Refine Search

New Search

Results in Journal JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH): 21

(searched for: journal_id:(4406130))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Putra Fajar, Ari Widyati Purwantiasning
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 136-148; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4462

Abstract:
Kawasan Kowloon Hongkong merupakan kawasan perkotaan di Hongkong yang terdiri dari Semenanjung Kowloon and New Kowloon, Kawasan ini merupakan pusat kota dari negara hongkong yang mempunyai mobilitas tinggi. Kawasan kowloon memiliki beragam fasilitas seperti perkantoran, komersial, bisnis, fasilitas umum, residensial, konservasi, dan rerkreasi. Arsitektur kawasan sebagian besar memiliki gaya internasional atau modern yang menjadikan infrastruktur nya memiliki kualitas baik dan menjadi daya tarik bagi pengunjungnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep imagability dan permeability dalam pengembangan kawasan pusat kota Kowloon dengan menggunakan teori kevin lynch. Imageability merupakan penggambaran kualitas fisik yang dimiliki suatu objek atau kawasan. Permeability merupakan kualitas aksesibilitas dan aktivitas pergerakan manusia pada suatu kawasan. Kawasan Kowloon memiliki imageability dan permeability yang baik yang menjadikan kawasan ini legibility.
Yunita Syafitri Rambe
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 181-194; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4975

Abstract:
Kawasan Perkemahan Sibolangit merupakan suatu Kawasan Ruang Terbuka sebagai daerah resapan pada Kawasan Kecamatan Sibolangit. Pada saat ini, perkemahan Sibolangit selain dijadikan daerah bagi perkemahan juga dibuka untuk pengunjung dan wisatawan umum. Kawasan perkemahan Sibolangit mempunyai topografi yang berbukit-bukit, terdapat sungai dan pohon-pohon. Pada saat ini, sudah mulai bermunculan beberapa bangunan yang dibangun tidak sesuai dengan kebutuhan lahan. Padahal sebuah Kawasan wisata diperlukan suatu strategi dalam pengembangannya. Usaha pariwisata yang baik adalah usaha pariwisata yang memperhatikan kekhasan, keunikan, keanekaragaman serta kebutuhan manusia untuk berwisata. Dari latar belakang yang ada, maka diperlukannya suatu analisis kelayakan sebagai suatu strategi dalam pengembangan Kawasan perkemahan Sibolangit sebagai suatu Kawasan wisata. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif dengan metode SWOT untuk mengetahui kendala, ancaman eksternal, prospek yang menghasilkan strategi untuk dijadikan konsep pengembangan yang baik. Luaran dari penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam strategi konsep pengembangan Kawasan Perkemahan Sibolangit dan juga diharapkan dapat berguna bagi penelitian lainnya.
Vora Intend Cahyani, Irnawati Siregar, Rasyidin Rasyidin
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 131-135; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4879

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan Sekolah dan Terapi Anak Autis di kota Padang, sesuai dengan kebutuhan dan keterbatasan yang mereka miliki, dan karakteristik perilaku. Permasalahan yang ada pada sekolah dan terapi anak autis saat ini, adalah ruang sekolah tidak sesuai dengan fungsinya, dimana banyaknya rumah tinggal dan ruko menjadi tempat belajar bagi penderita autis, sehingga aktifitas belajar dan terapi bagi anak penderita autis tidak terakomodasi dengan baik serta belum memperhatikan keamanan dan kenyamanan pengguna bangunan baik secara fisik maupun psikis anak autis. Metode yang digunakan dalam menyelesaikan perencanaan ini, yaitu menggunakan metode kualitatif deskriptif yang mampu mendeskripsikan dan menganalisa kegiatan atau data yang bersifat alamiah, menggunakan data primer dan data sekunder. Analisis dan pembahasan yang digunakan berupa konsep dan desain visual bangunan sekolah dan terapi anak autis, sesuai dengan pedoman dan peraturan pemerintah. Hasil dari Perencanaan ini menerapkani tema arsitektur perilaku, pada sekolah dan terapi anak autis berdasarkan keamanan dan kenyamaan pengguna baik secara fisik maupun psikis anak autis.
Jacob Adha Putra, Mira Dharma Susilawaty, Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 96-104; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4575

Abstract:
Banyaknya masyarakat yang berminat terhadap mainan LEGO membuat mainan LEGO menjadi terkenal. mulai banyaknya event-event yang diselenggarakan di mall atau convention center terhadap mainan LEGO, memunculkan ide untuk merancang LEGO Center. ide ini muncul karena tidak adanya tempat yang mengkhususkan untuk kegiatan menggunakan mainan LEGO tersebut. tujuan perancangan bangunan LEGO Center ini adalah sebagai tempat pameran, dan sebagai tempat rekreasi yang bersifat edukasi dengan menggunakan LEGO. Menggunakan tema arsitektur kubisme, yang dimana pemikirian ini timbul dari sudut pandang LEGO yang memiliki tiga dimensi panjang, lebar dan tinggi. Konsep pada rancangan LEGO Center di Kota Pekanbaru ini menggunakan konsep “Tumpukan LEGO Bricks” yang dihasilkan dari keterkaitan objek rancangan dan tema Arsitektur Kubisme terhadap objek rancangan yang memiliki penyederhanaan bentuk-bentuk kotak atau kubus sesuai dengan sifat Kubisme.
Delfina Yanti, Melani Cahyani,
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 105-113; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4747

Abstract:
Pasar Jiung adalah pasar tradisional yang berada di daerah Kemayoran Jakarta Pusat yaitu berada di sisi Jalan Benyamin Sueb, Jalan Haji Ung, Jalan Kemayoran Gempol Barat, dan Jalan Kemayoran Gempol Utara. Pada saat siang Pasar Jiung ini adalah jalan raya yang dilalui banyak kendaraan umum maupun pribadi sedangkan saat malam hari jalan raya berubah menjadi Pasar Malam Jiung yang sangat ramai yang terdiri dari kios tenda yang berderet pada ruas Jalan Kemayoran Gempol. Pada dasarnya kios tenda yang ada di Pasar Malam Jiung ini merupakan milik warga yang berada di sekitar Pasar Jiung maupun luar kawasan tersebut bahkan luar Kota Jakarta. Aktivitas maupun sirkulasi di Pasar Jiung cukup padat baik dari kendaraan bermotor maupun para pejalan kaki yang sering menyebabkan kemacetan di sekitar Pasar Jiung dan sekitarnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kegiatan aktivitas permukiman dan Pasar Jiung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dengan melakukan observasi, wawancara, studi pustaka, dan dokumentasi. Kesimpulan penelitian ini adalah aktivitas pasar yang membentuk ruang yang tidak nyaman dan tidak teratur. Namun ketidaknyamanan ini masih menampung aktivitas yang berlanjut karena kebutuhan akan nilai ekonomi dari barang yang ditawarkan pasar tersebut
Gitiya Gittasya, Yohannes Firzal, Pedia Aldy
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 124-130; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4807

Abstract:
Indoor Snow Park adalah wahana rekreasi bertema salju di Pekanbaru, selain berfungsi sebagai rekreasi bangunan juga dapat berfungsi sebagai sarana olahraga es. Pekanbaru di pilih sebagai lokasi desain karena kurangnya sarana rekreasi dan sebagai bentuk mensimulasi alam musim dingin di kota yang beriklim tropis. Indoor Snow Park menerapkan prinsip desain Jean Nouvel karena prinsip desain Jean Nouvel selaras dengan fungsi bangunan dimana pada setiap bangunan yang ia rancang Jean selalu memberikan suasana yang kontras pada bangunanya, sama halnya dengan rekreasi salju di tengah iklim tropis. Konsep yang diterapkan pada Indoor Snow Park ini adalah Snowflakes. Konsep ini terinspirasi dari fenomena turunnya salju di negara subtropis, yang sejalan dengan fungsi rancangan yaitu wadah rekreasi musim dingin. Analogi dari Kristal es ini lah yang kemudian diterapkan pada bentuk, fasad, interior dan lansekap Indoor Snow Park.
Arief Bukhari Nasution, Suprayetno Suprayetno, Aulia Muflih
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 158-169; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4884

Abstract:
Provinsi Sumatera Utara belum memiliki prasarana akuatik dengan tipe A, sebagai tempat mengadakan kompetisi akuatik internasional dan Pekan Olahraga Nasional. Dengan hadirnya pusat akuatik tipe (A) diharapkan akan menjadi pusat pelatihan, kompetisi, dan untuk masyarakat umum menikmati olahraga akuatik. Tema arsitektur futuristik memiliki keterkaitan dengan perancangan, olahraga akuatik yang secara terus menerus berkembang dari masa ke masa, berkaitan dengan citra futuristik pada bangunan yang memberi nilai lebih kepada bangunan sebagai orientasi untuk masa depan. Perancangan tidak hanya terkonsentrasi kepada kepraktisan dan kegunaan semata melainkan juga memperhatikan seni ekspresi pada tampilannya, bentuk bangunan lebih cenderung memanfaatkan tipe garis-garis miring dan elips untuk menciptakan unsur dinamis pada bentuknya. Metode penelitian yang dilakukan yaitu menentukan ide rancangan, kemudian dikembangkan dengan mengumpulkan data, lalu data dikelola dengan cara dianalisis. Hasil analisis digunakan sebagai konsep perancangan. Luaran dari penelitian ini adalah publikasi pada jurnal nasional.
Islamiyati Islamiyati, Suprayetno Suprayetno, Yunita Syafitri Rambe
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 170-180; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4885

Abstract:
Wanita karir memiliki kesibukan sebagai rutinitas harian karenan pekerjaan dan tuntutan hidup yang lebih tinggi, aktifitas tersebut akan mengakibatkan kelelahan, jenuh juga stress dan berdapmpak buruk pada kesehatan serta kecantikan wanita. Hal tersebut menunjukan pentingnya sebuah pusat kecantikan terlengkap untuk kalangan menengah atas yang mewadahi beberapa fasilitas yaitu pelayanan kesehatan, pelayanan kecantikan dan kelas belajar. Tema bioklimatik memiliki keterkaitan dan tepat untuk diterapkan pada bangunan ini, karena bioklimatik merupakan arsitektur yang berlandaskan pada pendekatan pasif dan minim energi dengan memanfaatkan iklim setempat untuk menciptakan kenyamanan bagi penghuni dan menambah kesan baik untuk wanita yang ingin menghilangkan rasa jenuh dan juga stress. Dalam perancangan ini terdapat beberapa medote yang dilakukan yaitu menentukan ide, mengumpulkan data dan dikelola dengan mengalisis kemudian mendapatkan hasil berupa konsep yang akan digunakan dalam merancang. Luaran dari penelitian ini adalah publikasi pada jurnal nasional.
Muhammad Razki Adrell, Pedia Aldy, Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 114-123; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4754

Abstract:
Penyediaan lingkungan belajar yang baik di sekolah dapat meningkatkan kesehatan dan produktivitas pelajar. SMAN 3 Padang merupakan salah satu institusi pendidikan yang masih kurang dalam memperhatikan lingkungan belajar, yang membutuhkan penyelesaian desain untuk memberikan solusi ke depan. Dengan menggunakan pendekatan sustainable architecture mampu menghadirkan rancangan sustainable school dengan lingkungan belajar yang lebih baik dan berdampak positif pada lingkungan sekolah. Melalui analogi dari konsep “belajar seperti di bawah naungan pepohonan” dan ditransformasikan dengan pendekatan sustainable architecture. Redesain SMAN 3 Padang dapat memberikan lingkungan belajar yang berkelanjutan di sekolah untuk meningkatkan produktivitas siswa dan kemampuan siswa di masa depan, terutama prestasi sekolah.
Harya Bima Prasetya, Mira Dharma Susilawati, Gun Faisal
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 84-96; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4460

Abstract:
Pekanbaru merupakan sebuah ibu kota provinsi Riau yang mempunyai keragaman seni. Perkembangan seni di Pekanbaru dapat di lihat dari bentuk ornamen, pakaian, tarian, musik, maupun komunitas seni. Namun berdasarkan data Kemendikbud menyatakan bahwa Pekanbaru tidak mempunyai sekolah kesenian di tingkat perguruan tinggi. Dengan demikian Institut Kesenian Pekanbaru menjadi respon terhadap kebutuhan masyarakat, sebagai sebuah wadah bagi para remaja untuk mendapatkan pendidikan kesenian di tingkat perguruan tinggi, sehingga menghasilkan seniman-seniman yang profesional pada bidang kesenian. Karya BIG di pilih sebagai preseden agar terciptanya bangunan yang ikonik serta menjadi simbol pendidikan kesenian di pekanbaru. Pada penerapan karya desain BIG mempengaruhi cara pemilihan site pada kawasan pendidikan, menerapkan prinsip Hedonistic Sustainability yang menghasilkan dampak positif ke area sekitar, pemilihan konsep berupa sungai poligon yang berdasarkan bentuk sungai Siak, multi fungsi bangunan yang memiliki fungsi utama sebagai perguruan tinggi dan fungsi sekunder sebagai tempat rekreasi, mengekspos tekstur material bangunan, dan juga bagaimana mengatur organisasi ruang pada bangunan.
Rahmat Wendri, Mira Dharma S, Wahyu Hidayat
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 4, pp 149-157; https://doi.org/10.31289/jaur.v4i2.4877

Abstract:
Sawahlunto merupakan salah satu kota di provinsi Sumatera Barat yang terkenal dengan bangunan- bangunan Belandanya dan juga salah satu aset di Indonesia yang telah di tetapkan menjadi kota pusaka dan warisan dunia oleh Unesco pada tahun 2019. Akan tetapi kota Sawahlunto tidak memiliki perpustakaan umum yang layak, dikarenakan perpustakaan umum sebelumnya tidak mepunyai fasilitas-fasilitas yang memadai dan tidak dapat menampung kegiatan-kegiatan masyarakat dalam mencari informasi. Tujuan dari perancangan perpustakaan umum ini agar mampu memberikan fasilitas dan pelayanan kepada masyarakat dan memudahkan masyarakat dalam mencari informasi yang mereka inginkan, serta dengan penerapan arsitektur kontekstual dapat menjaga dan memperkuat karakter kota pusaka Sawahlunto dan juga bangunan-bangunan yang ada di lingkungan sekitarnya. Metode penelitian yang digunakan berupa pengamatan, wawancara dan data literatur. Pada perancangan ini menerapkan konsep Alam Takambang jadi Guru yang didapatkan dari keterkaitan fungsi serta tema pada rancangan yang diterapkan pada gubahasan massa dan fasad bangunan.
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 124-128; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3414

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan pembangunan Rumah Sakit Umum Type C guna mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat yang ada di daerah Kota maupun Kabupaten. Kabupaten solok yang terdiri dari beberapa wilayah salah satunya nagari Sulit Air IX Koto Diatas sangat membutuhkan akan pelayanan kesehatan berupa Rumah Sakit Umum karena kurangnya akan pelayanan kesehatan yang memadai. Perencanaan Rumah Sakit Umum ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan Deskriptif Analitik dengan melakukan pengumpulan data primer dan data sekunder. Perencanaan ini memakai konsep Green Architecture, sehingga dapat mewujudkan suatu landasan yang konseptual bagi perencanaan Rumah Sakit yang nyaman dengan memperhatikan tatanan massa bangunan dan Open Space yang lebih luas dan menerapkan unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam perancangan Rumah Sakit.
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 154-165; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3142

Abstract:
Pembangunan daerah dilaksanakan berdasarkan potensi masing-masing daerah. Pembangunan daerah diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, implementasi pembangunan daerah masih belum merata di seluruh wilayahnya. Dalam tulisan ini, penulis bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan Provinsi Jawa Timur dengan pendekatan spasial dan non-spasial untuk mengetahui karakteristik secara lebih rinci. Untuk analisis spasial, dilakukan melalui analisis wwwwxwdikotomi sesuai dengan kondisi geografis Provinsi Jawa Timur di mana sebagian wilayahnya terletak di Pulau Jawa dan sebagian lagi terletak di Pulau Madura dan beberapa pulau di sekitarnya. Di sisi lain, analisis juga dilakukan pada aspek non-spasial yang dilakukan dengan dikotomi antara daerah maju dan terbelakang. Sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 131 Tahun 2015 tentang Penentuan Daerah Tertinggal 2015-2019, ada 4 kabupaten yang masih termasuk dalam daerah Tertinggal. Berdasarkan analisis spasial dan non-spasial yang mengidentifikasi karakter masing-masing daerah, penulis telah mengembangkan beberapa rekomendasi strategi untuk masing-masing daerah. Strategi-strategi ini termasuk meningkatkan daya saing melalui peningkatan infrastruktur dan kualitas sumber daya manusia untuk mencapai pembangunan inklusif.
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 116-123; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3537

Abstract:
Perencanaan ini bertujuan untuk mengembangkan konsep pusat perbelanjaan yang sudah ada menjadi sebuah pusat perbelanjaaan yang memenuhi kebutuhan masyarakat baik dari segi kebutuhan berbelanja dan kebutuhan refresing bagi masyarakat dengan tema green building. Metode penelitian dari perencanaan ini menggunakan metode kualitatif dengan menggunakan deskriptif secara rinci sesuai dengan kebutuhan penelitian. Hasil perencanaan dari penelitian ini berupa sebuah pusat perbelanjaaan di Kota Padang dengan tema Green Building.
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 190-200; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3623

Abstract:
Permukiman kumuh merupakan suatu permasalahan terutama di kawasan perkotaan. Penanganan yang telah dilakukan salah satunya yaitu penanganan lingkungan perumahan dan permukiman kumuh berbasis kawasan atau disingkat sebagai PLP2K-BK. Pada arahan penanganan program penanganan PLP2K-BK dilaksanakan pada tahun 2010, sementara bila diselaraskan dengan target departemen pekerjaan umum pada tahun 2020 Indonesia terbebas dari permasalahan permukiman kumuh. Permukiman lainnya memiliki kesesuaian sebagai kawasan permukiman dengan tingkat kepadatan tinggi lebih dari 126 unit/ha merupakan permukiman dengan tidak memiliki kondisi layak huni seperti tidak memiliki keteraturan bangunan, kondisi jalan lingkungan buruk, tidak adanya pengelolaan air limbah, dan lain-lain. Permasalahan tersebut seharusnya menjadi salah satu prioritas dalam perencanaan wilayah dan kota, karena perlu adanya penelitian mengenai evaluasi terhadap penanganan kawasan permukiman kumuh. selain itu perlu diketahui arahan kebijakan, kondisi eksisting permukiman kumuh, dan kemudian dilakukan perbandingan menghasilkan Gap dari kondisi eksisting dengan arahan seharusnya.
Nadia Paramitha Kusumawardhani
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 166-174; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3331

Abstract:
The increase of population in Malang City has a significant effect on environmental degradation in the buffer zone, Malang Regency. This regency provides natural resources and collect the remnants of human activity from urban areas experiences a declining trend in environmental carrying capacity, thus it makes difficult to meet the needs of its own population. This research was aimed at analyzing the water carrying capacity as the capital base for development planning in Malang Regency. The research method uses the Supply-Demand approach, which means the calculation of the carrying capacity of water based on future needs and current conditions. The result showed that the carrying capacity of Malang Regency indicated this region experienced a water supply deficit of 0.95% per year.
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 175-189; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3332

Abstract:
Sragen Regency can be divided into two areas based on its tiphologycal feature, that are the north and south part area of Bengawan Solo River. Those area not only have a different kind of soil based on tiphology but also have different degree of economic growth. The goals of this paper are to define which part of the Sragen Regency that has a high and low economic growth and what kind of policies that match with the problems of those areas. The method used in this paper is dividing the area of Sragen Regency into four part based on spatial feature and the economic growth. The result are, the area that have a high growth mostly located in south part of Bengawan solo and the area that have a low growth mostly located in north parth of Bengawan Solo.The policies for the low growth areas is driven to strengthen the main sector and to develop another promising sector that can be used to increase society income. While, the policies for the high growth areas mainly driven to find an indigenous product that can be used to determined the identity of the whole region, and also to make the final output resulted from the areas having a competitive ability against another region in the Central Java Province.
Arie Nurzaman
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 104-115; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3168

Abstract:
Pola aktivitas dan penggunaan ruang dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk ekonomi, sosial, budaya, atau sejarah. Daerah pedesaan yang umumnya didominasi oleh daerah tertinggal menjadi korban eksploitasi manusia dalam hal pemanfaatan ruang, termasuk wilayah pesisir. Oleh karena itu, pemanfaatan dan pengembangan wilayah pesisir dan masyarakat yang tinggal di kawasan tersebut membutuhkan pendekatan yang tepat. Dikotomi ruang perlu dipahami sebagai aspek pengembangan wilayah pesisir itu sendiri. Makalah ini bertujuan untuk menilai pola pemanfaatan ruang, dikotomi antara aspek tradisional dan modern dalam pemanfaatan ruang, serta kemungkinan strategi dan kebijakan pengembangan pemerintah wilayah pesisir di Kabupaten Gunungkidul. Metode ini merupakan kombinasi dari metode kuantitatif yang dilaksanakan dengan meninjau peta dan analisis data sekunder untuk melihat tren perkembangan dalam periode tertentu, sedangkan metode kualitatif dilakukan untuk memperkuat hipotesis dan untuk memahami analisis lebih lanjut dari pendekatan kuantitatif.Dikotomi ruang dijabarkan dalam konteks spasial dan pemanfaatan. Konteks spasial dibagi menjadi wilayah inti (ibukota kecamatan) dan pinggiran (wilayah pesisir), sedangkan dalam konteks pemanfaatan ruang, dibedakan menjadi penggunaan tradisional dan modern. Analisis dikotomi melalui penggambaran kuadran memberikan gambaran tentang potensi pembangunan daerah, ruang lingkup pembangunan tidak hanya sebagian tetapi juga secara spasial. Pengembangan Jaringan Jalan Nasional Jawa Selatan (JJLS) dan pengembangan sektor pariwisata adalah dua faktor utama dalam pembangunan daerah, sehingga kebijakan publik sebagai implementasi dari intervensi pemerintah setidaknya harus mempertimbangkan sektor spesifik yang akan ditangani, prioritas pembangunan seperti skala dan pendekatan, dan tingkat perkembangan.Kata kunci: dikotomi; tradisional; modern; Gunungkidul; wilayah pesisir
Anisa Anisa
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 129-138; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3413

Abstract:
Kawasan Resort merupakan tempat rekreasi yang dituju oleh masyarakat kota. Pesatnya perkembangan kota mempunyai dampak yang besar pada daerah di sekitar kota. Daerah sekitar kota menjadi arah pembangunan yang kadangkala tidak terkontrol sehingga menyebabkan kerusakan lingkungan yang ditandai dengan penurunan kualitas udara, air, tanah, punahnya flora dan fauna liar dan rusaknya ekosistem. Berdasarkan latar belakang tersebut maka perlu penerapan arsitektur ekologi pada pembangunan fasilitas pendukung kota, antara lain resort. Penelitian ini bertujuan untuk memahami penerapan prinsip prinsip arsitektur ekologi pada kawasan resort dan mengidentifikasi material apa saja yang mendukung arsitektur ekologi pada kawasan resort. Metode yang digunakan deskriptif kualitatif, yang menganalisis menggunakan prinsip arsitektir ekologi. Diharapkan dengan adanya penerapan arsitektur ekologi pada kawasan resort ini bisa membuat lingkungan terjaga ekosistemnya dan meminimalisirkan pengaruh buruk pada lingkungan yang di timbulkan karena desain arsitektur yang tidak tepat. Hasil dari penelitian ini adalah, prinsip ekologi bisa diterapkan dalam kawasan resort antara lain mengatur massa bangunan untuk menciptakan ruang terbuka hijau aktif, memanfaatkan kontur dan keistimewaan fisik alamiah, mendesain bangunan supaya hemat energy dengan bukaan yang cukup dan arah hadap yang tepat, dan menggunakan material lokal.
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 139-153; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3157

Abstract:
North Sumatera is a province with various characteristics, both spatial and non -spatial. For many years there has been a debate about the large spatial gaps in development exist in North Sumatera. In this paper, the province is divided into four groups. The allocation of a regency into a group based on two dichotomies. Firstly, the spatial dichotomy between the regencies near Lake Toba and outside the lake area. Secondly, the economic development dichotomy among the regions of North Sumatera. The method to determine high or low growth region was Typology Klassen. The result is two region near the Lake Toba are high growth regions, however five of them are still stated as low growth regions. Meanwhile, for the regions outside Lake Toba, six of them are high growth regions and eight of them are still in the low growth regions. In order to improve the economic growth of every region, it is important to promote and develop strategic local.
JAUR (JOURNAL OF ARCHITECTURE AND URBANISM RESEARCH), Volume 3, pp 95-103; https://doi.org/10.31289/jaur.v3i2.3344

Abstract:
Ice skating merupakan olahraga musim dingin yang jarang diminati oleh orang Indonesia terlebih karena iklim yang tropis, serta kurang tahunya masyarakat sekitar tentang olahraga ini. Fenomena ini menimbulkan penasaran masyarakat dalam olahraga musim dingin tersebut, oleh sebab itu beberapa mall di Jakarta telah menerapkan wisata ice skating dalam fasilitas hiburan rekreasi yang disediakan untuk menarik perhatian pengunjung, salah satunya Sky Rink yang ada di Mall Taman Anggrek. Trend tersebut menjadi hal yang menarik untuk dikaji sebagai potensi dalam konsep wisata olahraga es di dalam mall. Dalam penelitian ini menjelaskan mengenai potensi-potensi tentang wisata es ini. Metode yang digunakan yaitu dengan pendekatan SWOT kualitatif dengan memberikan penjelasan mengenai potensi, kelemahan, kesempatan dan ancaman. Sedangkan hasil dari penelitian berupa penjelasan deskrptif mengenai potensi dalam mengembangkan wisata ice skating di dalam mall.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top