Refine Search

New Search

Results in Journal ARIKA: 70

(searched for: journal_id:(4500237))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Andi Nurwahidah, Mulyadi Mulyadi, Nilda Nilda
Published: 31 August 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 64-71; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.2.64

Abstract:
Perkembangan industri manufaktur menuntut perusahaan untuk dapat bersaing secara kompetitif dengan perusahaan pesaingnya. Persaingan yang sangat kompetitif inilah yang menuntut industri untuk meningktakan keunggulan kompetitif agar dapat memenangkan persaingan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengurangi pemborosan pada proses produksi. PT ABC merupakan Industri Manufaktur yang memproduksi parts mesin, dan berbagai pesanan lain yang berbahan dasar dari baja. Hasil identifikasi menggunakan metode green Value Stream Mapping terdapat banyak kegiatan pemborosan yang terjadi seperti pemborosan transportation, waiting, motion, dan defect. Sedangkan dari segi green waste didapatkan pemborosan transportasi, emisi dan sampah. Hasil penilaian menggunakan metode FMEA didapatkan risiko yang memiliki potensi terjadi yang tinggi yaitu material yang tidak sesuai spesifikasi dan kebersihan perusahaan yang kurang.
Franky Tanahitumessing
Published: 31 August 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 45-52; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.2.45

Abstract:
Praktikum sebagai bentuk pembelajaran secara langsung merupakan hal mutlak bagi mahasiswa Fakultas Teknik. Melalui praktikum, mahasiswa dapat mengenal lebih dekat dan mengaplikasikan teori yang telah diperoleh. Prototype sistem kontrol pompa air sebagai modul praktikum sangat diperlukan untuk memperkenalkan secara langsung bagaimana sistem kontrol pompa air kepada mahasiswa. Sistem kontrol menggunakan Arduino Uno belum banyak dijumpai di masyarakat. Sistem kontrol ini juga menggunakan sistem sensor ultrasonik untuk mendeteksi ketinggian air dalam tangki penampung. Melalui desain prototype ini diharapkan mahasiswa dapat lebih memahami dan mampu mengaplikasikannya di tengah masyarakat.
Fandy Achmad Sitaba, Anggriani Profita, H. Dharma Widada
Published: 31 August 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 72-82; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.2.72

Abstract:
Perusahaan minyak dan gas merupakan salah satu sektor bidang yang sangat besar di Indonesia. Seperti pada daerah Kalimantan yang menjadi pemasok 2/3 minyak dan gas di Indonesia, dimana salah satu produknya yaitu Avtur. Dalam rantai pasok avtur memiliki bagian yang cukup kompleks dan berisiko tinggi terjadinya penurunan kinerja rantai pasoknya. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa risiko kritis dan membuat strategi mitigasi risiko pada rantai pasok avtur PT MIGAS XYZ, guna meminimalisir risiko yang ada. Metode yang digunakan ialah simulasi Monte Carlo untuk melakukan penilaian risiko dengan aplikasi crystal ball, dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk memitigasi risiko yang paling kritis. Terdapat total 20 risiko yang dikategorikan menjadi 3 risiko kritis, diketahui risiko kritis dari proses eksplorasi adalah R4 (mesin/alat pengebor rusak). Risiko kritis pada proses produksi adalah R10 (kebakaran). Kemudian risiko kritis pada proses distribusi adalah R19 (terjadinya kecelakaan truck/kapal tangk. Selanjutnya disusun strategi mitigasi risiko dengan mempertimbangkan keterkaitan antar risiko pada metode FTA dan diperoleh mitigasi sebanyak 59 mitigasi.
Ariviana L. Kakerissa, Hendri Dony Hahury
Published: 28 February 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 27-35; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.1.27

Abstract:
Sekalipun Kota Ambon sebagai ibu kota propinsi memiliki peran penting dan strategis yang ditunjang oleh letak geografis yang dikeliling oleh potensi sumber daya perairan yang besar, akan tetapi sampai saat ini Kota Ambon bahkan pulau Ambon belum ada pengelompokkan klaster industri perikanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi kluster industri pembekuan ikan di pulau Ambon. Pengelompokkan industri atau aglomerasi dapat diidentifikasi dengan memetakan sebaran 42 industri pembekuan ikan di pulau Ambon dan menilai rasio tetangga terdekatnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terbentuk 3 kelompok industri atau aglomerasi. Hasil analisis Average Nearest Neighbor menggunakan ArcGis 10.5, diperoleh bahwa sebaran industri pengolahan perikanan di pulau Ambon memiliki rasio sebesar 0, 313368 dengan Z-score -6,435180 dan signifikansi 0,000. Rasio tersebut berada dalam parameter yang menunjukkan pola spatial clustered. Ini berarti sebaran industri pengolahan perikanan di pulau ambon teridentifikasi berpotensi untuk berkembang menjadi klaster.
Iwan Satriyo Nugroho, Adjie Baskara
Published: 28 February 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 1-12; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.1.1

Abstract:
ABSTRAK Pentingnya penelitian adalah perancangan produk, sistem kerja dan kapasitas produksi bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi masyarkat desa yang masyarakatnya menjadi korban pemutusan hubungan kerja (PHK) sebagai dampak pandemi Covid -19. Dengan analisa potensi desa Cikahuripan, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Provinsi Jawa Barat berupa pemanfaatan limbah Kayu Mahoni yang banyak terbuang dari usaha furniture disekitar desa. Kayu Mahoni sendiri adalah kayu yang banyak tumbuh secara melimpah di lereng Gunung Geulis. Produk yang dikembangkan adalah industri kreatif Gelas berbahan limbah Kayu Mahoni. Tujuan penelitian adalah membantu merancang dan mengembangkan UMKM dari sisi perancangan produk, penentuan kapasitas produksi dan biaya. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode kuantitatif deskriptif . Hasil penelitian adalah hasil perancangan produk, kapasitas produksi dan aspek biaya sehingga masyarakat tinggal menjalankan dan memasarkan produk industri kreatif Gelas berbahan limbah Kayu Mahoni. Kesimpulan utama dengan keilmuan Teknik Industri mampu merancang, menghitung dan menjalankan usaha berdasarakan perancnagan produk, sistem kerja dan kapasitas produksi yang optimal. Penelitian ini merupakan bagian dari hasil studi banding Desa Cikahuripan yang merupakan bagian penelitian MBKM dari DITJEN DIKTIRISTEK KEMENDIKBUD. Kata Kunci : Perancangan, Sistem Kerja, Kapasitas Produksi, Produk ABSTRACT (Times New Roman, 11 pt, align center, bold, italic) The importance of research is the design of products, work systems and production capacity for Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) for village communities whose communities are victims of layoffs (PHK) as a result of the Covid-19 pandemic. By analyzing the potential of Cikahuripan village, Cimanggung sub-district, Sumedang regency, West Java province, it is in the form of utilizing Mahogany wood waste which is wasted from the furniture business around the village. Mahogany wood itself is a wood that grows abundantly on the slopes of Mount Geulis. The product being developed is a glass creative industry made from Mahogany wood waste. The research objective is to help design and develop SMEs in terms of product design, determination of production capacity and costs. The method used in this research is descriptive quantitative method. The results of the research are the results of product design, production capacity and cost aspects so that people only need to run and market the product of the glass creative industry made from Mahogany wood waste. The main conclusion is that Industrial Engineering is able to design, calculate and run a business based on product design, work systems and optimal production capacity.This research is part of the results of a comparative study in Cikahuripan Village which is part of the MBKM research from the DITJEN DIKTIRISTEK KEMENDIKBUD. Keywords): Design, Work System, Production Capacity, Product
Nanse Henny Pattiasina
Published: 28 February 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 36-44; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.1.36

Abstract:
The implementation of the student practicum learning process requires the effectiveness of the right movement with a normal working tempo so that it is well measured in order to achieve efficient working time. The purpose of this study was to determine the optimization of student work time achievement in completing the practicum in its function and role as an operator by measuring work based on the stopwatch time study method. The learning process is focused on the automotive field for automotive electrical work at the basic electrical laboratory majoring in mechanical engineering at the Ambon State Polytechnic. The calculation results show that the normal time (Wn) is 3.39 hours and the standard time (Ws) for students to complete three practicum jobs is 4.21 hours per student, with an accumulation of 21.05 hours for each practicum group of 5 students. So that the acquisition of the semester credit unit reaches 1,485 or the equivalent of 1.5 credits where the realization of an excess workload of 0.5 credits can be allocated for other practicum courses with a more varied workload
Arminas Arminas, Nurulinzany Nurulinzany
Published: 28 February 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 21-26; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.1.21

Abstract:
Gangguan muskuloskeletal merupakan salah satu penyakit yang timbul akibat pekerjaan. Pengerahan tenaga yang berlebihan karena bekerja dengan beban yang berat merupakan risiko terjadinya keluhan muskuloskeletal dan kelelahan dini. Beberapa faktor penyebab keluhan muskuloskeletal adalah aktivitas kerja yang berulang, peregangan otot yang berlebihan, sikap kerja yang tidak wajar, penyebab sekunder, dan penyebab kombinasi. Aktivitas yang dilakukan berulang kali dan postur tubuh yang tidak wajar terjadi pada usaha pengolahan hasil panen kenari di Kabupaten Kepulauan Selayar. Postur kerja yang tidak ergonomis menimbulkan berbagai keluhan pada otot-otot tubuh dari para pekerja. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan observasi. Metode pengumpulan data penelitian adalah dengan merekam aktivitas pekerja kerupuk kenari dengan video dan foto yang digunakan untuk mengetahui sudut bagian tubuh pekerja. Metode analisis data yang digunakan adalah metode REBA (Rapid Entire Body Assessment). Metode REBA merupakan metode yang dapat digunakan untuk menilai postur kerja, seperti posisi leher, punggung, lengan, pergelangan tangan dan kaki. Berdasarkan hasil analisis metode REBA terhadap postur kerja penghancur kenari beresiko tinggi dan perlu segera dilakukan tindakan korektif dengan skor 10. Sehingga usulan perbaikan postur kerja dengan penambahan penghancur kenari diperoleh, skor REBA 2 memiliki risiko rendah. Kata kunci: muskuloskeletal, REBA, aktivitas kerja, postur kerja, ergonomi
Hanok Mandaku
Published: 28 February 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 13-20; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.1.13

Abstract:
Penelitian ini dimaksudkan untuk memodelkan pilihan Rute Distribusi Barang (RDB) antar-pulau pada koridor Ambon-Masohi di Provinsi Maluku. Objek yang diteliti yaitu pengendara angkutan barang (truk) yang melalui RDB I (lintasan Hunimua-Waipirit) dan RDB II (lintasan Hunimua-Amahai). Metode yang digunakan adalah Regresi Linear Berganda untuk pemodelan Utilitas dan Regresi Logistik Binomial untuk pemodelan Probabilitas. Variabel yang dimodelkan, adalah: (1) Pilihan RDB (Y); (2) biaya penyeberangan (X1), waktu penyeberangan (X2) dan frekwensi penyeberangan (X3). Data primer diperoleh dari survei Stated Preference (SP) kepada 75 responden. Hasil pemodelan menemukan bahwa RDB I masih menjadi favorit pilihan distributor dibandingkan RDB II karena keunggulan pada atribut frekwensi penyeberangan. Untuk itu disarankan kepada pihak otoritas transportasi penyeberangan agar dapat meningkatkan infrastruktur penyeberangan pada lintasan Hunimua-Waipirit guna mendukung kelancaran distribusi barang pada lintasan tersebut, serta meningkatkan frekwensi penyeberangan pada RDB II menjadi 2 Round Trip.
Oey Cynthia Tri Hartati, Lina D. Fathimahhayati, Suwardi Gunawan
Published: 31 August 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 83-96; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.2.83

Abstract:
Perusahaan yang bergerak di bidang plywood adalah PT. SLJ Global Tbk Samarinda. Hasil produksi dari unit repair core tidak mencapai jumlah target produksi perusahaan. Pekerja merasa berat terhadap tuntutan mencapai target dan bekerja berdiri dalam lingkungan yang panas sehingga mengurangi konsentrasi saat bekerja. Oleh sebab itu, dilakukan penelitian untuk mengetahui beban kerja fisik dengan metode konsumsi energi, beban mental dengan metode NASA-TLX, dan pengaruh beban kerja fisik dan mental terhadap produktivitas kerja dengan analisis regresi berganda. Perhitungan beban kerja fisik yaitu 52% pekerja termasuk kategori sangat rendah. Perhitungan beban kerja mental yaitu 98% termasuk pekerjaan tinggi. Perhitungan produktivitas kerja yaitu 60% pekerja dengan nilai produktivitas tidak baik. ,Hasil uji statistik menunjukkan beban kerja fisik dan mental berpengaruh signifikan secara simultan terhadap produktivitas kerja karyawan sedangkan secara parsial beban kerja fisik berpengaruh positif tidak signifikan terhadap produktivitas kerja karyawan dan beban kerja mental berpengaruh positif signifikan secara parsial terhadap produktivitas kerja karyawan. Peneliti dapat memberikan usulan perbaikan yaitu pemeriksaan kontroling secara berkala, memperbaiki fasilitas, melakukan aktivitas religi, memberikan alunan musik disaat melakukan pekerjaan, melakukan kegiatan penyegaran, dan membentuk hubungan yang baik dengan sesama partner kerja dan atasan.
Muhammad Farid, Wabdillah Wabdillah, Jumadin Jumadin
Published: 31 August 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 53-63; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.2.53

Abstract:
Penelitian Analisis Service Quality Industri Jasa Otomotif bertujuan mengidentifikasi service quality industri jasa otomotif dan menganalisis pengaruh kualitas jasa terhadap kepuasan konsumen pada industri jasa otomotif di masa pandemi covid-19. Penelitian ini menggunakan lima variabel manifes yaitu accesibility, tangibility, responsivenes, competence dan reliability. Berdasarkan analisis deskriptif diperoleh bahwa implementasi lima variabel ini pada industri jasa otomotif di masa pandemi covid-19 telah terlaksana dengan baik. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa (1)Terdapat pengaruh yang signifikan antara accesibility terhadap service quality dengan nilai rhitung 0,691, dan nilai sig 0,000, (2) Terdapat pengaruh yang signifikan antara tangibility terhadap service quality dengan nilai rhitung 0,778 dan nilai sig 0,000, (3) Terdapat pengaruh yang signifikan antara responsiveness terhadap service quality dengan nilai rhitung 0,894 dan nilai sig 0,000, (4) Terdapat pengaruh yang signifikan antara competence terhadap service quality dengan nilai rhitung 0,854 dan nilai sig 0,000, (5)Terdapat pengaruh yang signifikan antara reliability terhadap service quality dengan nilai rhitung 0,747 dan nilai sig 0,000. Hasil uji regresi terkait analisis hubungan variabel service quality dengan variabel customer satisfaction maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara service quality terhadap customer satisfaction dengan nilai rhitung 0,747 dan nilai sig 0,000
Kasriah Kasriah, Anggriani Profita, Dharma Widada
Published: 31 August 2022
Journal: Arika
Arika, Volume 16, pp 97-110; https://doi.org/10.30598/arika.2022.16.2.97

Abstract:
Perkembangan teknologi dan informasi memberikan sumbangan penting bagi pemerintah dalam menentukan perencanaan, pengawasan, dan membuat keputusan secara efektif. Pemerintahan pada era globalisasi ini telah mendapat desakan dari berbagai pihak untuk meningkatkan kualitas pada kinerja pegawai dan didesak untuk dapat meningkatkan partisipasi aktif dalam pemberian informasi bagi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sistem Online Single Submission (OSS) dan kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Samarinda. Penelitian ini digunakan pendekatan analisis kuantitatif untuk mengetahui sejauh mana pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan pada DPMPTSP Kota Samarinda, dengan jumlah sampel 50 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil pengujian menunjukkan bahwa kualitas sistem OSS terhadap kinerja karyawan tidak berpengaruh, dimana hasil pada t-hitung sebesar -0,819 yang mana lebih kecil dari t-tabel sebesar 2,010. Sedangkan hasil pengujian hipotesis kepuasan kerja terhadap kinerja karyawan berpengaruh dimana hasil t-hitung sebesar 3,313 lebih besar dari t-tabel sebesar 2,010
Andi Nurwahidah, Ahmad Sawal, Mulyadi Mulyadi, Mohammad Thezar Afifudin, Hasmita Sari
Published: 31 August 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 88-93; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.2.88

Abstract:
Pada penelitian ini didapatkan adanya beberapa permasalahan khususnya di bagian gudang sparepart yakni sering terjadi keterlambatan sparepart, tidak adanya supplier tetap dan tidak adanya penilaian kinerja karyawan gudang yang bisa digunakan untuk mengevaluasi kinerja karyawan yang ada di PT.XYZ. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana kinerja karyawan gudang sparepart dengan menggunakan pendekatan KPI (Key Performance Indictor) dan AHP (Analitical Hierarchy Process). Pengolahan data dengan menggunakan metode Key Performance Indicator (KPI) dan Analitical Hierarchy Process (AHP). Hasil pengukuran kinerja karyawan di gudang sparepart PT. XYZ memiliki 7 KPI meliputi 5 perhitungan kebutuhan sparepart, 1 penyimpanan sparepart, dan 1 order picking. Dari hasil pembobotan kinerja didapatkan perhitungan kebutuhan sparepart yaitu akurasi perhitungan jumlah sparepart yang akan dipesan memiliki hasil bobot paling tinggi yaitu 0,27 dan yang paling rendah adalah hasil pembobotan dari pencatatan sprepart keluar/masuk dengan nilai sebesar 0,04 jadi dengan hasil tersebut perlu meningkatkan kinerja karyawan gudang agar dapat mengembangkan produktivitas dari perusahaan itu sendiri.
Stenly Jacob Wenno, H Jalil Genisa, Muhammad Rifai
Published: 31 August 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 79-87; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.2.79

Abstract:
Persepsi terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja adalah pandangan karyawan terhadap apa yang di berikan perusahaan yang bertujuan supaya karyawan terjaga dan terjamin keselamatan dan kesehatan kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi Persepsi keselamatan dan kesehatan kerja terhadap perilaku pekerja di bagian produksi beton precast PT Bosowa Beton Indonesia. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional study, dengan jumlah sampel sebanyak 40 pekerja. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk variabel yang memengaruhi secara signifikan terhadap perilaku pekerja produksi beton precast PT Bosowa Beton Indonesia adalah Pengetahuan K3 (ρ value 0,000 < α 0,05), Penerapan alat pelindung diri K3 (ρ value 0,000 < α 0,05) ,dan Ketersediaan sarana dan prasarana K3 (ρ value 0,016 < α 0,05, ,sedangkan variabel yang tidak memengaruhi terhadap perilaku pekerja produksi beton precast adalah sistem manajemen K3 (ρ value 0,545 > α 0,05), dan risiko bahaya dari penerapan K3 (ρ value 0,103 > α 0,05, Variabel yang paling dominan yang memengaruhi persepsi K3 terhadap perilaku pekerja adalah pengetahuan dan alat pelindung diri. Kesimpulan penelitian ini adalah ada yang pengaruh pengetahuan K3. Alat pelindung diri K3, dan Ketersediaan sarana prasarana K3 terhadap perilaku pekerja bagian produksi beton precast PT Bosowa Beton Indonesia.
A. Besse Riyani Indah, Nadzirah Ikasari, Dian Pratiwi Sahar
Published: 31 August 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 65-78; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.2.65

Abstract:
IKM di Indonesia mulai berkembang dengan berbagai jenis usaha khususnya di Kota Makassar. Dalam menjalankan usahanya setiap IKM dituntut untuk mempertahankan keberlanjutan (sustainability) usahanya. Sustainability merupakan hal yang perlu diperhatikan jika IKM ingin tetap bertahan dan bersaing dalam skala lokal, nasional, hingga internasional. Sustainability mencakup tiga aspek utama yaitu ekonomi, lingkungan, dan sosial. Dimasa pandemi Covid-19 beberapa IKM mengalami permasalahan dalam menjalani usahanya, dan hal tersebut menyebabkan beberapa IKM tidak dapat mencapai target sustainability. Berdasarkan permasalahan ini maka dilakukan penelitian untuk melakukan analisis dampak pandemi Covid-19 terhadap sustainability pada IKM khususnya di Kota Makassar. Tujuan dari penelitian ini akan diketahui aspek sustainability yang tidak dapat dicapai secara maksimal oleh IKM karena dampak dari pandemi Covid-19. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode Analytical Hierachy Process (AHP). Metode AHP merupakan metode yang digunakan untuk membantu menyusun suatu prioritas dari berbagai pilihan dengan menggunakan beberapa kriteria (multi criteria). Berdasarkan data yang diolah dengan AHP kriteria dengan tingkat kepentingan yang tinggi adalah kriteria ekonomi, sedangkan berdasarkan hirarki alternatif pada masing-masing kriteria diperoleh hasil bahwa Kesehatan dan keselamatan (sosial), kurangi penggunaan energi (lingkungan), dan keuntungan (ekonomi) merupakan alternatif yang memiliki nilai kepentingan tertinggi.
Marcy Lolita Pattiapon, Nil Edwin Maitimu
Published: 31 August 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 104-114; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.2.104

Abstract:
Suatu produksi yang memiliki jumlah mesin yang banyak dan aliran produksi yang panjang membutuhkan pengaturan tata letak dan pemindahan bahan yang efisien sehingga dapat mengurangi backtracking pada proses produksi. Springbed adalah kasur yang menggunakan lapisan busa dan pegas atau per pada kasurnya. Karena itu ada rasa membal ketika melompat-lompat di atas springbed karena material pegasnya. PT. X Ambon adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang furniture dimana salah satu produk yang paling banyak diminati oleh konsumen adalah produk springbed. Permasalahan yang terdapat pada perusahaan ini adalah pengaturan tata letak tiap area kerja pada area produksi yang belum teratur mengakibatkan perpindahan material dari satu stasiun kerja ke stasiun kerja berikutnya terlalu jauh sehingga diperlukan usulan tata letak baru untuk mengatur ulang jalur material atau barang yang lebih sesuai dengan fungsi masing-masing stasiun kerja. Tujuan dari penelitian ini adalah merancang ulang tata letak fasilitas pada bagian produksi sehingga dapat meminimumkan ongkos material handling. Adapun tata letak antar stasiun kerja yang diterapkan saat ini kurang efesien sehingga menimbulkan ongkos material handling sebesar Rp. 311.995 dengan total jarak 159.027,7 m. Untuk menurunkan ongkos material handling dan jarak panjang lintasan, maka dilakukan penelitian dengan menggunakan metode algoritma BLOCPLAN (Block Layout Overview with Layout Planning). Hasil penelitian diperoleh pada perancangan layout dengan menggunakan algoritma BLOCPLAN adalah ongkos material handling sebesar Rp. 51.267 dengan total jarak adalah 84,88 m.
Mesak Frits Noya, Rusdy Rumeon, P. W. Tetelepta, Abdul Hadi
Published: 31 August 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 94-103; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.2.94

Abstract:
Setiap fluida yang mengalir selalu memiliki bunyi dengan intensitas dan frekwensi tertentu di dalam atau diluar ambang batas audio. Sifat akustik dari aliran fluida ini menjadi ide untuk memodifikasi normal shock diffuser dari suatu sistem fluida dengan menerapkan helmholtz resonator sebagai pengganti normal shock diffuser dengan menggabungkan dua pompa yang di aliri fluida, yaitu pompa sentrifugal tekanan rendah berkapasitas tinggi dan pompa injeksi tekanan tinggi berkapasitas rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan berapa besar pengaruh variasi jumlah pipa kapiler helmholtz resonator terhadap kinerja aliran fluida hidrolik booster-jet ejector pump. Penelitian ini bersifat eksperimental, dengan menerapkan sensor magneto flow meter arduino mega untuk mengukur kapasitas aliran fluida. Hasil penelitian ini menunjukan daya terbesar berada pada helmholtz resonator dengan jumlah 4 pipa kapiler yaitu sebesar 170,914353 Watt. Disimpulkan bahwa kinerja pompa jet-ejector mengalami peningkatan sebesar 36% dari daya sebesar 125 Watt sebelum modifikasi. Kata Kunci : Booster Jet Ejector, Resonator Helmholtz, Normal Shock Every fluid that flows always has a sound with a certain intensity and frequency, within or outside the audio threshold. The acoustic properties of this fluid flow became the idea to modify the normal shock diffuser of a fluid system by applying a Helmholtz resonator as a substitute for the normal shock diffuser by combining two pumps that are fed with fluid entering through a high-capacity low-pressure centrifugal pump and the other pump namely high pressure -low capacity injection pump. This study aims to determine how much the variation in the number of Helmholtz resonator capillaries towards performance of the hydraulic fluid flow of the booster-jet ejector pump. This research is experimental, by applying the arduino mega magneto flow meter sensor to measure the fluid flow capacity. The results of this study show that the greatest power is in the helmholtz resonator with a total of 4 capillary pipes, which is 170.914353 Watt. It is concluded that the performance of the jet-ejector pump has increased by 36% from the power of 125 Watt before modification. Keywords: Booster Jet Ejector, Helmholtz Resonator, Normal Shock
Nil Edwin Maitimu, Marcy Lolita Pattiapon
Published: 31 August 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 115-124; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.2.115

Abstract:
Usaha kecil menengah berperan penting dalam mendukung ekonomi Nasional, terutama pada bidang pangan olahan hasil laut. Olahan hasil laut dalam bentuk abon ikan merupakan usaha home industry UD. XYZ. Kondisi usaha abon ikan akan terhambat dengan adanya kejadian-kejadian yang tidak diharapkan atau risiko negatif yang dapat menimbulkan kerugian. Hal ini berkaitan dengan proses sanitasi yang belum maksimal dalam hal sanitasi pekerja, sanitasi alat dan wadah, dan sanitasi bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengiplementasikan SSOP pada proses produksi Abon Ikan dan menghasilkan produk Abon Ikan yang bermutu dan aman dikonsumsi. Untuk meningkatkan kualitas dan mutu produk, juga sebagai pedoman tatacara memproduksi bahan pangan dengan baik dan benar pada seluruh mata rantai produksi, dimulai dari pengadaan bahan baku hingga akhir dan menekankan higien pada setiap tahapan menggunakan metode Good Manufacturing Pratice (GMP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SSOP pada Home Industry XYZ telah dilaksanakan secara baik dengan mengusulkan Sanitation Standard Operating Prosedure (SSOP) yang sesuai dengan standar operasi yang berlaku untuk mengurangi atau menghilangkan kontaminasi terhadap produk akhir abon ikan. Penerapan Good Manufacturing Practice, terdapat 12 sub kriteria yang tidak sesuai dengan peraturan. Dari tingkat penyimpangan yang ditemukan dapat disimpulkan bahwa pengolahan abon ikan berada pada level III dengan total skor 172 yaitu cukup memuaskan. Untuk itu perusahan perlu melengkapi penerapan GMP sesuai peraturan Menteri Perindustrian Republik Indonesia No.75/M-IND/PER/7/2010.
Abdi Ismail
Published: 31 August 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 125-132; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.2.125

Abstract:
Kajian teknis berupa analisis kekuatan dan berat struktur antara struktur lambung konvensional dan lambung dengan material sandwich dilakukan pada kapal tanker 17500 DWT menggunakan metode elemen hingga. Fiberglass reinforced polyurethane elastomer (FRPU) digunakan sebagai core dari material sandwich kapal tanker dan baja digunakan sebagai material dari faceplate. Pada model struktur lambung konvensional tegangan maksimum yang terjadi adalah 83.5 MPa, sedangkan model struktur lambung sandwich menghasilkan tegangan maksimum sebesar 84.5 MPa. Struktur lambung konvensional maupun struktur lambung material sandwich memenuhi kriteria, karena kedua model memiliki tegangan jauh dibawah batas tegangan yang diizinkan yaitu 235 MPa. Selain itu, penerapan material sandwich menghasilkan kenaikan tegangan yang sangat kecil, yaitu sebesar 1 MPa atau setara dengan 1.2%, tetapi menghasilkan pengurangan berat sebesar 3 ton atau 6.2% dibandingkan dengan struktur konvensional. Penerapan material sandwich dapat mengurangi berat konstruksi kapal, sehingga tanker dapat mengangkut muatan lebih banyak dan operasional kapal dalam sekali perjalanan akan lebih ekonomis. Dengan demikian, pengembangan material ringan kapal diharapkan mampu menunjuang kualitas operasional kapal dan diharapkan mampu meningkatkan daya saing kapal tanker nasional.
A. Besse Riyani Indah, Sapta Asmal, Khalifah Amalia, Dian Pratiwi Sahar, Gerard Antonini Duma
Published: 28 February 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 29-36; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.1.29

Abstract:
Permasalahan yang dihadapi perusahaan adalah tingginya total biaya persediaan pada bahan baku pakan ternak kategori mayor dalam penelitian ini bahan baku tersebut diantaranya Jagung Lokal, Wheat Bran Pellet, Biji Batu dan Katul. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan kuantitas pemesanan (lot size) agar diperoleh total biaya yang minimum. Pada penelitian ini dilakukan perencanaan persediaan menggunakan Fixed Period Requirement (FPR) dan Algoritma Wagner-Whitin (AWW) dengan mempertimbangkan kuantitas pemesanan. Langkah awal yang dilakukan ialah peramalan permintaan menggunakan Weighted Moving Average dan Single Exponential Smoothing, kemudian dilakukan perbaikan terhadap manajemen persediaan bahan baku pakan ternak kategori mayor, dengan menentukan safety stock dan reorder point, kuantitas pemesanan optimal, dan total biaya persediaan. Hasil dari penelitian yang dilakukan ialah diperoleh safety stock dan reorder point setiap jenis material untuk mengantisipasi apabila terjadi stock out, serta lot size yang optimal agar tidak terjadi overstock. Hasil yang didapatkan setelah melakukan perhitungan menggunakan FPR adalah sebesar Rp. 68.836.795.791 dan AWW menunjukkan hasil sebesar Rp 3.216.795.791 Berdasarkan hasil tersebut maka metode yang menghasilkan total biaya minimum adalah AWW.
Hotma Kristian Silalahi, Lina Dianati Fathimahhayati, Willy Tambunan
Published: 28 February 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 37-50; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.1.37

Abstract:
Sims Jaya Kaltim merupakan salah satu perusahaan terkemuka dibidang kontraktor penyedia jasa pertambangan yang berfokus pada pengangkutan material Overburden (OB). Operator HD Komatsu 785-7 bertugas untuk mengangkut material dari disposal menuju ke dumpingan. Pengukuran beban kerja fisik menggunakan metode pengukuran %CVL (cardiovasculair load) selama 6 hari dengan pengukuran denyut jantung pada saat bekerja dan istirahat menggunakan alat pulse oxymeter lalu dihitung menggunakan rumus %CVL. Pengukuran beban kerja mental menggunakan metode NASA-Task Load Index dengan membagikan kuesioner kepada 30 operator HD Komatsu 785-7. Pengukuran dilakukan selama 6 hari kerja. Pengukuran dibagi menjadi 3 regu, satu regu terdiri dari 10 operator. Berdasarkan hasil pengukuran yang telah dilakukan didapatkan nilai rata-rata %CVL dengan rata-rata keseluruhan 17,00% yang berarti operator tidak mengalami kelelahan fisik karena <30% termasuk dalam kategori ringan. Hasil beban dengan rata-rata keseseluruhan sebesar 66,60 yang termasuk dalam golongan perkrjaan tinggi (61-80) yang berarti memerlukan perhatian khusus. Rekomendasi Usulan perbaikan yang diberikan kegiatan random fatique, kontroling pengisian KKH, kontroling jalan, dan kontroling debu.
Ruth Phetrosina Soumokil
Published: 28 February 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 1-14; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.1.1

Abstract:
An essential factor for the development of fisheries business, especially fishing activities, is the availability of infrastructure for berths or shelter for fishing vessels and landing their catch fish. The infrastructure is in the form of a Fishing Port or Fish Landing Base as a place or base for fishing vessels. This research aimed to examine the condition of Archipelago Fisheries Port (AFP) on the criteria of an Ocean Fishery Port (OFP), and formulated a strategy for developing Ambon AFP in order to increase its class to an Ocean Fishery Port. The method used in this research was descriptive. Data collection techniques carried out by distributing questionnaires, interviews, and secondary data collection. Sampling was done by using purposive sampling as many as 20 key respondents. The analytical tool used was descriptive analysis and SWOT analysis. The results of this study indicate that: Existing operations in Ambon AFP show increasing development from year to year, both in fish landing, fishing boat visits, supply distribution, non-tax state revenue, and the number of fishers and labour. From the Ambon AFP Development Strategy's research results in the context of improving the class of being an Ocean Fishery Port, ten strategies were produced.
Mohammad Thezar Afifudin, Dian Pratiwi Sahar
Published: 28 February 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 15-28; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.1.15

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model optimasi penyelesaian masalah minimisasi waktu perjalanan wisata tur-tunggal di daerah kepulauan. Model dikembangkan dengan menggunakan pendekatan integer programming dan diformulasikan dalam bentuk non-linear. Faktor-faktor yang dipertimbangkan meliputi klaster pulau, rute dan jadwal keberangkatan di setiap titik koneksi, dan seleksi titik akomodasi. Validasi model dilakukan melalui percobaan numerikal untuk menguji konsistensi dan adaptabilitas nilai keluaran model terhadap perubahan parameter yang diberikan. Skenario percobaan direncanakan berdasarkan variasi hari keberangkatan dan maksimum waktu kover titik akomodasi. Hasil menunjukkan bahwa model memiliki adaptabilitas dan konsisten terhadap perubahan parameter berdasarkan empat belas skenario yang diberikan.
Obed Metekohy
Published: 28 February 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 51-58; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.1.51

Abstract:
Keselamatan nelayan dalam melaut untuk menangkap ikan adalah hal utama yang harus dipertimbangkan bagi seorang desainer dalam rancang bangun kapal danalat tangkap sehingga operasional penangkapan dapat dimaksimalkan untuk meningkatkan hasil tangkapan dan dapat menjamin keselamatan kapal, alat tangkap dan nelayan selama melakukan operasi penangkapan di laut.Penelitian ini ditujukan untuk meneliti desain kapal pukat cincin yang berpangkalan di PPI desa Eri Kota Madya Ambon.Metode yang digunakan adalah metode survey.Hasil penelitian menunjukkan karakteristik parameter desain koefisien bentuk kapal 30 % dan nilai perbandingan ukuran utama kapal 49 % belum memenuhi nilai standar rancang bangun kapal ikan. Sehingga kapal ini tidak aman untuk mengoperasikan peralatan tangkap jaring lingkar(purse seine).
Ariviana Kakerissa
Published: 28 February 2021
Journal: Arika
Arika, Volume 15, pp 59-64; https://doi.org/10.30598/arika.2021.15.1.59

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menemukan model ukuran dimensi tubuh nelayan di dusun Erie dan Serie, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon guna pengembangan perancangan alat bantu tangkap dan fasilitas penagkapan lainnya.Data antropometri yang dihasilkan dapat digunakan sebagai referensi bagi pengembangan alat tangkap dan fasilitas penangkapan lainnya bagi nelayan di kedua dusun tersebut dan juga bagi nelayan di wilayah lain di Maluku, serta dapat juga digunakan untuk mendesain kebutuhan peralatan bantu bagi masyarakat pesisir pada umumnya. Hasil penelitian ini adalah adanya data antropometri nelayan sebanyak 36 dimensi tubuh nelayan yang dapat digunakan sebagai acuan dalam perancangan produk bagi nelayan karena penelitian ini juga menghasilkan persentil ukuran yang dapat dipakai sebagai acuan untuk kategori ukuran sebuah desain, yakni persentil 5%, 50% dan 95%. Dengan demikian, jika akan mendesaian peralatan tangkap dan fasilitas perikanan lainnya yang termasuk kategori ruang haruslah menggunakan ukuran dimensi pada persentil 95%, sedangkan pada kategori jangkau harus menggunakan ukuran dimensi pada persentil 5%
Reza Gustiani Ratu, Ce Gunawan
Published: 31 August 2020
Journal: Arika
Arika, Volume 14, pp 83-92; https://doi.org/10.30598/arika.2020.14.2.83

Abstract:
Advertising has an important role for influencing purchasing decision. The purpose of this study is finding the impact of Shopee Advertising toward purchasing decision at shopee marketplace. Research methode that is used is quantitative methode. Analysis technique is using Multiple Regression Analysis by using 100 respondens, The results of this study are emotional advertising has an effect significant toward purchase decision partially; environment advertising does not have an effect toward purchase decision partially; and emotional advertising and environment advertising have an effect significant toward purchase decision simultantly
Dian Pratiwi Sahar, Mohammad Thezar Afifudin, A. Besse Riyani Indah
Published: 31 August 2020
Journal: Arika
Arika, Volume 14, pp 93-100; https://doi.org/10.30598/arika.2020.14.2.93

Abstract:
Peningkatan demand semen curah di Kawasan Timur Indonesia mendorong perusahaan untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Hal ini menyebabkan perusahaan perlu menambah kapasitas transportasinya agar semua demand di packing plant dapat dipenuhi. Semen didistribusikan dalam bentuk curah dengan menggunakan kapal dry-bulk carrier. Kapal yang digunakan terdiri dari dua jenis, yaitu berdasarkan kapasitasnya (volume muat) dan berdasarkan investasinya. Terdapat 7 (tujuh) jenis kapal berdasarkan kapasitasnya, yaitu: kapal kapasitas 1.000 ton; 3.000 ton; 4.000 ton; 5.000 ton; 6.000 ton; 8.000 ton; dan 12.000 ton. Sedangkan jenis kapal berdasarkan investasinya terdiri dari dua, yaitu pembelian dan penyewaan. Kapasitas kapal dry-bulk carrier harus dapat memenuhi order size packing plant tujuan sebelum kapasitas silo packing plant mencapai titik safety stock. Akan tetapi, kapasitas kapal yang digunakan harus memenuhi syarat draught pelabuhan masing-masing packing plant. Penelitian ini membahas mengenai jenis investasi kapal yang dapat memberikan profit terbesar bagi perusahaan. Pemodelan dengan sistem dinamik digunakan untuk menyelesaikan permasalahan keputusan investasi kapal. Dari hasil running simulasi diperoleh jenis investasi yang memberikan profit terbesar, yaitu investasi dilakukan dengan penyewaan kapal (sistem freight charter) dengan vendor. Jenis kapal yang disewa adalah kapal berkapasitas 12.000 ton sebanyak 1 (satu) unit.
Hanok Mandaku
Published: 31 August 2020
Journal: Arika
Arika, Volume 14, pp 101-110; https://doi.org/10.30598/arika2020.14.2.101

Abstract:
Kinerja angkutan penyeberangan sebagai moda transportasi antar pulau di Provinsi Maluku terus mengalami peningkatan. Namun, kondisi Pandemi Covid-19 sejak Maret 2020 menyebabkan penurunan muatan (demand) karena kebijakan angkutan penyeberangan hanya untuk mengangkut kendaraan angkutan barang. Hal ini berdampak pada penurunan kinerja. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak Pandemi Covid-19 terhadap kinerja operasional dan finansial angkutan penyeberangan sebagai moda distribusi angkutan barang antar pulau, dengan lokasi studi adalah lintasan Hunimua-Waipirit. Hasil penelitian menemukan bahwa dengan pola operasional 2019, diestimasi pada kondisi normal LF = 0,93, BOR = 45,45%, ROI = 127,05% dan NPM = 55,96. Tetapi, pada kondisi Pandemi Covid-19, LF = 0,33, BOR = 45,45%, ROI = (39,21%) dan NPM = (64,51%). Hal ini berarti bahwa pada kondisi normal investasi mengalami keuntungan, tetapi pada kondisi Pandemi Covid-19 mengalami kerugian. Peninjauan kembali terhadap pola operasional menemukan kondisi menguntungkan terjadi saat frekwensi pelayaran dioptimalkan menjadi 10 trip/hari, mengoperasikan 3 unit kapal (KMP. Inelika, KMP. Terubuk dan KMP. Rokatenda). Waktu operasional diusulkan selama 10 jam (07.00 – 17.00 WIT). Temuan ini dapat menjadi referensi para pemangku kepentingan di sektor transportasi dalam rangka menentukan kebijakan pelayanan sistem transportasi penyeberangan antar pulau selama masa Pandemi Covid-19 di Maluku.
Eneng Fitri Handayani, Mariati Tirta Wiyata
Published: 31 August 2020
Journal: Arika
Arika, Volume 14, pp 75-82; https://doi.org/10.30598/arika.2020.14.2.75

Abstract:
The research aims to obtain an overview of the (1) The quality of e-learning systems, (2) The quality of e-learning information, (3) The quality of e-learning services, and (4) e-Learning user satisfaction in the online learning process at the Institut Manajemen Wiyata Indonesia. This research uses the descriptive method of weighted average evaluative. Data collection is implemented by spreading the questionnaire. The results showed: (1) The quality of E-learning systems in the online learning process is categorized (well), (2) The quality of E-learning information on the online learning process is categorized (well), (3) The quality of E-learning services on the category of online learning is not good, (4) The satisfaction of E-learning users in the online learning process is categorized well.
Arthur Pattiruhu, Johan M Tupan, Alfredo Tutuhatunewa
Published: 31 August 2020
Journal: Arika
Arika, Volume 14, pp 111-120; https://doi.org/10.30598/arika.2020.14.2.111

Abstract:
Permasalahan yang dihadapi oleh PT Pertamina (Persero) Terminal BBM Wayame adalah biosolar yang diproduksi tidak memenuhi standar kualitas yang ditetapkan. Rata-rata defect untuk karakteristik karbon residu dan kandungan sulfur selama Januari-Juni 2019 adalah 1,11% dan 0,56%. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh level kualitas karakteristik karbon residu dan kandungan sulfur produk biosolar. Pengumpulan data dilakukan dengan pengambilan sampel biosolar. Nilai level kualitas dilakukan dengan six sigma untuk mengetahui level kualitas biosolar yang dimulai dengan tahapan identifikasi critical to quality, measure, analyze dan improvement. Hasil penelitian ini memperoleh level kualitas dari karakteristik spesifikasi biosolar untuk residu carbon yaitu 3,57 % m/m dan kandungan sulfur yaitu 3,263. Perolehan level kualitas ini mennujukkan bahwa kualitas karakteristik spesifikasi biosolar belum memenuhi tujuan utama perusahaan yaitu memiliki level kualitas kelas dunia, namun perolehan ini menujukkan kualitas spesifikasi biosolar berada di atas rata-rata kualitas industri di Indonesia. Kata Kunci : Kualitas, Biosolar, Six Sigma
Daniel B. Paillin, Galang Pradipta
Published: 4 March 2018
Journal: Arika
Arika, Volume 12, pp 41-52; https://doi.org/10.30598/arika.2018.12.1.41

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sebelum dan sesudah penggunanan system SCADA terhadap keandalan jaringan distribusi PT. PLN Wilayah Maluku dan Maluku Utara Area Masohi. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan indeks keandalan setelah terintegrasi dengan sistem Supervisory Control And Data Acquisition (SCADA) dengan parameter indeks System Average Interruption Duration Index (SAIDI) sebesar 15,04 Jam/pelanggan dan System Average Interruption Frequency Index (SAIFI) sebesar 14,92 kali/pelanggan serta penghematan sebesar Rp 35.369.361
J. M. Tupan, A. Simanjuntak, Luthfy Aditiar
Published: 4 March 2018
Journal: Arika
Arika, Volume 12, pp 25-40; https://doi.org/10.30598/arika.2018.12.1.25

Abstract:
Pemeliharaan terencana diSatuan Pembangkit Diesel (SPD )harus dilakukan tepat waktu yang dapat mendeteksi atau mengetahui masalah lebih dini.Pada kondisi riil dilapangan, kegiatan pemeliharaan di PLTD Rayon Haruku kurang termonitor. PLTD ini memerlukans uatu metode yang mampu mengatasi permasalahan tersebut dengan jelas agar dapat melakukan peningkatan kinerja peralatan dan perawatan dengan optimal. Dengan alat reminder pemeliharaan, diharapkan dapat menjaga kondisi mesin agar selalu handal dan siap beroperasi serta tidak mengalami kerusakan pada waktu yang singkat, sehingga hasilnya dapat meningkatkan efektivitas pemeliharaan serta menekan nilai kerugian yang diakibatkan oleh kerusakan komponen mesin. Dari hasil penelitian ini didapat nilai Overall Equipment Effectiveness sebesar 94.37% yang menunjukkan bahwa proses penggunaan alat reminder pemeliharaan sangat membantu proses penerapan TPM secara ideal.
V. O. Lawalata, J. M. Tupan, Ledyweyk Kaihena
Published: 4 March 2018
Journal: Arika
Arika, Volume 12, pp 11-24; https://doi.org/10.30598/arika.2018.12.1.11

Abstract:
Banyaknya jumlah konsumen harian dari Nakamura Seitai menyebabkan fasilitas yang ada kurang memadai untuk mendukung pelaksanaan jasa pijatnya. Areal sekitar lokasi industri ini sudah padat dan sulit untuk pengembangan. Pihak manajemen memutuskan membuka cabang baru di wilayah Kota Ambon dengan mempertimbangkan 3 alternatif lokasi yaitu Urimessing, Batu Meja, Tanah Tinggi, dan Passo. Penilaian masing-masing lokasi menggunakan metode wawancara berdasarkan perspektif pemilik perusahaan. Kriteria umum seleksi lokasi adalah ukuran lokasi, biaya investasi, pasar, bahan baku, dan infrastruktur pendukung. Analisis data menggunakan metode analytical hierarchy process (AHP) menunjukkan Urimessing mendapatkan prioritas tertinggi dari pemilik perusahaan sebagai lokasi pembangunan cabang baru industri pijat tersebut.
Ayu Soraya M. Nur, J.M. Tupan
Published: 15 September 2017
Journal: Arika
Arika, Volume 11, pp 119-134; https://doi.org/10.30598/arika.2017.11.2.119

Abstract:
Pantai Lubang Buaya merupakan salah satu objek wisata yang telah dikenal masyarakat pada tahun 2012 karena keunikan alam pantainya dengan air laut yang berwarna hijau tosca, tempat wisata ini dikekelolah oleh masyarakat setempat namun pengembangan Objek wisata ini belum dikembangkan secara optimal pengembangan yang dilakukan memerlukan penanganan yang seksama dan memperhatikan berbagai faktor yang relevan. Pengamatan yang dilakukan membuktikan bahwa objek pariwisata ini perlu memperhatikan keterlibatan masyarakat untuk membangun ekonomi. Selain itu, observasi awal juga menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan dari masyarakat di Negeri ini masih rendah, sehingga memerlukan alternatif sumber pendapatan baru untuk meningkatkan pendapatan dan kehidupan yang lebih baik. Strategi pengembangan Pantai Lubang Buaya ini dengan menggunakan metode SWOT dan AHP. Hasil analisis menunjukkan prioritas strategi yaitu pada Strategi SO bobot 0,259381712, Strategi WO bobot 0,200759437, Strategi ST bobot 0,29297714, dan Strategi WT dengan bobot 0,246881712. Maka dari itu strategi ST dengan bobot tertinggi dipakai sebagai alternatif pengembangan objek wisata Pantai Lubang Buaya.
D. B. Paillin, Filinda Sosebeko
Published: 9 March 2017
Journal: Arika
Arika, Volume 11, pp 35-44; https://doi.org/10.30598/arika.2017.11.1.35

Abstract:
Paris Jaya Mandiri adalah salah satu perusahaan yang bergerak pada bidang distributor produk Nestle di Indonesia. Sebagai perusahaan distributor, aktivitas distribusi harus diberi perhatian khusus sehingga dapat mengatasi adanya keterlambatan atau ketidaktepatan waktu pengiriman produk yang disebabkan karena ketidakpastian rute pengiriman produk. Masalah ini dapat diatasi dengan memberikan solusi rute optimal agar dapat diperoleh effisiensi jarak dan waktu tempuh yang dapat berdampak positif bagi perusahaan.Traveling Salesman Problem merupakan suatu permasalahan untuk mencari jarak tempuh minimum dari titik awal menuju semua titik tujuan dan kembali lagi pada titik awal dengan asumsi bahwa semua titik tujuan yang akan dilalui hanya dikunjungi sebanyak satu kali untuk memperoleh rute optimal. Salah satu algoritma yang dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah algoritma Branch and Bound. Tolak ukur yang digunakan pada metode ini adalah jarak antaroutlet dimulai dari mengukur masing – masing jarak dari gudang menuju oulet dan kembali ke gudang. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan untuk mengukur jarak terpendek dari 67 lokasi outlet yang tersebar pada wilayah distribusi Sirimau 1 dan 2 serta wilayah distribusi Nusaniwe. Hasil olahan data metode Branch and Bound menunjukkan bahwa dari 3 wilayah dapat diperoleh 5 rute optimal yaitu rute 1 didapat jarak sebesar 8.09 Km dengan total waktu 46.03 menit, rute 2 sebesar 9.47 Km dengan total waktu 59.2 menit, rute 3 sebesar 10.88 Km dengan total waktu 35.35 menit, rute 4 sebesar 9.74 Km dengan total waktu 43.08 menit dan rute 5 sebesar 19.87 Km dengan total waktu 83.05 menit. Dari hasil data tersebut diperoleh penghematan jarak sebesar 17.96% dan total waktu sebesar 6.26% dari rute awal perusahaan.
J. M. Tupan, Billy S. Tampubulon
Published: 10 September 2018
Journal: Arika
Arika, Volume 12, pp 113-122; https://doi.org/10.30598/arika.2018.12.2.113

Abstract:
Perawatan mesin diesel pada bagian maintenance PLTDsangat penting untuk mencegah terjadinya downtime produksi. Perawatan yang paling baik digunakan adalah perawatan pencegahan sebelum terjadinya kerusakan (preventive maintenance). Sistem perawatan mesin yang dilakukan di PLTD Poka ialah periodic maintenance dan condition-based maintenance, yaitu tindakan perawatan yang dilakukan berdasarkan lamanya waktu operasi mesin yang telah ditentukan oleh pabrikan dan berdasarkan kondisi mesin. Dengan sistem tersebut ,ditemukan kesulitan perencanaan dan administrasi pemeliharaan karena fluktuatifnya pengoperasian mesin sehingga pemeliharaan sering tidak tepat waktu. Waktu antar kerusakan adalah selang waktu terjadinya kerusakan setelah dilakukan perbaikan. Untuk menentukan waktu antar kerusakan, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengukur lamanya waktu operasi mesin setelah dilakukan perbaikan pada setiap kerusakan mesin. Sistem perencanaan pemeliharaan selama ini masih menggunakan perhitungan secara manual sehingga ada kemungkinan salah perhitungan perencanaan pemeliharaan yang berujung padati dakter capainya SFC, SLC dan Jam operasi Mesin yang diharapkan / ditargetkan. Berdasarkan permasalahan tersebut,dibuatlah“SiPembangkit”berbasis web untuk modernisasi system record dan report data harian dan bulanan pengoperasian mesin, monitoring pemeliharaan serta peningkatan performance operasional mesin. Dengan demikian operational Excellence bisa tercapai.
J. M. Tupan, D. R. Suryanto
Published: 25 September 2019
Journal: Arika
Arika, Volume 13, pp 87-96; https://doi.org/10.30598/arika.2019.13.2.87

Abstract:
Harga Perkiraan Sendiri (HPS) mempunyai peranan penting dalam proses pengadaan sebagai dasar/patokan dari suatu pelelangan. Harga Perkiraan Sendiri harus terus diperbarui sesuai dengan perkembangan ekonomi yang terus berubah di dalam pasar. Dalam proses menemukan Pola Penentuan Harga Perkiraan Sendiri (HPS) ini dilakukan dengan meminta data dari calon penyedia jasa maupun calon penyedia barang berupa data waktu pelaksanaan suatu pekerjaan untuk dijadikan harga satuan jasa dan referensi harga barang untuk dijadikan harga satuan barang. Penelitian yang dilakukan di di PT. PLN (Persero) Area Ambon menyajikan hasil berupa HPS yang dapat dipertanggungjawabkan dengan memperhitungkan tingkat kesulitan pekerjaan, misalnya pekerjaan pemasangan tiang besi 156 dan untuk daerah normal adalah sebesar Rp 436.969,00 sedangkan untuk pemasangan di daerah yang sulit sebesar Rp 546.211,00
D. B. Paillin, Fhony M. Kaihatu
Published: 10 September 2018
Journal: Arika
Arika, Volume 12, pp 123-140; https://doi.org/10.30598/arika.2018.12.2.123

Abstract:
Kendaraan, biaya distribusi, dan waktu kerja yang berpengaruh pada efisiensi distribusi perusahaan. Sebuah kajian dilakukan dengan tujuan mendapatkan pola distribusi optimal agar dapat meningkatkan efisiensi jarak tempuh, waktu, dan biaya distribusi yang terbaik bagi perusahaan. Metode Saving Matrix adalah metode yang digunakan untuk menentukan rute distribusi produk ke wilayah pemasaran dengan cara menentukan rute distribusi yang harus dilalui dan jumlah kendaran berdasarkan kapasitas dari kendaraan tersebut agar diperoleh rute terpendek dan biaya transportasi yang minimal. Salah satu algoritma yang dapat digunakan dalam menyelesaikan permasalahan ini adalah algoritma Clarke & Wright Saving. Hasil yang diperoleh menggunakan algoritma Clarke & Wright Saving menunjukkan bahwa perolehan rute awal perusahaan sebesar 535,97 km sedangkan dengan metode Algoritma Clarke & Wright Saving sebesar 273,56 km sehingga adanya nilai penghematan jarak sebesar 262,42 km atau 48%. Dari perhitungan total biaya distribusi rute awal adalah sebesar Rp 6.097.614,012 per bulan dan total biaya distribusi menggunakan Algoritma Clarke & Wright Saving adalah Rp 4.581.002 per bulan dan diperoleh penghemantan biaya per bulan sebesar Rp 1.516.612 per bulan atau sebesar 24,8% per bulan dan total waktu tempuh sebesar 17,96% dari rute awal perusahaan.
W. Latuny, Wisnu M. S. Picauly
Published: 25 September 2019
Journal: Arika
Arika, Volume 13, pp 113-126; https://doi.org/10.30598/arika.2019.13.2.113

Abstract:
Bullwhip effect merupakan fenomena pada supply chain, dimana adanya perbedaan jumlah permintaan konsumen ditiap periode baik itu semakin sedikit atau semakin banyak yang dapat berpengaruh pada semua tingkatan dalam supply chain. Hal itu juga yang dialami dari Sub Distributor PT. Padi Mas Prima yang mendistribusikan Produk Semen Tonasa pada tiap ritel di kota ambon yaitu ritel Aneka Guna,Ritel Benua dan Ritel Wayame Adapun tujuan penelitian ini Menganalisis Bullwhip Effect dengan metode peramalan dan meminimalisasi terjadinya bullwhip effect. Perhitungan bullwhip effect menggunakan pendekatan model Moving Average dan Single Exponential Smoothing yang akan dipilih berdasarkan Mean Absolute Deviation dan Tracking Signal Hasil dari penelitian model yang dipilih adalah model Single Exponential Smoothing diperoleh hasil dari peramalan selama 12 periode, dari hasil peramalan tersebut menunjukkan adanya penurunan nilai bullwhip effect pada Sub Distributor PT. Padi Mas Prima, yang sebelumnya 1.02 nilainya menjadi 0.18 dengan tingkat presentase penurunan sebesar 82.4%, Ritel Aneka Guna yang nilainya 1.07 menjadi 0.71 dengan tingkat presentase penurunan sebesar 33.6%, Ritel Benua yang nilainya 1.03 nilainya menurun menjadi 0.86 dengan tingkat presentase penurunan sebesar 16.5%, dan Ritel Wayame yang sebelumnya 1.10 nilainya menurun menjadi 0.96 dengan  tingkat presentase penurunan sebesar 12.7%. Dimana nilai bullwhip effect > 1.01 dapat diartikan bahwa terjadi amplifikasi permintaan, sedangkan nilai bullwhip effect < 1.01 dapat diartikan bahawa permintaan masih stabil atau terjadi penghalusan pola permintaan usaha perbaikan dilakukan dengan melakukan pemesanan produk pada supplier dengan memperhatikan jumlah persediaan yang ada, menjaga arus informasi permintaan dan penjualan produk, serta menjaga lead time agar tetap stabil.
D. Tumanan, Kevin M. Runteh, D.B Paillin
Published: 9 March 2017
Journal: Arika
Arika, Volume 11, pp 1-10; https://doi.org/10.30598/arika.2017.11.1.01

Abstract:
Industri perikanan dan kelautan di Maluku berkembang cukup pesat. Peran provinsi Maluku memiliki peran penting dan strategis bagi kegiatan perikanan laut nasional, sehingga persaingan perusahaan yang bergerak dalam bidang perikanan di Maluku pun meningkat. Hasil penelitian menunjukkan, pada umumnya untuk proses sistem supply chain ikan di Kota Ambon, yang berperan sebagai supplyer utama untuk pasokkan ikan yaitu para nelayan pesisir pantai di sekitar wilayah Maluku. Sistem distribusi pemasaran dari masing-masing perusahaan ikan bersifat Vertical Marketing System. Tingkat presentase konsumsi ikan lebih tinggi terdapat pada Kec. Sirimau 42%, dengan total konsumsi 9.294.000 kg/tahun. Kec. Nusaniwe (27%), Kec. Teluk Ambon (12%), Kec. T.A. Baguala (16%), dan Kec. Leitimur Selatan 3%. Berdasarkan pemetaan awal supply chain management ikan, juga terdapat usulan lokasi cold storage yang terpilih dengan menggunakan metode Point Rating, yaitu berada di sekitar kawasan Kec. Teluk Ambon dengan nilai terbesar yaitu 3,5. setelah dilakukan perhitungan terhadap faktor tangibel dan intangibel maka diperoleh nilai terbesar yaitu 3,5. Aksesibilitas perusahaan masih tergolong cukup baik. Avaibilitas atau ketersediaan bahan baku untuk seluruh perusahaan masih menjadi permasalahan, yang disebabkan oleh pengaruh faktor iklim, musiman ikan dan lainnya. Ditinjau dari segi cost untuk harga beli perusahan terhadap harga beli dan harga jual perusahaan untuk wilayah Kota Ambon tidak mengalami kesenjangan harga yang begitu besar. Sedangkan untuk pemasaran regional dan export memiliki kesenjangan harga dari masing- masing perusahaan.
Johny Titarsole, B. J. Camerling
Published: 9 March 2017
Journal: Arika
Arika, Volume 11, pp 67-82; https://doi.org/10.30598/arika.2017.11.1.67

Abstract:
Antrian merupakan kejadian yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.bukan hanya manusia yang mengalami suatu proses antrian, tetapi bisa juga barang,Kondisi ini juga terjadi pada areal tempat parkir mobil-mobil tangki BBM (Bahan Bakar Minyak) dalam menunggu bagian pengisian ke FillingShed (tempat pengisian BBM), pada PT.Pertamina (Persero), Terminal BBM Wayame Ambon,yang memiliki rata-rata jumlah mobil yang beroperasi dilapangan Sebanyak 92 unit mobil, dimana daya tampung mobil pada area parkir yaitu 45-50 mobil yang memiliki 9 jenis pompa minyak). Simulasi merupakan proses perancangan model dimana meniru dari proses dunia nyata atau system dan pelaksanaan eksperimen-eksperimen dengan model ini untuk tujuan memahami tingkah laku system. Stat fit merupakan software pendukung dalam promodel dimana untuk menentukan distribusi yang dipakai dalam melaksanan pembuatan model simulasi Pada PT Pertamina Terminal BBM Wayame Ambon pada area parkir mobil tangki sampai masuk ke Filling Shed dimana mobil tangki hanya dapat melakukan pengisian BBM pada 1 server. Hasil penelitian ini dengan mengambil data Antrian pada area parkir PT pertamina Terminal BBM wayame Ambon maka, dapat dilihat hasil awal atau kondisi kenyataanya bahwa untuk hasil utilitas menunjukan bahwa hasil utilitas yang mencapai 100 %, tetapi server untuk mobil tangki Pertalite dan Pertamax mempunyai hasil utilitas mendekati 50 % yang berarti tidak terlalu sibuk. Dan untuk hasil alternatifnya terlihat lebih sibuk karena pemanfaatanya mendekati 100%. jadi dengan penambahan server menjadi 2 pada filling shed maka antrian akan semakin sedikit.
Robert Hutagalung, Wardis Girsang, Amos Kilay, D. B. Paillin
Published: 15 September 2017
Journal: Arika
Arika, Volume 11, pp 147-154; https://doi.org/10.30598/arika.2017.11.2.147

Abstract:
Penyulingan minyak kayu putih adalah salah satu industri tradisional masyarakat di Maluku, khususnya pulau Ambon, Buru dan Seram. Kegiatan ini dilakukan lebih dari 8 jam/hari tanpa menggunakan konsep ergonomi, seperti: waktu istirahat, nutrisi, peralatan kerja dan ruang produksi. Faktor lain seperti: paparan panas, asap dan kondisi lingkungan kerja yang tidak ergonomis ikut memberikan beban tambahan. Untuk mengatasi kondisi tersebut, perlu dilakukan desain peralatan dan metode kerja guna memperbaiki sikap yang tidak alamiah serta memberikan kesempatan kepada para pekerja melakukan istirahat aktif dan mengubah sistem statis menjadi dinamis. Tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah menurunkan keluhan muskuloskeletal, beban kerja serta meningkatkan produktivitas setelah desain peralatan dan metode kerja berbasis ergonomi. Luaran yang ditargetkan adalah peralatan dan metode kerja baru berbasis ergonomi yakni sistem kerja, ruang produksi, ketel penyulingan, tungku, lemari, tempat duduk/tidur, sistem pendingin, perpipaan dan corong asap, serta produktivitas meningkat 15%. Hasil penelitian sementara ini memberikan kesimpulan sebagai berikut: 1. Pengaruh keluhan musculoskeletal dan kelelahan yang tinggi sebagai kontribusi juga dari aspek lingkungan kerja yang kurang ergonomis memicu pekerja untuk bekerja pada kemampuan belum wajar untuk memberikan hasil yang maksimal; 2. Perbedaan material pipa pendingin (stanless steel, tembaga dan aluminium) untuk proses kondensasi uap minyak kayu putih, dapat berkontribusi pada karakteristik produk dan jumlah produksi; 3. Setelah intervensi ergonomi dalam desain metode dan peralatan kerja maka terjadi penurunan dari target penelitian (10%) sebesar 56,2% untuk tingkat keluhan musculoskeletal, 57,8% untuk keluhan kelelahan dan 19,3% untuk beban kerja, sedangkan untuk produktivitas kerja pengolah minyak kayu putih tradisional naik 24,3% dari target penelitian sebesar 15%.
B. J. Camerling, D. B. Paillin, Adha B. Dharma
Published: 8 April 2020
Journal: Arika
Arika, Volume 14, pp 1-14; https://doi.org/10.30598/arika.2020.14.1.01

Abstract:
Peranan perawatan terhadap mesin diesel engine pada bagian maintenance PLTD sangat penting artinya untuk mencegah terjadinya down time produksi, dan perawatan yang paling baik digunakan adalah perawatan pencegahan sebelum terjadinya kerusakan (preventive maintenance). Sistem perawatan mesin yang dilakukan di PLTD Poka, ialah periodic maintenance dan condition-based maintenance yaitu tindakan perawatan yang dilakukan berdasarkan lamanya waktu operasi mesin yang telah ditentukan oleh pabrikan dan berdasarkan kondisi mesin. Dengan sistem tersebut, ditemukan kesulitan perencanaan dan administrasi pemeliharaan karena fluktuatifnya pengoperasian mesin sehingga pemeliharaan sering tidak tepat waktu. Waktu antar kerusakan adalah selang waktu terjadinya kerusakan setelah dilakukan perbaikan. Untuk menentukan waktu antar kerusakan, langkah pertama yang dilakukan adalah dengan mengukur lamanya waktu operasi mesin setelah dilakukan perbaikan pada setiap kerusakan mesin. Sistem perencanaan pemeliharaan selama ini masih menggunakan perhitungan pecatatan yang dilakukan secara manual sehingga ada kemungkinan salah perhitungan perencanaan pemeliharaan yang berujung pada tidak tercapainya SFC, SLC dan Jam operasi Mesin yang diharapkan/ditargetkan. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan perawatan terhadap poros engkol sehingga bisa mencegah kerusakan yang lebih parah sehingga bisa tercapai pengoperasian mesin yang maksimal dan efisien. Penggunaan RCM diperlukan pada perawatan mesin ini sehingga hasil yang didapatkan untuk perawatan mesin lebih optimal dibandingkan dengan perawatan mesin yang dilakukan saat ini.
N. E. Maitimu, V. O. Lawalata, Tedi Hariadi
Published: 10 September 2018
Journal: Arika
Arika, Volume 12, pp 79-94; https://doi.org/10.30598/arika.2018.12.2.79

Abstract:
Arah dan tujuan bisnis menjadi pedoman dasar bagi PT PLN (Persero) untuk meningkatkan produktivitaskerja sesuai harapan pemegang saham dan pelanggan. Oleh karena itu, pengawasan dan penerapan disiplin kerja karyawan cenderung dapat memberikan tingkat produktivitas kerja karyawan yang baik. Untuk itu, penelitian ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membuktikan signifikansi pengaruh pengawasan dan disiplin kerja terhadap produktivitas kerja karyawan pada PT. PLN (Persero) Rayon Ambon Kota. Penelitian ini menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data yang disebarkan kepada 80 responden (karyawan) sebagai sampel. Metode analisis data yang dipakai adalah Partial Least Square (PLS) yang diolah menggunakan aplikasi SmartPLS 2.0. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Pegawasan Kerja tidak memberikan pegaruh yang signifikan terhadap Produktivitas Kerja, sedangkan Disiplin Kerja memberikan pegaruh positif yang signifikan terhadap Produktivitas Kerja karywan PT. PLN (Persero) Rayon Ambon Kota. Disiplin Kerja dapat menerangkan 35,3117% dari keragaman Produktivitas Kerja karyawan PT. PLN (Persero) Rayon Ambon Kota, dimana sisanya dipengaruhi oleh variabel lain diluar model penelitian ini.
J. M. Tupan, B. J. Camerling, Maknun Amin
Published: 11 March 2019
Journal: Arika
Arika, Volume 13, pp 33-48; https://doi.org/10.30598/arika.2019.13.1.33

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jadwal perwatan komponen kritis pada mesin MTU 12V200G65 pada PLTD Wonreli.Tahapan penelitian ini dimulai dengan menentukan mesin kritis dengan Metode Critical Analysis. Setelah itu dilanjutkan dengan menentukan komponen kritis menggunakan Diagram Pareto. Kemudian menentukan probability density function dan reabilitas dari komponen-komponen kritis. Setelah itu, menentukan interval perawatan komponen-komponen kritis menggunakan kriteria minimasi downtime.Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, ditemukan bahwa mesin kritis adalah MTU Group Fuel System Low Pressure. Komponen Fuel Delivery Pump menjadi komponen kritis dari mesin MTU 12V200G65. Tindakan perawatan yang perlu dilakukan perusahaan dalam mengatasi gangguan pada komponen kritis adalah dengan melakukan pemeriksaan pada setiap komponen kritis. Interval penggantian pencegahan bagi komponen Fuel Delivery Pump adalah 1009 Jam. Sedangkan interval pemeriksaan dari tiap komponen relativ sama yaitu 182.5 Jam, dan frekuensi optimal pemeriksaan tiap komponen adalah 3 kali/ bulan.
M. Tukan, Meiyanti Chantika Pattiasina
Published: 11 March 2019
Journal: Arika
Arika, Volume 13, pp 49-62; https://doi.org/10.30598/arika.2019.13.1.49

Abstract:
PT. Pos Indonesia (Persero) merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang jasa dalam mendistribusikan kiriman. Bagian ekspedisi (antaran) merupakan bagian terakhir dalam proses distribusi kiriman, harus mendapatkan perhatian khusus sehingga dapat mengatasi ketidakcapaian target kerja yaitu SWP (Standar Waktu Penyerahan) yang diakibatkan karena kegagalan yang sering terjadi dalam proses distribusi kiriman. Masalah ini dapat diatasi dengan melakukan perbaikan dalam proses distribusi. Six Sigma merupakan salah satu metode dalam sistem pengendalian kualitas. Metode Six Sigma adalah proses perbaikan secara terus menerus untuk mengurangi tingkat kecacatan/kegagalan. Pada penelitian ini dilakukan perhitungan untuk mengukur keberhasilan dan kegagalan dalam proses distribusi kiriman di bagian ekspedisi PT. Pos Indonesia (Persero) Ambon. Dari hasil pengolahan data menggunakan six sigma menunjukkan terdapat 3 jenis kegagalan dalam proses distribusi yaitu antar ulang, salah salur, dan kirim kembali dengan jenis kegagalan yang paling banyak ialah kiriman antar ulang dengan presentasi sebesar 85% yang ditinjau dari kecacatan yang dimiliki selama 5 bulan dari bulan januari-mei 2018 sebesar 8.920 kiriman, CTQ (critical to quality) yang dimiliki yaitu 3, nilai DPMO sebesar 32.851 sehingga nilai sigma yang didapat sebesar 3,34.
J. M. Tupan, W. M. E. Wattimena, Hastony I Pranata
Published: 11 March 2019
Journal: Arika
Arika, Volume 13, pp 17-32; https://doi.org/10.30598/arika.2019.13.1.17

Abstract:
Salah satu mesin yang digunakan pada PLTD Poka adalah mesin dengan merk Anglo Belgian Corps (ABC). Apabila terjadi pada saat awal pengecekan sebelum dilakukan start ditemukan level oli yang meningkat dari batas normal dan ditemukan air pada stick penunjuk level. Setelah di lakukan blow up ternyata keluar air dari salah satu cylinder head, kemudian komponen Cylinder Head dilepas untuk di lakukan pengecekan namun tidak adanya alat untuk mengetes kebocoran sehingga pengecekan hanya dilakukan secara visual dan cylinder head yang bocor diganti dengan cylinder head yang baru untuk dipasang kembali agar mesin dapat beroperasi. Dengan adanya permasalahan perlu adanya sebuah alat yang dapat mengetahui kebocoran air pada cylinder head sehingga effisiensi waktu pemelihaaan lebih cepat dan biaya pemeliharaan lebih hemat. Penelitian ini bertujuan untuk merancang n membuat sebuah alat agar kebocoran dalam saluran air pendingin cylinder head agar kerugian-kerugian karena kebocoran air pendingin dapat di hindari. Dengan diskusi dengan pegawai PLTD di dapatkan desain akhir yang sesuai dengan desain cylinder head mesin Anglo Belgian Corp. 12 VDCZ dan dengan biaya pembuatan sebesar Rp. 1.762.000 dapat menghemat biaya menghemat biaya akibat tidak masuknya mesin pada sistem sebesar Rp. 8.116.400 dan dapat menghemat penggunaan oli sebesar Rp. 28.238.000. karena manfaat yang sangat besar pada PLN maka hendaknya PLN dapat mengimplemtasikan kepada seluruh unit yang memiliki mesin Anglo Belgian Corp. Type 12VDZ.
Widya S. Madiun, Ariviana L. Kakerissa
Published: 15 September 2017
Journal: Arika
Arika, Volume 11, pp 89-96; https://doi.org/10.30598/arika.2017.11.2.89

Abstract:
UD Roti Alvine merupakan Perusahaan Rumahan atau Home Industry yang bergerak dibidang produksi roti (Usaha Bakery). Hasil pengamatan awal ditemukan bahwa, Para pekerja bagian produksi melakukan pekerjaan rangkap yakni tidak adanya ketidakjelasan tugas dan tanggungjawab para pekerjanya. Tentu hal ini juga berpengaruh pada output yang dihasilkan, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah beban kerja yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawan. Untuk itu pihak perusahaan harus memperhatikan beban kerja yang akan diberikan kepada karyawan agar tercapai produktivitas yang optimal. Analisa beban kerja sangat penting untuk menghitung tepatnya berapa banyak karyawan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua tugas di bagian atau departemen pada perusahaan. Dalam penelitian ini, dilakukan pengidentifikasian aktivitas tiap pekerja, menganalisis beban kerja bagi tiap pekerja dan jumlah kebutuhan karyawan bagian produksi dengan menggunakan metode Full Time Equivalent. Hasil penelitian menunjukan bahwa beban kerja yang dihasilkan pekerja bagian produksi berdasarkan perhitungan beban kerja dengan Metode Full Time Equipment (FTE), rata-rata beban kerja dalam indeks FTE seluruh pekerja produksi berada pada kondisi Overload dengan nilai rata-rata Indeks FTE 1,89 dimana nilai tersebut > 1,28. Sedangkan jumlah kebutuhan tenaga kerja optimal pekerja bagian produksi adalah 9 karyawan.
N. E. Maitimu, Anton Tonapa
Published: 11 March 2019
Journal: Arika
Arika, Volume 13, pp 1-16; https://doi.org/10.30598/arika.2019.13.1.1

Abstract:
Permintaan akan tenaga listrik yang semakin meningkat membutuhkan persediaan bahan bakar dan material fast moving yang cukup sebagai bahan baku utama dalam penyediaan tenaga listrik. MRP suatu teknik atau prosedur logis untuk menterjemahkan Jadwal Induk Produksi (JIP) dari barang jadi atau end item menjadi kebutuhan bersih untuk beberapa komponen yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan JIP. PT PLN (Persero) Pusat Listrik Masohi dalam melakukan permintaan bahan bakar untuk pembangkit listrik dilakukan secara bulanan dan dilakukan pemantauan secara online perhari dimana diperlukan ketepatan pelaporan dan penyediaan bahan bakar untuk penyediaan tenaga listrik yang dinamis. Kebutuhan bahan baku untuk produksi tenaga listrik PT PLN (Persero) Pusat Listrik Masohi telah menggunakan pendekatan metode Economic Order Quantity (EOQ) dalam proses pengadaan material bahan baku. Penelitian ini mendapatkan hasil penggunaaan Metode lot sizing Lot-For-Lot, Economic Order Quantity, Part Period Balancing yang optimal untuk digunakan pada Pusat Listrik Masohi adalah Part Period Balancing. Dengan menggunakan metode Part Period Balancing, perusahaan dapat mengurangi biaya persediaan sebesar Rp 1,739,053,883,- , atau sebesar 2,88 % dari total biaya dari metode perusahaan.
M. L. Pattiapon, N. E. Maitimu, Irene Magdalena
Published: 8 April 2020
Journal: Arika
Arika, Volume 14, pp 23-36; https://doi.org/10.30598/arika.2020.14.1.23

Abstract:
UD. Filkin adalah salah satu perusahaan industri yang bergerak di bidang mebel. Salah satu produknya adalah pintu. Dalam produksinya, terdapat berbagai jenis waste yang sering terjadi tanpa disadari, karena telah dianggap sebagai sesuatu yang wajar dan umum, padahal sesungguhnya sangat merugikan, dan seharusnya bisa dihindari, sehingga pada hasil identifikasi ditemukan beberapa jenis waste yang diantaranya waiting, innappropiateprocessing dan overproduction.Maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi penyebab waste yang terjadi dalam lantai produksi, dan juga memberikan rekomendasi perbaikan untuk mengurangi waste di lantai produksi. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengurangi atau mengeliminasi waste adalah dengan metode Lean Manufacturing.Pendekatan Lean Manufacturing dilakukan dengan menganalisis waste dengan value stream mapping, menentukan waste dan mengidentifikasi akar penyebab masalah atau peristiwa dengan root cause analysis, dan merancang rekomendasi perbaikan untuk mengatasi waste tersebut.Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tiga waste dengan rangking tertinggi adalah waiting dengan skor (17,1%), innappropiateprocessing (16,5%) dan overproduction (15,9%). Sehingga untuk mengurangi wastewaiting disarankan agar melakukan pelatihan dan penambahan pekerja. Untuk mengurangi wasteinnappropiateprocessing disarankan untuk meningkatkan pola pemahaman pekerja terhadap keinginan konsumen. Dan untuk mengurangi waste overproduction disarankan untuk melakukan perencanaan ulang terhadap produk yang akan dibuat, yang sesuai dengan permintaan pasar.
R. A. De Fretes
Published: 8 April 2020
Journal: Arika
Arika, Volume 14, pp 65-74; https://doi.org/10.30598/arika.2020.14.1.65

Abstract:
Berdasarkan data penjualan tenaga listrik pada laporan TUL III-09 tahun 2018, realisasi pendapatan PT PLN (Persero) secara nasional menurun sejak bulan Agustus 2017 sampai dengan saat ini. Kondisi tersebut terjadi juga pada PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara Area Ambon menunjukkan penurunan yang signifikan sejalan dengan adanya kebijakan pemerintah mencabut subsidi Listrik dari penggunaan daya 900 VA yang mengakibatkan turunnya nilai jual energi listrik. Penambahan jumlah pelanggan dan peningkatan penjualan tenaga listrik yang masih besar untuk saat ini dan di masa yang akan datang.PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara Area Ambon harus mampu memperbaiki proses bisnis dalam rangka memenuhi tuntutan kualitas dan pelayanan kepada pelanggan. Bila kualitas dan pelayanan kepada pelanggan sudah bagus, maka upaya untuk mendorong pelanggan melakukan Perubahan Daya (PD) ke daya minimal 1.300 VA akan lebih mudah dilakukan. Karena harga yang lebih mahal harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan yang lebih baik, termasuk dalam hal kualitas keandalan tenaga listrik. PT PLN (Persero) Wilayah Maluku dan Maluku Utara Area Ambon juga harus mampu mengikuti perubahan perkembangan teknologi dan mengupayakan program efisiensi penggunaan BBM.
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top