Refine Search

New Search

Results in Journal SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal: 20

(searched for: journal_id:(4401618))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Endro Tri Susdarwono
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 98-105; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2652

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas metode DR Kawashima dalam meningkatkan kemampuan matematika anak penyandang autis. Autis merupakan gangguan perkembangan pada anak yang menyebabkan kemampuan komunikasi dan sosialisasi anak terganggu. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah eksperimen. Karakteristik penelitian eksperimen dalam penelitian ini meliputi: manipulasi, pengendalian atau control, dan pengamatan. Desain kuantitatif yang akan digunakan dalam penelitian ini berupa desain penelitian eksperimen The one-group pretest-posttest design. Pengujian yang digunakan dengan memakai uji t untuk sampel nonindependen dan uji beda t-test dengan sampel berhubungan SPSS. Hasil penelitian eksperimen ini mengungkapkan bahwa metode latihan otak DR Kawashima mampu meningkatkan kemampuan matematika siswa yang menyandang status autis. Hal ini bisa dilihat baik dengan perhitungan uji-t sampel nonindependen maupun uji beda t-test dengan sampel berhubungan SPSS, didapatkan bahwa hipotesis nol ditolak dan menerima hipotesis alternatif, dimana dinyatakan bahwa kedua kelompok berbeda secara signifikan.
Dwitya Sobat Ady Dharma
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 74-81; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2389

Abstract:
Tujuan dari penelitian mengetahui budaya organisasi, kinerja pegawai, dan perilaku prososial guru dan karyawan, serta mengetahui pengaruh budaya organisasi dan sikap prosial terhadap kinerja di lingkungan sekolah inklusi multikultur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif-analitis. Pendekatan kuantitatif digunakan saat menguraikan data yang diperoleh dari angket dan mencari hubungan antara budaya organisasi, sikap prososial, dan kinerja. Pendekatan kualitatif digunakan untuk memberikan penjelasan yang lebih mendalam yang didapat dari wawancara. Penelitian dilakukan di Sekolah Tumbuh (SD Tumbuh 1, SD Tumbuh 2, SD Tumbuh 3, SD Tumbuh 4, SMP Tumbuh, dan SMA Tumbuh) dengan subjek 90 guru dan staf. Hasil penelitian menunjukkan, ada hubungan yang positif antara budaya organisasi, sikap prososial, dan kinerja di sekolah inklusi multikultur. Hal ini dikarenakan budaya organisasi di sekolah inklusi multikultur didasari oleh visi dan misi yang sama namun tetap menghargai keberagaman dan penunjukkan sikap prososial yang berdampak pada kinerja.
Taufiq Ismail
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 148-153; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2849

Abstract:
Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh media papan pintar dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa tunagrahita ringan kelas IV di SLB ACD Pertiwi kota Mojokerjo. Metode penelitian menggunakan Penelitian Tindakan kelas dengan menggunakan 2 siklus, Teknik pengumpulan data mengunakan observasi dan tes. Hasil yang didapatkan yaitu pada sikulus pertama didapatkan hasil 40% nilai ketuntasan, sedangkan pada siklus 2 nilai ketuntasan naik menjadi 80%. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa penggunaan papan pintar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa tunagrahita ringan kelas IV di SLB-ACD Pertiwi Kota Mojokerto
Mariam Ulfa, Ana Yuliati, Bagus Tri Handoko, Ria Kristia Fatmasari
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 114-120; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2771

Abstract:
Disabilitas fisik memerlukan perhatian khusus dalam pembelajaran. Disabilitas fisik di bagian tangan secara kognitif dapat dikategorikan baik. Kendati demikian fungsi sensoris motoriknya mengalami hambatan karena hanya berfungsi sebagian. Observasi terhadap karakteristik dapat menjadi indikator penerapan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa difabel fisik di bagian tangan. Berdasarkan hasil ujicoba Flow diperoleh hasil hasil uji t yang telah dilakukan, harga t diperoleh 5,666 yang kemudian dikonsultasikan dengan tabel t 0,05 dengan derajat kebebasan 2 yaitu sebesar 4,303. Hasil konsultasi menunjukkan harga t lebih besar daripada tabel yakni 5,666 > 4,303. Sebelum diterapkan Flow mahasiswa disabilitas (subjek) tersebut memperoleh nilai dibawah kritteria ketuntasan minimal karena merasa gugup dan kurang nyaman dengan model pembelajaran serta mersa sangat berbeda dari yang lain. Setelah diterapkan model Flow subjek memiiliki kepercayaan diri yang tinggi dan kenyamanan dalam pembelajaran dengan titik utama fokus pada keterampilan menulis puisi dan prosa. Setelah penerapan Flow subjek semakin yakin pada kemampuan dan cita-citanya sehingga merasa percaya diri untuk melanjutkan menulis. Subjek 1 telah dapat menulis 25 judul puisi dan subjek 2 telah percaya diri untuk melanjutkan menulis cerpen.
Sumiyanti
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 106-113; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2527

Abstract:
Siswa tunagrahita ringan mengalami kesulitan dalam menghafal dan mengingat bacaan shalat, namun bukan berarti mereka tidak berpotensi dalam mempelajarinya. Dalam penelitian ini media karaoke sebagai media audiovisual berisikan bacaan shalat yang disertai pelafalan dan gerakannya, untuk membantu pembelajaran menghafal bacaan shalat. Melalui media ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan menghafal bacaan shalat pada siswa tunagrahita ringan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran mengenai penggunaan media karaoke sebagai media pembelajaran menghafal bacaan shalat pada siswa tunagrahita ringan. Penelitian dilakukan di SLB Negeri Sungailiat Kabupaten Bangka dengan subyek penelitian berjumlah dua orang siswa tunagrahita ringan kelas VI SDLB. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan pendekatan Single Subject Research (SSR) dengan desain A-B-A. Pengumpulan data menggunakan tes lisan berdasarkan 12 indikator kemampuan menghafal bacaan shalat. Perolehan data dianalisis dengan metode inspeksi visual, dengan pengamatan langsung terhadap data dalam grafik. Hasil penelitian menemukan bahwa penggunaan media karaoke sebagai media pembelajaran dapat meningkatkan kemampuan menghafal bacaan shalat pada siswa tunagrahita ringan.
Imam Yuwono, Mirnawati, Dewi Ekasari Kusumastuti, Nurbayti Rahmah
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 154-161; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2852

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang pelakasanaan pembelajaran keterampilan menjahit bagi siswa tunagrahita ringan di SMALB YPLB Banjarmasin yang meliputi 1) Perencanaan Pembelajaran, 2) Proses Pembelajaran, 3) Evaluasi Pembelajaran, 4) Faktor Penghambat dan Upaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Hasil peneitian menunjukkan bahwa pembelajaran keterampilan menjahit di SMALB YPLB Banjarmasin belum efektif dan sesuai dengan prosedur; 1) Tidak adanya perangkat perencanaan pembelajaran keterampilan menjahit seperti instrumen asesmen, silabus dan RPP. 2) Guru memberikan motivasi atau pun penguatan kepada siswa, guru menerapkan strategi serta metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa dan menggunakan fasilitas penunjang keberhasilan proses pembelajaran dengan baik. 3) Guru tidak menggunakan alat penilaian dalam melakukan evaluasi pembelajaran keterampilan menjahit.4) faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran keterampilan menjahit dalam mengembangkan kemandirian siswa tunagrahita ringan yaitu ruang keterampilan menjahit yang kurang mendukung, siswa jarang turun ke sekolah, guru tidak berlatar belakang keterampilan menjahit, siswa mudah bosan dan moodian. Adapun upaya yang dalam mengambangkan kemandirian siswa tunagrahita yaitu guru harus memahami karakteristik siswa, guru memotivasi siswa, guru mengkondisikan proses pembelajaran keterampilan, dan mendatangkan penjahit profesional.
Nur Rohimah Tisnawati
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 121-137; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2781

Abstract:
Anak autis memiliki hambatan pada perkembangannya, salah satunya keterlambatan dalam aspek kognitif sehingga berdampak pada adanya gangguan konsentrasi. Gangguan konsentrasi memiliki dampak terutama pada proses belajar anak, sehingga perlu adanya pembelajaran yang menyenangkan melalui aktivitas bermain lego. Lego merupakan permainan konstuktif yang terbuat dari plastik dan berwarna warni. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bermain lego terhadap peningkatan konsentrasi anak autis. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian eksperimen dengan Single Subject Research (SSR), serta menggunakan desain A-B-A. Jenis ukuran pada penelitian ini menggunakan durasi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi serta dianalisis dengan analisis visual dalam kondisi dan antar kondisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi rata rata konsentrasi anak pada fase baseline (A1) yaitu 172 detik, kemudian pada fase intervensi (B) yaitu 250 detik, dan pada fase pengulangan baseline (A2) yaitu 281 detik. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah diberikannya aktivitas bermain lego. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian ini menunjukkan adanya pengaruh bermain lego terhadap peningkatan konsentrasi anak autis.
Eko Julianto Wibowo
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 90-97; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2295

Abstract:
Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar tema selalu hemat energi berbasis e-learning siswa tunarungu kelas VII. Penelitian ini pengembangan dengan menerapkan model Gall, Gall & Borg (2003). Dilaksanakan dalam 10 tahapan: 1). identifikasi instruksional, 2). analisis intruksional,3). mengidentifikasi karakteristik awal pebelajar, 4). instruksional khusus, 5). tes acuan patokan, 6). strategi instruksional khusus, 7). mengembangkan bahan ajar, 8). menyelenggarakan evaluasi formatif, 9). revisi instruksional, dan 10). desain dan evaluasi sumatif. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner, evaluasi siswa, pretes dan posttes. Data dianalisis dengan deskriftif kualitatif, deskriftif kuantitatif dan analisis statistik uji-t dengan menggunakan aplikasi SPSS 17. Hasil review dari ahli isi materi menyatakan bahwa isi produk sangat baik, dari ahli Pendidikan Luar Biasa siswa tunarungu sangat baik, ahli media pembelajaran adalah baik. Hasil uji kelompok kecil adalah sangat baik dan hasil penilaian uji lapangan adalah sangat baik. Hasil uji-t dengan menggunakan aplikasi SPSS 17 pada taraf signifikasi 5% menunjukkan pretes 41,66 dan posttes 85,09, sehingga Ho ditolak, dengan kata lain terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa antara sebelum dan sesudah penggunaan bahan ajar berbasis elearning pada pembelajaran terpadu dengan tema selalu hemat energi.
Sambira
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 138-147; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2848

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanan bimbingan pada anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bersifat kualitatif yang mendeskripsikan tentang layanan bimbingan bagi anak berkebutuhan khusus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan bahwa Jenis layanan bimbingan konseling yang hendaknya diberikan meli­puti bimbingan konseling perkembangan pisik, bimbingan konseling dalam meng­atasi kesulitan belajar, bimbingan bimbingan konsling dalam mengatasi kesulitan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan, dan bimbingan konsling vokasional atau bimbingan konseling karier. Semua anak berkebutuhan khususyang mengalami berbagai kelainan perlu mendapat semua jenis bimbingan konseling tersebut sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing. Bimbingan konseling di sekolah/lembaga pendidikan anak berkebutuhan khusus, hendaknya juga mempersiapkan mereka agar mereka betul­-betul menikmati keberadaannya sebagai individu berkebutuhan khusus.
Gunawan Tanuwidjaja, Eko Purwanto, Tutus Setiawan, Dwi Rahmawati, Atung Yunarto
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 82-89; doi:10.36456/special.vol1.no2.a2676

Abstract:
Dunia saat ini menghadapi berbagai masalah lingkungan ekstrim seperti perubahan iklim global, polusi yang meningkat dan pandemi Coronavirus Disease (COVID-19). Karena itu isu lingkungan yang sehat menjadi isu utama pada tahun 2020. Generasi muda perkotaan memiliki peran yang sangat penting untuk menciptakan kota inklusif dan sehat. Di sisi lain, pendidikan penyandang disabilitas harus diintegrasikan dalam program sekolah luar biasa dengan penerapan Universal Design Learning(Desain Pembelajaran secara Universal). Kegiatan Dongeng Arsitektur Rumah yang Inklusif dan Sehat ini disusun untuk meningkatkan pemahaman siswa disabilitas atas kesehatan kota, keselamatan, dan kesejahteraan kota. Metode Participatory Action Research (PAR) pada akhir tahun 2017. Hal ini diukur dengan pemahaman rekan – rekan siswa disabilitas yang diukur dari berbagai puisi rumah yang dihasilkan. Buku Kisah Kota Kita ditemukan sangat memberikan inspirasi dan disampaikan dengan merabakan model rumah inklusif dan sehat. Dua model rumah sehat dipersiapkan sebelum acara mendongeng. Kegiatan ini melibatkan tiga puluh (30) siswa disabilitas netra dan empat guru disabilitas netra. Kegiatan ini memberikan manfaat bagi para siswa untuk lebih memahami kota yang inklusif dan sehat. Sebagai catatan kegiatan ini dilakukan pada akhir 2017 sehingga tidak menerapkan protocol COVID-19. Jika kegiatan ini ingin diteruskan pada era COVID-19 ini, maka maket Arsitektur harus mudah dibersihkan. Selain itu sebuah maket Arsitektur hanya dapat dipergunakan oleh seorang siswa per hari. Sehingga upaya persiapan dan biaya yang dibutuhkan akan meningkat pesat.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 49-58; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2293

Abstract:
Perekonomian orangtua anak berkebutuhan khusus menengah ke bawah mengalami kesulitan pada kehidupan rumah tangga orangtua anak berkebutuhan khusus, maka akan terimbas kepada anak mereka. Salah satu aspek kebutuhan anak yang terimbas dan terlihat jelas adalah aspek pendidikan anak terutama bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekonomi orangtua anak berkebutuhan khusus menengah ke bawah terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus Metodologi yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan subyek penelitian ini adalah orangtua anak berkebutuhan khusus menengah ke bawah yang terdiri dari 15 orangtua di Sekolah Luar Biasa Tunas Harapan IV Sumobito. Hasil dari penelitian ini perekonomian orangtua anak berkebutuhan khusus mempengaruhi pendidikan anak berkebutuhan khusus.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 37-43; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2282

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan perkalian 10-20 siswa tunarunggu kelas IV. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan para siklus, siklus 1 dan siklus 2. Subjek penelitian merupakan siswa tunarungu kelas IV yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pra siklus nilai yang dicapai siswa tunarungu masih belum mencapai KKM yaitu nilai 70. NA, CU mendapat nilai 40, sedangkan DN mendapat nilai 35, TA dan TE mendapat nilai 30. Pada siklus 1 nilai yang didapat oleh NA 55, CU 50, DN 60, TA 50, dan TE 55. Pada siklus II nilai yang diperoleh NA 80, CU 80, DN 85, TA 85 dan TE 80. Berdasarkan hasil nilai tes yang diperoleh dari siklus I sampai siklus II diketahui bahwa kemampuan mengenal perkalian 10-20 pada siswa tunarungu kelas IV di SLB-B dan Autis TPA Jember mengalami peningkatan
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 59-67; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2296

Abstract:
Berbicara merupakan suatu kemampuan utama yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Banyak orangtua yang cenderung kurang memiliki kekhawatiran apabila anaknya belum lancar berbicara dibandingkan anak lain yang seusianya. Mereka menganggap bahwa keterlambatan bicara adalah sesuatu yang wajar, terutama jika ada anggota keluarga yang dahulu juga mengalami keterlambatan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa anak yang terlambat bicara dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu adanya hambatan didalam pendengaran, hambatan perkembangan pada otak yang menguasai kemampuan oral-motor, masalah keturunan, masalah pembelajaran dan komunikasi dengan orangtua serta juga dapat dikarenakan faktor televisi. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif terhadap satu anak berusia 4 tahun sehingga dikatakan sebagai penelitian studi kasus. Analisis data yang dilakukan di dalam penelitian ini menggunakan tehnik trianggulasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gangguan bahasa yang dialami dikarenakan faktor televisi dan komunikasi sehari-hari yang dilakukan di dalam keluarga
Rosika Novia Megaswarie
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 44-48; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2285

Abstract:
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui gambaran implementasi asesmen anak usia dini dengan hambatan majemuk pada guru PAUD Inklusif di Jember. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) berdasarkan observasi dan wawancara pada guru PAUD, pemahaman tentang pelaksanaan asesmen untuk anak usia dini dengan hambatan majemuk masih belum optimal; 2) Guru PAUD memerlukan pelatihan implemetasi asesmen anak usia dini dengan hambatan majemuk; 3) adanya pelatihan mempermudah guru dalam melaksanakan asesmen untuk anak usia dini dengan hambatan majemuk di PAUD Inklusi. Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk guru PAUD Inklusi, keluarga, dan peneliti selanjutnya.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 68-73; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2299

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media papan berpaku terhadap hasil belajar matematika pada materi bangun datar pada siswa tunagrahita kelas II di SLB C1 Putera Asih Kediri. Medote yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian 6 siswa tunagrahita kelas II di SLB C1 Putera Asih Kediri. Hasil penelitian yaitu adanya peningkatan aktifitas siswa dari siklus I sampai dengan siklus II. Siklus I pertemuan I 64%, Siklus I pertemuan II 81%, Siklus II pertemuan I 90%, dan Siklus II pertemuan II 98%. Pembelajaran dengan menggunakan media papan berpaku berdampak pada peningkatan hasil belajar matematika pada siswa Kelas II semester ganjil di SLB-C1 Putera Asih, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan prosentase ketuntasan belajar siswa dari siklus I sampai dengan siklus II. Siklus I pertemuan I 33%, Siklus I pertemuan II 50%, Siklus II pertemuan I 83% dan Siklus II pertemuan II 100%.
Imam Yuwono,
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 31-36; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2138

Abstract:
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian pengembangan dipilih dengan tujuan untuk mengembangkan produk berupa model pembelajaran di lingkungan pendidikan inklusif. Hasil penelitian ini menyimpulkan beberapa hal: pertama kondisi objektif proses pembelajaran mahasiswa berkebutuhan khusus di perguruan tinggi masih belum benar-benar bermakna, sebab mahasiswa berkebutuhan khusus hanya seakan-akan menjadi bagian pasif di kelas, datang ke kampus, duduk tenang tanpa betul-betul diketahui mereka memahami materi pembelajaran atau tidak. Kedua, model pembelajaran yang telah diimplementasikan sebelumnya kurang mampu membuat proses belajar menjadi bermakna sebab belum secara sistematis memasukan prinsip-prinsip pembelajaran yang dibutuhkan mahasiswa berkebutuhan khusus khususnya mahasiswa dengan hambatan pendengaran. Ketiga, “Reaction” merupakan sebuah model pembelajaran yang dikembangkan untuk mahasiswa dengan hambatan pendengaran yang telah dikembangkan peneliti di lingkungan program studi pendidikan khusus tempat dilaksanakannya penelitian
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 25-30; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2085

Abstract:
Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui pengaruh blended learning terhadap penguasaan materi Bahasa Indonesia, 2) mengetahui respons mahasiswa tunarungu dan tunanetra terhadap pemanfaatan aksesibilitas dalam blended learning. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian mix method. Untuk mengetahui pengaruh blended learning digunakan Randomized Posttest only Control Group Design. Populasinya adalah mahasiswa semester 3 Pendidikan Khusus Universitas Sebelas Maret dan sampelnya yaitu kelas A sebagai kelas eksperimen, kelas B sebagai kelas kontrol. Untuk mengetahui respons mahasiswa tunarungu dan tunanetra melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil uji t penguasan materi didapat thitung = 6,64 > = ttabel =1,66, menunjukkan ada perbedaan, sedangkan untuk uji lanjut yaitu uji Tuckey menunjukkan Qhitung = 7,55 > Qtabel = 2,85, menunjukan bahwa penguasaan materi mahasiswa yang menggunakan blended learning lebih tinggi daripada konvensional. Respons mahasiswa terhadap penggunaan blended learning dalam mata kuliah bahasa Indonesia berdasarkan hasil observasi sangat aktif, wawancara cukup baik, dan dokumentasi sangat baik. Simpulan penelitian ini adalah 1) ada pengaruh blended learning terhadap penguasaan materi Bahasa Indonesia, 2) respons mahasiswa tunarungu dan tunanetra sangat baik.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 18-24; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2169

Abstract:
Anak dengan gangguan sosial emosi (tunalaras) mengalami permasalahan untuk berinteraksi sosial terhadap lingkungannya, tapi bukan berarti mereka tida mampu melakuan hubungan sosial dengan orang lain. Penelitian ini dilakukan terhadap gangguan social emosional yang masih memiliki emosi yang belum stabil sehingga mudah sekali tersulut amarahnya hanya karena hal-hal kecil saja namun ia mampu berhubungan soaial dan keterikatan satu sama lain. penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku prososial anak tunalaras melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian subjek tunggal (SSR). Desain dalam penelitian ini adalah A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah anak gangguan sosial emosi berumur 13 tahun yang duduk di kelas III SDN Inklusif Benua Anyar 4 Banjarmasin. Sistem pencatatan data menggunakan observasi langsung atau pencatatan kejadian terhadap kejadian atau perilaku yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi. Hasil penelitian menunjukan mean level Kemampuan perilaku prososial anak pada baseline 1 (A1) adalah 5 (lima), fase intervensi (B) adalah 14 (empat belas), dan pada fase baseline 2 (A2) adalah 9 (sembilan), dapat terlihat dari mean level ada peningkatan terhadap perilaku prososial anak dengan gangguan sosial emosi melalui kegiatan bermain peran di SDN Inklusif Benua Anyar 4 Banjarmasin.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 1-7; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2186

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model blended learning terhadap pemahaman materi pada mata kuliah Pembelajaran IPA bagi ABK pada kelas inklusi di perguruan tinggi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen kuasi One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini berjumlah 38 orang mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Pembelajaran IPA bagi ABK pada kelas inklusi di perguruan tinggi. Dua di antara subjek tersebut adalah mahasiswa berkebutuhan khusus tunanetra dan tunarungu. Pengukuran terhadap pemahaman materi dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah penerapan blended learning diberikan. Hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan paired t-test. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat kenaikan rata-rata skor pretes (65,16) dan skor posttes (73,87), dengan nilai t=-9,321 dengan p=0,0001 (p
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 8-17; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2182

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan evaluasi Program Penguatan Karakter (PPK) di Sekolah Dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, 3 orang guru, dan 9 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan program penguatan karakter Religius dilakukan terintegrasi dengan beberapa program seperti mengaji, pembiasaan shalat dhuha, dan hafalan al-qur’an. Program Penguatan Karakter Nasionalisme melalui kegiatan rutin upacara bendera setiap hari senin, dan ektrakulikuler pramuka. Program Penguatan Karakter Mandiri yaitu siswa membuat peraturan kelas. Program Penguatan Karakter Gotong royong yaitu siswa saling tolong menolong dalam melakukan setiap kegiatan. Program Penguatan Karakter Integritas yaitu siswa bertanggung jawab dalam mengerjakan pembelajaran maupun dalam kegiatan di luar kelas. Program Penguatan Karakter (PPK) yang dijalankan di salah satu SD di kota Semarang sudah berjalan dengan baik sesuai dengan konsep sekolah dan aturan Kemendikbud.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top