menjawab sulit, 25% yang menjawab sedang, dan 72,5% yang menjawab mudah. Hasil analisis data uji coba skala besar 20 siswa secara keseluruhan didapat rata-rata persentase 88% artinya siswa dapat menuntaskan latihan dengan kategori baik. Adapun hasil rekap angket uji coba skala besar adalah adalah 6.25% yang menjawab sulit, 23.75% yang menjawab sedang, dan 70% yang menjawab mudah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pengembangan model pembelajaran berbasis petualangan dapat diterima dan meningkatkan kemampuan gerak dasar lokomotor siswa di SDN 2 Panyingkiran KidulKata Kunci: Pengembangan Model; Pembelajaran; Gerak Dasar Lokomotor.
Tio Evan Prillany, Rajip Mustafillah Rusdiyanto
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 81-86; doi:10.31949/jr.v3i1.2789

Abstract:
Playing is a basic requirement of every individual and knows no age limit. In the learning process, games are one of the right strategies in increasing learning success. The purpose of this study was to determine whether game-based learning can improve learning outcomes squat-style long jump in fifth grade students of Kalibanteng Larangan Elementary School, Brebes Regency, Central Java. The method used in this research is the experimental method. The design used in this study was a one-group pretest-posttest design. In this research design, there are pre-test and post-test treatments. The instrument for collecting the data was the squat-style long jump test. The research results obtained, then processed and analyzed using SPPS. Data obtained from pre-test and post-test, from the SPSS output obtained t-count = 24,479> t-table = 2,048. If seen from significant, that the sig. (2-tailed) of 0,000. Because the significance value is less than (α = 0.05), Ho is rejected and Ha is accepted.Keywords: Game Based Learning; Learning Outcomes; Long Jump.ABSTRAK. Bermain merupakan kebutuhan dasar dari seriap individu dan tidak mengenal batasan usia. Dalam proses pembelajaran, permainan menjadi salah satu strategi jitu dalam meningkatkan keberhasilan belajar. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah pembelajaran berbasis permainan dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh pada siswa kelas V Sekolah Dasar Negeri Kalibanteng Larangan, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Metode yang digunakan dalam peneliti ini yakni metode eksperimen. Desain yang digunakan dalam penelitian ini yaitu one-group pretest-posttest design. Dalam desain penelitian ini terdapat perlakuan pre-test dan post-test. Instrumen untuk mengumpulkan data adalah tes lompat jauh. Hasil penelitian yang diperoleh, selanjutnya diolah dan di analisis dengan menggunakan SPPS. Data yang diperoleh dari pre-test dan post-test, dari output SPSS diperoleh t-hitung = 24.479 > t-tabel = 2.048. Jika dilihat dari signifikan, bahwa nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000. Karena nilai signifikasi kurang dari (α = 0.05), maka Ho ditolak dan Ha diterima.Kata Kunci: Pembelajaran Berbasis Permainan; Hasil Belajar; Lompat Jauh
Marfyana Anggun Faisal, Indrayogi Indrayogi
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 47-53; doi:10.31949/jr.v3i1.2784

Abstract:
Basically, futsal is a game that requires maximum technique and tactics. Therefore, futsal players are required to have optimal endurance so that they always move without experiencing fatigue. However, the problem faced at Club X Soes is the low aerobic endurance of futsal players. The research objective was to determine the effect of continuous and interval training methods on increasing the aerobic endurance of futsal players. The method used is experimental. The research design used One Group Pretest Posttest. The population in this study was 12 futsal players. The sampling technique used total sampling. The research sample consisted of 12 futsal players. This type of research is quantitative research. The data collection technique used the bleep test which was carried out in the initial and final tests. Data processing and analysis techniques use SPSS 24. test result data can be proven which in the initial test results before treatment is given 41.3 and after being given the continuous training method treatment and the interval becomes 45.2 meaning that the test data shows an increase in athlete's endurance 4. Apart from test data, the increased endurance of futsal players is also strengthened from the results of the hypothesis test, the value of t-count = 9,326 is greater than the value of t-table = 1.789 or the hypothesis is accepted. Based on the t value obtained above, it can be concluded that the continuous and interval training method has a significant effect on the endurance of futsal players or in other words the research hypothesis is acceptable.Keywords: Continuous Exercise; Interval Training; Aerobic EnduranceABSTRAK. Pada dasarnya permainan futsal merupakan permainan yang membutuhkan teknik dan taktik yang maksimal. Oleh karena itu, pemain futsal dituntut memiliki daya tahan tubuh yang optimal agar selalu bergerak tanpa mengalami kelelahan namun permasalahan yang dihadapi pada club x soes adalah masih rendahnya daya tahan aerobik pemain futsal. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh metode latihan kontinu dan interval terhadap peningkatan daya tahan aerobik pemain futsal. Metode yang digunakan adalah eksperimen. Desain penelitian menggunakan One Group Pretest Posttest. Populasi dalam penelitian ini dengan jumlah 12 pemain futsal. Teknik pengambilan sampel menggunakan Total Sampling. Sampel penelitian dengan jumlah 12 pemain futsal. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan tes bleep test yang dilakukan pada tes awal dan akhir. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS 24. data hasil tes dapat dibuktikan yang mana pada hasil tes awal sebelum diberikan perlakuan 41.3 dan setelah diberikan perlakuan metode latihan kontinu dan interval menjadi 45.2 artinya dari data tes tersebut menunjukan adanya peningkatan daya tahan atlet 4. Selain dari data tes, peningkatan daya tahan pemain futsal dikuatkan pula dari hasil uji hipotesis nilai t-Hitung = 9.326 lebih besar daripada nilai t-Tabel = 1.789 atau hipotesis diterima. Berdasarkan nilai t hitung yang diperoleh di atas, maka dapat disimpulkan bahwa metode latihan kontinu dan interval berpengaruh signifikan terhadap daya tahan pemain futsal atau dengan kata lain hipotesis penelitian dapat diterima. Kata Kunci: Latihan Kontinu; Latihan Interval; Daya Tahan Aerobik
Iko Kuswono, Dewi Laelatul Badriah, Riza Sukma Fauzi
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 27-33; doi:10.31949/jr.v3i1.2781

Abstract:
The speed of Kick Type C extracurricular members of SMKN 1 Balongan is still low, an indication of the mistakes made is that when doing training there are still many Type C kicks that are easy to catch so this is a drawback for the extracurricular participants. The purpose of this study was to determine the effect of the plyometric training method on the kick speed of Type C participants in the pencaksilat extracurricular activity of SMKN 1 Balongan in 2020. The study used an experimental method with a One Group Pretest-Posttest design. The population was students of the extracurricular pencak silat SMKN 1 Balongan, using a saturated sample of 15 participants of the extracurricular pencak silat at SMKN 1 Balongan. With a sickle kick speed test instrument. Technique of data processing using SPSS 22. Hypothesis test Kick Type C right leg obtained Tcount -9,974> Ttable 2.145 and Sig. (2-tailed) 0.000 Ttabel 2.145 dan Sig. (2-tailed) 0.000 < 0.05, maka hipotesis yang diajukan terdapat pengaruh yang signifikan Metode latihan Plyometric terhadap kecepatan tendangan Tipe C cabang pencak silat PSHT 1922 Indonesia pada siswa ekstrakurikuler pencak silat di SMKN 1 Balongan terbukti dan dapat diterima.Kata Kunci: Metode latihan plyometric; tendangan Tipe C
Indrayogi Indrayogi, Bayu Dwi Febrianto
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 38-46; doi:10.31949/jr.v3i1.2783

Abstract:
Based on empirical data, it was found that most of the female soccer players in Majalengka Regency were less able to perform basic shooting techniques well, this was because they had not been given proper training methods and were less varied and effective in reaching all athletes equally, so that the athletes' motivation to improve their abilities was do shooting. The researcher raised a problem about the application of community learning methods to increase the ability of Majalengka female soccer players which aims to apply community learning methods to increase the shooting ability of soccer players in Majalengka district. The samples taken were all athletes of the women's soccer team in Majalengka district, allegedly 24 players. While the method used in this research is a quantitative method with an experimental approach. The instruments used were practical tests and observation sheets. From the analysis of research data which states that this method has an impact on increasing the ability of basic football techniques, especially shooting, because in practice athletes are required to be in the training process. The conclusion is that the application of community learning methods has an effect on increasing the shooting ability of female soccer players in Majalengka district. Keywords: Learning Community; Shooting; Women Football ABSTRAK. Berdasarkan data empiris, menemukan bahwa sebagian besar pemain sepakbola putri Kabupaten Majalengka kurang mampu melakukan teknik dasar shooting dengan baik, hal tersebut dikarenakan belum diberikannya metode latihan yang tepat dan kurang variatif serta efektif menjangkau seluruh atlet secara merata, sehingga kurangnya motivasi atlet dalam meningkatkan kemampuannya dalam melakukan shooting. Peneliti mengangkat masalah tentang pengaruh penerapan metode learning community terhadap peningkatan kemampuan shooting pemain sepakbola putri Majalengka yang bertujuan untuk mengetahui penerapan metode learning community terhadap peningkatan kemampuan shooting pemain sepakbola putri kabupaten Majalengka. Sampel yang diambil adalah atlet seluruh pemain tim sepakbola putri kabupaten Majalengka yang berjumlah 24 pemain. Sedangkan metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah test praktek dan lembar observasi. Dari hasil analisis data penelitian menyatakan bahwa metode ini memberikan dampak peningkatan kemampuan teknik dasar sepakbola khususnya shooting, karena pada pelaksanaanya atlet dituntut untuk bekerjasama dalam proses latihan. Kesimpulannya yaitu penerapan metode learning community berpengaruh terhadap peningkatan kemampuan shooting pemain tim sepakbola putri kabupaten Majalengka. Kata Kunci: Learning Community; Shooting; Sepakbola Putri
R. Dadan Pra Rudiana, Udi Sahudi, Indra Adi Budiman, Martin Gustina
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 67-72; doi:10.31949/jr.v3i1.2787

Abstract:
The purpose of this study was to determine the effect of using wooden planks on the under-passing skills of junior high school students. To support the research implementation, the writer used experimental research method which was conducted on 20 junior high school students. The results showed an increase in the average value and the t-count value of 4.667. This is due to an increase in students' under-passing skills. The application of the wooden plank media certainly causes students to get used to hand movements when doing under passing, this causes students' skills in under-passing to increase.Keywords: wood plank media; passing; volleyball gameABSTRAK. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerepan media papan kayu terhadap keterampilan passing bawah siswa sekolah menengah pertama. Untuk mendukung pelaksanaan penelitian penulis menggunakan metode penelitian eksperimental yang dilakukan pada 20 siswa sekolah menengah pertama. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dan nilai t-hitung sebesar 4,667. Hal ini disebabkan adanya peningkatan keterampilan passing bawah siswa. Penerapan media papan kayu tersebut tentunya menyebabkan siswa terbiasa dengan gerak tangan pada saat melakukan passing bawah, hal ini menyebabkan keterampilan siswa dalam melakukan passing bawah semakin meningkat.Kata Kunci: media papan kayu; passing bawah; permainan bola voli
Mohamad Sadikin, Indra Prabowo, Didik Subhakti Prawira Raharja
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 73-80; doi:10.31949/jr.v3i1.2788

Abstract:
The background of this research is the lack of movement or sports activities among students. The purpose of this study was to determine how much the level of physical fitness of the third semester students of the Physical Education Study Program FKIP Majalengka University 2019/2020. The method used in this research is descriptive method. The population in this study were 63 students from semester 3 A-C Physical Education Study Program, Majalengka University. The research sample was determined by incidental sampling. The research sample was 50 students. The instrument in this study was the bleep-test. To analyze the data obtained using relative frequency distribution analysis. Based on the results of the study, it shows that there is a difference between students who often do physical activity (sports) and those who rarely do physical activity (sports), the level of physical fitness is better for students who often exercise. Thus, physical activity greatly affects the physical fitness of the students themselves. Therefore, to get good fitness, students are required to be more diligent in doing physical activity (sports), so that they can move smoothly and not get sick easily.Key word: Physical fitness; College studentABSTRAK. Latar belakang penetitian ini adalah kurangnya aktivitas gerak atau olahraga dikalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar tingkat kebugaran jasmani mahasiswa semester III prodi penjas FKIP Universitas Majalengka 2019/2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah 63 mahasiswa dari semester 3 A - C Prodi Pendidikan Jasmani Universitas Majalengka. Sampel penelitian ini ditentukan dengan Sampling insidental. Sampel penelitian sebanyak 50 mahasiswa. Instrumen dalam penelitian ini adalah bleep-test. Untuk menganalisis data yang diperoleh menggunakan analisis distribusi frekuensi relatif. Berdasarkan pada hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya perbedaan antara mahasiswa yang sering melakukan aktivitas fisik (olahraga) dengan yang jarang melakukan aktivitas fisik (olahraga), level kebugaran jasmaninya pun lebih baik mahasiswa yang sering berolahraga. Dengan demikian bahwa aktivitas fisik sangat mempengaruhi kebugaran jasmani mahasiswa itu sendiri. Maka dari itu juga mendapatkan kebugaran yang baik mahasiswa dituntut untuk lebih rajin melakukan aktivitas fisik (olahraga), agar bisa beraktivitas dengan lancar dan tidak mudah sakit.Kata Kunci: Kebugaran Jasmani; Mahasiswa.
Indra Adi Budiman, Rajip Mustafillah Rusdiyanto
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 34-37; doi:10.31949/jr.v3i1.2782

Abstract:
The low motivation to learn football in students is the main problem in this study. The research objective was to determine the effect of traditional game modification on student motivation in the learning process of football at SMA 1 PGRI Majalengka. The research sample consisted of 20 female students. The research design used One Group Pretest Posttest. The data collection technique used a motivation questionnaire test for learning football which was carried out on the initial and final tests. The data processing and analysis technique used SPSS 24. In reviewing the data, the average result on the initial test was 9.85 and after the researcher gave treatment using the cat-and-mouse game there was an increase in the student test result data with an average of 11.35. With the average difference in the initial test and final test is 1.55. Based on the t-value obtained in the hypothesis test results, the t-count = 5.848 is greater than the t-table value = 1.725. Then the hypothesis H1 is accepted. The conclusion is that the use of the cat-and-mouse game has a significant effect on increasing motivation for learning football in SMA 1 PGRI Majalengka students.Keywords: Traditional Sports; Physical Education LearningABSTRAK. Rendahnya motivasi pembelajaran sepakbola pada siswi menjadi masalah utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh modifikasi permainan tradisional terhadap motivasi siswi dalam proses pembelajaran sepakbola di SMA 1 PGRI Majalengka. Sampel penelitian berjumlah 20 orang siswi. Desain penelitian menggunakan One Group Pretest Posttest. Teknik pengumpulan data menggunakan tes angket motivasi pembelajaran sepakbola yang dilakukan pada tes awal dan akhir. Teknik pengolahan dan analisis data menggunakan SPSS 24 Secara pengulasan data hasil rata-rata pada tes awal yaitu 9.85 dan setelah peneliti memberikan treatment dengan menggunakan permainan kucing-kucingan terdapat peningkatan data hasil tes siswi yaitu dengan rata-rata 11.35. Dengan rata-rata selisih pada tes awal dan tes akhir yaitu 1.55. Berdasarkan nilai t hitung yang diperoleh pada hasil uji hipotesis adalah t-Hitung = 5.848 lebih besar daripada nilai t-Tabel = 1.725. Maka hipotesis H1 diterima. Kesimpulannya bahwa penggunaan permainan kucing-kucingan terdapat pengaruh signifikan terhadap peningkatan motivasi pembelajaran sepakbola pada siswi SMA 1 PGRI MajalengkaKata Kunci: Olahraga tradisional; Pembelajaran penjas
Nisa Ayu Lestari, Indra Prabowo
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 54-58; doi:10.31949/jr.v3i1.2785

Abstract:
The background of this research is the people's interest in exercising using the Ranggajati Sports Center facilities in Cirebon Regency. The purpose of this study was to determine the public interest in using the Ranggajati Sports Center facility in Cirebon Regency. The method used in this research is a survey method with a quantitative qualitative descriptive approach. The population in this study were car free day participants who were said to be relatively heterogeneous. The sample in this study was determined by accidental sampling (coincidence sample) of 30 people. The type of data used is primary data obtained from a questionnaire and the results of the calculation of the instrument in the form of an interest questionnaire.The result of the questionnaire calculation is that 60% of the total population is categorized as high and 40% is categorized as moderate. The results of the total population who are interested in using the sports facilities of the Ranggajati Sports Center, Cirebon Regency, based on internal factors, about 8 people are categorized as high with a percentage of 26.67% and 22 people are categorized as moderate with a percentage of 73.33%. The conclusion of this study is that people's interest in exercising based on the Ranggajati Sports Center facility in Cirebon Regency is very high.Keywords: interest in sports; community; sports facilitiesABSTRAK. Latar belakang dari penelitian ini adalah minat masyarakat berolahraga menggunakan fasilitas Gelanggang Olahraga Ranggajati yang ada di Kabupaten Cirebon. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui minat masyarakat menggunakan fasilitas Gelanggang Olahraga Ranggajati Kabupaten Cirebon. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai dengan pendekatan deskriptif kualitatif kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta car free day yang dikatakan relatif heterogen. Sample dalam penelitian ini ditentukan dengan sampel kebetulan (coincidence sample) sebanyak 30 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer yang diperoleh dari kuesioner dan hasil perhitungan instrumen berupa angket minat. Hasil dari perhitungan angket adalah terdapat 60% dari total populasi dikategorikan tinggi dan 40% dikategorikan sedang. Hasil dari jumlah populasi yang berminat mengunakan fasilitas olahraga Gelanggang Olahraga Ranggajati Kabupaten Cirebon berdasarkan faktor internal sekitar 8 orang dikategorikan tinggi dengan persentase 26,67% dan 22 orang dikategorikan sedang dengan persentase 73,33%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah minat berolahraga masyarakat berdasarkan fasilitas Gelanggang Olahraga Ranggajati di Kabupaten Cirebon sangat tinggi.Kata Kunci: minat berolahraga; masyarakat; fasilitas olahraga
Noer Wachid Riqzal Firdaus, Mohammad Hasan Basri
Published: 31 December 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 3, pp 59-66; doi:10.31949/jr.v3i1.2786

Abstract:
The referee's mentality is very influential to lead every match. Because if a referee has a good mentality, it will affect his performance and productivity. This study aims to determine the mental condition of the referee to lead the semifinal and final matches of the Volleyball youth league in East Java Province in 2020. The method used in this research is descriptive quantitative. The population in this study were eight-person volleyball referees who led the semifinals and finals of the East Java province volleyball youth league in 2020, totaling eight-person. Based on the results of the calculation of the questionnaire that was filled in by the volleyball referee who was in charge of being the first referee and the second referee in the semifinal and final matches, the mental condition of MH subjects was getting better when leading the final match. Similar to MH, subjects NW, HA and RF also had a better mental condition when leading the final match. On the other hand, MH, NW, HA and RF subjects, AR, KD, HK and IP subjects had a mental condition when leading the final match. The results of this study indicate that the referee's mental condition is strongly influenced by several factors, namely fatigue, an atmosphere of anger, a feeling of being ready, energetic and full of energy, tension, self-assessment, confusion and depression. The greater the score on the factors of fatigue, anger, tension, confusion and depression, the lower the mental condition. As for the feeling of being ready to be energetic and full of energy and self-assessment, the greater the factor, the higher the mental condition. From this research, it can be concluded that the mental condition of the referees who led the semifinals and finals of the East Java Province volleyball youth league in 2020 was on average in good condition.Keywords: Referee Mental Condition; Semifinal; FinalABSTRAK. Mental wasit sangat berpengaruh untuk memimpin setiap pertandingan. Sebab apabila seorang wasit memiliki mental yang baik, maka akan berpengaruh terhadap kinerja dan produktivitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi mental wasit memimpin pertandingan semifinal dan final liga remaja bolavoli Provinsi Jawa Timur tahun 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah wasit bolavoli yang memimpin pertandingan semifinal dan final liga remaja bolavoli provinsi Jawa Timur tahun 2020 yang berjumlah delapan orang. Berdasarkan hasil perhitungan angket yang telah diisi oleh wasit bolavoli yang bertugas menjadi wasit pertama dan wasit kedua pada pertandingan semifinal dan final menghasilkan Kondisi mental subjek MH semakin baik saat memimpin pertandingan final. Sama dengan MH, subyek NW, HA dan RF juga memiliki kondisi mental yang semakin baik saat memimpin pertandingan final. Lain halnya dengan subyek MH, NW, HA dan RF, subyek AR, KD, HK dan IP memiliki kondisi mental yang menurun saat memimpin pertandingan final. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kondisi mental wasit sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kelelahan, suasana amarah, perasaan siap, energik dan penuh tenaga, ketegangan, penilaian diri, suasana bingung dan depresi. Semakin besar skor pada faktor kelelahan, suasana amarah, ketegangan, suasana bingung dan depresi semakin rendah kondisi mentalnya. Sedangkan untuk faktor perasaan siap energik, dan penuh tenaga dan penilaian diri semakin besar faktornya semakin tinggi pula kondisi mentalnya. Dari penelitian ini dapat disimpulkan kondisi mental wasit yang memimpin pertandingan semifinal dan final liga remaja bolavoli Provinsi Jawa Timur tahun 2020 rata-rata dalam keadaan baik.Kata Kunci: Kondisi Mental Wasit; Semifinal; Final
Indrayogi Indrayogi, Rudi Rudi
Published: 24 June 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 73-84; doi:10.31949/jr.v2i2.2253

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Endi Rustandi, Toto Sukriyanto
Published: 24 June 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 50-56; doi:10.31949/jr.v2i2.2250

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Tatang Suryadin, Rudi Rudi, Ibnu Malik Faisal
Published: 24 June 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 85-90; doi:10.31949/jr.v2i2.2254

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Maya Nurhayati, Endi Rustandi
Published: 24 June 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 63-66; doi:10.31949/jr.v2i2.2247

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rudi Rudi, Udi Sahudi, Saeful Mumin
Published: 24 June 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 67-72; doi:10.31949/jr.v2i2.2249

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Sandra Arhesa, Davi Sofyan, M Faisal Ramadhan
Published: 24 June 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 57-62; doi:10.31949/jr.v2i2.2252

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rudi Rudi, Sandra Arhesa
Published: 28 January 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 44-49; doi:10.31949/jr.v2i1.2015

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Andang Rohendi,
Published: 28 January 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 32-43; doi:10.31949/jr.v2i1.2013

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ruli Sugiawardana,
Published: 25 January 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 24-31; doi:10.31949/jr.v2i1.2012

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Nina Septiani
Published: 24 January 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 20-23; doi:10.31949/jr.v2i1.2011

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Dea Hildawati
Published: 21 January 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 15-19; doi:10.31949/jr.v2i1.2009

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Radiko Radiko
Published: 18 January 2020
JOURNAL RESPECS, Volume 2, pp 1-6; doi:10.31949/jr.v2i1.2007

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Udi Sahudi
Published: 14 August 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 77-82; doi:10.31949/jr.v1i2.1473

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Rudi Rudi
Published: 7 July 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 95-101; doi:10.31949/jr.v1i2.1539

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Safitri Safitri
Published: 5 July 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 68-76; doi:10.31949/jr.v1i2.1472

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Ananda Febrianty
Published: 5 July 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 54-59; doi:10.31949/jr.v1i2.1470

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Rajip M Rusdiyanto, Ali Priyono
Published: 5 July 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 60-67; doi:10.31949/jr.v1i2.1471

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Bhakti Muda Heryanto
Published: 5 July 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 83-94; doi:10.31949/jr.v1i2.1474

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ali Priyono
Published: 7 February 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 39-47; doi:10.31949/jr.v1i1.1071

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Bayu Dwi Febrianto
Published: 7 February 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 20-27; doi:10.31949/jr.v1i1.1069

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Udi Sahudi, Maya Nurhayati
Published: 7 February 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 10-19; doi:10.31949/jr.v1i1.1068

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Endi Rustandi
Published: 7 February 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 1-9; doi:10.31949/jr.v1i1.1062

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Indra Prabowo, Davi Sofyan
Published: 7 February 2019
JOURNAL RESPECS, Volume 1, pp 48-53; doi:10.31949/jr.v1i1.1127

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top