Refine Search

New Search

Advanced search

Results in Journal JIPMat: 104

(searched for: journal_id:(565384))
Page of 11
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Sciprofile linkMohammad Archi Maulyda, Umar Umar, Sciprofile linkMuhammad Erfan, Vivi Rachmatul Hidayati, Sciprofile linkLinda Feni Haryati
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5790

Abstract:
This study aims to describe the application of STAD type cooperative learning that can improve mathematics learning outcomes of eighth-grade students of SMPN 12 Malang. This type of research is a PTK Kemmis & Mc Taggart model with qualitative consisting of two cycles. This research was conducted in class VIII-A of SMPN 12 Malang which was held by 30 students. Based on the research, STAD type cooperative learning steps are obtained that can improve mathematics learning outcomes of VIII grade students of SMPN 12 Malang, namely (1) Class presentations, teachers do apperception and encourage through question and answer and worksheets. (2) Group discussion, students work together with their groups to work on problems through worksheets. (3) Individual quizzes, students work on individual quizzes. (4) Calculation of individual improvement scores, students exchange and correct the quiz results. Quiz results are used to determine individual or student improving scores and group scores. (5) Giving awards, teachers give awards to the best groups.
Fransiska Denensi, Sciprofile linkBedilius Gunur, Emilianus Jehadus
Published: 28 April 2020
JIPMat, Volume 5; doi:10.26877/jipmat.v5i1.5725

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa, 2) efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa, 3) membandingkan efektifitas penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) dengan Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa. Penelitian ini melibatkan siswa kelas VIII SMP Swasta Widya Bhakti Ruteng yang berjumlah 116 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling, dengan terlebih dahulu dilakukan uji kesetaraan kelas. Hasil penelitian ini menunjukan, 1) model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) efektif terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa; 2) model pembelajaran kooperatif tipe Numbered Heads Together (NHT) efektif terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa; 3) model pembelajaran kooperatif tipe Two Stay Two Stray (TSTS) lebih efektif dibandingkan dengan Numbered Heads Together (NHT) terhadap kemampuan berpikir kritis matematika siswa.
Siti Kholifah, Rini Rubhiyanti, Paulus Hartanto
Published: 2 October 2019
JIPMat, Volume 4; doi:10.26877/jipmat.v4i2.4925

Abstract:
Pengembangan Webquest Mata Kuliah Statistik Dengan Pendekatan Kontruktivisme bagi Mahasiswa STEKOM Semarang. Penelitian ini bertujuan, (1) mendeskripsikan kondisi dan potensi pengembangan media pembelajaran ; (2) mendeskripsikan proses pengembangan media interaktif; (3) menguji efisiensi, kemenarikan dan efektivitas penggunaan media dalam pembelajaran statistik. Penelitian dengan metode pengembangan, dengan subyek mahasiswa STEKOM Semarang. Data dikumpulkan melalui observasi, angket, tes dan dianalisis secara deskriptif dan uji t-test. Kesimpulan penelitian adalah: (1) kondisi dan potensi pembelajaran belum optimal, media pembelajaran yang dibutuhkan mahasiswa adalah media webquest ; (2) proses pengembangan media webquest ini divalidasi ahli komputer, desain pembelajaran dan substansi materi ; (3) efisiensi produk sebesar 90,55 ; kemenarikan produk sebesar 89,02% dan efektivitas produk sebesar 3,60.
Published: 2 October 2019
JIPMat, Volume 4; doi:10.26877/jipmat.v4i2.4216

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan validasi Lembar Kegiatan Peserta Didik (LKPD) dengan pendekatan inkuiri terbimbing berbantuan geogebra pada materi trigonometri di kelas X SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian RnD (research and development). Desain Model pengembangan menggunakan model ADDIE (Analysis, design, develop, implementation, evaluation). Instrumen yang digunakan adalah angket validasi ahli materi dan angket validasi ahli media. Hasil validasi dari penilaian ahli materi LKPD dengan pendekatan inkuiri terbimbing berbantuan geogebra pada kelas X trigonometri adalah 86,4% dengan kriteria "valid", sedangkan validasi dari penilaian ahli media mencapai 88,03% dengan kriteria "valid". Berdasarkan hasil validasi, LKPD yang dikembangkan memiliki kriteria valid atau layak pada penilaian validitas.
Published: 2 October 2019
JIPMat, Volume 4; doi:10.26877/jipmat.v4i2.3982

Abstract:
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Tujuan penelitian ini adalah untuk menyelidiki kemungkinan hubungan antara kemampuan intuitif dengan kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini akan menguraikan dukungan kemampuan intuitif terhadap pemecahan masalah matematika. Peneliti terlebih dahulu mendiagnosis kemampuan intuitif responden.Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden dengan kemampuan intuitif tinggi membutuhkan waktu yang relatif singkat dalam menyelesaikan masalah matematika dibandingkan dengan responden dengan kemampuan intuitif sedang dan rendah. Waktu rata-rata yang dibutuhkan responden dengan kemampuan intuitif tinggi adalah 16 menit setiap soal. Namun, tidak ada perbedaan yang signifikan terhadap hasil penyelesaian masalah. Ketiga kategori memberikan hasil yang mirip dan masuk dalam kategori sangat baik. Kemampuan intuitif memberikan dukungan cukup besar pada aspek efisiensi waktu kinerja responden dalam menyelesaikan masalah matematika. Kemampuan intuitif memberikan bantuan kepada responden untuk mempercepat penyelesaian masalah matematika. Akan tetapi, kemampuan intuitif tidak memberikan dukungan secara nyata terhadap efektivitas responden dalam menyelesaikan masalah matematika. Kemampuan intuitif ini akan semakin bermakna apabila responden dihadapkan pada masalah yang relatif banyak dengan waktu penyelesaian yang terbatas.
Bansu Irianto Ansari, Muhamad Saleh
Published: 2 October 2019
JIPMat, Volume 4; doi:10.26877/jipmat.v4i2.3959

Abstract:
Model collaborative teaching dipandang sebagai pembelajaran yang memungkinkan siswa terhindar dari rasa cemas yang berat ketika menyelesaikan soal, sehingga siswa dapat membangun pemahaman konsep dengan baik. Kecemasan yang berat dapat menyebabkan rendahnya pemahaman matematis pada siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kecemasan dan pemahaman matematis siswa melalui penggunaan collaborative teaching. Sampel terdiri dari 51 siswa SMP dari kelas VII MTsN Jeureula yang di tes dua kali selama dua bulan. Studi menemukan terdapat peningkatan pemahaman matematis siswa yang signifikan pada tes awal dan tes akhir. Terdapat perbedaan kemampuan pemahaman siswa yang diajarkan dengan collaborative teaching dan pembelajaran biasa, sementara tingkat kecemasan matematis, berada pada tingkat ideal (sedang) dibanding dengan siswa yang diajarkan dengan metode biasa yaitu berada pada tingkat berat. Studi juga menemukan tidak terdapat interaksi antara faktor pembelajaran dan pengetahuan awal siswa (Tinggi, sedang dan rendah) terhadap pemahaman konsep. Ini berarti bahwa model collaborative teaching dan pengetahuan awal siswa tidak mempengaruhi pemahaman matematis secara bersamaan. Akan tetapi, terdapat interaksi antara faktor pembelajaran dan pengetahuan awal siswa terhadap kecemasan matematis, ini berarti model collaborative teaching dan pengetahuan awal siswa mempengaruhi kecemasan matematis secara bersamaan.
Lingga Nico Pradana, Sciprofile linkVia Yustitia
Published: 2 October 2019
JIPMat, Volume 4; doi:10.26877/jipmat.v4i2.4924

Abstract:
Penalaran spasial abstrak merupakan penalaran terkuat dari siswa autis. Dalam penelitian ini kami ingin mengidentifikasi penalaran spasial siswa autis berdasarkan kategori penalaran spasial (visualisasi spasial, rotasi mental, dan orientasi spasial) dan level penalaran (abstrak dan kongkrit). Sebanyak 46 siswa autis dan 46 siswa non-autis berpartisipasi sebagai subjek. Semua subjek diberikan 6 tipe tes penalaran spasial yang meliputi ketiga kategori serta level penalaran spasial. Hasil yang diperoleh yaitu siswa autis memiliki keunggulan pada kategori visualisasi spasial abstrak sementara siswa non-autis memiliki keunggulan pada kategori visualisasi spasial kongkrit. Hasil tersebut menunjukkan secara spesifik bahwa visualisasi spasial abstrak merupakan penalaran spasial terkuat yang dimiliki oleh siswa autis. Dengan demikian penelitian ini memberikan gambaran baru mengenai kemampuan penalaran spasial siswa ditinjau dari kategori penalaran serta level penalaran.
Published: 2 October 2019
JIPMat, Volume 4; doi:10.26877/jipmat.v4i2.4348

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah model pembelajaran think pair share dengan pendekatan problem based learning efektif ditinjau dari kemampuan berfikir kritis siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat eksperimen semu dengan desain penelitian berupa pretest-posttest control group design. Sampel penelitian adalah siswa kelas X MIPA MAN Salatiga tahun pelajaran 2018/2019. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan soal tes kemampuan berfikir kritis materi vektor yang terdiri dari 5 butir soal. Adapun hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) hasil uji one sample t test rata-rata siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan model think pair share dengan pendekatan problem based learning telah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), yaitu sebesar 76,06, (2) hasil uji independent sample t test rata-rata kemampuan berfikir kritis siswa diperoleh nilai sebesar 0,006, (3) rata-rata skor N-Gain kemampuan berfikir kritis siswa yang mendapat pembelajaran dengan menggunakan model think pair share dengan pendekatan problem based learning sebesar 0,63 sedangkan siswa yang mendapat pembelajaran konvensional hanya sebesar 0,50. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran think pair share dengan pendekatan problem based learning efektif ditinjau dari kemampuan berfikir kritis siswa kelas X MIPA MAN Salatiga tahun 2018/2019.
Published: 2 October 2019
JIPMat, Volume 4; doi:10.26877/jipmat.v4i2.4261

Abstract:
Pembelajaran matematika dikelas masih banyak yang menekankan pemahaman siswa tanpa melibatkan kemampuan berpikir kritis dan kreatif. Siswa tidak diberi kesempatan menemukan jawaban ataupun cara yang berbeda yang sudah diajarkan guru. Dengan demikian siswa tidak dapat mengembangkan kemampuan berpikirnya. Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan di SMP Kanisius Kalasan, guru masih menggunakan metode konvensional, pembelajaran masih berpusat pada guru dan belum menerapkan metode atau strategi lain dalam proses pembelajaran. Dari observasi pada siswa terlihat dalam proses pembelajaran siswa kurang memperhatikan guru ketika guru menjelaskan, sehingga siswa tidak memahami dengan baik skema konsep yang diberikan dan ketika mengerjakan soal yang diberikan oleh guru, siswa cenderung hanya dapat mengerjakan soal yang sama dengan contoh yang diberikan sebelumnya oleh guru. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah siswa ditinjau dari aspek berpikir kritis matematis siswa kelas 7B SMP Kanisius Kalasan pada materi keliling segitiga. Penelitian ini merupakan penelitian dengan jenis kualitatif deskriptif. Pada penelitian ini berdasarkan indikator kemampuan pemecahan masalah menurut NCTM untuk materi keliling segitiga diperoleh hasil terdapat 14 siswa yang memenuhi 4 dari 5 indikator dan terdapat 8 siswa yang memenuhi 3 dari 5 indikator.
Published: 2 October 2019
JIPMat, Volume 4; doi:10.26877/jipmat.v4i2.3973

Abstract:
Penelitian ini membahas kemampuan literasi mahasiswa pada pengembangan modul statistika matematika. Kemampuan literasi mahasiswa terdiri dari 5 aspek yang mengacu pada Association of College & Research Libraries (ACRL) yaitu (1) Kemampuan menentukan jenis dan sifat informasi yang dibutuhkan, (2) Kemampuan mengakses kebutuhan informasi secara efektif dan efisien, (3) Kemampuan mengevalusi informasi dan sumber-sumber secara kritis dan menjadikan informasi yang dipilih sebagai dasar pengetahuan, (4) Kemampuan menggunakan dan mengkomunikasikan informasi dengan efektif dan efisien, dan (5) Kemampuan memahami isu ekonomi, hukum, dan sosial dalam penggunaan dan pengaksesan informasi secara etis dan hukum. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kriteria penilaian norma (PAN). Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi matematika fakultas keguruan dan ilmu pendidikan yang telah menggunakan modul statistika matematika. Hasil penelitian ini menyatakan secara rata-rata kemampuan literasi mahasiswa adalah cukup baik dengan rincian siswa berkemampuan sangat tinggi 6,25%, tinggi 25%, cukup 37,50%, rendah 31,25%, dan sangat rendah 0%. Selain itu, kelima aspek kemampuan literasi juga memiliki kriteria cukup baik.
Page of 11
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top