Refine Search

New Search

Advanced search

Results in Journal SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal: 10

(searched for: journal_id:(4401618))
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Rosika Novia Megaswarie
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 44-48; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2285

Abstract:
Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui gambaran implementasi asesmen anak usia dini dengan hambatan majemuk pada guru PAUD Inklusif di Jember. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan observasi dan wawancara untuk mengumpulkan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) berdasarkan observasi dan wawancara pada guru PAUD, pemahaman tentang pelaksanaan asesmen untuk anak usia dini dengan hambatan majemuk masih belum optimal; 2) Guru PAUD memerlukan pelatihan implemetasi asesmen anak usia dini dengan hambatan majemuk; 3) adanya pelatihan mempermudah guru dalam melaksanakan asesmen untuk anak usia dini dengan hambatan majemuk di PAUD Inklusi. Hasil penelitian ini direkomendasikan untuk guru PAUD Inklusi, keluarga, dan peneliti selanjutnya.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 37-43; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2282

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini untuk meningkatkan kemampuan perkalian 10-20 siswa tunarunggu kelas IV. Metode yang digunakan yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan tahapan para siklus, siklus 1 dan siklus 2. Subjek penelitian merupakan siswa tunarungu kelas IV yang berjumlah 5 orang. Hasil penelitian menunjukkan pada tahap pra siklus nilai yang dicapai siswa tunarungu masih belum mencapai KKM yaitu nilai 70. NA, CU mendapat nilai 40, sedangkan DN mendapat nilai 35, TA dan TE mendapat nilai 30. Pada siklus 1 nilai yang didapat oleh NA 55, CU 50, DN 60, TA 50, dan TE 55. Pada siklus II nilai yang diperoleh NA 80, CU 80, DN 85, TA 85 dan TE 80. Berdasarkan hasil nilai tes yang diperoleh dari siklus I sampai siklus II diketahui bahwa kemampuan mengenal perkalian 10-20 pada siswa tunarungu kelas IV di SLB-B dan Autis TPA Jember mengalami peningkatan
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 59-67; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2296

Abstract:
Berbicara merupakan suatu kemampuan utama yang harus dimiliki oleh setiap individu untuk dapat berkomunikasi dengan orang lain. Banyak orangtua yang cenderung kurang memiliki kekhawatiran apabila anaknya belum lancar berbicara dibandingkan anak lain yang seusianya. Mereka menganggap bahwa keterlambatan bicara adalah sesuatu yang wajar, terutama jika ada anggota keluarga yang dahulu juga mengalami keterlambatan. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa anak yang terlambat bicara dipengaruhi oleh lima faktor, yaitu adanya hambatan didalam pendengaran, hambatan perkembangan pada otak yang menguasai kemampuan oral-motor, masalah keturunan, masalah pembelajaran dan komunikasi dengan orangtua serta juga dapat dikarenakan faktor televisi. Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif terhadap satu anak berusia 4 tahun sehingga dikatakan sebagai penelitian studi kasus. Analisis data yang dilakukan di dalam penelitian ini menggunakan tehnik trianggulasi. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa gangguan bahasa yang dialami dikarenakan faktor televisi dan komunikasi sehari-hari yang dilakukan di dalam keluarga
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 49-58; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2293

Abstract:
Perekonomian orangtua anak berkebutuhan khusus menengah ke bawah mengalami kesulitan pada kehidupan rumah tangga orangtua anak berkebutuhan khusus, maka akan terimbas kepada anak mereka. Salah satu aspek kebutuhan anak yang terimbas dan terlihat jelas adalah aspek pendidikan anak terutama bagi pendidikan anak berkebutuhan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekonomi orangtua anak berkebutuhan khusus menengah ke bawah terhadap pendidikan anak berkebutuhan khusus Metodologi yang digunakan adalah penelitian Kualitatif dengan subyek penelitian ini adalah orangtua anak berkebutuhan khusus menengah ke bawah yang terdiri dari 15 orangtua di Sekolah Luar Biasa Tunas Harapan IV Sumobito. Hasil dari penelitian ini perekonomian orangtua anak berkebutuhan khusus mempengaruhi pendidikan anak berkebutuhan khusus.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 68-73; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2299

Abstract:
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh media papan berpaku terhadap hasil belajar matematika pada materi bangun datar pada siswa tunagrahita kelas II di SLB C1 Putera Asih Kediri. Medote yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian 6 siswa tunagrahita kelas II di SLB C1 Putera Asih Kediri. Hasil penelitian yaitu adanya peningkatan aktifitas siswa dari siklus I sampai dengan siklus II. Siklus I pertemuan I 64%, Siklus I pertemuan II 81%, Siklus II pertemuan I 90%, dan Siklus II pertemuan II 98%. Pembelajaran dengan menggunakan media papan berpaku berdampak pada peningkatan hasil belajar matematika pada siswa Kelas II semester ganjil di SLB-C1 Putera Asih, hal ini ditunjukkan dengan peningkatan prosentase ketuntasan belajar siswa dari siklus I sampai dengan siklus II. Siklus I pertemuan I 33%, Siklus I pertemuan II 50%, Siklus II pertemuan I 83% dan Siklus II pertemuan II 100%.
Imam Yuwono, Sciprofile linkNadya Muniroh
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 31-36; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2138

Abstract:
Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (research and development). Penelitian pengembangan dipilih dengan tujuan untuk mengembangkan produk berupa model pembelajaran di lingkungan pendidikan inklusif. Hasil penelitian ini menyimpulkan beberapa hal: pertama kondisi objektif proses pembelajaran mahasiswa berkebutuhan khusus di perguruan tinggi masih belum benar-benar bermakna, sebab mahasiswa berkebutuhan khusus hanya seakan-akan menjadi bagian pasif di kelas, datang ke kampus, duduk tenang tanpa betul-betul diketahui mereka memahami materi pembelajaran atau tidak. Kedua, model pembelajaran yang telah diimplementasikan sebelumnya kurang mampu membuat proses belajar menjadi bermakna sebab belum secara sistematis memasukan prinsip-prinsip pembelajaran yang dibutuhkan mahasiswa berkebutuhan khusus khususnya mahasiswa dengan hambatan pendengaran. Ketiga, “Reaction” merupakan sebuah model pembelajaran yang dikembangkan untuk mahasiswa dengan hambatan pendengaran yang telah dikembangkan peneliti di lingkungan program studi pendidikan khusus tempat dilaksanakannya penelitian
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 25-30; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2085

Abstract:
Penelitian ini bertujuan 1) mengetahui pengaruh blended learning terhadap penguasaan materi Bahasa Indonesia, 2) mengetahui respons mahasiswa tunarungu dan tunanetra terhadap pemanfaatan aksesibilitas dalam blended learning. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian mix method. Untuk mengetahui pengaruh blended learning digunakan Randomized Posttest only Control Group Design. Populasinya adalah mahasiswa semester 3 Pendidikan Khusus Universitas Sebelas Maret dan sampelnya yaitu kelas A sebagai kelas eksperimen, kelas B sebagai kelas kontrol. Untuk mengetahui respons mahasiswa tunarungu dan tunanetra melalui metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil uji t penguasan materi didapat thitung = 6,64 > = ttabel =1,66, menunjukkan ada perbedaan, sedangkan untuk uji lanjut yaitu uji Tuckey menunjukkan Qhitung = 7,55 > Qtabel = 2,85, menunjukan bahwa penguasaan materi mahasiswa yang menggunakan blended learning lebih tinggi daripada konvensional. Respons mahasiswa terhadap penggunaan blended learning dalam mata kuliah bahasa Indonesia berdasarkan hasil observasi sangat aktif, wawancara cukup baik, dan dokumentasi sangat baik. Simpulan penelitian ini adalah 1) ada pengaruh blended learning terhadap penguasaan materi Bahasa Indonesia, 2) respons mahasiswa tunarungu dan tunanetra sangat baik.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 18-24; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2169

Abstract:
Anak dengan gangguan sosial emosi (tunalaras) mengalami permasalahan untuk berinteraksi sosial terhadap lingkungannya, tapi bukan berarti mereka tida mampu melakuan hubungan sosial dengan orang lain. Penelitian ini dilakukan terhadap gangguan social emosional yang masih memiliki emosi yang belum stabil sehingga mudah sekali tersulut amarahnya hanya karena hal-hal kecil saja namun ia mampu berhubungan soaial dan keterikatan satu sama lain. penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku prososial anak tunalaras melalui kegiatan bermain peran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian subjek tunggal (SSR). Desain dalam penelitian ini adalah A-B-A. Subjek dalam penelitian ini adalah anak gangguan sosial emosi berumur 13 tahun yang duduk di kelas III SDN Inklusif Benua Anyar 4 Banjarmasin. Sistem pencatatan data menggunakan observasi langsung atau pencatatan kejadian terhadap kejadian atau perilaku yang terjadi dalam periode waktu tertentu. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis visual dalam kondisi dan analisis visual antar kondisi. Hasil penelitian menunjukan mean level Kemampuan perilaku prososial anak pada baseline 1 (A1) adalah 5 (lima), fase intervensi (B) adalah 14 (empat belas), dan pada fase baseline 2 (A2) adalah 9 (sembilan), dapat terlihat dari mean level ada peningkatan terhadap perilaku prososial anak dengan gangguan sosial emosi melalui kegiatan bermain peran di SDN Inklusif Benua Anyar 4 Banjarmasin.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 8-17; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2182

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan dan evaluasi Program Penguatan Karakter (PPK) di Sekolah Dasar. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, 3 orang guru, dan 9 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner, wawancara dan observasi. Hasil penelitian ini menyimpulkan program penguatan karakter Religius dilakukan terintegrasi dengan beberapa program seperti mengaji, pembiasaan shalat dhuha, dan hafalan al-qur’an. Program Penguatan Karakter Nasionalisme melalui kegiatan rutin upacara bendera setiap hari senin, dan ektrakulikuler pramuka. Program Penguatan Karakter Mandiri yaitu siswa membuat peraturan kelas. Program Penguatan Karakter Gotong royong yaitu siswa saling tolong menolong dalam melakukan setiap kegiatan. Program Penguatan Karakter Integritas yaitu siswa bertanggung jawab dalam mengerjakan pembelajaran maupun dalam kegiatan di luar kelas. Program Penguatan Karakter (PPK) yang dijalankan di salah satu SD di kota Semarang sudah berjalan dengan baik sesuai dengan konsep sekolah dan aturan Kemendikbud.
SPECIAL : Special and Inclusive Education Journal, Volume 1, pp 1-7; doi:10.36456/special.vol1.no1.a2186

Abstract:
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model blended learning terhadap pemahaman materi pada mata kuliah Pembelajaran IPA bagi ABK pada kelas inklusi di perguruan tinggi. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain eksperimen kuasi One Group Pretest-Posttest Design. Subjek penelitian ini berjumlah 38 orang mahasiswa yang sedang menempuh mata kuliah Pembelajaran IPA bagi ABK pada kelas inklusi di perguruan tinggi. Dua di antara subjek tersebut adalah mahasiswa berkebutuhan khusus tunanetra dan tunarungu. Pengukuran terhadap pemahaman materi dilakukan sebanyak dua kali, yaitu sebelum dan sesudah penerapan blended learning diberikan. Hasil yang didapatkan dianalisis menggunakan paired t-test. Berdasarkan hasil analisis didapatkan bahwa terdapat kenaikan rata-rata skor pretes (65,16) dan skor posttes (73,87), dengan nilai t=-9,321 dengan p=0,0001 (p
Page of 2
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top