Refine Search

New Search

Results in Journal Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science): 397

(searched for: journal_id:(45181))
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
A. Nubatonis, T. I. Purwantiningsih, Y. Oki, B. Doarce
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 55-65; https://doi.org/10.25077/jpi.24.1.55-65.2022

A. Afonso, E. S. D. C. Cruz, I. S. Pereira, M. D. C. Napoleão, C. N. Nabais
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 215-224; https://doi.org/10.25077/jpi.24.2.215-224.2022

Abstract:
In Timor Leste, swine Farmers did not yet use legume production grains to maintain feed swine performance and respond to market demand. The research aims to evaluate the Efficiency of Leguminoceae Production grains Plus Maize in feeding on the Growth Phase of Local Swine in Timor Leste. This research used Latin Square Design with four rows and four columns employed. The swine feeding has 4 treatments such as R1 (corn 50% + mungbean 15% + soybean 20% + common bean 15%), R2 (corn 40% + mungbean 20% + soybean 15% + common bean 25%), R3 (corn 40% + mungbean 20% + soybean 20% + common bean 20%), R4 (corn 50% + mungbean 10% + soybean 15% + common bean 25%). This research showed that Swine that consumed R2 rates were very good compared to other feedings for Swine. Look at the performance of the Swine with an increase in body weight of 31.16kg and body length of 72.75cm in the grower phase. All data were analyzed by ANOVA Latin Square Design, and Least Significance Difference (LSD) was conducted when the means were significantly different (p<0.05).
A. T. Warman, R. W. Sari, B. A. Atmoko, I. G. S. Budisatria
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 219-229; https://doi.org/10.25077/jpi.23.3.219-229.2021

D. N. Ramadani, A. H. Maimunah, F. F. Abdilah, A. Dinnar, L. Purnamasari
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 230-234; https://doi.org/10.25077/jpi.23.3.230-234.2021

B. Muwakhid, U. Kalsum, A. M. Wati
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 240-246; https://doi.org/10.25077/jpi.23.3.240-246.2021

Abstract:
The problem that often comes by farmers is a shortage of feed in the dry season; one of the technologies that can be used is silage. Carrot straw (CRS) can be used as a silage material because of its abundance and nutritional value, which is good for the livestock. The purpose of this study is to know about the differences in the provision of feed additives, i.e., Lactobacillus casei-A, Lactobacillus plantarum, and Lactobacillus casei-B of the composition of CRS silage. Making silage by means of CRS was weighed, CRS was placed on a tray and added with feed additives based on experimental treatment, CRS was mixed thoroughly, stored, and closed in a laboratory-scale silo then placed at 26-28oC. CRS was given with three different feed additive treatments: CRS + 0.01% Lactobacillus casei-A, CRS + 0.01% Lactobacillus plantarum, CRS + 0.01% Lactobacillus casei-B. Ensiling was carried out for 21 days in four replications for each treatment, and each replication was made in duplicate. Statistical analysis after the data was obtained was using the SAS University application specification 4.0 red hat (64-bit) with code, and the difference between the treatment means (P<0.01) was determined using Duncan’s Multiple Range Test (DMRT). This study resulted that the different types of use of lactic acid bacteria had a significant effect (P<0.01) on organic matter content (OM), crude fiber content (CF), extract ether content (EE), nitrogen-free extract (NFE), neutral detergent fiber (NDF) and acid detergent fiber (ADF). This study concludes that the difference in the provision of feed additives affects the chemical composition of carrot straw silage. To sum up, Lactobacillus casei-A has a good value on NFE while Lactobacillus casei-B has a good value on OM, CF, EE, NDF, and ADF.
W. U. Ningsih, H. Syafria, Akmal Akmal
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 137-142; https://doi.org/10.25077/jpi.24.2.137-142.2022

Abstract:
Penelitian yang telah dilakukan bertujuan untuk mengetahui efektivitas dari penggunaan pupuk kompos terhadap hasil komulatif bahan kering, kandungan protein kasar, serat kasar, dan abu rumput Kumpai (Hymenachne amplixicaulis (Rudge) Nees.) ditanah Podzolik Merah Kuning (PMK). Penelitian dilaksanakan selama ± 4 bulan dari persiapan bahan sampai dengan analisis di Laboratorium Budidaya Ternak dan Hijaun Fakultas Peternakan Universitas Jambi. Penelitian ini dilakukan dalam rancangan acak kelompok (RAK), dengan 4 perlakauan dan 5 ulangan. Perlakuan terdiri dari K0 = 0 ton/ha, K1 = 50 ton/ha, K2 = 100 ton/ha, K3 = 150 ton/ha. Peubah yang diamati adalah hasil komulatif bahan kering, protein kasar, serat kasar, dan abu. Dari penelitian yang telah dilakukan menunjukkan hasil penambahan pupuk kompos berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap hasil komulatif bahan kering, kadar abu dan kandungan protein kasar, dan berpengaruh tidak nyata (P<0,05) terhadap serat kasar. Dari Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa perlakuan pemberian pupuk kompos pelepah sawit K3 12,00 kg/petak menghasilkan hasil komulatif bahan kering terbaik (70,58 kg/petak), abu (24,89%), dan protein kasar 15,17%.
S. F. Zahro, K. A. Fitrah, S. A . Prakoso, L. Purnamasari
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 235-239; https://doi.org/10.25077/jpi.23.3.235-239.2021

K. Santoso, F. B. Harlimawan, A. Wijaya, Isdoni Isdoni, H. Maheshwari, D. R. Ekastuti, P. Achmadi, R. Tarigan, A. S. Satyaningtijas, A. Suprayogi, et al.
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 180-189; https://doi.org/10.25077/jpi.24.2.180-189.2022

B. R. T. Putri, J. Hellyward, N. W. Siti, I. N. Ardika, A. Rastosari, I. M. Londra, N. M. A. K. Dewi, N. M. P. Setyani
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 119-125; https://doi.org/10.25077/jpi.24.1.119-125.2022

N. G. W. Putra, D. N. Ramadani, A. Ardiansyah, F. Syaifudin, R. I. Yulinar, H. Khasanah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 150-159; https://doi.org/10.25077/jpi.24.2.150-159.2022

S. N. Asyifah, Sunarto Sunarto, S. Likah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 126-135; https://doi.org/10.25077/jpi.24.1.126-135.2022

I. Gurawal, R. Rawendra, A. Warnaen, A. K. Jaliyah
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 21-27; https://doi.org/10.25077/jpi.24.1.21-27.2022

Y. K. Risna, Sri-Harimurti Sri-Harimurti, Wihandoyo Wihandoyo, Widodo Widodo
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 24, pp 1-7; https://doi.org/10.25077/jpi.24.1.1-7.2022

Sunarno Sunarno, K. Budiraharjo, Solikhin Solikhin
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 83-93; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.83-93.2021

Abstract:
Itik (Anas plathyrynchos domecticus) merupakan salah satu jenis unggas yang banyak dibudidayakan, terutama sebagai penghasil telur. Produk telur diketahui bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan protein hewani bagi masyarakat di Indonesia. Permasalahan yang dihadapi oleh peternak itik petelur, terutama di Kabupaten Brebes adalah pakan, keterbatasan pengetahuan tentang pemeliharaan itik, permintaan telur asin oleh konsumen yang tinggi yang tidak diiringi oleh peningkatan kualitas dan kuantitas telur yang diproduksi itik. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh sistem pemeliharaan itik secara intensif dan ekstensif terhadap kuantitas dan kualitas telur. Variabel kualitas telur meliputi bobot badan, produksi dan bobot telur, adapun variable kualitas telur terdiri atas pH dan tinggi albumen, pH dan diameter yolk, indeks kuning telur (IKT), dan Haugh Unit (HU). Metode penelitian yang digunakan adalah pembandingan 2 populasi, yaitu antara itik yang dipelihara dengan sistem intensif dan ekstensif, masing-masing menggunakan itik sebanyak 25 ekor. Data yang didapat dianalisis dengan menggunakan uji t (t student test) pembandingan dua perlakuan. Analisis hasil penelitian menunjukkan, itik yang dipelihara dengan sistem intensif berbeda nyata dengan sistem ektensif, serta memiliki kuantitas dan kualitas telur yang lebih tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemeliharaan itik secara intensif dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas telur itik, lebih tinggi dibanding itik yang dipelihara secara ekstensif. Pemeliharaan itik secara intensif direkomendasikan dapat diaplikasikan oleh para peternak lokal di Kabupaten Brebes dengan pemanfaatan sumber bahan pakan lokal yang mudah diperoleh, murah, dan aman sehingga dapat meningkatkan pendapatan peternak.
H. Pisestyani, M. Dalimunthe, C. Nisa, F. A. Pamungkas
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23, pp 122-129; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.122-129.2021

Editor Editor
Jurnal Peternakan Indonesia (Indonesian Journal of Animal Science), Volume 23; https://doi.org/10.25077/jpi.23.2.-.2021

Abstract:
UCAPAN TERIMA KASIH Redaksi Jurnal Peternakan Indonesia memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh pakar yang telah diundang selaku Editorial Board dan Mitra Bebestari, yang telah menelaah naskah yang kami kirimkan baik yang layak terbit maupun yang tidak layak dalam Volume 23 (2) Edisi Juni 2021. Berikut adalah daftar nama pakar yang berperan dalam edisi ini:Prof. Dr. Ir. Nuraini, MS. Fakultas Peternakan Universitas AndalasDr. Indri Juliyarsi, SP, MP. Fakultas Peternakan Universitas AndalasEdi Erwan, S.Pt., M.Sc., Ph.D. Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Islam Negeri Sultan Syarif KasimDr. Rizky Palupi, S.Pt., MP. Fakultas Pertanian Universitas SriwijayaAde Sukma, S.Pt, MP, Ph.D. Fakultas Peternakan Universitas AndalasDr. Ir. Jaswandi, MS. Fakultas Peternakan Universitas AndalasDr. Ir. Irma Badarina, MP. Fakultas Pertanian Universitas BengkuluProf. Dr. Ir. Ketut Sukiyono, DipAgEc., MEc. Fakultas Pertanian Universitas BengkuluProf. Dr. Ir. Salam N. Aritonang, MS. Fakultas Peternakan Universitas AndalasProf. Dr. Ir. Wizna, MS. Fakultas Peternakan Universitas AndalasDr. Sri Purwanti, S.Pt., MP. Fakultas Peternakan Universitas HasanuddinDr. Herly Eva Nuarini, S.Pt, MP. Fakultas Peternakan Universitas BrawijayaDr. Ir. Rita Mutia, M.Agr. Fakultas Peternakan IPB UniversityProf. Dr. Ir. Maria Endo Mahata, MS. Fakultas Peternakan Universitas AndalasProf. Dr. Ir. I Made Sugita, M. Sc. Fakultas Peternakan Universitas UdayanaDeni Novia, STP, MP. Fakultas Peternakan Universitas AndalasDr. Ir. Dwi Yuzaria, SE, M.Si. Fakultas Peternakan Universitas AndalasDr. Iwan Prihantoro, S.Pt, M. Sc Fakultas Peternakan IPB UniversityProf. Dr. Ir. Sumiati, M. Sc. Fakultas Peternakan IPB UniversityDr. Simel Sowmen, S.Pt, MP. Fakultas Peternakan Universitas AndalasIr. Fransiskus Trisakti Haryadi, M.Si, Ph.D. Fakultas Peternakan Universitas Gajah MadaProf. Dr. Ir. Mardiati Zain, MS. Fakultas Peternakan Universitas Andalas
Page of 8
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top