Refine Search

New Search

Results in Journal Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian: 24

(searched for: journal_id:(4395363))
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Yuniarthi Dwi Suputri, Agus Dwi Ananto, Yayuk Andayani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 109-113; doi:10.31764/lf.v2i1.3758

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rizka Novia Atmadani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 114-120; doi:10.31764/lf.v2i1.3808

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Baiq Leny Nopitasari, Cyntiya Rahmawati, Baiq Mitasari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 121-127; doi:10.31764/lf.v2i1.3825

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Lalu Aang Robby Dewantara, Agus Dwi Ananto, Yayuk Andayani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 102-108; doi:10.31764/lf.v2i1.3759

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Yulia Pratiwi, Tya Safitri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 125-129; doi:10.31764/lf.v2i1.3857

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Oki Nugraha Putra, Eri Destin Anggraini, Ana Khusnul Faizah
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 94-101; doi:10.31764/lf.v2i1.3729

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Andy Susbandiyah Ifada, Rida Amelia, Dahlia Andayani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 134-137; doi:10.31764/lf.v2i1.3854

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Dzun Haryadi Ittiqo, Ardiansyah Ardiansyah, Yuli Fitriana
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 128-133; doi:10.31764/lf.v2i1.3903

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Nur Oktaviani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 2, pp 90-93; doi:10.31764/lf.v2i1.3726

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Anna Pradiningsih, Baiq Leny Nopitasari, Nur Furqani, Esi Wahyuningsih
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 61-65; doi:10.31764/lf.v1i2.2515

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Wahyu Tusi Wardani, Muhammad Muhlis
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 52-60; doi:10.31764/lf.v1i2.2539

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, Muhammad Surur Fahmi, Aristha Novyra Putri
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 45-51; doi:10.31764/lf.v1i2.2303

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Ilham Maulana, Ajeng Kurniati Roddu, Suriani Suriani
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 80-84; doi:10.31764/lf.v1i2.2559

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Baiq Leny Nopitasari, Baiq Nurbaety, Hafni Zuhroh
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 66-72; doi:10.31764/lf.v1i2.2542

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Anis Febri Nilansari, Nanang Munif Yasin, Diah Ayu Puspandari
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 73-79; doi:10.31764/lf.v1i2.2577

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Rahmat A Hi Wahid
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 85-89; doi:10.31764/lf.v1i2.2727

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 34-40; doi:10.31764/lf.v1i1.1635

Abstract:
ABSTRAKHipertensi merupakan tekanan darah tinggi yang bersifat abnormal dengan angka sistolik dan diastolik menunjukan angka lebih tinggi dari 140/90mmHg Hubungan gaya hidup dengan kejadian hipertensi sangat mempengaruhi beberapa kondisi psikis maupun seseorang. Gaya hidup yang sehat menggambarkan pola perilaku sehari-hari yang mengarah pada upaya memelihara kondisi fisik, dan mental sosial berada dalam keadaan positf. Gaya hidup sehat yang meliputi kebiasaan tidur, makan, pengendalian berat badan, tidak merokok, minum-minuman beralkohol, berolahraga secara teratur dan mengendalikan stres, untuk mendapatkan kesehatan yang baik yaitu dengan merubah gaya hidup dalam menjaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungangaya hidup dengan kejadian hipertensi pada pasien rawat jalan di Puskesmas Pagesangan periode juli 2019. Penelitian ini menggunakan metode observasi analitik dengan desain penelitian case control dan dianalisi mengunakan uji Chi square Pengambilan data yang dilakukan yaitu dengan cara wawancara langsung dengan menggunakan kuesioner yang diberikan pada responden yang akan diteliti dengan jumlah sampel sebanyak 80 responden diambil berdasarkan kurun waktu penelitian . gaya hidup dengan kejadian hipertensi yang diteliti pada penelitian ini adalah olahraga, merokok, konsumsi ikan asin, konsumsi bayam, konsumsi gorengan, dan konsumsi pisang. Kemudian dianalis dengan menggunakan spss uji chi square. Hasil penelitian penelitian Hubungan Gaya Hidup Dengan Kejadian Hipertensi Pasien Rawat Jalan Di Puskesmas Pagesangan Periode Juli 2019 menunjukan adanya hubungan yang signifikan pada gaya hidup yaitu olahraga p= 0,00, merokok p=0,00, konsumsi bayamp=0,00, konsumsi gorengan p=0,001, konsumsi pisang p=0,001, sedangkan yang menunjukan tidak adanya hubungan yang signifikan adalah gaya hidup konsumsi ikan asin p= 0,263. Kata kunci : Hipertensi; Gaya Hidup; Puskesmas Pagesangan. ABSTRACTHypertension is an abnormally high blood pressure with systolic and diastolic numbers higher than 140 / 90mmHg lifestyle relationship with the incidence of hypertension greatly affects several psychological conditions and a person. A healthy lifestyle describes daily behavioral patterns that lead to efforts to maintain physical condition, and social mentality is in a positive state. A healthy lifestyle that includes sleeping, eating, weight control, not smoking, drinking alcoholic beverages, exercising regularly and controlling stress, to get good health by changing lifestyle in maintaining health. This study aims to determine the relationship of lifestyle with the incidence of hypertension in outpatients in the Pagesangan Health Center in July 2019. This study uses analytical observation methods with a case control research design and analyzed using the Chi square test. Data collection was carried out by means of direct interviews using questionnaire given to respondents to be studied with a total sample of 80 respondents taken based on the period of research. lifestyle with the incidence ofhypertension studied in this study are exercise, smoking, consumption of salted fish, consumption of spinach, consumption of fried foods, and consumption of bananas. Then analyzed using the chi square test spss. The results of the study of the Relationship between Lifestyle and Outpatient Hypertension in the Pagesangan Health Center in the period of July 2019 showed a significant relationship to lifestyle, namely exercise p = 0.00, smoking p = 0.00, spinach consumption p = 0.00, consumption fried food p = 0,001, consumption of banana p = 0,001, while the one that shows no significant relationship is the lifestyle of salted fish consumption p = 0,263. Keywords : Hypertension; Lifestyle; community health center of Pagesangan.
, Sugandi Malfadinata,
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 14-19; doi:10.31764/lf.v1i1.1206

Abstract:
ABSTRAKJerawat merupakan penyakit yang sering terjadi pada permukaan kulit wajah, leher, dada dan punggung. Jerawat muncul pada saat kelenjar minyak kulit terlalu aktif, sehingga pori-pori kulit akan tersumbat oleh timbunan lemak yang berlebihan. Pengobatan jerawat biasanya menggunakan antibiotik yang dapat menghambat inflamasi dan membunuh bakteri. Masalah yang timbul akibat penggunaan antibiotik yang terlalu sering adalah munculnya resistensi bakteri terhadap antobiotik, maka perlu alternatif lain dalam mengobati jerawat yaitu dengan menggunakan bahan-bahan dari alam, dengan harapan dapat meminimalkan efek samping yang tidak diinginkan. Salah satu tanaman yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri adalah ashitaba (Angelica keiskei). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun ashitaba terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dilihat dari daya hambatnya. Uji antibakteri daun ashitaba terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis menggunakan metode sumuran. Konsentrasi sampel uji ekstrak etanol daun ashitaba yang digunakan adalah 25%, 50% dan 100%. Hasil skrining fitokimia ekstrak daun batang ashitaba mengandung senyawa flavonoid, saponin dan tanin. Hasil uji aktivitas antibakteri penyebab jerawat Staphylococcus epidermidis pada konsentrasi 100% mempunyai daya hambat sedang dengan diameter hambatan 19,66±0,57, konsentrasi 50% mempunyai daya hambat lemah dengan diameter hambatan 13,33±2,51, dengan klasifikasi respon zona hambat bakteri 16-20 mm tergolong respon hambatan sedang. Kata kunci : Daun Ashitaba (Angelica keiskei); Daya Hambat; Bakteri Staphylococcus epidermidis. ABSTRACTAcne is a disease that often occurs on the surface of the face, neck, chest and back skin. Acne occurs when the skin oil gland is overactive, so the skin pores will be clogged by excessive fat deposits. Treatment of acne usually uses antibiotics that can inhibit inflammation and kill bacteria. Problems arising from the use of antibiotics that are too frequent is the emergence of bacterial resistance to the anthobiotic, it is necessary to alternative in treating acne using ingredients from nature, with the hope of being able to Minimize unwanted side effects. One of the plants that has an antibacterial activity is Ashitaba (Angelica keiskei). The purpose of this study is to find out the activity of Ashitaba-leaf ethanol extract against Staphylococcus epidermidis as seen from the power of his servants. The antibacterial test of the ashitaba leaves against the Staphylococcus epidermidis bacteria uses a Sumuran method. The concentration of the Ashitaba leaf ethanol extract test samples used was 25%, 50% and 100%. The results of phytochemical screening of Ashitaba stem leaf extract contain flavonoid compounds, saponins and tannins. Test results of antibacterial activity of the cause of Staphylococcus epidermidis acne at concentrations of 100% have moderate resistance with the diameter of the barrier 19,66 ± 0.57, the concentration of 50% has a weak inhibition with a barrier diameter 13,33 ± 2.51, with Zone response classification of 16-20 mm bacteria is classified as a medium barrier response. Keywords : The leaves of Ashitaba (Angelica keiskei); Power barrier; The bacteria Staphylococcus epidermidis.
Yuli Fitriana, Nur Furqani, Siti Maryam Ulfa
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 28-33; doi:10.31764/lf.v1i1.1636

Abstract:
ABSTRAKCampak dan Rubella merupakan penyakit infeksi menular melalui saluran nafas yang disebabkan oleh virus Campak dan Rubella.Batuk dan bersin dapat menjadi jalur masuknya virus campak maupun rubella. Pengetahuan vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak/Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap kedua penyakit tersebut Campak dan rubella merupakan jenis penyakit yang tidak dapat di obati (virus penyebab penyakit tidak dapat dibunuh), maka imunisasi MR ini adalah pencegahan terbaik bagi keduanya. Tujuan penelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi vaksin measles rubella (MR) di UPT BLUD puskesmas gunungsari periode 2019. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan mengambil data secara cross sectional, populasi sebanyak 458, diperoleh sampel sebanyak 82 responden yang dipilih secara purposive sampling mengunakan data primer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran tingkat pengetahuan ibu tentang imunisasi vaksin measles rubella yaitu 58,8%. Kata kunci :Tingkat Pengetahuan; Imunisasi; Masles Rubella ; Puskesmas. ABSTRACTMeasles and Rubella are infectious diseases transmitted through the airways caused by the Measles and Rubella viruses. Coughing and sneezing can be a pathway for measles and rubella viruses. Knowledge MR vaccine is a combination of Measles (M) and Rubella (R) vaccines for protection against both The disease Measles and rubella are types of diseases that can not be treated (the virus that causes the disease can not be killed), then MR immunization is the best prevention for both. The purpose of this research is to find out the description of mothers' knowledge about immunization Measles Rubella (MR) vaccine in UPT BLUD puskesmas gunungsari period 2019. This research is a descriptive observational study by taking cross sectional data, a population of 458, obtained a sample of 82 respondents selected by purposive sampling using primary data. The results showed that the level of knowledge of mothers about measles rubella vaccine immunization was 58.8%. Keywords : Knowledge Level; Immunization; Masles Rubella ; Puskesmas
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 20-23; doi:10.31764/lf.v1i1.1207

Abstract:
ABSTRAKPneumonia merupakan penyakit infeksi dengan jumlah kasus terbanyak di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) X di NTB tahun 2018. Risiko kematian akibat pneumonia terutama di negara berkembang seperti di Indonesia serta risiko tingginya biaya pelayanan kesehatan. Sehingga diperlukan pengelolaan biaya secara efektif dan efisien. Pilihan terapi untuk pneumonia yang digunakan di RSUD X di NTB salah satunya seftriakson. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung rata-rata biaya langsung medis pada pasien pneumonia dengan terapi seftriakson di rawat inap RSUD X di NTB tahun 2018 dengan perspektif BPJS Kesehatan. Jenis penelitian ini adalah kuantitaif deskriptif dengan menggunakan data sekunder. Komponen biaya langsung medis yang dihitung adalah biaya obat, perawatan, dokter, IGD, akomodasi, dan laboratorium. Jumlah sampel diperoleh 30 pasien. Hasil penelitian pada pasien pneumonia yang menggunakan seftriakson menunjukkan: (1) Total biaya langsung medis sebesar Rp.91.048.949,- dengan biaya minimal sebesar Rp.1.072.849,- dan biaya maksimal sebesar Rp.8.582.643,- (2) Rata-rata biaya langsung medis sebesar Rp.3.034.965,- per pasien, (3) Rata-rata biaya langsung medis kelas 2 sebesar Rp.3.212.737,- sedangkan kelas 3sebsesar Rp.2.802.494,-. Kata kunci : Gambaran biaya; Biaya langsung medis; Pneumonia; Seftriakson; Rumah sakit. ABSTRACTPneumonia is an infectious disease with the highest number of cases at theRegional General Hospital (RSUD) X in NTB in 2018. The risk of death frompneumonia especially in developing countries like in Indonesia and the risk of high health care costs. So the effective and efficient cost management is needed. The therapeutic options for pneumonia used at RSUD X in NTB areceftriaxone. This study aims to calculate the average direct medical costs inpneumonia patients with ceftriaxone therapy in RSUD X Hospital in NTB in2018 with the perspective of BPJS Kesehatan. This type of research isdescriptive quantitative using secondary data. The components of direct medical costs calculated are the costs of medicines, treatments, doctors, emergency room, accommodation, and laboratory. The number of samples obtained by 30 patients. The results of the study on pneumonia patients using ceftriaxone showed: (1) Total direct medical costs of Rp.91.048.949,- with a minimum cost of Rp.1.072.849,- and a maximum cost of Rp.8.582.643,- (2) The average direct medical costs are Rp.3.034.965,- per patient, (3) The average direct medical costs for class 2 is Rp.3.212.737,- while for class 3 is Rp.2.802.494,- Keywords : Cost descriptive; Direct medical cost; Pneumonia; Ceftriaxone; Hospital.
, Safwan Safwan
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 24-27; doi:10.31764/lf.v1i1.1208

Abstract:
ABSTRAKTanaman patah tulang termasuk dalam famili Euphorbiaceae, merupakan jenis tanaman kebun yang tumbuh tegak hingga setinggi 2-6m. Kandungan senyawa metabolit sekunder tanaman Euphorbia tirucalli L yaitu flavonid, fenol, saponin, dan tanin Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan daun ranting tanaman patah tulang. Senyawa metabolit sekunder diperoleh dari proses ekstraksi dengan pelarut etanol menggunakan metode maserasi dan partisi. Metode penelitian skrining fitokimia dilakukan dengan uji warna menggunakan berbagai pereaksi. Teknik analisis data dilakukan secara kualitatif. Hasil penelitian pada skrining fitokimia diperoleh positif mengandung flavonoid yang ditandai dengan adanya perubahan warna menjadi kuning, tanin dan steroid sedangkan alkaloid, saponin dan triterpenoid negatif. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tanaman patah tulang mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu flavonoid, tanin dan steroid. Kata kunci : Pengetahuan; Kepatuhan; Tuberkulosis. ABSTRACTBroken bones plants belong to the family Euphorbiaceae, a type of garden plant that grows up to 2-6m tall. The content of secondary metabolites of Euphorbia tirucalli L plants namely flavonids, phenols, saponins, and tannins This study was conducted to determine the content of secondary metabolite compounds and the antioxidant activity of twig leaves of fractured plants. Secondary metabolites are obtained from the extraction process with ethanol solvent using maceration and partitioning methods. Phytochemical screening research methods are carried out by color testing using various reagents. The data analysis technique was carried out qualitatively. The results of the study on phytochemical screening showed that they positively contained flavonoids which were marked by changes in color to yellow, tannins and steroids while the alkaloids, saponins and triterpenoids were negative. This study can be concluded that fracture plants contain secondary metabolite compounds namely flavonoids, tannins and steroids. Keywords : Knowledge; Compliance; Tuberculosis.
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 8-13; doi:10.31764/lf.v1i1.1205

Abstract:
ABSTRAKSemakin baik pengetahuan seseorang tentang pengobatan dan penyembuhan tuberkulosis maka kepatuhan dalam menjalani pengobatan juga akan baik sehingga keberhasilan pengobatan akan tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien terhadap keberhasilan terapi tuberkulosis. Penelitian ini menggunakan observasional deskriptif dengan pendekatan cross secsional . Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien tuberkulosis dengan kategori pasien pindahan, kambuh, putus berobat, dan gagal yang sedang menjalani pengobatan di instalasi rawat inap dan rawat jalan Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, dengan jumlah sampel sebanyak 31 responden. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini berupa kuisioner. Analisa yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan pasien adalah 32,25% berpengetahuan baik, 29,03% berpengetahuan cukup, dan 38,70% berpengetahuan kurang. Tingkat kepatuhan pasien adalah 38,70% tinggi, 29,03% sedang, dan 32,25% rendah. Gambaran tingakat pengetahuan pasien tuberkulosis di Rumah Sakit Umum Provinsi NTB sebagian besar berpengetahuan kurang (38,70%), dan gambaran tingkat kepatuhan pasien tuberkulosis sebagian besar dengan kepatuhan tinggi (38,70%). Kata kunci : Pengetahuan; Kepatuhan; Tuberkulosis. ABSTRACTThe better one’s knowledge of treatment will also be good so that the succes of treatment will be achieved. The purpose of this study was to determine the level of knowledge and compliance of patients with the success of tuberculosis therapy. This study uses an observational descriptive cross sectional approach. The population in this study were all tuberculosis patients in the category of patients moving, relapsing, dropping out of treatment, and falling who were undergoing treatment in the inpatient and outpatient care of the NTB provincial public hospital, with a total sample of 31 respondents. The measuring instrument used in this study was a questionnaire. The analysis used is univariate analysis. This result of this studyindicate that the level of knowledge of patients is 32,25% good knowledge, 29,03% have enough knowledge, 38,70% have less knowledge. The level of patient compliance was 38,70% high, 29,03% moderate, and 32,25% low. Description the level of knowledge of tuberculosis patients in NTB provincial general hospital most of the knowledge is lacking (38,70%), and description the level of compliance of tuberculosis patients mostly with high adherence (38,70%). Keywords : Knowledge; Compliance; Tuberculosis.
Nurul Qiyaam, Nur Furqani, Dara Junia Hartanti
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 1-7; doi:10.31764/lf.v1i1.1197

The publisher has not yet granted permission to display this abstract.
, , Baharudin Baharudin
Lumbung Farmasi: Jurnal Ilmu Kefarmasian, Volume 1, pp 41-44; doi:10.31764/lf.v1i1.1662

Abstract:
ABSTRAKPada tahun 2017 jumlah kasus HIV/AIDS yang ditemukan di NTB mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016. Jumlah kasus yang ditemukan tahun 2016 adalah 62 kasus HIV dan 87 kasus AIDS, sedangkan tahun 2017 ditemukan 98 kasus HIV, dan 111 kasus AIDS. Jumlah kematian karena AIDS di Provinsi NTB tahun 2016 sebanyak 9 kasus, mengalami peningkatan menjadi 22 kasus tahun 2017. Kota/Kabupaten yang terinfeksi HIV/AIDS paling tinggi yaitu Kota Mataram (39 kasus). Berdasarkan kelompok umur jumlah kasus HIV/AIDS tertinggi yaitu kasus HIV antara 20 – 29 tahun (40,91 %) dan AIDS antara umur 30 – 39 tahun (31,82 %). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Mataram tentang PMS. Metode penelitian ini adalah observasional deskriptif, dengan pendekatan cross sectional. jumlah sampel dihitung mengunakan rumus slovin, Sampel yang diambil sebanyak 99 sampel yang tersebar di 7 fakultas. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat pengetahuan mahasiswa Universitas Muhamadiyah Mataram terhadap PMS berada di kategori cukup sebanyak 63 orang (64%) kategori baik sebanyak 27 orang (27%), dan kategori kurang sebanyak 9 orang (9%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tingkat pegetahuan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Mataram terhadap PMS berada di kategori cukup. Kata kunci : HIV/AIDS; Pengetahuan Mahasiswa; PMS; ABSTRACTIn 2017 the number of cases of HIV / AIDS found in NTB increased compared to 2016. The number of cases found in 2016 was 62 cases of HIV and 87 cases of AIDS, while in 2017 there were 98 cases of HIV, and 111 cases of AIDS. The number of deaths due to AIDS in NTB Province in 2016 was 9 cases, increasing to 22 cases in 2017. The city / regency infected with HIV / AIDS was the highest, Mataram (39 cases). Based on age group, the highest number of HIV / AIDS cases were HIV cases between 20 – 29 years (40.91%) and AIDS between 30 – 39 years (31.82%). This study aims to determine the level of knowledge of students of the University of Muhamadiyah Mataram about STD. This research method is descriptive observational, with cross sectional approach. The number of samples is calculated using the Slovin formula. Samples taken as many as 99 samples spread across 7 faculties. The results showed that the level of knowledge of students of the Muhamadiyah University of Mataram on STD was in the quite category as many as 63 people (64%) in the good category as many as 27 people (27%), and in the less category as many as 9 people (9%). The conclusion of this study is the level of knowledge of students of the University of Muhammadiyah Mataram against STD is in the sufficient category Keywords : HIV/AIDS; Students Knowledge; STD.
Page of 1
Articles per Page
by
Show export options
  Select all
Back to Top Top