Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science): 397

(searched for: journal_id:(45181))
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Editor Editor
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.i-iv.2021

Abstract:
EDITORIALPuji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas izin-Nya Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) dapat kembali terbit menjumpai pembaca sekalian. Tim redaksi dan penelaah telah menyeleksi naskah-naskah pada edisi ini, Volume 23 Nomor 2 Tahun 2021. Naskah-naskah tersebut meliputi bidang atau topik-topik sebagai berikut: Analisis Efek Pemeliharaan Sistem Intensif dan Ekstensif terhadap Produktivitas dan Kualitas Telur Itik Tegal; Level Tapioka dan Lama Fermentasi terhadap Kandungan Nutrien Silase Kulit Pisang Kepok; Total Bakteri Asam Laktat, Total Plate Count, dan Total Asam Tertitrasi pada Susu Kambing Fermentasi dengan Penambahan Sari Wortel selama Penyimpanan Dingin; Kajian Tentang Pengembangan Eggurt dengan Fortifkasi Edamame sebagai Agen Antioksidan; Pengaruh Perbedaan Dataran terhadap Profil Litter Ayam Broiler yang Dipelihara di Kandang Closed House; Jumlah Total Mikroorganisme Susu Kambing Sapera di Balai Penelitian Ternak Bogor; Evaluasi Nilai Nutrisi dan Kecernaan In Vitro Beberapa Rumput Alam dari Lahan Perkebunan dan Padang Penggembalaan; Efek Inkubasi Aerob Fakultatif terhadap Kualitas Organoleptik, Fisik, dan Nutrisi Ampas Tahu Difermentasi Kapang Neurospora sitophila dan Trichoderma viridae sebagai Pakan Ternak; Evaluasi Kandungan Nutrisi, Tanin, dan Densitas Biji Asam (Tamarindus indica) Hasil Penggorengan sebagai Bahan Pakan Unggas; Suplementasi Campuran Tepung Kunyit dan Sambiloto dalam Ransum terhadap Performan Ayam Petelur; Pemanfaatan Biji Chia (Salvia hispanica L.) untuk Meningkatkan Kualitas Susu Diversifikasi; Pengaruh Perebusan Daun Mangrove (Avicennia marina) dengan Air Abu Sekam terhadap Kecernaan Fraksi Serat (NDF, ADF, Selulosa, dan Hemiselulosa) Secara In-Vitro; Kandungan dan Kualitas Nutrisi Limbah Sawit Fermentasi dengan Lentinus edodes; Efektivitas Program Pelayanan Berkelanjutan Inseminasi Buatan dan Gangguan Reproduksi Sapi (Pelan Itu Bagus) di Kabupaten Pinrang; Pemberian Tepung Kunyit (Curcuma longa) sebagai Pakan Tambahan Alami sebagai Upaya dalam Meningkatkan Produktivitas Sapi Peranakan Ongole; Efektivitas Pemberian Bakteri Bacillus amyloliquefaciens sebagai Biofertilizer terhadap Pertumbuhan Sorgum Mutan Brown Midrib (Sorghum bicolor L. Moench) di Tanah Ultisol, dan Performa Puyuh (Coturnix coturnix japonica) yang Disuplementasi Susu Bubuk Kadaluarsa pada Tingkat Protein Berbeda.Redaksi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan jurnal ini. Semoga dengan terbitnya jurnal ini dapat bermanfaat sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat ilmiah, khususnya masyarakat peternakan dan umumnya bagi masyarakat luas.Padang, Juni 2021 Editor
T. N. I. Koni, T. A. Y. Foenay, H. Y. Chrysostomus
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 94-101; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.94-101.2021

F. Maulana, Nuraini Nuraini, Mirzah Mirzah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 174-182; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.174-182.2021

F. D. Perwitasari, Bastoni Bastoni
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 7-16; https://doi.org/10.25077/jpi.23.1.7-16.2021

H. Syafria, N. Jamarun
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 1-6; https://doi.org/10.25077/jpi.23.1.1-6.2021

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh biourin dan jamur mikoriza arbuskular terhadap hasil hijauan pakan, kandungan protein kasar dan fosfor rumput kumpai di lahan bekas tambang batubara. Penelitian dilakukan dalam Rancangan Acak Kelompok, dengan 6 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuan terdiri dari: (A) 0% biourine + FMA 0 gram / rumpun, (B) 0% biourine + 20 gram / rumpun FMA, (C) 30% biourine + FMA 0 gram / rumpun, (D) 30% biourine + FMA 20 gram / rumpun, (E) 45% biourine + FMA 0 gram / rumpun dan (F) 45% biourine + FMA 20 gram / rumpun. Variabel yang diamati adalah hasil bahan kering, protein kasar dan fosfor rumput kumpai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata (P
S. Pakage, A. W. Wenda, A. P. E. Widodo, A. Baaka, D. A. Iyai
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22, pp 321-331; https://doi.org/10.25077/jpi.22.3.321-331.2020

Y. P. Perwitasari, Soetriono Soetriono
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22, pp 255-266; https://doi.org/10.25077/jpi.22.3.255-266.2020

Abstract:
Penelitian dilakukan pada sentra kerajinan kulit di kelurahan Selosari Magetan, Jawa Timur untuk mengetahui tiga hal, yaitu (1) Pendapatan dan efisiensi penggunaan biaya produksi industri alas kaki, (2) Nilai tambah produk, dan (3) strategi pengembangan industri. Data dikumpulkan dari 10 pelaku usaha dan 5 tenaga ahli yang mewakili instansi dan pihak terkait. Data terkumpul diolah menggunakan tiga kategori; analisa R/C ratio, analisis nilai tambah Hayami, dan AHP (Analytical Hierarcy Process). Hasil penelitian menunjukkan (1) rata-rata R/C ratio 1,23; (2) produk alas kaki dari kulit memiliki nilai tambah sebagai berikut; sepatu wanita Rp 30.707,71; sepatu laki-laki Rp 30.129,60; sandal laki-laki Rp 25.281,98; dan sandal wanita Rp 23.475,61; dan (3) strategi yang relatif tepat adalah pada kriteria pengembangan produksi dengan bobot 0,490.
M. Landupari, A. H. B. Foekh, K. B. Utami
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22, pp 249-253; https://doi.org/10.25077/jpi.22.2.249-253.2020

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan level molasses terhadap kualitas fisik (warna, aroma, tekstur dan keberadaan jamur) silase rumput gajah odot. Penelitian dilakukan di Laboratorium Pakan dan Nutrisi Ternak Polbangtan Malang. Bahan yang digunakan yaitu rumput odot, dan molasses. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan. Perlakuan adalah level penambahan molasses terdiri dari P0 = rumput odot + 0% molasses, P1 = rumput odot + 3% molasses, dan P2 = rumput odot + 6% molasses. Waktu penyimpanan selama 21 hari. Pengamatan dilakukan pada hari ke 21. Variabel yang diukur adalah kualitas fisik silase rumput gajah odot meliputi: warna, aroma, tekstur, dan keberadaan jamur. Hasil penelitian menunjukan bahwa level penambahan molasses tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap warna, tekstur dan keberadaan jamur pada silase tetapi berpengaruh nyata (P
Editor Editor
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22; https://doi.org/10.25077/jpi.22.2.i-iv.2020

Abstract:
Puji syukur kita haturkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas izin-Nya Jurnal Peternakan Indonesia (JPI) dapat kembali terbit menjumpai pembaca sekalian. Tim redaksi dan penelaah telah menyeleksi naskah-naskah pada edisi ini, Volume 22 No. 2 Tahun 2020. Naskah-naskah tersebut meliputi bidang atau topik-topik sebagai berikut: Pengaruh Dekok Daun Sirih (Piper betle L) sebagai Bahan Teat Dipping pada Sapi Perah Friesian Holstein; Kualitas Nutrisi dan Anti Nutrisi Pakan Cair Fermentasi Berbahan Biji Asam; Pertumbuhan dan Status Kesehatan Broiler yang Diberi Umbi Gembili sebagai Prebiotik Inulin; Supplementation of Jengkol Peel on VFA Molar Proportion, Methane Production, and Hydrogen Balance in Vitro; Kesukaan, Sikap, Kepuasan, dan Kesetiaan Peternak dalam Mengusahakan Sapi Pasundan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat; Karakteristik Fisik dan Organoleptik Susu Segar di Medan Sunggal; Penggunaan Metode Sinkronisasi Estrus terhadap Respon Estrus pada Kerbau Rawa (b. Bubalis carabauesis) di Kabupaten Padang Pariaman; Penambahan Rimpang Temulawak (Curcuma xanthorriza Roxb) dan Mineral Zink dalam Pakan untuk Menilai Performans, Organ Fisiologi, dan Gambaran Darah Ayam Broiler dalam Situasi Stress Panas; Pengaruh Penggunaan Campuran Daun Ubi Kayu dan Ampas Tahu yang Difermentasi dengan Rhizopus oligosporus Sebagai Pengganti Sebagian Ransum Komersil terhadap Kualitas Karkas Broiler; Perendaman Rumput Laut Turbinaria murayana dalam Aliran Air Sungai sebelum digunakan sebagai Bahan Pakan Unggas; Strategi Pengembangan Usaha Ternak Babi Program Perak di Kabupaten Ngada; Performa Puyuh yang Diberi Limbah Sawit Fermentasi dengan Pleurotus ostreatus dalam Ransum; Aktivitas Antioksidan, Kadar Protein, dan Gula Reduksi Yoghurt Susu Kambing dengan Penambahan Sari Apel Manalagi (Malus sylvestris); dan Pemberian Jamu (Jahe, Kunyit, dan Temulawak) terhadap Performa Produksi Telur Burung Puyuh (Corturnix corturnix japonica).Redaksi menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan jurnal ini. Semoga dengan terbitnya jurnal ini dapat bermanfaat sebagai sarana komunikasi bagi masyarakat ilmiah, khususnya masyarakat peternakan dan umumnya bagi masyarakat luas.
E. D. N. Wea, M. Y. Luruk, U. R. Lole
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22, pp 218-227; https://doi.org/10.25077/jpi.22.2.218-227.2020

Abstract:
Penelitian ini telah dilaksanakan di Kabupaten Ngada pada bulan April sampai Juli 2018. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui dan menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi tingkat perkembangan populasi ternak babi, 2) Mengetahui dan menganalisis berapa besar pendapatan tunai usaha ternak babi, dan 3) Merumuskan strategi program PERAK untuk pengembangan populasi ternak babi dalam meningkatkan pendapatan anggota. Teknik pengambilan contoh dilakukan melalui tiga tahap yaitu penentuan kecamatan contoh secara purposif, penentuan desa contoh secara purposif dan penentuan responden contoh secara acak proporsional dimana setiap desa diambil 25% dari kepala keluarga miskin sasaran dan diperoleh 100 responden. Data dianalisis menggunakan analisis regresi linier, analisis pendapatan, dan analisis SWOT. Pengambilan sampel yang dilakukan kepada responden SWOT yaitu teknik purposif sampling sehingga diambil 20 orang sebagai responden. Hasil penelitian dengan menggunakan uji regresi menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi perkembangan populasi yaitu jumlah induk (X1), tingkat kelahiran (X2), dan koefisien determinasi (R2=0,75). Rata-rata pendapatan tunai usaha ternak babi program PERAK sebesar Rp7.893.613. Analisis SWOT menunjukkan bahwa usaha ternak babi program PERAK di Kabupaten Ngada berada pada strategi agresif dan posisi ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan. Strategi yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (growthoriented strategy). Program strategis yang perlu diterapkan adalah:1) Strategi peningkatan populasi ternak babi program PERAK, 2) Strategi peningkatan sumberdaya manusia (SDM), 3) Strategi optimalisasi penggunaan sumberdaya alam, dan 4) Strategi pengembangan dan penerapan teknologi.
S. Y. V. Putri, W. S. Putranto, A. Pratama
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22; https://doi.org/10.25077/jpi.22.1.29-37.2020

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan berbagai konsentrasi kalsium klorida (CaCl2) pada proses koagulasi susu menggunakan ekstrak jahe merah terhadap sifat fisik dan akseptabilitas keju. Penelitian menggunakan analisis statistik Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri atas 3 tiga perlakuan penambahan CaCl2 dengan tingkat konsentrasi P1 (0,01% b/v), P2 (0,02% b/v) dan P3 (0,03% b/v) dengan pengulangan sebanyak 6 enam kali. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan CaCl2 meningkatkan nilai persentase rendemen, dan milk clotting activity serta memberikan hasil yang sama terhadap akseptabilitas pada produk fresh cheese. Penambahan konsentrasi CaCl2 sebanyak 0,02% memberikan hasil terbaik dengan persentase rendemen sebesar 13,03% dan milk clotting activity sebesar 1165,39 SU/ml serta menunjukkan nilai akseptabilitas yang dapat diterima oleh panelis.
A. N. N. Permadi, E. Kurnianto, Sutiyono Sutiyono
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22, pp 11-20; https://doi.org/10.25077/jpi.22.1.11-20.2020

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik morfometrik ayam kampung yang disukai dan tidak disukai di Desa Tirtomulyo, Kecamatan Plantungan, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Materi menggunakan 105 ekor ayam kampung yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 100 ekor betina. 30 peternak sebagai responden untuk menentukan ayam disukai dan tidak disukai. Data dianalisis menggunakanujit, Principal Component Analysis dengan menggunakan alatbantuStatistical Analysis System (SAS) University Edition. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ayam jantan memiliki perbedaan yang nyata (P<0,05) pada lingkar tarsometatarsus dan panjang sternum, sedangkan ayam betina memiliki perbedaan nyata (P<0,05) pada bobot badan dan tinggi jengger. Parameter pembeda pada ayam kampung jantan dan betina yang disukai dan tidak disukai adalah panjang sayap yaitu 0,619 dan 0,922. Peta penyebaran ayam jantan dan betina yang disukai dan tidak disukai mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan ayam jantan dan betina yang tidak disukai.
Mawaddah Mawaddah, H. Setiawan, H. T. S. S. G. Saragih
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22; https://doi.org/10.25077/jpi.22.1.80-88.2020

Abstract:
Daun jambu mete memiliki senyawa bioaktif alami yang berpotensi sebagai promotor pertumbuhan ternak. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari efek suplementasi ekstrak etanol daun jambu mete dalam pakan terhadap peningkatan berat badan dan otot pectoralis thoracicus ayam jawa super. Penelitian ini menggunakan 90ekorday old chick (DOC)ayamjawasuper yangdipeliharaselama 15 hari. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan perlakuan penambahan ekstrak etanol daun jambu mete pada pakan basal sebanyak 0 g/kg pakan (K); 1,25 g/kg pakan (P1); 2,5 g/kg pakan (P2); 5 g/kg pakan (P3); 10 g/kg pakan (P4); 20 g/kg pakan (P5). Metode terdiri dari pembuatan ekstrak etanolik daun jambu mete, pembuatan pakan, pemeliharaan ayam dan pembuatan preparat jaringan otot (metode parafin). Parameter pengamatan otot terdiri dari pengukuran berat otot dan luas area miofiber. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan berat badan pada P3, P4 dan P5 dibandingkan dengan kontrol (P
Amam Amam, Soetriono Soetriono
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22; https://doi.org/10.25077/jpi.22.1.1-10.2020

Abstract:
Sumber daya finansial, teknologi, dan fisik merupakan bagian dari sumber daya internal usaha ternak. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi sumber daya internal usaha ternak sapi perah dan mengkaji pengaruhnya terhadap SDM peternak dan pengembangan usaha ternak. Penelitian dilakukan di Kawasan Peternakan Sapi Perah Nasional (KPSPN) Kabupaten Malang, Jawa Timur. Narasumber penelitian ialah peternak sapi perah anggota Kelompok Usaha Bersama (KUB) Tirtasari Kresna Gemilang. Jumlah responden adalah 174 peternak sapi perah. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan survai dengan menggunakan pengisian kuisioner dan wawancara.Analisisdata menggunakan metode Partial Least Square (PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa 18,9% SDM peternak dipengaruhi oleh sumber daya internal, sedangkan 55,5% pengembangan usaha dipengaruhi oleh sumber daya internal dan SDM peternak. Kesimpulan penelitian yaitu sumber daya internal berpengaruh terhadap SDM peternak dan pengembangan usaha ternak.
, S. N. Aritonang, Khasrad Khasrad
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 22; https://doi.org/10.25077/jpi.22.1.73-79.2020

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh umur sapih terhadap performans babi Duroc jantan. Ternak yang digunakan dalam penelitian ini adalah 18 ekor babi Duroc jantan lepas sapih dengan bobot lahir antara 900 gram - 1300 gram yang berasal dari 3 induk babi yang berbeda dengan litter size 10 ekor. Penelitian ini berupa eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 6 ulangan selama 26 minggu. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah umur sapih pada babi yaitu 2 minggu (A), 3 minggu (B), dan 4 minggu (C). Peubah yang diamati adalah bobot sapih, bobot hidup, dan berat karkas. Penelitian diawali dengan sanitasi lalu penimbangan bobot awal, kemudian dilakukan pengacakan tempat ternak. Tiap kandang dikelompokkan sesuai umur. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari. Penimbangan sisa pakan dilakukan setiap pagi. Ternak babi dimandikan dua kali sehari dan penimbangan bobot badan dilakukan setiap 2 minggu sekali sampai 5 bulan 2 minggu. Hasil penelitian menunjukkan, umur sapih berpengaruh terhadap performans babi Duroc Jantan. Umur sapih berpengaruh nyata (P0,05). Umur sapih 4 minggu memberikan performans yang terbaik dibandingkan umur sapih lainnya.
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top