Refine Search

New Search

Results in Journal Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan: 24

(searched for: journal_id:(5338554))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Pajar Anugrah Prasetio, Gilang Kripsiyadi Praramdana
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 7; doi:10.25134/pedagogi.v7i1.2858

Abstract:
Pada kajian penelitian terdahulu, terdapat muatan pendidikan karakter dalam setiap permainan tradisional. Guru yang mengajarkan Gobak Sodor dan Bentengan, dua permainan tradisional yang melatih kemampuan motorik, sering tidak memperhatikan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan nilai-nilai karakter siswa yang dapat terbentuk melalui kedua permainan tradisional tersebut. Sementara, pembelajaran Penjasorkes dan permainan tradisional merupakan konsep yang beriringan dan dapat membentuk karakter yang baik bagi siswa sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas V SD dan guru Penjasorkes di SDN 3 Awirarangan, SDN 2 Kuningan, dan SDN 10 Kuningan. Peneliti sebagai human instrument menggunakan lembar observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi dalam pengumpulan data. Analisis dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan/verifikasi. Pelaksanaan olahraga permainan tradisional dalam pembelajaran Penjasorkes berbasis karakter yang dilaksanakan di SDN 3 Awirarangan, SDN 2 Kuningan, dan SDN 10 Kuningan dapat memunculkan nilai-nilai karakter siswa seperti kerjasama, percaya diri, jujur, tanggung jawab, toleransi, saling menghargai, dan disiplin. Peneliti menyimpulkan bahwa pelaksanaan permainan tradisional dalam pembelajaran Penjasorkes merupakan salah satu sarana alternatif yang dapat membentuk karakter siswa sekolah dasar.Kata Kunci: permainan tradisional; penjasorkes; pendidikan karakter
Ira Wulandari Suparman, Marlina Eliyanti, Eli Hermawati
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 7; doi:10.25134/pedagogi.v7i1.2860

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini yaitu rendahnya minat baca siswa terhadap materi pelajaran yang berdampak pada menurunnya hasil belajar siswa kelas III SD Negeri Kertaungaran. Materi bacaan perlu dibuat menarik, penuh warna, dan gambar yang dapat mengembangkan imajinasi. Bacaan menarik tersebut berupa media komik yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) perbedaan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan penyajian materi dalam bentuk media komik dengan kelas yang tidak menggunakan penyajian materi dalam bentuk media komik setelah perlakuan, (2) perbedaan peningkatan hasil belajar siswa pada kelas yang menggunakan penyajian materi dalam bentuk media komik dengan kelas yang tidak menggunakan penyajian materi dalam bentuk media komik, dan (3) pengaruh penyajian materi dalam bentuk media komik terhadap minat baca siswa kelas III pada pelajaran IPS materi Kerjasama di SDN Kertaungaran. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan non equivalent control group design. Jumlah siswa yang diteliti dalam penelitian ini sebanyak 61 siswa, terdiri dari 31 siswa kelas III A (kelas eksperimen) dan 30 siswa III B (kelas kontrol). Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data, hasil belajar siswa sebelum perlakuan tidak jauh berbeda. Namun, setelah perlakuan menggunakan media komik hasil belajar berbeda secara signifikan. Siswa yang belajar menggunakan media komik mengalami peningkatan nilai rata-rata mencapai KKM. Peningkatan hasil belajar ini juga mempengaruhi minat baca siswa terhadap komik secara positif. Oleh karena itu, guru disarankan menggunakan media komik untuk menarik minat baca siswa terhadap materi pelajaran, sehingga hasil belajar siswa meningkat.Kata Kunci: minat baca; hasil belajar; media komik kerjasama
Syofi Syofiyah Dewi, Arrofa Acesta, Heru Purnomo
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 7; doi:10.25134/pedagogi.v7i1.2859

Abstract:
Keterampilan sosial memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung suatu interaksi dalam kegiatan pembelajaran. Namun, keterampilan sosial peserta didik di kelas V SDN 1 Purwawinangun masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah model pembelajaran kooperatif tipe Time Token Arends berpengaruh terhadap keterampilan sosial peserta didik di kelas dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial kelas V SDN 1 Purwawinangun. Jenis penelitian ini adalah penelitian quasi eksperimen. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah lembar observasi. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe Time Token Arends dapat dilihat dari perbedaan kedua rata-rata nilai kelas eksperimen dan kelas kontrol dengan menggunakan uji t dua sampel independen serta dilihat dari peningkatan dengan menggunakan rumus n-gain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai keterampilan sosial peserta didik antara kelas eksperimen dan kelas kontrol serta peningkatan keterampilan sosial peserta didik di kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. Sehingga model kooperatif tipe Time Token Arends berpengaruh terhadap keterampilan sosial peserta didik di kelas pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Kelas V SDN 1 Purwawinangun. Peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian serupa dengan indikator lain dan aspek keterampilan sosial yang lebih kompleks.Kata Kunci: model kooperatif; time token arends; keterampilan sosial di kelas.
Syaepudin Syaepudin,
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 7; doi:10.25134/pedagogi.v7i1.2749

Abstract:
The purpose of this study was to determine the effect of using PowerPoint media on student learning outcomes in the material adaptation of living creatures. The research method uses a quasi-experimental design with a nonequivalent control group design. The study was conducted in classes 6 (six) A and B, each of which numbered 25 students with the same level of homogeneity. Class 6A was chosen as the experimental class and Class 6B as the control class. The sampling technique uses purposive sampling which is to determine the sample based on special characteristics by the expected research objectives. The study was conducted at Bakti Mulya 400 Pondok Indah South Jakarta Elementary School in grade 6. The learning achievement test instrument used multiple-choice questions that had been validated with content and construction. Hypothesis test results through the Independent Samples Test showed a significance value of 2 (two) directions (t-tailed) of 0.002 <0.05, so it was concluded that there were significant scores between the control group and the experimental group. These results indicate the influence of the use of PowerPoint media on student learning outcomes in the material adaptation of living things. Although not the only variable that can affect learning outcomes, the use of PowerPoint media by teachers can be an alternative in efforts to increase students' interest and motivation to learn. so that their learning outcomes can improve
Irwanto Irwanto
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 7; doi:10.25134/pedagogi.v7i1.2861

Abstract:
Capaian hasil belajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam kurang dari KKM yang ditentukan. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidak adanya perbedaan peningkatan hasil belajar pendidikan agama Islam mengenai materi tata cara shalat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV SDN Jambu dengan sampel 26 orang dan SDN Kampung Baru dengan sampel 26 orang. Hasil penelitian yang didapat adalah 1) terdapat peningkatan hasil belajar pada kelompok eksperimen jika dilihat dari peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, 2) terdapat peningkatan hasil belajar pada kelompok kontrol jika dilihat dari peningkatan rata-rata hasil belajar siswa, dan 3) tidak terdapat perbedaan hasil belajar antara kelompok eksperimen yang menggunakan multimedia iSpring dengan kelompok kontrol yang menggunakan PowerPoint. Dengan adanya media yang digunakan dalam pembelajaran, maka hasil belajar siswa pun mengalami peningkatan.Kata Kunci: implementasi; multimedia iSpring; PowerPoint; hasil belajar
Rodatus Sofiah, Suhartono Suhartono, Ratna Hidayah
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 7; doi:10.25134/pedagogi.v7i1.2611

Abstract:
Dalam proses pembelajaran dikenal istilah model dan pendekatan yang memiliki kemiripan makna sehingga seringkali orang merasa bingung dalam membedakan kedua istilah tersebut. Berdasarkan berbagai referensi dari hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapat beberapa pendapat yang memposisikan Sains Teknologi Masyarakat (STM) sebagai suatu model pembelajaran, tetapi tidak sedikit juga yang mengkategorikannya sebagai pendekatan pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menganalisis apakah karakteristik pembelajaran Sains Teknologi Masyarakat (STM) sudah dapat dikategorikan sebagai suatu model pembelajaran atau masih tergolong sebagai pendekatan pembelajaran. Penelitian ini adalah jenis penelitian kualitatif yang bersifat studi literatur (library research) yang menggunakan buku-buku dan literatur-literatur lainnya sebagai objek penelitian yang utama. Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan buku-buku dan jurnal-jurnal hasil penelitian sebelumnya yang masih terkait. Setelah semua data terkumpul, selanjutnya dilakukan pengkajian dan pembandingan data yang ditemukan secara sistematis. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis isi (content analysis) dengan pengutipan pendapat-pendapat yang sesuai. Dari hasil analisis data, diperoleh kesimpulan bahwa Sains Teknologi Masyarakat (STM) dapat dikategorikan sebagai suatu model pembelajaran. Hasil pengkajian ini diharapkan dapat digunakan oleh peneliti selanjutnya sebagai tambahan informasi pada penelitian dengan studi literatur mengenai model Sains Teknologi Masyarakat (STM).
Herlina Herlina
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1890

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada materi sifat-sifat bangun ruang sederhana siswa kelas VI B SD Negeri Pajambon melalui penerapan metode pemecahan masalah (problem solving). Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan, dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI B SD Negeri Pajambon Kabupaten Kuningan pada mata pelajaran Matematika. Jumlah siswa sebanyak 22 orang, terdiri dari 11 laki-laki dan 11 perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan tindakan; dan (4) refleksi Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan rata-rata kelas sebesar 54,76 pada pertemuan 1 Siklus I, menjadi 66,19 pada pertemuan 2 Siklus I, menjadi 73,8 pada pertemuan 1 Siklus II dan menjadi 83,33 pada pertemuan 2 siklus II. Sementara dari persentase ketuntasan terjadi peningkatan dari 9,52% pada pertemuan 1 Siklus I, menjadi 19,04% pada pertemuan 2 Siklus 1, menjadi 33,33% pada pertemuan 1 Siklus II dan menjadi 85,71% pada pertemuan 2 Siklus II. Dari hasil tersebut maka dapat dillihat bahwa nilai dan persentase ketuntasan selalu mengalami kenaikan pada setiap siklusnya, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pemecahan masalah (problem solving) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada materi sifat-sifat bangun ruang sederhana siswa kelas VI B SD Negeri Pajambon.Kata kunci: Hasil Belajar, Metode Pemecahan Masalah (Problem Solving), Matematika
Roheni Roheni
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1892

Abstract:
Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan ini untuk mengupayakan perbaikan pelaksanaan pembelajaran IPS di kelas VI SDN Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Tujuannya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkesinambungan dengan mengangkat judul �Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI Sekolah Dasar Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan�. Pelaksanan Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDN Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan. Adapun Subjek Penelitian Tindakan Kelas ini adalah seluruh siswa kelas VI SDN Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan.Penelitian ini berlangsung pada tanggal 22 Januari 2018 s/d 19 februari 2018, karena waktu ini diperkirakan untuk memberikan materi tentang gejala alam dan merupakan waktu awal semester, sehingga penelitian ini tidak banyak terganggu oleh kegiatan lainnya dan dapat terlaksana sesuai jadwal. Terdiri dari Observasi Guru, Observasi Kegiatan Siswa, Tes, dan Wawancara. Setelah melakukan penelitian dengan siklus I dan II dalam pembelajaran IPS di kelas VI SDN Cibentang Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan terlihat ada perubahan, baik dalam aktivitas guru waktu mengajar yang diperlihatkan dalam siklus ke satu sampai ke dua nampak ada perubahan, begitupun dengan aktivitas siswa.Kata Kunci: Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing, Hasil Belajar, IPS
Suryani Suryani
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1893

Abstract:
Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) ini Berjudul �Penggunaan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Menentukan KPK dan FPBSiswa Kelas IV A SD Negeri Pajambon�. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan prestasibelajar menentukan KPK dan FPB siswa kelas IV A SD Negeri Pajambonmelalui penggunaan metode kooperatif tipe jigsaw. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan, dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri Pajambon Kabupaten Kuningan tahun 2018 pada pembelajaran menentukan KPK dan FPB. Jumlah siswa sebanyak 20 orang, terdiri dari 9 orang laki-laki dan11 orang perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) perencanaan tindakan; (b) pelaksanaan tindakan; (c) pengamatan tindakan; dan (d) refleksi.Hasil dari tes siklus I pertemuan 1 memperoleh rata-rata kelas sebesar 59,5 dengan prosentase ketuntasan sebesar 25%. Hasil penelitian siklus I pertemuan 2 memperoleh rata-rata kelas sebesar 66 dan prosentase ketuntasan sebesar 40%. Sedangkan hasil penelitian pada Siklus II pertemuan 1, diperoleh rata-rata kelas sebesar 71 dengan prosentase ketuntasan sebesar 50%, siklus II pertemuan 2 diperoleh rata-rata kelas sebesar 84 dengan prosentase ketuntasan sebesar 85%.Dari hasil di atas, maka nilai dan prosentase ketuntasan selalu mengalami kenaikan pada setiap siklusnya, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan prestasi belajar menentukan KPK dan FPB siswa kelas IV A SD Negeri Pajambon.Kata kunci: Prestasi Belajar, Metode Kooperatif Tipe Jigsaw, KPK dan FPB
Aisah Aisah
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1887

Abstract:
Tujuan penelitian tindakan ini adalah untuk meningkatkan minat belajar siswa Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) dengan metode Inklusi Penuh (Full Inclusion) dalam mata pelajaran Matematika Kelas II SD N Unggulan Kuningan. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak 2 siklus. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, serta revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas II A. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif dan hasil observasi kegiatan belajar mengajar. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan rata-rata nilai dari siklus 1 sampai siklus 2 yaitu, siklus 1 adalah 66 %, dan siklus 2 adalah 95 %. Sedangkan peningkatan hasil belajar siswa ABK, ditemukan bahwa semua siswa ABK mengalami peningkatan hasil belajar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemakaian metode pembelajaran Full Inclusion memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan minat belajar siswa ABK.Kata Kunci: Full Inclusion, ABK, Minat Belajar, Hasil Belajar
Masniah Masniah
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1888

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar mata pelajaran PKn siswa kelas V SD Negeri 1 Gandasoli melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan, dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 1 Gandasoli Tahun 2017 pada mata pelajaran PKn, khususnya pada materi Kebebasan Berorganisasi. Jumlah siswa sebanyak 50 orang siswa, terdiri dari 25 orang siswa laki-laki dan 25 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; (3) pengamatan tindakan; dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata dari 59,8 pada pertemuan 1 Siklus 1, menjadi 68,1 pada pertemuan 2 Siklus 1, menjadi 75,8 pada pertemuan 1 Siklus 2 dan menjadi 85,4 pada pertemuan 2 Siklus 2. Sementara dari persentase ketuntasan terjadi peningkatan dari 12% pada pertemuan 1 Siklus 1, menjadi 40% pada pertemuan 2 Siklus 1, menjadi 66% pada pertemuan 1 Siklus 2 dan menjadi 86% pada pertemuan 2. Dari hasil tersebut, maka nilai dan persentase ketuntasan selalu mengalami kenaikan pada setiap siklusnya, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar Kebebasan Berorganisasi siswa kelas V SD Negeri 1 Gandasoli.Kata kunci: Hasil Belajar, Kebebasan Berorganisasi, Think Pair Share
Ida Kurnia
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1896

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) pada pembelajaran matematika siswa kelas IV SDN Karangmangu Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2018. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas IV SDN Karang Mangu dan upaya untuk mengatasi permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui penerapan pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan 2 siklus. Terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi pada setiap siklusnya. Subyek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Karangmangu tahun 2018 berjumlah 23 orang. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi untuk mengetahui hasil belajar siswa dan metode tes untuk mengetahui tingkat kemampuan keberhasilan dalam proses pembelajaran Matematika. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis deskrptif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan model RME dapat meningkatkan hasil belajar dalam proses pembelajaran matematika siswa kelas IV SDN Karangmangu dari siklus I sebesar 65 % dengan kategori sangat baik (SB) menjadi 87% pada siklus II dengan kategori sangat baik (SB). Penelitian ini dapat dikatakan telah berhasil pada siklus II karena memenuhi indikator keberhasilan penelitian yaitu presentase rata-rata hasil Belajar siswa telah mencapai kriteria sangat baik .mencapai rentang 80% -100%.Kata kunci: Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME), Hasil Belajar, Sekolah Dasar
E Untari
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1898

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan Pelatihan Berbasis Lesson Study dalam meningkatkan kemampuan Guru Kelas pada pembelajaran tematik siswa kelas V SDN 2 Japara Kecamatan Japara Kabupaten Kuningan Tahun Ajaran 2018. Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya kemampuan guru kelas V SDN 2 Japara dan bagaimana upaya untuk mengatasi permasalahan. Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui pelatihan berbasis lesson study dapat meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembalajaran tematik dan mengetahui dampaknya Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan 2 siklus. Terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi dan refleksi pada setiap siklusnya. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Japara tahun 2018. Data penelitian dikumpulkan dengan metode observasi Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan metode analisis deskrptif Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penerapan pelatohan berbasis lesson study dapat meningkatkan kemampuan guru dalam proses pembelajaran di SDN 2 Japara dari siklus I sebesar 59.13 dengan cukup (C) menjadi 82.17 pada siklus II dengan kategori sangat baik (SB). Dengan demikian penelitian ini dapat dikatakan telah berhasil pada siklus II karena memenuhi indikator keberhasilan penelitian yaitu presentase rata-rata kemampuan bernalar siswa telah mencapai kriteria sangat baik .mencapai rentang 80%-100%.Kata kunci: pembelajaran tematik, lesson study
Siti Ganicah
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1891

Abstract:
Penelitian ini dilatarbelakangi hasil tes formatif yang jauh dari memuaskan, yaitu nilai rata-rata kelas 62, dan ketuntasan 25%, pada materi perjuangan mempertahankan kemerdekaan di kelas V SDN 2 Kedungarum tahun pelajaran 2017/2018. Hasil refleksi menunjukkan kondisi pembelajaran menggunakan metode yang kurang sesuai materi dan kondisi siswa. Maka perlu dipilih metode Group Investigation dan alat peraga gambar agar dapat mengarahkan siswa pada konsep real. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan metode group investigation dan alat peraga gambar dapat meningkatkan prestasi siswa kelas V SD N 2 Kedungarum tahun pelajaran 2017/2018 tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas. Subyek penelitian adalah siswa kelas V SDN 2 Kedungarum Kecamatan Kuningan pada semester genap tahun pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 12 orang. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus. Data penelitian prestasi hasil belajar siswa dilihat dari hasil tes formatif. Untuk mengetahui kevaliditasan pelaksanaan pembelajaran telah aktif/sesuai dengan RPP, maka diambil juga dari hasil observasi guru, siswa, dan PBM, selain itu guna memberikan masukan secara obyektif untuk perbaikan di siklus 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prestasi belajar siswa dari tes formatif pada siklus 1 rata-rata kelas 73, ketuntasan siswa 58%. Setelah dilakukan perbaikan proses pembelajaran pada siklus 2 nilai rata-rata siswa 84, maka telah melampaui nilai rata-rata kelas yang diharapkan yaitu ≥ 75. Ketuntasan siswa pada siklus 2 sebesar 92%. Maka dapat disimpulkan bahwa penerapan metode Group Investigation dan alat peraga gambar telah meningkatkan prestasi siswa kelas V SDN 2 Kedungarum Kecamatan Kuningan tahun pelajran 2017/2018.Kata kunci: Hasil belajar IPS, Metode Group Investiation, Alat Peraga Gambar
Eli Laeli Warlina
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1894

Abstract:
Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) ini berjudul �Penggunaan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Untuk Meningkatkan Hasil Membandingkan Dua Bilangan Cacah Siswa Kelas II B SD Negeri Pajambon�. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar membandingkan dua bilangan cacah siswa kelas II B SD Negeri Pajambon melalui penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS). Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan, dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II B SD Negeri 4 Pajambon Kabupaten Kuningan tahun 2018 dengan jumlah 20 siswa pada pembelajaran membandingkan dua bilangan cacah. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak 2 siklus dan 2 pertemuan. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan observasi. Data yang diperoleh berupa hasil tes tanya jawab, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasil penelitian pada tes evaluasi pertemuan 1 memperoleh rata-rata kelas sebesar 61, prosentase ketuntasan sebesar 20%, sedangakan pada pertemuan 2 rata-rata kelas sebesar 68,5 dan prosentase ketuntasan sebesar 30%. Sedangkan pada siklus II rata-rata kelas pada pertemuan 1 sebesar 77 dengan prosentase ketuntasan sebesar 70%, pada pertemuan 2 rata-rata kelas sebesar 84 dengan prosentase ketuntasan sebesar 85%. Dari hasil di atas, maka nilai dan prosentase ketuntasan selalu mengalami kenaikan pada setiap siklusnya, baik pertemuan 1 maupun pertemuan 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar membandingkan dua bilangan cacah siswa kelas II B SD Negeri Pajambon.Kata Kunci: Hasil Belajar, Pembelajaran Kooperatif, Think Pair Share
Aih Hayati
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1895

Abstract:
Tujuan penelitian yang akan dicapai adalah untuk mengetahui meningkatnya prestasi belajar matematika pada aspek bilangan pecahan dalam pembelajaran dengan menggunakan alat peraga pada siswa kelas IV A SD Negeri Pajambon Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan tahun pelajaran 2017/2018. Bentuk penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Kelas ( PTK ) yang dilaksanakan dalam dua siklus perbaikan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV A SD Negeri Pajambon Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan tahun 2017 pada pelajaran Matematika dengan jumlah populasi siswa sebanyak 23 orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) perencanaan tindakan; (b) pelaksanaan tindakan; (c) pengamatan tindakan; dan (d) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata 48,70 dari pra siklus, 55,7 pada siklus 1 pertemuan 1, 62,6 pada siklus 1 pertemuan 2 dan 72,6 pada siklus 2 pertemuan 1, 81,7 pada siklus 2 pertemuan 2. Sementara dari prosesntasi ketuntasan terjadi peningkatan dari 26 % pada pertemuan 1 Siklus I, menjadi 43% pada pertemuan 2 Siklus 1, Menjadi 78% pada petemuan 1 Siklus II dan menjadi 87% pada pertemuan 2. Dari data hasil diatas maka nilai dan ketuntasan selalu mengalami peningkatan pada tiap siklusnya. Sehingga dapat disimpukan sebagai berikut: melalui alat peraga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika pada siswa kelas IV A SD Negeri Pajambon Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan Tahun pelajaran 2017/2018.Kata kunci: Prestasi Belajar, Alat Peraga
Cece Hasan Amarudin
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1899

Abstract:
Penelitian Tindakan Kelas (Class Action Research) ini Berjudul �Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPA Melalui Penggunaan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP) Siswa Kelas VI SD Negeri 2 Ciloa�. Tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran IPA siswa kelas VI SD Negeri 2 Ciloa melalui penggunaan pendekatan keterampilan proses (PKP). Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Penelitian dilaksanakan dalam 2 siklus perbaikan, dan masing-masing siklus 2 pertemuan. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VI SD Negeri 2 Ciloa Kabupaten Kuningan tahun ajaran 2018/2019 pada mata pelajaran IPA. Jumlah siswa sebanyak 42 orang siswa, terdiri dari 28 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) perencanaan tindakan; (b) pelaksanaan tindakan; (c) pengamatan tindakan; dan (d) refleksi. Hasil penelititian menunjukan adanya peningkatan nilai rata-rata 61,66 pada siklus I pertemuan 1, menjadi 69,28 pada siklus I pertemuan 2, 74,52 pada siklus II pertemuan 1 dan menjadi 82,61 pada siklus II pertemuan 2. Sementara dari prosesntasi ketuntasan terjadi peningkatan dari 11,90% pada siklus I pertemuan 1, menjadi 35,71% pada siklus I pertemuan 2, 57,14% pada siklus II pertemuan 1 menjadi 80,95% pada siklus II pertemuan 2. Dari hasil di atas, maka nilai dan prosentase ketuntasan selalu mengalami kenaikan pada setiap siklusnya, baik pertumuan 1 maupun pertemuan 2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan pendekatan keterampilan proses (PKP) dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran IPA siswa kelas VI SD Negeri 2 Ciloa.Kata kunci: Hasil Belajar, Pendekatan Keterampilan Proses (PKP), IPA
Nanni Setiani
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i1.1889

Abstract:
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penerapan pengajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPA di kelas II SDN 2 Kedungarum Kecamatan Kuningan tahun ajaran 2018/2019 pada materi benda dan kegunaannya. Penelitian ini menggunakan rancangan tindakan kelas. Subjek penelitian adalah guru dan siswa kelas II di SDN 2 Kedungarum Kecamatan Kuningan pada semester ganjil tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 26 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Data penelitian diambil dari lembar observasi guru dan siswa. Sedangkan hasil belajar siswa diperoleh dari hasil evaluasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dari evaluasi siklus 1; siswa yang tuntas dalam pembelajaran benda dan kegunaanya hanya 19 orang dari 26 orang yang mengikuti tes evaluasi. Hasil tersebut memadai untuk melakukan penelitian berikutnya; yaitu berupa perbaikan yang mana dilakukan berdasarkan hasil refleksi. Setelah dilakukan perbaikan proses pembelajaran pada siklus 2, siswa yang tuntas sebanyak 24 orang dan 2 orang siswa tidak tuntas. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 92,30%. Hasil pada siklus 2 mengalami peningkatan lebih baik dari siklus 1. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus 2 ini dipengaruhi oleh adanya peningkatan kemampuan siswa dalam memahami pembelajaran berbasis inkuiri. Selain itu, peningkatan kemampuan guru dalam mengelola pengajaran berbasis inkuiri semakin mantap.Kata kunci: Prestasi Belajar, Inkuiri, IPA
Tuti Siti Nurhayati
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i2.2334

Abstract:
Capaian hasil belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kurang dari KKM, khususnya pada materi membaca berita. Pembelajaran membaca berita dimungkinkan dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran Cooperative Script. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di Kelas VIII-G SMP Negeri 3 Kuningan Semester I Tahun pelajaran 2019/2020. Berdasarkan hasil penelitian, dapat dikatakan bahwa pelaksanaan pembelajaran membaca berita dengan baik dan benar sesuai dengan EYD dan menyebutkan unsur-unsur berita, fakta serta karakteristik dapat menjawab 75% dari pertanyaan di Kelas VIII SMP Negeri 3 Kuningan.Kata Kunci: bahasa; membaca berita; cooperative script
Fety Tresnaningsih, Dina Pratiwi Dwi Santi, Etty Suminarsih
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i2.2407

Abstract:
Kemandirian belajar diperlukan bagi manusia sepanjang hidupnya. Namun, siswa belum memiliki kemandirian secara optimal dalam belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemandirian belajar siswa kelas III SDN Karang Jalak 1 dalam pembelajaran tematik. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan jenis penelitian yaitu deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dilakukan dengan metode kuesioner atau angket kemudian menggunakan skala likert. Subjek penelitian adalah siswa kelas III SDN Karang Jalak I. Bentuk kemandirian belajar siswa yang dikembangkan di SDN karang Jalak 1 di antaranya percaya diri, aktif dalam belajar, disiplin, memiliki hasrat untuk maju, mampu bekerja sendiri, tanggung jawab, dan mampu mengambil keputusan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemandirian belajar siswa kelas III di SDN Karang Jalak 1 berkembang dengan baik dan sangat antusias sehingga interaksi proses belajar mengajar dapat berlangsung sesuai yang diharapkan.Kata Kunci: kemandiran belajar; siswa; pembelajaran tematik
Awal Nur Kholifatur Rosyidah, Hartono Hartono
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i2.2191

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: 1) keefektifan pembelajaran menggunakan media koin bilangan dengan pendekatan PMRI; 2) keefektifan pembelajaran menggunakan media garis bilangan dengan pendekatan PMRI; 3) manakah yang lebih efektif antara kedua media pembelajaran ditinjau dari prestasi belajar dan tanggung jawab terhadap matematika siswa kelas V SD di gugus II Sleman. Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kuasi eksperimen. Populasi penelitian adalah seluruh kelas V SD di gugus II Sleman. Sampel penelitian ditentukan secara acak, terpilih siswa kelas V SDN Caturharjo dan siswa kelas VB SDN Keceme 1. Uji beda menggunakan MANOVA. Pengujian keefektifan pembelajaran menggunakan uji �satu populasi dan one sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pembelajaran menggunakan media koin bilangan dengan pendekatan PMRI efektif ditinjau dari prestasi belajar dan tanggung jawab terhadap matematika; 2) pembelajaran menggunakan media garis bilangan dengan pendekatan PMRI efektif ditinjau dari prestasi belajar dan tanggung jawab terhadap matematika; 3) pembelajaran matematika menggunakan media koin bilangan dengan pendekatan PMRI lebih efektif dibandingkan media garis bilangan ditinjau dari prestasi belajar matematika. Namun, sama efektifnya ditinjau dari tanggung jawab terhadap matematika. Penggunaan koin bilangan dan garis bilangan dapat dijadikan sebagai jembatan dari masalah real ke dalam matematika formal, sehingga memberikan dampak positif terhadap pencapaian prestasi belajar.Kata Kunci: koin bilangan, garis bilangan, PMRI, prestasi belajar, tanggung jawab
Ely Ukaliyah
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i2.2333

Abstract:
Proses pembelajaran menulis esai pada mata pelajaran Bahasa Sunda di Kelas VIII SMP Negeri 3 Kuningan masih ditemukan beberapa kendala, diantaranya kurangnya kreativitas siswa dalam menuangkan ide ke dalam tulisannya, masih rendahnya pemahaman siswa terhadap teknik menulis sebuah karangan dengan kohesi dan koherensi kalimat serta paragraf yang baik, kurangnya variasi metode yang diberikan guru pada proses pembelajaran, dan ketuntasan materi menulis esai baru mencapai 37,50% dari jumlah 32 siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hasil belajar Bahasa Sunda materi menulis esai siswa kelas VIII-E SMP Negeri 3 Kuningan setelah penerapan teknik menulis induktif. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini menggunakan teknik menulis secara induktif dan proses perbaikan pembelajaran dengan menggunakan dua siklus. Sumber data penelitian ini adalah hasil evaluasi siswa dalam proses perbaikan pembelajaran dalam dua siklus. Respondennya adalah kelas VIII-E SMP Negeri 3 Kuningan yang berjumlah 32 siswa. Temuan dalam penelitian ini didasarkan pada perbandingan nilai hasil evaluasi siswa pada tiap-tiap siklus. Ketuntasan siswa dalam menulis esai dengan menggunakan teknik menulis induktif mengalami kenaikan yang signifikan setelah melakukan dua siklus perbaikan pembelajaran, yaitu menjadi 100% atau 32 orang siswa kelas VIII-E yang telah tuntas dalam pembelajaran.Kata Kunci: teknik menulis induktif; keterampilan menulis esai; Bahasa Sunda.
Myrna Apriany Lestari
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i2.2406

Abstract:
Kesalahan individu dalam mengambil keputusan dapat memberikan dampak yang sangat besar dalam kehidupannya karena resiko yang muncul setelahnya. Begitupun yang dialami oleh mahasiswa yang sedang menempuh masa studi di Perguruan Tinggi. Meskipun secara usia, mahasiwa adalah individu yang telah memasuki usia dewasa namun tidak sedikit dari mahasiswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan masa studi yang telah ditentukan karena kurangnya keterampilan dalam mengambil keputusan, seperti kesulitan yang dialami mahasiswa di awal masa perkuliahan karena program studi tidak sesuai dengan keinginan pribadinya; atau terganggunya masa studi mahasiswa di tingkat 2 karena kesalahan menentukan prioritas antara perkuliahan dengan kegiatan organisasi; dan kesulitan mahasiswa di tingkat akhir untuk menyelesaikan studi di antara tanggung jawab pekerjaan atau mengurus keluarga baru. Penelitian ini adalah penelitian survey yang dilakukan kepada 240 mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Kuningan Angkatan 2016-2019, 240 mahasiswa ini merupakan sampel penelitian yang dipilih secara random dari total 474 mahasiswa PGSD yang terdaftar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa secara umum keterampilan mahasiswa PGSD angkatan 2016-2019 Mayoritas keterampilan pengampilan keputusan mahasiwa PGSD angkatan 2016-2019 telah mencapai kategori yang tinggi meskipun ada beberapa indikator yang masih berada pada kategori sedang, rendah dan rendah sekali. Indikator-indikator tersebut merupakan bagian dari keterampilan menghitung segala aspek pilihan dan keterampilan menghindari jebakan pilihan. Sehingga dibutuhkan sebuah program rencana bantuan pengembangan keterampilan pengambilan keputusan yang diarahkan pada dua keterampilan tersebut.Kata Kunci: keterampilan pengambilan keputusan; mahasiswa PGSD
Linda Robaniatun, Agus Gunawan, Arrofa Acesta
Pedagogi: Jurnal Penelitian Pendidikan, Volume 6; doi:10.25134/pedagogi.v6i2.2332

Abstract:
Masalah dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada pelajaran IPS yang masih rendah. Karena masih kurangnya penggunaan media dalam proses pembelajaran sehingga siswa merasa jenuh dan kurang berminat dalam mengikuti pembelajaran, yang pada akhirnya akan mempengaruhi hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan hasil belajar (posttest) siswa antara kelas yang menggunakan media pembelajaran film dokumenter dengan kelas yang menggunakan media pembelajaran komik dan perbedaan peningkatan hasil belajar (gain) siswa pada kelas yang menggunakan media pembelajaran komik dengan kelas yang menggunakan media pembelajaran film dokumenter pada pelajaran IPS Kelas V SD Negeri Pajambon. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan desain non-equivalent group pretestt-posttestt design, yang dilakukan di SD Negeri Pajambon. Dengan sampel yang terdiri dari kelas VA sebagai kelas kontrol dengan jumlah siswa 20 orang dan VB sebagai kelas eksperimen dengan jumlah siswa 23 orang. Hasil penelitian dengan pengujian secara statistik menunjukan terdapat perbedaan hasil belajar (posttest) siswa, maka penggunaan media film dokumenter lebih efektif dibandingkan dengan pembelajaran dengan menggunakan media komik. Sedangkan hasil perhitungan uji-t (gain) menunjukkan terdapat perbedaan peningkatan hasil belajar siswa, maka terdapat peningkatan (gain) hasil belajar siswa antara pembelajaran dengan menggunakan media komik dan pembelajaran dengan menggunakan media film dokumenter. Hal ini menunjukan bahwa media pembelajaran film dokumenter dapat meningkatkan hasil belajar siswa.Kata Kunci: hasil belajar; IPS; media film dokumenter
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top